Mini FF “The Reason” – Oneshot (YongJae couple)

Author: SJ. Yeong <Andien>

Tittle: (The Reason)

Genre: Romance

Main cast:

Jung Yonghwa of CNBLUE

Song Jae yeong (author)

 

[Little notice]

 

Annyeonghaseyo, readers❤

Masih ingat dengan nae, si author abal-abal #Plakkk😛

Hemm~ hari ini author akan mempublish sebuah ff absurd hasil pikiran author yg cetek ini. hehehehhee~

 

Ide dan konsep ff ini murni berasal dari isi hati author yg malam kemaren di buat menangis oleh sosok seorang Jung Yonghwa.

Jadi intinya, ff ini adalah sebagian dari curhatan hati author tentang namja tampan bergigi gingsul itu.

 

Keseluruhan cerita adalah milik author pribadi, terkecuali para main cast dan cast-cast pendukung lainnya di ff ini adalah milik Tuhan, keluarga, para fans, dan tentunya diri mereka sendiri.

banyak typo bertebaran #harap waspada dan maklum. #Bahkan author hebat sekalipun kadang tidak luput dari yg namanya typo. tidak ada author yg sempurna di dunia ini, begitupun dengan ku yg hanya merupakan author abal-abalon saja :p

 

Hemm~ rasanya sudah begitu banyak yg author ungkapkan kali ini. so, tanpa berlama-lama lagi, check the story out.

 

Happy reading^^

 

—————————- [THE REASON] ——————————

 

~ Aku tidak butuh alasan mengapa aku sangat mencintaimu.

Aku hanya butuh membiarkan diriku yg terus menerus mengagumi sosokmu dari hari ke harinya.

Hanya itu ~

 

                                         ***

 

“Kenapa harus kau?? Kenapa harus seorang Jung Yonghwa sepertimu yg membuatku seperti ini, eohh??” rutuk yeoja cantik bernama Song Jae yeong itu memaki selembar foto yg ada di tangannya.

“Apa yg hebat darimu?? Kenapa kau menyiksaku begini?? Aku lelah. Sangat lelah,” lanjutnya dan tanpa sadar airmata itu mulai jatuh membasahi wajahnya.

“Cinta memang seperti itu. Aneh, dan diluar logika kita,” Jae yeong menengadahkan wajahnya kearah sumber suara barusan.

Kim Kwang yeon, kakak sepupunya sudah berdiri disana.Bersandar pada pintu kamar tidurnya.

“Menangis lagi. dasar cengeng,” ujar namja tampan itu dan menyeka airmata di pipi Jae yeong.

Perlahan ia merengkuh Jae yeong ke dalam dekapannya.

Yah, jujur saja ia memang selalu tidak sanggup melihat adik sepupunya itu menangis hanya di karenakan oleh seorang bernama Jung Yonghwa.

 

“Aku gila, oppa. Kenapa hanya dia yg selalu ada di dalam pikiranku?? Kenapa aku hanya melihat jelas kepadanya saja?? Kenapa bukan Lee Jonghyun, Kang Minhyuk, Lee Jungshin, Song Joong ki, Choi Minho, Ohsong, Shim Hyun seong, Leeteuk, Aron, Lee Donghae, atau oppa?? Kenapa harus dia, oppa??Aku sangat lelah. Benar-benar sangat lelah, oppa,” Kwang yeon hanya diam,menarik tubuh adik sepupunya itu untuk semakin mendekap ke dalam pelukannya.

Ia tau hanya itu satu-satunya cara untuk menenangkan Jae yeong jika berada dalam situasi seperti sekarang.

 

                                                ***

 

“Yya! Jangan bercanda. Bukankah kau bilang kau baru akan pindah ke Jepang setelah Yonghwa sunbae wisuda?? Kenapa sekarang??”

Hhh, Jae yeong hanya menarik nafasnya panjang lalu memandangi Je mi dan Hyo ah, dua sahabatnya secara bergantian.

Yeoja cantik itu terlihat pucat, tanpa semangat sama sekali.

“Apa yg terjadi, Jae yeong ah~??”

“Ceritakanlah pada kami,” Je mi dan Hyo ah menatap Jae yeong.

Kedua yeoja cantik itu benar-benar cemas dengan sikap aneh Jae yeong belakangan ini.

“Yonghwa sunbae. Apa ini karena dia??” Je mi menatap Jae yeong lekat.

Yeoja satu itu sangat yakin jika memang Yonghwa lah yg membuat sahabatnya itu seperti sekarang.

Jae yeong tak bereaksi apapun. Hanya diam.

 

“Aku sangat lelah,” hanya itu yg keluar dari bibir Jae yeong yg lalu beranjak meninggalkan Je mi dan Hyo ah yg hanya memandangi punggungnya kasihan.

 

                                                 ***

 

“Ambillah. Jika kau kesepian disana dan merindukan kami, bernyanyilah memakai gitar ini,” ujar Lee Jinki menyerahkan gitar kesayangannya kearah Jae yeong lalu memeluk gadis tetangganya itu dengan erat.

“Jaga baik-baik kesehatanmu disana,” tambah namja bermata sipit itu, lagi.

“Fokuslah pada kuliahmu. Jangan memaksakan diri jika kau tidak bisa melupakannya. Jangan cengeng lagi disana karena aku ada disini dan tidak bisa menenangkanmu kesana,” pesan Kwang yeon, mengacak pelan rambut sebahu milik Jae yeong.

Jae yeong tersenyum tipis dan menarik travel bagnya menuju pintu keberangkatan.

Lagi dan (lagi) airmata yg sedari tadi di tahannya itu mulai turun dari kedua sudut matanya.

 

                                                   ***

 

Kriekk! #suara pintuyg dibuka

Kwang yeon melangkah masuk ke dalam kamar Jae yeong, dan menghela nafasnya panjang.

Tepat seminggu setelah kepergian Jae yeong ke Macau.

Entah kenapa adik sepupunya itu memilih untuk ke Macau dan bukannya ke Jepang, seperti apa yg sering dikatakan adik sepupunya itu padanya.

Kwang yeon mengedarkan pandangannya ke sekeliling kamar ini hingga tatapannya jatuh pada sebuah note book yg tergeletak diatas tempat tidur.

Ia meraih note book itu dan membuka satu demi satu halamannya. Sesekali namja tampan itu mendesah panjang.

Jung Yonghwa, hanya satu nama itu yg dia temui dari awal hingga akhir halaman yg tersisa di note book tersebut.

“Kau membuatku benar-benar iri, Jae yeong ah~. Cintamu kepada Yonghwa benar-benar membuatku iri,” batin namja tersebut dan menutup note book milik Jae yeong.

Kembali ia menghela nafasnya panjang, lalu kemudian beranjak keluar dari kamar itu.

 

                                                     ***

 

“Kwang yeon ah~!”

Kwang yeon menoleh dan mendapati Yonghwa sedang berlari kecil kearahnya.

“Dimana adik sepupumu??” tanya namja bergingsul itu,merangkul pundak Kwang yeon.

“Nde??” Kwang yeon menatap Yonghwa.

“Adik sepupumu. Dimana dia?? Sudah seminggu ini aku tidak melihat sosoknya berseliweran di kampus,” celoteh Yonghwa sambil terus merangkul Kwang yeon yg memang adalah teman sekelasnya.

Kwang yeon lagi-lagi menatap Yonghwa lalu menghentikan langkahnya. Ia membuka tasnya, mengeluarkan sebuah note book yg kemudian dia serahkan kepada Yonghwa.

“Bacalah,” tuturnya yg kemudian melangkah meninggalkan Yonghwa yg menatap bingung note book di tangannya.

 

“Bacalah itu, Yong ah~,” batin Kwang yeon.

Namja tampan itu tersenyum tipis menyusuri koridor menuju kelasnya di fakultas Music sains.

 

                                                         ***

 

“Ayo! Ini saatnya,” ujar Jonghyun yg menepuk pundak Yonghwa yg tampak melamun dan membuat namja itu seketika terkejut.

“Ada apa??” Jonghyun langsung menangkap ada sesuatu yg tidak beres dengan sosok vocalist sekaligus leader dari group band indie mereka, CNBLUE.

“Aniya,” Yonghwa berbohong dan berjalan menuju gitarnya.

“Ada apa dengan Yonghwa hyung??” tanya Jungshin yg sudah berdiri tepat di sebelah Jonghyun dengan memegang bass kesayangannya.

“Entahlah. Dia sangat berbeda dengan Jung Yonghwa yg biasanya,” komentar Jonghyun.

Tatapan namja berlesung pipit itu tetap fokus pada sosok Yonghwa yg berjalan lesu keluar dari ruangan tempat mereka.

 

                                                           ***

 

“Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?? Kenapa kau menyiksa hatimu seperti itu, Jae yeong ah~??” batin Yonghwa berkecamuk.

Tatapannya kosong dan jemarinya hanya menempel pada senar gitarnya tanpa bermaksud untuk memainkannya.

Senyuman tipis khasnya itu menghilang.

“Hyung, gwaenchanna??” tanya Jungshin, agak khawatir dengan tingkah Yonghwa itu.

“Kau bisa melakukannya kan, hyung??” tambah Minhyuk.

Sama seperti Jonghyun tadi, drummer cute CNBLUE itupun tau jika ada sesuatu yg tidak beres  pada sosok leader attractive itu.

Yonghwa menatap Jungshin, Minhyuk, dan Jonghyun.

Namja itu mengangguk perlahan, bangkit dari kursi yg didudukinya, berjalan menuju podium dan berdiri tegak disana dengan gitar yg sudah siap untuk dimainkannya.

Gemuruh sorak sorai penonton membahana di seluruh ruangan mini bar ini.

“Ready, GO!” teriak Jonghyun lantang dan Minhyuk mulai menggebuk drumnya. Lalu tiba-tiba,

“Mian, aku tidak bisa melakukannya hari ini. Aku harus pergi,” ujar Yonghwa yg dengan segera meletakkan gitarnya lalu berlari turun dari atas panggung.

Dia sama sekali tidak peduli dengan apa yg akan terjadi di mini bar tersebut setelah dia pergi.

Dia hanya ingin menyelesaikan sesuatu yg membuat hatinya terasa begitu sesak mencekiknya.

Sesuatu tentang Song Jae yeong.

 

                                                              ***

 

-Macau-

 

Jae yeong berlari menembus hujan lebat yg turun sore itu,menuju sebuah halte di sudut jalan.

Hh, yeoja itu menarik nafas lega sesaat setelah ia berhasil berteduh disana. Ia menyeka bulir-bulir air hujan yg menempel di rambutnya saat seseorang  tiba-tiba mengeringkan rambutnya itu dengan sebuah handuk kecil.

Jae yeong mendongak kearah orang itu.

“Kau?? Apa yg kau lakukan??!” katanya, menatap tajam sosok Yonghwa yg juga tengah menatapnya.

“jae yeong ah~,” gumam Yonghwa, terpotong saat dilihatnya yeoja cantik itu mulai melangkah pergi.

Dengan cepat ia meraih lengan Jae yeong, menahannya kuat hingga lagi-lagi yeoja itu menatapnya tajam.

 

“Lepaskan! Apa yg kau lakukan?? Apa yg kau lakukan dengan muncul di hadapanku seperti ini?? Apa yg kau inginkan??!” desis Jae yeong.

Airmata mulai menggantung di sudut matanya.

Yonghwa diam. Cengkeraman tangannya masih kuat di lengan Jae yeong.

“Aku membencimu. Aku sangat membencimu, Jung Yonghwa!!” teriak yeoja itu. Dan sementara airmata itupun mulai tumpah ke wajahnya.

 

Greep!

 

Dalam satu sentakan tubuh Jae yeong pun kini sudah berada dalam dekapan erat Yonghwa.

Yeoja cantik itu meronta sebisanya. Namun pelukan  Yonghwa di tubuhnya lebih kuat dari apapun.

Hujan turun semakin deras. Mengguyur keduanya hingga ke lapisan dalam pakaian mereka.

 

“Mianhae,” bisik Yonghwa di dekat telinga Jae yeong.

“Aku minta maaf, Jae yeong ah~. Aku minta maaf telah membuatmu seperti ini. Aku minta maaf untuk semua rasa sakitmu karenaku. Aku minta maaf untuk semua rasa lelahmu selama ini. Aku minta maaf,” bisiknya lagi semakin menarik tubuh Jae yeong ke dalam pelukannya.

Tidak ada reaksi apapun dari Jae yeong.

Tubuhnya yg tadi berontak itu kini hanya diam. Hanya tangisnya yg kini terdengar semakin kencang.

“Aku sungguh minta maaf, Jae yeong ah~. Aku tidak pernah bermaksud untuk membuatmu seperti ini. Aku, aku, aku juga mencintaimu. Aku sangat mencintaimu,” bisik Yonghwa, lagi.

Ia menarik kepala Jae yeong dari dekapannya, memegang kedua belah pipi yeoja itu dengan tangannya lalu menatap lekat ke dalam mata yeoja itu.

“Jeongmall saranghae, Song Jae yeong,” gumamnya, perlahan.

Di dekatkannya wajahnya kearah Jae yeong  dan sedetik kemudian bibirnya sudah menyentuh bibir milik Jae yeong.

Di raihnya tengkuk yeoja cantik itu dan semakin memperdalam ciuman diantara mereka.

Jae yeong hanya menangis.

 

Yonghwa melepaskan ciumannya. Ia meraih dagu Jae yeong membuat yeoja itu mendongak padanya.

“Uljima,” gumamnya, menghapus airmata Jae yeong yg bercampur dengan titik-titik hujan yg mulai mereda dan lalu merengkuh yeoja cantik itu lagi ke dalam pelukannya.

“Saranghae,” bisiknya, membenamkan kepalanya di leher Jae yeong.

 

                                                    [END]

 

Ottokeh, readers??
Ceritanya super duper kagak jelas dan absurd ne??

Keep RCL ne^^

 

Gomawo^^

 

 

MINI FF [THE REASON] - ONESHOT (YONGJAE COUPLE) 

STORYLINE BY SJ. YEONGMINI FF [THE REASON] – ONESHOT (YONGJAE COUPLE) STORYLINE BY SJ. YEONG

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s