If I Can.. [Kyu-Rin].

Title: If I Can..

 

Author: Riya Clouds

 

Fb: www.facebook.com/riya.allen

 

Twitter: http://twitter.com/ELFajriyah017

 

Genre: –

 

Lenght: Drabble

 

Cast: Cho Kyu Hyun, and Han Ah Rin

 

 

Disclaimer!! this story is mine, so don’t be a looser to copast okay^^

 

Hope you enjoy guys..

 

 

 

—————

 

11st May, 2014

 

Seoul.

 

 

 

“Entah kenapa aku benci jika mengingatnya,” ucap Kyu Hyun dengan mata menerawang ke depan, nada bicaranya yang terdengar penuh kekecewaan dan kemarahan, membuat Ah Rin memalingkan wajah ke arahnya.

“Kau sangat mencintainya, iya ‘kan?” ucap Ah Rin yang terus menatap Kyu Hyun dari samping. Kyu Hyun menunduk melihat pasir putih yang ia pijak, lalu dengan senyum kecut ia mengangkat wajah menatap Ah Rin.

“Kau tahu aku mencintainya, tapi aku juga sangat membencinya. Sangat.”

“Kau hanya marah padanya, karena dia yang sangat kau cintai tega pergi meninggalkanmu.” Ah Rin mengalihkan wajahnya dari Kyu Hyun. Kembali menatap lurus pada hamparan laut juga matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat. Seakan menghilang tertelan air laut.

“Kau tidak mengerti tentang perasaanku, Han. Jadi diamlah!” ucap Kyu Hyun dingin, mata coklatnya memandang tak suka pada Ah Rin yang masih menikmati pemandangan sunset.

“If we really want to love, we must learn how to forgive,” ucap Ah Rin menatap Kyu Hyun yang mematung.

“Itu yang dikatakan Bunda Teresa. Jadi kau harus bisa memaafkan Ah Young, Kyu.. Aku yakin akan ada cinta yang lebih baik untukmu nanti. Percayalah..” lanjut Ah Rin. Gadis itu menepuk pelan pipi Kyu Hyun lalu berbalik, berjalan menjauhi bibir pantai dan Kyu Hyun.

“Kenapa Ah Young tak sebaik dirimu, Han?” gumam Kyu Hyun yang masih dapat di dengar oleh Ah Rin. Gadis itu berhenti lalu menoleh menatap Kyu Hyun.

“Karena Ah Young bukan aku, Kyu. Dia hanya memiliki wajah yang sama denganku, tapi tidak untuk hati dan apa yang ia punya. Kita berbeda,” ucap Ah Rin seraya tersenyum, dan kembali melangkahkan kakinya.

“Andai aku bisa mencintaimu, Han..”

 

 

 

***

 

 

Suasana hening terasa kental dalam mobil yang di kendarai Kyu Hyun dan Han Ah Rin. Setelah dari pantai hingga melewatkan makan malam, keduanya sama-sama terdiam dengan Kyu Hyun yang sesekali terdengar berdeham untuk sekedar memecah keheningan.

“Kenapa jadi sedingin ini,” gumam Kyu Hyun sambil mencuri lirikan ke arah Ah Rin disampingnya.

“Apanya yang dingin?” akhirnya Ah Rin bersuara juga, setidaknya gumaman dirinya sedikit mencairkan suasana yang sudah seperti di kutub, pikir Kyu Hyun.

“Ehm, tidak.. Aku hanya..”

“Kau bosan karena aku tidak bicara?” tebak Ah Rin yang langsung membuat Kyu Hyun memalingkan wajahnya ke Ah Rin.

“Tidak-”

“Aku hanya sedang berpikir, bagaimana jika kau bertemu denganku lebih dulu, bukannya Ah Young.., apa sekarang aku yang kau cintai, atau kau tetap akan jatuh cinta pada Ah Young?” ucap Ah Rin. Gadis itu tersenyum kecil melirik Kyu Hyun yang tengah menatapnya tak percaya, Ah Rin merunduk sebentar lalu mengangkat wajah menatap Kyu Hyun sambil berkata, “Sudahlah tidak usah menatapku seperti itu. Otakku hanya sedang kacau dan-”

“Mungkin aku akan mencintaimu. Bukan Ah Young,” ucap Kyu Hyun yang telah kembali fokus pada jalan di depannya.

Ah Rin merasakan jantungnya sempat berhenti berdetak kala Kyu Hyun mengucapkan kalimat yang tak berani ia pikirkan sebelumnya. Ia memandang Kyu Hyun disampingnya dengan diam, hanya sorot matanya yang seakan mengatakan, “Ini pasti ilusi.”

“Ini kenyataan, Han. Bukan mimpi, jika aku bisa memilih dan dapat memutar kembali waktu, aku lebih memilih untuk bertemu denganmu lebih dulu daripada Ah Young, aku lebih memilih untuk jatuh cinta padamu, daripada Ah Young. Jika bisa…” Kyu Hyun tersenyum dengan mata sendu, menyiratkan luka di hatinya, tangannya yang kekar mengelus lembut rambut Ah Rin, “Jika bisa, aku lebih memilihmu, Han..”

“Kyu…”

 

 

“Aku mau mencobanya, Han. Mencoba untuk mencintaimu, bolehkah?” tanya Kyu Hyun yang telah menepikan mobilnya di pinggir jalan, entah sejak kapan itu, yang jelas Ah Rin sama sekali tak mengetahuinya.

 

“Apa yang kau katakan, Kyu?” tanya Ah Rin. Gadis itu merasakan detak jantungnya tak bisa bekerja dengan normal setelah mendengar kalimat yang Kyu Hyun ucapkan. Ia berharap ini bukan mimpi, karena memang inilah yang selama ini ia impikan. bersama dengan Kyu Hyun.

 

“Ajari aku untuk bisa mencintaimu, ajari aku untuk tak bisa berpaling darimu, Han Ah Rin. Ajari aku melup[akannya dengan cintamu, bisakah kau..”

 

“Jika itu yang kau mau, aku pasti akan membantumu untuk mencintaiku, Kyu..” Ah Rin tersenyum memandang Kyu Hyun yang merundukkan wajah untuk meraih tangan Ah Rin, lalu mencium punggung tangan putihnya.

 

“Terimakasih, Han..”

 

—–

 

Jika cinta bisa datang karena terbiasa, mengapa kita tidak mencobanya?

Cinta itu mudah, jika kita mau membuatnya menjadi mudah..

Melupakan itu bukan lah hal yang sulit jika kita mempunyai keinginan untuk melupakannya. Dan belajar melihat ke arah yang lebih indah..

 

END

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s