~ FF % Inside Of Me % One Shoot ~

Cast: Eli / Kim Kyoung Jae (U-Kiss)

Kevin/ Woo Sung Hyun (U-Kiss)

OtherU-Kiss Member

Andother casts

 

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

 

Genre: Friendship, (yang lainnya tentuin sendiri)

 

 

xXx U-Kiss  xXx

 

“Karena kalian sudah bekerja keras,maka malam ini kita akan berpesta”. Ucap Manager.

 

“Kyaaa…. Gomawo hyung!”Pekik mereka.

 

Mereka adalahtujuh namja tampan yang tergabung dalam Boyband ternama, U-Kiss. Siapa yang takkenal mereka? Boyband berbasis Internasional yang tak ada hentinya mengeluarkansingle ataupun mini album. Saat ini mereka juga baru saja merilis mini albummereka. Bayangkan bagaimana padatnya kegiatan mereka.

 

Rasa lelah yangmereka alami seolah menguap begitu saja. Wajah mereka kembali sumringah melihatberbagai makanan sudah tersedia di dorm mereka. Tanpa pikir panjang, merekalangsung duduk di lantai mengelilingi makanan yang sudah dibelikan sang managerdan mulai menyantap dengan lahap.

 

“Eli-ya? Kau tak ikut makan bersamakami?” Tawar Soohyun. Eli menoleh sekilas lalu kembali berjalan ke dapurdengan ekspresi dingin. Yang lain hanya bisa saling pandang kebingungan.

 

Dari arah dapur,muncul Kiseop yang juga memasang tampang kebingungan. Terdengar gumamannya yangbercampur dengan gerutuan. Yap! Kiseop sedang kesal dan bingung.

 

“Hei! Ada apa denganmu?”TanyaAJ.

“Eli aneh sekali. Sewaktu aku maumasuk kamar mandi, eh dia menarik tanganku dengan asal lalu seenaknya sajamemasuki kamar mandi tanpa peduli akan gerutuanku”.

“Dia aneh belakangan ini”.Gumam Hoon. “Sudahlah jangan dipikirkan. Kau mau makan apa tidak? Kalautidak maka akan kami habiskan”. Lanjutnya.

 

“Tentu saja aku mau. Tapi aku masihingin ke toilet. Ingin buang air kecil”. Kiseop meringis merasakankebeletnya.

“Kalau begitu cepatlah ke toiletjangan sampai kau buang air kecil disini!” Ucap Soohyun.

“Toiletnya dipakai Eli. Aish. Apakalian tidak ada yang haus?”

“Jadi kau bermaksud menyumbangkanurinmu itu untuk kami minum?! Tidak! Gomawo!” Cibir Hoon. Kiseopmenyengir.

 

Masih terjadiperdebatan ringan antara Kiseop, Hoon, Soohyun, dan AJ. Yang tak bersuara hanyaKevin dan Jun yang merupakan member baru. Jun lebih memilih menghabiskan jatahmakannya plus mengambil punya hyungnya, itu juga kalau tak ketahuan. SedangKevin, dia sibuk melamun. Keanehan yang terjadi pada Eli ikut mengusikketenangannya. Kevin jadi merasa khawatir.

 

“Pabo!” Soohyun melemparKiseop dengan cangkir minumnya karena kesal. Kiseop mengelak sambil tertawa.Mereka seperti anak kecil.

 

“Geumanhae! Itu Eli sudahselesai”. AJ menengahi.

“Ah, ya sudah. Aku ke toiletsebentar. Jangan makan jatahku. Terutama kau, Jun!”Sindir Kiseop saat Juntengah melirik jatah Kiseop. Junhanya bisa cengar-cengir mendengarnya.

 

Kiseop beranjakke kamar mandi. Tak lama, Eli melewati tempat mereka makan. Kevin berdiri,menghadang jalan Eli. Mau tak mau, Eli harus berhenti. Dia menatap tanpaekspresi pada Kevin.

 

“Eli-ya? Kau tidak makan?”

“Aku tidak lapar”.

“Tapi kan….”. Eli berlalu.Kevin tak sempat lagi menghalaunya. “Hei! Eli-ya! Kau harus makan!”Teriak Kevin namun hanya dijawab Eli dengan bantingan pintu.

 

“Sudah hyung. Mungkin Eli hyung takingin diganggu”. Hibur Jun. Kevin mengangguk.

 

“Bukan hanya kau yang diperlakukanseperti itu, vin. Tapi aku dan semuanya juga”. Timpal Kiseop yangdatang-datang langsung mencomot makanan.

 

“Hei! Kau sudah cuci tangankan?” Sergah Soohyun.

“Tentu saja! Aku kan paling rajinbersih-bersih! Aku juga sudah mengeringkan tanganku dengan handuk biru yangtergantung di kamar mandi. Sepertinya itu handuk baru”.

“Yak! Itu handukku! Seenaknya sajakau memakainya!” Emosi AJ.

 

Kekesalan AJberujung pada aksi pukul-pukulan Duo Seop menggunakan bantal. Soohyun, Jun danHoon sedikit menjauh, takut menjadi korban. Kevin akhirnya bisa menyunggingkansenyum melihat kekonyolan teman-temannya. Tapi pikirannya masih tetap pada Eli.Kevin melirik kamar Eli sekilas lalu bergabung bersama mereka saat keadaansudah aman.

 

Di kamar, Elimerenung dalam gelap. Suara gaduh dari luar sedikit menggelitik hatinya. Inginrasanya bercanda tawa lagi dengan mereka. Namun sesuatu mengganjal hati Eli.Sesuatu hal besar yang membuatnya kini berubah.

 

xXx U-KISS  xXx

 

“Jamkkanman,Eli-ya!” PekikKevin sebelum Eli memasuki mobil.

 

Eli berbalik.Dia melihat Kevin berlari tergopoh-gopoh menghampirinya. Di tangan Kevin adasebuah kotak bekal berwarna biru, warna kesukaan Kevin. Senyum Kevin mengembangsaat sudah berada di hadapan Eli.

 

“Ini untukmu”. Eli hanyamenatap tanpa minat pada kotak bekal itu. “Ihs! Aku sudah susah payahmemasakkannya khusus untukmu. Ini harus kau makan!” Lanjut Kevin yangmemberikan kotak bekal itu secara paksa.

 

Belum sempat Elimengembalikannya tapi Kevin sudah berbalik. Dia berjalan dengan riang memasukidorm mereka. Eli memandangnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

 

Di perjalanan,Eli hanya diam. Dia tak menghiraukan sedikitpun ucapan sang manager. Elimemilih membuka tasnya, mencari earphone. Tangannya tak sengaja menyenggolkotak bekal yang tadi diberikan oleh Kevin. Eli mengambilnya dan membukanya.

 

“Itu pasta daging bebek kan? KaryaKevin dan Kiseop di Chef Kiss waktu itu”. Sambar sang manager.

 

Eli takmenjawab. Dia masih memandangi isi kotak bekal di hadapannya. Aromanya sungguhmenggugah selera. Eli tersenyum tipis mengingat Kevin tadi.

 

Plaaakk

 

Manager terdiamsaat tangannya yang mau mencicipi pasta buatan Kevin dipukul oleh Eli. Diamenatap Eli, meminta penjelasan. Tapi Eli hanya diam, tak merasa bersalahsedikitpun.

 

“Aku ingin mencicipinya, Eli-ya!Sedikit saja”.

“It’s mine!” Gumam Eli dengandeath glare. Manager bergidik melihatnya.

 

Eli mulaimencicipi pasta buatan Kevin. Uhm. Yummy. Tak peduli akan imagenya, Eli memakanpasta itu dengan bringas (?) Memenuhi mulutnya hingga sekitar bibirnya ikutbelepotan. Kevin oh Kevin. Elikembalitersenyum.

 

xXx U-KISS  xXx

 

“Gunting, batu, kertas!” Pekikmereka saat menunjukkan tangan masing-masing.”Hahaha. Kevin kalahlagi”. Mereka tertawa geli melihat hasilnya.

 

“Selalu aku yang kalah”.

“Terima saja nasibmu, vin”.Ucap Soohyun.”Nah, sekarang kau yang cuci semua piring dan gelas.Sendirian!” Lanjutnya.

 

“Tega sekali. Tak adakah yangberniat membantuku?”

“Mianhae hyung. Kami lelah, mautidur”.

“Aku setuju dengan kata-kataJun”. Timpal Kiseop.

“Kalau begitu, kami istirahatdulu”. Komando AJ. Mereka bergegas menuju kamar mereka masing-masing.

 

“Ouya, vin”. Teriak Soohyunsebelum memasuki kamar. “Sekalian tunggu Eli pulang”. Pesannya.

 

“Arasseo hyung”. Jawab Kevin.

 

Kevin menataplemas berbagai peralatan makan yang berserakan di meja makan. Tersadar, Kevinmenggeleng pelan. Dia menyunggingkan senyum di wajah imutnya. Kevin mulaimengumpulkan satu persatu dan membawanya ke tempat pencucian piring.

 

“Ggiburijima I’m warning you,you….”.

 

Nyanyian Kevinsamar-samar terdengar. Suara merdunya menggema di dapur. Kevin terlihat riangsekali. Dia mengerjakan semua itu dengan semangat. Hah! Kevin. Suara indahnyamembuat semua orang terpesona. Sikapnya membuat semua orang terkesima.Begitulah dia. Tak heran jika banyak orang mengidolakannya.

 

Di pintu dapur,berdiri Eli yang sedari tadi memperhatikan Kevin. Lima menit dia berdirimematung melihat namja di hadapannya. Kevin tak menyadarinya. Eli berjalanmendekati Kevin. Dia memeluk Kevin dari samping.

 

“Argh?! Eli? Kaumengagetkanku”.

“Gomawo pastanya”.

 

Kevin berbinar.Dia berusaha menoleh demi bisa bertatapan dengan Eli dan menunjukkankegirangannya. Berhasil! Kevin berhasil merubah posisi.”Jinjja? Kaumenyukainya? Kau memakannya?” Berondong Kevin. Eli mengangguk dantersenyum.

 

“Tentu saja. Aku sangatmenyukainya. Aku menghabiskannya sendirian”.

“Kyaaa! Aku senangmendengarnya!” Pekik Kevin yang akhirnya membalas pelukan Eli.

 

Tangan Elimenyentuh kepala belakang Kevin. Mengelusnya hingga ke leher. Kevin tersentak.Ini aneh sekali. Segera dia melepaskan pelukan mereka dan kembali mengerjakantugasnya tanpa berkata apa-apa lagi.

 

“Kau mengerjakan semua inisendirian?”

“Aku kalah. Makanya aku yang harusmengerjakan semua ini”.

“Pergilah tidur. Biar aku yangselesaikan”.

“Ah, aniya. Ini tugasku. Biarkanaku yang mengerjakannya”. Tolak Kevin.

 

“Kalau begitu, kita kerjakan berduasaja”.

“Kau pasti lelah. Tidurlahduluan”.

“Aku bisa menggendongmu danmembawamu ke ranjang lalu menguncimu di kamar sehingga aku bisa menyelesaikantugasmu ini. Apa itu yang kau mau?” Kevin melotot.

 

“Tentu saja tidak!”

“Kalau begitu biarkan oppamembantumu”. Kevin tertawa geli mendengarnya.

“Ah, ya baiklah”.

 

Eli dan Kevinsesekali bercanda tawa. Terlihat Eli begitu bahagia bersama Kevin. Kiseop yangingin mengambil air minum, mendadak mengurungkan niatnya. Dia bersembunyi danmengintip mereka dari balik pintu dapur.

 

“Eli aneh sekali”. GumamKiseop.

 

Belakangan ini,Eli memang sangatlah aneh. Dia berubah dingin pada semua member termasuk Kevin.Tapi sejak kemarin, Eli mulai mau menanggapi Kevin. Bahkan sekarang dia bisatertawa bersama Kevin. Sebenarnya apa yang terjadi pada Eli? Batin Kiseop.

 

“Hah! Akhirnya selesai juga!Akulelah, mau istirahat”. Ucap Kevin.

 

Kiseop langsungberlari dengan hati-hati menuju tempat persembunyian yang lebih aman. Beruntungbagi Kiseop karena bisa bersembunyi sebelum Kevin melewati tempatnya berdiritadi. Kevin terus berjalan. Terdengar derap langkah di belakang Kevin, Eli.Namja itu mengejar Kevin.

 

Seeett

 

Eli memelukKevin dari belakang. Kiseop sangat terkejut melihatnya hingga dia membekapmulutnya sendiri. Pelukan Eli cukup erat bahkan sangat erat. Hembusan nafas Eliterasa begitu lembut membelai leher putih Kevin. Kevin cukup terkejut. Dirinyamemang sering dipeluk dan memeluk member lain. Tapi kenapa dia merasa anehdengan pelukan Eli? Ini bukan seperti pelukan untuk menunjukkan kasih sayangpada teman tapi lebih kepada….

 

“Eli-ya, a, aku, aku mautidur”. Kevin gugup.

“Jaljayo”. Bisiknya.

“Ah, ne. Jalja”. Ucap Kevinyang gelagapan melepaskan pelukan Eli.

 

“Uhm, satu lagi”. Ucap Eliketika Kevin baru selangkah berjalan. Kevin kembali menoleh. “Mimpikanoppa ya”. Eli mengerling genit. Kevin berusaha tersenyum tapi ketikaberbalik, senyum Kevin langsung menghilang. Dia sedikit bergidik melihatperubahan Eli.

 

xXx  U-KISSxXx

 

“Wah! Aku sangat senang melihatantusiasme mereka”. Ungkap AJ ketika mereka baru tiba di ruangan seusai melakukanpertunjukan.

 

“Jadi tidak merasa lelah samasekali ya”. Ucap Soohyun yang masuk belakangan.

 

Mereka sibukbercerita ringan. Soohyun, AJ, Hoon, dan Jun saling sahut menyahut. Kebetulanmereka duduk di satu sofa panjang yang sama. Kiseop ikut duduk bersama mereka.Tapi dia hanya diam, memperhatikan Eli yang terus-terusan menempel pada Kevin.

 

Sungguh anehsekali. Biasanya Kevin selalu bersama Hoon tapi sejak kemarin, Kevin selalubersama Eli. Dan Elilah yang memintanya uhm, memaksanya. Setiap Kevin bersamamember lain, maka Eli akan merangkulnya dan membawanya menjauh dari mereka.Aish! Kenapa dengan Eli? Jerit hati kecil Kiseop.

 

“Jinjja? Bukankah kau lebih baikdariku?” Ucap Kevin. Eli tersenyum. Dia mengacak gemas rambut Kevin. Kevinsedikit menurunkan kepalanya, merasa tak nyaman.

 

“Tentu saja aku lebih baikdarimu”. Ucap Eli.

“Yak! Kau ini!” Kevin sedikitmemukul lengan Eli yang terus merangkulnya. Eli tertawa kecil.

 

Ckleek

 

Managermenyembulkan kepalanya, melihat dan mencari seseorang. “Kevin-ah!”Panggilnya. Kevin terhenyak. “Kajja. Kita harus segera pergi. Kau tidaklupa pada schedulemu kan?” Ajaknya. Kevin ternganga, sepertinya dia lupa.

 

“Ah, aku lupa. Kajja”. Kevinberanjak. Eli menahannya.

 

“Haruskah dia pergi sekarang,hyung?”

“Tentu saja. Kenapa kau bertanyaseperti itu?”

“Tapi kami baru selesai perform.Setidaknya beri dia waktu untuk istirahat”.

“Dia bisa istirahat di mobil”.Tukas manager.

 

“Gwaenchanha Eli-ya. Sudah, akuharus pergi sekarang”. Pamit Kevin. Dia melepaskan tangan Eli perlahan.”Semuanya, aku duluan ya”. Pamit Kevin pada yang lain.

 

“Joshime Kevin-ah. Fighting”.Pekik mereka. Kevin tersenyum dan mengepalkan tangannya. Setelah memberi senyumpada Eli, Kevin mulai berlarian kecil mengejar manager.

 

Eli mempoutkanbibirnya. Dia menatap cermin. Wajahnya tidak tenang. Ah! Eli mau menyusulKevin. Ya! Dia ingin menyusul Kevin. Eli berdiri dan berjalan cepatmeninggalkan ruangan itu. Melihat Eli keluar, Kiseop ikut beranjak. Sedang yanglain hanya saling pandang, tak mengerti duduk masalahnya.

 

Kiseop berlariankecil di koridor, mengejar Eliyang sudah jauh di depan. Sapaan orang-oranghanya dijawabnya dengan senyum tipis. Kiseop terus mengedarkan matanya denganliar, tak ingin kehilangan jejak Eli. Ketemu! Kiseop berlari dan mencekaltangan Eli. Eli menoleh dan menatap dingin pada Kiseop. Dia menghempaskantanganKiseop dengan kasar tapi gagal. Pegangan tangan Kiseop terlampau kuat. Dankini, Kiseop menyeret Eli ke tempat yang sepi.

 

“Lepaskan aku!”

“Apa maksudmu seperti ini?!”Geram Kiseop. Dia memelankan suaranya, takut jika ada orang yang mendengar.

 

“Harusnya aku yang bertanya begitupadamu! Apa maksudmu seperti ini?!”

 

Kiseopberpaling, membuang nafas dengan kasar. Tersenyum sinis lalu kembali menatapEli. “Kau itu dingin pada semua orang, tapi kenapa kau seperti itu padaKevin?!” Sinisnya. Eli berbalik.

 

“Bukan urusanmu!”

“Jelas ini urusanku! Kita berada digrup yang sama!”

“Keluar saja dari grup kalau kautak suka melihat kedekatan kami!” Cibir Eli.

 

“Aku bukannya tak suka melihatkedekatan kalian! Tapi aku tak suka melihat kau tidak wajar!” Eliberbalik. Matanya berkilat merah menatap Kiseop. “Aku tau Kevin itucantik, feminin, dan hangat. Tapi dia tetap namja normal!” Tegas Kiseop.

 

“Jadi kau pikir aku ini….”.Eli berpaling, tertawa sinis. “Konyol!”Geramnya sambil menggelengkepala.

 

“Kau yang konyol!” TudingKiseop.

 

“Kiseop?! Eli?!” TeriakSoohyun. Mereka menoleh.

 

Soohyun, Hoon,AJ, dan Jun kembali berlari menghampiri mereka. Soohyun dan AJ memegangiKiseop. Sedang Hoon dan Jun memegangi Eli. Yah! Mereka takut adu mulut iniberujung pada perkelahian. Jangan lupakan kalau baik Eli dan Kiseop, keduanyaahli taekwondo.

 

“Kiseop, Eli?! Kenapa kalian bisasampai bertengkar?” Ucap Soohyun.

“Semua karena Eli!” TudingKiseop. Soohyun beralih pada Eli.

“Apa yang kau lakukan?”Tanyanya pada Eli.

“Lepaskan aku!” Eli menyentakkedua lengannya dan langsung terlepas. Dia berjalan dengan kesal meninggalkanmereka.

 

“Yak! Eli-ya! Jangan kaburkau!”Teriak Kiseop.

“Biarlah. Dia butuh waktu untuksendiri”. Hoon mengelus pundak Kiseop, mencoba meredakan emosi sahabatnya.Mereka hanya bisa memandangi kepergian Eli hingga akhirnya Eli menghilang ditikungan.

 

xXx U-KISS  xXx

 

Jam menunjukkanpukul 02.00 KST. Kevin terbangun dari tidurnya. Mimpi buruk mengusiknya.Hujatan orang-orang yang tak suka dengan MV mereka, tiba-tiba saja muncul lagidi mimpi Kevin. Padahal itu sudah hampir sebulan berlalu. Mengerikan.

 

Kevin mengambilcangkir besar di atas meja nakas. Berniat menengguk air guna menghilangkandahaga yang dirasakannya. Sayang sekali. Air minumnya sudah habis. Hah! Kevinlupa mengambil air minum sebelum tidur.

 

Dengan perlahandan hati-hati, Kevin menuruni tempat tidur. Yap! Kevin tak mau menganggu tidurnyenyak kedua temannya. Hoon dan Soohyun yang terlihat sangat pulas.

 

Tangan Kevinmeraba-raba, takut menabrak sesuatu. Matanya yang masih ingin menutup rapat itudipaksanya untuk terbuka. “Ayolah mata! Sebentar saja!” Ucap Kevinyang berbicara sendiri. Berhasil. Mata itu terbuka, meskipun sedikit sekali.

 

Kevin membukakulkas. Mengambil sebotol air mineral. Tersenyum penuh cinta (?) pada botolitu, lalu membuka dan meminumnya. Hah! Segar sekali. “Hilangkan dahagadengan ini!” Kevin menggila, seolah sedang mempromosikan minuman mineralitu. Dia tertawa kecil, menertawakan kekonyolannya sendiri.

 

Usai denganurusan minumnya, Kevin kembali berjalan menuju kamarnya. Kali ini taksempoyongan lagi, karena air minum itu sudah mengembalikan 80% nyawanya. Entahmengapa, Kevin merasa agak seram. Dia bergidik. Secepat mungkin Kevin berjalanmeninggalkan dapur.

 

Seeett

 

Kevin terdiam.Seseorang memeluknya dari belakang. Kevin ragu, manusiakah itu? Ataujangan-jangan? Opini Kevin berhenti. Yang memeluknya pasti manusia. Karenanafas orang yang memeluk Kevin terasa hangat membelai telinga belakangnya.Kevin menoleh, di keremangan dorm mereka, Kevin masih mampu mengenali orangyang tengah memeluknya.

 

“Eli?” Gumam Kevin. Senyum Elimengembang, Kevin mampu melihatnya.

 

“Saranghae”. Bisik Eli.

 

Kevin bergidik.Kaget dan takut. Apa maksudnya ini?! Eli mencintai Kevin?! Andwae! Sekuattenaga, Kevin melepaskan pelukan Eli dan mendorong tubuh kekar namja itu.Tentunya sebelum hal yang lebih buruk terjadi padanya.

 

Bruuuk

 

Tubuh Elilimbung dan jatuh ke lantai. Tak bergerak sama sekali. Kevin panik. Diaberjongkok dan membalik tubuh Eli. “Saranghae”. Ucap Eli lagi, denganmata menutup rapat. Dan saat itu Kevin menyadari kalau Eli sedang mabuk.

 

Fiuh! Kevinmenghela nafas lega. Ternyata semua ini terjadi di alam bawah sadar Eli. PastiEli, eh, tunggu dulu. Kevin teringat sesuatu. Bukankah perkataan orang mabuk ituhampir 100% benar? Kevin menggeleng, berusaha menepis opini yang barusansinggah di benaknya.

 

“Sekarang, bagaimana caranya akumembawa Eli ke kamar?”

 

Kevin menggarukkepala belakangnya yang tidak gatal.Tubuh sekurus itu mana mungkin bisamenggendong tubuh kekar Eli? Terkadang Kevin menyesali keadaan tubuh rampingnyaitu. Bahkan berat tubuhnya masih kalah berat dengan seekor ikan tuna yangmereka pakai di acara Chef Kiss. Miris!

 

“Ada orang disana?”

 

Kevin tersentak.Dia mengedarkan pandangannya, ketemu. “Kiseop?” Pekik Kevin.Terdengar derap langkah mendekat. Cteeek. Lampu dihidupkan oleh Kiseop.Terlihatlah Kevin yang sedang berlutut di hadapan Eli. Layaknya Eli korban apagitu.

 

“Kevin?” Gumam Kiseop.”Eli?” Kiseop beralih pada Eli. “Apa yang kau lakukanpadanya?” Tuding Kiseop. Kevin segera menepisnya.

 

“Dia mabuk”. Ucap Kevin.Kiseop mendekatkan wajahnya pada wajah Eli.

 

“Bau alkoholnya sangatmenyengat”. Gumam Kiseop seperti berbicara pada dirinya sendiri.

 

“Yang jelas, sekarang kita harusmembawa Eli ke kamar”.

“Kajja. Aku pegang badannya, kaupegang kakinya. Aku yakin kau pasti tak kuat mengangkat tubuhnya”. EjekKiseop. Kevin mempoutkan bibir mungilnya.

 

Dengan sedikitkesulitan mereka membawa Eli ke kamarnya. Kamar Eli sudah berubah. Dia tak mau tidurbersama member lain. Eli meminta dirinya tidur sendirian. Dan dari pada terjadicekcok, akhirnya mereka menyetujui permintaan Eli.

 

“Hah! Berat sekali!” KeluhKevin saat mereka sudah berhasil memindahkan tubuh Eli.

 

Kiseop tertawakecil. Dia menggandeng tangan Kevin dan mengajak keluar. Ketika pintu sudahditutup, Eli membuka mata. Dia terlihat geram melihat Kiseop dan Kevinberpegangan tangan. Apanya yang salah?

 

Di luar, Kevindan Kiseop kembali menuju kamar masing-masing. Pegangan tangan mereka dilepassaat tiba di depan kamar. Kevin membuka pintu, begitu juga Kiseop. Mereka masihmenyempatkan diri untuk senyum selamat tidur.

 

“Jalja Kiseop-ah”.

“Jalja, vin. Uhm, ouya”. Kevintak jadi masuk. Dia berbalik, menunggu ucapan Kiseop tapi Kiseop malah takmelanjutkan kalimatnya. Masih terlihat ragu.

 

“Ada apa lagi?” Kevin taksabar.

“Ah, aniya. Aku hanya ingin bilangberhati-hatilah”. Kevin mengernyitkan kening. “Maksudku,berhati-hati. Jangan sampai jatuh dari tempat tidur”.Lanjutnya sebelumKevin sempat bertanya.

 

“Ah, arasseo! Aku bukan anakkecil”.

“Hehe. Sudah masuklah”.

“Kau juga. Nice dream”. UcapKevin, Kiseop tersenyum. Saat Kevin menutup pintu, senyum Kiseop berubahmenjadi ekspresi kekhawatiran.

 

“Jaga dirimu baik-baik, vin”.Gumamnya dan akhirnya ikut masuk ke dalam kamar.

 

xXx U-KISS  xXx

 

Hoon, Soohyun,dan AJ masih sibuk berkutat dengan berbagai bumbu dan bahan masakan untukmembuat sarapan mereka. Kiseop masih di kamar bersama Jun. Sedang Kevin barusaja selesai mandi. Lalu dimana Eli?

 

“Hyung, sudah diberi garam?”Tanya Hoon.

“Entahlah. Aku lupa. Mungkinbelum”.

“Aish! Cicipi dulu, hyung!”Sergah AJ yang menghalangi niat Soohyun untuk memberi garam.

 

“Dimana Kiseop dan Jun?”

 

Mereka berbalik.Terlihat Kevin masih berusaha mengeringkan rambutnya dengan handuk. AJmelepaskan pegangan tangannya pada Soohyun. Dia menunjuk kamar. Dan saat itu,Soohyun berhasil memasukkan garam ke dalam masakan mereka.

 

“Hyung menambahkan garam?!”Pekik AJ. Soohyun mengangguk tanpa dosa. “Aish! Cepat aduk, Hoon. Dancicipi”. Perintahnya.

 

Hoonmengaduk-aduk masakan mereka beberapa saat hingga cukup rata. Mengambil sendokdan mencicipinya. Ekspresi aneh muncul di wajah tampan Hoon. AJ, Soohyun, danKevin memandangnya penasaran.

 

“Eotte?” Ucap Soohyun.

“Asin sekali!” Pekik Hoon yanglangsung berlari mencari air minum. Soohyun hanya bisa cengar-cengir melihatekspresi geram AJ. Sedangkan Kevin tertawa kecil melihatnya.

 

“Kita tambah air saja”. UsulSoohyun.

“Yak! Hyung benar-benar….”.

 

Kevinmenggelengkan kepala melihat AJ yang terus mengomel. Soohyun, leader merekasaja ikut diomeli. Merasa bosan mendengar ocehan AJ, Kevin memilih menuju kekamarnya.

 

Traaang

 

Kevin menoleh.Ada suara sesuatu terjatuh. Suaranya berasal dari kamar Eli. Dengan penasaranbercampur ragu, Kevin beralih menuju kamar Eli. Memegang knop pintu namun raguuntuk membukanya. Eli sekarang tak suka orang lain memasuki kamarnya. Bisa-bisaKevin diamuk olehnya.

 

“Ah, sudahlah”. Gumam Kevin.Dia kembali berbalik.

 

Pleentiing

 

“Eli?” Pekik Kevin.

 

Ckleek

 

“Eli?”Gumam Kevin.

 

Eli hampirterjatuh dari tempat tidur. Entah apa yang terjadi. Cangkir juga berserakan dilantai. Kevin panik. Dia segera berlari menghampiri Eli. Membantu Eli kembalitiduran di tempat tidur.

 

“Apa yang terjadi padamu?”Cemas Kevin. Dia kembali tersentak saat menyentuh lengan Eli. Panas sekali.Kevin menyentuh kening Eli, memeriksa suhu tubuhnya. “Omoo! Badanmu panassekali”. Pekik Kevin, semakin cemas.

 

“Aku haus”. Lirih Eli.

“Jamkkanman. Aku akan mengambilkanair untukmu. Kau jangan banyak bergerak! Tunggu aku!” Titah Kevin. Elimengangguk lemah.

 

Dengan panik danterburu-buru, Kevin berlari ke dapur. Dia mengambil secangkir besar airmineral. Kevin nampak berpikir sebentar. Ah! Dia harus mengompres Eli! Kevinmengambil air panas dan menuangkannya ke dalam baskom. Soohyun dan AJ salingpandang melihat Kevin.

 

“Vin, kau….”.

“Awashyung! Ini air panas!”Potong Kevin.

“Untuk apa?” Tanya AJ.

“Eli sakit”.

“Eli sakit?!” Pekik AJ danSoohyun berbarengan. Kevin mengangguk.

 

“Ouya, tolong siapkan makananuntuknya ya”.

“Ah, ara. Kami akan segera siapkanmakanan untuknya. Kau cepatlah kembali ke kamarnya dan rawat dia”.

“Ne, arasseo hyung”.

 

Kevin kembali kekamar Eli. Di ambang pintu, Kevin berhenti sejenak. Dia melihat Eli menutuprapat matanya, tubuhnyajuga sedikit gemetaran. Teringat lagi oleh Kevinkejadian tadi malam. Argh! Kevin menggelengkan kepalanya. Dia tak bolehberpikir macam-macam.

 

Kembali lagiKevin melangkah. Baskom berisi air hangat itu diletakkannya di atas meja nakas.Tangan Kevin menyentuh bahu Eli, mengelus-elusnya. “Eli, ireona. Akubawakan air untukmu”. Ucap Kevin, pelan.

 

Eli membukamatanya. Dia menatap Kevin, dalam. Dengan bantuan Kevin, Eli sedikitmendudukkan badannya. Mulai minum sedikit demi sedikit hingga tenggorokannyatak lagi terasa kering. Sudah! Eli kembali tiduran. Dia tersenyum menatapKevin.

 

Kevin beranjak,menuju lemari Eli. Mencari handuk kecil. Ah, ketemu! Kevin menutup lemari dankembali duduk di pinggir ranjang Eli. Kedua tangannya dengan cekatanmencelupkan handuk itu ke dalam air hangat dan memeras airnya. Lalu Kevinmelipat handuk itu dan meletakkannya di kening Eli.

 

Seeett

 

Tangan Elimemegangi tangan Kevin, menghentikan sejenak hal yang dilakukan Kevin. Kevinterdiam, menatap bingung pada Eli. Mungkinkah Eli tak ingin Kevin melakukanini? Ah! Kevin harus membujuknya.

 

“Eli-ya. Kau sedang sakit.Aku….”.

“Aku akan baik-baik saja selama kauada di sisiku”. Sambar Eli. Kevin tertegun. “Kau akan selalubersamaku kan?” Tanyanya karena Kevin tak kunjung menjawab.

 

Kevin menghelanafas. Dia menyunggingkan senyumnya. “Geokjeonghajima. Aku akan selalu adadisini, menjagamu”. Eli tersenyum mendengarnya, dia melepaskan cekalannyapada tangan Kevin. Memberikan Kevin ruang untuk merawatnya.

 

Sudahlah! Kevintak ingin berpikir yang aneh-aneh. Meskipun semua ini begitu ganjil untuknyatapi Kevin tak boleh berburuk sangka. Kevin harus tetap berpikir positif. Kevinakan tetap membantu siapapun, tak terkecuali. Apalagi sekarang ini Eli sendiriyangmeminta Kevinuntuk menjaganya. Yap! Kevin akan melakukanyang terbaik untukmembahagiakan orang di sekitarnya, orang-orang yang disayanginya. Dan Eli adalahsalah satunya.

 

xXx U-KISS  xXx

 

“Dimana Kevin? Aku tak melihatnyadari tadi”. Ucap Kiseop sesaat setelah dia menyelesaikan sarapannya.

 

“Eli sedang sakit. Dan dia memintaKevin untuk menemaninya”. Jawab Soohyun, cuek.

 

Braaakk

 

Kiseopmenggebrak meja saking geramnya. Yang lain melongo, kaget sekali melihat reaksiKiseop. Reaksi itu mereka anggapsangat berlebihan. Hah! Mereka tak tau apa yangKiseop lihat.

 

Kiseop berdiri,menendang kursi yang didudukinya. Kursi malangyang tak berdosa itu akhirnya tergolekmengenaskan di lantai. Mereka semakin kaget. Sebenarnya apa yang terjadipadanya? Batin mereka.

 

“Ini tak bisa dibiarkan!”Geram Kiseop.

“Kiseop-ah!” Soohyun mencekallengan Kiseop, menghentikan langkah namja itu. “Ini bukan acara realityshow! Berhentilah bertingkah seolah kau cemburu pada kedekatan mereka”.Nasehatnya.

 

“Justru karena ini bukan realityshow!” Sentak Kiseop. Mereka tak menjawab, masih mencoba memahamikata-katanya. “Apa kalian tak merasa aneh?! Belakangan ini Eli bersikapdingin pada semua orang tapi dengan Kevin…. Argh! Kenapa kalian tak bisamelihat keanehan ini?! Kenapa kalian tak peka?!” Amuknya, terlihat sangatfrustasi.

 

Mereka terdiam.Yah! Ini sungguh aneh, bahkan sangat aneh. Tapi kenapa mereka tak menyadarinya?Kenapa mereka tak peka? Bahkan seorang Lee Ki Seop yang biasanya bertingkahgila saja bisa mencium gelagat aneh ini. Tapi kenapa mereka tak seperti itu?Kenapa mereka begitu lamban membaca sinyal-sinyal yang ditunjukkan Eli?

 

Hah! Kiseopmembuang nafas dengan kasar. Dadanya masih naik turun menahan emosi. Kiseopmenatap mereka satu persatu. Tak ada yang bergeming. Sudahlah! Kiseop tak inginlebih lama membuang waktu. Dia menghempaskan tangan leader mereka dan beranjakmenuju kamar Eli.

 

“Yak! Kiseop-ah! Tunggu kami!”PekikAJ. Dan mereka semua berlarian mengejar Kiseop.

 

Di dalam kamar,Kevin masih menyuapi Eli. Hah! Eli sangat manja padanya. Biarlah! Kevin takpeduli akan keanehan ini. Yang jelas, sekarang dia hanya ingin Eli bisa cepatsembuh.

 

“Kajja, buka mulutmu”. Kevinkembali menyodorkan sesendok bubur. Eli melahapnya dengan senang hati. Diatersenyum lebar. Kevin ikut tersenyum.

 

“Cukup!” Bentak Kiseop diambang pintu. Keduanya menoleh. Kiseop masuk dan menatap penuh amarah pada Eli.Terlihat sangat tidak senang.

 

“Kiseop, kenapa….”.

“Cukup, vin!”Potong Kiseop.”Jangan dekat-dekat dia lagi!”Kiseop menarik tangan Kevin,menjauhkannya dari Eli.

 

Eli tak tinggaldiam. Dia beranjak dari ranjangnya. Tak dipedulikannya lagi kepalanya yangmasih sempoyongan. “Lepaskan dia!” Sentak Eli.Tangannya memegangitangan Kevin yang satunya.

 

“Aish! Teman-teman,bisakah….”.

“Kau yang lepaskan Kevin!”Bentak Kiseop lagi. Kevin kembali diam, kaget.

“Takkan pernah!”

“Aku bilang lepaskan!”

 

Kesabaran Kiseophabis. Dia meraih tangan Eli. Dengan kasar dia mencoba melepaskannya. Kevinmerintih karena perbuatan mereka. Tapi Kiseop tak berhenti. Dia tak berhentihingga akhirnya berhasil menghempaskan tangan Eli. Hempasan tangannyamenyenggol sebuah pigura di meja nakas. Pigura itu terlempar.

 

Praaang

 

Pigura berisifoto Eli itu pecah.Kacanya berserakan. Tapi, mereka melihat sesuatu. Sesuatuyang terselip di balik foto Eli. Ada sebuah foto lagi. Foto Eli tapi sedangbersama dengan seorang yeoja. Seorang yeoja yang begitu cantik dan uhm, miripsekali dengan Kevin.

 

“Eli? I, ini….”.

“Kau merusaknya! Merusak fotoYuraku!”

 

Emosi Elimemuncak. Dia mencengkeram kerah baju Kiseop. Tangan kanannya terkepal, bersiapmemberikan tinju terbaiknya. Beruntung Soohyun, Kevin, AJ, dan Hoon sudah memeganginya.

 

“Eli-ya! Tahan emosimu!”Sentak Soohyun.

“Yu, Yura? Si, siapa Yura?”Kiseop terbata-bata.

 

Eli takmenjawab. Dia menghempaskan pegangan tangan teman-temannya.Mendadak Elimerasakan tubuhnya lemas. Dia terduduk di bibir ranjang. Menopang kedua sikunyadi lutut dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.

 

“Eli-ya! Katakan pada kami, siapaYura?”Ucap AJ.

“Apa kau seperti ini karenadia?” Timpal Hoon. Eli masih tak bergeming.

 

Huft! Kevinmenarik nafas panjang. Dia duduk di sebelah Eli. Tangannya mengelus-elus pundakkekar temannya itu. Eli menoleh. “Tak apa. Kau bisa ceritakan semuanyapada kami. Kami ada disini untukmu”. Kevin tersenyum tulus, mencobamenciptakan kedamaian di hati Eli.

 

Eli menatapteman-temannya satu persatu. Soohyun, Kiseop, AJ, Hoon, Jun, dan Kevin yang adadi sampingnya. Kesemuanya mengangguk, mengiyakan ucapan Kevin. Eli kembaliberpaling. Menatap biasan mentari di jendela kamarnya. Pandangannya menerawangjauh. Elilarut dalamkenangannya.

 

 

FlashBack

 

Eli berdiri ditepi pantai. Di sampingnya juga berdiri seorang gadis, Han Yura namanya.Keduanya bungkam sejak tiba disana. Hanya menatap mentari yang sudah bersiapkembali ke peraduannya. Hah! Baiklah! Eli mengalah, dia akan buka suaraterlebih dahulu.

 

“Kenapa meminta bertemu disini?”Tanya Eli tanpa menoleh, masih menatap luruske depan.

 

“Apa oppa ingat? Kita pertama kalibertemu disini”. Ucap Yura, juga dengan tatapan lurus ke depan. Elimenggumam.

 

Perbincanganyang tak berarti sama sekali. Keduanya kembali hening.Hanya terdengar suaraombak yang membentur batu karang dengan kasar.Suara angin yang membelai daunnyiur. Menciptakan melodi khas pantai.

 

“Oppa sudah berubah”. Elimenoleh. Kini mereka bertatapan. “Oppa sudah tak hangat lagi padaku. Apaoppa masih mencintaiku?” Lanjutnya dengan tatapan penuh pengharapan.

 

Eli melengos.Dia berpaling, kembali melihat lautan. Pertanyaan seperti itu sungguh sangatmembosankan. Kenapa yeoja suka sekali bertanya seperti itu? Apa mereka takberpikir? Memangnya Yura pikir apa alasan hubungan mereka masih bertahan kalaubukan karena Eli masih mencintainya? Konyol sekali!

 

“Aku sudah melihat MV kalian. Akutak percaya oppa bersedia melakukan adegan seperti itu”.

 

Eli kembalimenoleh. Dia melihat Yura sedang tersenyum dengan tatapan masih ke arah lautan.Tapi senyum itu jelas bukan senyum kebahagiaan. Kentara dari sorot matanya yangsarat akan kepedihan. Tak lama, Yura ikut menoleh. Mereka kembali beradupandang.

 

“Aku kecewa pada oppa”.

 

Jleeeb

 

Kata-kata Yuraseperti sebuah pukulan jitu yang menohok tepat ke hati Eli. Membuat perutnyabergejolak, mual. Dadanya terasa sesak. Kepalanya terasa berat menahan segalaemosi yang kini dirasakannya.

 

Eli takmenjawab. Kecewa! Yura mengatakan kalau dia kecewa?! Lalu bagaimana dengan Eli?Tak adakah seorangpun yang peduli akan perasaannya? Apa Yura pikir kalau diasuka melakukan hal itu? Kenapa Yura sama saja dengan orang-orang di luar sana?Kenapa Yura tak peka pada hati Eli? Kenapa yeoja yang dicintainya bisa-bisanyaikut mengejudge dirinya? Kenapa?

 

“Oppa jahat! Oppa tega padaku! Oppamenyakiti hatiku! Oppa….”.

“Cukup!”Bentak Eli. Yuraterdiam, kaget. “Kau sama saja seperti mereka! Ku pikir, kau bisamemahamiku, bisa peka terhadap perasaanku! Tapi apa?! Kalau kau pikir aku tega,aku tak peduli pada perasaanmu, atau aku sudah menyakitimu, maka tinggalkanlahaku!” Air mata Yura tiba-tiba menetes. Lidahnya terasa kelu untuk menjawabsemua perkataan Eli.

 

“Op, oppa?”

 

Eli berpaling.Emosi masih memenuhi hatinya tapi bagian hati terdalamnya tak sanggup melihatYura menangis. Eli sangat mencintai gadisnya. Eli tak pernah sekalipun membuatair mata Yura mengalir. Tapi sekarang? Semua sudah jelas. Yura yang awalnyaterluka karena kesalahpahaman mereka, kini sungguh terluka karena perbuatanEli.

 

Pabo! Pekik hatikecil Eli. Sudahlah! Eli gagal! Dia gagal menjadi pelindung Yura. Dia gagalmenjadi orang yang selalu menghadirkan senyum di wajah Yura. Dia gagal menjadisumber kebahagiaan Yura. Eli menyerah. Yah! Eli sadar akan kemampuannya.Melepaskan Yura akan jadi jalan terbaik dari pada Eli menyakitinya lagi.

 

Eli merabalehernya. Menarik kalung yang melingkar manis disana. Kalung pemberian Yura.Sederhana memang, tapi itu satu-satunya di dunia. Yura yang merancangnya khususuntuk Eli. Betapa bahagianya Eli saat menerima hadiah itu. Tapi sekarang, hah!Berat namun Eli tetap harus mengembalikannya. Dia menyodorkan kalung itu padaYura.

 

“Oppa?” Gumamnya,tak percaya. Yura menghapus air mata seadanya. “Itu aku berikan khususuntuk oppa. Jebal, jangan kembalikan padaku. Biarkan kalung ini tetap menjadipenghubung hati kita”. Yura memegangi tangan Eli. Cukup! Eli tak tahanlagi.

 

Elimenghempaskan tangan Yura. Dia melemparkan kalung itu ke lautan seperti orangyang tak punya perasaan. Pedih! Tapi inilah yang terbaik. Mungkin Yura akanmembencinya. Ya, akan lebih baik jika Yura membencinya. Dengan begitu, akanlebih mudah bagi Yura untuk melupakannya.

 

“Oppa? Kenapa oppatega? Kenapa….”. Eli berbalik, meninggalkan tempat itu.”Oppa!” Pekik Yura, Eli tetap berlalu.

 

Sekuattenaga Eli menahan beningan yang terkumpul di pelupuk matanya agar takterjatuh. Indra pendengarannya ditulikannya agar teriakan Yura yang menyesakkanhati itu tak mampu terdengar olehnya. Yang Eli yakini saat ini, semuanya demikebaikan Yura.

 

Setibanyadi hotel, Eli segera mengemasi barang-barangnya. Dia berniat pulang sore itujuga. Hatinya akan runtuh jika berhadapan terus dengan Yura. Maka dia haruspergi secepatnya.

 

Elimemakai kacamata hitam, topi, dan jaketnya. Sudah! Eli mengambil kopernya danmulai bersiap untuk check out. Ada yang aneh! Hotel itu sangat ramai. Jelasbukan karena kehadirannya yang bernotabene seorang member boyband tapi karenaada sesuatu. Tapi sesuatu itu apa? Batin Eli.

 

“Benar. Kasihan sekali,padahal dia sangat cantik”. Komentar seorang yeoja. Kedua temannyamengiyakan. Eli penasaran. Mungkin lebih baik bertanya pada mereka. Pikirnya.

 

“Mianhamnidaagasshi”. Sapa Eli. Mereka bertiga menoleh. Berdecak kagum saat menyadarikalau yang menyapa mereka adalah Eli, member U-Kiss. “Boleh akubertanya?” Mereka mengangguk dengan semangat. “Ada apa ya? Sepertinyaramai sekali”.

 

“Ough. Ada seorangyeoja yang hanyut. Padahal penjaga pantai sudah memberi peringatan untuk takmendekati pantai karena akan ada badai. Tapi….”.

“Hanyut?” GumamEli.

 

PikiranEli melayang pada Yura. Mungkinkah Yura yang hanyut? Karena di pantai tadimemang hanya ada mereka berdua. Eli harus memastikan. Dia meyakinkan hatinyakalau yeoja itu pasti bukan Yuranya.

 

“…. peringatan itusehingga….”.

“Gomapseumnidaagasshi”. Potong Eli. Dia langsung berlari menuju pantai tempatnya beradabersama Yura tadi. Meninggalkan tiga orang yeoja yang kini terbengong karenaperbuatannya itu.

 

Keadaansungguh berubah. Pantai yang tadinya sepi kini menjadi ramai. Eli semakinmempercepat lajunya menuju sekelompok orang yang membuat lingkaran di pinggirpantai. Menerobos masuk dengan paksa.

 

Elimematung melihat yeoja yang tergeletak di hadapannya. Tak salah lagi, ini Yura!Yeoja yang hanyut adalah Yuranya! “Yu, Yura?” Gumam Eli. PandanganEli beralih menatap orang yang berjongkok di seberang tempatnyaberada.”Bagaimana keadaannya?” Tanya Eli. Namja itu menundukkanwajahnya dan menggeleng pelan.

 

“Dia sudahmeninggal”.

 

Elitak sanggup berkata-kata. Dia shock! Tubuhnya gemetarandan jatuh ke atas pasir.Keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Air mata tak mampu tertumpah.Semua ini begitu tiba-tiba dan sangat menyakitkan untuknya. Belum ada sepuluhmenit Eli meninggalkan Yura tapi kini Yura meninggalkan Eli untuk selamanya.

 

“Yura!”

 

Elimengguncang-guncang tubuh Yura. Tangan mungil itu tergolek di atas pasir. Saatitu, Eli melihat sesuatu disana. Kalungnya yang diberikan oleh Yura. TernyataYura hanyut hanya karena ingin mengambil kalung itu.

 

“Yura!” Pekik Elilagi. Dan kali ini, air matanya tak bisa dibendungnya lagi. Eli menangis begitupedih.

 

Flash Back End

 

 

“Aku menyesal! Akusangat menyesal akan kebodohanku!Aku yang menyebabkan dia meninggal!” IsakEli. Kevin memeluknya dari samping.

 

“Kematian Yura bukan karenakau, Eli! Itu semua sudah takdir. Mungkin Tuhan memang menginginkan kau untukmenjadi penghantar kematiannya. Kalaupun Yura tak meninggal karena mengambilkalung itu, dia tetap akan menemui ajalnya. Tentunya dengan cara yang berbeda.Sudahlah! Janganratapi lagi kepergiannya”. Nasehat Kevin.

 

“Aku harus bagaimana?Aku sangat bersalah. Aku kesepian tanpanya. Aku, aku sendirian”.

“Jangan pernah berpikirkalau kau sendirian. Kau tau, Yura tetap hidup di hatimu. Dan kau tidakkesepian karena kami juga ada disini, di sampingmu”. Ucap AJ.”Eli-ya, You and I uriui kkeun nohjima”. AJ memandang Eli dalam,mencoba membuka hati Eli.

 

“Don’t deny our r2π”. Lanjut Jun.

“Naege wa ije dagwaenchanha. Dashi dashi da modeungeol shijakhaneun geoya”. Yang lain ikutmelengkapi. Eli menatap sahabatnya satu persatu-satu. Senyumnya ikutmengembang. Air matanya semakin meleleh, jelas ini air mata haru. Elimenghapusnya dengan kasar.

 

“Gomawo”. Ucapnya.

 

Soohyunmulai mengalunkan lirik pertama lagu Dear My Friend. Mengomando teman-temanlainnya. Dilanjutkan oleh Hoon. Lalu Kevin. Dan mereka menyanyikannyabersama-sama. Menciptakan suasana hangat sebuah persahabatan yang indah.

 

“Hitori ja nai tte DearMy Friend”. Soohyun mengakhiri lagu. Mereka saling memeluk satu sama lain.Menyalurkan kasih sayang di antara mereka.

 

“Jangan pernah pendammasalahmu sendiri lagi. Kita selalu berbagi suka dan duka, dari dulu dan sampaikapanpun. Ingat itu!”

“Ne, hyung. Mianhaekarena sudah membuat kalian bingung atas sikapku belakangan ini”.

“Kalau begitu, kautakkan bersikap terlalu manis padaku lagi kan? Kau takkan menganggap aku iniYura lagi kan?” Sindir Kevin.

 

“Ah! Tentu saja tidak.Aku bersikap seperti itu hanya karena aku belum rela ditinggalkan olehnya. Danketika melihatmu, aku seolah melihat dirinya. Mianhae vin”.

“Gwaenchanha. Tapi akusenang. Kau tau, aku geli saat mengetahui kalau kau menganggapku adalahYura”.

“Aish! Kau itu masihkalah cantik dari Yuraku. Lagi pula, Yura itu memiliki tubuh yang sangat bagus.Tidak kurus kering seperti dirimu”. Cibir Eli. Kevin mempoutkan bibirnya.

 

“Yak! Nappeun neo! Kausudah memanfaatkanku tapi sekarang kau menghinaku!” Rajuk Kevin. Eli danmember yang lain semakin menggodanya. Menciptakan suasana keakraban yang sudahcukup lama tak terjamah Eli. Tawa canda kembali terdengar menggema disana, didorm U-Kiss dan di hati setiap membernya.

 

 

Saat kau terpuruk,sahabatlah yang menjadi tempatmu bersandar.

Sahabat yang menyeka setiaptetes air mata yang tertumpah.

Sahabat yang memberimukehangatan dalam setiap dekapannya.

Sahabat tak hanya muncul disaat suka, tapi juga merangkul di saat duka.

Sahabat selalu ingin yangterbaik untuk sahabatnya.

Selalu berusaha menciptakansenyum di tiap kesedihan.

Dan sahabat agaknya menjadicermin bagi dirimu, tempat melihat kebaikan dan keburukanmu.

Karena sahabat menyayangipenuh dengan ketulusan.

Selalu jujur dan apa adanya.

Berbahagialah kalian yangmemiliki sahabat sejati.

Dan berbangga hatilah kalianyang bisa menjadi sahabat sejati.

 

 

 

xXx U-KISS  xXx

 

TAMAT

 

xXx U-KISS  xXx

 

 

Eotte?
jelekkah? baguskah? unyukah?
yang udah baca harap tinggalkan jejak
gomawo ^_^
n bagi yang keberatan di tag, saia minta maaf n bisa hapus namanya

 

nb : mian kalo banyak typo
biasanya spasi menggila kalo dipost -.-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s