[ficlet] I Don’t Need A Man

[ficlet] I Don’t Need A Man

 

 

Autor          : Shina

Fb               : http://www.facebook.com/shina.kissme/

Twitter       : http://twitter.com/purpleshina

Blog             : www.sunflowersku.wordpress.com

 

Ini Cuma sekedar curhatan aja sebenarnya, terinspirasi dari lagu Miss A yang judulnya sama kaya ficletnya.

 

 

Aku adalah Baek Suzy adik dari Baek Eunji, aku seorang wanita yang bekerja disalah satu butik ternama dikorea karena kemampuanku memang tidak diragukan lagi. Hidupku yang nyaris sempurna ini begitu indah ketika aku mempunyai tunangan tampan nan mapan yang bernama Choi Minho yang sudah menjadi tunanganku selama 2 tahun dan aku juga mempunyai seorang sahabat bernama Park Jiyeon yang merupakan model dibutik tempatku bekerja.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama ketika sebuah pengakuan yang begitu mencengangkan keluar dari mulut tunanganku.

“Mianhe Suzy aku harus segera menikah dengan Jiyeon. Dia hamil anakku”

“Apa? Jadi kalian menghianatiku selama ini”

“Mian, aku dan Jiyeon tidak sengaja melakukan ini. Maafkan kami”

“Apa aku harus begitu mudah memaafkan kalian yang jalan barenag diam – diam tanpa ku ketahui. Ingatlah sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi memaafkan kalian” ucapan sadisku mengakhiri pertemuan kami karena aku dengan segera pergi meninggalkannya.

“Aku harap kau datang dipernikahanku bulan depan” teriaknya namun tidak kupedulikan. Apa aku terluka? Tentu saja aku terluka. Bagaimana aku tidak terluka tunanganku dengan entengnya mengakhiri pertunangan ini karena dia harus menikah dengan Park Jiyeon yang tengah mengandung anaknya. Aku tidak menyangka akan mengalami masa yang sulit.

 

Ini sudah seminggu aku sakit flu akibat memnfosir tenagaku untuk melupakan sakit hati yang kurasakan akibat ulah menakjubkan dari mantan tunanganku.

“Ish Suzy sudah ku bilang jangan memaksakan diri bekerja, kau ini susah sekali diberitau” omel Eunji kakak semata wayangku yang sangat menyayangiku.

“Aku tidak ingin mengingatnya unni.” Ucapku masih bergulung dibawah selimut.

“Ayolah Suzy kau ini bukan gadis yang lemah. Dia bukan jodohmu makanya dia tidak ditakdirkan untukmu”

“Iya – iya kau bawel sekali”

“Dasar cepat habiskan aku harus segera bekerja”

“Ne”

 

Eunji berangkat bekerja dan aku kini hanya sendirian dirumah, aku memutuskan untuk menimum obat demam dan tidur lagi sesuai perintah Eunji. Aku harus sembuh dan bekerja aku akan membuktikan bahwa walaupun Minho dan Jiyeon menikah tidak akan membawa pengaruh apapun padaku.

Suzy fighting.

 

 

Pagi ini aku sudah bisa kembali bekerja dibutik karena kesehatanku sudah membaik akibat flu yang menderaku. Begitu aku masuk ruangan dan mulai mensketsa gambar untuk gaun yang akan diproduksi ada Boram unni masuk membawa beberapa baju yang sebelumnya sudah kukerjakan.

“Cek kembali gaun ini lalu berikan pada Jiyeon diruang pemotretan, kau sakit jadi bos menunda pemotretan untuk pemasaran gaun ini sampai kau kembali”

“Ne. kau taruh saja disitu”

“Ya sudah aku pergi dulu”

Setelah Boram unni meninggalkan ruanganku aku langsung mengecek ulang adakah cacat pada gaunku, tapi kurasa tidak ada karena aku terbiasa membuatnya begitu rapi dan elegan. Jiyeon ternyata tidak cuti kupikir dia akan hilang dari peradapan ini setelah menghianati persahabatan kami dengan mengambil tunanganku.

Selesai mengecek baju aku langsung mengangkutnya keruang pemotretan dan memberikannya pada Jiyeon.

“Ini gaun untuk pemotretan”

“Ne”

“Jika tidak nyaman atau kurang besar kau bisa membawanya lagi padaku”

Aku langsung pergi meninggalkannya dan kembali kedalam meja kerjaku untuk menggambar sketsa baju yang lain.

 

Jam dinding diruang kerjaku menunjukkan pukul 4. Aku segera membereskan mejaku dan memasukan sketsaku kedalam tas. Tadi Eunji unni janji akan menjemputku setelah dia pulang kerja.

Aku berjalan kedepan kantor menunggu jemputan kakakku. Aku duduk menikmati angin berhembus hingga mendengar derap kaki mendekat, aku menoleh dan mendapati Minho disini. Apa yang dia lakukan? Oh aku lupa tentu saja dia menjemput Jiyeon yang kini sudah resmi menjadi istrinya.

“Suzy aku ingin bicara?”

“Kurasa tidak ada hal penting yang harus kita bicarakan tuan choi”
“Suzy jebal dengarkan penjelasanku”

“Tidak”

“Ku mohon sekali saja dengarkan penjelasanku”

“Baiklah. Aku hanya memberimu waktu 15 menit”

“Bisakah kita ngobrol dicafe depan itu”

Aku mengikuti langkah kakinya yang menuju sebuah café disamping butik tempatku bekerja, dan memilih duduk berhadapan daripada duduk disampingnya.

“Ku dengar kau sakit?”

“Bukan urusanmu. Cepat katakan apa yang ingin kau katakan padaku. Aku tidak punya waktu banyak untuk basa basi denganmu”

“Baiklah. Aku masih mencintaimu Suzy. Maaf malam itu kami mabuk dan tidak sengaja melakukannya.”

“Sudah berapa lama kalian menghianatiku”

“2 bulan sebelum semua itu terjadi kami bertemu, Awalnya kami hanya mengobrol layaknya teman dan aku nyaman bicara dengannya”

“Kau memiliki suka bukan dengannya”

“Awalnya begitu tapi aku bersumpah sampai saat ini aku masih mencintaimu”

“Kau tidak pernah mencintaiku. Jika kau mencintaiku kau tidak akan menghianatiku tidak akan mungkin diam – diam jalan dengan Jiyeon tanpa sepengetahuanku. Dan setelah kau menghamilinya kau bilang kau cinta padaku dimana letak cintamu padaku. Sudah aku mau pergi dan jangan menampakkan wajahmu lagi didepanku”

Aku melenggangkan kakiku menuju depan butik dan kulihat Eunji bersama seorang pria menungguku disana, aku dengan segera melangkahkan kakiku menghampiri mereka. Eunji unni langsung tersenyum dan pria yang bersamanya juga tersenyum padaku wah senyumnya manis membuatku meleleh, dia pasti kekasih baru unniku.

“kau darimana? Ku pikir kau pulang duluan” ucapnya sambil tersenyum padaku, sedangkan aku yang masih terpesona dengan namja itu langsung nyengir.

“Kenalkan Suzy ini teman kantorku”

“Kim Myungsoo”

“Suzy”

Aku benar malu tertangkap basah terpesona tadi, dalam perjalanan pulang mereka terus saja menggodaku dan terus tertawa mengejekku.

“Myung mampirlah” ucap kakakku ketika kami turun.

“Lain kali saja aku tidak mau digetok pacarmu Eunji”

“Kau ini”

“Aku pamit”

“Hati – hati”

Myungsoo melajukan mobilnya melewati jalan raya, aku dan unniku juga langsung membuka pagar rumah kami yang bercat putih dan segera masuk kedalam.

“Ku kira dia tadi pacar barumu?” godaku.

“Yak aku masih setia dengan Himchan. Dia tadi adiknya”

“Pantas mirip.”

“Kulihat dia tertarik padamu Suzy”

“Tapi aku tidak. Aku hanya suka dengan senyumnya saja dan jangan berniat menjodohkan kami”

“Tapi menjodohkan kalian itu adalah target utamaku”

 

Aku segera mandi dan kemudian turun kebawah, aku melihat Eunji unni sedang menyiapkan telur mata sapi dan sup gingseng untuk makan malam kami karena sepertinya malam ini akan ada badai salju.

“Kau tidak mandi un?” ucapku yang meletakkan bokongku dibangku meja makan.

“Sudah tadi. Kau saja yang mandi terlalu lama padahal ini musim dingin”

Aku nyengir mendengar nasehatnya.

“Makan malam siap”

 

 

 

Karena ulah unniku dan pacarnya, kedekatanku dengan Myungsoo terus saja berlanjut walau menyukainya tapi sering kali aku menolaknya ketika mengajakku kehubungan yang serius. Aku akui aku menyukainya tapi aku tidak bisa menerima cintanya, aku masih sangat sakit hati dan takut terulang lagi.

“Suzy percayalah padaku aku tidak akan menyakitimu seperti mantan tunanganmu dan sahabatmu itu” bujuknya yang mungkin sudah frustasi karena penolakanku.

“Aku benar – benar belum bisa. Hatiku masih mati dan belum mendapatkan air untuk menyemikannya lagi”

“Berikan aku kesempatan untuk menjadi air agar menyirami hatimu, dengan cintaku aku akan membuatnya bersemi lagi”

“Pulanglah Myung aku ingin istirahat” ucapku yang langsung beranjak menuju kamarku.

Myungsoo mungkin benar – benar frustasi karena lamaran yang diberikannya selalu saja ku tolak, aku harap dia tidak melamarku lagi karena aku sudah muak dengan cinta palsu yang diberikan padaku.

Aku melihat dari kaca jendelaku Myungsoo memasuki mobil dengan kakaknya yang tadi berpacaran dengan unni dibelakang, Myungsoo menengok kearah jendelaku tapi langsung saja kututup tirainya dan langsung melempar tubuhku kearah ranjang. Sebentar lagi Eunji unni pasti menceramahiku huft daripada mendengarnya mengomel mending aku tidur.

 

 

Aku menggeliat dan ingin merengangkan tubuhku tapi kenapa rasanya berat. Aku membuka mataku dan aku sangat shock dengan apa yang terjadi. Bagaimana mungkin Myungsoo ada dikamarku dan tidur memelukku seperti guling.

“Kyaaaa. ….. apa yang kau lakukan. Lepaskan aku” ucapku mendorongnya tapi dia makin memelukku.

“Kau kenapa jagy?”

“Mwo………… cepat lepaskan aku kenapa kau dikamarku” dengan geram aku mendorongnya sampai terjatuh.

“Aish kau ini seperti barbar sekali padahal kau sudah mengucap janji pernikahan denganku”

“Yang benar saja. Yang ku ingat semalam aku menolakmu”

“Lihatlah dijari manismu masih ada cincinnya dan lihatlah itu foto pernikahan kita terpajang begitu besar”

Aku penik ketika menoleh mendapati foto kami mengenakan baju pernikahan, dengan segera aku berlari keluar mencari Eunji unni.

“Unniiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii……………….” Teriakku.

“Yak kenapa kau berteriak eoh.”

“Aku tidak mungkin menikah dengan Myungsoo kan?” tanyaku takut – takut bahwa ini bukan mimpi.

“Ne, kalian sudah menikah. Apa kau amnesia Suzy bahkan kalian menduluiku. Astaga” ucap unni seolah kami melakukan hal yang buruk.

“Argh… kalian membuatku gila”

Aku kembali kekamar sedangkan Myungsoo berjalan keluar menuju kebawah, kupastikan dia pasti menghampiri Eunji unni untuk makan. Argh daripada aku stres lebih baik aku mandi dan kebutik.

 

 

 

 

#scene

Begitu Suzy masuk kedalam kamarnya, Himchan dan Eunji menghampiri Myungsoo yang begitu lesu.

“Ditolak lagi?”

Myungsoo hanya mengangguk lemas. “Aku gagal meyakinkannya padahal aku sudah berusaha melakukan yang terbaik untuknya”

“Sepertinya kita harus menjalankan rencana terakhir” ucap Eunji yang diangguki Himchan.

“Kalian punya rencana apalagi” tanya Myungsoo penasaran.

“Pernikahan dadakan” jawab Himchan.

“Apalagi itu”

“Ini” ucap Himchan memberikan selembar surat.

“Mwo? Bagaimana bisa kalian bisa melakukan ini” tanya Myungsoo tidak percaya dengan tindakan kakaknya yang mendaftarkan pernikahan dirinya dan Suzy dan ada tanda tangan juga foto mereka.

“Bahkan kami sudah membuat editan foto pernikahan kalian hahaha. Hebatkan kami berdua jadi kau siapkan akting yang bagus mulai besok”

“Ingat. Jangan sentuh adikku karna kalian belum resmi”

“Siap”

“Kami pulang dulu Eunji-ya. Nanti malam kami akan kesini membawa barang – barang Myungsoo dan fotonya, kau siapkan cincinnya”

“Sip”

 

—————————–END—————————————

Bagaimana reader? Anehkan ya? Insaalah ini ada lanjutan tapi dengan judul berbeda.

2 thoughts on “[ficlet] I Don’t Need A Man

  1. Wah wahhhh kren. Gila bener tuh rencana myungsoo dkk. kkekekeee
    Tapi gpp deh yg penting suzy harus mau nerima myungsoo.🙂
    Lupain tuh si minho kodok sama si jiyeon eyeliner penghianat itu. Hahahaaa
    Sebenarnya dah males banget denger nama si jiyeon di ff MyungZy. Haaakkzzzz
    Ditungggu sequelnya ne thor?🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s