FF % The ‘X’ 2 : Devil’s Soul % One Shoot ~

 

Cast: Kim Hyun Joong (SS501)

ParkNa Ra (Silmiel)

ParkJung Min (SS501)

HeoYoung Saeng (SS501)

KimHyung Jun (SS501)

KimKyu Jong (SS501)

Andother casts

 

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

 

Genre: Thriller, Bloody, Romance, Friendship

 

 

Annyeonghaseyo ^_^
Author kembali menebar FF. Nah, kali ini sequel dari FF The ‘X’. Buat yang belum baca nih linknya https://www.facebook.com/notes/uland-saengie-love-ya/-ff-the-x-one-shoot-/868733729818906
Biar nyambung ama nih FF
buat yang udah baca langsung cus ke FF nih aja, wkwk
nah, ni FF spesial pake jaksalie panggang (?) buat saengku, Silmiel. Sayang ya kita ga bisa sesering dulu smzannya. Lagi sibuk sekolah ya saeng? Uhm, bogoshipo😦 #hughyunoppa
ya sudah, daripada makin aneh curhatan saia kita langsung menuju ke FF
mian kalo typo bertebaran, biasalah spasi suka menggila kalau dipost -.-
happy reading readers ^_^

 

 

xXx SS501  xXx

 

            The’X’ dianggap menjadi legenda setelah si pembunuh berdarah dingin itu meninggaltertembak. Lebih dari 50 tahun legenda The ‘X’ terkubur bersama jasad sipelaku. Tak ada lagi misteri mengerikan dari The ‘X’. Tak ada lagi yangmenakuti warga Korea selama setengah abad. Bahkan tak jarang orang melupakankejadian mengerikan itu.

 

            Tapisetelah setengah abad berlalu, benarkah tak ada lagi yang menghantui pikiranmasyarakat? Tentu saja tidak! Karena setahun yang lalu, polisi berhasilmenemukan enam korban pembunuhan berantai. Caranya sama persis seperti The ‘X’.Karena di tubuh korbannya ditemukan luka menganga berbentuk ‘X’ dengan jantungyang menghilang. Semua menyimpulkan jika The ‘X’ telah bangkit kembali.

 

            Enamkorban itu kesemuanya merupakan trainer dari berbagai agency ternama di Seoul.Menimbulkan berbagai opini di masyarakat. Mulai dari kebetulan hinggapembunuhan berencana yang dilakukan sejumlah oknum untuk memusnahkan industrimusik Korea yang sedang berjalan dengan pesatnya. Bahkan tak sedikit traineryang hampir debut akhirnya memutuskan untuk membatalkan kontrak mereka. Karenakhawatir menjadi incaran The ‘X’ yang entah siapa orangnya.

 

            Setahunberlalu, kejadian itu berangsur-angsur memadam. Tak ditemukannya korban lain,membuat mereka menyimpulkan jika The ‘X’ sudah puas memangsa orang.Meskipunmereka tak berhasil menangkap The ‘X’ tetapidengan tak ditemukannya korban lagiitu cukup membuat mereka tenang dan bisa bernafas dengan lega.

 

            Mirisnya,setelah hampir setahun, ketenangan mereka kembali terusik. Tadi pagi, polisimenemukan dua korban The ‘X’ yang pertama di awal tahun ini. Mereka adalahremaja lelaki kembar bernama Yoo ChanSung dan Yoo Chan Shik. Keduanya merupakanmahasiswa di Gyonggi University. Ciri-cirinya sama seperti korban The ‘X’ yanglain. Dan ini membuat mereka menyimpulkan jika The ‘X’ kembali haus darah.

 

            Semuastasiun televisi mengangkat pemberitaan tentang korban The ‘X’. Kehebohanterjadi dimana-mana. Ketakutan kembali menelusup ke dalam hati setiap orang.Aparat dan pemerintah kebingungan. Semuanya menjadi kacau hari ini. Sebenarnyasiapa The ‘X’? Dan apa yang diincar olehnya? Pertanyaan itu yang kini memenuhipikiran semua orang.

 

            Tapikeadaan yang berbeda terjadi di sebuah gudang yang cukup besardengan suasanayang remang-remang. Gudang itu sudah lama menjadi markas organisasi yang bisadisebut Soul Hunter. Siapa mereka? Merekalah yang mengutus The ‘X’ untuk membunuhorang-orang terpilih.

 

“Bagaimana dengan hasil kerja saya?Apa anda merasa cukup?”

 

            Kursibergerak memutar. Sosok yang tadinya duduk memunggungi akhirnya terlihat. Diaadalah namja muda berwajah tampan. Setiap pengikutnya selalu memanggilnyadengan sebutan Black Angel.

 

“Itu luar biasa, Nara-ya. Kauberhasil membuat semua orang ketakutan”. Pujinya pada gadis yang barusanbertanya padanya.

 

“Gamsahamnida, Black Angel. Lalusiapa korbanku selanjutnya?”

“Tenanglah. Kau masih punya banyakwaktu untuk bersantai. Tidak perlu terburu-buru. Nanti saat aku sudah menemukantargetmu selanjutnya, maka aku yang akan mendatangimu”. Jelasnya.

 

“Lalu sekarang aku harusbagaimana?”

“Pulanglah. Kau jalani hidupmuseperti biasa selama menunggu tugas selanjutnya”.

“Ne, arraseo. Aku permisidulu”. Ucapnya lalu menunduk hormat dan mulai meninggalkan markas SoulHunter.

 

“Kenapa dia tidak langsung diberitugas selanjutnya?” Tanya salah seorang pengikutnya. Black Angel tersenyummiring.

 

“Aku tau apa yang haruskulakukan”. Gumamnya.

 

xXx  SS501  xXx

 

BreakingNews :

 

“Menurutibu korban, Yoo kembar adalah anak yang baik. Mereka mudah bergaul, disukaiteman-teman mereka, dan sama sekali tidak memiliki musuh. Dari sini kita bisamengambil kesimpulan jika The ‘X’ memburu siapa saja tak pandang bulu.Diharapkan anda semua berhati-hati….”.

 

“Hiii…. Itu mengerikansekali”. Pekik Hyungjun sambil berusaha menyembunyikan wajahnya di balikKyujong.

 

“Yak! Baby! Kau membuatkukaget!”

“Itu sangat mengerikan, Kyu!Bagaimana kalau kita juga jadi sasarannya?”

“Jangan berkata seperti itu!”Sergah Kyujong.

 

            Dibelakang mereka, tepatnya di meja makan, duduk Youngsaeng dan Sungyoung yangikut menonton berita di televisi. Melihat berita ini, Youngsaeng sontak melirikSungyoung. Menatap yeoja itu tajam dan penuh curiga. Ekspresinya seolah berkata’Apa kau yang melakukannya?’

 

            Sungyoungmenggeleng cepat, isyarat dia tak tau apapun. Kejadian pembunuhan berantaisetahun yang lalu juga membuat Youngsaeng mencurigainya. Tapi semua itu sama sekalitak terbukti. Apalagi melihat Sungyoung yang jauh dari kata teliti tapi malahakrab dengan kecerobohan itu. Rasanya mustahil sekali pelakunya dia.

 

“Sudahlah! Ganti sajaberitanya!”Sela Youngsaeng. Mereka menoleh, meminta penjelasan.”Melihat berita seperti itu kan hanya membuat kalian ketakutan”.Lanjutnya.

 

“Agh, benar juga”. Kyujongmengambil remote. Memilih stasiun tivi yang sedang menayangkan program musik.Seketika suasana tegang berubah menjadi santai ketika Hyungjun tiba-tiba sajamenirukan tarian girlband yang sedang perform. Kyujongyang melihatnya malahikut-ikutan.

 

“Aigo. Mereka aneh sekali”.Komentar Sungyoung.

“Haha. Biasanya aku juga ikut. Tapikarena ada kau, akuharus menjaga imageku”.

“Haha. Itu pasti menggelikansekali. Ouya, dimana Jungmin oppa dan Hyunjoong oppa?”

“Mereka pergi berdua. Katanya adajumpa fans”. Jawab Youngsaeng seadanya.

 

“Mwo?! Kenapa kita tidakdiajak?” Pekik Hyungjun dan Kyujong bersamaan.

“Mereka bilang itu jumpa fanspribadi. Entahlah. Hei! Bukankah kau harus menghadiri acara Fans meetingdongsaengmu, Hyungjun-ah?”

“Omoo! Aku lupa! Hyung, aku pergidulu”. Panik Hyungjun yang langsung menyambar jaket dan kacamata hitamnya.

 

“Joshime Hyungjun-ah. Hei!Sampaikan salamku pada Kibum”.

“Aku dan Sungyoung juga”.Teriak Youngsaeng. Hyungjun mengacungkan ibu jarinya tanda mengerti sebelummenutup pintu.

 

xXx SS501  xXx

 

“Hei! Ini sudah 30 menit. Kenapalama sekali, Mal?!” Keluh Hyunjoong.

“Sabarlah, hyung. Kan kau artisnyakenapa kau yang tidak sabar seperti itu?”

“Molla. Aku hanya merasagugup”.

“Aigo. Malah hyung yang terlihatseperti fans yang ingin bertemu idolanya”. Cibir Jungmin.

 

            Aksicibir-cibiran masih terjadi di antara dua namja tampan itu. Sesekali Hyunjoongjuga memukul Jungmin karena kesal. Jungmin mengaduh dan menghidar. Merekamenjadi bahan pembicaraan di restaurant itu. Tak sedikit pengunjung terutamayeojayang memandang gemas pada dua member boyband sukses itu.

 

“Yak! Geumanhae hyung!”

“Kau duluan yang….”.

“Eh, itu dia!” Potong Jungmin.Hyunjoong ikut melihat arah pintu. “Nara-ya! Yeogi!” Teriak Jungminsambil melambaikan tangannya.

 

            Naratersenyum. Dia berjalan menuju meja yang diduduki Jungmin dan Hyunjoong.Matanya sesekali melirik Hyunjoong. Nara duduk di hadapan mereka setelahJungmin mempersilahkannya.

 

“Nah, ini dia orangnya. Diasepupuku yang bernama Nara. Manis kan?”

“Annyeonghaseyo. Naneun Naraimnida. Bangapseumnida oppa”.

“Ne, Nara agasshi. Nadobangapseumnida”. Ucap Hyunjoong dengan senyum tipis.

 

“Tidak usah berpura-pura sepertiitu, hyung. Apa adanya saja. Nara juga tau kalau kau itu alien yang aneh. Akuheran, apa yang disukai dari namja 4D sepertimu”.

 

Pleetaakk

 

“Hyung!”

“Aku sedang berhadapan denganfansku! Jadi jangan buka aibku!”

“Tapi apa yang kukatakan itu benar!Salahkan dirimu sendiri karena suka bertingkah aneh!”

“Yak! Kau itu….”.

“Sudah sudah”. Lerai Nara.Keduanya menatap Nara bersamaan. “Hyunjoong oppa, aku menyukai oppa karenakeanehan oppa itu. Oppa sangat keren dalam melakukan apapun. Jadilah dirimu apaadanya, oppa. Oppa sangat mengagumkan”. Pujinya. Hyunjoong tersenyum,wajahnya berseri-seri.

 

xXx SS501  xXx

 

            Kyujongpergi beberapa menit yang lalu. Sekarang hanya ada Youngsaeng dan Sungyoung didorm SS501. Mereka berdua masih saja menonton berita kematian si kembar Yoo.Rasa penasaran masih menelusup hati Youngsaeng. Benarkah ini bukan perbuatankekasihnya yang dulu seorang The ‘X’? Youngsaeng menjadi ragu.

 

“Benarkah bukan kaupelakunya?”

 

Bhhuuurr

 

            Sungyoungmenyemburkan jus yang berada di mulutnya saking kagetnya. Jus yang belum sempattertelan itu kini berpindah ke wajah Youngsaeng.Aigo.

 

“Ah, mianhae oppa. Aku tak sengaja.Oppa membuatku kaget sih”. Ucapnya sambil berusaha meraih tissue tapitangannya malah menyenggol gelas minum Youngsaeng dan membuat minuman itutertumpah membasahi celana Youngsaeng.

 

            Sungyoungmenutupi mulut dengan kedua tangannya, shock. Youngsaeng tak kalah shock.Berkali-kali Youngsaeng mengatur nafasnya berusaha untuk meredam emosi.Ekspresi Sungyoung membuatnya iba juga.

 

Ckleek

 

“Haha, iya itu benar, Mal”.Kelakar Hyunjoong yang baru saja tiba bersama Jungmin. Sungyoung dan Youngsaengserentak menoleh.

 

“Eh? Apa yang terjadi denganwajahmu, hyung? Masker dengan jus?” Tanya Jungmin yang menyadari keanehanpada diri Youngsaeng.

 

“Kecelakaan kecil. Sudahlah aku maumandi saja”. Youngsaeng memanyunkan bibirnya dan beranjak menuju kamarmandi.

 

            Hyunjoongdan Jungmin saling pandang melihat kelakuan Youngsaeng. Mereka sama-samamengangkat bahu lalu duduk di sofa menemani Sungyoung.

 

“Apa yang terjadi,Sungyoung-ah?” Tanya Hyunjoong.

“Biasalah oppa. Aku cerobohlagi”.

“Haha. Terima saja takdirmu. Kauterlihat sangat konyol dan menggemaskan”. Sungyoung tersenyum kecutmendengarnya.

 

“Ouya, kalian dari mana?”

“Bertemu pribadi dengan seorangfans. Fansnya Hyunjoong hyung”.

“Rasanya dia menjadi fansfavoritku, Mal”. Jungmin sontak menoleh dengan shocknya.

 

“Jangan bilang kau suka padasepupuku, hyung!”

“Kalau iya kenapa? Dia belum punyanamjachingu kan?”

“Be, belum sih. Tapi aku tidakingin saja menjadi satu keluarga denganmu”.

“Kyaaaa! Park Jung Mal!” PekikHyunjoong, Jungmin berlari menuju kamarnya menghindari kejaran Hyunjoong. SedangSungyoung hanya melihat mereka sambil tersenyum-senyum.

 

xXx SS501  xXx

 

            Naramengerjapkan matanya berkali-kali. Ini sudah pagi. Pandangannya mencari bendamungil bersuara menggelegar yang baru saja mengusik mimpi indahnya. Mimpiberkencan dengan Hyunjoong. Nara merutuki keteledorannya yang lupa mematikanponselnya sebelum tidur. Padahal ini hari libur. Harusnya Nara bisa bangunlebih siang lagi.

 

            Naramenguap lebar. Dengan mata yang masih lima watt, Nara membuka pesan yang masuk.Dalam hati Nara sudah berjanji, jika itu pesan yang tidak penting maka dia akanmencincang si pengirim.

 

“Uhm. Maukah kau berjalan-jalandengankuhari ini? Aku menunggumu di taman jam 10. Pengirim, Kim Hyun Joong.Agh, tidak penting”.

 

            Naramelemparkan ponselnya ke ranjang dengan asal. Matanya yang masih mengantukkembali menutup. Tubuhnya kembali berbaring di ranjang empuknya. Berharapmimpinya berlanjut.

 

            Beberapadetik Nara terpejam, otaknya mulai bekerja. Memorinya kembali memutar isi pesanyang dibacanya tadi. Nara membelalakkan mata. Dia bangkit dan mencari ponselnyadengan heboh. Setelah ditemukan, kembali lagi Nara membacanya dengan teliti.

 

“Maukah kau berjalan-jalan dengankuhari ini? Aku menunggumu di tamanjam 10. Pengirim, Kim Hyun Joong. Kyaaa! Inibenar Hyunjoong oppa. Ini lebih menakjubkan daripada mimpiku tadi”. PekikNara. Dia segera membalas pesan itu dan sesaat kemudian dia kembalijejingkrakan di tempat tidurnya.

 

xXx SS501  xXx

 

            Hyunjoongduduk sendirian di bangku taman. Dia mengenakan topi, kacamata hitam danmasker. Sesekali dia melirik kiri kanan, takut ada yang mengenalinya.Masalahnya, taman ini begitu ramai mengingat hari ini adalah hari libur.

 

Puuukk

 

            Seseorangmenepuk pundak Hyunjoong. Dia terperanjat, matanya membulat. Jangan-jangan adafans yang mengenalinya. Hyunjoong menelan ludah dan dengan ragu menoleh.

 

“Oppa sudah lama menungguku?”

 

            Fiuh!Hyunjoong menghela nafas lega. Ternyata itu adalah Nara yang sedari tadi ditunggunya.Hyunjoong tersenyum sumringah di balik masker yang dipakainya.

 

“Oppa?”

“Ne. Kajja, kita jalan-jalan”.

 

            Hyunjoongberdiri dan memberi isyarat pada Nara untuk jalan duluan. Nara mulai melangkah,Hyunjoong menyamainya. Mereka menuju ke tempat parkir, mengambil mobilHyunjoong.

 

“Oppa, kita mau kemana?” TanyaNara saat Hyunjoong sudah melajukan mobilnya.

“Kau maunya kemana? Aku akanmembawamu kesana”.

“Aku mau datang ke tempat yang oppasuka”.

“Permintaan diterima”.

 

            Naratersenyum mendengar ucapan Hyunjoong. Akhirnya keinginannya untuk bisa pergibersama Hyunjoong dapat terwujud. Rasanya Nara harus mengucapkan banyak-banyakterima kasih pada Jungmin yang telah membuat dirinya bisa dekat denganHyunjoong.

 

            Hyunjoongmemutar lagu-lagu SS501 untuk menemani perjalanan mereka. Mulai dari lagu GreenPeas yang menjadi lagu kebangsaan untuk Triple S. Hyunjoong tertawa sendirisaat mendengarnya. Nara menoleh, bingung.

 

“Apa yang lucu?”

“Ne?”

“Kenapa oppa tertawa? Apa ada yanglucu?”

“Agh, itu. Aku hanya teringatkebersamaan kami. Lucu sekali. Apalagi ketika mengusili magnae kami itu”.Curhatnya.

 

“Haha. Aku juga sering melihatvideo-video kalian. Itu yang Coward sangat lucu. Tega sekali kalian membullybaby Jun seperti itu”.

“Hahaha. Itulah cara kamimenunjukkan kasih sayang kami. Walaupun kami terlihat gila saat membully satusama lain tapi kami saling menyayangi. Kami tertawa dan menangis bersama-sama.Melihat yang lain senang, rasanya kami ikut bahagia. Tapi saat melihat yanglain bersedih, kami semua ikut terluka”.

 

            Hyunjoongterus menceritakan berbagai kejadian di balik video-video mereka. Bahkankerahasiaan mereka juga dibongkarnya satu persatu. Nara terus tertawamendengarnya. Tak menyangka jika ternyata idolanya memiliki banyak halmengagumkan, lucu dan aneh.

 

            Perjalananyang panjang tak terasa melelahkan karena sedari tadi mereka terus bercerita.Dan beberapa jam kemudianakhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Hyunjoong turundan merentangkan tangannya sambil menutup mata. Merasakan kerinduannya padatempat yang sudah lama tak didatanginya.

 

“Wah! Indah sekalipemandangannya”. Puji Nara yang terkagum-kagum memandangi pantai.

 

“Ne. Donghae memang sangatindah”. Jawab Hyunjoong yang lebih terdengar seperti gumaman.

 

            Naramenoleh, memandangi wajah Hyunjoong yang masih tersenyum melihat pantai yangterhampar luas membatasi laut. Indah sekali! Wajah Hyunjoong dan pemandanganitu sama indahnya namun di mata Nara tetaplah wajah Hyunjoong yang jauh lebihmenawan dan menarik untuk dipandangi.

 

“Ada yang aneh?”

 

            Naragelagapan. Segera dia menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah. “Ah,anio oppa”. Kilahnya. Hyunjoong tersenyum menanggapinya.

 

“Kajja. Kita cari makan siangdulu”. Nara mengangguk dan mengikuti langkah Hyunjoong.

 

            Hyunjoongmembawa Nara ke restaurant favorit Hyunjoong. Makanannya enak, tempatnyapunnyaman. Cocok sekali untuk mereka yang membutuhkan privasi. Mereka bisamenikmati makan mereka dengan tenang tanpa harus takut diganggu oleh fans yangmengenali Hyunjoong.

 

            Usaimakan siang, Hyunjoong mengajak Nara berjalan-jalan. Tak jarang mereka bertemufans dan membuat Nara harus rela diabaikan. Tapi ujung-ujungnya Hyunjoong malahmengajak Nara lari dan bersembunyi dari fansnya. Mereka layaknya copet yangketahuan saja.

 

“Oppa, sampai kapan kita harusbersembunyi disini?”

“Sssstt! Nanti merekamendengar”. Bisik Hyunjoong yang masih seru mengintip keadaan di luargudang tempat mereka bersembunyi.

 

            Diluar sana, fans Hyunjoong masih berkerumun. Mereka berpencar kesana kemariuntuk menemukan idola mereka. Satu persatu mulai mencari ke tempat lain hinggaakhirnya tak satupun fansnya tersisa disana. Dengan hati-hati Hyunjoongmengajak Nara ke luar.

 

“Hah! Aku tak pernah membayangkanakan merindukan udara segar”. Ucap Nara sambil menarik nafas panjang.

“Hehe. Mianhae Nara-ya. Kau pastisangat tersiksa tadi”.

“Ania oppa. Aku malah merasa senang.Seru sekali berkejar-kejaran dengan fansmu seperti tadi”. Nara tersenyumtipis mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu.

 

“Nara-ya, kajja”.

“Kemana oppa?”

“Ke pantai. Kajja, nanti kitaterlambat”.

 

            Naratak sempat lagi menjawab. Hyunjoong sudah menarik tangannya dengan semangatmenuju pantai. Mencari tempat yang bagus. Hingga sampai batas kaki merekaterkena ombak, Hyunjoong menghentikan langkahnya.

 

“Lihatlah itu”. Hyunjoongmenunjuk ke arah lautan lepas. Nara mengikuti arah yang ditunjuk Hyunjoong.

 

“Sunset?”

“Ne, indah sekali bukan?” Naramengangguk tanpa menjawab.

 

            Merekaberdua kini memandang lurus ke depan. Menikmati keindahan matahari tenggelam diDonghae. Tangan Hyunjoong perlahan bergerak. Memasuki celah jemari Nara dan akhirnyamenggenggam tangan yeoja itu dengan erat.

 

            Naratersentak. Dia menoleh dengan ragu tapi ternyata Hyunjoong masih saja menatapke depan dengan senyum menawan yang menghiasi wajahnya. Nara ikut tersenyum.Hari ini sungguh hari yang sangat membahagiakan dalam hidupnya. Hal apa lagiyang lebih membahagiakan selain bisa berjalan bersama idola sendiri? It’s likedream come true.

 

xXx SS501  xXx

 

            Setelahkejadian itu, Hyunjoong semakin dekat dengan Nara. Tak hanya sekali dua kalisaja dia mengajaknya jalan, tapi setiap ada waktu luang, Hyunjoong selalumenghabiskannya dengan Nara. Tak salah lagi, Hyunjoong menyimpan rasa padaNara. Yeoja itu sendiri juga sama. Dia bahkan tak menganggap Hyunjoong ituseorang idola, melainkan menganggap Hyunjoong sebagai teman Jungmin yang sedangdekat dengannya.

 

            Nantimalam adalah malam yang sangat dinantikan oleh Nara. Hyunjoong mengajaknyamakan malam. Berkali-kali Nara menepuk pipinya, meyakinkan bahwa ini semuabukanlah mimpi. Ini benar-benar kenyataan. Siapa sangka?

 

Ting tong

 

            Suarabel. Nara tersentak kaget dan langsung kembali dari lamunannya. Dia menuju kepintu, membukanya dengan hati-hati. Seperti biasa, Nara selalu mengintip dulusebelum membuka lebar pintu apartmentnya. Takut jika orang yang tak diinginkan yangmendatanginya. Tapi ini? Tidak ada siapa-siapa!

 

“Kenapa tidak adasiapa-siapa?” Gumam Nara. Dia membuka pintu lebar, melangkah keluarberniat mencari orang yang sudah menekan bel apartmentnya.

 

Sreeekk

 

“Eh?”

 

            Naramelihat ke bawah. Sebuah kotak cukup besar telah tersenggol kakinya. Diaberjongkok memungutnya. Kembali lagi Nara melihat kanan kiri sebelum memutuskanuntuk kembali masuk ke dalam.

 

“Apa ini?” Gumamnya.Sebuahsurat terselip di kotak itu. Nara mengambil dan membacanya.

 

Akumembeli gaun ini khusus untukmu. Pakai ini saat makan malam nanti ya.

 

From: Hyunjoong

 

“Aku baru tau kalau ternyata alien4D sepertinya bisa seromantis ini”.

 

            Naratersenyum. Dia mengambil gaun itu dan melihatnya. Indah sekali. Pasti harganyamahal. Terka Nara. Yeoja itu mencoba menempelkan di tubuhnya. Cocok! Naramemekik girang. Hyunjoong sungguh menjelma menjadi sosok yang sangatmembahagiakan dirinya.

 

xXx SS501  xXx

 

            Hyunjoongterlihat tampan dengan tuxedo semi formal yang dipakainya. Namun rasa gugup takmampu ditutupi dari ekspresinya. Sedari tadi Hyunjoong tak henti-hentinyamelihat arloji. Dia juga berkeliling untuk memastikan bahwa semuanya sempurna.

 

“Tenanglah hyung. Tak perlu segugupitu”. Hibur Kyujong.

“Entahlah. Aku juga bingung. Aku khawatirNara tak datang”.

“Jungmin sudah menjemputnya. Merekapasti sedang di jalan”. Ucap Youngsaeng.

“Jangan seperti itu, hyung. Kaumenjadi tidak tampan”. Timpal Hyungjun. Hyunjoong tersenyum mendengarnya.

 

“Jangan mengintip, Nara!”

“Aku tidak mengintip, oppa!”

 

            Hyunjoong,Youngsaeng, Kyujong, dan Hyungjun menoleh. Mereka melihat Jungmin datangbersama Nara. Mata Nara ditutupi oleh kedua tangan Jungmin. Sebagai kejutanpastinya.

 

“Saat aku hitung sampai tiga, kaubaru boleh membuka matamu. Arraseo?” Ucap Jungmin, Nara mengangguk.”Hana, dul, set! Buka matamu!” Jungmin melepaskan tangannya.

 

            Naramembuka matanya perlahan. Sedikit demi sedikit cahaya berkumpul. Memperjelaspandangannya yang sesaat lalu masih samar. Di hadapannya ada meja makan yang dikelilingi lilin yang membentuk hati. Di sekitar taman itu juga diubah. Lampuberwarna hijau dan putih menerangi setiap tempat. Juga beberapa balon berwarnahijau dan putih yang ikut membuat tempat itu terlihat semakin ramai.

 

“Indah sekali”. Nara terkagum-kagum.Air matanya hampir mengalir.

 

“Aku mempersiapkannya khususuntukmu, Nara.” Bisik Hyunjoong. Nara menoleh, senyumnya makin terkembang.”Kajja”. Hyunjoong mengulurkan tangannya, Nara menyambutnya.

 

            Hyunjoongmembawa Nara ke meja makan. Dia menarik sebuah kursi dan mempersilahkan padaNara. Nara tersenyum menerima perlakuan manis dari Hyunjoong. Usai dengan Nara,Hyunjoong menuju kursinya sendiri.

 

“Silahkan dimakan”. Youngsaengmembuka penutup makan Nara dan mempersilahkannya. Sedang Hyunjoong, diadiperlakukan seperti itu juga tapi Kyujong yang melakukannya. Malam ini, memberSS501 menjadi pelayan pribadi mereka.

 

xXx SS501  xXx

 

Ckleek

 

            Naramemasuki apartmentnya dengan senyuman lebar. Malam ini bisa dibilang menjadimalam yang paling membahagiakan untuknya. Selama ini, dinner bersama Hyunjoonghanya terjadi dalam mimpinya. Tapi malam ini, mimpi itu menjelma menjadikenyataan yang bahkan lebih indah dari mimpinya. Membuat Nara terus tersenyum.

 

“Kau terlihat senang sekali”.

 

            Naramenoleh. Suara itu muncul dari belakangnya, ruang tamu. Dan benar saja. Sudahada sekelompok orang berpakain serba hitam disana. Itu adalah Black Angel danpara pengikutnya.

 

“Sejak kapan kalian disini?”

“Sejak kau tiba, Nara. Kenapa kauterlihat kaget sekali?”

“Jelas saja! Kalian membuatku takutkarena tiba-tiba muncul disini”.

“Itu sudah biasa. Aku kesini karenaaku mau memberimu tugas”.

“Tugas?” Nara mengulanginya,Black Angel mengangguk pasti.

 

“Aku sudah bilang kan tempo harikalau aku akan mendatangimu saat aku sudah menemukan target untukmu. Nah, akusudah menemukannya. Ini orangnya”.

 

            BlackAngel mengarahkan telapak tangannya ke dinding. Saat itu, muncul secercahcahaya yang menunjukkan wajah tiga orang remaja lelaki. Nara mengernyitkankening melihatnya.

 

“Tiga orang?”

“Ya! Mereka adalah Eun Dong Jun, OhKang Chi, Dan Ahn Ji Won. Kau harus membunuh mereka bertiga malam inijuga”.

“Sekaligus?”

“Ya, aku rasa kau bisa melakukannyadengan mudah. Kau keberatan?” Nara menggeleng. “Ya sudah. Lakukansebaik mungkin”. Ucapnya. Dan dalam kedipan mata, mereka semua menghilang.

 

xXx SS501  xXx

 

“Dongjun-ah, jangan lupa untukbesok!”

“Tenang saja. Aku takkan lupa,Jibin-ah. Sudah ya, aku masuk dulu”. Ucap Dongjun sambil keluar dari mobilJibin.

 

“Ne, aku pulang dulu”.

“Joshime, Jibin-ah”. Dongjunmelambaikan tangannya, Jibin tersenyum.

 

            Dongjunberjalan memasuki apartment ketika mobil Jibin sudah tak terlihat. Diamelangkahkan kakinya menuju lift. Menekan tombol lift dan menunggu hingga lifttiba di lantai dasar tempatnya berada.

 

Ting

 

            Liftterbuka. Dongjun langsung memasukinya bersama seseorang. Dongjun melirik orangdi sebelahnya. Pakaiannya serba hitam dan wajahnya sebagian tertutup rambuttapi Dongjun tetap bisa tau kalau dia adalah yeoja. Aneh sekalipenampilannya.Pikir Dongjun.

 

            Yeojaitu mengangkat wajahnya. Nara! Dia menyentuh dinding lift. Seketika itu, liftbergetar hebat. Lampunya juga mati. Dongjun terduduk di lantai karena tak bisamenjaga keseimbangan. Dia sangat terkejut dengan kejadian aneh ini.

 

Seeett

 

            Liftsudah tak lagi bergetar, lampunya juga sudah hidup. Tapi, lift ini berhenti ditengah jalan. Daebak! Dongjun berdiri dan menekan tombolnya berkali-kali. Sial!Tak berfungsi. Dongjun mendesah kecewa. Tanpa disadarinya, Nara sudahmenatapnya tajam.

 

“Eun Dong Jun”. Panggil Nara.

“Ne?” Jawabnya tanpa menoleh.Tampak ia sedang berpikir. Ah! Ada yang aneh. Dongjun berbalik, menatap Nara.”Jamkkanman! Kau tau namaku darimana?” Ucapnya.

 

“Kau akan mati!” Gumam Naranamun itu cukup membuat Dongjun terkejut.

“Ap, apa maksudmu?” SuaraDongjun bergetar.

 

            Naratak lagi menjawab. Dia mengangkat tangan kanan dan mengepalnya. Muncul empatmata pisau dari sela-sela jarinya, membentuk seperti pemotong keramik. Dongjunmenelan ludah.

 

“A, apa salahku?! Kenapa, kenapakau, kau mau membunuhku?”

 

            Naramenyeringai. Dia berjalan semakin mendekati Dongjun. Dongjun ketakutan danberusaha untuk menekan tombol lift, tapi tetap tak berfungsi. Dongjunmemutuskan untuk melawan Nara. Ada yang aneh! Mendadak tangan Dongjun tak bisabergerak bagai ada orang yang memeganginya. Kini, Dongjun merapat ke dindingdengan kedua tangan terangkat.

 

“Apa ini?! Kenapa aku tak bisabergerak?!” Teriak Dongjun.

“Terima saja takdirmu!”

“Andwae! Jebal, jangan….”.

 

Sraaakk

 

“Aaarrhghh!”Teriak Dongjun.Dada kanannya tersobek hingga ujung kiri.

 

Sraaaakk

 

“Aaaarrghhh!” Kembali lagiDongjun berteriak ketika dada kirinya tersobek hingga ujung kanan.

 

            Dongjunberada di ujung kematian. Nafasnya hanya satu-satu. Darah mengucur membasahihingga dinding lift. Namun Dongjun tetap berdiri dengan kokoh. Tentu saja itubukan kekuatan dari dirinya. Melainkan kekuatan misterius yang memeganginyaagar tak jatuh ke bawah.

 

“Tenang saja, Dongjun-sshi! Akuakan segera mengakhiri penderitaanmu!” Bisik Nara tapi Dongjun sudah takmampu mendengar. Sakit di tubuhnya bagai melumpuhkan semua indranya.

 

            Naramemasukkan tangan kirinya ke dalam luka Dongjun. Teriakan menyayat dari Dongjuntak membuatnya iba sama sekali. Dia mencari sesuatu. Dapat! Jantung Dongjunditarik paksa olehnya. Saat itu juga, Dongjun mati dengan mengenaskan. Tubuhnyaterkapar di lift.

 

            Naratersenyum puas memandangi jantung yang dipegangnya. Dengan sekali menjentikanjari, jantung itu lenyap entah kemana. Lift kembali berjalan normal, menujulantai sepuluh yang tadi mau dituju Dongjun.

 

Ting

 

            Liftterbuka. Nara kembali menekan tombol penutup. Tapi ada yang aneh. Nara melihayseseorang tepatnya seorang yeoja, sedang menatap dingin padanya. Yeoja ituberjalan menjauh setelah bertatapan beberapa detik dengan Nara. Nara tak sempatmengejar, pintu lift sudah terlanjur tertutup.

 

            Usaidengan Dongjun, Nara menuju ke korban selanjutnya. Oh Kang Chi. Entahbagaimana, Nara sudah berada di dalam kamar namja itu. Kali ini jauh lebihmudah karena Kangchi sedang terlelap. Dia tak bisa melawan saat Nara melukiskantanda X di dadanya dan mengambil jantungnya. Selesai!

 

            Jantungitu kembali menghilang saat Nara menjentikkan jari. Dia berjalan dengansantainya menuju keluar. Pintu terbuka tiba-tiba. Nara keluar dari apartment korbannya.Nara berbalik, memandangi pintu. Pintu itu tertutup sendiri bahkan menguncisendiri. Nara tersenyum miring.

 

“Tinggal satu lagi”. Gumamnya.

 

Seeeett

 

            Naraberbalik. Yeoja itu! Batinnya. Terlihat sekali kalau yeoja itu sedang menatappadanya. Baiklah! Ini pasti ada yang tidak beres. Yeoja itu berjalan, berbelokmenuju tangga darurat. Nara mengejarnya dengan cepat. Sampai disana, yeoja itusudah tak terlihat.

 

“Kenapa cepat sekali menghilangnya?Padahal jarak kami hanya beberapa meter”. Keluhnya.

 

            Takingin lebih lama menghabiskan waktu, Nara langsung menuju korban selanjutnya.Ahn Ji Won. Namja itu tengah berjalan sendirian di gang sempit. Naramengikutinya dari belakang.

 

Tap tap tap

 

            Jiwonmenghentikan langkahnya. Dia menyadari seseorang tengah mengikutinya. Jiwonberbalik. Dia melihat sosok Nara di belakangnya. Nara tengah menatap dinginpadanya. Jiwon mengernyitkan kening, bingung.

 

“Kau mengikutiku?”

“Aku ada keperluan denganmu”.

“Keperluan apa?”

“Keperluan untuk membunuhmu!”

 

            Jiwonterkejut bukan main. Apalagi saat Nara menunjukkan senjata yang muncul darisela-sela jemarinya itu. Jiwon menelan ludah. Dia mundur perlahan saat Naramendekatinya.

 

Brrruukk

 

“Argh!”

 

            Jiwonterjatuh, kakinya tersandung batu. Saat itu juga, Nara sudah berada di hadapannyapadahal tadinya jarak mereka cukup jauh. Sadar dengan takdir buruknya, Jiwonberusaha bangkit. Tapi entah kenapa, tubuhnya malah terbaring dan tak bisabergerak.

 

“Jangan bunuh aku,jebal!”Pintanya.

 

            Kaliini Nara tak banyak bermain. Dia langsung merobek dan membuat tanda X di dadaJiwon. Teriakan Jiwon mungkin saja bisa membangunkan masyarakat. Maka Narasecepat kilat mengambil jantungnya dan langsung meninggalkan Jiwon terkapar ditengah gang itu.

 

            Narabersembunyi tak jauh dari sana sambil mengintip. Benar dugaannya. Orang-oranglangsung mengerumuni mayat Jiwon. Untunglah dia bisa segera melaksanakantugasnya. Di tangannya sudah ada jantung Jiwon. Nara menatapnya dan denganhitungan detik, jantung itu menghilang.

 

“Selesai!”Nara tersenyum puas.

 

Seeett

 

            Naramenoleh. Lagi-lagi yeoja itu tengah menatapnya. Pasti ada yang tidak beres.Nara memutuskan untuk mengejarnya. Yeoja itu berbalik dan memasuki sebuah gang.Sampai disana, yeoja itu menghilang. Nara menggeram kesal.

 

xXx SS501  xXx

 

            Esoknya,kematian tiga orang namja di tiga tempat yang berbeda itu langsung menjaditopik utama. Semua media mengangkat pemberitaan tentang itu. The ‘X’ langsungmemakan tiga korban. Setelah lebih dari seminggu berita The ‘X’ memadam, tapihari ini berita itu kembali memanas.

 

            Semuakalangan dibuat bingung dengan kejadian ini. Setiap orang dibuat takut.Dimanapun rasanya tak lagi aman. The ‘X’ bisa mengincar mereka dimana saja.Semua aparat dan agen rahasia milik negara dan swasra ikut dikerahkan untukmencari The ‘X’. Tapi apakah itu akan membuahkan hasil? Rasanya terlalu mustahil.

 

            Ditempat berbeda, tepatnya di apartment Nara, Black Angel bersama pengikutnyaberkumpul disana. Mereka berada di ruang tamu menunggu The ‘X’ mereka bangun.Ya! Nara masih terlelap karena tadi malam dia masih terjaga hingga pukul tigadini hari. Bukan karena merasa bersalah akibat membunuh tapi lebih kepadapenasaran dengan yeoja yang dilihatnya itu.

 

Ckleek

 

            Pintukamar Nara terbuka. Si empunya berjalan sempoyongan menuju dapur. Sepertinyanyawanya belum kembali sepenuhnya. Bahkan dia tak menyadari jika Black Angelmuncul di apartmentnya.

 

            Limabelas menit menunggu, Nara kembali dengan wajah segar. Sepertinya dia sudahmembasuh wajahnya. Saat itu juga Nara menyadari adanya orang lain di ruangtamunya.

 

“Black Angel? Sejak kapan kalianada disini?”

“Sejak kau belum bangun”. Naratersenyum malu.

“Ada apa menemuiku?”

“Aku ingin menyampaikan betapapuasnya aku dengan hasil kerjamu tadi malam”. Nara tersenyum sumringah.”Kau sangat hebat”. Pujinya lagi.

 

“Gamsahamnida. Apa tugasku sudahselesai?”

“Satu lagi. Dan ini tugas yangpaling penting”. Nara mengernyitkan kening. “Dialah kuncinya. Karenadia berada di segitiga setan”. Jelasnya.

“Segitiga setan?”

“Itu benar. Kelahirannya beradadalam segitiga setan yaitu 666. Dia lahir tanggal 6 bulan Juni yang merupakanbulan ke-6 dan di tahun 1986”. Black Angel menuliskan tanggal itu dikertas dan melingkari setiap angka enam.

 

“Lalu, siapa orangnya?”

“Ini orangnya”.

 

            BlackAngel membiaskan telapak tangannya Isi ke atas kertas tadi. Muncullah sosokpria tampan yang sedang tersenyum. Pria tampan yang memiliki jutaan penggemartermasuk Nara. Dialah Kim Hyun Joong.

 

“Di, dia orangnya?”

“Itu benar sekali. Kim Hyun Joongadalah kekuatan yang sesungguhnya. Kalau kau bisa membunuhnya maka kau takkanlenyap dari dunia ino. Tapi kalau kau tak bisa, maka kau akan musnah. Ingat!Kau itu setengah iblis dan baru bisa bertahan jika kau membunuh manusia yangberada di segitiga setan”. Jelasnya. Nara menelan ludah, bingung dantakut.

 

“Haruskah dia?”

“Tentu saja. Lakukan sebaik mungkinjika kau tak ingin lenyap. Dan ingat, jangan lewat tengah malam. Arraseo?”Nara mengangguk lemah. “Bagus sekali. Selamat berjuang!” Ucapnyasambil menyeringai. Nara makin tertunduk lemas. Bagaimana ini?! Jerit hatikecilnya.

 

xXx SS501  xXx

 

            Didorm, Hyunjoong dan yang lain sedang mempersiapkan pesta kecil-kecilan untukulang tahun Hyunjoong. Mereka berencana membuatnya seperti makan malamHyunjoong dan Nara kemarin. Tapi bedanya, mereka mengadakan ini menjelangtengah malam.

 

“Hyung, haruskah kita merayakannyasekarang?” Tanya Hyungjun.

“Memangnya kenapa, baby?” SelaJungmin.

“Kalian tidak lihat berita? The ‘X’membunuh tiga orang sekaligus. Kan bisa saja…. Hii!” Hyungjun bergidikngeri.

 

“Sudahlah. Kau berlebihan. Tidakakan terjadi apa-apa”. Ucap Hyunjoong.

“Iya, kita berpikir positifsaja”. Dukung Youngsaeng.

“Ya sudah. Kajja, kita ke tamansekarang. Sudah jam tujuh malam nih”. Usul Kyujong.

 

            Mendengarucapan Kyujong, mereka sontak berbenah-benah. Jaraknya memang tak begitu jauhtapi menghiasnya pasti lama. Setelah merasa tak lagi ada yang ketinggalan,mereka langsung menuju parkiran mengambil mobil.

 

            Ditempat lain, Nara duduk dengan gelisah di kamarnya. Dari tadi pagi dia hanyamelamun. Bagaimana mungkin dia membunuh orang yang diidolakannya? Bahkansekarang Nara malah mencintai Hyunjoong. Sanggupkah dia melakukannya?

 

            Kedilemaantengah melanda Nara. Dia harus membunuh Hyunjoong jika tak ingin lenyap tapidia tak mampu melakukannya. Hatinya terlalu lemah jika harus membunuh namjaitu. Nara harus memilih, dia yang lenyap atau Hyunjoong yang mati? Tapi Naratak bisa memutuskannya.

 

Ting tong

 

            Naratersentak. Dia melihat jam yang terpajang di atas tempat tidurnya. Hampir jamsebelas malam. Siapa yang datang malam-malam begini? Aneh sekali. Pikirnya.

 

“Jamkkanman”. Teriak Nara.

 

            Naramembuka pintu dan seperti biasa, selalu mengintip terlebih dahulu. Mata Naramemperhatikan tamunya dari bawah ke atas. Seorang namja dan itu Hyunjoong.Sempat Nara berpikir untuk menutup pintu lagi tapi urung dilakukannya saatmelihat Hyunjoong tersenyum.

 

“Ada apa oppa?”

“Kami mau merayakan ulang tahunku.Ikut ya”.

“Aku? Uhm, sepertinya aku tidakbisa”.

“Kau mau membuatku kecewa di hariulang tahunku?” Melas Hyunjoong. Nara menggeleng cepat.

 

            Setelahterus dibujuk, Nara akhirnya tak bisa lagi menolak. Dia meminta izin untukmengganti baju, Hyunjoong menyetujuinya. Sepuluh menit kemudian, Nara munculdengan gaun indah membuat Hyunjoong terkesima. Akhirnya pukul 23.30 KST merekamulai berangkat.

 

            Selamaperjalanan, Nara terlihat gelisah. Ucapan Black Angel masih terus teringat dipikirannya. Nara melihat keluar jendela. Argh! Nara tersentak kaget. Diamelihat Black Angel memberinya isyarat untuk segera membunuh Hyunjoong. Naramenutupi wajahnya dengan kedua tangan, takut.

 

“Nara-ya, gwaenchanhayo?”Hyunjoong panik. Nara tak menjawab. Hyunjoong memutuskan untuk menghentikanmobilnya di pinggir jalan. Kembali lagi dia menepuk bahu Nara.”Nara-ya”. Panggilnya lembut.

 

            Naramembuka tangannya. Dia menatap Hyunjoong lirih. Rasanya hati Nara tak sanggup.Dia tak kuat. Tak ingin lebih lama lagi bertatapan, Nara memutuskan untukkeluar dari mobil itu. Hyunjoong kaget sekali.

 

“Nara? Jamkkanman!” TeriakHyunjoong.

 

            Naratak menoleh sama sekali. Dia sudah memutuskan untuk tak membunuh Hyunjoong.Nara rela jika dia yang harus lenyap dari dunia. Melihat Nara semakin jauh,Hyunjoong berlari mengejarnya. Dia meraih tangan kanan Nara membuat yeoja ituberbalik. Terlihatlah mata Nara yang berkaca-kaca.

 

“Apa yang terjadi padamu,Nara?”

“Lepaskan aku oppa! Jangandekat-dekat denganku! Kau bisa mati!”

“Apa maksudmu?”

 

            Naramenunjukkan senjatanya yang keluar dari sela-sela jemarinya. Hyunjoong mundurbeberapa langkah melihatnya. Wajahnya menjadi pucat. Antara takut dan kagetdengan yang dilihatnya.

 

“Kau? Jangan bilang kalaukau….”

“Iya! Aku adalah The ‘X’!”Potong Nara. Dia melemparkan sebuah pisau yang terselip di pinggangnya kepadaHyunjoong. Hyunjoong menangkapnya. “Ambil pisau itu dan bunuh aku,oppa!” Jelas Nara. Hyunjoong makin bingung.

 

“Ani. Aku takkan membunuhmu!”

“Kalau kau tak mau membunuhku, makaaku yang akan membunuhmu”.

“Tapi kenapa? Kenapa kau maumembunuhku? Apa salahku, Nara?”

 

            Naraberbalik. Dia tak sanggup melihat Hyunjoong menghiba padanya. Airmata Nara kinimenetes. Nara mengusapnya dengan kasar.

 

“Argh! Apa yang terjadi?!”Pekik Hyunjoong, Nara berbalik.

 

            Hyunjoongterlihat meronta seperti berusaha melepaskan diri dari sesuatu yang memeganginya.Sesuatu yang tak terlihat. Nara mengernyitkan kening, bingung. Dia tak merasamembelenggu Hyunjoong.

 

“Lakukan Nara! Bunuh dia!Ppali!”

 

            BlackAngel muncul secara tiba-tiba di belakang Hyunjoong. Nara tau, itu pastiperbuatan Black Angel. Dia yang sudah membelenggu Hyunjoong dan membuatHyunjoong tak bisa bergerak.

 

“Ppali Nara-ya! Waktumu tinggalsatu menit lagi!” Perintahnya lagi.

 

            Naramenelan ludah. Dengan langkah gontai dia mendekati Hyunjoong. Senjata tajamnyasudah bersiap untuk mengoyak dada Hyunjoong. Hyunjoong menatap Nara lirih.Berharap yeoja itu tak melakukannya. Sedangkan Black Angel tersenyum miringmelihatnya.

 

“Aku tak bisa melakukannya”.Gumam Nara. Dia tertunduk.

 

“Mwo?! Kau harus melakukannya,Nara! Kalau tidak kau akan lenyap!”

“Aku tak peduli! Biar saja akulenyap! Yang jelas aku takkan menyakitinya!”

“Kau tidak boleh membantahperintahku!”

 

            TanganNara kembali terangkat tapi bukan dia yang melakukannya melainkan Black Angel.Black Angel yang sudah mengendalikan tangan Nara. Andwae! Sekuat tenaga Naramelawan tapi sulit. Black Angel begitu berambisi. Beberapa detik lagi lewattengah malam. Dan jika itu terjadi maka semuanya sia-sia!

 

            Hyunjoongmenutup matanya. Senjata Nara sudah menyentuh dada kanannya. Cairan merahterlihat membasahi kemeja putihnya. Hyunjoong memekik kesakitan. Nara tak tega.Sekuat tenaga dia berusaha melawan tapi nihil.Tangannya tak bisa dikendalikanolehnya.

 

“Argh!” Pekik Hyunjoong.

“Mianhae oppa. Aku tak bisamengendalikan tanganku”. Isak Nara.

 

“Aaarrgghhh!”

 

            Sebuahpekikan kembali terdengar tapi bukan Hyunjoong. Itu suara pekikan Black Angel.Dia terlihat kesakitan. Berputar-putar di tengah jalan sambil memegangi dadakirinya. Sedang Hyunjoong dan Nara sudah berhasil mengendalikan diri mereka.

 

“Aaaarrgghh!” Black Angelkembali memekik. Mereka sontak menoleh.

 

Whhuusssh

 

            Mendadaktubuh Black Angel berubah menjadi bayangan hitam yang memudar. Nara danHyunjoong sama-sama kaget melihatnya. Apa yang terjadi?

 

“Kalian baik-baik saja?”

 

            Suaraseorang yeoja menyadarkan mereka. Mereka berbalik melihatnya. Yeoja ini lagi.Pekik Nara dalam hati. Baiklah, sekarang Nara harus tau siapa yeoja inisebenarnya.

 

“Mianhae, sebenarnya eonni inisiapa?”

“Aku? Namaku Hyokyung. Aku adalahThe ‘X’ yang berhasil menyelesaikan tugas”.

“The ‘X’?” Pekik merekaberdua.

“Itu benar sekali. Masih ingatkasus setahun lalu kan? Enam orang trainer di bunuh oleh The ‘X’? Itu akulahpelakunya”. Jawabnya.

 

“Jadi eonnipelakunya?”Hyokyung mengangguk.”Kalau begitu, bolehkah akubertanya?” Tanya Nara.

 

“Kau mau tau kenapa kau takmenghilang padahal tugas terakhirmu gagal?” Nara mengangguk. “Kau itumanusia seutuhnya. Semua yang dikatakan iblis itu kebohongan! Kau hanyadimanfaatkan olehnya. Semua jiwa yang kau bunuh, itu untuk dirinya agar diamendapat kekuatan luar biasa dan menjadi iblis yang berhasil. Iblis itumenggunakan legenda The ‘X’untuk memperdaya manusia”. Jelasnya.

 

“Lalu kekuatanku itu?”

“Itu semua kekuatan dari iblis. Diayang sudah membantumu agar telihat luar biasa. Itu semua agar kau yakin jikakau itu setengah iblis padahal tidak. Semua yang kau lakukan itu atas bantuaniblis. Kau beruntung karena gagal”.

“Maksudnya? Beruntung?” TanyaNara bingung.

 

“Ya! Itu benar sekali. Kalau kaugagal, maka dia akan lenyap dan kau akan kembali seperti manusia normal.Seperti sebelumnya. Tapi jika kau berhasil, maka dia akan memiliki kekuatanluar biasa. Dan kau akan dijadikan iblis juga olehnya. Kau lebih beruntungdaripada aku. Aku berhasil dan akhirnya aku menjadi iblis”. Ucapnya dengantatapan lurus ke langit.

 

“Jadi aku adalah manusia normal?”

“Benar. Kau manusia seutuhnya.Chukkahae. Selamat atas kegagalanmu”.

 

“Aaarrghh!” Pekik Hyunjoong. Diamemegangi dadanya yang masih mengucurkan darah.

 

“Oppa? Gwaenchanha? Bertahanlah oppa!Aku akan mencari bantuan”. Nara histeris melihat Hyunjoong yang sangatkesakitan.

 

“Tenanglah. Aku bisa membantunya”. UcapHyokyung.

 

            Hyokyungberjalan mendekati Hyunjoong dan Nara. Telapak tangannya di arahkan pada lukaHyunjoong. Secercah cahaya muncul dari sana, menghujam dada Hyunjoong. PerlahanHyunjoong terlihat mulai membaik. Dia sudah tidak kesakitan.

 

“Dadaku?” Hyunjoong mengelus bekas lukadi dadanya. Tidak ada! Sudah lenyap.

 

“Masih sakit oppa?”

“Ania. Lukaku hilang. GamsahamnidaHyokyung-sshi”.

“Cheonmaneyo”.

 

            Hyunjoongdan Nara memberikan senyuman tulus pada Hyokyung, Hyokyung membalasnya. Yeojaitu kembali mundur perlahan menjauhi mereka. Tangannya dilambaikan pada Naradan Hyunjoong. Sedetik kemudian, Hyokyung menghilang.

 

“Oppa, mianhae”. Gumam Nara.

“Gwaenchanha Nara-ya. Semua sudahselesai”. Hyunjoong merangkul Nara, menenangkannya.

 

“Oppa tidak takut padaku kan?”

“Siapa bilang aku takut padamu? Justruaku semakin mencintaimu. Uppss”. Hyunjoong menutupi mulutnya dengan tangan.

 

“Mworago?” Tanya Nara.

“Aku tidak berkata apa-apa”.

“Geojitmalhajima! Katakan oppa bilangapa?” Nara mulai menggelitiki pinggang Hyunjoong.

 

“Ania. Aku tak mau bilang”. Hyunjoongmeronta. Dia berlari menjauhi Nara yang mengejarnya dengan gemas.

 

xXx SS501  xXx

 

TAMAT

 

xXx SS501  xXx

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s