[FF MYUNGZY] REASON

A Reason

 

Autor          : Shina

Fb               : http://www.facebook.com/shina.kissme/

Twitter       : http://twitter.com/purpleshina

 

Kali ini autor membawa ficlet, mian ya kalau karyanya menurun dan membosankan. Sumpah autor frustasi dengan proposal skripsi yang masih perlu refisi sana sini cari bukunya. Semoga kalian masih jadi reader setiaku ne. gomawo

 

 

 

Suzy memergoki Minho kekasihnya sedang berciuman disebuah café dengan Jiyeon sahabatnya, karena geram Suzy datang menghampiri dua orang yang sedang kelabakan karena kedatangan Suzy.

“Choi Minho apa-apaan ini” teriak Suzy.

“Kau yang apa-apaan mengganggu saja” ucap Minho dengan tatapan jijik.

“Kau ini namjachingu ku kenapa kau berselingkuh dengan Jiyeon, kenapa Minho?”

“Jangan mimpi kau Baek Suzy, aku tidak pernah menyatakan cinta padamu dan aku hanya jalan denganmu hanya pelampiasan saja. Pacarku yang sebenarnya adalah Jiyeon jadi menyingkirlah dari hidupku sekarang juga”

“Sudah dengarkan Suzy, jadi cepat pergi. Apa kau tidak malu jadi wanita murahan yang mengemis cinta pada namjaku”

Hati Suzy langsung remuk mendengar penuturan Minho dan Jiyeon yang sudah menginjak – injak harga dirinya.

 

Malam harinya Suzy dan Temannya Myungsoo yang merupakan teman kuliah dan kerja kini menemaninya duduk dibar. Suzy benar – benar frustasi dengan tingkah Mantan – mantannya yang selalu saja mempermainkan hatinya.

“Yak Suzy kau sudah minum terlalu banyak. Apa kau tak takut mabuk” tegur Myungsoo sambil merebut gelas minuman Suzy.

“Aku sedang frustasi Myungsoo jadi biarkan aku minum, lagipula pekerjaanku besok tidak banyak” ucap Suzy merebut kembali minumannya dari tangan Myungsoo.

“Kenapa lagi kali ini kau dan Minho”

“Jangan menyebut namanya lagi, aku sudah muak. Kenapa hubunganku dari kuliah tidak pernah lancar, mereka selalu bilang bahwa berhubungan denganku itu Cuma pelampiasan saja dan enaknya tidak ada status, adalagi yang bilang aku murahan sampai ada yang menamparku.”

“Malang sekali nasibmu itu”

“Aku lelah kadang aku ingin mati saja. Aku ingin dicintai dengan tulus. Kenapa susah sekali”

“Kau ini mudah mendapatkan cinta tapi mudah sekali patah hati”

“Ku malah jadi perjaka tua hahahahaha”

“Jangan menghinaku, kaulah yang lebih malang”

“Hahaha sudah jangan dibahas lagi mari kita minum sampai pagi”

 

Suzy mengambil hpnya yang berada dinakas. Suzy terkejut mendapati dirinya tanpa mengenakan baju disebuah hotel, dimana Myungsoo apa Myungsoo yang melakukan semua ini padanya tapi kenapa bukankah Myungsoo namja baik yang selama bertahun – tahun dikenalnya. Dengan kepala berat dia pulang menuju apartemennya untuk siap – siap pergi bekerja.

Dikantor suasanapun seperti biasa, banyak karyawan yang berlalu lalang. Sampai jam makan siangpun Suzy belum melihat batang hidung dari Myungsoo.

“Apa Myungsoo tidak masuk Jieun, aku tidak melihatnya dari tadi” tanya Suzy yang menyerahkan map biru pada Jieun sahabat satu ruangannya.

“Yang kudengar dia izin karena ibunya sakit parah. Dia mungkin dia lupa mengabarimu” jawab Jieun yang mengetahui ada raut cemas diwajah sahabatnya.

“Mungkin.”

“Kau akan kencan buta lagi Suzy dengan Soohyun, bukannya kau baru putus dengan Minho”

“Entahlah, aku masih bingung”

“Kau ini. Carilah namja yang serius jangan dengan namja yang suka bermain – main saja”

“Aku rasa hatiku sudah mati. I don’t need a man, aku bisa melakukan segalanya tanpa harus berhubungan dengan pria aku benci mereka”

“Sabar ya nanti pasti akan ada yang lebih baik”

 

 

Setelah seminggu menghilang kini Myungsoo datang keapartemen Suzy sambil membawa beberapa oleh – oleh yang diberikan ibunya.

“Aigo Kim Myungsoo kau mau menjadikan rumahku sarang sayur” keluh Suzy.

“Ibu yang membawakannya, tidak mungkin aku menghabiskannya sendiri lagipula kulkasmu masih kosong” ucap Myungsoo sambil menjejalkan sayur dan buah kelemari pendingin yang ada diapartement Suzy.

Suzy terdiam, kenapa Myungsoo masih saja bersikap biasa tidak menunjukkan apa-apa atas apa yang dilakukannya.

“Yak Baek Suzy apa yang kau lamunkan sampai tidak mendengarkanku” tegur Myungsoo yang mengibaskan tangannya didepan wajah Suzy.

“Tidak apa-apa, hanya lelah saja akhir – akhir ini banyak pekerjaan”

“Suzy apa kau berkencan lagi dengan seorang namja lagi”

“Kenapa?”

“Hanya saja aku ingin mengajakmu menikah jika kau tidak menjalin hubungan dengan namja mananpun, aku merasa bersalah setelah malam itu”

“Tidak perlu dipikirkan, itu bukan hanya salahmu tapi salahku juga”

“Aku tidak menyangkan efek kita mabuk malam itu berdampak parah. Hamil atau tidak aku tetap akan bertanggung jawab denganmu,”

“Tapi…”

“Tidak ada tapi minggu ini antarkan aku menemui orangtuamu”

“Baiklah”

 

 

 

Sesuai janjinya Myungsoo meminta Suzy mengantarkannya kedesa untuk menemui keluarga Suzy. Hati Suzy takut dan bimbang apalagi selama ini ibunya selalu mendidiknya dengan keras dan ingin Suzy bekerja dengan baik, tapi Suzy sudah mengecewakannya.

“Kau gugup Suzy?”

“Sedikit. Ibu pasti terkejut ketika tau kau datang untuk melamarku”

“Tidak apa. Aku akan menjelaskan semua”

“Ya sudah.”

 

Tok… tok…

“Ibu aku datang”

Suzy mengetuk pintu rumahnya berkali – kali sampai wanita paruh baya dengan baju rajutnya membukakan pintu.

“Suzy kau pulang” ucap wanita itu yang langsung memeluk anaknya.

“Ne, ada yang ingin kami bicarakan dengan ibu”

“Mari masuk dulu”

 

Ibu Suzy menyuguhkan minuman dan beberapa camilan untuk Myungsoo yang datang bersama dengan putrinya beberapa menit yang lalu.

“Silahkan diminum Cuma ini yang ada”

“Ne adjuma tidak perlu repot”

“Ada apa kalian kesini? Apa ada sesuatu yang penting” tanya ibu Suzy yang membuat keduanya berpandangan cukup lama.

“Begini adjuma maksud kami adalah kami ingin meminta restumu karena kami ingin menikah” jawab Myungsoo dengan pasti.

“Kenapa mendadak sekali kalian ingin menikah terlebih kalian masih sangat muda sekali untuk menikah”

“Begini adjuma kami telah melakukan kesalahan sewaktu kami berdua mabuk jadi kami ingin menebusnya terlebih kami sudah menjadi teman sejak lama”

“Aigo Baek Suzy aku memintamu tinggal bersama ayahmu agar hidupmu itu bisa bahagia dan bisa mengeyam bangku sekolah dan mendapat pekerjaan kenapa malah seperti ini. Umma tidak pernah mengajarimu untuk jadi wanita murahan” ucap ibu Suzy sambil memukuli putrinya dengan bantal sofa.

“Umma ampun aku tidak sengaja melakukannya” ucap Suzy yang kini sudah beruraian airmata.

“Adjuma tolong hentikan. Kasihan Suzy akulah yang salah karena melakukannya tanpa sadar akibatnya. Mianhe adjuma malam itu aku harusnya bisa memaksa Suzy agar tidak minum”

“Kalian berdua benar – benar membuat malu. Aku mau kalian segera menikah sebelum nanti Suzy hamil”

“Ne”

 

 

 

 

Pernikahan sederhana yang tidak pernah dibayangkan, karena bagi Suzy dia tidak butuh cinta dan lelaki setelah semua luka yang didapatkannya tak jauh beda dengan Myungsoo yang juga tidak terlalu mempercayai cinta. Tapi benang takdir kini mengikatnya dalam sebuah pernikahan.

Digereja pinggiran kota seoul dan dihadiri keluarga dan kerabat dekatlah pernikahan sederhana mereka berlangsung dengan hikmat.

Dan sekarang keduanya tinggal diapartement Myungsoo karena apartement itu lebih besar daripada apartement lama Suzy.

“Aku tidak percaya harus menikah dengan cara seperti ini” ucap Suzy yang merebahkan diri diranjang.

“Aku juga Suzy. Tapi kita jalani saja semua yang ada ini. Kau tidurlah aku akan tidur dikamar tamu”

“Tidak apa kau tidur disini saja”

“Aku hanya tidak ingin kau tak nyaman”

“Percayalah aku tak apa”

“Ne” ucap Myungsoo yang ikut merebahkan duduknya disamping Suzy yang siap membelakangi Myungsoo untuk tidur, sedangkan Myungsoo memperhatikan punggung Suzy sambil mencoba mencari posisi tidur yang enak.

 

Bukan hal yang susah untuk Suzy dan Myungsoo menjalani ini terlebih lagi mereka bekerja disatu perusahaan yang sama. Kini keduanya sarapan dengan roti bakar yang Suzy buat sebelum keduanya berangkat kerja karena masa cutinya sudah habis.

Dikantor keduanya mendapat tatapan dari masing – masing teman kerja mereka terlebih Jieun yang sangat ingin tahu tentang hubungan mereka yang tidak pacaran tapi tiba – tiba saja menikah.

“Suzy bagaimana bisa kau menikah dengan temanmu itu. Apa kau pacaran diam – diam dengannya” tanya Jieun mengintrogasi Suzy.

“Rahasia” jawab Suzy singkat, Suzy tidak mungkin menceritakan detail masalahnya.

“Cih kau main rahasia denganku sekarang, bukankah Myungsoo itu dekat sekali dengan Kang Minkyung rekan seruangannya”

“Mana kutau”

“Kau merebutnya ya? Dia bahkan shock ketika Myungsoo mengatakan akan melamarmu, itu yang kudengar dari anak – anak”

“Sudahlah aku pusing memikirkannya, ini juga terjadi begitu cepat”

 

 

-Ruangan kerja Myungsoo dkk dibagian promosi-

Myungsoo membuka lembaran – lembaran laporan yang harus dikerjakannya karena cuti membuat kerjaannya menumpuk dan dipastikan dia akan lembur hari ini untuk menyelesaikannya.

“Myung apa kau benar – benar menyukainya” tanya Minkyung dengan tatapan sedih.

“Wae?”

“Bukankah dulu kau menyukaiku”

“Kau sudah menolakku demi Himchan, kenapa kau bertanya begitu bukankah itu sudah 3 bulan yang lalu”

“Aku mulai menyukaimu”

“Tapi maaf aku sudah menikah. Dulu mungkin aku menyukaimu tapi semua berubah aku sudah tidak menyukaimu lagi, dan jangan berfikir aku menikah karena patah hati kau menolakku. Ini murni perasaanku tidak ada sangkut pautnya dengamu”

“Ne, aku mengerti”

 

 

Suzy menunggu Myungsoo didepan kantor dengan bosan karena lama, dia mendengus sebal sambil memandangi langit malam yang menarik perhatiannya. Lama dia memandangi langit sampai ada seikat mawar yang muncul didepannya.

“Melamun saja kau ini”

“Ani, hanya tertarik saja dengan bintang itu. Selama ini aku tidak pernah melihat kalau bintang itu seindah ini hehehehe”

“Ini untukmu dan ayo kita pulang” ucap Myungsoo menarik tangan Suzy untuk memasuki mobil.

“Dalam rangka apa kau memberiku bunga”

“Rangka aku mulai menyadari kalau aku sudah lama menyukaimu dan aku tidak sanggup lagi menahannya. Mian aku baru jujur padamu karena selama ini kau selalu ganti – ganti pacar yang selalu menyakitimu makanya aku tidak bernai bilang dan hanya bisa menyukaimu diam – diam”

“Maafkan aku hiks aku tidak tahu” ucap Suzy yang mengeluarkan airmatanya, dengan segera Myungsoo mendekapnya.

“Ne aku sudah memaafkanmu. Sekarang hentikan tangismu kita pulang”

“Gosip tentang kau dan Minkyung itu apa benar, aku takut merusak hubungan kalian”

“Itu tidak benar, tenanglah hehehehehe”

“Baguslah. Karena aku tidak akan membiarkanmu diambil mereka”

“Ne”

 

—————End——————-

4 thoughts on “[FF MYUNGZY] REASON

  1. Yaaakkk minho kodok dan si jiyeon nappeun banget sih? Kenapa tadi gak ngasi hukuman aja dulu sama mereka thor? Enak aja mereka nyakitin suzy.
    Untunglah ada myungsoo yg selalu setia nemenin suzy dan menerima suzy apa adanya.🙂
    MyungZy jjang. Akhirnya mereka menikah.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s