[FF KYUHYUN] Spring Rain

Spring Rain

 

 

 

Autor          : Shina

Fb               : http://www.facebook.com/shina.kissme/

Twitter       : http://twitter.com/purpleshina

Blog             : www.sunflowersku.wordpress.com

 

Cast : Cho Kyuhyun

          Song Miura

          Cho    Akiko

Genre : family, angst

 

Hay autor bawa ff requesan dari Mimi unni alias Song Miura yang pingin dibuatkan oleh autor #PD, semoga ini yang reques suka dengan karyaku yang Cuma segini aja buatnya. Mian un gak bisa buat panjang – panjang takut ide hilang. Terinspirasinya ini ff dari lagu u-kiss yang judulnya spring rain tapi gak tau nieh sesuai apa gak, harapan semoga pada terhibur dan suka J

 

 

 

Hujan yang ada musim semi adalah dimana awal aku menemukannya. Miura, aku menemukan keindahan dalam mata beningmu ungkap hati Kyuhyun ketika memandangi foto wajah cantik Miura yang ada dinakas sebelah tempat tidurnya. Cinta yang tidak direstu membuatnya begitu jauh dengan sosok yang dicintainya. Semua berawal dari keguguran pertama yang dialami Miura yang membuat keduanya memutuskan bercerai sesuai saran yang diajukan nyonya cho.

 

 

#Flashback

Kyuhyun dan Miura adalah pasangan pengantin yang sedang dilanda kebahagiaan karena kini ada sosok yang tumbuh dirahim Miura. Keduanya dan bahkan keluarga besar Kyuhyun senang mendengar ini, nyonya Cho yang dulu sempat menolak kehadiran Miura kini mulai menerima kehadiran menantunya.

“Kyu kau ingin anak kita laki – laki apa perempuan?” tanya Miura yang duduk berselonjor dikarpet.

“Laki – laki agar kelak dia bisa jenius dan tampan sepertiku” jawab Kyuhyun yang tengkurap disamping istrinya.

“Yak kau narsis sekali masa semua harus mirip dirimu”

“Hehehehe tentu saja tidak, dia juga harus memiliki sikap lembutmu itu”

“Aku harus menyiapkan makan malam Kyu, nanti Ahra unni katanya mau makan malam disini”

“Ne”

 

Xxxxxxxxx

 

Beberapa minggu ini Kyuhyun selalu membawa seketarisnya kerumah untuk mengerjakan proyek yang saat ini telah diberikan kepercayaannya. Miura perhatikan ada cinta dimata nona Kim saat mereka mengerjakan proyek, Miura yang sedang hamil mudapun menjadi sensitif sendiri melihat kedekatan keduanya.

Sejak mereka sering bersama Kyuhyun juga mengajak mereka makan malam hasil masakan Miura yang membuat Miura kadang dijadikan pembantu saja.

 

Hari ini mereka sudah tidak mengerjakan proyeknya lagi dan Miura hanya mendesah pelan saat membersihkan setiap sudut rumah mereka dari lantai bawah sampai lantai 2. Miura merasa dia merindukan Kyuhyun padahal tadi pagi mereka bertemu saat sarapan, Miura berharap bahwa Kyuhyun akan mengiriminya pesan singkat atau menelponnya sebentar tapi layar hp dipandanginya pun tidak menampakkan tanda – tanda akan berdering.

 

Miura uring – uringan sendiri sudah jam 7 malam kenapa Kyuhyun belum juga pulang apa dia tidak tau aku merindukannya, batin Miura. Aku semakin curiga dengan Kyuhyun ketika hpnya ku hubungi tapi tidak aktif, apa dia selingkuh karena aku hamil dan badanku tidak sebagus dulu, argh batin Miura terus saja berfikir yang tidak – tidak.

Miura membanting hpnya disofa dan berjalan kearah dapur untuk mengambil air minum karena tenggorokkannya terasa kering, tapi ketika akan menaiki tangga tanpa sengaja Miura terjatuh karena didekat tangga memang licin. Miura merasa nyeri dibawah perutnya tapi ketika berdiri dan mengecek tidak ada yang basah dengan pantatnya, sehingga Miura mencoba untuk duduk agar nyeri dibawah perutnya hilang. Miura merasa lelah dan memutuskan untuk tidur disofa sambil menyalakan mp3 lagu favoritnya.

Miura merasa ada yang menggoyang – goyang bahunya sehingga dengan berat dia membuka matanya

“Miura bangun…” ucap Kyuhyun dengan wajah panik yang terlihat.

“Hem” ucapku membuka mataku.

“Apa yang terjadi?” tanya Kyuhyun yang membuat Miura bingung menjawabnya, dia merasa lemah.

“Menapa ada darah? Apa yang terjadi?”

Miura mencoba duduk meski wajahnya pucat. “Kita harus kerumah sakit” ucap Kyuhyun langsung menggendong Miura dan memasukkannya kemobil menuju rumah sakit.

“kenapa bisa begini?”

“Tadi aku terpeleset dibawah tangga”

 

 

 

 

 

-At hospital

Kyuhyun mondar mandir dengan kakaknya didepan ruang UGD, sesekali Ahra menawarkan kopi panas yang ditolaknya. Ahra tau bahwa adiknya ini cemas karena nyawa anak dan istrinya sedang dipertaruhkan. Ayah ibu kyuhyun juga berdoa agar tidak terjadi apapun.

Dokter keluar dari ruang UGD dan kyuhyun langsung menghadap padanya.

“Bagaimana dokter?”

“Maaf kami tidak bisa menolong bayinya”

“Kamsahamnida dokter”

“Ne, setelah pasien dipindahkan kalian boleh menengoknya”

 

Sudah seminggu ini Miura menatap kosong pada apapun yang dilihatnya, dia hany duduk termenung dan sesekali menangisi bayi yang belum pernah dilihatnya. Diruang bayi yang tak jauh dari kamarnya dia menangis memegang baju bayi yang telah dibuatnya sendiri, sampai ada sepasang tangan yang memeluknya erat.

“Maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga kalian”

“Hiks…. Aku ibu yang gagal tidak bisa menjaganya, dia bahkan pergi sebelum aku bisa memeluk dan menimangnya”

“Tenanglah. Dia pasti bahagia disurga, Kita harus bisa memberinya adik untuknya agar dia tidak sedih juga”

“Ne”

 

Kini Kyuhyun dan Miura memulai kehidupannya dari awal, mereka berdua melakukan kegiatan romantis seperti orang pacaran. Sering jalan – jalan dan makan malam diluar. Namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama karna nyonya Cho membawa kabar yang membuat mereka kikuk pada makan malam keluarga.

“Kyuhyun umma rasa ini sudah waktunya Miura hamil lagi” ucap nyonya Cho.

“Kami juga sedang usaha umma”

“Kalau bulan depan dia tidak menunjukkan tanda hamil maka kau harus segera menikah lagi”

“Umma kau ini apa-apaan” teriak Ahra, dia juga wanita jadi tau apa yang tengah dirasakan adik iparnya.

“Umma ingin cucu dari Kyuhyun. Miura keguguran sudah 7 bulan yang lalu harusnya dia sudah hamil lgi”

“Baiklah. Aku akan menceraikan Kyuhyun jika aku tidak hamil” tantang Miura.

“Bagus kalau kau paham”

 

 

 

Sebulan kemudian.

Miura benar – benar gugup dengan hasil yang akan diberikan dokter, dia sudah melakukan tes dan hari ini hasilnya keluar.

“Bagaimana dokter hasilnya?”

“Mianhe nyonya. Hasilnya negatif”

Jleb. Hati Miura merasa teriris ketika mengetahui hasilnya negatif. Bagaimana hidupnya jika harus bercerai dan hidup tanpa Kyuhyun.

 

Belum juga kegalauan menyelimuti hatinya dirumah dia sudah disambut oleh ibu mertuanya yang menunggu hasilnya.

“Bagaimana?”

“Mianhe ommonim hasilnya negatif”

“Sudah kuduga kau memang bukan menantu yang sempurna, dulu keguguran dan bahkan kini hampir setahun kau juga belum hamil. Aku dulu juga tidak setuju ya karena aku tau ini akhirnya” sinis nyonya Cho.

“Umma aku itu juga wanita kenapa kau begitu mempunyai mulut kasar pada Miura” ucap Ahra dengan keras nyaris seperti teriakan.

“Segera kemasi barangmu dan pergi dari sini, sebelum kau pergi kau harus tanda tangani surat ini”

“Ne”

 

 

Miura menurunkan kopernya yang ada dilemari dan memasukkan semua bajunya, Kyuhyun mematung menatapnya sendu. Kyuhyun ingin mencegah agar Miura tidak pergi, ingin sekali dia melawan kehendak ibunya tapi dia tidak mungkin menjadi anak yang durhaka karena melawan perintah wanita yang melahirkannya.

Miura berjalan keluar rumah ketika melewati Kyuhyun, Miura memeluk dan menangis dalam isakannya yang begitu terluka tapi dia ingin Kyuhyun bahagia tanpanya. Ketika sudah puas memeluk Kyuhyun dia berjalan kearah pintu keluar untuk pergi karena taksi sudah menunggu terlalu lama.

Selepas Miura pergi nyonya Cho juga pergi kepengadilan mengurus surat cerai putranya, sedangkan Ahra mengamuk pada adik semata wayangnya.

“Hey Cho Kyuhyun sejak kapan kau menjadi pengecut begini. Kau mencintainya apa tidak? Kenapa melepaskannya karena permintaan bodoh umma”

“Aku tidak mau jadi durhaka noona”

“Cih durhaka kau bilang, aku bahkan sekarang malu mengakui bahwa kau adikku Kyu. Kau itu pecundang. Jangan mengaku kau adikku kalau tidak bisa membawanya kembali”

 

#flasback end

 

 

 

 

 

Dua pasang mata menatap wajah Cho kyuhyun yang sedang memeluk foto Miura, dia adalah nyonya cho dan Ahra.

“Lihatlah umma akibat perbuatanmu. Kalau kau tidak mengusir Miura mungkin mereka sudah bahagia bersama cucumu yang kini usianya sudah 5 tahun” sindir Ahra.

“Umma tau umma salah dan umma sangat menyesal melakukan itu. Umma ingin menebus semuanya tapi umma tidak tau Miura ada dimana?”

Ya 5 tahun yang lalu setelah Miura pergi dokter itu datang dan memberitahukan bahwa hasil lab Miura tertukar dengan pasien lain, Miura dinyatakan positif hamil namun semua terlambat karena Miura telah pergi dan membuat Kyuhyun terus – terusan menangis dan mengurung dirinya.

“Besok ikutlah denganku maka kau bisa menebus semua dosamu umma, bahkan aku malu mengakuimu umma ketika kau mengusir menantu sebaik dia padahal kau juga wanita tapi kenapa iblis bisa menguasai hatimu”

“Umma tau umma bukan umma yang baik seperti mendiang ummamu tapi umma ingin melakukan yang terbaik untuk kalian”

“Cih coba kalau Kyuhyun tau kau bukan ibu kandungnya mungkin kau sudah ditendang dari hidupnya, untung aku masih berbaik hati padamu”

“Maafkan umma Ahra umma benar – benar menyesal”

“Akan kumaafkan jika kau membuat Miur kembali menjadi menantu dirumah ini dan membawa putrinya untuk jadi teman anakku”

“Pasti”

 

 

 

Keesokah harinya.

Pagi – pagi sekali Ahra dan nyonya menuju kesebuah tempat yang dimaksud Ahra, setelah menyusuri jalanan selam 2 jam Ahra menghentikan mobilnya disebuah persimpangan panti asuhan yang berdampingan dengan sebuah gereja dipinggiran kota seoul.

“Ahra kenapa kita berhenti disini. Dimana Miura?” tanya nyonya yang bingung dengan keadaan sekitarnya dimana ini dijalanan.

“Masuklah kedalam gereja itu kau akan mendapati cucu dan menantumu berdoa disana karena itu rutinitasnya setiap minggu, aku cukup pintar bukan bisa menemukannya berdasarkan rekan kerjaku dan kau bisa menjemputnya” jawab Ahra.

 

Nyona cho keluar dari mobil Ahra dan menyebrang jalan memasuki sebuah gerbang gereja, dia masuk dan melihat didepan ada seorang jamaah wanita ditemani gadis kecil sedang berdoa dengan kyusuknya pada tuhan.

Nyonya berjalan mendekat ikut berdoa melakukan pengakuan sesal dengan telah apa yang dilakukannya selama ini, dia merasa begitu berdosa memisahkan anaknya dengan menantu dan cucunya. Dia terisak sangat keras hingga sebuah tangan mengulurkan sapu tangannya.

“Nyonya pakailah sapu tangan ini” ucap Miura yang belum sadar siapa wanita disampingnya.

“Umma kenapa nenek itu menangis?” tanya Akiko yang ada disebelah ibunya.

“Kiko itu tidak sopan. Maafkan putriku nyonya jika menyinggung” ucap Miura yang membuat sibebek kecil Akiko cemberut.

Nyonya cho tambah menyesal mengetahui mennatunya berhati malaikat. Dia memiringkan wajahnya dan menatap wajah menantunya yang begitu kaget dengan kehadirnannya digereja yang sama.

“Ommonin”

“Miura”

Keduanya saling berucap secara bersamaan yang membuat Akiko sibebek kecil itu mengalihkan pandangannya dari ibunya kenyonya cho.

“Mian maksud saya nyonya cho apa yang sedang anda lakukan disini?” tanya Miura

“Sama sepertimu Miura.” Jawabnya “Apa dia cucuku?” tanya nyonya cho yang memandangi wajah bebek kecil yang begitu mirip dengan kyuhyun.

“Ne nyonya”

“Aku nenekmu” ucap nyonya cho yang langsung memeluk cucunya sambil menangis. “Maafkan nenek, nenek membuatmu jauh dari appamu nak” Akiko yang dipeluk hanya bingung dan membalas pelukan neneknya dengan tangan mungilnya.

“Anakku menyukaimu nyonya”

“Pulanglah kyuhyun membutuhkanmu. Selama 5 tahun dia hanya menangis dan berdiam diri dikamar hanya dengan Ahra dia mau bicara”

“Tapi kami sudah bercerai”

“Tidak. Aku sudah mencabutnya kau tetap menantuku”

 

 

 

-At cho home

Miura mengajak sibebek kecilnya masuk kedalam kamar Kyuhyun, Miura ingin mempertemukan bebek kecilnya dengan sang appa yang selama ini dirindukannya. Tapi ketika sampai dirumah bebek kecilnya malah tertidur pulas karena selama diperjalanan dia antusias ingin bertemu appanya.

“Letakkan saja dia dikamar anakku, disana kamarnya besar” ucap Ahra yang melihat Miura menggendok anaknya.

“Tidak, biar aku ajak dia lihat kyuhyun dulu.” Ucap Miura.

“Aku tau kau tidak sabar menemuinya. Temuilah dia pasti belum tidur biar barangmu nanti dibawa kesana”

“Ne”

 

Miura gugup. Miura masuk kekamar lamanya dengan suaminya sambil menggendong sibebek kecil, Miura meletakkan bebek kecilnya itu diranjang yang kosong sepertinya Kyuhyun belum menyadari ada Miura dan bebek kecil mereka dikamar itu. Setelah memastikan bebek kecilnya tidak bergerak Miura berjalan kesisi lain dimana Kyuhyun sedang melamun dan menatap kosong fotonya.

“Oppa…..”

Kyuhyun menatap suara yang sangat dikenalinya, dia menatap kearah sumber suara dan mendapati sosok yang dirindukannya sedang berdiri didepannya. Kyuhyun langsung berbinar dan segera memeluk sang istri yang sangat dicintainya.

“Song Miura aku merindukanmu” ucap Kyuhyun menghirup wangi shampo yang biasa dipakai istrinya.

“Nado” balas Miura.

“Dimana anakku”

“Itu. Dia tertidur disebelahmu, kau tidak menyadari sewaktu aku meletakkannya”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan segera menghampiri bebek kecilnya yang tengah tertidur sambil memanyunkan bibirnya seperti bebek.

“Siapa namanya?”

“Akiko”

“Nama yang indah.”

Kyuhyun mengecup hangat pipi dan dahi bebek kecilnya yang sangat imut itu, kiko mengeliat kecil dan membuka matanya karena tidurnya terganggu. Ketika membuka mata dia mendapati ruangan yang asing dan wajah asing membuatnya merasa dia telah diculik.

“Huwe umma…………” tangis Akiko dengan kencang yang membuat Kyuhyun panik.

“Dia menangis” ucap Kyuhyun panik. Miura langsung menggendongnya.

“Cup cup sayang umma disini” ucap Miura menepuk pantat putri.

“Umma kita dimana? Aku tidak sedang diculikkan” tanya Akiko setelah tangisnya berhenti.

“Tidak sayang. Kita ditempat appa bukankah kiko bilang rindu sama appa”

‘Ne. jadi yang kiko lihat tadi appa bukan penculik”

“Aish kiko sayang ini appa ne bukan penculik” kini Kyuhyun mengulurkan tangannya ingin mengendong kiko yang duduk dalam pangkuan ibunya. Dengan gembira kiko langsung memeluk Kyuhyun yang menciumi pipinya.

“Appa ternyata wajahmu sama dengan kiko”

“Ne, joha”

“Joha appa, muach” ucap Kiko yang langsung mencium pipi kyuhyun, Miura hanya tersenyum geleng – geleng kepala.

Dari luar Ahra dan nyonya cho terharu dengan pertemuan keluarga kecil putranya. Mereka menutup pintu kamar itu kembali guna memberikan waktu untuk mereka melepas rindu.

 

 

 

 

——————————————–End——————————————–

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s