[FF COMPETITION 2014] 72 Weeks

Tittle : 72 weeks

Author : [@my_chocokiss]
Rating : General
Genre : romance , family , AU
Length : one shot

Cast :

– Kim Seok Jin BTS
– Kim taehyung BTS
– Shin Hana (OC)

Disclaimer : FF ini pure hasil imajinasi saya, terinspirasi dari BTS
outfit yang mirip pilot waktu perform di show champion^^

Note: cover and storyline is mine !! ^^
and
Happy reading……^^

___________________

Bandara international Incheon.

Jin masih duduk di ruang tunggu penumpang.Tangannya sibuk memainkan
benda kotak kecil berbentuk persegi,dia sedang menunggu seseorang.
Sebenarnya ia masih tidak yakin apakah ini adalah keputusan yang
terbaik.Tapi_Australian National Airline College _sudah menunggunya
dan Ia tidak punya pilihan demi mengejar impiannya selama ini.
Yaaah… Untuk menjadi seorang pilot.selama 72 minggu dia harus
menjalani pendidikan di Melbourne Australia.
Jin menatap jam yang melingkar di tangannya ,
“sepertinya dia akan terlambat”
Pesawat menuju Melbourne akan berangkat 20 menit lagi. Jin memasukkan
kotak kecil itu kedalam saku celananya,ia meraih ranselnya dan
bergegas pergi.

 Sementara tak lama setelah itu seorang gadis dengan rambut yang di
ikat seperti ekor kuda berlari masuk kedalam bandara,nafasnya masih
terengah-engah,ia menunduk selama beberapa detik dengan memegangi
kedua lututnya dan matanya sibuk mencari seseorang.ia menatap ke arah
papan jadwal penerbangan , Pesawat Jin baru saja lepas landas 10menit
yang lalu.

“Terlambat” ucap gadis itu lirih.

Ia mengambil ponsel dari dalam saku celananya , menggeser layar dan
mendapati sebuah pesan online masuk.

_From:Jin __”maaf ya….happy 2th anniversary dan sampai ketemu 72
minggu lagi. I love U”_

Hari ini memang tepat 2tahun anniversary hubungan mereka, kalau saja
Hana tidak terlambat, kalau saja tidak ada ujian pagi Di kampusnya,
kalau saja dia tidak kesusahan mencari taxi mungkin dia masih bisa
bertemu Jin mungkin dia masih bisa memeluknya Untuk yang
terakhir,mungkin dia masih bisa mengucapkan happy anniversary secara
langsung.

 Hana menyeka sudut matanya berusaha untuk tidak menangis,dia tidak
ingin menangisi kepergian Jin meski ia tahu 72 minggu bukan waktu yang
sebentar,banyak pasangan yang menjalin hubungan jarak jauh Tapi bisa
tetap bertahan dan dia percaya Jin akan kembali untuknya.

 Pagi itu Hana membawa nampan berisi menu sarapan paginya,dia mencari
dudukan di kantin yang ada di kampus.Hana tidak langsung menyantap
makanannya karena masih menyelesaikan essay yang harus ia kumpulkan
Hari ini.tiba-tiba saja seorang pria tak di kenal datang tanpa
permisi,tanpa bertanya duduk di sampingnya dan dengan berisik
menyantap semangkuk ramyun.laki-laki itu tidak peduli akan Hana yang
lebih dulu ada disana.
Sebenarnya kantin itu tidak terlalu ramai, masih banyak bangku kosong
yang bisa ia duduki, Tapi Hana tak habis pikir dengan orang yang di
sampingnya sekarang, sungguh dia benar-benar menyebalkan dan itu
membuatnya kehilangan fokus Untuk mengerjakan essaynya.
“Ya,bukankah masih banyak bangku yang kosong?kau makan berisik sekali
dan itu mengganggu konsentrasiku.”ucap Hana tanpa menatap ke arah
laki-laki itu.

“Lalu?apa tempat ini milikmu?apa kau yang membeli bangku ini?apa kau
pemilik kantin ini?apakah ada peraturan tertulis di larang untuk duduk
di sampingmu huh?” Laki-laki itu menghentikan aktifitas makannya dan
menghujani pertanyaan tanpa jeda kepada Hana.

“Ck~kau ini benar-benar menyebalkan” Hana segera membereskan
buku-bukunya dan beranjak pergi tapi laki-laki itu menahan
tangannya”hey kau melupakan sarapanmu?”

“ambil saja kalau kau mau” Hana tidak peduli,selera makannya sudah
hilang,ia menampik tangan pria itu kemudian pergi.

 Dua jam mata kuliah Hari ini sama sekali tidak ada yang masuk ke
dalam otaknya,Hana masih kesal dengan kejadian tadi pagi Di tambah
lagi dia masih memikirkan Hal terburuk apa yang bisa terjadi dalam
hubungan long distance, akan sangat sulit baginya untuk tetap
berkomunikasi dengan Jin setelah dia mulai aktif menjalani trainee
disana,karena menurutnya komunikasi adalah kunci dari hubungan jarak
jauh.

“Huuuuh…. “Hana menghela nafas pelan.ia menghentikan Langkahnya
kemudian duduk di undakan anak tangga yang berada di pelataran
kampus.Dan lagi sosok pria yang sudah merusak moodnya hari ini muncul
di hadapannya
“Demi tuhaaaaan kenapa aku harus melihatmu lagi?”

Laki-laki itu menyodorkan sebungkus burger kepadanya.”cepat makan,
jika tidak kau bisa pingsan,lihat wajahmu yang pucat seperti mayat
hidup itu, sepertinya sejak tadi pagi kau sama sekali tidak makan
apapun,oh ya.. satu lagi anggap saja ini pengganti makanan yang kau
berikan padaku tadi pagi “

 Sejak pagi tadi setelah meninggalkan pria ini dia memang Belum makan
apapun,
“Kaaaaaau……” Belum selesai Hana melanjutkan kalimatnya laki-laki
itu memotong Kata-katanya “Kim taehyung, namaku Kim taehyung” kemudian
ia pergi meninggalkan gadis itu.
“Aish ….apa-apaan dia?berharap sekali jika aku ingin tahu
namanya,seenaknya mengatai orang seperti mayat hidup? hhhhh…Apa
benar wajahku sepucat itu?”Hana mengusap pelan sebelah pipinya.

“Kim taehyung,namaku Kim taehyung” entah sudah berapa kali nama itu
terus berulang di pikiran Hana. Ia mengetuk-ngetuk kepalanya dengan
pulpen sambil mengamati tugas kuliah yang ada di hadapannya.

 Hari-hari yang menurutnya akan membosankan,hari-hari yang menurutnya
akan terasa sepi tanpa Jin, mungkin akan bertambah buruk dengan
kehadiran taehyung jika laki-laki itu terus berkeliaran di
kampusnya.Ia baru ingat jika dia tak pernah melihat orang itu
sebelumnya di kampus.
Siswa baru?bisa jadi, dilihat dari penampilannya laki-laki itu
terlihat lebih muda darinya.oh God, bagaimana mungkin dia harus
bertemu dengan bocah gila macam itu stiap hari?

 Hana menjatuhkan tubuhnya ke atas kasur menatap kosong langit-langit
kamarnya.baru sehari saja tanpa Jin dia Sudah merindukannya.
Jika kau percaya kekuatan cinta, orang yang kau rindukan akan
merasakan Hal yang sama, tak lama terdengar suara ponsel Hana
berdering.

“Jin…”ucap Hana antusias ketika menjawab panggilan telpon dari Jin.

“Kau Belum tidur?”jawab suara dari sebrang sana.
Hana menggelengkan kepalanya seolah jin berada di hadapannya.

“Maaf, aku tak sempat menemuimu di bandara… Mungkin sekarang aku tak
bisa sering menghubungimu, kau tau?aku ingin fokus dengan
pendidikanku,aku ingin segera menyelesaikannya agar bisa cepat
menemuimu”

“Aku mengerti”

“Satu hal yang harus kau ingat meskipun aku tak menghubungimu bukan
berarti aku melupakanmu, sudah ya! cepat tidur hari sudah larut, I
miss U” ucap Jin

“Kau juga,jaga dirimu I miss U too ,bye”

 Percakapan singkat malam itu setidaknya bisa membuat suasana hati
Hana kembali baik,dia tidak perlu khawatir lagi dengan
kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam hubungannya,setidaknya
untuk sekarang.

 Seperti biasa , aktifitas Hana setiap pagi menyantap sarapan di
kantin kampus, lagi-lagi entah kebetulan atau memang di sengaja
laki-laki itu datang dan duduk di sampingnya lagi. Hana tidak ingin
mencari masalah dengan taehyung jadi dia memilih untuk beranjak pergi.

“Jangan pergi!!” ucap taehyung .
Hana terkejut menatap heran ke arahnya,
“Bisakah kau tetap disini?maaf jika kemarin sudah membuatmu
kesal”lanjutnya.

Hana kembali duduk,masih dengan tatapan yang sama,heran,bingung dan
penasaran.Hana masih belum yakin apa yang baru saja di ucapkan anak
ini.”kenapa kau melarangku pergi?”

“Aku minta maaf karena sudah membuatmu kesal kemarin”

“Permintaan maaf di terima”

Lalu hening….untuk beberapa saat mereka kembali dengan kesibukan
masing-masing.
Hingga suara anak itu terdengar lagi “well,bisakah kita berteman
..nunna ?”
Hana tersendat jus alpukat yang dia minum, bukan karena mendengar
pertanyaan bocah itu,Tapi telinganya semacam di gelitik dengan
panggilan nunna,seumur hidupnya dia tidak ingat kapan terakhir kalinya
dia di panggil nunna.

“Nunna katamu?namaku shin Hana ,Asal kau tak membuat masalah siapapun
bisa berteman denganku”Hana terkekeh pelan
“Ada yang salah?kau seniorku di kampus ini”ucap taehyung.

 Taehyung tidak seperti yang hana pikir selama ini. Sejak mengenalnya
Hana terbiasa dengan sifat taehyung yang berisik tapi menggemaskan,
itu membuatnya teringat akan sosok orang yang ia rindukan.Jin,walaupun
dia lebih pendiam,tapi ia bisa berisik seperti taehyung di suatu
waktu.
Beberapa bulan ini mereka jarang untuk berkomunikasi,Hana juga tidak
menceritakan soal taehyung kepada Jin,bukan sengaja untuk menutupinya
hanya saja Hana tidak ingin merusak kosentrasi Jin yang sudah mulai di
sibukkan dengan tes terbang terakhirnya.

“Nunna……”
Lamunan Hana buyar ketika taehyung datang dan merangkul pundaknya.

“Heeeh bisa kau jauhkan tanganmu?ada apa mencariku?bukankah harusnya
kau masih ada jam kuliah?”

“Ck~memang ada yang marah jika aku merangkulmu seperti ini?jam
kuliahku baru saja selesai,bisa bantu aku?”tanya taehyung.
“Itu tidak sopan ,kau tau aku ini seniormu!”
“Kita kan teman?kadang kau itu seperti ibuku,cerewet…!!”
taehyung menjauhkan tangannya.
“Ish..berani mengataiku cerewet bersiap saja buku tebal ini melayang
ke kepalamu”.Hana sudah bersiap melayangkan buku tebal di tangannya ke
arahnya, tapi taehyung sudah meringis meminta agar tidak di pukul.
“Jadi apa yang bisa ku bantu?”lanjut Hana.

“Bantu aku memperbaiki nilai untuk semester tahun ini, kau taukan aku
tak sepintar dirimu dalam mencerna materi,banyak Hal yg tak ku
mengerti”.

 Kali ini Hana harus memutar otak bagaimana mengajarkan smua materi
ini agar bisa dengan mudah di pahami oleh taehyung. Jika sedang
belajar di perpustakaan dia selalu saja tertidur karena mendengar
music yang di putar disana.belum lagi jika di cafe matanya tidak
pernah bisa diam melirik para gadis-gadis.Hana hampir frustasi untuk
menarik perhatian taehyung agar fokus pada materi yang harus ia
pelajari.Tak ada cara lain,
Hana memutuskan untuk mengajarinya di apartemen taehyung karna
menurutnya dia akan lebih nyaman belajar jika di rumahnya sendiri.

“Haaaaaaaah aku menyerah,mata kuliah macam apa ini?kenapa membuat soal
sesulit ini” taehyung mengacak-ngacak rambutnya frustasi.
Hana hanya bisa memijat dahinya “kau tau untuk jadi orang pintar dan
mendapat pekerjaan yang layak itu tidak instant,kau harus kerja keras
untuk itu, dan disinilah kau memulainya”Hana mengetuk-ngetuk buku yang
ada dihadapannya dan hanya di jawab gelengan dari kepala taehyung.

“Aku rasa sampai disini dulu,aku harus pulang. Ingat, kau harus
mengulang smua bab yang sudah ku ajarkan padamu”Hana menjunjuk kening
taehyung sebelum pergi.
“Aku tahu,sekarang biarkan aku mengantarmu okay?”ucap taehyung.

 Ini untuk pertama kalinya Hana di antar oleh taehyung, sebelumnya
mereka lebih sering bertemu di kampus, mereka jarang menghabiskan
waktu di luar bersama,bahkan untuk datang ke apartemennya hana hanya
di beri alamat oleh taehyung.

 Hana merasakan sesuatu saat di antar taehyung menggunakan motor
sportsnya,punggung taehyung terasa sama seperti punggung Jin, ia
teringat ketika pertama Kali Jin mengajaknya pergi menggunakan motor
sports seperti ini.Hana merekatkan pelukannya ketika taehyung menambah
kecepatan laju motornya.merasakan hal itu taehyung sempat menoleh
sesaat ke arah Hana.

“Terima kasih ya,sudah mengantarku”ucap Hana

Cup~
“Sampai jumpa nunna” setelah mengecup pipi Hana,taehyung memakai
kembali helmetnya dan berlalu pergi.
Hanya seperkian detik ,
dan itu membuat Hana diam mematung disana memegangi sebelah
pipinya.dia tidak menyangka apa yang baru saja di lakukan bocah itu.
namun ketika hendak berbalik masuk ke dalam rumah Hana sempat menoleh
ke arah yang bersebrangan, antara senang dan juga terkejut dia melihat
Jin yang sudah ingin beranjak pergi,seketika Hana berlari mengejarnya
dan memeluk Jin dari belakang menahan pria itu tetap disana.

“Jin kau sudah pulang” ucap Hana dengan suara parau karena menahan
isak tangisnya.
“Sepertinya kau tidak mengharapkan kepulanganku”kata Jin
datar.Sebenarnya Jin ingin sekali berbalik mentapnya,ia ingin sekali
menarik Hana dalam dekapannya,mengusap air mata gadis itu.Tapi
pemandangan yang baru saja dia lihat membuat hatinya terasa ngilu yang
teramat sangat.seolah keputusannya untuk pulang dan memberinya kejutan
hanyalah kesia-siaan belaka.tangannya mengepal kuat menahan emosi yang
sudah menumpuk dan membuat dadanya sesak.

“Jin kau salah aku bisa jelaskan”

“Kau benar,aku memang sudah salah menilaimu,dan yang baru saja kulihat
sudah menjelaskan smuanya”Jin melepas tangan Hana yang melingkar di
pinggangnya,lalu pergi.
Jin tidak bisa tetap disana , dia tidak bisa melihat gadis itu
menangisinya tapi di sisi lain Jin juga kecewa.Pikirannya mulai kalut
secepat itukah Hana melupakannya?atau harusnya dia mendengarkan
penjelasannya, siapa laki-laki itu. selama ini Hana tak pernah
menyembunyikan apapun bahkan dengan siapa dia berteman Hana pasti akan
menceritakannya.
Dia merasa dirinya benar-benar bodoh.Tidak , ini belum terlambat ia
harus menemui Hana.jin ingin mendengar apa yang ingin Hana jelaskan
padanya.

 Jam kuliah Hana selalu selesai lebih awal,Dan dia lebih sering
menghabiskan waktu duduk di pelataran kampus jika sedang menunggu
taehyung atau sekedar membaca novel favoritnya karna jam kuliah mereka
yang tidak sama.Hana masih memikirkan Kejadian malam itu.Ia tidak
menyangka jin akan pulang secepat itu dan tanpa memberitahunya.Ia baru
ingat ketika membuka memo yang ada di ponselnya memang sudah lebih
dari 72minggu dan Hana melupakan hal itu.
Air matanya kembali jatuh, dia menyesal harusnya sejak awal dia
menceritakan soal taehyung,mungkin smua tidak akan seperti ini,
mungkin smua akan baik-baik saja dan Jin tidak akan meninggalkannya.

“Nunna..!!!”seru taehyung

Hana segera menyeka sudut matanya,ia menoleh ke arah sumber suara dan
mendapati taehyung sudah duduk di sampingnya.
“Kau menangis?” Taehyung menunjuk ke arah mata hana yang memang
terlihat bengkak,
Hana hanya menggeleng dan memalingkan wajahnya ke arah lain,taehyung
juga bukan type orang yang mudah percaya begitu saja, dia terus
mendesak Hana agar mau menceritakan apa yang membuatnya menangis.
“Jangan bohong kau tak mungkin menangis tanpa alasan, apa ini soal
semalam?nunna…aku minta maaf”

 Hana hanya menundukkan wajahnya.bibirnya gemetar Dan tenggorokannya
serasa di cekat hingga ia kesulitan untuk menjawab pertanyaan
taehyung.
“Nunna kau tau ,itu kulakukan karna aku menyukaimu”
Hana terhenyak ,ia menatap dalam ke arah manik mata taehyung, hanya
diam,tapi tatapan matanya masih mengamati,memastikan jika ia tidak
salah mendengar ucapan taehyung.
“Yaaaa~ nunna…!!kenapa kau hanya diam?”taehyung menggenggam tangan
Hana,sedetik kemudian Hana menarik tangannya, dan beranjak pergi,tapi
taehyung menahannya dengan kata-kata yang membuatnya ingin tuli saat
itu juga.
“Apa karna Kim seok jin ?”
Apa maksudnya, kenapa dia bisa tahu mengenai Jin?siapa bocah
ini?begitu banyak pertanyaan dan rasa ingin tahu yang sudah menumpuk
di Pikirannya.kepalanya terasa berputar.”siapa kau?”kalimat yang
pertama kali terlontar setelah dia hanya diam sedari tadi.

“Jika benar Kim seok jin itu adalah orang yang sekarang sedang
melanjutkan sekolah penerbangan di Aussie , dia adalah kakakku,aku
mendengar dari beberapa anak di kampus jika kau sedang menjalin
hubungan dengan orang bernama Jin,tapi nunna aku sungguh-sungguh
menyukaimu”

 Demi tuhan apalagi sekarang,taehyung adalah adik dari kekasihnya
sendiri.sulit di percaya 3tahun Hana mengenal Jin yang dia tahu hanya
selama ini jin tinggal dengan ibunya setelah ayahnya meninggal 17tahun
lalu,Jin juga tidak bercerita banyak tentang keluarganya,bagaimana
mungkin Kim taehyung?
“jangan bercanda mana mungkin Jin mempunyai adik?dia hanya tinggal
dengan ibunya setelah ayahnya meninggal 17tahun lalu”ucap Hana
menyangkal.

“Kau benar, 17tahun lalu setelah ayah meninggal,paman adik dari ibuku
berniat mengadopsi salah satu dari kami karna istrinya tidak bisa
memberinya keturunan, paman ingin sekali memiliki anak laki-laki,untuk
itulah awalnya paman ingin jin yang di adopsi tapi ibu menolak hingga
akhirnya mereka mengambilku, sejak itulah aku tinggal dan menetap di
America dan tahun lalu saat pertama kita bertemu itu kali pertama aku
kembali ke Korea”ujar taehyung menjelaskan.

 Tubuh Hana seketika terasa lemas,sulit baginya untuk mempercayai
semua ini,dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Dia lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan taehyung, Hana berlari
dengan menundukkan wajahnya agar orang tidak melihat jika dia
menangis.dia tidak peduli dengan suara taehyung yang meneriakinya.

Langkahnya terhenti ketika menabrak tubuh seseorang,hana mendongak dan
mendapati orang yang di tabraknya adalah Jin.
Taehyung menyusul Hana yang terlihat bersama seseorang . Ketika sudah
cukup dekat,ini untuk pertama kalinya jin bertemu dengan
taehyung.Tanpa pikir panjang jin menghantamkan satu pukulan ke arah
taehyung Hingga membuatnya tersungkur.

“Jin,apa yang kau lakukan?memukul adikmu sendiri?kau tidak
apa-apa?”Hana membantu taehyung berdiri.”menurutmu dengan luka
berdarah di bibirku seperti ini masih bisa di bilang jika aku tidak
apa-apa huh?”

“Adik katamu?”jin memincingkan matanya mengingat wajah pria yang di
sebelah Hana sekarang,dia tidak mengenali sosok adiknya.ia
menggelengkan kepalanya karna tidak menemukan apapun dari diri
taehyung yang mengingatkannya jika dia adalah adiknya.

“Kita bahas ini nanti saja,aku harus membawa taehyung ke ruang
medis”ucap Hana.

“Bagaimana aku bisa mengenali adikku sendiri jika penampilannya
sekarang macam ini?lihat warna rambutnya yang mirip kulit buah jeruk
itu,seperti inikah gaya orang America?” ucap Jin meledek.
“Selera fashionmu benar-benar payah hyung,kalau pria yang bersama
nunna bukan kau aku tak akan pernah melepaskannya” taehyung menatap
intents ke arah Hana yang sedang mengobatinya.
“Sudah diam atau kau ingin pria di belakangku ini membuat wajahmu
hingga tidak berbentuk lagi huh,skalipun aku tak bersama Jin aku tak
akan menyukai bocah sepertimu?”hana menimpali dengan cepat sambil
bergidik ke arah Jin yang saat itu sedang berdiri menyandar tembok.

Lalu tertawa setelah semua air mata dan pengakuan taehyung yang
membuat Hana sakit kepala,mereka bisa tertawa lepas.Hana menjelaskan
soal pria yang tempo hari itu adalah taehyung.Dan mereka sama sekali
tak memiliki hubungan apapun,meski taehyung sudah mengatakan jika dia
menyukai hana tapi dia tidak menuntut.walau sedikit kecewa,taehyung
tidak ingin merusak hubungan jin dan Hana yang jelas Hana sudah tau
perasaannya itu sudah cukup.Di tolak seorang gadis bukan berarti dunia
sudah kiamat.

 Jin mengajak Hana Dan taehyung untuk singgah Di apartemennya, sejak
kepulangannya dari Aussie,jin memilih tinggal terpisah dari ibunya.
“Bagaimana kabarmu?sudah berapa lama kau di Korea?apa kau sudah
bertemu dengan eomma?” Jin menyandarkan kedua tangannya di balkon
apartemen menatap lepas pemandangan kota Seoul malam itu.
“Kurang lebih mungkin skitar 1 setengah tahun ,aku beberapa Kali
mengunjungi eomma,Kau beruntung hyung bisa mendapatkan nunna, tolong
jaga dia,kau tau… aku menyukainya , tapi dia sudah lebih dulu
bersamamu”

“Apa yang membuatmu menyukainya ?bukankah usianya lebih tua
darimu?”Jin tertarik untuk mencari tahu alasan taehyung menyukai Hana,
di lihat dari karakter taehyung Hana tidak masuk dalam kriterianya.

Taehyung mengangkat kedua bahunya. “Mungkin karna itu, karna dia lebih
dewasa jadi aku bisa mendapat perhatian lebih,berkencan dengan gadis
yang lebih tua usianya itu pasti sangat menarik sepertinya” di sambut
tawa keduanya.
Hana hanya memperhatikan mereka dari dalam , ia tidak ingin mengganggu
mereka. 17tahun tidak bertemu pasti mereka saling merindukan satu sama
lain.kedua _sibling _ itu masih terus mengobrol hingga larut malam.
“Menginaplah disini”pinta Jin
“Haruskah aku mengganggu acara kalian?”taehyung bergidik kearah hana
yang sudah terlelap di sofa.
“Apa kau pikir aku sudah gila?dia akan kupindahkan ke kamarku
Sementara kita tidur di ruang tengah”ucap jin seraya menjitak kepala
taehyung pelan.

 Pagi-pagi sekali Hana bangun lebih awal ,ia berjalan keluar ruangan
dan mendapati 2 orang itu masih meringkuk di lantai ruang tengah. Saat
hendak berjalan ke arah dapur Hana melihat sesuatu yang terselip di
lantai bawah pintu masuk.sebuah amplop berwarna coklat tanpa identitas
pengirim. Hana yang penarasan bermaksud untuk mengintip isi amplop itu
ketika ia melihat beberapa lembar foto ia mengambil smua foto-foto
itu. Ekspresi Hana seketika berubah kecewa,marah dan benci dengan yang
dilihatnya ,lalu membuang foto-foto itu sembarangan tidak peduli tanpa
alas kaki ia membanting pintu dan berlari keluar apartemen
Jin.taehyung yang mendengar suara dentuman pintu segera bangun tapi
tidak dengan jin dia masih terlihat lelah hingga tak mendengar suara
itu.
Melihat hana tak lagi di apartemen taehyung membangunkan Jin, dan ia
menemukan benda berserakan di dekat pintu masuk, “Gracie?? tidak
mungkin?”taehyung menggeleng tidak percaya, dengan cepat ia melangkah
menemui jin yang masih dalam posisi setengah sadar karna efek
kantuknya.1x,2x,3 kali pukulan sukses mendarat di wajah Jin “brengksek
kau hyung!!” Taehyung melempar smua foto-foto itu ke arah jin
“bagaimana bisa kau bersama Gracie??” Lanjutnya.

“Gracie?kau kenal gadis ini?”Tanya Jin tak kalah terkejut.

 Gracie hwang lebih tepatnya gadis keturunan Korean-Aussie begitupun
ayah Gracie. taehyung menjelaskan jika Gracie adalah seniornya ketika
SMA di America.orang tuanya bercerai ketika Gracie berusia 15tahun,
selama itu dia memilih menetap tinggal di America bersama ibunya
Sementara ayahnya berada di Australia.Dan setelah lulus dari SMA
Gracie ikut bersama ayahnya ,orang tuanya membebaskan dia untuk
memilih tinggal dengan ayah/ ibunya . Taehyung kenal dengan
Gracie,bahkan ia kenal dengan keluarganya,ibu taehyung yang sekarang
adalah teman dekat ibu Gracie, mereka juga sempat mejalin hubungan
selama 2 bulan.Hanya 2bulan karna taehyung tau Gracie hanya
menganggapnya sebagai boneka yang hanya di mainkan ketika ingin dan di
buang setelah bosan.

Jin menjambak rambutnya frustasi,rasa bersalah yang teramat besar kini
menggerogoti batinnya.pria macam apa dia, Jin yang sudah menuduh Hana
tapi dia sendirilah yang sudah melakukannya.Lima bulan terakhir ini
Jin memang sudah berpisah dengan Gracie,awalnya dia tertarik mendekati
Gracie karna iming-iming jabatan yang akan dia dapat jika berhasil
bersanding dengan Gracie.Ayahnya adalah salah satu pemilik maskapai
penerbangan di Australia dan Gracie satu- satunya anak mereka, kelak
orang yang jadi pendampingnyalah yang akan melanjutkan perusahaan
itu,dan Jin tergiur. Tapi belakangan Jin sadar sosok Hana benar-benar
mengunci Pikiran dan hatinya,ia tidak bisa berpaling dari Hana.Ia
memutuskan untuk berpisah dengan Gracie.Jin dan taehyung sudah tidak
ingin membahas kenapa Gracie mengirimkan foto-foto itu yang jelas
sekarang mereka sudah berpisah,yang mereka pikirkan sekarang adalah
Hana.

“Kau tau hyung,seseorang pernah berkata padaku, untuk menjadi orang
pintar dan mendapat pekerjaan yang layak itu tidak instant,kau harus
kerja keras untuk itu,dan kau ,kau memiliki bakat dari mendiang ayah
yang juga seorang pilot semasa hidupnya,kau tidak perlu menjadi
pewaris perusahaan orang lain, banggalah karna kau bisa sukses dengan
usahamu”ujar taehyung yang terdengar menggurui.
Taehyung benar,kata-katanya yang dia ucapkan itu benar.Jin harus
memulainya dari awal,toh dia sudah lulus dengan predikat terbaik,pasti
banyak perusahaan maskapai penerbangan yang mau memperkerjakannya.
“Kita harus mencari hana”Jin sudah bersiap untuk pergi tapi taehyung
menahannya. “Kau tak perlu mencarinya, nunna bukan orang bodoh yang
akan loncat dari Namsan tower,atau menceburkan diri ke sungai Han
hanya karna hal ini ,dia akan baik-baik saja, dia hanya butuh waktu
untuk sendiri, temui dia jika keadaannya sudah membaik hyung”

“Bisa kita bicara”Jin sengaja mendatangi Hana yang saat itu baru
selesai dengan kuliahnya.
Hana mengangguk dan Jin mengajaknya berjalan kaki.
“Aku minta maaf”Jin memulai pembicaraan setelah mereka saling berjalan
dalam diam.
Hana tak merespon apapun,matanya tertunduk menatap trotoar jalanan
yang mereka lewati.
“Bisakah kita perbaiki semuanya??aku tau aku salah,sebuah obsesi
membutakan pikiranku . Aku dan gadis itu sudah tidak memiliki hubungan
apapun sekarang,maaf juga karna sempat menuduhmu,mungkin sekarang kau
benar-benar membenciku,aku memang pantas kau benci,tapi bisakah aku
mendapat kesempatan kedua,bisakah kau tetap bersamaku?”jin
menghentikan Langkahnya meraih jari-jari tangan Hana.
Tapi ketika jin menatapnya, wajah gadis itu sudah penuh dengan peluh
air mata,entah sejak kapan Hana menangis Jin tidak menyadarinya. kedua
ibu jari Jin menyapu sisa air mata di permukaan wajah Hana,lalu
menarik Hana dalam dekapannya.
“Bagaimana bisa aku membencimu Jin?jika cinta meluluhkan segalanya,aku
tak bisa membencimu,sama skali tidak”ucap Hana terbata Jin melepas
pelukannya “terima kasih”.

Jin membawa Hana ke tempat pertama Kali mereka berkencan. Langkah
mereka terhenti ketika sampai di sebuah lapak penjual_bbopki _(Korean
sugar candy) mereka ingat ketika kencan pertama mereka jin
membelikannya _bbopki_ ini ,dengan hati-hati mereka memakan
_bbopki_nya agar bentuk hati yang berada di tengah tidak hancur karna
tekstur gula-gula ini yang tipis dan rapuh.
Dan kali mereka melakukannya lagi.sepanjang perjalanan mereka tertawa
mengingat masa-masa tahun pertama mereka menjalin hubungan.

 Jin sekarang sudah bekerja di salah satu perusahaan maskapai
penerbangan di Seoul.Sementara taehyung akan tetap di korea Hingga
semester akhir kuliahnya. Taehyung juga tidak tau apakah setelah ini
dia akan kembali ke America atau tidak apapun yang menjadi keputusan
untuk masa depannya orang tua taehyung tetap mendukungnya.

“Selamat datang di penerbangan exclusive kami dengan captain Jin
sebagai pilotnya”ucap Hana ala seorang pramugari.

“Kau kira aku bocah umur 5tahun yang akan senang menaiki Pesawat maian
ini”kata taehyung Meledek.
“Yang penting kan naik Pesawat”timpal Jin.

Dan mereka tertawa ,menghabiskan akhir pekan dengan mengunjungi Lotte
world dan menikmati beberapa wahana disana. Sepanjang hari itu mereka
membebaskan diri setelah lelah dengan aktifitas yang menguras pikiran
mereka.

“Sebenarnya aku ingin memberikan ini sebelum kepergianku ke Melbourne
waktu itu,aku harap kelak bisa menggantinya dengan sebuah berlian,tapi
kau harus menunggu sedikit lebih lama untuk itu.”Jin menyerahkan
sebuah kotak kecil kepada hana, sebuah cincin perak ketika Hana
membuka kotak itu.”tidak masalah meski harus menunggu
72minggu,144minggu, 1 tahun, 2 tahun atau bahkan 5 tahun lagi aku akan
menunggu”

“Ahem… Bisakah kalian menunda sesi romantis itu?ayolah aku bukan
patung yang harus menunggui kalian bercinta bisa kita memesan makanan?
perutku sudah lapar!!”protes taehyung.
Jin dan Hana hanya terkekeh pelan.

-END-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s