FF//LIES//Chapter 2

####################

LIES ###################

 

 

 

“O..oooppaaa.. K..K..K…Kevin Oppa!!! Jangan

bilang kalau kau adalah…”.

 

“Aku menyukai 

laki-laki”. Kevin memotong kalimat Eunji. Mata Eunji kembali membulat

tidak percaya. Gadis itu menggeleng cepat menutup kedua telinganya sambil

menunduk.

 

“TIDAK MUNGKIN !! Kau tidak mungkin seorang

gay, aku tidak mungkin mencintai seorang gay !! Kevin Woo Bukan seorang guy!!!!

Oppaaaaa!! Katakan ! aku mohon untuk kali ini,, katakan kalau kau sedang

berbohong !!”. Eunji mencengkeram kerah baju Kevin kuat-kuat. Entah kekuatan

darimana. namun diwaktu yang hampir bersamaan tubuhnya meluruh dan tangisnya

pun pecah. Eunji benar-benar seperti orang kesurupan. Yang histeris kemudian

meronta. Dan kini suaranya melirih. Disusul kembali dengan tangisnya yang

semakin memekik telinga. Siapapun yang mendengarnya akan merasakan juga

kesedihan Eunji saat ini. Diputuskan secara tiba-tiba dengan alasan yang sangat

tidak di inginkan bahkan oleh setiap orang.

 

Merasa tak tahan, Kevin pun ikut menekuk

lututnya didepan Eunji yang kini tengah membenamkan wajahnya diantara dua

lututnya yang ia tekuk.

 

“Harusnya kau percaya padaku, Jung Eunji!

Bukankah kau bilang sampai saat ini kau percaya padaku? Kenapa untuk hal ini

kau tak percaya padaku?”. Tanya Kevin mengerling wajah Eunji yang masih

disembunyikan. Bibir Kevin nampak bergetar saat mengatakan hal itu.

 

“Bukankah selama ini kau mencintaiku Oppa?,

kau kenapa? Kenapa kau jadi seperti ini?”. Eunji balik bertanya. Sambil

mengangkat wajahnya, Gadis itu masih terisak.

 

Kevin tersenyum ketir sambil membuang muka.

 

“Kau bahkan percaya saat aku bilang aku

mencintaimu? Kau terlalu polos Jung Eunji. Kau bahkan tidak tahu kalau selama

ini aku menjalin hubungan denganmu hanya untuk menutupi kedokku sebagai penyuka

sesama jenis”. Terang Kevin dengan nada Ketus.

 

Satu lagi ungkapan mengejutkan terdengar dari

bibir Kevin.

 

Air mata Eunji kembali menetes untuk yang

kesekian kalinya. Gadis itu tidak menyangka jika cinta yang selama 3 tahun ini

ia rajut dengan berbagai halang rintang ternyata hanyalah cinta sepihak dan

harus berakhir dengan satu pernyataan yang baginya terdengar sangat

menjijikkan.

 

“Jadi selama ini kau tidak pernah mencintaiku?

Selama ini kau hanya memanfaatkanku?”. Tanya Eunji tegas. Kali ini suaranya

sedikit normal.

 

Kevin tertawa licik.

 

“Kau benar”.

 

“Keterlaluan Kau KEVIN WOO!!!”. Teriak Eunji

kalap. Kini emosinya kembali memuncak. Gadis itu menggertakkan giginya. Namun

air matanya masih saja menetes seakan tak habis-habis pasokan air mata yang ia

miliki.

 

“Selama 3 tahun kita menjalin hubungan ini.

setelah semua yang aku lakukan padamu selama ini. Hanya ini balasan yang kau

beri padaku? aku sangat mencintaimu tapi apa yang kau lakukan padaku? Kau

benar-benar keterlaluan !!!!”.

 

“Hahahah.. kau pikir aku laki-laki baik? Kau

salah Nona Jung Eunji. Jangan pernah terkecoh dengan wajahku”. Lagi-lagi Kevin

tertawa licik.

 

Eunji terdiam ditempatnya sambil menatap Kevin

penuh amarah. Tak ada niat untuk membalasnya. Ia terus menatap tajam seseorang

didepannya yang kini sudah menjadi mantan kekasihnya.

 

Merasa puas Kevin menghentikan tawanya.

Kemudian menatap arlojinya kembali.

 

“Haaaahhh… ku rasa aku sudah membuang

waktuku terlalu lama disini. Urusanku sudah selesai”. Sebelum melanjutkan

kalimatnya, laki-laki itu menatap sinis kearah Eunji.

 

“Lupakan laki-laki jahat sepertiku!! Anggap

saja kita tidak pernah mengenal!! Ahhh… satu lagi!! Kau harus ingat! Jangan

pernah menoleh kebelakang. Karena dibelakangmu ada masa lalu dimana ada aku..

aku laki-laki jahat yang pernah menyakitimu dan membohongimu!!! Selamat tinggal

Jung Eunji !!”. kevin sempat mengacak rambut Eunji seperti biasa sebelum ia

benar-benar pergi meninggalkan Eunji.

 

Langkah-langkah panjang Kevin membawanya terus

menjauh dari Eunji sampai akhirnya punggung laki-laki jangkung itu tak

terlihat.

 

Bersamaan dengan kepergian Kevin, air mata

gadis itu kembali meleleh. Entah sampai kapan akan kering.

 

“Oppaaaa!!!”. Serunya lirih. Terdengar jelas

tidak ada nada kebencian diadalamnya. Eunji tak bisa sepenuhnya membenci Kevin

begitu saja. Cintanya terlalu besar pada laki-laki itu. ia seakan terkutuk

dengan cintanya sendiri. Kalau boleh kenyataan itu dirubah, Ia tak ingin hal

itu terjadi. Tentu saja, siapa pun tidak akan mau dengan kenyataan yang

menyakitkan seperti itu.

 

 

 

 

 

######################VinJi##################

 

 

 

Sejak kejadian yang tak terduga itu. Kini

semuanya berubah. Eunji merasa hidupnya seakan kosong. Tak ada lagi senyuman,

tak ada lagi Eunji yang periang, tak ada lagi gelak tawa yang menimbulkan suara

yang begitu melengking dari bibirnya. Gadis itu seakan kehilangan arah. Kehilangan

semangat hidup, bahkan kehilangan segalanya. Jika saja bunuh diri itu tidak

dosa, mungkin Eunji sudah mengakhiri hidupnya. Entah dengan meminum racun

serangga, merentangkan kedua tangan ditengah keramaian jalan raya, atau yang

lebih mengenaskan lagi, ia bisa saja membeli tali untuk gantung diri. Namun apa

daya ia hanya manusia yang takut akan dosa. Seterpuruk apapun, gadis itu masih

mempunyai akal sehat.

 

Terdengar helaan nafas gadis itu. Terdengar

sangat berat dan seakan menghimpit rongga dadanya. Eunji belum bisa sepenuhnya

menerima kenyataan.  Putus karena

perempuan lain mungkin adalah suatu kewajaran baginya. Namun ia tak seperti

pasangan kekasih lainnya. Yang putus hanya karena perempuan lain, melainkan

karena kekasihnya bukan laki-laki normal seperti apa yang ia pikirkan selama

ini. Hal itu bahkan lebih menyakitkan dari alasan apapun baginya. Kalau boleh

ia memilih, ia akan memilih untuk tidak percaya dengan kenyataan kalau Kevin,

orang yang selama ini ia cintai adalah seorang homo seksual. Itu terdengar

lebih menjijikkan daripada melihat bangkai yang penuh dengan belatung.

 

“Oppaaaaa…. kenapa? Kenapa bisa seperti

ini????”. Lirih gadis itu mulai terisak. Ia kembali menangis tersedu seorang

diri. Ditempat rahasia. Rahasia?.

 

Tempat yang biasa Eunji kunjungi bersama

Kevin. Tempat yang jelas penuh dengan kenangan. Kenangan yang mungkin sulit

untuk dilupakan bagi seorang Jung Eunji. Lalu bagaimana dengan Kevin?.

Entahlah.

 

Merasa lebih baik, Eunji akhirnya beranjak

dari tempat duduknya dan berjalan entah kemana. Gadis itu berjalan seakan tak

tahu kemana arah langkah kakinya. Ia terus menuruti setiap langkahnya. Pikiran

dan pandangannya kosong. Bagai seorang mayat hidup yang berjalan namun tak

tentu arah dan tujuannya. Penampilannya tampak seadanya. Tubuhnya hanya

berbalut T-shirt dan celana pendek. Tanpa balutan mantel atau jaket tebal

seperti biasa. Padahal hari itu merupakan musim dingin. Rambut lurusnya terikat

seadanya dengan poni yang tampak acak-acakan. Tanpa ia sadar kini ia sudah

melewati sebuah taman kota. Langkahnya terhenti sejenak. Memejamkan kedua

matanya.

 

‘Aku tidak percaya, iyaaa.. aku tidak percaya

Kevin Oppa adalah laki-laki yang seperti itu. dia laki-laki normal!! Ayolah

Eunjii untuk kali ini saja,, abaikan kepercayaanmu terhadap Kevin, Dia berbohong!’.

Eunji mencoba meyakinkan dirinya sendiri dalam hati. Mencoba memberi semangat

dan keyakinan pada dirinya kalau semua yang terjadi itu bohong. Kedua tangannya

meremas erat ujung bajunya. Sedetik kemudian kedua matanya kembali terbuka. Ia

melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Entah inisiatif darimana, gadis

itu berjalan kearah taman kota. Suasana taman hari itu tampak sepi. Tentu saja

karena saat itu adalah jam kerja, dimana semua orang akan sibuk dengan

pekerjaannya. Baru saja ia berjalan beberapa langkah. Namun langkahnya

lagi-lagi harus terhenti saat kedua bola mata indahnya menangkap dua sosok

laki-laki yang tak terlalu jauh dari tempat ia berpijak saat itu. Matanya

semakin melebar saat salah satu dari laki-laki itu menoleh kebelakang, namun

tak melihat Eunji disana. Tentu saja, Karena Eunji lebih dulu bersembunyi

dibalik pohon yang agak besar disitu.

 

“Kevin Oppa!!!! Ooooppssss!!!!!”. Cepat-cepat

ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat kejadian mengejutkan ia lihat

dari arah Kevin dan laki-laki yang entah siapa. Terlihat sangat jelas, Kevin

tengah asyik mencium bibir laki-laki itu dengan penuh gairah. Seakan tidak

peduli jika nanti ada yang melihat aksinya. Benar-benar menjijikkan. Walaupun

Eunji hanya melihat jika Kevin dan Laki-laki itu sama-sama memiringkan

kepalanya. Namun ia sangat yakin jika mereka tengah berciuman. Gadis itu

sedikit begidik ngeri. Ia juga menelan ludahnya getir. Begitu sulit untuk

menelannya seakan tidak bisa mencapai ujung kerongkongannya. Bersamaan dengan itu,

air matanya kembali meleleh. Bibirnya bergetar seakan ingin mengucapkan sesuatu

namun tak terdengar apapun yang terlontar dari bibirnya. Cepat-cepat ia

membalikkan badannya yang masih bersembunyi dibalik pohon itu. Ia tak sanggup

melihat apa yang kini ada didepan matanya. Ia mulai terisak. Tubuh kurusnya

meluruh kebawah sampai duduk berjongkok dibawah pohon itu sambil tersedu.

Mungkin saja ia tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan Kevin sebelumnya.

Namun kejadian yang ia lihat beberapa menit yang lalu cukup untuk membuktikan

kalau kekasihnya yang selama ini ia banggakan ternyata bukan laki-laki normal. Benar.

Kevin tidak pernah berbohong padanya. Dan Eunji harus percaya dan harus bisa

menerima kenyataan memalukan itu. ingin sekali gadis itu menangis

sejadi-jadinya namun ia tak bisa. Ia sudah lelah menangis. Mungkin itulah

saatnya ia harus benar-benar merelakan orang ia cintai hidup dengan penuh

kesesatan.

 

 

 

Waktu berjalan bagai sebuah roda yang terus

berputar tanpa henti. Sejak enam bulan yang lalu Eunji mencoba mencar-cari

kesibukan untuk menghibur dirinya. Baginya dia tak mungkin terus menerus

terpuruk dengan kejadian yang menyakitkan itu. Saat ini, ia bekerja paruh waktu

disebuah kedai kopi yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Sebuah Kedai kecil yang

bernuansa modern dan cocok untuk disinggahi para pemuda pemudi sekedar

menghilangkan penat atau bersantai. Ia sangat menikmati pekerjaannya itu.

Walaupun hanya berada diposisi waiter tapi ia sangat senang. Gadis itu

melakukan pekerjaannya bukan karena ia butuh uang atau kekurangan uang jajan

dari orang tuanya. Namun seperti diawal telah dikatakan. Ia butuh hiburan. Ia

ingin menghibur diri. Yaaa … Eunji berfikir bahwa perjalanannya masih

panjang. Dan sangat disayangkan jika ia harus menyia-nyiakan dengan hal yang

mungkin tidak ada ujungnya. Atau justru malah membuatnya semakin terpuruk.

Gadis itu teringat dengan apa yang dikatakan mantan kekasihnya enam bulan yang

lalu. ‘Jangan pernah menoleh kebelakang. Karena dibelakangmu ada masa lalu.

Dimana ada aku laki-laki yang pernah menyakitimu”.

 

Benar. Laki-laki itu telah menyakitinya. Tidak

hanya itu. Bahkan laki-laki itu telah membuatnya malu dan kecewa. Namun tak

bisa dipungkiri bagi seorang Eunji bahwa dalam lubuk hatinya yang paling dalam

masih tersimpan apik nama itu. Orang itu. 

Cinta memang membutakan segalanya. Mata bahkan hati dan pikiran. Tentu

saja sisa-sisa cintanya masih berserakan dihati gadis berponi itu. Dalam

otaknya  ia begitu membenci laki-laki

bernama Kevin itu, namun dalam hatinya nama itu susah untuk dilupakan apalagi

dihapus. Eunji telah buta. Lebih tepatnya dibutakan oleh cintanya sendiri.

Begitu rumitnya Cinta.

 

“Eunji-yaaaa”.

 

“Ahh… iya? ada apa Kiseop-ahh?”. Eunji agak

berjengit kaget saat salah seorang pelayan lainnya membuyarkan lamunannya.

 

“Mau sampai kapan kau akan membersihkan meja

itu? mejanya sudah bersih Eunji-ya”. Sahut pelayan bernama Kiseop itu.  Laki-laki itu tersenyum jail. Sepertinya ia

tahu jika Eunji tengah melamun. Tentu saja.

 

“Ahh.. iya!! sudah bersih”. Jawab Eunji kikuk.

Gadis itu meninggalkan Kiseop yang masih berdiri sambil menggaruk kepalanya

yang mendadak gatal.

 

“Gadis Aneh”. Gumam Kiseop kemudian ia

melanjutkan aktifitasnya sendiri.

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00. sebelum

Eunji pulang, gadis itu terlebih dahulu mengganti seragamnya dengan pakaiannya

sendiri yang telah ia simpan diloker. Dipersimpangan ia kembali bertemu Kiseop.

 

“Heyy.. kau sudah mau pulang?”. Tanya Kiseop

menyapa.

 

“Iya, Kiseop-ahh. Aku harus pulang sekarang!”.

jawab Eunji sambil menatap jam tangan dipergelangannya.

 

“Eohh.. Baiklah! Hati-hati dijalan Eunji-ya”.

Ucap Kiseop.

 

“Eung.. kau tidak pulang?”. Eunji balik

bertanya.

 

“Aku kan pekerja fulltime, apa kau lupa?”.

Sahut Kiseop sambil tersenyum lebar.

 

“Ahh.. benar. Aku lupa. Baiklah aku pergi dulu

Kiseop-ahh. Terimakasih”. Sahut Eunji membungkukkan badannya kearah Kiseop.

 

“Ehhh.. Jung Eunji tunggu!!!”. Kiseop kembali

meneriaki Eunji. Membuat gadis itu mau tak mau harus menghentikan langkahnya

dan membalikkan badannya.

 

“Iya?”.

 

“Besok akan ada tamu dari luar negeri. Kita

harus melayaninya dengan baik”. Terang Kiseop.

 

“Tamu?”.

 

“Euung… dia adalah teman karib Soohyun-ssi.

Jadi dia adalah tamu spesial”.

 

“eohh.. baiklah. Aku akan bekerja lebih giat

lagi. Sampai jumpa”. Eunji kembali membungkukkan badannya dan tak lupa ia

melambaikan tangannya dengan riang pada Kiseop yang masih berdiri terpaku

melihat kepergian Eunji. Laki-laki itu tersenyum saat melihat Eunji tengah

berlari kecil menjauhinya. Dan lama kelamaan punggung gadis itu tak terlihat

lagi.

 

 

 

Keesokan harinya Eunji kembali bekerja di

tempat biasa ia menghabiskan waktunya. Baru saja gadis cantik itu sampai

ditempatnya bekerja. Teman bekerjanya sudah lebih dulu menyambutnya didepan

pintu kafe.

 

“Selamat Pagi Eunji-ya”. Sapanya dengan senyum

menawannya.

 

Eunji yang melihat sambutan hangat itu pun

tersenyum.

 

“Selamat pagi Kiseop-ahh”. Balas Eunji sedikit

membungkuk.

 

“Kenapa kau datang pagi-pagi sekali

Kiseop-ahh?”. Tanya Eunji sambil berjalan melewati temannya yang ternyata

adalah Kiseop. Kiseop mengikuti langkah Eunji dari belakang.

 

“Bukankah sudah ku bilang, teman bos kita akan

datang kemari. Apa kau lupa?”. Sela Kiseop mencari tempat untuk mendudukkan

dirinya. Sedangkan Eunji tak segera mengganti pakaiannya dengan pakaian

kerjanya.

 

“Ahh.. iya aku lupa. Lalu apa yang akan kita

lakukan?”. Tanya Eunji.

 

“Tentu saja melayaninya dengan baik. Jangan

sampai mengecewakan”. Terang Kiseop.

 

“Ohh.. baiklah. Aku akan bekerja dengan baik”.

Sahut Eunji semangat. Kiseop membalasnya dengan senyumnya lagi.

 

“Baiklah kalau begitu, aku ganti pakaian dulu

Kiseop-ahh”.

 

“Eung..”.

 

 

 

Selesai mengganti pakaiannya. Eunji pun

berdiri disebuah cermin besar yang ada diruang ganti kafe itu. Ia menatap

bayangan dirinya dicermin sambil tersenyum.

 

“Tetaplah tersenyum Jung Eunji. Hari-harimu

terlalu indah untuk disia-siakan. Kau bisa Jung Eunji. Azza… azza

Hwaiting!!”. Sahut Eunji menyemangati dirinya sendiri. Merasa sudah rapi gadis

itu keluar dari ruangan itu.

 

Ia berjalan kearah depan dimana biasanya

pengunjung akan datang. Namun lagi-lagi langkahnya terhenti oleh pekikan suara

Kiseop.

 

“Jung Eunji!!!!”. Teriak laki-laki itu sambil

berlari kecil kearah Eunji. Eunji mengerutkan keningnya bingung.

 

“Ada Kiseop-ahh? Kenapa terburu-buru seperti

itu?”. tanya Eunji. Kiseop tak segera menjawab. Laki-laki yang mirip Ullzang

itu tengah sibuk mengatur nafasnya.

 

“Ahh… haaahh.. ituu.. teman Bos datang!”.

Jawabnya.

 

“Haaaa?? Pagi-pagi begini?”. Tanya Eunji

heran.

 

“Aku juga tidak tahu jika teman bos itu akan

datang sepagi ini. Bos tidak menjelaskan itu padaku”. Terang Kiseop. Nafasnya

masih terdengar satu-satu.

 

“Baiklah. Ayo kita hampiri mereka. Lagipula

aku penasaran seperti apa teman bos itu. kenapa heboh sekali rasanya”. Sahut

Eunji sambil melangkah ketempat dimana bos dan temannya berada.

 

Dari kejauhan ia dapat melihat dua orang

laki-laki tengah duduk santai dimeja nomor 7. Yang satu tentu saja Eunji

mengenalnya. Karena dia adalah bosnya. Namun yang satunya lagi? Entahlah.

 

“Heii…!!!”. Teriak salah satu dari laki-laki

itu.

 

Eunji terjengit saat tiba-tiba ada yang memanggilnya.

Ia memandang kearah salah satu dari dua laki-laki itu.  Laki-laki itu melambaikan tangannya kearah

Eunji. Isyarat kalau ia memanggil Eunji untuk mendekat kearahnya.

 

“Ada apa Soohyun-ssi?”. Tanya Eunji saat sudah

berada didekat bosnya yang bernama Soohyun.

 

“Kenalkan ini adalah temanku yang baru saja

datang dari amerika. Kau harus melayaninya dengan baik disini !”. Titah Soohyun

memperkenalkan temannya yang ada disampingnya. Sedangkan orang yang ada

disampingnya tak menoleh sedikitpun kearah Eunji. Ia justru sibuk dengan i-pad

ditangannya.

 

“Baik Tuan. Ehmmm…. Maaf Tuan ingin pesan

apa?”. Tanya Eunji sesopan mungkin.

 

“Aku ingin pesan…….”. Laki-laki itu

menggantungkan kalimatnya saat menoleh kearah Eunji. I-padnya nyaris jatuh

kelantai saking terkejutnya.

 

“Kau????”.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

———– To Be Continue ———–

 

 

 

 

 

 

 

 

Hayoooooooooo…. kira-kira itu suara siapa?

Yang tahu komen ya !!! Hmmm… buat Kissmes terutama Kevinian toloooooooooooong

setolong-tolongnya(?) jangan bunuh saya, karena saya sudah membuat Oppa kalian

(Read: Kevin Woo) mencintai laki-laki. Ampuniii sayaaaa…. saya akan menebus

kesalahan saya dengan melanjutkan Fanfic ngalor ngidul ini dichapter

selanjutnya. Jangan kenama-nama(?) tunggu setelah selingan berikut ini.

Cekibrotttt!!!! #puterMV_InsideOfMe.

 

Jangan lupa RCLnya yaaaaaa!!!!!.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s