FF//LIES// Chapter 4

##################

Lies #################

 

 

 

 

 

“Hanya apaaaaa????”. Pekik Eunji tak sabaran.

Gadis cantik itu sedikit mencengkeram kerah baju Elison.

 

Elison menelan ludahnya dengan getir. Seakan

begitu sulit untuk mengucapkan kata-kata walau hanya sekata.

 

“Cepat katakan!!!!!”. Pekik Eunji lebih keras

lagi. Nampaknya gadis itu benar-benar sudah kehabisan kadar kesabaran.

 

“Dia koma”. Jawab Elison singkat.

 

Dan lagi-lagi Eunji membulatkan kedua matanya.

Sepertinya seorang Jung Eunji memang harus hidup dengan penuh kejutan-kejutan

yang tak terduga.

 

“Ahhh… aku harus kesana secepatnya.

Elison-ssi bisa kau antar aku sekarang?”. tanya Eunji tiba-tiba. Agaknya gadis

itu sudah tidak sabar ingin menemui laki-laki yang selama ini sangat ia

rindukan.

 

“Baiklah. Tapii… bagaimana dengan

pekerjaanmu?”. Elison balik bertanya mengingat saat itu Eunji masih mengenakan

pakaian kerjanya.

 

“Aku sudah tidak peduli lagi jika sekalipun Bos

Soohyun memecatku. Aku hanya butuh bertemu dengan Kevin Oppa. Tolong bawa aku

menemuinya. Aku mohon!”.  Cercah Eunji

lagi-lagi dengan nada memohon.

 

Elison menghela nafasnya dalam-dalam.

 

“Baiklah. Aku akan mengantarmu untuk

menemuinya”.

 

Tanpa pikir panjang keduanya langsung menuju

mobil Elison yang terparkir dipinggir jalan tak jauh dari tempat mereka tadi.

Secepat kilat Elison mengemudikan mobilnya membelah jalanan luas kota Seoul

yang cerah karena terik matahari mulai meninggi.

 

Tak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai

dirumah sakit dimana Kevin saat itu dirawat. Eunji berjalan dengan

langkah-langkah panjang. Tak sabar ingin segera bertemu dengan Kevinnya.

 

“Ini ruangan Kevin”. Eli berhenti tepat

didepan ruang rawat bernomor 702.

 

Eunji berdiri mensejajari Elison dan menatap

gagang pintu didepannya dengan tatapan nanar.

 

“Masuklah”. Perintah Elison membuyarkan

lamunan Eunji. Eunji menatap Elison dengan ekspresi yang sulit dideskripsikan.

 

Seakan mengerti maksud dari tatapan Eunji.

Elisonpun mengangguk mantab mencoba menyalurkan keyakinan pada Eunji.

 

Pelan-pelan Eunji memutar gagang pintu.

 

~CKLEEEKKK

 

Pintu sedikit terbuka. Bersamaan dengan itu

sepasang mata Eunji berubah sendu. Saat melihat seseorang yang ada didalam

ruangan itu.

 

“Ke…Kevin Oppaaaa!!!”. Sahutnya pelan. Suara

Eunji kembali bergetar. sangat jelas gadis itu tengah menahan tangisnya.

Tubuhnya bergetar hebat saat kakinya mulai melangkah memasuki ruangan itu.

gadis itu benar-benar tidak sanggup melihat keadaan laki-laki yang ia cintai dengan

keadaan tubuhnya dipenuhi oleh lilitan kabel-kabel medis yang mampu membuat

Kevin bertahan hingga saat ini. Pelahan Eunji mendekat kearah Kevin yang masih

memejamkan kedua matanya. Mulutnya terjejali oleh selang oksigen. Kantung

matanya begitu hitam dan semakin dalam. Begitu jelas terlihat. Wajahnya yang

memang pucat semakin pucat. Suasana diruangan itu hening. sangat hening. Hanya

bunyi alat pendeteksi jantung yang setia meramaikan ruangan itu. bunyinya

begitu memiriskan telinga bagi siapapun yang mendengarnya. Bunyi ~Tit..~ yang

berulang-ulang setiap sekonnya. Bisa saja berubah menjadi satu bunyi

~tiiiiiiiiiiiiiiiiiittt.. yang panjang. Yang artinya tanda-tanda kehidupan

dalam diri seseorang yang menggunakan alat itu sudah tidak ada lagi. Tentu bisa

terjadi kapan saja. Miris.

 

Eunji mencoba mendekat kearah dimana saat ini

Kevin terbaring. Keadaannya benar-benar memprihatinkan. Badannya yang semakin

kurus membuat Eunji semakin tak bisa menahan air matanya. Gadis itu menutup

mulutnya dengan sebelah tangan.

 

“O…Oppaaa!! bagaimana ini bisa terjadi?

Kenapa kau begitu bodoh? Kenapa kau harus berbohong padaku? Huhhh???”. Makinya

pada Kevin yang masih terpejam.

 

Tangannya mencoba meraih tangan Kevin yang

pucat dan dingin. Gadis itu menggenggam tangan yang kini tertancap jarum infus

diatasnya. Ia mencoba menggosok-gosok telapak tangan Kevin dengan sayang.

Mencoba menyalurkan kehangatan untuk Kevin. Berharap laki-laki itu bisa sadar

dari tidur panjangnya.

 

“Oppa… Kevin Oppa !!! bangunlah.. !! aku

mohon!! Aku datang tidak untuk memarahimu Oppa.. tapi untuk menemuimu karena

aku sangat mencintaimu. Ayolahh bangun !!! Oppa banguuuuunnn!!!”. Eunji terus

memohon agar Kevin bisa mendengar suaranya.

 

“Aku sangat merindukanmu Oppa.. apa kau tidak

merindukanku? Huhhh.. kalau kau tidak bangun.. aku akan memarahimu. Sungguhhh

!!! Oppaaaaa!!!!”. Tangis Eunji semakin menjadi-jadi. Sepasang matanya

membengkak karena terus menangis.

 

Elison yang sudah tidak tahan melihat Eunji,

mensoba untuk menenangkan gadis itu.

 

“Eunji-ssi… tenanglah !!”. Elison mengusap

punggung Eunji yang tergetar hebat.

 

“Bagaimana aku bisa tenang jika Keadaan Kevin

Oppa seperti ini? harusnya aku tahu sejak awal. Aku menyesal karena aku tidak

ada disisinya saat ia menghadapi masa-masa sulitnya seperti ini. Aku bodoh

Elison-ssi !! Aku gadis yang bodoh!!! Hikz…!!”. Elison tak bisa berkata-kata

apa lagi saat Eunji mulai berceloteh. Laki-laki itu hanya bisa menghela nafas

beratnya.

 

“Kau benar.. aku terlalu mempercayainya. Saat

ia membohongiku pun aku mempercayainya. Harusnya saat itu aku mengikuti kata

hatiku. Kata hatiku yang selalu berkata semua yang dikatakan Kevin Oppa itu

tidak benar…. Andai saja aku tidak mempercayainya sekali saja. Mungkin aku

tidak akan semenyesal ini”. Sela Eunji disela-sela tangisnya.

 

 

 

Berhari-hari Eunji masih saja setia menemani

Kevin. Walau laki-laki itu masih setia dengan alam bawah sadarnya. Namun Eunji

tidak bosan-bosannya mengajak Kevin berbicara. Seskali dia juga suka membacakan

berbagai jenis komik kesukaan Kevin. Walau terkesan bermonolog tapi Eunji

percaya Kevin dapat mendengar suaranya. Hari itu Eunji datang lebih awal dari

sebelumnya. Gadis itu membawa sebuket mawar merah ditangannya. Dari balik pintu

dia tersenyum sambil terus menyeret langkahnya mendekati ranjang Kevin. Gadis

itu tersenyum manis seakan Kevin 

melihatnya.

 

“Oppa… aku datang !!!”. Sahutnya sambil

meletakkan sebuket mawar merah di atas nakas samping ranjang Kevin. Sebelum

pandangannya teralih ke arah wajah Kevin, Gadis itu menangkap sebuket bunga

mawar merah yang tertancap di vas bunga mulai layu. Ia tersenyum kecut.

 

“Oppa Mawarnya sudah layu, untung saja aku

bawa yang baru”. Gadis itu kembali bermonolog. Kemudian mengambil sebuket mawar

yang masih segar sebagai pengganti yang layu tadi. Sesaat kemudia ia mencium

mawar itu. Harum. Gadis itu sangat menyukai mawar merah.

 

“Oppaaa… kau ingat tidak? Dulu.. kau sangat

suka memberiku mawar merah. Bahkan kau memberiku bunga mawar merah yang masih

hidup”. Sahutnya tanpa memandang kearah Kevin. Dan sedetik kemudian gadis itu

menatap Kevin nanar.

 

“Kau tahu? Aku merawatnya dengan sepenuh

hatiku. Bunga mawar itu tumbuh dengan sehat…..”. Eunji menghela nafas

dalam-dalam sebelum melanjutkan monolognya yang entah ada ujungnya atau tidak.

 

“Oppaa.. Kevin Oppa !!! cepatlah bangun !!!

ayo kita rawat bunga mawar itu bersama-sama. Kau bahkan belum tahu kan kalau

bunga mawar itu masih hidup?? Kalau kau tidak cepat bangun…. aku

takutttt….. aku takut kau tidak bisa melihatnya nanti”. Monolog Eunji harus

berakhir dengan desahan nafas yang sangat panjang. Wajah gadis itu tiba-tiba

suram. Tatapan matanya cukup mengisyaratkan kalau saat ini ia benar-benar

terpukul dan sedih.

 

Tak mau membuang-buang waktu terlalu lama.

Eunji langsung menyambar handuk kecil yang ada dinakas kemudian mencelupkan

kedalam air hangat yang memang sudah tersedia disana. Gadis itu berniat menyeka

wajah Kevin sampai leher. Dibukanya satu kancing pakaian Kevin agar dia leluasa

menyeka bagian leher Kevin. Namun ia terkejut saat melihat sebuah kalung yang

Kevin pakai. Kalung itu bertuliskan Eunji. Benar. Kalung yang dipakai Kevin

adalah milik Eunji yang pernah dicuri oleh Kevin.

 

“Ini… bukankah ini kalungku yang …..”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continueeeee ———

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s