FF//LIES// Chapter 3

##################LIES ######################

 

 

 

 

 

“Aku ingin pesan…….”. Laki-laki itu

menggantungkan kalimatnya saat menoleh kearah Eunji. I-padnya nyaris jatuh

kelantai saking terkejutnya.

 

“Kau????”.

 

Sahut laki-laki itu sambil menunjuk Eunji.

 

“Maaf.. apa anda mengenal saya?”. Tanya Eunji

sedikit bingung. Dalam hati Eunji juga merasa ganjal dengan laki-laki itu.

wajahnya seperti tidak asing bagi gadis itu.

 

“Kau.. Kau Jung Eunji kan?”. Tanya laki-laki

itu lagi.

 

“Benar. Bagaimana anda bisa tahu?”. Tanya

Eunji lagi. Semakin penasaran.

 

Soohyun yang seakan menjadi orang ketiga

disitu merasa bingung. Laki-laki berwajah konyol itu menatap Eunji dan temannya

secara bergantian. Ia menatap keduanya dengan tatapan tak mengerti.

 

 “Perkenalkan

Aku Elison Kim. Aku adalah teman Kevin. Kau kenal dia bukan?”. Sahut laki-laki

bernama Elison itu. Eunji mengernyitkan kedua alisnya. Seakan sedang mengingat

sesuatu. Cukup lama dan tiba-tiba saja matanya membulat. Air mukanya kini

berubah menjadi dingin dan tak bersahabat.

 

“Kau teman Kevin??? Benarkah kau teman

Kevin?”. Desis Eunji tajam. Wajah gadis itu memerah.

 

Elison tersenyum. Ia beranjak dari duduknya.

 

“Benar. Aku adalah temannya. Ahh.. bukan hanya

teman. Tapi sahabat dari kecil saat kami masih tinggal di Amerika. Senang

berkenalan deng…….”.

 

“Singkirkan tangan kotormu itu. Tuan Elison

!!!”. Bentak Eunji mengabaikan tangan kekar Elison yang berniat menjabat

tangannya. Elison terkejut mendapat perlakuan seperti itu.  Merasa baru pertama kali bertemu dengan Eunji

tapi sudah diperlakukan seperti itu.

 

“Yaaaa!!! Jung Eunji!! Berani-beraninya kau

berkata seperti itu Jung Eunji. Dia tamuku !”. Teriak Soohyun tidak terima.

 

“Tidak apa-apa Hyung”. Bisik Elison.

 

“Kau dan Kevin sama saja !! Dasar laki-laki

tidak normal !!! aku yakin Kevin terjerumus kedalam dunia itu karena kau. Iya

pasti kau yang menghasut Kevin !!!!”. Eunji berteriak lebih lantang lagi sambil

menunjuk Elison dengan telunjuknya. Elison terperangah mendengar ucapan Eunji.

Laki-laki tampan itu tidak mengerti maksud dari ucapan Eunji.

 

“YAAAA Jung Eunji !! Apa yang kau katakan???

Kau tidak sopan pada tamu”. Soohyun kembali bersuara. Merasa tak terima

temannya diperlakukan kasar seperti itu. Eunji tidak peduli. Seakan kerasukan

setan Eunji menatap Elison tajam. Seakan ingin memakan laki-laki itu

hidup-hidup. Karena mendengar keributan Kiseop keluar. Dan laki-laki itu

terkejut dan bingung. Ia menghampiri tiga orang tersebut. Aura hitam kini

terasa diantara ketiganya.

 

“Jung Eunji ada apa?”. Tanya Kiseop menepuk

pundak Eunji yang kini sedang naik urun karena emosi.

 

“Kiseop-ahh bawa Eunji masuk!! Dia sudah

bersikap tidak sopan pada tamuku”. Perintah Soohyun pada Kiseop. Kiseop berniat

menarik lengan mungil Eunji namun Elison mencegahnya.

 

“Biarkan saja Hyung. Aku ingin menjelaskan

sesuatu padanya”. Sahut Elison.

 

“Eunji-ssi !!! aku memang tidak mengerti apa

yang kau bicarakan!! Tapi aku rasa ada hal yang lebih penting yang harus kau

tahu!!”. Sahut Elison memandang Eunji dengan tatapan yang tenang.

 

“Apa yang perlu kau jelaskan? Hubungan kau dan

Kevin? Apa kalian akan menikah dan tinggal di Amerika setelahnya?”. Pertanyaan

Eunji bertubi-tubi.

 

Elison tersenyum geli menanggapi pertanyaan

Eunji.

 

“Kau harus tahu soal ini. Jadi aku minta kau

ikut denganku. Kau hanya perlu mendengar penjelasanku. Setelah itu terserah

kau, terserah kau akan melakukan apa”. Sahut Elison lagi. Eunji semakin

bingung. Laki-laki itu benar-benar rumit. Batin Eunji.

 

“Hyung, bolehkah aku mengajaknya keluar? Hanya

sebentar Hyung!”. Tanya Elison. Soohyun hanya bisa mengangguk sebagai isyarat

kalau ia mengijinkan.

 

“Ikut aku!!”. Sahut Elison sambil menarik

tangan Eunji. Namun cepat-cepat Eunji menepis tangan Elison.

 

“Siapa kau? Berani-beraninya menarik

tanganku!! Kalau kau ingin bicara. Bicaralah disini. Aku tidak punya banyak

waktu”. Dengus Eunji ketus.

 

“Terlalu privacy jika aku menceritakannya

disini”. Sahut Elison sambil menoleh kearah Soohyun dan Kiseop.

 

Eunji membuang nafasnya dengan kesal. Suasana

menjadi hening sejenak.

 

“Baiklah”. Ucap Eunji akhirnya.

 

“Soohyun-ssi, bolehkah….”.

 

“Karena Elison adalah temanku, jadi aku

mengijinkan. Tapi…. bersikaplah yang sopan padanya!!”. Pinta Soohyun memotong

ucapan Eunji. Tanpa menjawab sepatah katapun Eunji membungkukkan badannya

kearah Soohyun. Tanpa mengganti pakaiannya terlebih dahulu  gadis itu melangkah keluar dari kafe itu.

melihat tingkah Eunji Elison tersenyum tipis.

 

“Hyung.. aku pergi dulu”. Ucapnya pada Soohyun.

 

“Eung… jika dia bersikap tidak sopan lagi

padamu! Laporkan padaku!”. sahut Soohyun galak.

 

Eli terkekeh geli mendengar ucapan sahabatnya

itu.

 

“Hahaha.. tentu saja Hyung!”. Tawa Elison

terdengar begitu renyah. Dan suara itu semakin menghilang bersamaan dengan

orangnya yang kini sudah menghilang dari pandangan Soohyun. Soohyun hanya bisa

menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.

 

 

 

~~~~~~~~~~Lies~~~~~~~~~~

 

                                                ~~~~~~~~~~~~~

Lies ~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

 

 

“Aku tidak punya banyak waktu. Jadi katakan

apa yang akan kau katakan! Dan jangan bertele-tele”. Ketus Eunji saat sampai

disebuah taman kota yang letaknya tak jauh dari tempat ia bekerja. Sebelum

menjawab Eli nampak sibuk mendudukkan dirinya disebuah kursi kayu.

 

“Aku tidak mengerti apa maksudmu kau

mengatakan aku tidak normal? Aku akan menikah dengan Kevin?”. Tanya Elison

santai.

 

Eunji menggeram dan terlihat sangat jijik saat

menatap Elison.

 

“Iya.. kau tidak normal. Kau adalah gay!! Kau

tidak ada bedanya dengan Kevin!!”. Terang Eunji masih dengan nada ketus.

 

Eli mendecak sambil tersenyum sebal.

 

“Aku laki-laki normal. Dan Kevin pun begitu.

Dia bukan gay. Dia laki-laki sejati yang mencintai seorang perempuan”. Terang

Elison dengan tenang. Dua tangannya melipat rapi didepan dadanya. Bibir Eunji

terangkat sebelah.

 

“Mana mungkin seorang gay mau mengakui

kebusukannya. Semua orang pasti akan jijik saat mengetahui kebusukan itu”.

 

“Heyy.. Girl!!! Don’t Judge me like that!!

Kevin and i not Gay!! You know???”. Elison berdiri seketika saat mendengar ucapan

Eunji. Merasa tidak terima ia dilecehkan seperti itu. Agaknya laki-laki itu

mulai terpancing emosinya.

 

“Aku tidak akan pernah menjudge orang jika aku

tidak punya bukti. Aku bahkan melihat dengan mata kepalaku sendiri. Kalian

berciuman panas ditaman ini. apa kau lupa sekitar enam bulan yang lalu? Apa

kalian tidak sadar jika aku berada dibelakang kalian? Atau kalian pura-pura

tidak sadar?”. Celoteh Eunji panjang lebar.

 

Eli terdiam seketika. Laki-laki tampan itu

kembali terduduk dikursi kayu itu. mengingat kejadian saat itu. kejadian yang

telah dibeberkan oleh Eunji. Raut wajah Elison kini berubah menjadi sendu.

Seperti ada kesedihan yang mendalam.

 

“Itulah yang akan aku jelaskan padamu,

Eunji-ssi”. Eunji mengerutkan keningnya bingung.

 

 

 

“Whatttt???? Kau memutuskan Eunji dengan

alasan kau adalah Gay? YAAAAA!!!! Kau bodoh Kevin Woo!! Aishh… bagaimana bisa

aku punya sahabat sebodoh dirimu!!”. Pekik Elison memaki Kevin.

 

“Aku tidak punya pilihan lain Eli-ya!!! Aku

tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Itu akan lebih menyakiti Eunji jika

aku mengatakan yang sejujurnya. Aku tidak bisa terus bersamanya dan aku yakin

itu akan membuatnya terluka. Aku tidak ingin membuatnya terluka lebih dalam.

Aku sangat mencintainya”. Terang Kevin lirih.

 

“Tapi.. kita masih bisa mencari cara lain

untuk itu. Apa kau tahu resikonya kalau kau beralasan Gay? Eunji akan

membencimu. Ahh… bukan hanya membencimu tapi juga akan jijik padamu!!

Haaaahhh.. aku saja geli mendengarnya”.

 

“YAAAA!!! Kau pikir aku tidak geli haaahh???

Apalagi melihatmu!!! Geli sekali”. Sahut Kevin sambil menggidikkan bahunya

ngeri.

 

“Yyaaaa…yaaaaa!!! enak saja kau bicara!! Kau

lebih menggelikan dariku. Wajahmu terlalu cantik melebihi seorang perempuan.

Heyy laki-laki itu seperti diriku ini. Keren dan macho”.

 

“Yaaaaa…”. Hampir saja Kevin akan memukul

kepala Elison, tidak sengaja ia menoleh kearah belakang dan mendapati seorang

perempuan yang ia kenal.

 

Tangan kurusnya yang tadi berada diatas kepala

Eli kini beralih bertengger ditengkuk Eli dan langsung menariknya mendekat

kewajah tampannya. Sontak Elison membulatkan kedua matanya kaget. Sempat

memberontak namun Kevin lebih cepat memberinya isyarat untuk diam.

 

“Jangan banyak bicara, Bodoh!!!”. Bisik Kevin

tepat ditelinga Elison.

 

“Hey.. aku masih menyukai perempuan-perempuan

sexy bodoh!!! Aku tidak ingin namaku tercemar karena kau”. Elison ikut

berbisik.

 

“Hanya sebentar!! Berpura-puralah kita sedang

berciuman”. Sahut Kevin lagi lebih pelan.

 

“Hanya berpura-pura tidak lebih. Huaaaaa…

ini pasti sangat menjijikkan”. Bisik Elison lagi. Laki-laki itu benar-benar

terlihat risih dengan suasana itu.

 

“Hana, dul, set, Chuuuu…..”. Dengan gesit

Kevin membungkam mulut Elison dan mulai mengecup tangannya sendiri yang tadi

digunakan untuk membungkam mulut Elison agar terlihat seperti orang yang

benar-benar seperti berciuman. Kejadian itu berlangsung beberapa menit. Kevin

melirik kearah belakang. Tidak ada. Perempuan itu sudah menghilang. Secepat

mungkin Kevin mendorong tubuh Elison hingga laki-laki melas itu harus

terjengkang dari kursinya karena Kevin terlalu kuat mendorongnya.

 

“Aoowwwwhhh.. Appoo!!”. Elison mengaduh

kesakitan saat pantatnya berbenturan dengan tanah. Kevin hanya bisa terdiam.

Kedua matanya menatap Elison yang masih meringis kesakitan namun pandangannya

kosong, menerawang entah kemana. Ada raut penyesalan dan kesedihan diwajah

tampan Kevin.

 

“Maafkan aku, Jung Eunji”. Lirihnya.

 

“YAAAAA!!!! Harusnya kau minta maaf padaku

Bodohh!!! Aku menjadi korbanmu”. Teriak Elison tak terima.

 

“Terimakasih Elison, kau sudah membantuku”.

 

 

 

Eunji masih terdiam ditempatnya berdiri.

Tubuhnya seakan tak bertenaga. Lemas seketika seperti tidak makan berhari-hari.

Mencoba mencerna ulasan cerita singkat yang baru saja diceritakan oleh Elison.

Mencoba mencerna sedikit demi sedikit. 

Bibir gadis itu terkatup rapat. Seakan tak mampu berkata-kata. Dia

salah. Apa yang ia pikirkan tentang Kevin semuanya tidak benar. Bohong. Kevin

berbohong.

 

“Dia sakit, Jung Eunji”. Sahut Elison memulai

kembali.

 

“Sakit?”. Tanya Eunji terkejut.

 

“Kanker diparu-parunya tidak bisa ditoleransi

lagi. Dia bisa pergi kapan saja Tuhan memanggilnnya”. Terang Elison.

 

Kali ini Eunji menatap Elison cepat. Matanya

membulat sempurna. Seakan bola matanya ingin mencuat keluar.

 

“Kaaa….Kanker?”.

 

Elison berdiri dari tempatnya. Mengambil

batu-batu kecil kemudian ia lemparkan kearah air mancur didepannya.

 

“Setelah kejadian itu, ia memutuskan untuk

Kembali ke Amerika. Bukan, agar ia bisa menjalin hubungan dengan sesama

laki-laki seperti yang kau tuduhkan padanya. Tapi dia kembali ke Amerika karena

ia ingin sembuh. Ia sudah mencoba segala terapy yang ada disana, berulang kali

melakukan operasi. Agar ia bisa hidup normal seperti orang-orang pada umumnya.

Dan satu hal yang terpenting. Ia ingin kembali kesisimu dalam keadaan sehat.

Kevin melakukan semua ini karena kau, Hanya karena kau Jung Eunji”. Terang

Elison panjang lebar.

 

Eunji termundur beberapa langkah. Air matanya

kini sudah tersangkut dipelupuk matanya. Baginya sangat sulit untuk

mempercayainya. Kenyataan yang terjadi ternyata lebih menyakitkan dari

kebohongan Kevin selama ini. Yang mengatakan kalau dia adalah Gay.

 

“Kevin Oppa!! Baaa… bagaimana ini bisa

terjadi..???”. Sahut Eunji dengan nada bergetar. Air matanya kini meluncur

mulus dipipinya. Tubuhnya luruh kebawah. Kini gadis itu bersimpuh ditanah taman

itu. Eunji menangis.

 

“Aku sangat bersalah padanya karena aku

memaksakan diri untuk menceritakan yang sebenarnya padamu. Kau tahu? Jika Kevin

tahu aku membongkar semuanya, aku akan dibunuh olehnya. Tapi justru aku semakin

tidak tega melihatnya yang terus menderita seperti ini. Kau tidak akan pernah

membayangkan jika ia terus saja memikirkanmu. Dia sangat merindukanmu dan dia

juga sangat menyayangimu Jung Eunji-ssi ”. Sela Elison yang tiba-tiba

berjongkok didepan Eunji.

 

“Kenapa ia harus berbohong padaku? kalau pun

ia jujur padaku, aku tidak akan pernah meninggalkannya. Elison-ssi aku sangat

mencintainya. Kau tahu???”. Cercah Eunji masih terisak.

 

“Itu karena kau terlalu percaya padanya.

Manusia tidak ada yang sempurna. Ada saat dimana kau tidak mempercayainya.

Dimana saat dia membohongimu”.

 

“Sekarang, Kevin Oppa dimana? Apa dia masih da

Amerika?”.

 

“Tidak ! saat ini dia sedang berada diseoul.

Tiga minggu yang lalu ia dipindahkan dari rumah sakit California”.

 

Eunji mengangkat wajahnya dan menatap wajah

tampan Elison.

 

“Elison-ssi… apa kau bisa mengantarku

kesana? Aku tidak terlambat kan?”. Tanya Eunji dengan nada memohon.

 

Eli tersenyum miris. Laki-laki berambut blonde

itu menggeleng kuat-kuat.

 

“Kau tidak terlambat. Justru saat ini dia sangat

membutuhkanmu. Hanya saja….”.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

 

 

 

 

 

.

 

———- to Be Continue ———-

 

 

 

 

 

Nah loh? What Happen with my Kevin? Adakah

tanda-tanda kehidupan dalam diri Kevin? #dikeroyokKissmes. Well, nantikan di

Chapter selanjutnya. Selalu mengingatkan bagi yang lupa RCL. RCL dulu ya biar

gak bisulan. Gak elit dong kalau sampai bisulan #plakk

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s