~ FF % The ‘X’ % One Shoot ~

Cast: Heo Young Saeng (SS501)

ShinSung Young (Zusli)

KimHyung Jun (SS501)

KimKyu Jong (SS501)

ParkJung Min (SS501)

KimHyun Joong (SS501)

Andother casts

 

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

 

Genre: Action, Thriller, Friendship, Romance

 

 

Hallo readers
Uland kembali lagi dengan FF ku
kali ini request dari saengku yang paling cantik, Zusli
Ini idenya dadakan dan siapnya juga dadakan, haha
Moga suka ya saeng, karena eonni buatnya sampe megap-megap. kagak rela Youngsaeng oppa selingkuh, wkwkwk

Oceh, ga mau banyak omong. langsung cus ke FF
and mian kalo banyak Typo karena biasanya spasinya kacau kalau abis di post😦

Oceh, let’s enjoy my FF

 

 

xXx SS501  xXx

 

BreakingNews :

 

“Seorangpria bernama Lee Tae Hun ditemukan tewas terbunuh di apartmentnya. Ditubuhkorban ditemukan luka menganga berbentuk ‘X’. Luka yang menjadi ciri khas daripembunuh yang dikenal sebagai The ‘X’ yang sampai sekarang masih belumdiketahui identitasnya. Bisa dipastikan organ jantung korban menghilang. Saatini polisi masih melakukan….”.

 

Peett

 

“Hahaha”.

 

            Seorangpria tampan tertawa lebar setelah mematikan acara tv yang tengah menayangkantragedi pembunuhan sadis. Wajahnya terlihat begitu puas. Park Jung Min. Begitunama namja itu. Kesadisan terselip di wajahnya setiap kali tersenyum miring.Para pengikutnya ikut tersenyum melihat kebahagiaan di wajahnya.

 

“Kau sangat hebat!” PujiJungmin.

 

            Kursiberputar, menampakkan seseorang yang sedari tadi duduk memunggungi mereka.Seorang yeoja belia berparas cantik. Shin Sung Young. Dia mengangkat wajahnyadan tersenyum miring pada Jungmin.

 

“Aku memang selalu hebat”.Jawabnya sambil berdiri.”Apa anda puas dengan hasil kerjaku?”Tanyanya.

 

“Tentu saja! Ini luar biasa”.Pekik Jungmin.

“Bagus kalau anda sudah puas.Sekarang tugasku sudah selesai. Jangan pernah temui aku lagi! Aku mau menjalanihidupku seperti orang lain! Dan satu hal lagi! Jangan sampai ada yang tauidentitasku sebagai The ‘X’. Anda mengerti?!”

“Baiklah, Sungyoung. Kau tidakperlu khawatir. Rahasiamu aman. Dan sisa pembayaranmu akan ku transfer”.

“Jangan lupa berikan tambahan dalambayaranku”. Ucap Sungyoung sambil berjalan ke arah pintu, berniatmeninggalkan ruangan itu.

 

“Haha. Tentu saja bayaran lebihuntuk hasil yang lebih. Ouya, kau kemanakan jantung Taehun?”

 

            Sungyoungberbalik, menatap Jungmin datar. “Jantungnya kuberikan pada anjing yang menggonggongiku”.Jawabnya lalu menutup pintu ruangan itu. Jungmin semakin tertawa puasmendengarnya.

 

xXx SS501  xXx

 

Tok tok….

 

“Masuk!”

 

Ckleek

 

            Pintuterbuka. Seorang pria tampan berkulit putih memasuki ruangan presdir denganmembawa beberapa berkas di tangannya. Pria itu membungkuk, memberi hormatsebelum menyerahkan dokumen yang dibawanya.

 

“Apa yang kau bawa, Hyungjun?”

“Berkas yang kemarin ditunda, Heosajangnim”.

“Ah, ya. Aku ingat”. Ucapnyasambil membuka-buka berkas itu. Sedang Hyungjun mengalihkan pandangannya padatelevisi yang sedang menyala.

 

“Setelahpolisi melakukan identifikasi, kini terungkap fakta bahwa korban adalah mantanseseorang yang cukup berpengaruh di organisasi S.W.A.T sekitar tiga tahun yanglalu. Setiap orang diminta berwaspada karena The ‘X’ sudah kembali danmenghantui masyarakat Korea. Karena siapa saja bisa menjadi korbannya. Bukanhanya….”.

 

“The ‘X’ sudah kembali? Mengerikansekali. Padahal sudah tiga tahun ini negara kita aman dari terorpembunuhberdarah dingin itu”. Gumam Hyungjun.

 

“Iya, itu benar. Sejak penyergapanbesar-besaran para mafia tiga tahun yang lalu. Tapi sekarang kita harusberhati-hati lagi”. Ucap Youngsaeng sambil menutup berkas yang baruselesai ditanda tanganinya.

 

“Padahal aku pikir The ‘X’ itu sudahtertangkap”.

“Kita semua juga berpikir sepertiitu. Tapi nyatanya sampai sekarang The ‘X’ masih menjadi misteri yangmenakutkan bagi warga Korea”.

“Ya, mudah-mudahan saja polisicepat menangkapnya”.

“Kita doakan yang terbaiksaja”.

 

            Youngsaengtersenyum sambil menyerahkan dokumen itu. Hyungjun menerimanya dan langsungbergegas keluar dari ruangan itu setelah memberi hormat. SepeninggalnyaHyungjun, Youngsaeng kembali memfokuskan pandangannya pada berita di tivi.Wajahnya terlihat serius dan gelisah. The ‘X’sungguh memberikan ketakutan yangluar biasa pada seluruh lapisan masyarakat Korea.

 

xXx SS501  xXx

 

            Sungyoungmeletakkan tasnya di atas meja. Dia menyingkirkan dengan asal kertas-kertasyang berserakan di meja. Setelah duduk si kursi, dia meletakkan kepalanya diatas meja dan bersiap menutup matanya. Tentu saja begadang untuk membunuh tadimalam membuatnya merasa lelah dan mengantuk.

 

“Hei! Kenapa kau terlambat?”Pekik Hyungjun yang baru kembali ke mejanya.

“Kau seperti tidak tau diasaja!” Sambar Kyujong.

“Tapi dia terlambat tiga puluhmenit. Kalau Heo sajangnim tau, dia bisa dipecat”.

 

            Sungyounglangsung membelalakkan matanya. Dia duduk tegak, menatap Hyungjun dan Kyujongbergantian. “Dipecat?” Tanya Sungyoung mengulangi ucapan Hyungjuntadi. Hyungjun mengangguk sedang Kyujong mengangkat kedua bahunya.

 

“Iyalah! Kau pikir ini perusahaannenek moyangmu! Heo sajangnim itu memang baik tapi kalau kau keterlaluan, yakau bisa dipecat”.

 

            Sungyoungterdiam. Heo sajangnim memanglah namja yang sangat baik, hangat, murah senyum,dan argh! Heo sajangnim adalah namja sempurna yang menjadi dambaan setiap yeojatermasuk Sungyoung. Diam-diam dia mengagumi sosok Heo sajangnim. Benar-benarcalon suami idaman. Batinnya.

 

            Berkali-kaliSungyoung menggelengkan kepalanya saat keinginan gila itu kembali terlintas dibenaknya. Mana mungkin seorang Heo sajangnim akan menaruh hati padanya. Diahanya karyawan biasa. Apalagi masa lalu Sungyoung yang masih ikut terbawasampai sekarang. Bagaimana jadinya kalau semua orang apalagi Heo sajangnimmengetahui jika dia adalah The ‘X’ yang selama ini menghantui pikiran setiaporang? Sungyoung bergidik membayangkannya.

 

xXx SS501  xXx

 

            Malamsudah menyelimuti bumi. Youngsaeng bergegas menuju pelataran parkir, mengambilmobilnya dan bersiap untuk pulang ke rumah. Tiba di halte, Youngsaengmenurunkan kecepatan mobilnya. Dia melihat seorang yeoja sedang menunggu bis.Youngsaeng berhenti tepat di depan yeoja itu.

 

            Yeojayang tak lain adalah Sungyoung itu sedikit terkejut. Dia memperhatikan mobilitu hingga kacanya mulai turun dan menunjukkan wajah si pemilik mobil itu.Sungyoung mendadak salah tingkah melihat Youngsaeng tersenyum padanya.

 

“Hei! Kau Sungyoung agasshi kan?Salah satu karyawanku”.

“Uhm. Ne, Heo sajangnim”.

“Kajja, naiklah. Aku akanmengantarmu”.

“Ti, tidak udah sajangnim. Nantimerepotkan”.

“Ani, cepatlah naik”.

 

            Sungyoungtak punya pilihan lain setelah terus didesak. Dia akhirnya menuruti perintahdari sajangnimnya dan memilih untuk menaiki mobil itu. Youngsaeng menyambutnyadengan senyuman manis. Sungyoung berusaha membalas senyum Youngsaeng namunkarena gugup, senyumnya malah menjadi aneh.

 

“Gamsahamnida sajangnim”.Ucapnya mengalihkan perasaan gugupnya.

“Ne. Kenapa kau pulang malamsekali?”

“Ah, iya. Aku harus lembur karenapekerjaan yang menumpuk”.

“Tapi berbahaya yeoja sepertimupulang larut malam. Kau sudah lihat berita kan? The ‘X’ sudah kembali”.Sungyoung menatap Youngsaeng. Wajah namja itu terlihat begitu serius.

 

“Saya tidak takut. The ‘X’ takmungkin mengincar saja, sajangnim”.

“Kenapa tidak mungkin?”

“Karena The ‘X’ itu….”.Sungyoung menggantung kalimatnya. Hampir saja dia keceplosan mengatakan kalaudia adalah The ‘X’. Youngsaeng menoleh, menunggu Sungyoung melanjutkankalimatnya. “Uhm, karena ya aku kan cuma karyawan biasa. Mana mungkin The’X’ mengincarku”. Lanjutnya sambil cengar-cengir.

 

“Tetap saja harus waspada. Kau tau,The ‘X’ itu sudah membunuh sekitar 70 orang tanpa pernah tertangkap.Kejahatannya sangat rapi. Siapa saja bisa menjadi sasarannya”.

“Tapi sepertinya, aku tak mungkinmenjadi incarannya”. Gumam Sungyoung.

 

            Sungyoungmemilih mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela. Dari perkataanYoungsaeng tadi, terlihat sekali kalau namja itu juga menyimpan ketakutan padadirinya atau mungkin lebih tepatnya pada The ‘X’yang tersembunyi di dalamdirinya. Karena sudah 78 orang yang dibunuh The ‘X’ dengan cara sadis.Sungyoung mulai merasa menyesal.

 

xXx SS501  xXx

 

            Hariberganti. Kecemasan sedikit demi sedikit mulai menghilang bergantikan denganrutinitas padat setiap orang. Tak terkecuali di perusahaan yang dipimpin olehYoungsaeng. Baru masuk saja, semua karyawan sudah disibukkan dengan pekerjaanmereka masing-masing.

 

            Diruang advertising yang di dalamnya hanya ada Kyujong, Hyungjun, dan Sungyoung jugasangat sibuk. Mereka kekurangan tenaga karena belum ada karyawan baru. Itulahsebabnya belakangan ini mereka khususnya Sungyoung, harus lembur.

 

Tilulit…. tilulit….

 

            Hyungjunyang sedang berdiskusi dengan Kyujong langsung kembali ke mejanya. Telepon dimejanya berdering. Sebagai manager, tentu bisa dipastikan kalau telepon itupenting.

 

“Yeoboseyo?”

“Hyungjun-ah? Uhm, aku sedangmemeriksa absensi karyawan. Disini kulihat kalau Sungyoung itu tiga kaliberturut-turut terlambat. Apa itu benar?”

 

            Hyungjunmenatap Sungyoung yang masih sibuk sendiri dengan pekerjaannya. Dia menariknafas panjang sebelum menjawab pertanyaan yang sepertinya akan menjadi masalahbesar untuk Sungyoung.

 

“Uhm, ne sajangnim. I, itubenar”.

“Agh! Kalau begitu, suruh dia temuiaku sekarang”.

“Ne, arraseo sajangnim”.

 

            Hyungjunlangsung menatap Sungyoung tajam setelah meletakkan gagang telepon. Sedang yangditatap tak merasa sedikitpun karena pekerjaannya yang terlalu banyak.Lama-kelamaan, Hyungjun kesal juga.

 

“Hei! Shin Sung Young!”

 

            Sungyoungmengangkat wajahnya, menatap bingung pada Hyungjun. “Ne, ada apakwajangnim?” Tanyanya dengan tampang lugu.

 

“Heo sajangnim memintamumenemuinya. Ini karena keterlambatanmu yang berturut-turut itu! Aku sudahbilang kan kalau ini akan jadi masalah!”

“Hah?! Jinjja kwajangnim? Ommo! Akutakut menemuinya. Kwajangnim, temani aku”.

“Kau pikir aku baby sittermu! Sudahsana cepat temui dia sebelum dia marah karena menunggu lama”.

“Uhm, ne kwajangnim. Doakan akuya”. Ucap Sungyoung yang dengan berat hati harus menuju ke ruanganYoungsaeng.

 

            Berbedadengan Sungyoung yang merasa cemas, di dalam ruangan, Youngsaeng masihmemeriksa data-data karyawannya dengan tenang. Dia sangat pantas mendapatkanpredikat sebagai sajangnim terbaik. Mengingat sangat baiknya ia dalammemperlakukan karyawannya. Tapi, apakah Youngsaeng juga akan berbaik hati padaSungyoung kali ini? Sungyoung sendiri amat meragukannya.

 

Tok…. Tok…. Tok….

 

“Masuk”.

 

Ckleek

 

            Sungyoungmelangkah dengan ragu memasuki ruangan itu. Youngsaeng tersenyum dan memberinyaisyarat untuk duduk. Awal yang bagus. Pikir Sungyoung. Setidaknya Youngsaengmasih memberinya kesempatan untuk menguatkan mental sebelum Youngsaengmengatakan sesuatu yang bisa membuat hatinya terguncang.

 

“Uhm. Sungyoung-sshi. Kenapa andasering terlambat? Dan bahkan minggu ini anda terlambat tiga kaliberturut-turut”.

“Uhm. I, itu, itu, uhm, saya susahbangun, sajangnim”. Jawab Sungyoung sambil menunduk takut.

 

            Youngsaengtersenyum geli mendengar jawaban polos Sungyoung. Dia membuka laci danmenyodorkan sesuatu pada Sungyoung. Sungyoung mengangkat wajahnya, menatapbingung pada Youngsaeng.

 

“Sudah kuduga. Ambillah. Ituuntukmu”.

“Uhm, ini apa?”

“Itu alarm. Kalau dengan ini,dijamin kau pasti bisa langsung bangun”.

 

            Sungyoungmerona mendengarnya. Tentu saja dia malu karena kebiasaan buruknya itu. Tapikebiasaan buruknya justru membuatnya mendapatkan sesuatu yang berharga dariYoungsaeng. Rasanya ingin sekali Sungyoung berteriak-teriak dan jejingkrakankarena merasa senang.

 

“Sungyoung-shhi?” PanggilYoungsaeng membuat Sungyoung gelagapan dan langsung kembali dari lamunannya.

 

“Ne, sajangnim. Gamsahamnida. Sayajanji saya tidak akan terlambat lagi. Saya pemisi dulu, sajangnim”.Sungyoung bergegas bangkit dari kursi dan menuju pintu keluar tanpa menunggujawaban dari Youngsaeng.

 

“Uhm, Sungyoung-shhi?”Sungyoung kembali menoleh.

“Ne, sajangnim”.

“Nanti bisa temani aku makansiang?”

“Ne?”

“Temani aku makan siang. Bisakan?”

 

            Sungyoungmenelan ludahnya. Youngsaeng memintanya menemani makan siang? Aigo. Mimpi apaaku tadi malam? Keberuntungan datang bertubi-tubi padaku hari ini. PekikSungyoung dalam hati.

 

“Sungyoung-shhi?”

“Ne. Ne, sajangnim. Tentu saja sayabisa. Saya permisi dulu. Sampai jumpa nanti siang”. Youngsaeng tersenyum mendengarnya.Setelah memberi hormat, Sungyoung bergegas keluar. Dan sesampainya di luar,Sungyoung langsung berlompat-lompat ria hingga setiap orang yang lewatmemandangnya dengan tatapan bingung.

 

xXx SS501  xXx

 

“Kau buru-buru sekali. Maukemana?” Tanya Kyujong saat melihat Sungyoung beres-beres secepat mungkin.

 

“Mau makan siang”. Jawabnyaseadanya.

“Hei! Kau tak mengajak kami?”Protes Hyungjun.

“Ah, mian oppa, kwajangnim. Akusudah ada janji. Aku duluan ya. Takut terlambat”.

 

            Sungyoungberlari keluar sebelum Kyujong dan Hyungjun sempat bertanya lagi. Keduanyahanya saling tatap lalu saling mengangkat bahu sebelum akhirnya berjalanbersama menuju cafetaria.

 

            Dilain sisi, Youngsaeng sudah menunggu di mobil. Tentunya dia tak ingin karyawanlain melihatnya sedang makan siang bersama Sungyoung. Takut menimbulkan salahpaham. Melihat Sungyoung celingukan di depan kantor, Youngsaeng langsungmenghampirinya.

 

“Naiklah”. Sungyoung melirikkanan kiri sebelum masuk ke mobil itu.

 

“Uhm, sajangnim. Haruskah kita makandi luar?” Tanya Sungyoung ketika mobil Youngsaeng sudah kembali melaju.

 

“Memangnya kau mau karyawan lainmelihat kita makan bersama lalu menimbulkan kesalah pahaman?”

 

            Sungyoungterdiam. Tak terpikir olehnya kalau makan bersama di kantor malah jauh lebihberesiko. Ternyata Youngsaeng sudah memperhitungkan sejak awal semua ini. Wah!Sungyoung jadi semakin kagum saja padanya.

 

            Takberapa lama, mereka tiba di sebuah restaurant yang terlihat cukup ramai. JaksalChicken. Mereka langsung mengambil tempat duduk di pojokan yang cukup sepi danterhalang tapi malah bisa melihat pemandangan indah keluar jendela. Tempatduduk yang sempurna.

 

“Kenapa kita makan disini?”Tanya Sungyoung.

“Ini tempat favoritku. Pemiliknyaadalah sahabatku. Makanannya juga sangat enak”.

“Ne, arraseo sajangnim”.

“Hei! Kalau sedang di luar kantor,jangan panggil aku sajangnim”. Sungyoung mengernyitkan kening, bingung.”Panggil saja aku oppa. Agar lebih santai”. Youngsaeng tersenyum,mengukir dua lesung pipit di pipi chubbynya.

 

“Ta, tapi sajangnim….”.

“Panggil sajangnim lagi maka gajimuakan kupotong”. Ancam Youngsaeng, Sungyoung terbelalak.”Aku itu takmau terlalu formal saat di luar jam kantor. Kalau bisa, aku juga tak ingindipanggil sajangnim saat di kantor. Aku risih dengan panggilan itu. Kesannyaterlalu membedakan”. Curhat Youngsaeng. Sungyoung tersenyum, semakinmengagumi sosok namja tampan itu.

 

“Anda memang berbeda. Sangatmengagumkan, sajangnim. Uhm, maksudku oppa”.

“Nah. Lebih nyaman kalau kaumemanggilku oppa. Coba panggil aku sekali lagi”.

“Oppa? Youngsaeng oppa”.

“Haha. Itu sangat menyenangkan. Akusangat menyukainya”. Pekik Youngsaeng. Sungyoung ikut tersenyum.

 

            Sejaksaat itu, Youngsaeng dan Sungyoung menjadi semakin dekat. Sosok Youngsaengternyata jauh lebih menyenangkan dari yang Sungyoung bayangkan sebelumnya. Diabegitu berwibawa namun juga sangat rendah hati. Namja paling amazing yangpernah ditemui oleh Sungyoung.

 

            Takjauh beda dengan Sungyoung, Youngsaeng juga ternyata mengagumi Sungyoung.Bagaimana bisa? Sebenarnya Youngsaeng sudah banyak tau tentang kehebatanSungyoung. Semua itu berkat Hyungjun. Karena Hyungjunlah yang selalu mengumbarkehebatan Sungyoung di depan Youngsaeng. Semua kreasi dan ide Sungyoungdianggapnya begitu brilliant dan luar biasa. Sungyoung adalah yeoja yang sudahmampu membuat Youngsaeng terkesan.

 

            Berawaldari kekaguman, rasa itu berkembang. Semakin Youngsaeng dekat dengan Sungyoung,semakin dia menyukainya. Sungyoung baginya adalah yeoja polos yang sangatmenawan. Dan Youngsaeng tak lagi bisa membohongi hatinya. Dia sudah jatuh cintapada Sungyoung.

 

            Hariini, Youngsaeng akan menyatakan perasaannya. Bukan lelaki namanya kalau hanyamampu memendam rasa tanpa diungkap. Dan Youngsaeng yakin kalau Sungyoung akanmenerimanya. Dia yakin Sungyoung memiliki rasa yang sama padanya.

 

            Youngsaengtersenyum memandangi setangkai mawar merah yang dipegangnya. Mawar itu akandiserahkannya pada Sungyoung nanti. Pasti Sungyoung menyukainya. BatinYoungsaeng.Dia menghirup aromanya sekilas lalu menyimpannya ke dalam jas agartidak ketahuan.

 

“Oppa sudah lama menungguku?”

 

            Youngsaengtersentak mendengarnya. Untung saja dia sudah menyimpan mawar itu. Kalau tidakpasti langsung ketahuan. Batinnya. Youngsaeng tersenyum dan memberi isyaratpada Sungyoung untuk duduk di bangku yang juga diduduki oleh Youngsaeng.Sungyoung menurutinya.

 

            Cukuplama mereka hanya duduk diam sambil menikmati keindahan taman. Youngsaengterlihat gelisah. Dia mengambil nafas panjang untuk mengumpulkan keberaniannya.Kajja Youngsaeng-ah! Kau pasti bisa! Hwaiting! Youngsaeng menyemangati dirinyasendiri.

 

“Uhm, Sungyoung?” Sungyoungmenoleh namun tak menjawab. Youngsaeng merogoh jasnya, mengambil mawar tadilalu berlutut di hadapan Sungyoung. Sungyoung kaget bukan main.

 

“Oppa? Apa yang oppa lakukan? Cepatberdiri!” Pintanya namun Youngsaeng menolak dan lebih memilih menggenggamtangan Sungyoung.

 

“Sungyoung, jadilah pacarku”.Ucap Youngsaeng. Sungyoung semakin kaget.

 

            Sungyounghanya terbengong. Ini adalah saat-saat yang paling dinantikannya. Namunkenangan masa lalu membayangi dirinya dan terus berkelebatan di otaknyalayaknya slide foto. Sungyoung adalah The ‘X’ yang tak mungkin bisa bersamaYoungsaeng. Karena Youngsaeng pasti akan sangat terkejut bahkan terluka jikasuatu saat  nanti dia mengetahui siapasebenarnya Sungyoung.

 

“Sungyoung?” PanggilYoungsaeng. Sungyoung tersadar. Dia menatap Youngsaeng lirih.

 

“Mianhae oppa”. Ucap Sungyounglalu berlari.

 

            Youngsaengterkejut, sangat terkejut dengan perbuatan Sungyoung barusan. Dia hanya bisaterduduk di rumput dengan tatapan kosong ke arah bangku. Sungyoung menolaknya!Ini nyata bukan mimpi! Yeoja yang selama ini berada di dekatnya dan diyakiniYoungsaeng kalau dia juga menaruh rasa yang sama. Namun nyatanya yeoja itumenolaknya. Youngsaeng merasa terluka.

 

            Samaseperti Youngsaeng, Sungyoung juga begitu terluka. Bagaimana mungkin diamenolak orang yang selama ini dicintainya? Sungyoung pasti sudah gila! TapiSungyoung tak punya pilihan lain. Dia tak berani mengambil resiko lebih. KalauYoungsaeng sudah tau identitasnya yang sebenarnya, pasti semuanya akan semakinrumit. Mianhae oppa. Hanya kata itu yang terus terucap di hati Sungyoung.

 

Seeett

 

“Apa-apaan ini?! Lepaskanaku!”Sungyoung berteriak dan berusaha berontak saat dua orang pria memegangilengannya. Namun usaha Sungyoung sia-sia. Dia tak mampu melawan dan akhirnyadia harus pasrah dibawa pergi dengan sebuah mobil.

 

xXx SS501  xXx

 

Ckleek

 

“Lepaskan aku! Pabo! Untuk apakalian membawaku kesini?!” Teriak Sungyoung kalap.

 

            Keduaorang tadi langsung melepaskan tangan Sungyoung ketika aura setan keluar daridiri yeoja itu. Jangan lupakan kalau Sungyoung adalah The ‘X’ yang sadis. Kalaudia tak suka, kedua orang tadipun bisa menjadi mangsanya.

 

            Mendengarmakian Sungyoung, seorang namja yang sedari tadi melihat keluar jendelaakhirnya berbalik. Namja yang tak lain adalah Jungmin. Sungyoung makin kesalsaja dibuatnya.

 

“Heh! Aku sudah bilang jangan temuiaku lagi!” Bentak Sungyoung.

“Aku takmenemuimu,Sungyoung-sshi.Kaulah yang menemuiku”.

“Tapi anak buahmu yang menculikkudan membawaku kesini, pabo!”

“Yang penting itu artinya bukan akuyang menemuimu”. Sungyoung mendengus kesal mendengarnya.

 

“Kau mau apa lagi?!”

“Tugas terakhir”. Sungyoungmelotot mendengarnya. “Eh, mian, mian”. Lanjut Jungmin sebelumSungyoung menyambarnya. “Kemarin aku pikir dia orang terakhir tapiternyata aku salah. Masih ada satu orang lagi. Dia adalah pemimpin yangmeringkus para mafia”. Jelasnya.

 

“Pabo! Sudah kubilang kan kalausemuanya langsung dieksekusi bersamaan saja! Aku benci pekerjaan yangbolak-balik seperti ini!”

“Mianhae. Kau tau kan kalau merekayang berhasil menyergap para mafia langsung pensiun muda dan menjalani hidupmereka dengan profesi lain? Itu yang membuat kami sulit melacak keberadaanmereka”.

“Yayaya. Tak perlu kau jelaskan,Jungmin-sshi! Sekarang siapa orangnya?! Aku mau langsung menghabisinya agarhidupku bisa tenang!”

“Fotonya ada di mejaku”.

 

            Sungyoungmenoleh. Kakinya melangkah mendekati meja. Ada sebuah foto tergeletak diatasnya. Sungyoung mengambilnya dan membaliknya. Dia memperhatikan wajah namjaitu. Namja itu terlihat begitu familiar di mata Sungyoung. Bukan hanya familiartapi namja itu begitu dicintai Sungyoung. Itu wajah Youngsaeng. Ommo! Sungyoungberdoa semoga ini bukan Youngsaeng.

 

“Dari tampilannya, kelihatan mudahya menghabisinya? Tapi hati-hati karena dia itu sensitive dan instingnyatajam”. Jelas Jungmin.

 

            Sungyoungberbalik, menatap Jungmin masih dengan wajah shock. Susah payah Sungyoungmenggerakkan lidahnya yang kelu. Nafasnyapun tak beraturan. “Si, siapanama namja ini?”Tanya Sungyoung pada akhirnya.

 

“Namanya Heo Young Saeng”.Jawab Jungmin dengan senyum miring. Sungyoung makin terbelalak. Ucapan Jungminserasa bagai petir yang menggelegar. Ini adalah yang terburuk dari yang palingburuk. Sungyoung harus membunuh Youngsaeng? Ini tak mungkin dilakukannya!

 

xXx SS501  xXx

 

            Youngsaengmelamun di ruangannya. Kejadian kemarin masih terus teringat olehnya. Rasanyaingin sekali Youngsaeng hilang ingatan. Mengingat kejadian itu sungguhlahsangat menyesakkan hatinya. Rasanya begitu menyakitkan.

 

            Hubunganmereka kian merenggang. Youngsaeng merasa bersalah karena sudah lancangmenyatakan perasaannya. Dia berniat meminta maaf namun saat bertemu, Sungyoungmenghindarinya. Youngsaeng frustasi, sangat frustasi dengan keadaan sepertiini.

 

Ddrrrttt…. Drrrttt…. Drrrrttt….Drrrrtt….

 

            Youngsaengmengambil ponselnya yang bergetar. Nama Hyunjoong muncul di layarnya.Youngsaeng mengernyitkan kening. Tumben sekali. Pikir Youngsaeng.

 

“Yeoboseyo?”

“Youngsaeng-ah? Bisa kau datang kekantorku? Ada hal penting yang mau kubicarakan”.

“Ada apa, Hyunjoong-ah?”

“Tidak bisa dibicarakan di telepon.Datang sajalah. Dan hati-hati ya”.

“Ne, arraseo”.

 

            Youngsaengbergegas setelah memutuskan panggilan telepon. Dia memakai jasnya dan berjalancepat keluar. Langkahnya menuju ke lift. Youngsaeng menekan tombol lift danmenunggu hingga lift sampai ke lantai tempatnya berada.

 

Tiing

 

            Pintulift terbuka. Beberapa karyawan keluar dari sana dan langsung memberi hormatpadanya. Dan salah satu dari mereka ternyata Sungyoung. Youngsaeng terusmenatapnya namun Sungyoung hanya terus menunduk sambil berlalu. Youngsaengmendesah kecewa.

 

            Setelahpintu lift tertutup, Sungyoung menoleh. Rasanya ingin sekali dia berada disamping Youngsaeng. Rasanya ingin sekali dia memeluk Youngsaeng dan mengatakankalau dia juga mencintai namja itu. Tapi Sungyoung tak berdaya. Dia justruharus menghindari Youngsaeng mengingat Youngsaeng yang menjadi targetselanjutnya. Ough Tuhan! Aku tak sanggup melakukannya. Jerit hati kecilSungyoung.

 

xXx SS501  xXx

 

“Kita sebarkan anggota di daerahGangnam, Jeonju, dan Daejeon. Daerah itu yang sepertinya rawan”. Ucapseorang pria tampan sambil menunjuk lokasi pada peta.

 

“Bagimana dengan daerah Gwangju danDonghae?” Tanya salah satu dari dua orang yang sepertinya bawahan namjatampan tadi.

“Kalau itu….”.

 

Tok…. Tok…. Tok….

 

Ckleek

 

“Josonghamnida. Saya mengantarkanHeo-sshi”.

“Ah, ne gamsahamnida. Kalian berduakeluarlah dulu. Nanti kita bahas lagi”. Perintah namja itu. Mereka semuabergegas keluar meninggalkan Youngsaeng berdua dengan namja itu.

 

“Oraenmaniya Hyunjoong-sshi”.

“Ne, oraenmaniya Heosajangnim”.

 

            Keduanyasaling tertawa mendengarnya. Hyunjoong tak mampu lagi memendam kerinduannyapada sahabat karibnya ini. Dia memeluk Youngsaeng begitupun Youngsaeng jugamembalas pelukannya. Kesibukan mereka masing-masing tak memungkinkan merekauntuk saling bertemu. Untunglah hari ini Youngsaeng memiliki waktu luang.

 

“Kau makin gagah dan makin tampansejak menjadi pimpinan S.W.A.T”. Puji Youngsaeng.

“Kau juga makin terlihat menawansejak menjadi sajangnim”.

“Berhenti meledekku,Hyunjoong-ah!”

“Ania! Aku itu memujimu”.Protes Hyunjoong.Youngsaeng tersenyum simpul mendengarnya.

 

            Hyunjoongmengajak Youngsaeng untuk duduk di sofa. Tentu saja Hyunjoong tak mau terlaluformal pada sahabatnya ini. Dia mengambil cemilan dan minuman dari lemari esyang tersedia di sudut ruangan. Mereka menikmatinya sambil saling menceritakanpengalaman masing-masing.

 

            Cukuplama mereka berbincang masalah ini itu. Rasanya sudah pantas Hyunjoong mulaimasuk ke topik yang sebenarnya. Karena memang Hyunjoong punya tujuan mengundangYoungsaeng ke kantornya.

 

“Uhm, Youngsaeng-ah?”Youngsaenghanya menggumam karena dia sedang menengguk minumannya. “Kau taukan berita kematian Taehun?”Lanjutnya. Youngsaeng mengangguk.”Apa kautidak khawatir?” Tanyanya lagi.

 

“Khawatir untuk apa?”

“Kau tau kan, Taehun itu dulunyawakilmu. Kalau Taehun saja dibunuh, kemungkinan…”.

“Aku juga diincar?” TebakYoungsaeng. Hyunjoong mengangguk.

 

“Kita tak bisa remehkan masalahini. The ‘X’itu melakukan kejahatannya dengan sangat sadis namun begitu rapi.Dia seperti iblis yang tak bisa ditangkap manusia”.

“Mungkin dia memang iblis makanyatak mungkin tertangkap”.

“Youngsaeng-ah! Aku sedangserius!”

“Memangnya aku bercanda? Kalau diaiblis bagaimana? Apapun usaha manusia tak mungkin bisa mencegah perbuatannyakan? Lagipula jantung setiap korbannya pasti hilang. Sepertinya dia memangiblis”. Youngsaeng menyimpulkan.

 

“Hei! Kenapa kau jadi menyimpulkanseperti itu?”

“Kan kau duluan yangmengatakannya”.

“Agh, sudahlah! Yang jelas, aku maumengirim anak buahku untuk melakukan penjagaan di sekitar tempattinggalmu”.

“Bukannya kau bilang dia iblis?Mustahil menangkapnya”.

“Apa salahnya dicoba?! Aku tak maumengambil resiko kehilangan sahabatku. Setidaknya kita sudah berusaha. Masalahhasilnya tergantung nanti”.

“Ya, terserah kau saja,Hyunjoong-ah”. Ucap Youngsaeng pada akhirnya.

 

xXx  SS501  xXx

 

            Waktusudah menunjukkan pukul 00.00 KST. Sebagian besar orang sudah terbang ke alammimpi mereka. Hanya sebagian orang saja yang masih terjaga karena tuntutanpekerjaan mereka.

 

            Darisemua orang itu, Sungyoung salah satunya. Dia masih terjaga demi melakukantugas terakhirnya. Tugas yang sangat berat untuk dilakukannya. Beberapa hariyang lalu, Sungyoung sudah menolak Youngsaeng dan sekarang malah mau membunuhnamja itu. Ommo! Dimana hatimu, Sungyoung-ah! Teriak hati nuraninya.

 

            Seandainyabisa, Sungyoung ingin lepas dari tugas terakhir ini. Dia tak mampumelakukannya. Sungyoung tak sanggup. Bahkan dia sudah menunda tugas ini selamabeberapa hari. Namun desakan Jungmin mau tak mau memaksanya untuk bersikapprofessional.

 

            Sungyoungmemakai pakaian serba hitam lengkap dengan penutup wajah ala seorang penjahat.Dan disinilah Sungyoung sekarang. Dia sudah berhasil masuk ke apartmentYoungsaeng melalui ventilasi udara. Sekarang dia sedang menatap namja itu.Melihat wajah malaikat yang tengah tertidur dengan tenang. Terlihat begitudamai. Hati Sungyoung serasa teriris.

 

            Sungyoungmengangkat tangannya. Melihat pisau kecil super tajam yang sudah merobek dadabanyak orang. Dan terakhir pisau itu harus merobek dada Youngsaeng. Ini sungguhkejam! Sungyoung akan menghancurkan Youngsaeng secara keseluruhan. SanggupkahSungyoung melakukannya?

 

            Tangankiri Sungyoung merogoh sakunya. Mengambil sebuah saputangan yang sudahdiberikan obat bius. Sungyoung membekap Youngsaeng. Tubuh Youngsaeng merontabeberapa sesaat sebelum akhirnya tak sadarkan diri.

 

            Kinigiliran pisau Sungyoung yang bertugas. Ujung pisau itu dihujamkan tepat di dadakiri Youngsaeng, di tariknya hingga ke ujung kanan. Satu robekan! Kembali lagipisau itu menghujam dada kanan Youngsaeng dan ditarik hingga ke ujung kiri.Kini luka itu berbentuk X, ciri khas dirinya.

 

            Satulagi yang harus dilakukannya, mengambil jantung! Tangan Sungyoung merogoh lukaYoungsaeng, mencari sesuatu yang berdetak dengan lemah. Dapat! Sungyoungmenarik paksa jantung itu. Tubuh Youngsaeng menggelepar sesaat lalu terkulaidengan mengenaskan.

 

“Argh!” Pekik Sungyoung.

 

            Sungyoungmenutupi wajah dengan kedua tangan. Dia berkali-kali menggelengkan kepalanyasaat bayangan mengerikan itu merasuki pikirannya. Sungyoung sungguh tak sanggupmelakukannya. Sungyoung tak mampu!

 

            PerlahanSungyoung membuka wajahnya. Dia kembali menatap Youngsaeng yang masih tertidurdengan pulas. Air mata Sungyoung mengalir. Tak tega membayangkan tubuhYoungsaeng tercabik seperti dalam halusinasinya tadi. Baiklah! Sungyoungmenyerah! Apapun akan dilakukannya asalkan tidak menyakiti Youngsaeng.

 

            Sungyoungberbalik. Dia memutuskan untuk meninggalkan tempat itu tanpa menyentuhYoungsaeng sedikitpun. Masalah dengan Jungmin, itu hal belakangan. Dia takpeduli. Tak seorangpun ditakutinya karena dia adalah The ‘X’. Tapi Sungyoungamat takut jika harus kehilangan Youngsaeng.

 

            TanganSungyoung menyambar sesuatu di atas meja nakas samping ranjang Youngsaeng. Ituadalah kunci apartment ini. Ya! Sungyoung lebih suka meninggalkan apartmentkorbannya dengan cara seperti itu. Menutup pintu tanpa dikunci sedangkankuncinya tergantung di pintu. Agar terkesan korbannya yang ceroboh.

 

“Miiiaaauuuu….”.

 

Pleentiing

 

            Kunciitu terjatuh ke lantai karena Sungyoung terkejut. Seekor kucing tiba-tiba sajamemergokinya. Sepertinya itu peliharaan Youngsaeng. Dengan panik Sungyoungmemungut kunci itu dan buru-buru membuka pintunya. Berhasil! Pekik Sungyoungdalam hati.

 

“Hei! Siapa kau?!” SentakYoungsaeng, ternyata dia terbangun.

 

            Sungyoungberbalik, menatap Youngsaeng. Kini mereka saling bertatapan. Itu kesalahanfatal yang seharusnya tak dilakukan Sungyoung karena bisa saja Youngsaengmengenali matanya. Tapi untunglah keadaannya remang-remang sehingga Youngsaengtak bisa melihat dengan jelas. Segera saja Sungyoung membuang pandangannya danberlari keluar.

 

“Hei! Jangan lari kau!”

 

            Youngsaengtak tinggal diam. Dia ikut berlari mengejar Sungyoung yang menuju tanggadarurat. Kelincahan Sungyoung dalam melarikan diri tak perlu diragukan lagi.Berseluncur di pegangan tangga pun dia bisa melakukannya dengan baik.Youngsaeng sedikit kewalahan mengejarnya.

 

            Posisiapartment Youngsaeng yang hanya di lantai tiga tentunya sangat mudah untuk Sungyoungmelarikan diri. Sebentar saja dia sudah tiba di bawah. Sungyoung masih terusberlari walaupun dia sudah merasa aman.

 

            TernyataSungyoung salah. Youngsaeng yang notabenenya seorang pimpinan S.W.A.T tentunyamemiliki kelihaian yang sama seperti Sungyoung. Dia yang terbaik. Salah besarkalau penjahat mengira bisa kabur darinya. Bahkan Sungyoung yang seorang The’X’ sekalipun belum tentu bisa lolos dari kejarannya.

 

“Kena kau!” Teriak Youngsaengyang berhasil memegang lengan kanan Sungyoung.

 

            Sungyoungberbalik, melakukan perlawanan. Dia memang pembunuh terbaik tapi dia bukan ahlidalam bela diri. Sungyoung hanya melakukan perkelahian seadanya. Tanpa senjata,Sungyoung pasti akan kalah. Tapi jika menggunakan senjata, Youngsaeng pastiakan terluka. Bagaimana ini?

 

Seett

 

            Terlambat!Sungyoung terlalu lama mengambil keputusan. Kini Youngsaeng sudah berhasilmembuka penutup wajahnya. Tentu saja Youngsaeng sangat shock melihat wajah dibalik penutup itu. Youngsaeng tak percaya semua ini! Sedang Sungyoung jugashock. Dia kebingungan. Mungkin lebih baik kabur saja! Pikirnya.

 

“Jamkkanman!” Sungyoungmenghentikan langkahnya namun tak berbalik. “Ja, jadi selama ini The ‘X’itu adalah kau?” Pertanyaan itu akhirnya terlontar juga.

 

“Iya, akulah The ‘X’ yang selamaini menjadi pembunuh berdarah dingin”. Jawab Sungyoung tanpa berbalik.

 

“Kau mau membunuhku?”

“Itu tugas terakhirku”.

“Lantas kenapa kau takmelakukannya?”

 

            Sungyoungberbalik, menatap tepat ke manik mata Youngsaeng. Dia mampu menangkap adanyabeningan-beningan yang terkumpul di pelupuk mata namja itu. Sorot mataYoungsaeng juga begitu kecewa. Sungyoung makin tak berdaya.

 

“Itu karena, karena aku mencintaioppa”. Lirih Sungyoung.

“Sung, Sungyoung?”

“Aku menolak oppa bukan karena akutak mencintai oppa tapi karena aku takut oppa akan kecewa jika mengetahui akuadalah The ‘X’. Mianhae oppa”.

 

            Sungyoungmemalingkan wajahnya saat melihat air mata Youngsaeng mengalir. Kini dia taubetapa besar cinta Youngsaeng untuknya. Hati Sungyoung ikut tercabik. Bagaimanamungkin Sungyoung bisa membuat orang yang dicintainya menangis? Pabo Sungyoung!Pabo! Rutuknya dalam hati. Sungyoung kembali melangkah. Dia tak inginterus-terusan ada disana dan semakin membuat mereka berdua terluka.

 

“Sungyoung gajima!” TahanYoungsaeng, Sungyoung terus melangkah.

 

“Itu dia The ‘X’! Siapkan tembakankalian!” Titah Hyunjoong.

 

            Sungyounggelagapan. S.W.A.T sudah mengepungnya. Mereka sudah siap dengan senapan laraspanjang mereka. Sungyoung kebingungan begitu juga Youngsaeng. Terdengar suarapelatuk ditarik dan….

 

Dooorr…. Dooorr…. Dooorr….

 

“Sungyoung! Andwae!” TeriakYoungsaeng.

 

            Youngsaengberlari, memeluk Sungyoung. Namun peluru-peluru itu sudah terlanjur melaju kearah tubuhnya. Ketiga peluru itu mengenai bahu kanan, punggung dan bagianpinggang kanan Youngsaeng. Tak hanya Youngsaeng, karena ternyata peluru itujuga menembus tubuh Sungyoung. Keduanya limbung bersamaan. Hyunjoong besertaanak buahnya ikut shock.

 

“Oppa, mianhae”. LirihSungyoung. Air matanya mengalir merasakan sakit di hati dan di tubuhnya.

 

“Kau tak perlu minta maaf,Sungyoung-ah. Kau tau kan, aku mencintaimu. BertahanlahSungyoung-ah”.

“Aku tak bisa bertahan lagi, oppa.Rasanya sakit sekali. Tubuhku menggigil”.

“Aku akan terus memelukmu,Sungyoung-ah. Aku akan memberimu kehangatan”. Panik Youngsaeng.

 

“Oppa, bagaimana jika akumati?”

“Jangan berkata seperti itu. Kauakan hidup, kita akan bersama. Dan jika kau atau aku mati, aku yakin dikehidupan yang akan datang kita pasti bisa bersama”.Sungyoung tersenyummendengarnya.

 

“Saranghae oppa”. GumamSungyoung.

“Nado saranghae”.

 

            Sungyoungmenggerakkan tangannya, mengarahkan pada wajah Youngsaeng. Jemarinya inginmenekuri pipi Youngsaeng. Namun belum sempat tersentuh, tangan Sungyoungterkulai lemas. Yeoja itu menutup rapat matanya.

 

“Sungyoung! Ohouk….”. Darahsegar keluar dari mulut Youngsaeng. Pandangannya mulai menghitam. Dan akhirnyaYoungsaeng menyusul kepergian Sungyoung.

 

            KematianSungyoung dan Youngsaeng membuat banyak orang berduka. Hyunjoong merasa sangatkehilangan sahabatnya. Kyujong dan Hyungjun merasa sangat kehilangan bos danteman mereka. Dan juga keluarga mereka juga merasa sangat terpukul.

 

            Taklama setelah kematian mereka, Jungmin dan komplotannya tertangkap. Merekadihukum dengan berat. Kini, tak ada lagi mafia yang memberikan lembaran hitamdi kehidupan mereka. Dan ketenangan kembali mengisi hari-hari mereka.

 

xXx SS501  xXx

 

50Years Later

SouthKorea, 2014

 

“Kyaaa….!”

 

Bruuukk

Traaang

Prrraanng

 

Tap Tap Tap

 

            Yeojaitu segera membenahi barang-barang yang jatuh berserakan karena kecerobohannya.Langkah kaki itu tentulah langkah kaki temannya yang pasti mau menghampirnyakarena mendengar kegaduhan itu. Dan benar saja dugaan yeoja itu.

 

“Ommo! Sungyoung-ah! Kau tau, akubaru saja membenahi barang-barang itu! Dan sekarang kau membuat mereka kembaliberantakan!”

“Mi, mianhae. A, aku taksengaja”.

“Kau sungguh ceroboh! Pasti di masalalu kau itu yeoja yang tidak bisa melakukan apapun! Di masa sekarang sajamasih terlihat kecerobohanmu yang luar biasa itu!” Cibir temannya.Sungyoung hanya manyun.

 

            Rasanyaingin sekali Sungyoung melontarkan cacian pada teman-teman yang selalumencibirnya. Mereka tidak tau saja kalau dulunya Sungyoung sangat teliti danhasil pekerjaannya selalu sempurna. Dialah The ‘X’ yang melakukan kejahatantanpa celah. Pembunuh terhebat di masanya dulu.

 

            Karenaketelitian dan kehebatannya itulah, Sungyoung mengambil langkah yang salah danmenjadi orang yang jahat. Tapi dengan kecerobohan yang dimilikinya sekarangini, tak memungkinkan Sungyoung menjadi The ‘X’ lagi. Perlahan, Sungyoungbersyukur atas semua ini. Karena artinya Tuhan menyayanginya. Tuhan tak inginSungyoung salah lagi.

 

            Darikecil Sungyoung dibesarkan di kuil, mengabdi disana. Dia bukan tidak punyaorang tua tapi semua ini karena keinginan Sungyoung. Dosanya di masa laluamatlah besar. Dan kata para biksu, cara untuk menghapus dosa di masa laluadalah dengan mengabdikan diri di kuil hingga akhir usia remaja. Tinggalsebulan lagi masa pengabdian Sungyoung disini. Sungyoung tersenyum. Dia pastiakan merindukan tempat ini.

 

“Sungyoung! Kemarilah! Aku butuhbantuanmu!” Teriak seseorang.

“Ne, aku datang!”Sungyoungberlarian kecil menuju kesana.

 

xXx SS501  xXx

 

            JikaSungyoung selama ini mengabdikan diri di kuil untuk menebus dosa, hal berbedaterjadi pada pasangannya di masa lalu. Siapa lagi kalau bukan Youngsaeng? Namjaitu tetap menjalani hidupnya seperti orang kebanyakan. Dari kecil sudahterlatih untuk terbiasa menjalani hiruk pikuk kehidupan kota. Bahkan Youngsaengkini menjadi anggota dari Boyband ternama SS501.

 

            Youngsaengmemiliki banyak fans, banyak teman, dan banyak orang di sekitarnya. Tapi hariYoungsaeng tetap terasa sepi. Karena selama ini, dia belum juga bertemu denganwanita yang dicintainya, Sungyoung. Setiap hari Youngsaeng selalu berdoa danberharap namun tak juga dia bertemu dengan Sungyoung. Mencoba berpaling pun diatak bisa karena hatinya hanya untuk Sungyoung.

 

“Hyung, kenapa melamun terussih?” Tanya Kyujong yang duduk di sampingnya.Yang lainnya ikut menoleh.

 

“Iya. Aku setuju dengan ucapanKyujong. Kau selalu saja melamun”. Timpal Hyunjoong.

“Youngsaeng hyung sedangmemikirkanku. Iya kan, hyung?” Goda Hyungjun.

 

Pleetaak

 

“Yak! Kenapa kau menjitakku?! Dasarkuda gila!”

“Kau itu yang gila! Dasar bayibesar!” Cibir Jungmin dan hasilnya kedua Tom&Jerry itu langsungbertengkar.

 

“Hei! Kenapa kalian membawaku ketengah hutan begini?” Tanya Youngsaeng mengalihkan ucapan mereka tadi.

 

“Ikut sajalah. Sebentar lagi kitasampai”. Jawab Hyunjoong.

“Hyung lihat! Itu tempatnyakan?” Pekik Kyujong. Semua serentak melihat ke depan.

“Yap! Kita sudah sampai”. UcapHyunjoong yang langsung memarkirkan mobilnya.

 

            Merekasemua langsung turun dengan antusias. Menghirup udara segar sebanyak-banyaknya.Menikmati keindahan alam yang tak mereka temukan di kota. Menyenangkan sekali.

 

“Kuil?” Gumam Youngsaeng yangsedari tadi mengamati sekitar.

 

“Itu benar, Youngsaeng-ah!Kau tau,jika kita berdoa dengan khusyuk disini, maka keinginan kita bisaterkabul”. Jelas Hyunjoong. “Uhm. Mungkin saja keinginanmu untukbertemu jodoh di masa lalumu juga bisa terkabul”. Godanya lagi. Youngsaengmerona.

 

“Dasar bayi besar cengeng”.Ejek Jungmin.

“Kyaa! Kau akan kuhabisi,Mal!” Teriak Hyungjun kalap.

“Hei! Kalian berdua janganberlari-larian di sekitar kuil!” Sentak Kyujong yang ikut mengejar mereka,bermaksud melerai.

 

“Kajja, Youngsaeng-ah! Kita jugamasuk”. Youngsaeng mengangguk dan berjalan santai menuju kuil itu. SedangHyunjoong sudah berlari duluan ke dalam.

 

“Annyeonghaseyo. Selamat datang dikuil kami. Ada yang bisa saya bantu?” Sapa seorang yeoja dengan ramah.Youngsaeng menoleh.

 

“Agh, iya! Menurut cerita, jikaberdoa dengan khusyuk di kuil ini makasegala keinginan bisa terkabul. Benarkahitu?”

“Itu benar, ahjusshi. Tapi adatempat istimewa disini. Ada satu ruangan yang jika kita berdoa di dalamnyapasti keinginan akan terkabul. Anda mau mencoba berdoa disana?”

“Boleh. Tolong tunjukkantempatnya”.

 

            Yeojaitu mengangguk ramah dan mulai berjalan ke samping kuil itu. Youngsaengmengikutinya dari belakang. Tak jauh dari kuil utama, ruangan yang dimaksud itumulai terlihat. Yeoja itu membukakan pintunya dan mempersilahkan Youngsaenguntuk masuk.

 

“Ne, gamsahamnida”. UcapYoungsaeng.

“Saya ada di sekitar sini. Jikaperlu apa-apa, anda bisa memanggil saya, ahjusshi. Permisi”.Ucapnya danberlalu.

 

            Youngsaengtersenyum menjawab ucapan yeoja itu. Dia mulai memasuki ruangan itu. Ada patungDewi Kwan Im di dalamnya. Ada jugabeberapapatung dewa lain. Youngsaeng dudukmenghadap patung-patung itu. Kedua tangannya di rapatkan di depan dada danYoungsaeng menutup matanya lalu mulai memanjatkan doa. Tentu saja doa utamanyaagar segera bertemu Sungyoung.

 

            Dilain sisi, Sungyoung masih sibuk dengan tugasnya. Dia harus membawa banyaksekali barang ke ruangan suci. Ruangan yang dipakai Youngsaeng untuk berdoa.Saking banyaknya tumpukan barang, Sungyoung sampai tak bisa melihat ke depan.Bahkan dia tak tau jika Youngsaeng sedang berdoa. Sungyoung terus berjalanhingga akhirnya menabrak Youngsaeng.

 

“Kyaaa….”. Teriak Sungyoung,tubuhnya limbung.

 

            Sungyoungjatuh menimpah Youngsaeng. Tatapan keduanya saling bertemu. Waktu di sekitarmereka seolah terhenti. Detak jantung keduanya mendadak tak beraturan. Kagetdan senang memenuhi hati mereka saat itu juga.

 

“Sungyoung”.

“Youngsaeng oppa?”

“Ini benar dirimu? Ommo! Aku sudahlama mencarimu, Sungyoung-ah!” Youngsaeng mendekap Sungyoung yang masihberada di atasnya.

 

“Aku juga sudah lama menungguoppa”. Ucap Sungyoung. Mereka melepaskan pelukan mereka.

 

“Saranghae Sungyoung-ah”.

“Nado saranghae oppa”.

“Jangan pernah tinggalkan aku. Akuingin hidup bersamamu”.

“Takkan pernah oppa. Kita akanbersama selamanya”.

 

            Youngsaengmengecup kening Sungyoung sekilas lalu kembali memeluknya. Di depan pintu,berdiri Hyunjoong, Kyujong, Jungmin, dan Hyungjun yang menyaksikan adeganromantis itu penuh rasa haru. Akhirnya, penantian dan pencarian Youngsaeng kinimembuahkan hasil. Sungyoung dan Youngsaeng bisa bersama tanpa harus dipisahkanoleh hal mengerikan lagi.

 

xXx SS501  xXx

 

BreakingNews :

 

“Seorangnamja muda ditemukan tewas mengenaskan di pinggir sungai Han. Diketahui namjaitu bernama Choi Ji Sung, trainer di salah satu agency ternama di Seoul. Didada korban terdapat sebuah luka menganga berbentuk ‘X’. Setelah diotopsi,ternyata korban kehilangan organ jantungnya. Ini mengingatkan kita padaperistiwa The’X’lebih dari 50 tahun yang lalu. Apakah ada The ‘X’ lain? Jikabenar….”.

 

Peeett

 

“Hahaha! Ini bagus sekali. Kausangat hebat!” Puji seorang namja dengan tawa lebar.

 

            Kursiberbalik. Terlihatlah sosok yang sedari tadi duduk membelakangi mereka. Seorangyeoja berpakaian serba hitam. Tak ada sedikitpun senyum tercipta di bibirnya.Sorot matanya begitu tajam dan dingin menusuk. Yeoja itu berdiri. Menghampirinamja yang tadi memujinya.

 

“Itulah kehebatanku”. Ucapnyasambil tersenyum miring.

 

xXx SS501  xXx

 

TAMAT

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s