~ FF % Love Like This % One Shoot

Tittle : LoveLike This

 

Cast: Kim Kyu Jong (SS501)

ParkYoung Min (Alfiah)

HeoYoung Saeng (SS501)

ParkJi Min (OC)

OtherSS501 member

Andother casts

 

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

 

Genre: Romance, Little Comedy, Little Hurt, lainnya terserah readers aja

 

 

Annyeonghaseyo^_^

Aku bawa FFlagi. Kali ini request dari salah satu saengku, Alfiah.

Mian kaloceritanya gaje. Haduh, FF yang eonni kerjain rame banget saeng bikin kepalapusing jadi beginilah hasil FFnya. Moga suka ya. Kalo gak suka, ya, ntar eonnikirimin parcel isinya otter, gorilla, kuda, kura-kura, ama alien :p

 

 

Summary: “Wuah! Kalau begitu, besok aku akan membeli tulip putih untuknya. Uhm. Kaumau kan menolongku untuk memberikan padanya?” Tanya Kyujong oppa antusias.

 

            Aku terdiam beberapa saat. Hatikumencelos mendengar permintaannya yang bagiku sangat menyebalkan. Kenapa kau takbisa merasakan perasaanku padamu, oppa? Yak! Ini sungguh tidak adil untukku!

 

xXx SS501  xXx

 

            NamakuYoungmin dan aku seorang yeoja. Aku siswi di Daesung Senior High School. Akusiswi yang uhm, sebenarnya biasa saja sih. Berbeda dengan sepupuku Park Ji Minyang populer karena cantik, pintar, dan yeah, dia masuk dalam kategorisempurna.

 

            Iri?Tentu saja aku tak boleh iri padanya. Apa lagi alasannya kalau bukan karena diasepupuku. Tapi, walau bagaimanapun juga, aku tetap merasa iri padanya. Bukankarena kesempurnaan yang ada pada dirinya tapi karena ada sesuatu hal yangmengganjal dalam hatiku.

 

            Akuterkenal pintar dalam hal mencomblangi orang. Dan semua yang meminta jasakupasti berhasil jadian dengan incarannya. Aku senang melihat raut bahagia merekakarena bisa berpacaran dengan orang yang disukainya. Tapi aku tak pernahmenyangka kalau petaka datang karena hal yang ku banggakan ini.

 

            Kemarinsaat pulang sekolah, itulah awal petaka dalam hidupku dimulai. Seorang namjabernama Kim Kyu Jong yang tak lain adalah sunbaeku, dia meminta jasaku untukdicomblangi dengan seorang yeoja dan yeoja itu adalah Jimin. Bukan hal besardan itu memang ‘pekerjaanku’ tapi masalahnya, aku menyukai Kyujong sunbae.

 

            Akubingung harus menyanggupi atau menolak permintaannya. Tidak adil memang kalauaku menolaknya dengan alasan yang pasti tak bisa diterima olehnya. Tapi aku taksanggup jika harus mencomblangi namja yang ku suka dengan yeoja lain apalagidia sepupuku sendiri. Dan akhirnya, kemarin aku meninggalkannya dengan jawaban‘aku pikir-pikir dulu ya oppa’.

 

“Youngmin-ah, hei! Youngmin-ah,sadarlah!” Jimin mengguncang-guncang tubuhku dan membuatku kembali dari alamlamunan.

 

“Wae?”

“Mau sampai kapan kau melamun disini?Kita sudah pulang”. Ucapnya.

 

            Akumengernyitkan kening. Kuedarkan pandanganku ke sekeliling ruangan dan hasilnya,ruangan kelasku sudah kosong. “Kajja, kita pulang”. Ucapku seraya beranjak darikursi dan berjalan menuju pintu keluar beriringan dengannya.

 

“Aku masih mau ke perpustakaan. Kaupulang duluan saja”.

“Dasar kutu buku! Ya sudah, aku duluan.Berhati-hatilah saat pulang, jangan sampai kau kenapa-kenapa”.

“Iya iya. Kau sepupuku yang sangatperhatian”. Ucapnya diselingi tawa renyah. Sedetik kemudian, dia sudahmenghambur meninggalkanku yang masih berdiri mematung.

 

“Youngmin?”

 

            Akuterpaku saat sebuah suara halus milik Kyujong oppa menyapaku. Jantungku berdegubtak karuan. Tubuhku membeku bahkan kakiku tak bisa bergerak untuk berbalikmelihat dirinya.

 

“Youngmin-ah, gwaenchanhayo?” Ucapnyalagi setelah dia berdiri di hadapanku dan mendapatiku sudah mirip sepertipatung di bundaran HI.

 

“Op, oppa?”

“Kau pulang sendirian?” Tanyanya serayamelihat sekeliling.

“Ne”. Jawabku singkat.

“Kajja, aku antar”.

“Eh, tap…”.

 

            Taksempat aku menolak ajakannya, Kyujong sunbae sudah menarik tanganku danmembawaku ke tempat parkir. Langkahnya yang lebar membuatku kewalahanmengikutinya. Hampir saja aku jatuh ke dalam parit kecil yang dilangkahinya danmau tak mau aku juga ikut melangkahi parit itu.

 

            Sepanjangperjalanan menuju rumahku, kami hanya diam. Aku begitu gugup berada disebelahnya sedangkan dia tetap santai di belakang setir mobil sport berwarnamerah metalik miliknya. Mataku yang nakal memaksaku untuk sesekali melirikwajahnya. Wah! Di saat apapun, dia tetap tersenyum simpul. Semakin mempertampanwajahnya.

 

“Terimakasih sudah mengantarkanku sampairumah, oppa”. Ucapku saat kami sudah sampai.

“Eh, jamkanman”.

 

            Kyujongsunbae memegangi tanganku dan menahanku yang akan keluar dari mobilnya. Kutatapdia penuh tanya. Kyujong sunbae menelan ludah dan tertunduk. Apa dia akanmemintaku untuk melakukan keinginannya lagi? Aku harap tidak.

 

“Oppa?” Sapaku.

 

            Kyujongoppa mengangkat wajahnya dan menatapku lekat. Gantian aku yang menelan ludahkarena merasa gugup. “Eotte Youngmin-ah? Kau mau kan memenuhi permintaanku yangkemarin?” Kyujong sunbae menatap penuh harap padaku.

 

“Uhm, aku, aku….”.

“Jebalyo”.

“Uhm. Ne oppa”. Jawabku karena tak tega.

“Jinjja? Kau mau?” Tanyanya meyakinkan.

“Ne, aku mau. Sudah ya oppa, aku masukdulu”.

 

            Akusegera keluar dari mobilnya. Samar-samar pendengaranku mampu menangkap suaranyayang memekik gembira. Sesenang itukah kau oppa? Secinta itukah kau padasepupuku? Argh! Aku merasa ini tak adil.

 

xXx SS501  xXx

 

            Pagi-pagi,Kyujong sunbae sudah mengekoriku. Dia memaksaku untuk menceritakan semuatentang Jimin. Dengan malas, aku menceritakan satu persatu hal yang disukai dantidak disukai Jimin. Ingin rasanya aku menceritakan keburukan Jimin tapi hatikecilku membungkam mulut-mulut setan yang sedari tadi membisikkan hal burukpadaku.

 

“Wuah! Kalau begitu, besok aku akanmembeli tulip putih untuknya. Uhm. Kau mau kan menolongku untuk memberikanpadanya?” Tanya Kyujong oppa antusias.

 

            Akuterdiam beberapa saat. Hatiku mencelos mendengar permintaannya yang bagikusangat menyebalkan. Kenapa kau tak bisa merasakan perasaanku padamu, oppa? Yak!Ini sungguh tidak adil untukku!

 

“Youngmin-ah? Kau mau kan?” Tanyanyalagi karena aku tak menjawab.

“Shirheo!” Jawabku ketus.

“Mwo? Kau tidak mau?” Tanyanya sangatterkejut. Ups! Aku keceplosan.

 

“Mak, maksudku, kenapa tidak oppaberikan sendiri saja padanya?”

“Aku tidak berani. Jebal, bantu akuYoungmin-ah”.

“Argh! Ne, aku akan bantu oppa”. Jawabkulemas. Dan Kyujong oppa, dia kembali memekik girang.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akumemandangi tulip putih dengan sebuah surat berwarna pink di tanganku. Rasanya,berat sekali untuk menyerahkan bunga indah ini pada Jimin. Tapi melihat Kyujongoppa yang memohon, aku kembali tak tega.

 

            Kuselipkan bunga itu ke dalam tasnya saat bel masuk berbunyi. Tak lama, kulihatJimin masuk dengan sebuah buku di tangannya. Sudah bisa dipastikan dia barukembali dari perpustakaan. Yeah! Itulah kebiasaannya.

 

“Huwa! Indah sekali bunganya”. TeriakJimin saat mendapati bunga itu di tasnya. Dia membuka surat itu dan membacanyasambil tersenyum.

 

Tulip ini begitu indah

Namun tak bisa mengalahkan keindahanparasmu

Karena kau tak seperti bunga yang akanlayu

Senyummu lebih menawan dari bunga apapundi dunia ini

 

From : Your secret admirer

 

“Huwa! Indah sekali kata-katanya”.Ucapnya terkagum-kagum. “Hei! Youngmin-ah, kau tau siapa yang memberikan bungaini padaku?” Tanyanya dengan wajah antusias.

 

“Molla”.

“Jinjja? Kau kan dari tadi di kelas”.

“Kau yakin mau tau siapa orangnya?”

“Ne, marhaebwa Youngmin-ah”.

“Geu saram, Kyujong sunbae imnida”.

 

            Jiminterbengong mendengar ucapanku. Sedetik kemudian, dia tersenyum begitusumringah. Perasaanku mendadak tidak enak. Sepertinya Jimin juga menyukaiKyujong oppa. Rasanya aku harus siap-siap untuk patah hati. Argh! Tidak boleh!Aku tidak akan membiarkan mereka bersama!

 

xXx SS501  xXx

 

            Hariini, Kyujong sunbae kembali memintaku untuk memberikan bunga pada Jimin. Kaliini dia membelikan setangkai mawar putih padanya. Aku terus memandangi mawarputih itu hingga Jimin duduk di sebelahku dan menatap kaget padaku.

 

“Kau mendapatkan bunga, Youngmin-ah?Dari siapa?” Tanyanya antusias.

“Bukan. Ini untukmu”. Jawabku sembarimenyodorkan bunga itu padanya.

“Jinjja? Dari siapa?”

“Biasa. Kyujong sunbae”. Ucapku datar.

 

            Jiminterlonjak senang saat mendengar Kyujong oppa yang memberi mawar itu untuknya.Hatiku benar-benar panas seperti kemasukan bara api. Aku terus melirik sinispadanya. Kulihat dia mencium mawar itu dan….

 

“Hattsiii”. Jimin langsung bersin saatmencoba menghirup aroma mawar itu.

 

            Akuberusaha menutupi tawaku melihat tampang lucunya. Mianhae Jimin-ah, akuterpaksa melakukan hal ini. Aku iri padamu. Dan setan-setan telah berhasilmembujukku untuk menaburkan bubuk merica di bunga itu hingga membuatmu bersin.Hahaha.

 

xXx SS501  xXx

 

“Youngmin-ah, bantu aku memberikan inipadanya ya”. Kyujong oppa menatap melas padaku saat mengantarkanku pulang. Diamenyerahkan sebuah benda mungil berwarna pink yang tak lain adalah lipgloss.Huft! Dia selalu saja memaksaku untuk diantar pulang olehnya kalau dia sedangada maunya.

 

“Uhm, ne aku akan berikan ini padanya”.Jawabku tanpa ekspresi.

“Gomawo Youngmin-ah. Kau sungguh sangatbaik”.

 

            Akubegitu kesal melihat raut bahagia di wajahnya. Kuputuskan untuk turun di tengahjalan. Argh! Aku tak sanggup kalau terus berada di dekat orang yang kucintaitapi dia tak memandang sedikitpun padaku.

 

“Kau yakin turun disini?”

“Ne. Aku mau ke toko itu dulu”.

“Mau kutemani?” Tawarnya.

“Tidak usah”.

 

            Akulangsung berlari dan memasuki sebuah toko agar Kyujong oppa tak bertanyamacam-macam lagi. Aku dapat melihat dari pintu kaca kalau dia sudah pergi.Aish! Untuk apa juga aku memasuki toko ini. Eh, tunggu dulu! Benda apa itu?

 

xXx SS501  xXx

 

            Pagiini, rasanya aku senang sekali. Aku tak dapat mengubah raut bahagia di wajahku.Senyumku tak bisa hilang barang sedetik waktu. Teman-temanpun menatap heranpadaku. Aku bahagia karena uhm, nanti juga tau sendiri sebabnya.

 

“Youngmin-ah, eotte?”

“Beres oppa. Aku sudah memberikantitipan oppa padanya tadi malam”.

“Agh, gomawo Youngmin-ah. Kalau begitu,aku kembali ke kelas dulu”. Pamitnya dengan senyum sumringah, aku ikuttersenyum.

 

            Kurogoh isi tasku mencari sebuah komik yang baru ku beli kemarin. Rasanya lebihbaik membaca komik daripada aku bosan menunggu bel masuk. Sedang asik dengankomikku, tiba-tiba Jimin datang dan langsung membanting tas di meja. Diaterduduk lemas di sampingku. Segera ku tutup komikku dan menatap padanya.

 

“Waeyo?” Tanyaku padanya. Dia menataplemas padaku. Bukannya menjawab, dia malah mengambil sebuah buku dan pulpen.Lalu mulai menulis sesuatu dan memberikannya padaku.

 

Argh!Menyebalkan sekali! Yang diberikannya bukan lipgloss tapi lem! Dan karena halitu, aku tak bisa membuka bibirku!

 

“Hahaha. Memangnya kapan kaumemakainya?” Tanyaku menanggapi tulisannya.

 

Tadipagi saat akan pergi ke sekolah. Aku tak curiga karena memang persis sepertilipgloss! Tapi setelah kupakai, dia mengering dan membuat kedua bibirkumerekat!

 

“Ya sudah, kau sabar saja. Nanti jugalemnya hilang dan bibirmu tak merekat lagi”. Nasehatku padanya sambil menahantawa. Kulihat dia tertunduk kesal.

 

            Akusenang sekali karena rencanaku kali ini juga berhasil. Sebenarnya semalam saatdi toko, aku melihat benda yang mirip sekali dengan lipgloss yang diberikanKyujong oppa untuk Jimin. Penjaga toko bilang kalau itu lem. Tanpa pikirpanjang, aku membelinya dan menukar dengan lipgloss yang diberikan Kyujongoppa. Mianhae Jimin-ah. Hahaha.

 

xXx SS501  xXx

 

“Apa lagi ini?” Tanya Jimin penuh curigasaat aku menyerahkan sebatang coklat pemberian Kyujong oppa.

 

“Hadiah dari Kyujong oppa. Sepertinyacoklat. Nih!” Kusodorkan coklat itu padanya.

“Shirheo. Untukmu saja”. Tolaknya.

“Hei! Dia membeli ini untukmu bukanuntukku. Terimalah”.

“Aku masih takut menerima hadiahdarinya. Kau ingat kan dua hari yang lalu bibirku merekat seharian hinggamembuatku tak bisa bicara dan yang lebih parah, aku kelaparan karena hal itu!”Jimin bersungut-sungut kesal.

 

“Mungkin dia salah beli. Jangan sepertiitulah”. Bujukku padanya.

“Tapi….”.

“Hargailah pemberiannya Jimin-ah”.

“Huft! Ya sudah, aku akan menerimanya”.Ucapnya dan meraih coklat itu lalu menyimpannya di dalam tas. Aku tersenyumpadanya tentu saja senyum bahagia.

 

xXx SS501  xXx

 

“Mwo? Jimin masuk rumah sakit?” Kyujongoppa shock mendengar perkataanku.

“Ne”. Jawabku cuek.

“Tapi kenapa dia masuk rumah sakit?”

“Alerginya kambuh”. Jawabku sembariberjalan menuju gerbang sekolah.

 

“Dia alergi apa?” Tanyanya menyamailangkahku.

“Kacang almond”.

“Kacang almond? Jangan-jangan karenacoklat yang kuberikan kemarin. Kan ada kacang almondnya”.

“Ya mungkin”.

“Hei! Kenapa kau tidak bilang kalau diaalergi dengan kacang almond?”

“Kenapa oppa tidak tanya?” Ucapku dengansenyum mengejek.

 

“Kau ini! Lalu bagaimana keadaannyasekarang?”

“Molla. Aku masih mau menjenguknya”.

“Aku ikut denganmu”.

 

            Akutersentak saat Kyujong oppa menarik tanganku setengah berlari menuju parkiran.Terlihat sekali kalau dia sangat panic. Salah sendiri karena kau tak menyadariperasaanku oppa! Hahaha.

 

xXx SS501  xXx

 

Tok…. Tok…. Tok….

 

Ckleek

 

            Akudan Kyujong oppa masuk ke ruangan bernomor 406. Kulihat Jimin duduk di ranjangdengan mata yang terfokus pada bukunya. Dia itu aneh sekali. Sedang sakitpuntetap saja belajar.

 

“Jimin-ah, bagaimana keadaanmu?” Tanyakuhingga dia mengangkat wajahnya menatapku.

“Sudah lebih baik dari pada tadi malam”.Jawabnya lemas.

“Hei! Aku juga membawa Kyujong oppakesini”.

“Hei, Jimin-ah. Kau sudah lebih baik?”Kyujong oppa bertanya dengan hati-hati.

 

“Aku sudah lebih baik. Andai saja coklatitu kuhabiskan, pasti aku sudah mati”. Ucapnya kesal.

“Mianhae Jimin-ah. Aku sungguh tidak taukalau kau alergi dengan coklat almond. Sebagai permintaan maafku, akumembawakanmu ini”. Ucapnya sembari menyerahkan sebuah kotak berisi kue tart.

 

            Jiminmembuka kotak itu. Dia menatap cake pemberian Kyujong oppa yang bagiku sangatindah dan sangat menggugah selera. Namun Jimin malah terlihat kesal.

 

“Oppa memang berniat membunuhku, uhm?!”

“Mak, maksudmu apa Jimin?” Kyujong oppagelagapan.

“Lihat ini! Aku alergi buah strawberry!Dan ini pakai buah kalengan juga! Oppa apa-apaan sih?!” Teriak Jimin kalap.

 

“Uhm, Jimin-ah, aku, aku takbermaksud….”.

“Pergi dari sini!” Potong Jimintiba-tiba.

“Tapi Jimin-ah….”.

“Aku bilang, pergi!” Emosi Jimin serayameletakkan tart itu di tangan Kyujong oppa.

 

            Kyujongoppa menghela nafas sedih. Dia menatap tart di tangannya beberapa saat laluberlari meninggalkan ruangan Jimin. Aku tersentak melihatnya.

 

“Jimin-ah! Kau sungguh keterlaluan!”

“Dia yang keterlaluan, bukan aku!” Jimintak mau tau.

 

            Akumenatap kesal padanya. Segera aku berlari keluar berusaha mengejar Kyujongoppa. Aku yakin dia pasti belum jauh. Dan benar saja dugaanku, Kyujong oppamasih menunggu di depan lift.

 

“Jamkkanman oppa”. Ucapku seraya menariktangannya menjauh dari sana.

“Lepaskan! Aku mau pergi!”

“Aku minta maaf karena ucapan Jiminyang….”.

“Harusnya kau minta maaf karenakelakuanmu, Youngmin-ah!” Potongnya tiba-tiba.

 

“Mak, maksud oppa?”

“Saat aku tanya apa dia suka strawberry,kau jawab iya. Kau sengaja kan mau mengerjaiku agar Jimin membenciku?!”

“A, ania oppa. Mungkin aku salah dengar.Pasti waktu itu aku dengar oppa bilang blueberry”. Kilahku padanya.

 

“Geojitmal! Kau sangat menyebalkanYoungmin-ah! Aku membencimu!”

“Oppa?” Ucapku lirih.

 

            Kyujongoppa hanya menatap tajam padaku. Aku sendiri langsung tertunduk, tak beranimenatapnya. Sesaat kemudian, dia meninggalkanku yang hanya bisa berdirimematung. Entah kenapa, mataku terasa panas. Dan akhirnya, airmataku menetestanpa kukomando.

 

xXx SS501  xXx

 

“Kyujong oppa?” Panggilku padanya saatmelihat Kyujong oppa baru datang dari arah parkiran.

 

            Diamelirik sekilas ke arahku lalu kembali membuang muka. Hatiku mencelosmelihatnya seperti itu. Dadaku terasa sesak dan mataku memanas. Tidak boleh!Aku tak boleh menangis disini.

 

            Argh!Perlakuan seperti itu sudah kudapatkan selama berhari-hari darinya, bahkansudah lebih dari seminggu ini. Aku sadar aku salah. Aku juga harusnya bisamenerima kalau cinta tak mungkin dipaksakan. Aku harusnya merelakan dia bahagiabersama Jimin. Aku harusnya…

 

“Youngmin-ah”. Sapa Jimin sembarimenepuk bahuku. Aku menatap datar padanya. “Hei! Apa yang kau lakukan disini?Menunggu hantu merasukimu, uhm?” Cerocosnya padaku.

 

“Aniyo”. Jawabku singkat dan berlalumenuju kelas.

“Yak! Youngmin-ah, gidaryeobwa!”Teriaknya seraya menyamai langkahku.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akuterpaku dengan tatapan lurus ke depan. Kulihat Kyujong oppa dan Youngsaeng oppasedang mengobrol di taman belakang sekolah. Mereka terlihat sangat serius.Kuputuskan untuk berjalan kesana, berpura-pura tak sengaja lewat.

 

“Eotte hyung? Aku sangat frustasi karenahal itu”. Kyujong oppa menatap melas pada Youngsaeng oppa.

“Harusnya kau tunjukkan perasaanmusecara langsung padanya. Kyujong-ah, kau harus semangat. Bukankan semua semakinterlihat jelas sekarang ini? Kajja Kyujong-ah, hwaiting”. Youngsaeng oppamenyemangati Kyujong oppa.

“Tapi tetap saja aku masih ragu hyung.Aku masih belum yakin kalau dia memiliki rasa yang sama denganku”. Kyujong oppaterlihat frustasi.

“Uhm, begini Kyujong-ah….”.

 

“Oppa?” Ucapku memotong ucapan Youngsaengoppa.

 

“Heh! Apa yang kau lakukan disini?!”Sentak Kyujong oppa gelagapan.

“Aku hanya….”. Aku tak sempatmelanjutkan ucapanku saat tiba-tiba Kyujong oppa bangkit dari duduknya danberlalu. “Oppa?” Panggilku padanya namun dia tak menghiraukanku. Dia tetapberlalu meninggalkanku.

 

“Youngmin-ah, duduklah”. Youngsaeng oppaberkata seraya menepuk bangku.

 

            Akumenurut. Kujatuhkan tubuhku di sampingnya dengan lemas. Wajah sedihku langsungkutekuk. Rasanya aku ingin sekali menangis. Tapi aku malu pada Youngsaeng oppa.

 

“Youngmin-ah, gwaenchanhayo?”

“Gwaenchanha oppa”. Jawabku lemas,berbohong.

“Kau bersedih. Apa karena Kyujong?”Tanyanya, aku mengangguk.

 

            Keadaanmenjadi hening. Aku tak berselera untuk mengatakan hal apapun. Dan Youngsaengoppa juga hanya diam. Entah apa yang dipikirkannya. Dia hanya tersenyum simpulsambil melihat burung-burung yang sedang ramai berkumpul di depan kami.

 

“Harusnya tak seperti ini”. Ucapnya yangseperti gumaman.

“Mworago?”

 

            Youngsaengoppa menatapku dengan senyum tipisnya yang memukau. “Yeah, harusnya tak sepertiini kan? Harusnya kau dan Kyujong tak berjauhan seperti ini. Andai saja kaumemenuhi keinginannya, semua ini tak mungkin terjadi. Andai saja kau mengertidan bisa memahami hatinya, pasti kalian tak mengalami hal ini. Jangan egoisYoungmin-ah”.

 

            Akutermenung mendengar ucapan Youngsaeng oppa. Egois? Aku egois? Benarkah akuegois? Tapi jika melihat ke belakang, rasanya aku memang egois. Bagaimanamungkin aku tega membohongi Kyujong oppa dan yang lebih parah, aku mencelakaisepupuku sendiri. Kenapa aku seberani itu bermain dengan bahaya? Padahal akutau kalau Jimin bisa mati karena ulahku.

 

            Inisemua salahku! Harusnya aku bisa menerima kalau Kyujong oppa mencintai Jiminbukannya aku! Harusnya aku sadar kalau banyak yang akan terluka karena hal yangkulakukan. Ough, Tuhan! Kenapa aku bisa sebuta ini?! Argh! Aku menyesalsekarang.

 

“Aku harus bagaimana oppa?” Tanyakudengan wajah masih ditekuk. Namun aku tak mendapat jawaban. “Oppa?” Panggilkupadanya, kembali lagi tak ada sahutan.

 

            Merasapenasaran, aku mengangkat wajahku dan melihat ke samping. Aigo. Ternyata akusudah sendirian disini. Aku bahkan tak menyadari saat Youngsaeng oppa berlalumeninggalkanku karena saking sibuknya aku melamun. Dan akhirnya, kuputuskanuntuk pulang.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akuberdiri di depan kelas Kyujong oppa, menunggunya pulang. Ada hal penting yangharus kukatakan padanya. Dan kali ini, aku akan memaksanya untuk mendengarkanucapanku meskipun dia menolak.

 

“Youngmin? Apa yang kau lakukan disini?Menunggu oppamu?” Sapa Hyungjun oppa.

“Agh. Ania. Aku menunggu Kyujong oppa”.

“Kyujong? Dia bolos jam pelajaranterakhir tadi”.

“Jinjja? Lalu sekarang dia dimana?”Tanyaku panic, takut usahaku menunggunya sia-sia.

 

“Molla. Bisa di parkiran, di taman, ditoilet atau mungkin di bawah tanah”. Ucapnya cuek.

“Yak, oppa! Kau pikir Kyujong oppasejenis cacing!”

“Hahaha. Lagipula pertanyaanmu anehsekali. Mana mungkin aku tau dia dimana. Aku bukan eommanya, bahkan eommanyapunbelum tentu tau dimana dia sekarang ini”.

“Huft! Ya sudah, aku mau mencarinyadulu”. Ucapku seraya meninggalkannya yang masih saja mengeluarkan kata-katagila.

 

            Akukembali melangkah dengan wajah tertunduk lesu. Entah kemana kakiku akanberjalan. Kuserahkan semua pada instingku. Aku harap instingku akan membawakupada Kyujong oppa. Yeah! Semoga saja.

 

“Sarange sarange ibyeoreul deohandahayeodo

majimagi doel saram

gaseume saegyeojin saram

apeugo tto apado motnae geu saram

japgoman sipeun

naegen gajang sojunghan saram”.

 

            Akuterpaku menatap namja yang sedang menyanyikan sebuah lagu dengan suaranya yangbegitu menyentuh hati. Namja tampan yang tak lain adalah Kyujong oppa. Benarsekali, Kyujong oppa memang memiliki suara yang begitu indah.

 

            Tanpasadar, aku kembali berjalan. Tujuanku tentu saja mendekatinya dan mengutarakanmaksudku padanya. Dia tak menyadari kehadiranku karena dia berdirimembelakangiku. Aku pikir itu adalah kesempatan bagus karena aku bisamendekatinya tanpa harus membuatnya kabur untuk menghindariku.

 

“Oppa?” Ucapku ragu-ragu.

“Kau?! Mau apa kau?!” Sentaknya denganwajah kaget.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padaoppa”.

“Aku tak mau dengar!” Teriaknya serayaberjalan menjauhiku.

 

“Oppa, aku ingin minta maaf pada oppa.Aku tau aku salah, aku egois. Tapi aku benar-benar menyesal sekarang”. Teriakkufrustasi.

 

            Kyujongoppa menghentikan langkahnya mendengar ucapanku. Dia berbalik dan menatap tajampadaku. “Penyesalanmu sudah terlalu terlambat!” Ucapnya dingin dan begitumenusuk.

 

“Aku akan menebus kesalahanku oppa. Akuakan mengembalikan kebahagiaan yang harusnya sudah oppa miliki sekarang”.

“Lakukan dan tebuslah kalau kau bisa!”Ucapnya dengan senyum sinis dan mengejek lalu kembali berbalik dan berjalanmeninggalkanku.

 

            Apakau tak percaya denganku lagi oppa? Apa kau tak yakin aku bisa mengembalikankebahagiaanmu? Kita lihat saja nanti. Aku akan membuatmu kembali tersenyum dantak membenciku lagi, meskipun aku harus terluka.

 

xXx SS501  xXx

 

            Selamaseminggu aku menjalankan rencanaku. Mulai dari memberikan bunga kesukaan Jimin,kue kesukaan, makanan dan minuman kesukaan, bahkan sampai aksesoris dan bukukesukaan Jimin sekalipun. Tentu saja, aku memberikan itu atas nama Kyujongoppa.

 

            Perlahan-lahan,aku melihat Jimin kembali antusias dengan Kyujong oppa. Aku tak melihat adanyasemburat kebencian lagi di wajahnya. Bahkan tadi pagi saat aku memberikanaksesoris berupa sebuah kalung dengan mainan bergambar sepasang merpati, diasangat senang. Dia bilang kalau Kyujong oppa mulai mengerti dirinya dansepertinya dia mulai jatuh cinta dengan Kyujong oppa. Kata-katanya membuathatiku teriris-iris. Tapi aku mencoba bertahan. Bukankah semua ini kulakukandemi mendapatkan pertemananku dengan Kyujong oppa lagi?

 

“Youngmin-ah?” Teriak Youngsaeng oppa,membuatku tersentak.

“Ada apa oppa?” Tanyaku heran.

“Kau sudah mau pulang?” Tanyanya lagitanpa menjawab pertanyaanku tadi.

 

“Ne, ada apa?” Tanyaku lagi.

“Kau ditunggu Kyujong di taman belakangsekolah”.

“Jinjja? Kenapa dia menungguku?”

“Temui sajalah dia. Nanti juga tau sendiri”.Ucapnya seraya menepuk pundakku sebelum berlalu.

 

            Mendengarucapan Youngsaeng oppa, akupun segera berlari menuju taman belakang. Hatikuberdegub kencang, begitu berdebar. Rasanya aku begitu senang, antusias, namunentah kenapa perasaanku juga tak enak.

 

            Akuberhenti saat jarakku dan Kyujong oppa tinggal beberapa langkah lagi. Bunyidedaunan kering yang terinjak kakiku membuat Kyujong oppa menyadari kehadiranseseorang hingga akhirnya dia berbalik. Kulihat Kyujong oppa tersenyum manispadaku, membuat hatiku bahagia. Sedetik kemudian, dia menghambur memeluktubuhku.

 

“Oppa?” Ucapku lirih.

“Semua ini kau yang melakukannya kan?”

“Melakukan apa oppa?” Tanyaku bingung.Dia melepaskan pelukannya dan menatapku dalam-dalam.

 

“Semua yang dikirimkan pada Jimin atasnamaku. Itu kau yang melakukannya kan?”

“Uhm, ne”. Jawabku lirih serayatertunduk.

 

            Kyujongoppa kembali memelukku dan kali ini semakin erat. “Gomawo Youngmin-ah”.Bisiknya padaku. Aku masih diam mematung dan kebingungan dengan maksud perbuatannya.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akumenangis sesenggukan di dalam kamarku. Hujan deras diluar sana, seakanmemaksaku untuk terus menumpahkan airmataku hingga semua lukaku tenggelam.Kilat yang membuat gelapnya langit malam menjadi terang sesaat, semakin membuathatiku perih. Seolah-olah, itu adalah cahaya kebahagiaan yang sesaat melintasigelapnya hatiku yang begitu menyedihkan.

 

            PerkataanKyujong oppa tadi siang masih terdengar jelas di telingaku. “GomawoYoungmin-ah. Perbuatanmu itu membuatku dan Jimin sekarang pacaran. Dia sangatsenang dengan semua itu. Dan semua itu karena kau. Kau adalah cupid yang telahmenyatukan hati kami berdua”. Ucapnya penuh kebahagiaan.

 

            Akuharusnya bahagia dengan semua ini. Aku harusnya senang karena Kyujong oppasekarang tidak membenciku lagi. Harusnya aku bangga karena sudah berhasilmenyatukan hati mereka berdua. Tapi aku tak bisa. Semua ini terlalumenyakitkan.

 

Ckleek

 

“Youngmin-ah, pinjam komikmu ya”. UcapJungmin oppa di ambang pintu. Aku hanya mengangguk.

 

            Jungminoppa segera berjalan ke lemari yang berisi buku-bukuan yang tersusun rapi dikamarku. Dia mencari-cari komik yang mau dipinjamnya. Aku berharap dia segerapergi dari kamarku dan tak melihatku sedang menangis.

 

“Youngmin, aku pinjam yang ini”. Ucapnyaseraya menjatuhkan tubuhnya di ranjangku dengan posisi yang sama sepertiku,tengkurap.

 

            Akuhanya diam tak menanggapi ucapannya. Tapi sepertinya itu malah membuatnyacuriga. Dia melihat wajahku dan ekspresinya berubah menjadi sangat kaget.

 

“Youngmin-ah, gwaenchanhayo?” Tanyanyapanic, aku hanya mengangguk. “Yak! Kau bohong padaku! Cepat katakan kenapa kaumenangis?!” Desaknya padaku.

 

“Gwaenchanha oppa. Mataku hanyakemasukan debu”.

“Hei! Debu sebesar apa yang memasukimatamu hingga kau menangis seperti itu?! Apa mungkin debunya sebesarsepatuku?!”

“Ne”. Jawabku lemas.

“Yak! Mana bisa debu sebesar sepatukubisa masuk ke dalam matamu!”

“Kau sendiri yang bilang begitu tadioppa”. Ucapku acuh tak acuh.

 

            Akuhanya diam dan mengacuhkan oppaku yang sibuk menanyaiku berbagai alasan mengapaaku menangis. Hatiku masih sangat sakit dan aku hanya ingin menangis sekarangini. Setelah Jungmin oppa capek karena tak kuhiraukan, dia memutuskan untukkembali ke kamarnya dengan membawa komik yang dipinjamnya tadi.

 

xXx  SS501  xXx

 

            Sudahseminggu berlalu sejak Kyujong oppa dan Jimin resmi berpacaran. Tapi bagikurasanya seperti seabad. Aku terus uring-uringan. Seperti tak memiliki semangathidup. Mau bagaimana lagi? Aku hanya bisa mengalah dan akhirnya kalah. Lebihsakit dibenci Kyujong oppa daripada tak bisa memilikinya walaupun kedua pilihanitu sama-sama menyesakkan hatiku.

 

“Youngmin-ah! Mau sampai kapan kaumelamun disitu, uhm?” Teriak Jungmin oppa di depan kelasku.

“Bukan urusan oppa”.

“Jelas urusanku. Kau adikku”. Ucapnya,aku menatapnya sekilas dan kembali menekuk wajahku.

 

“Sudah sepuluh menit yang lalu belpulang sekolah. Kajja, kita pulang”. Ucapnya seraya menarik tanganku.

 

            Akumenepis tangannya. Kembali melipat tanganku di atas meja. “Oppa duluan saja”.Tolakku dengan malas.

 

“Kau itu kenapa sih?”

“Aku tidak apa-apa”.

“Kau patah hati ya karena Kyujongpacaran dengan Jimin?” Celetuknya. Aku mengangkat wajahku, menatapnya kaget.

 

“Sok tau!”

“Geojitmalhajima Yeongmin-ah!”

“Bohong apa, uhm? Oppa tuh ngelantur!”

“Aku tau kau mencintai Kyujong. Iyakan?”

“Anio!”

 

            Akumembuang pandanganku ke arah lain. Pipiku terasa panas. Darimana dia tau kalauaku mencintai Kyujong oppa? Dan kenapa dia memaksaku untuk mengaku? Menyebalkansekali dia.

 

“Aku sudah baca diary mu, Youngmin.Percuma saja kau berbohong”.

 

            Akutersentak. Apa dia bilang? Membaca diaryku? Segera aku menatap tak percayapadanya. Kulihat dia memamerkan diaryku di tangan kanannya.

 

“Kembalikan padaku!”

“Shirheo! Jujurlah Youngmin. Apasalahnya mengaku kalau kau menyukainya dan patah hati karenanya?”

“Kalau oppa sudah tau, kenapa oppa masihsaja mendesakku untuk mengaku?! Aku memang menyukainya, aku memangmencintainya. Tapi apalah arti perasaanku jika dia mencintai yeoja lain, bahkanitu adalah sepupuku sendiri. Aku sudah cukup terluka menahan semua ini! Bisakahoppa jangan membuatku semakin terluka?!” Sentakku padanya.

 

            Takku sadari, air mataku menetes. Satu tetesan yang mengomando tetesan lain untukmembasahi pipiku ini. Aku tak sanggup menahannya. Terlalu sakit yang kurasakansaat ini. Aku memutuskan untuk menundukkan kepalaku. Kurasa tak ada untungnyamemamerkan kesedihanku pada orang lain walaupun itu oppaku sendiri.

 

“Benarkan yang aku bilang. Dia itumencintai Kyujong oppa”.

 

            Akumendengar suara Jimin mengomentari perdebatanku dengan Jungmin oppa beberapasaat yang lalu. Eh? Jimin? Segera kuangkat wajahku dan menatap ke arah pintu.Disana kulihat ada Jimin, Kyujong oppa, Hyungjun oppa, Youngsaeng oppa danseorang namja tenar di sekolah kami yang kuketahui bernama Hyunjoong oppa.

 

“Ka, kalian? Apa yang kalian lakukandisini?” Tanyaku gugup.

“Menonton”. Jawab Youngsaeng oppa dengangaya sok polosnya.

 

            Akuberbalik. Rasanya harga diriku sungguh jatuh. Baru kali ini aku dipermalukansememalukan ini. Baru kali ini aku merasa serendah ini.

 

“Youngmin-ah, gwaenchanhayo?” UcapKyujong oppa yang kuyakini sudah berada tepat di belakangku.

“Pergilah dari sini”. Jawabku datar.

 

            Kudengarlangkah sepatu yang semakin mendekatiku. Apa dia tak mengerti kata-kataku? Apadia ingin melihatku semakin terluka.

 

“Jujurlah padaku, Youngmin”.

“Cukup oppa. Lebih baik sekarang….”.

 

            Akutak sanggup melanjutkan kalimatku saat Kyujong oppa secara tak terdugamemelukku dari belakang. Yeah! Dia memelukku sangat erat. Aku bahkan mampumerasakan deru nafasnya di leherku. Perbuatannya membuatku mematung karenabingung dan kaget.

 

Proookk…. Proookk…. Proookk….

 

            Kyujongoppa melepaskan pelukannya saat mendengar suara tepuk tangan dari mereka. Argh!Kenapa mereka memberi tepuk tangan?! Apa mereka pikir ini drama! Aku berbalikdan menatap bingung pada mereka terutama pada Kyujong oppa.

 

“Gomawo Youngmin-ah”. Ucap Kyujong oppa.

“Untuk apa ucapan itu?”

“Untuk cintamu padaku. Aku sangatbahagia saat mengetahui ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan padamu”.

“Hah?” Pekikku kaget dengan mulutmenganga lebar.

 

“Wae Youngmin-ah?”

“Bukannya oppa mencintai Jimin?” Tanyakupolos.

“Hahaha. Dia hanya mau mengujimu”.Sambar Jimin seraya tertawa renyah.

 

“Ada apa ini? Cepat jelaskan padaku!”Ucapku ketus dengan tatapan tajam pada mereka. Jimin berjalan mendekatiku danmerangkulku.

 

“Jangan ketus seperti itu sepupuku.Jadi, sebenarnya Kyujong oppa itu menyukaimu tapi dia tak yakin kalau kaumenyukainya padahal aku sudah bilang kalau kau itu sangat menyukainya. Akhirnyakami buat rencana agar kau mengungkap perasaanmu yang sebenarnya. Kyujong oppaberpura-pura menyukaiku dan meminta bantuanmu untuk membuat kami jadi dekat.Ternyata berhasil karena kau begitu cemburu”. Jelas Jimin dengan senyum lebarmenahan tawanya.

 

“Kalian keterlaluan!”

“Keterlaluan apanya? Kau itu yangketerlaluan! Apa kau tidak sadar kalau kau hampir saja membunuhku! Tega sekalipada sepupu sendiri”. Jimin manyun.

 

            Akuhanya nyengir mendengarnya. Pipiku terasa panas, pasti sekarang pipiku meronamerah. Aku merasa malu karena sudah mencelakai Jimin karena keegoisanku.

 

“Jadi, kalian tidak sungguh berpacaran?”Tanyaku meyakinkan.

“Aku kan sudah punya pacar”.

“Siapa?”

“Nih”. Ucap Jimin seraya merangkulHyunjoong oppa.

 

“Namjachingumu Hyunjoong sunbae?”

“Ne, wae? Yeoja populer sepertiku jugaharus pacaran dengan namja populer kan?” Ucap Jimin membuatku hanya melengosmendengarnya.

 

“Uhm. Jadi sekarang bagaimana?” TanyaKyujong oppa.

“Apanya yang bagaimana?”

“Ya kita”. Ucapnya seraya memegangitanganku. Aku tersipu malu. “Uhm, Youngmin-ah, nae yeojachinguga doeeo jullae?”Ucapnya seraya tersenyum. Aku terdiam, rasanya aku tak bisa berkata-kata.

 

“Terima…. Terima….”. Teriak mereka semuaseraya bertepuk tangan.

 

            Akumengangguk-angguk sambil senyum malu. Kyujong oppa langsung merengkuhku dalampelukannya. Aku membalas pelukannya.

 

“Saranghae Youngmin-ah”. Bisiknyapadaku.

“Nado saranghae oppa”. Balasku serayamembenamkan wajahku di dada bidangnya.

 

xXx  SS501  xXx

 

TAMAT

 

xXx SS501  xXx

Argh! Akhirnya FF ini nyampe ending
garing? jelek? begitulah hasilnya
makasih buat yang udah baca
kalo bisa RCL ya #ngarep
mian juga kalo typo bertebaran, n entah kenapa setiap kali dipost pasti spasinya berantakan
sia-sia saia ngedit😦

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s