FF // LIES // Chapter 1

Title         :

Lies

 

Cast         :

Kevin Woo (UKISS)

 

              Jung Eunji (A-Pink)

 

Genre        :

Nano-nano (?)

 

Disclaimer  : Cast is Themself but stroy is mine !

 

Rate         :

T

 

Author      : Fenita Yonata

 

 

 

 

 

Happy Reading

 

Bismillah

 

 

 

“Itu karena kau terlalu percaya padanya.

Manusia tidak ada yang sempurna. Ada saat dimana kau tidak mempercayainya.

Dimana saat dia membohongimu”.

 

 

 

“……….satu lagi!! Kau harus ingat! Jangan

pernah menoleh kebelakang. Karena dibelakangmu ada masa lalu dimana ada aku..

aku laki-laki jahat yang pernah menyakitimu dan membohongimu!!!………….”

 

 

 

 

 

“Aku ingin menjadi matahari. Matahari pagi

yang  bukan untuk membuatmu hangus saat

kau berada didekatku. tapi aku ingin membuatmu terasa hangat saat kau berada

disampingku………..!”.

 

 

 

Lies~

 

Chapter

1

 

 

 

 

#####################VinJi####################

 

 

 

 

 

~Selpeun hajima

no no no~

 

Bunyi

nyaring terdengar dari ponsel berwarna pink, nampaknya tengah mengusik

kenyamanan seorang gadis yang kini asyik bergelut didalam selimut. Gadis cantik

itu membuka sebelah matanya sedikit menyipit. Dalam hati ia merutuki ponsel

yang tak tahu diri itu berbunyi disaat yang tidak tepat menurutnya.

 

Tanpa beranjak sedikitpun tangan panjang gadis

itu hanya meraba-raba mencoba mencari keberadaan sesuatu yang berbunyi tadi.

 

“Yeobbosseyo? Jung Eunji Imnida”. Sahutnya

tanpa melihat siapa yang menelponnya. Justru dengan percaya dirinya ia

memperkenalkan namanya.

 

“Gadis Pemalas !!”.

 

 

 

Kedua mata Eunji terbelalak seketika saat ia

mendengar ucapan si penelpon. Tentu saja ia tak terima mendapat umpatan seperti

itu.

 

“YAAAAAA… siapa kau? Berani-beraninya

ber……”.

 

“Bagaimana bisa kau lupa dengan suaraku?”.

Potong si penelpon dengan nada sedih.

 

Sontak Eunji menutup mulut dengan sebelah

tangannya.  

 

 

“Kevin Oppa, mianhae !! aku setengah sadar “.

Sesal Eunji yang baru menyadari bahwa yang menelpon adalah Kevin. Kekasihnya.

Ia sudah bisa membayangkan bagaimana saat ini ekspresi wajah tampan Kevin

sekarang.

 

“Hmmm… baiklah !! Jung Eunji saya nyatakan

Dimaafkan!! Sekarang… pergilah ke Balkon kamarmu!”. Perintah Kevin pura-pura

galak.

 

“Untuk apa? Ahhh… Shirreo !! diluar dingin

Oppa! Aku malas”. Tolak Eunji malas. Gadis itu kembali membaringkan badannya.

 

“Ini perintah ! kenapa kau menolak?”.

 

“Tidak mau!” Kekeh Eunji.

 

“Aishhh.. kau ini ! baiklah.. kau akan

menyesal nanti”. Ancam Kevin.

 

“YAAAAA!!!. Baiklah !”. Akhirnya dengan

langkah sedikit dihentak-hentakkan ia membuka pintu menuju balkon.

 

Gadis itu sedikit terperangah saat melihat

Kevin yang kini tengah berdiri didepan rumah sambil menengadah kearahnya.

 

Terulum senyum manis dibibir mungilnya.

 

“Oppaaaa!!!”. Serunya. Namun suaranya dapat

didengar oleh Kevin.

 

Kevin tersenyum hangat. Kedua matanya

tertimbun, meninggalkan jejak dua garis sejajar  dibawah alis tebalnya yang sangat indah

dipandang. Laki-laki itu melambaikan tangannya kearah Eunji.

 

Eunji membalas lambaian tangan Kevin dengan

semangat. Rasa malasnya seakan hilang tertimbun wajah tampan Kevin. Ia masih

heran tidak biasanya Kevin datang kerumahnya sepagi itu. Sangat pagi. Bahkan

matahari pun belum nampak.

 

“Cepat rapikan dirimu! Aku ingin mengajakmu

kesuatu tempat!”. Sahut Kevin. Masih via telepon.

 

“Memangnya kau mau mengajakku kemana Oppa? Ini

masih sangat pagi”.

 

“Ck.. kau akan menyesal  jika menolak”. Ancam Kevin. Masih dengan

ancaman yang sama. Dari balkon Eunji melihat Kevin sedang melipat sebelah

tangannya didada sambil memasang wajah cemberut. Persis seperti anak TK yang

tengah merajuk.

 

“Ishhhh… baiklah. Tunggu beberapa saat !”.

Balas Eunji menyerah.

 

“Jangan lama-lama”. Pinta Kevin lagi.

 

Tanpa membalas kalimat Kevin. Eunji menutup

telepon Kevin secara Sepihak. Ia segera berbalik dan memasuki kamarnya.

 

Dari bawah Kevin masih menatap nanar balkon

kamar Eunji yang sudah jelas-jelas tak lagi ada Eunji disitu.

 

“Jung Eunji Saranghae!”. Gumam Kevin pelan.

Kevin kembali tersenyum. Tersenyum Kecut.

 

 

 

Beberapa saat kemudian Eunji keluar dengan

pakaian Khas musim dingin.

 

“Aku sudah siap Oppa”. Sahut Eunji ceria

menyambut Kevin yang sudah lama menunggu didepan rumahnya.

 

Kevin tersenyum gemas menatap Eunji.

 

“Ck.. Gadis jelek!!”. Balas Kevin mengejek.

 

Yang diejek langsung memajukan bibirnya

beberapa centi.

 

“Kau ini!! sebenarnya kau kekasihku atau

musuhku? Kenapa selalu mengejekku?”. Rutuk Eunji kesal.

 

Bukannya membalas ucapan Eunji. Kevin Justru

semakin gencar mengejek kekasihnya itu.

 

“Kau memang jelek!”. Eunji semakin kesal saat

lagi-lagi Kevin menyebutnya Jelek. Ditambah lagi  lidah Kevin yang menjulur keluar.

 

“Kalau aku jelek, kenapa kau mau punya kekasih

jelek sepertiku?”. Tanya Eunji ketus. Agaknya Eunji benar-benar marah sekarang.

 

“Karena aku suka gadis jelek…. Sepertimu

Nona Jung Eunji”. Santai Kevin sambil mengacak rambut Eunji yang sudah

dirapikan sebelumnya. Kemudian ia berjalan membelakangi Eunji yang masih

merengut.

 

“Yaaaaaaa!!!!!!!!! Oppa… kenapa kau selalu

menggodaku seperti itu! aishh.. kau menyebalkan!”. Teriak Eunji sambil mengekor

dibelakang Kevin. Kevin terkekeh geli mendengarkan umpatan-umpatan kekasihnya.

 

 

 

“Oppa!! Apa yang kita lakukan disini? Aishh..

harusnya aku tidur memeluk guling sekarang”. Tanya Eunji saat sampai disebuah

danau.

 

“Aku ingin mengajakmu melihat matahari terbit,

Chagiya”. Sahut Kevin yang terus menatap kearah timur. Mataharinya belum juga

menampakkan diri. Tak ada suara yang keluar dari mulut Eunji. Ia menatap Kevin

sambil membulatkan bibirnya tanda ia mengerti. Suasana menjadi hening sesaat.

Keduanya saling berkonsentrasi menatap langit timur menyambut kedatangan sang

surya.

 

“Aigooooo… kenapa mataharinya belum muncul

juga?”. Keluh Eunji merasa bosan karena matahari yang mereka nantikan tak

muncul-muncul.

 

Bukannya menjawab, Kevin justru menatap arloji

yang terlingkar manis dipergelangan tangan mulusnya.

 

“Harusnya, Mataharinya sudah terbit”. Sahut

Kevin dengan nada putus asa. Ia menghela nafasnya lelah.

 

“Huhhh.. 

mungkin sebentar lagi muncul Oppa. Tenang saja”. Hibur Eunji.

 

“Bagaimana jika tidak muncul?”. Tanya Kevin

menatap wajah polos Eunji. Eunji tampak kebingungan untuk menjawab pertanyaan

kekasihnya itu.

 

“Ehmm.. kalau tidak muncul.. ehmm…”. Eunji menggantung

kalimatnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

 

Kevin mengerutkan keningnya bingung.

 

“Kalau tidak.. ehmmm.. maka biar aku yang

menjadi mataharinya”.

 

Kedua mata kevin melebar seketika mendengar

kalimat Eunji. Dalam hati ia berfikir bagaimana bisa kekasihnya berfikiran

sekonyol itu. Demi apapun Kevin tak mampu menahan tawanya. Tawanya meledak seketika.

Eunji menatapnya tajam.

 

“Apa yang kau tertawakan?”. Tanya gadis itu

kesal.

 

“Kau… hahahahah.. bagaimana kau bisa

berfikiran seperti itu chagiya!! Aigooo.. kekasihmu yang tampan ini akan

terbakar hangus saat dekat denganmu jika kau menjadi matahari”. Kevin mengacak

rambut Eunji dengan gemas. Kevin benar-benar gemas dengan sikap polos gadisnya

itu.

 

“Aishh… berhentilah tertawa seperti itu !! menyebalkan!!!

Harusnya Kenapa kau tanya alasanku menjadi matahari?”. Tanya Eunji masih dengan

raut kesal.

 

“Baiklah, kenapa kau ingin menjadi matahari

Nona Jung?”. Tanya Kevin sedikit mendayu-dayukan nada bicaranya.

 

Eunji tersenyum riang.

 

“Aku ingin menjadi matahari. Matahari pagi

yang  bukan untuk membuatmu hangus saat

kau berada didekatku. tapi aku ingin membuatmu terasa hangat saat kau berada

disampingku. Seperti Ini !”. Terang Eunji sambil melingkarkan kedua tangannya

dipinggang Kevin. Agaknya gadis itu menghayati perannya sebagai matahari yang

menurutnya bisa menghangatkan tubuh sang kekasih. Ia memejamkan kedua matanya

sambil tersenyum seakan percaya diri kalau dirinya benar-benar sang matahari

penghangat kekasihnya.

 

Kevin sedikit terhenyak saat itu juga. Ia tak

mampu menggerakkan otot-otot syarafnya dengan sempurna. Yang tak merasakan

apapun selain kehangatan. Tiba-tiba saja ujung bibir Kevin terangkat keatas.

Laki-laki tampan itu tersenyum. Namun diwaktu yang sama senyum itu memudar.

 

‘Tuhan ! aku ingin selalu seperti ini.

bisakah?’. Kevin menggumam dalam hati.

 

“Bagaimana Oppa? Apa kau merasa hangat?”.

Tanya Eunji membuyarkan lamunan Kevin.

 

“Eoh? Eung.. “. Balas Kevin seadanya.

 

Beberapa menit kemudian Eunji melepaskan

pelukannya. Ia kembali menatap kearah timur menerawang langit yang mulai

berwarna cokelat kekuningan. Mungkin sebentar lagi matahari akan terbit. Batin

gadis itu.

 

“Oppa !! sepertinya matahari itu akan muncul

sebentar lagi”. Sahut Eunji yakin.

 

“Ck.. kau seperti peramal saja”. Cibir Kevin.

 

Namun Eunji seakan tak punya telinga. Ia tetap

menatap intens kearah langit timur.

 

“MATAHARI!!!!! JIKA KAU MUNCUL SEBENTAR LAGI,

AKU AKAN BERDOA PADA TUHAN UNTUK SELALU BERSAMA KEVIN OPPA SELAMANYA. TUHAN

MOHON JANGAN PISAHKAN KAMIIII!!!!!!!!!!!!!!!!”. Suara melengking Eunji

tiba-tiba memekik telinga Kevin. Eunji berteriak sambil menengadahkan

jari-jarinya dipinggiran mulutnya.

 

Kevin menoleh kearah Eunji dengan wajah yang

sulit dideskripsikan. Senang? Terkejut? Heran? Atau sedih?. Entahlah.

 

“Jung Eunji!!!”. Panggilnya lirih.

 

Eunji menoleh lalu tersenyum.

 

“Apa Oppa tidak ingin doaku terkabul?”. Tanya

Eunji heran.

 

Kevin menelan ludahnya dengan susah payah.

Entah apa yang ada dipikiran Kevin saat ini. Bukankah seharusnya dia senang

dengan doa kekasihnya itu?.

 

Baru saja Kevin ingin menjawab pertanyaan

Eunji. Tiba-tiba suara melengking Eunji terdengar lagi.

 

“OPPA !!!!!!! MATAHARINYA NAIK !! MATAHARINYA

BENAR-BENAR MUNCUL!!! HUUUAAAAAA….. DOAKU TERKABUL”. Pekik gadis itu riang.

Ia berjingkrak seraya bertepuk tangan senang saat matahari itu naik dengan

cepat dan semakin tinggi.

 

Namun berbeda dengan Kevin yang justru

memandang matahari dengan wajah datar. Sedikit terlihat gurat kesedihan diwajah

tampannya.

 

Eunji terdiam seketika saat menyadari ekspresi

kekasihnya.

 

“Oppa? Ada apa? Kenapa wajahmu sedih seperti

itu? bukankah tadi kau ingin melihat matahari terbit? Kenapa sekarang

kau……..”.

 

“Tidak bisa!”. Potong Kevin cepat. Ia masih

mematung menatap kearah timur dengan pandangan kosong. Bahkan ia tak menatap

Eunji sedikitpun.

 

“Apa maksudmu tidak bisa? Oppa sebenarnya kau

kenapa?”. Tanya Eunji mulai khawatir.

 

Kevin menatap Eunji dengan tatapan dingin. Itu

adalah tatapan dingin yang Eunji terima untuk pertama kalinya. Gadis itu

sedikit begidik. ‘Dia bukan Kevinku’. Batin Eunji sedikit takut. Mengingat

Kevin yang sedari tadi tampak baik-baik saja seperti biasa.

 

“Doamu!…… doamu tidak akan bisa terkabul

Jung Eunji”. Sahut Kevin dengan nada datar. Eunji terlonjak kaget. Ahh gadis

itu belum sepenuhnya percaya dengan apa yang ia dengar.

 

“O…oppa !! kenapa kau bisa berkata seperti

itu? apa kau tidak senang dengan doaku?”. Tanya Eunji masih saja dengan sikap

polosnya.

 

“Benar.. aku tidak senang. Jung Eunji!! Aku

ingin mengakhiri hubungan ini, iya ! aku mengajakmu melihat matahari terbit

bukan untuk doa tidak masuk akalmu itu, tapi 

justru untuk mengakhiri hubungan kita”. Terang Kevin panjang lebar.

Tidak ada nada keraguan sepanjang penjelasannya.  Laki-laki itu tak menyadari jika pernyataannya

 membuat Eunji beku seketika. Gadis itu

seakan hangus disambar petir disaat matahari mulai menyinari bumi. Tentu saja,

sebuah petir yang datang tiba-tiba menghantam dan menghanguskan tubuhnya disaat

kehangatan dari matahari pagi mulai terasa. Kedua mata Eunji kini berkaca-kaca.

Namun ia mencoba menahannya. Ini hanya lelucon. Ya ini adalah lelucon seorang

Kevin Woo. Begitulah suara hati Eunji.

 

“Ahhh.. aku tahu Oppa pasti bercanda kan? Oppa

pasti sedang mengerjaiku kan?”. Eunji tertawa kecut saat air matanya mulai

menetes. Cepat-cepat ia mengusap kasar air matanya dengan punggung tangannya.

Persetan untuk tidak percaya dengan apa yang terjadi saat itu.

 

“Aku tidak bercanda! Jung Eunji “.

 

“KAU BOHONG OPPA !!!!”. Teriak Eunji  tiba-tiba. Air matanya semakin deras menetes

dipipinya. Eunji sangat percaya pada Kevin. Karena selama mereka menjalin

hubungan, Kevin tidak pernah sekalipun berbohong pada Eunji. Begitupula

sebaliknya. Tidak ada satupun diantara mereka yang menyembunyikan rahasia.

 

Mendengar pekikan Eunji. Kevin terdiam

sejenak. Memejamkan kedua matanya sambil menghela nafasnya yang seakan

tersangkut diujung hidungnya.

 

“Bukankah kau selalu percaya padaku?”. Kevin

menyahut. Menyuarakan satu pertanyaan yang mengejutkan bagi Eunji.

 

“Jadi untuk apa aku berbohong padamu”. Imbuh

Kevin masih enggan menatap Eunji yang sudah berderai air mata.

 

“Katakan padaku!! Kenapa kau tiba-tiba ingin

mengakhiri hubungan kita?”. Tanya Eunji dengan nada bergetar.

 

Lagi-lagi Kevin terdiam seperti sedang

memikirkan sesuatu.

 

“Aku percaya padamu ! sampai detik inipun aku

percaya padamu ! katakan  dengan jujur !

apa kau punya gadis lain selain diriku? Atau kau dijodohkan oleh orang tuamu

tanpa sepengetahuanku? Atau kau sudah tidak mencintaiku lagi? KATAKAN !!!”.

Eunji memeberondong beberapa pertanyaan untuk Kevin yang jelasnya pertanyaan

itu berasal dari opini-opini yang tiba-tiba masuk kedalam pikirannya.

 

“Lebih tepatnya aku tidak bisa mencintaimu

sebagai…. seorang perempuan”. Sahut Kevin tanpa pikir panjang.

 

Eunji melongo. Dengan mata membulat dan mulut

menganga lebar. Gadis itu benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar.

Ia menutup mulutnya dengan sebelah tangannya. Ia tergerak mundur seakan tak

bisa menahan tubuhnya. Ia benar-benar shock sekarang.

 

“O..oooppaaa.. K..K..K…Kevin Oppa!!! Jangan

bilang kalau kau adalah…”.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

. . . . . . . . . . . . . . .  To BeContinue – – – – – – – – – – – – – – – – – – ->

 

 

 

 

 

Jeng~ Jeng ~

eotthe ? eotthe? Dilanjut atau tidak sodara-sodara??? Kalau mau lonjet(?) komen

dulu dong !! gak komen tar bisulan lohh #plakk ~ Gak ding becanda. Hahaha

RCL ditunggu yaaaaa sodara-sodara tersuyunk J

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s