~ FF % Confession % One Shoot ~

Tittle : Confession

Cast: Kim Hyung Jun (SS501)

Heo Young Saeng (SS501)

SongHyo Kyung (Author)

Andother casts

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

Genre: Romance, Angst, Tragedy, Friendship, A Little Funny

Halooo Readers
Uland kembali lagi bawain FF. Kemarin FF Comedynya kayanya kurang berhasil. Jadi aku putuskan untuk kembali ke genre awalku, wkwkwk.

Akunya speechless nih, jadinya gak mau banyak omong. Aku ucapin selamat membaca aja dech
Buat yang gak suka aku tag, aku minta maaf ya dan boleh di delete koq🙂

Summary : Sejak aku mengenalnya, semua berubah.Hatiku berdesir saat melihatnya. Jantungku berdegub kencang saat di dekatnya.Dan aku merasa bahagia bila bersamanya. Jangan tanyakan kenapa, karena akupunbelum menemukan jawabannya hingga saat ini.

xXx 501 xXx

Kim HyungJun POV

Akumenarik tangan seorang yeoja bernama Song Hyo Kyung yang tak lain adalahhobaeku di kampus. Dia terus bertanya padaku namun aku tak menjawab satupunpertanyaannya. Wajahnya terlihat begitu heran menatapku yang terus tersenyumbahagia, tapi aku tak peduli. Aku akan melakukannya hari ini.

Akuberhenti didepan sebuah toko ice cream. Mataku tertuju ke dalam, ke arah pojoktempat duduk yang begitu strategis. Aku menatap HyoKyung dengan senyummengembang namun dia malah mengernyitkan keningnya. Tanpa basa basi, akukembali menariknya menuju tempat duduk itu.

“Untuk apa kita kesini oppa?” Tanyanyaheran sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat itu.

“Duduklah”. Ucapku padanya. Dia menurutdan duduk di hadapanku.

“Oppa?” Desaknya karena aku dari taditak menjawab.

“Kau mau pesan apa?” Tanyaku setelahseorang pelayan wanita menghampiri kami. Aku dapat melihatnya menghela nafas.Dia pasti sebal padaku.

“Tropical ice cream ya”. Ucapnya padapelayan itu.

“Ah, selera kita sama. Kalau begitutropical ice creamnya dua”.

Pelayanitu mengangguk lalu pergi meninggalkan kami. Kulihat HyoKyung menatap curigapadaku. Segera aku mengambil smartphoneku sebelum dia membuka mulutnya untukbertanya lagi. Sepertinya itu berhasil. Dia hanya diam hingga pesanan kamidatang.

“Gamsahamnida”. Ucapnya ramah padapelayan itu.

Akulangsung menyendoki ice cream itu dan memakannya tanpa menghiraukan wajahmemelas HyoKyung. Merasa aku takkan menghiraukannya, dia mulai ikut memakan icecream itu dengan wajah cemberut. Haha, aku senang melihatnya begitu.

“HyoKyung-ah?” Sapaku membuka obrolan.

“Ne oppa. Apa oppa akan menjawabpertanyaanku kali ini?”

“Kan pertanyaanmu sudah terjawab setelahkita tiba di tempat ini”.

“Jadi kita kesini cuma untuk memakan icecream?” Tanyanya heran dan aku mengangguk. Dia kembali diam, kembali menikmatiice cream di hadapannya. Baiklah, sudah saatnya kulakukan.

“Jadilah pacarku”. Ucapku tiba-tibaseraya menatap hangat padanya.

“Uhuk…. Uhuk….”. Dia tersedak mendengarucapanku. Matanya langsung membulat menatapku. Terlihat sekali dia begituterkejut.

“Pelan-pelan HyoKyung”.

“Oppa membuatku kaget. Bercanda oppatidak lucu tau”. Dia memanyunkan bibirnya dan tertunduk. Melihatnya sepertiitu, aku langsung menarik tangannya dan menggenggamnya erat membuatnya kembalimenatap kaget padaku.

“Aku serius HyoKyung. Aku menyukaimu,aku mencintaimu, dan aku menyayangimu. Jadilah pacarku. Kau tidak boleh menolakatau kau….”. Aku menggantung kalimatku. Hatiku berdesir melihatnya tersenyumharu padaku.

“Atau aku kenapa oppa?”

“Atau kau yang harus membayar ice creamini”. Ucapku dengan tengil. Dia tertawa kecil mendengar candaanku yang konyol.

“Katakan sekali lagi oppa”. Pintanyadengan manja.

“Song Hyo Kyung, aku sangat sangat dansangat mencintaimu. Maukah kau menjadi pacarku?”

“Hehe, aku, aku mau oppa”. Jawabnyadengan malu-malu dan tertunduk. Pipinya bersemu merah seperti tomat.

Akusangat bahagia mendengar jawabannya. Dengan reflex aku mencium tangannya yangmasih ku genggam. Dia terlihat kaget. Ekspresi malu-malunya membuatku gemas.Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya bermaksud untuk menciumnya. Namun….

Bruuukk

“Adduuuhhh….”. Rintihku sambil memegangipinggangku saat aku terjatuh dari sofa tempatku tidur.

Akumengucek-ngucek mataku yang belum terbuka sempurna. Mimpi indahku saat kamijadian waktu itu membuatku senyum-senyum sendiri walaupun aku baru sajaterjatuh. Aku melihat kalender, 10 November 2013. Hari ini kan setahun kamijadian. Aku langsung melihat jam. Sudah jam enam sore. Aish, aku bisa terlambatmenemuinya. Aku langsung berlari ke kamar mandi dan bersiap-siap secepatmungkin.

xXx 501 xXx

Akutiba didepan toko ice cream itu. Mataku langsung melihat ke tempat dudukpojokan, tempat kami jadian itu. Fiuh! Aku bernafas lega karena tak melihatnyadisana. Dia belum datang, ternyata aku tidak terlambat.

Akulangsung duduk disana dan memesan dua tropical ice cream ketika seorang pelayanmenghampiriku. Aku menyantap ice cream itu sambil melamunkan berbagai hal yangkulalui bersamanya. Ya, dari pada aku bosan selagi menunggunya.

Flashback

Akudan HyoKyung berada di taman kampus. HyoKyung duduk menyadar pada pohon mapledengan kaki yang menjulur. Sedangkan aku tiduran di pahanya. Kami sama-samasedang membaca, bedanya aku membaca novel kalau dia membaca komik.

“Oppa?” Panggilnya.

“Uhm”. Aku hanya menggumam menjawabpanggilannya.

“Aku menyukaimu lebih daripada siapapundi dunia ini”. Ucapnya manja. Aku tertawa mendengarnya. “Kenapa oppa tertawa?”Dia langsung manyun.

“Kenapa kau mencontek kata-kata dariShinichi untuk Ran?” Tanyaku seraya tersenyum menatapnya. Dia terlihatmalu-malu. “Chagya, aku juga pernah membaca komik itu. Aigo, kau sangat tidakkreatif”. Sindirku tapi dia malah terlihat sedih. Aku langsung duduk danmenatap wajahnya lekat. “Kau kenapa bersedih? Aku hanya bercanda”. Bujukkupadanya.

“Apa oppa masih mencintaiku?” Tanyanyalirih.

“Haruskah aku menjawabnya?”

“Aku hanya ingin memastikan oppa”.

“Uhm, begini ya chagya. Kalau kau sudahtau 2+2=4 dan 3+3=6, lalu apa masih perlu kau pastikan lagi?” Tanyaku padanyamembuatnya mengernyitkan kening.

“Tapi oppa tidak pernah lagi mengucapkankata cinta padaku. Sekedar menjawab ucapan cintaku juga tidak pernah”.Protesnya.

“Haruskah aku melakukan hal itu?Haruskah aku menjawabnya?”

“Oppa kan playboy. Aku takut kalauoppa….”. Dia menggantung kalimatnya.

“Kau takut kalau aku mencintai yeojalain?” Tanyaku mencoba menerka lanjutan kalimatnya, dia mengangguk. “Chagya,aku memang playboy karena suka gonta-ganti pacar. Tapi itu kulakukan karena akubelum menemukan seseorang yang tepat untuk menjadi pilihan hatiku. Sekarang akusudah menemukanmu dan ternyata hatiku memilihmu. Kau adalah pilihanku dan akutak ada niatan mengganti pilihanku itu. Apa kau masih ragu padaku?”

HyoKyungtersenyum mendengar ucapanku. Aku dapat melihat matanya berkaca-kaca karenaterharu. Apa kata-kataku begitu menyentuh hatinya hingga dia sampai terharubegitu? Entahlah. Tiba-tiba dia menghambur memeluk tubuhku erat, sangat erat. Akupunmembalas pelukannya.

xXx 501 xXx

Akutiba di pelataran parkir kampus. Sudah seminggu aku tak menginjakkan kakiku dikampus ini. Bukan hanya kampus ini tapi juga Seoul. Karena selama seminggu, appamenyuruhku ke Jepang. Aku senang sudah kembali, tentunya senang karena bisabertemu HyoKyungku lagi.

“HyungJun-ah, jamkkanman”. TeriakYoungSaeng hyung membuatku tak jadi bergegas pergi meninggalkan parkiran. Diaberlarian kecil menghampiriku. Apa yang akan dikatakannya kali ini? Argh! Akumuak padanya.

“Ada apa hyung memanggilku?!” Tanyakuketus.

“Ini tentang HyoKyung. Sepertinya diasudah tidak mencintaimu lagi”.

“Apa maksud hyung bicara begitu?!”Hardikku padanya. Aku tidak suka pada YoungSaeng hyung. Dia selalu mencobamenghancurkan hubunganku dengan HyoKyung. Dia sangat menyukai yeojachingukuitu. Tapi sayangnya dia kalah satu langkah denganku pada saat kami berusahamendapatkannya. Dia kalah cepat mengungkapkan perasaannya pada HyoKyung.

“Dia dekat dengan namja lain”.

“Aku tidak percaya ucapan hyung! Aku taukalau itu semua akal-akalan hyung agar kami berpisah dan hyung bisamendapatkannya! Andwae!”

“Kalau tidak percaya, kau buktikan sajasendiri”. Ucapnya sambil berlalu meninggalkanku yang masih menatap gerampadanya.

xXx 501 xXx

Aku terus memikirkan perkataanYoungSaeng hyung. Ucapannya terus terngiang-ngiang di telingaku. Kenapa diamenyuruhku untuk membuktikan hal itu? Aku yakin HyoKyungku itu sangat setia.Dia tidak akan mencoba selingkuh walaupun dengan namja yang disukainya.

Langkahkuterhenti saat melihat kerumunan yang berjarak lima meter didepanku. Aku memicingkanmata berusaha melihat apa yang dikerubungi yeoja-yeoja itu. Ternyata merekamengerumuni seorang namja yang tampan, tinggi, dan putih. Aku mengernyitkan keningsaat tersadar kalau namja itu berasal dari fakultas lain.

“Oppa, mau cari siapa?” Tanya seorangyeoja dengan centilnya.

“Oppa mau cari pacar ya? Aku mau”. Ucapyeoja lain tak kalah centilnya membuat banyak yeoja berteriak-teriak histerismengatakan ‘Aku saja, aku saja’.

“Aku mencari HyoKyung. Apa kalianmengenalnya?” Dia bertanya dengan ramah namun pertanyaannya membuat para yeojaitu kesal. Tapi, tadi dia bilang apa? Mencari HyoKyung? Maksudnya HyoKyungyeojachinguku itu? apa-apaan ini?!

“Kenapa harus yeoja itu sih?! Dengankusaja oppa!”

“Tapi aku sedang ada perlu dengannya.Mungkin lain kali dengan kalian”. Dia berusaha menenangkan yeoja-yeoja yangheboh seperti buruh meminta naik gaji.

“Huft. Ya sudahlah. Dia ada diperpustakaan tuh!”. Jawab seorang yeoja dengan jutek.

“Gomawo. Aku pergi dulu ya”. Pamitnyadan berlalu.

Setelahnamja itu pergi, yeoja-yeoja itu terus menggerutu. Aku sempat mendengar merekamenyebut-nyebut namaku dan YoungSaeng hyung. Aku paham kalau mereka kesal padaHyoKyung karena yeojachinguku itu dinilai begitu beruntung karena menjadipacarku sedangkan YoungSaeng hyung juga masih mencintainya. Dan sekarang,melihat namja tampan lain ikut mencari HyoKyung, tentu mereka semakin geram.

Akutiba di perpustakaan. Ya, aku berencana melihat apa yang akan dilakukan namjaitu dan yeojachinguku. Belum sempat melangkahkan kakiku ke dalam perpustakaan,aku mendengar ada suara seorang yeoja yang begitu ku kenal. Suara HyoKyung. Diaada di samping perpustakaan yang sepi karena memang tempat itu hanya lorongkecil diapit tembok perpustakaan dan tembok pagar. Aku mengintip mereka.

“Nih”. Ucap namja itu sambil menyerahkansebungkus coklat batangan dengan ukuran cukup besar pada HyoKyung.

“Gomawo JungMin oppa”. HyoKyung terlihatsenang dan…. Dan dia memeluk namja itu (?)

Matakuterbelalak melihatnya. Aku baru ingat namja itu adalah Park Jung Min. Dia jugatermasuk idola para yeoja. Hatiku sakit melihat pemandangan itu. SepertinyaYoungSaeng hyung benar. Dia tidak mengada-ada dengan ucapannya. HyoKyungkusudah berani berselingkuh! Teganya kau!

xXx 501 xXx

“Oppa?” Aku berbalik saat mendengarsuara seorang yeoja memanggilku. Suara manja yang aku tau pasti siapapemiliknya. Dia berlarian menghampiriku. “Saranghae oppa”. Ucapnya dengansenyum manja.

Apadia bilang? Saranghae? Dia masih berani mengatakan kalau dia mencintaikusetelah dia berselingkuh?! Licik sekali otaknya! Menutupi perselingkuhannyadengan cara seperti ini.

“Oppa?” Ucapnya berusaha menyadarkanku.Dia tau kalau aku tidak akan menjawab tapi biasanya aku akan menanggapi ucapancintanya dengan senyuman. Namun tidak kali ini. Kau harus tau betapa sakitnyahatiku melihat pengkhianatanmu!

Akukembali berlalu menuju tujuan utamaku tadi, parkiran! Dia tetap berjalan dibelakangku namun tak berkata apa-apa. Aku segera menaiki motorku setelah tibadisana. Menghidupkan mesin dan menjalankan motorku sesaat sebelum dia sempatnaik di boncengan motorku. Aku yakin dia pasti semakin bingung melihat ulahku.Rasakan!

Akumenghentikan motorku di dekat sebuah pohon besar yang tak begitu jauh darigerbang kampus. Aku ingin memastikan HyoKyung pulang dengan selamat. Walaupunaku marah padanya, tapi aku juga tidak ingin dia kenapa-kenapa. Apalagi harisudah senja begini.

Akumemicingkan mataku saat melihat JungMin keluar dengan motornya. Tapi diamembonceng seorang yeoja. Tunggu dulu, itu kan HyoKyung! Ough! Jadi begini?!Mentang-mentang aku sudah pulang, dia jadi leluasa pulang bersamaselingkuhannya?! Hebat HyoKyung. Kau sangat hebat!

xXx 501 xXx

Aku duduk di atas motorku sambilmenatap Rainbow Bridge. Setelah melihat kejadian tadi, aku jadi tak berselerauntuk pulang. Aku mengelilingi kota Seoul berharap melihat sesuatu yang bisamenyegarkan otakku. Namun semua sama saja. Menyebalkan!

Akumelihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. Sudah tengah malam(?) Kenapa waktu berjalan begitu cepat? Aish. Aku segera menghidupkan mesin dankembali melajukan motorku. Melihat jalanan yang lengang, aku melajukan motorkudengan kecepatan tinggi hingga dalam waktu 15 menit saja aku sudah tiba diapartmentku.

Akutertegun saat melihat seorang yeoja didepan pintu apartmentku. Dia duduk denganwajah ditekuk antara lutut dan tangannya membuat wajahnya tidak kelihatan. Diasiapa? Mau apa malam-malam begini disini?

“Hei?” Panggilku padanya membuatnyalangsung mendongakkan wajahnya. Aku tertegun melihatnya. HyoKyung? Mau apa diamalam-malam disini?

“Oppa sudah pulang?” Ucapnya tersenyumdan bangkit dari duduknya.

“Kenapa kau tidak masuk? Bukankah akusudah memberimu kunci cadangan apartmentku?” Tanyaku datar.

“Aku tidak berani masuk karena oppaterlihat tidak nyaman padaku hari ini”. Jawabnya tertunduk.

“Ough. Lalu untuk apa kau kesini?”

“Aku hanya ingin memastikan kalau oppabaik-baik saja. Aku cemas karena oppa tak menjawab telepon dan pesanku. Mianhaeoppa. Aku tidak tau kenapa oppa marah padaku tapi aku minta maaf kalau akumelakukan kesalahan. Sekarang oppa masuklah dan istirahat. Aku mau pulangdulu”. Pamitnya padaku dan berlalu.

“Kau mau pulang? Ini sudah lewat tengahmalam! Kau mau diperkosa orang-orang jahat di luar sana?!”

“Oppa kenapa doanya jelek banget sih?”Wajahnya berubah takut.

“Masuklah. Menginap saja disini”.

“Tidak usah oppa. Aku pulang saja”.

“Kau ini benar-benar! Apa kau sudahgila, hah?! Kalau ku bilang masuk ya masuk! Cepat masuk!” Bentakku padanya. Diaterdiam dan menuruti perintahku untuk menginap disini malam ini. Aku takkanmembiarkan dia celaka meskipun aku kesal padanya.

xXx 501 xXx

Akumenuju ranjang setelah selesai mandi. Rasanya tubuhku lelah. Sudah hampir jamsatu malam. Tapi HyoKyung dimana? Kenapa dia tidak ada di kamarku? Apa diapergi saat aku mandi? Segera aku bergegas keluar dari kamar untuk mencarinya.Kulihat dia duduk melamun di sofa.

“Apa yang kau lakukan disitu?”

“Oppa belum tidur? Sudah malam oppa,cepatlah tidur”.

“Kau sendiri kenapa tidak tidur? Kenapakeluar kamar?”

“Aku tidur di sofa saja oppa”. Ucapnyalirih.

“Cepat masuk kamar dan tidur di ranjang!Aku sudah lelah jadi berhenti membuatku kesal!”

HyoKyungterkejut mendengar bentakanku. Segera dia berdiri dan masuk ke kamarku. Diatidur di sebelah kiri dan menghadap tembok. Sedangkan aku juga tidurmembelakanginya.

Akumemejamkan mata berusaha memasuki alam mimpi. Namun ternyata usahaku sia-sia.Sudah satu jam berbaring tapi aku belum juga terlelap. Aku merasakan HyoKyungbangkit dari rebahannya. Kupikir dia sudah tidur tapi ternyata dia samasepertiku. Aku segera memejamkan mata agar dia mengira aku sudah tidur.

HyoKyungbangkit dan berjalan perlahan menuju kamar mandi. Aku kembali membuka mata. Akumerubah gaya tidurku. Kini aku rebahan dengan tatapan lurus ke langit-langitkamar. Aku masih tak habis pikir kenapa dia bisa menyelingkuhiku. Apa karenaaku tak pernah bilang cinta lagi makanya dia berusaha mendapatkannya dari namjalain?

Akumelirik jam yang ada di atas lemari. Sudah setengah jam HyoKyung di dalam kamarmandi tapi tak juga keluar. Dia sedang apa sih? Atau jangan-jangan diaketiduran. Aku bangkit dan menuju kamar mandi untuk memastikan keadaannya.

Akuberdiri didepan pintu kamar mandi. Rasanya ingin mengetuk pintu ini namun hatiku melarangnya.Karena kalau kuketuk akan ketauan kalau aku juga belum tidur. Tapi apa yang sebenarnyadilakukannya? Aku tak mendengar suara gemericik air dari tadi.

Akumemutuskan untuk menempelkan daun telingaku pada pintu kamar mandi. Namun akuterperanjat saat mendengar isakan tangis dari dalam sana. Selama setengah jamdi kamar mandi, ternyata dia menangis. Kenapa dia menangis? Apa karena akumembentaknya tadi? Ah, aku lupa kalau dia tidak tahan dibentak.

“Mianhae HyoKyung-ah”. Gumamku. Akuberanjak menuju ranjang dan kembali rebahan. Aku memejamkan mataku yang terasapanas. Perlahan air mataku keluar tak terkendali. Hatiku serasa terirismengetahui dia menangis karena ulahku. Tapi sadarkah kau kalau yang kau lakukanbegitu membuatku sakit, HyoKyung?

xXx 501 xXx

Sudahtiga hari ini aku bersikap dingin pada HyoKyung. Aku memperlakukannya sepertiseseorang yang ku benci. Tak ku anggap dan ku hiraukan. Dia selalu menatapbingung padaku. Sepertinya dia tidak menyadari kesalahan yang dilakukannya.Keterlaluan!

“Tapi kenapa seperti itu?” NaJa terlihatkaget.

“Aku juga bingung Na”. Jawab HyoKyunglirih.

Itulahsepenggal ucapan yang kudengar saat aku mau melewati tempat yang didudukiHyoKyung dan NaJa. Entah apa yang mereka bicarakan. Aku hanya melewati tempatitu dengan cuek tanpa menghiraukan HyoKyung padahal dia masih yeojachinguku.

“Oppa?” Panggilnya padaku saat melihatkulewat dengan tampang pura-pura tak melihatnya.

“Mwo?” Ucapku dingin.

“Saranghae oppa”.

Akumenghela nafas mendengarnya. Dia ini benar-benar ya?! Kenapa dia masih sajaberkata seperti itu padahal aku sudah tau dia berselingkuh?! Apa dia tak merasabersalah sedikitpun padaku?! Aku berlalu tak menghiraukannya. Dia tertunduksedih mendapatkan perlakuan seperti itu dariku. Harusnya kau tau kalau kausudah membuat kesalahan besar padaku HyoKyung!

“HyungJun oppa? Berhenti disitu!” Teriakseorang yeoja padaku saat aku hampir memasuki kelas. Dia segera menyerettubuhku ke tempat yang sepi.

“Ada apa?” Ucapku dingin pada NaJa.

“Kenapa oppa bersikap seperti itu?! Apaoppa sudah gila, hah?! Marah-marah tanpa sebab yang jelas! Apa oppa tidakkasihan padanya?!” Dia memuntahkan semua kekesalannya padaku.

“Kenapa? Wajar kan kalau aku marah!Tidak usah ikut campur urusan orang! Kau tidak tau apa-apa!”

“Oppa sungguh jahat! Dia menangis teruskarena oppa yang tiba-tiba berubah padanya! Apa oppa tidak sadar kalau oppasudah menyakitinya?!”

“Dia duluan yang bermain api! Kalau diatidak selingkuh, tidak mungkin aku sampai seperti ini padanya!”

“Selingkuh?” NaJa terlihat kagetmendengarnya.

“Tidak usah pura-pura tidak tau! Akuyakin kau tau semua itu! Kau kan sahabatnya!” Cibirku padanya.

“Justru karena aku sahabatnya makanyaaku bingung! Sekalipun HyoKyung tak pernah berselingkuh. Bahkan aku tidak yakindia punya pikiran untuk melakukan hal itu!”

“Halah! Aku sudah memergokinya! Aku taudia berselingkuh dengan Park Jung Min!” Ucapku begitu emosi dengan memberitekanan pada nama Park Jung Min.

“Park Jung Min? JungMin oppa? Oppamenuduh HyoKyung berselingkuh dengannya? Ah, aku benar-benar tidak percayaini!” Dia berkata dengan senyum sinis padaku.

“Benar kan? Dia berselingkuhdengannya?!” Sindirku.

“Oppa bodoh atau apa sih? Sebaiknya oppabertanya dulu pada HyoKyung! Jangan mengambil kesimpulan yang salah sepertiitu!”

“Maksudmu apa?! Sebenarnya hubunganmereka seperti apa?”

“Tanya sendiri pada HyoKyung!” Ucapnyaketus lalu pergi meninggalkanku yang hanya bisa terbengong.

xXx 501 xXx

Akumasih terus memikirkan parkataan NaJa. Aku mengambil kesimpulan yang salah? Apamaksudnya? Apa aku salah menilai HyoKyung sudah berselingkuh? Apa selama iniaku salah paham padanya? Aku jadi bingung sendiri.

Akumenuju parkiran untuk mengambil motorku. Kulihat ada seorang yeoja berdiri disamping motorku. Ternyata yeoja itu adalah HyoKyung. Sepertinya dia menungguku.Aku berjalan cepat untuk menemuinya. Saat aku tiba, dia masih tak bergeming.Ternyata dia sedang melamun.

“Uhm…. Uhm….”. Aku berdehem untukmenyadarkannya. Dia berbalik dan melihatku.

“Eh, oppa? Bisakah kita bicarasebentar?” Ucapnya terlihat ragu. Aku mengernyitkan kening. Biasanya dia selalubilang ‘saranghae’ saat melihatku. Tapi kali ini tidak. Aku menganggukmenyetujui permintaannya. Dia langsung menarik tanganku dan membawaku ke tempatsepi, di bawah pohon maple.

“Wae?” Tanyaku padanya.

“Kita memiliki banyak kenangan yadisini. Apa oppa ingat?” Ucapnya seraya tersenyum. Namun senyum itu penuhkepedihan. Kulihat matanya berkaca-kaca. Ada apa ini?

“Ne”. Jawabku singkat.

“Jujur aku bingung kenapa beberapa haribelakangan ini oppa jadi aneh padaku. Oppa tak lagi hangat. Aku tak menemukanHyungJun oppa, namjachinguku itu ada pada diri oppa. Aku tak tau kesalahan apayang sudah kuperbuat hingga oppa jadi begini. Tapi apapun itu aku akan tetap mintamaaf pada oppa”. Ucapnya lirih.

“Aku kesal padamu!”

“Aku bisa melihat itu. Aku sudahmenyadari hal itu. Makanya aku minta maaf pada oppa. Aku akan berhenti membuatoppa merasa tak nyaman lagi. Aku akan selesaikan semuanya”.

“Apa maksudmu?”

“Aku sudah memikirkan semua ini, oppa.Rasanya ini semua sudah tidak berjalan dengan baik. Aku rasa lebih baik kitaputus saja”. Dia berkata semakin lirih. Suaranya bergetar saat mengatakankalimat terakhir.

“Kau mau putus?! Jadi benar semua itu?!Kau sudah berselingkuh dan sekarang kau memilih bersama selingkuhanmu itu?!”

“Aku tidak pernah berselingkuh oppa”.Dia terlihat kaget.

“Geojitmal! Kau sudah berbohong danselingkuh di belakangku! Aku tau kalau kau berselingkuh dengan Park Jung Min!”Sindirku dengan penuh emosi. Tapi dia malah semakin kebingungan.

“Aku tidak mungkin selingkuh dengannya,oppa”. Dia mencoba membela diri.

“Aku melihat kalian berpelukan setelahdia memberimu coklat. Masih mau mengelak lagi?!” Ucapku semakin geram tapi diamalah tersenyum geli mendengarnya. Apa dia senang ketahuan selingkuh? Gila!

“Oppa aneh! JungMin oppa itu kakaksepupuku! Dia memberiku coklat karena dia kalah saat bermain game melawan akudan NaJa. Kalau tidak percaya, coba saja tanya pada NaJa. Dia juga diberi coklatoleh JungMin oppa”. Jelasnya panjang lebar.

“Jadi, jadi kau tidak selingkuh?”

“Aku sangat mencintai oppa. Aku tidakpunya bakat untuk berselingkuh. Tega sekali oppa menuduhku begitu”.

“Kenapa kau tidak menjelaskan padakudari awal?!”

“Mana aku tau masalahnya. Oppa sajatiba-tiba aneh begitu. Malah aku pikir oppa sudah tidak mencintaiku”. Ucapnyasambil manyun.

“Mana ada seperti itu!”

“Jadi, apa oppa masih mencintaiku?”

“Uhm”. Aku hanya menggumam.

“Saranghae oppa”. Ucapnya manja dengansenyuman khasnya. Sedangkan aku hanya tersenyum seperti biasanya, tanpa pernahmenjawab ucapannya. Sesaat kemudian, dia kembali menundukkan wajahnya.

“Waeyo?”

“Kenapa oppa tak menjawab ucapanku?”

“Haruskah aku melakukannya?”

“Ya haruslah!” Dia terlihat kesal.

“Aku bisikin saja ya”.

HyoKyungmenatapku dengan mata berbinar-binar. Segera dia menaikkan sedikit telingakanannya untuk memudahkanku. Aku mendekatkan wajahku pada telinganya, bermaksudmembisik. Tapi tiba-tiba keusilanku muncul.

Muaaacchhh

Akumencium pipi HyoKyung selama beberapa detik. Kulihat dia terbengong mendapatciuman tiba-tibaku. Matanya membulat dan pipinya merona merah. Aku tak peduli.Aku terus tertawa melihatnya.

“Op, oppa, membuatku kaget”. Diatertunduk malu. Tingkahnya sungguh membuatku gemas. Aku memegang pipi chubbynyadan mengangkat wajahnya. Dia tak berani menatapku.

“Wae?” Tanyaku padanya.

“Jangan- eumph…. Uhmp….”.

HyoKyungtak sempat melanjutkan kalimatnya karena bibirnya sudah ku lumat dengan lembut.Dia mencoba berontak namun usahanya sia-sia. Aku sudah memegangi pipi hinggakepala yeojachinguku ini, sehingga dia tak mungkin bisa melepaskan bibirku daribibirnya. Cukup lama aku menciumnya hingga dia terus memukuli dadaku dan akhirnya kuputuskan untuk melepaskan ciuman kami. Kutatap wajahnya, dia terlihat kesal.

“Kenapa ekspresimu begitu chagya?”

“Oppa menyebalkan”. Ucapnya ketus.Pipinya semakin memerah karena malu. Tapi aku tak peduli akan hal itu, yang kutahu saat ini aku sangat bahagia.

xXx 501 xXx

Sejakkejadian kesalahpahaman waktu itu, aku jadi semakin mencintai HyoKyung. Akusadar kalau dia sungguh mencintaiku sepenuh hatinya dan takkan pernahmengecewakanku. Tapi tetap saja aku masih tak pernah mengatakan cinta ataupunmembalas ucapan cintanya. Aku hanya tersenyum untuk menjawabnya.

Sebenarnyaaku kasihan juga melihat wajah memelasnya yang mengharapkanku mengatakan cintapadanya atau sekedar membalas ucapan cintanya. Tapi entah kenapa aku sulitmengatakan hal itu. Aku tau aku keterlaluan, dan aku akan menebusnya hari ini.

Akuakan memberinya kejutan di hari yang special ini. Karena hari ini adalah harijadi kami yang ke 8 bulan. Aku berencana membawanya ke tempat kami jadian waktuitu. Aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintainya. Dia pasti akan terharudan bahagia mendapat kejutan seperti itu. Walaupun itu kejutan kecil, tapi akutau bagi HyoKyung itu adalah hal yang sangat berarti.

Akutiba di rumah HyoKyung untuk menjemputnya pergi ke kampus bersama. Kulihat diasudah menunggu kehadiranku di teras rumahnya. Dia tersenyum seraya menghampiriku. Tapi entah perasaanku saja ataubukan, aku melihat wajahnya muram dan cemas.

“Saranghae oppa”. Ucapnya dengan senyummanis.

“Uhm”. Gumamku sambil tersenyum padanya.Perlahan senyum HyoKyung memudar seiring dengan dia menundukkan wajahnya.Wajahnya terlihat sedih. “Waeyo?” Tanyaku cemas melihat perubahan ekspresinya.

“Aku ingin dengar oppa bilang‘saranghae’ padaku. Atau sekedar menjawab ucapan cintaku”. Suaranya begitulirih.

“Haruskah aku melakukannya?”

“Sekali saja. Apa oppa tidak bisamemenuhi permintaanku ini?” Dia mengangkat wajahnya dan menatap sendu padaku.Jujur, aku sungguh terkejut melihat sikapnya yang aneh hari ini.

“Naiklah. Kita harus berangkatsekarang”. Ucapku mengalihkan pembicaraan.

HyoKyungmenghela nafas dan menatap kecewa padaku. Namun dia menuruti ucapanku yangmenyuruhnya untuk naik di boncengan motorku. Sabar HyoKyung. Aku tidak akanmengatakannya sekarang. Tapi nanti, aku akan membuatmu terharu karena kejutanyang sudah kusiapkan untukmu chagya. Bersabarlah, aku mohon bersabarlah.

xXx 501 xXx

Seharianini aku diteror terus oleh HyoKyung. Dia benar-benar memaksaku untuk mengatakancinta padanya. Setiap kali bertemu denganku, dia pasti akan memohon untukmengatakan hal itu. Sebenarnya ada apa sih dengannya? Aku risih denganpermintaannya itu. Aku mencoba bersabar padanya dari pagi hingga sore. Taktaukah dia kalau aku begitu lelah dibuatnya? Harusnya dia bersabar. Sebentarlagi HyoKyung, sebentar lagi. Tapi dia tetap memaksa.

“Oppa, aku mohon katakan itu padaku”.Ucapnya memelas saat kami berada di parkiran, mengambil motorku untuk pulang.

“Berhentilah menerorku dengan permintaankonyolmu itu chagya”. Aku mulai kesal padanya.

“Jebal oppa, anggap saja ini permintaanterakhirku. Jika ini permintaan terakhir, sudah pasti oppa akan mengabulkannyakan?” Desaknya padaku dengan wajah penuh pengharapan. Namun ekspresinya malahmembuatku semakin kesal padanya. Ucapannya benar-benar membuat darahkumendidih.

“Cukup HyoKyung! Seharian ini kau sudahmembuatku kesal setengah mati! Tak bisakah kau diam dan berhenti memaksakumemenuhi permintaanmu itu?! Aku lelah dan kau membuatku semakin lelah! Harusnyakau sadar kalau suara-suara manjamu itu begitu menggangguku!” Bentakku padanya.Aku memang sudah tak mampu mengendalikan emosiku. Seharian ini aku dapat banyakmasalah. Dan aku semakin pusing dibuatnya.

HyoKyungterperanjat mendengar bentakanku. Dia terdiam dan menundukkan wajahnya. Akumampu melihat matanya berkaca-kaca. Argh! Padahal aku tau pasti kalau hatiHyoKyung tidak mampu menerima bentakan seperti itu. Dulu saat aku membentaknya, aku sudah berjanji pada dirikusendiri kalau aku takkan mengulanginya lagi. Namun aku tak bisa memenuhijanjiku sendiri. Mianhae chagya, aku tak bermaksud menyakitimu. Tapi kau yangterus-terusan memancing emosiku.

Akumenaiki motorku dan menghidupkan mesin. HyoKyung masih saja tertunduk takbergeming. Dia pasti masih shock menerima bentakanku tadi. “Huft. Naiklah!”Ucapku datar padanya. Aku memang menyesal sudah menyakitinya tapi aku akanmeminta maaf sekaligus mengucapkan ‘aku sangat mencintainya’ nanti disaat akumemberinya kejutan.

HyoKyungmenuruti perintahku. Dia naik di boncengan. Kali ini dia tak lagi bersuarakarena aku sudah membuatnya takut. Aku sungguh merasa bersalah padanya.Sepanjang perjalanan, HyoKyung hanya melamun. Dari kaca spion motorku, akudapat melihat wajahnya sangat muram. Dan itu juga membuatku merasa sedih. Akumenambah kecepatan motorku. Aku ingin segera sampai kesana dan memberikankejutan itu pada HyoKyung. Aku tak tahan jika harus melihatnya bersedih terusseperti ini.

Jalanansore hari ini lumayan ramai dan itu membuatku kesal. Aku mencoba menyalipsebuah truk yang membuat jalan menjadi padat. Di belakang truk itu ada sebuahmotor yang ikut tak berkutik karena truk menyebalkan itu. Aku kembali menambahkecepatan untuk mendahului truk itu. Namun ternyata motor yang di belakang trukitu juga mau menyalip dan aku tak sempat mengelak saat motor itu menyenggolmotorku.

Sreeett

Ckiiittt

Bruuuaakk

Ciiiiiitt

Motorkujatuh saat aku hilang kendali setelah disenggol motor lain. Aku terlempar cukupjauh ke depan. Kakiku sakit sekali, tanganku tak kalah sakitnya dengan kakiku.Beberapa orang menggotong tubuhku, memindahkanku dari tengah jalan ke emperantoko. Mereka menatap miris padaku. Tunggu dulu! HyoKyung mana?! DimanaHyoKyungku?!

“Dimana yeojachinguku? Dia baik-baiksaja kan? Chagya ku selamat kan?” Tanyaku begitu panic namun tak satupun dariorang yang semakin ramai mengerumuniku itu menjawab pertanyaanku.

Pikirankumendadak kalut. Aku takut sesuatu hal buruk terjadi pada HyoKyungku. Mengingattadi jalanan begitu padat karena ini jam pulang kerja, aku jadi semakin takut.Aku mencoba bangkit dan mencari HyoKyung. Beberapa orang melarangku karenamereka melihat aku juga berdarah-darah. Aku tak peduli. Walaupun aku tertatihkarena kakiku begitu sakit, tapi aku tetap harus melihat keadaan HyoKyungku.

HyoKyungberada cukup jauh dariku. Langkahku semakin gontai menghampirinya. Air matakumenetes tanpa dikomando. Dia masih tergeletak di tengah jalan. Tak bergeraksama sekali. Matanya tertutup rapat. Dan, haruskah aku ceritakan keadaanbagian tubuhnya yang hancur karena terlindas ban mobil?

Akududuk di sampingnya. Tanpa rasa jijik, aku memeluknya penuh kasih sayang. “Hyo,HyoKyung-ah? Cha, chagya?” Ucapku lirih dan bergetar. Aku kembali menatapnya.Aku menggucang-guncang tubuhnya berharap dia akan membuka matanya. Namun dia tetaptertidur dengan tenang.

“HyoKyung, buka matamu! Kau harusmembuka matamu HyoKyung, jebalyo. Sadar chagya, cepatlah sadar”. Ucapkuhisteris sambil mengguncang-guncang kuat tubuhnya namun semua hanya sia-sia.HyoKyungku sudah tidak ada.

“Mianhae HyoKyung-ah, mianhae. Hiks. Kauharus membuka matamu! Aku belum sempat memenuhi permintaan terakhirmu! Hiks.Izinkan aku memenuhi permintaanmu itu! Aku mencintaimu HyoKyung, aku sangatmencintaimu! Hiks. Jangan tinggalkan aku seperti ini, jebalyo. Kau harus taumeskipun aku tak pernah mengatakan cinta padamu, tapi hanya kau satu-satunyayang kucintai! Hiks. Jangan pergi sendirian HyoKyung! Kau harus mengajakku!Ajak aku!” Ucapku sambil terisak.

Akuberteriak-teriak histeris seperti orang gila. Aku sungguh menyesal tak sempatmemenuhi permintaan terakhirnya. Sepertinya dia sudah punya firasat burukmakanya hari ini dia begitu muram dan sedih. Bodohnya aku tak menyadari halitu. Dan sekarang, aku hanya bisa menangisinya dengan rasa penyesalan besaryang begitu menyesakkan hatiku.

Akuterus memeluk tubuh HyoKyung erat. Aku tak bisa menerima kenyataan pahit ini.Mendadak, kepalaku terasa sakit seperti dihantam batu. Pandanganku mulaimenghitam. Yang kudengar hanyalah suara histeris orang-orang yang berkerumun disekitarku dan juga suara deru mesin-mesin kendaraan. Sesaat kemudian, aku takingat apa-apa lagi.

xXx 501 xXx

Sreeett

Ckiiittt

Bruuuaakk

Ciiiiiitt

“HyoKyung-ah…. Hosh…. Hosh….”. Akuterbangun setelah mendapat mimpi buruk itu.

“HyungJun-ah? Kau sudah siuman?” Ucapeomma dengan senyum lega saat menghampiriku.

“Aku dimana eomma?” Tanyaku penuhkeraguan. Aku takut eomma menjawab rumah sakit. Itu artinya aku benar-benarmengalami kecelakaan dan kehilangan HyoKyungku.

“Kau, kau di rumah sakit”. Jawab eommalirih. Rasanya telingaku seperti tersambar petir mendengarnya.

“Dimana HyoKyung, eomma?”

“Relakan dia, HyungJun. Dia sudah tidakada”. Suara eommaku bergetar menahan tangis.

Tubuhkulemas mendengarnya. Ternyata ini semua bukan mimpi. Aku sungguh kehilangan diauntuk selamanya. Aku memaksa untuk melihat Hyokyung. Akhirnya eomma dan appa mengalah, mereka membantuku duduk di kursi roda dan membawaku ke ruang jenazah untuk melihat HyoKyung.

Diruang jenazah, aku melihat orangtua HyoKyung ada disana. Juga ada JungMin yangterduduk lesu di sudut ruangan dengan air mata yang enggan berhenti membasahipipinya. Aku dibawa semakin mendekat pada ranjang tempat mayat HyoKyungdibaringkan. Kembali lagi air mataku meleleh dibuatnya.

“HyoKyung, sadarlah chagya! Kau takboleh meninggalkanku sendiri, hiks! Aku tidak ingin kau mati! Biar aku sajayang mati menggantikanmu! Hiks. Lebih baik aku mati daripada aku harus kehilangandirimu! Hiks”. Aku kembali menangis terisak. Aku menggenggam tangannya erat danmeletakkannya pada pipiku.

“Sudah HyungJun. Jangan ditangisi lagi.HyoKyung sudah pergi. Kau harus merelakannya”. Ucap eomma HyoKyung serayamengelus-elus pundakku.

“Mianhae eommonim, aku tidak bisamenjaga HyoKyung dengan baik. Hiks. Aku tidak bisa melindunginya”.

“Semua ini sudah takdir. Berhentimenyalahkan dirimu sendiri, HyungJun. Ini bukan kesalahanmu”. Ucapnya mencobamenenangkanku. Tapi itu tak berhasil. Aku tetap menyalahkan diriku karena taksempat memenuhi permintaan terakhirnya. Salahku, semuanya salahku!

xXx 501 xXx

Tak terasa sudah sebulan berlalu.Hambar! Hidupku terasa hambar tanpanya, seperti sayur tanpa garam. Aku sungguhmelewati masa-masa ini dengan teramat sangat sulit. Dulu, yeoja sepertimainan yang akan aku mainkan sesuka hatiku dan membuangnya saat sudah bosan.Kehilangan seorang yeojachingu bagiku bukanlah apa-apa.

Tapiitu dulu saat aku belum menemukannya. Saat aku masih ingin berpetualang didunia cinta. Sejak aku mengenalnya, semua berubah. Hatiku berdesir saatmelihatnya. Jantungku berdegub kencang saat di dekatnya. Dan aku merasa bahagiabila bersamanya. Jangan tanyakan kenapa, karena akupun belum menemukanjawabannya hingga saat ini.

Masa-masaterindah dalam hidupku adalah saat aku bersama dengan HyoKyung. Semua kenangandengannya menjadi kenangan terindah untukku. Permintaan terakhirnya serasaseperti momok yang selalu menghantui di setiap hariku. Aku menyesal, sungguhmenyesal karena tak pernah mengatakan aku mencintainya lagi sejak kami jadian.

Sejakdia dimakamkan sebulan yang lalu, aku tak pernah lagi keluar rumah. Padahalluka-lukaku sudah membaik, hanya tinggal bekas-bekasnya saja. Bahkan kakikuyang patah juga sudah sembuh. Tapi aku memutuskan untuk berada di rumah saja.Aku hanya melamun seperti orang bodoh setiap hari. Dan tiba-tiba menangis jikateringat kejadian tragis itu.

“HyungJun-ah, gwaenchanhayo?” Tanyaseorang namja setelah menghampiriku yang saat ini duduk di taman rumahku, tapiaku tak bergeming. Aku tetap diam dengan tatapan kosong.

“HyungJun, jangan seperti ini terus”.Nasehat seorang namja lain yang memiliki suara halus, aku tau siapa pemiliksuara ini. Dia adalah YoungSaeng hyung. Aku masih tak bergeming hingga duanamja itu ikut duduk di bangku yang ku duduki.

“HyungJun, kau harus merelakan kepergianHyoKyung. Jangan membuatnya bersedih di alam sana”. Ucap namja itu lagi. Kaliini ucapannya mampu menarik perhatianku. Aku menatap bingung padanya. Ternyatadia JungMin.

“Apa maksudmu?” Suaraku lirih dan paraumembuat dua namja tadi semakin menatap miris padaku.

“Aku sering bermimpi HyoKyung datangmenemuiku. Dia menangis sedih sekali. Dia bilang kalau dia tidak bisa tersenyum‘disana’ karena melihatmu yang seperti ini. Dia merasa sangat sedih danbersalah melihat orang yang sangat dicintainya begitu menderita. Dia tidak maukau seperti ini terus. Dia ingin kau bahagia agar dia bisa bahagia juga dialamnya. Percayalah, walaupun HyoKyung sudah mati tapi cintanya tetap hidupuntukmu”. Ucap JungMin dengan senyuman.

Akumenangis mendengar kata-katanya. Entah dia berkata yang sebenarnya atau hanyamengarang cerita, tapi ucapannya cukup membuat hatiku teriris. Kalaupun diamengarang, tapi rasanya HyoKyung memang pasti bersedih jika melihatku sepertiini. Dia saja akan menangis jika melihatku terluka sedikit saja, apalagi kalausampai seperti ini.

“Hyo, HyoKyung….”. Ucapku lirih danbergetar karena menangis.

“Tenanglah HyungJun, kau tidaksendirian. Ada kami yang akan bersedia menemanimu. Ada kami yang akan berbagikesedihan dan kebahagiaanmu. Kami akan selalu di sampingmu”. Ucap YoungSaenghyung dengan mata berkaca-kaca.

“Hyung? JungMin?” Ucapku sambil menatapmereka bergantian. Mereka mengangguk padaku dan sesaat kemudian merekamenghambur memelukku.

FlashbackEnd

Sejaksaat itu, aku jadi sangat dekat dengan mereka. Kesedihanku berangsur-angsurmenghilang karena mereka benar-benar menemaniku dan berbagi kesedihan jugakebahagiaanku. Bahkan sekarang kami bertiga tinggal di dalam satu rumah yangkecil namun begitu besar untuk dihuni tiga namja seperti kami.

Akusudah kembali seperti dulu walaupun tidak sepenuhnya seperti dulu. Kecelakaanmaut yang membuatku kehilangan HyoKyung, menjadi trauma yang sangat mendalam.Namun setidaknya aku masih bisa menjalani hidupku karena mereka selalumenyemangatiku setiap hari.

Sekarangmereka berdua yang mengisi hidupku. Aku masih belum mau membuka hatiku untukyeoja lain. Aku masih ingin menahtakan HyoKyung di hatiku. Karena aku yakin dansangat yakin kalau aku takkan bisa mencintai yeoja lain seperti aku mencintaiHyoKyung.

Dddrrrrtttt

Akutersentak saat ponselku bergetar. Sebuah pesan kuterima dari YoungSaeng hyung.‘HyungJun-ah, kau dimana? Kenapa sampai malam begini belum pulang? Cepatlahpulang! Jangan membuat kami cemas!” Aku tersenyum membacanya. Sepertinya diasangat panic.

Akumelihat jam, ternyata memang sudah malam. Sebaiknya aku pergi sekarang sebelumdiusir oleh pelayan toko ini. Hari ini HyoKyung masih tidak datang menemuiku.Tapi tidak apa-apa karena bulan depan aku akan datang lagi. Aku akan terusdatang dan berharap kau akan menemuiku dan menemaniku disini.

“HyoKyung, aku pulang dulu. Aku tidakmarah padamu, tapi aku harap bulan depan kau akan datang. Aku sangat, sangat,dan sangat mencintaimu”. Gumamku sambil tersenyum menatap tempat duduk di hadapanku seolah-olah ada Hyokyung disana. Dan sesaat kemudian, aku bangkitdari kursi dan beranjak meninggalkan toko ice cream itu.

xXx 501 xXx

TAMAT

xXx 501 xXx

Fiuh!

Gimana hasilnya? jelekkah?

Ini FF pembalasan dendam Hyungjun karena di FF My Heart dia mati, wkwkwk. becanda. si bebeh mana mungkin dendam. dia dibully ama mal tiap hari aja gak pernah dendam, iya kan?

FYI nih guys

Ini dari kisah nyata. bukan cerita keseluruhannya yang nyata tapi kecelakaan itu yang emang beneran terjadi beberapa bulan lalu di daerah sekitar rumahku. miris banget lihat cowo-nya histeris waktu tau cewe-nya meninggal di tempat. jadi uring-uringan gitu. kabar terakhir yang aku dengar sih tu cowo depresi, cuma melamun aja kayak udah gak punya semangat hidup. tapi moga aja sekarang udah lebih baik.

Ya udah dech, uland capek juga curhat masalah orang. yang penting uland mau bilang ke semua readers kalo gak ada salahnya sekali-sekali mengucapkan kata ‘sayang’ apalagi kalau itu permintaan. jangan sampe nyesel kayak si bebeh jun😀

oceh readers, makasih banyak banget yang udah mau baca baik itu karena suka, gak sengaja terbaca ataupun karena terpaksa gara-gara aku tag, hehe
sempatin like ama koment ya
gamsahamnida

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s