[FF HIMCHAN] VOICE OF MY HEART

 

Voice of my heart
Autor : Shina
Cast :
Kim Himchan
Shin Hyo kyung & Shin Naja
Woo Sung Hyun / Kevin Woo

 

Direkomendasikan untuk menyalakan lagu
– Infinite – Voice of my heart
– Younha – Broke up today
– B.a.p – What My Heart Tells Me To Do

 

Suatu hari tuan Shin mengunjungi kediaman keluarga Kim yang merupakan sahabat mereka ketika mereka duduk dibangku sekolah menengah. Tuan Shin mengajak putri kembarnya yang masih berumur 5 tahun naik kereta listrik untuk sampai dikediaman rumah sahabatnya itu.
“Appa masih jauhkan sampainya? Aku jenuh” tutur putrinya yang rambutnya dikuncir dua seperti ekor kuda.
“Aku juga appa” tambah putri keduanya yang rambutnya dibiarkan terurai tapi dihiasi bando putih dikepalanya.
“Sebentar lagi sayang. Distasiun depan kita akan turun dan berjalan sebentar untuk kerumah paman kim”
“Ne appa”
“Nanti disana kalian harus bersikap semanis mungkin, jangan nakal”
“Tapi nanti imbalannya belikan kami ice crean jumbo”
“Baiklah Naja nanti appa belikan”
“Hore!! Hyo kita akan dapat ice cream jumbo”

 

Tuan Shin tersenyum melihat tingkah putrinya yang begitu menggemaskan.
Turun dari stasiun tuan Shin mengajak putrinya berjalan kaki selama 10 menit hingga sampai dirumah elit yang megah.
“Appa rumah Kim adjushi besar sekali, seperti rumah kita” kagum Hyo kyung yang terpesona dengan rumah tersebut.
“Kau ini Hyo, sebentar appa ketuk pintu dulu”

 

Tuan Shin mengetuk pintu hingga keluarlah seorang pembantu yang memakai apron berwarna biru. “Apa tuan Kim ada?”
“Ada tuan silahkan masuk. Anda sudah ditunggu diruang tengah”
“Gomawo bibi Jung. Ayo anak-anak masuk” tuan Shin menggiring putranya masuk kedalam rumah keluarga Kim.
“selamat datang Shin chul ah. Aku sudah menunggumu dari tadi” ucap tuan kim.
“Tadi kami naik kereta makanya lama sampainya” tutur tuan kim dengan nada bergurau.
“Putrimu manis sekali berbeda denganputriku yang judes” kedua putri tuan shin langsung tersenyum malu-malu dipuji.
“Perkenalkan diri kalian sayang”
“Anyong adjushi naneun Shin Naja”
“Naneun Shin Hyo kyung”
“Aduh sungguh manis kalian”
“Appa aku mau main kesana boleh” ucap Naja menunjuk sebuah taman bunga.
“Ne sayang”

 

Keduanya berlarian kearah taman melihat bunga-bunga mawar yang sedang mekar dan dihinggapi kupu-kupu. Hyo kyung mengelilingi taman bunga itu dan berlari mengejar kupu-kupu yang sedang berterbangan sedangkan Naja berlarian entah kemana.
Tak lama setelah capek dan duduk dibangku taman, Hyo kyung melihat gaun Naja kotor dengan membawa seekor kelinci yang ada ditangannya.
“Naja apa yang kau lakukan dengan kelinci itu dan lihatlah gaunmu kotor” geram Hyo kyung pada kembarannya yang ceroboh.
“Aku tadi menolong kelinci ini, kasihan dia kejebak ditaman itu tapi ketika menolongnya aku malah terjatuh hingga gaunku kotor” tutur Naja.
“Ish appa bisa marah denganmu karena tidak bersikap manis. Aku tidak mau membelamu nanti”
“Siapa juga yang minta kau bela”
“Aku adukan appa”

 

Hyo kyung berlari menuju ruangan dimana appanya berada diikuti dengan Naja yang berjalan dibelakangnya dengan membawa seekor kelinci yang tadi dikejarnya.
“Appa Naja nakal, dia menangkap kelinci dan membuat gaunnya kotor” adu Hyo kyung dengan wajah imutnya.
“Astaga Naja. Tadi appa bilang apa? Sudah appa bilang jangan nakal kenapa masih nakal”
“Kelincinya kasihan appa tadi terjebak disemak-semak jadi aku menolongnnya dan terjatuh” tutur Naja menundukan wajahnya takut.
“Aigo kelinciku yang ku kira hilang kemarin” seru sosok anak laki-laki yang berumur 9 tahun mengambil kelinci dari tangan Naja, anak itu tadinya duduk disamping tuan kim.
Naja maupun Hyo kyung terpesona dengan sosok anak laki-laki yang tengah kembali duduk disamping tuan kim dengan memangku kelinci tersebut.
“Oppa maukah kau menikah denganku ketika kau dewasa” seru kalimat yang tak terduga dari mulut Naja.
“Aku tidak mau, aku tidak suka dengan anak gadis yang masih kecil dan tidak manis sepertimu”
“Tapi..”
“Himchan apa yang kau katakan” bentak tuan Kim pada putranya.
“Tapi dia masih kecil appa dan lancang melamarku, aku tidak mau dilamar anak kecil”
Naja menunduk dan meneteskan air matanya, tuan shin yang sedikit geli dengan kejutan tadi mohon pamit dengan membawa dua putrinya.

 

17 tahun kemudian.
Lagu a-pink terdengar sebagai alarm jam Naja, dengan masih setengah mengantuk Naja melihat jam pada hpnya. Matanya langsung tersadar melihat jam sudah pukul 8, karena dia ada kuliah jam 9.
Dengan segera dia mandi bebek dan berdandan seadanya Naja segera berlari menuruni tangga menuju ruang makan untuk mengambil bekalnya yang selalu disiapkan oleh bibi Kim. Orang tua Naja telah bercerai beberapa tahun lalu namun Naja dan Hyo kyung tidak pernah diizinkan ikut dengan ummanya yang sudah menikah lagi.
“Bibi Hyo kyung berangkat dengan siapa?”
“Dengan tuan Himchan, mereka mengira nona tidak kuliah jadi mereka meninggalkan nona”
“Ish Hyo curang. Ya sudah aku berangkat dulu” sungut Naja.

 

 

 

At kampus.
Seusai pelajaran Naja berkeliling dilorong-lorong perpustakaan mencari bahan untuk tugas yang akan dikumpulkan untuk judul skripsinya minggu depan. Hyo kyung mengendap-ngendap dan merangkul kembarnya dari belakang.
“Dooooor”
“Ish apa yang kau lakukan”
“Hehehehe mengagetkanmu Naja”
“Huft aku ngambek denganmu tega sekali meninggalkanku tadi pagi”
“Kau marah bukan karena aku perginya dengan Himchan oppakan?” goda Hyo kyung.
“Untuk apa aku marah dia bukan pacarku”
“Yakin Naja sayang. Kau ini sudah membuat Himchan oppa sampai umur 24 tidak mempunyai pacar, apa kau tidak menyadarinya” goda Hyo kyung.
“Itukan ulahnya bukan ulahku? Lagipula aku tidak akan mengulangi kejadian bodoh yang memalukan seperti waktu kecil dulu ” sungut Naja manyun.
“Sudah jangan ngambek tadi pagi aku fikir kau tidak kuliah dihari sabtu seperti biasanya? Kita kan beda jadwal”
“Tapi kan semalam aku sudah bilang”
“Ayo kita jalan sekalian membeli makan siang”
“Ide bagus. Sebentar aku mau kepetugas perpustakaan dulu untuk meminjam buku-buku ini” ucap Naja sambil menenteng beberapa buku.

 

Keduanya menyusuri jalanan dengan jalan kaki ditrotoar hingga menemukan sebuah café clasik yang unik dengan tanaman bunga lili disekitarnya. Naja memilih meja kosong disamping jendela sedangkan Hyo kyung memesan makanan.
Setelah mendapatkan sandwich daging asap dan coffe late keduanya menyantap sambil mengobrol ringan.
“Kau ini kalau menyukai Himchan oppa kenapa tidak bilang”
“Aku malas membicarakan itu, kau ini dari SMK dulu bahas itu-itu saja”
“Kenapa?”
“Kau menyebalkan selalu Himchan yang ada diotakmu, aku jenuh dari SMK berteman dengannya”
“Karena aku menyukainya”
“MWO????” Teriak Naja yang langsung membekap mulutnya sendiri.
“Biasa saja kenapa? Aku juga santai walau suka dengannya.”
“Ya sudah pacaran saja dengannya. kan sudah bilang kejadian itu Cuma kejadian memalukan yang pernah ku lakukan sewaktu kecil”
“Baiklah. Nanti aku akan bilang dengannya”

 

 

 

At home.
Naja tengkurap diruang tengah sambil mendengarkan musik dari earphone yang menancap dihpnya serta membolak-balik buku yang dipinjamnya tadi dikampus. Tuan Kim yang baru datang mencopot earphonenya dan menatapnya tajam.
“Appa! Apa yang kau lakukan.” Ucap Naja dengan nada kesal.
“Kau ini kerjaannya Cuma begini saja tiap hari. Kau ini sudah mau skripsi tapi kenapa tidak mencari pekarjaan seperti Hyo kyung yang sudah kerja paruh waktu tiap sore, kau ini selalu saja seenaknya sendiri. Kalau kau seperti ini lebih baik kau cepat menikah saja agar pikiranmu bisa dewasa” bentak tuan Shin.
“Aku sedang mencari appa tapi skripsiku juga penting. Aku bukan Hyo kyung yang sudah mengerjakan dengan otak pintarnya. Aku ini juga anak appa tapi kenapa appa selalu saja memujinya sedangkan yang ku lakukan selalu salah padahal aku juga anak appa” bentak Naja yang kemudian berlari menuju tangga.

 

Brak..
Pintu kamar Naja tertutup setelah sang pemilik membantingnya keras dan menelungkupkan wajahnya dipahanya sambil bersandar dipinggir ranjang.
Lama dia menangis hingga ada sosok yang berdiri didepannya, sosok itu masuk kekamarnya tanpa mengetuk pintu. Sosok itu lalu duduk disampingnya dan memeluknya dengan erat.
“Tenanglah! Uljima ada aku disini”
“Kim Himchan apa yang kau lakukan disini. Bukankah harusnya kau menjemput Hyo” ketus Naja disela isak tangisnya, yang diketusi hanya terkekeh mendengar teriakan Naja.
“Ani. Aku lebih senang disini denganmu sambil menunggunya pulang”
“Apa kau mendengarnya tadi” tanya Naja yang akhirnya menyerah setelah usahanya mengusir Himchan tidak berhasil.
“Ani. Sewaktu aku datang hanya bibi yang ada membereskan meja” jawab Himchan pura-pura tidak tau.
“Huft kenapa appa selalu saja seperti ini padaku seolah Cuma Hyo yang benar, dia juga memintaku menikah dan sepertinya dia ingin aku angkat kaki dari rumah ini, dia pasti bosan melihatku”
“Bagaimana kalau kau menikah saja denganku jadi kau aman hidup denganku” ucap Himchan dengan ekspresi imutnya dan langsung mendapat jitakan keras dari Naja. “Appo”
“Siapa suruh berbicara sembarangan seperti itu lagipula menikah itu perlu cinta dari kedua belah pihak dan pernikahan itu janji suci yang akan disaksikan tuhan, dasar pabo kau pikir menikah itu main-main sampai berkata sembarangan begitu”
“Bukankah kau mencintaiku Shin Naja, 17 tahun yang lalu bukankah kau melamarku sambil memegang kelinciku yang kau temukan itu. Hehehehehe”
“Yakkkk, itu kan sewaktu aku kecil jangan samakan dengan sekarang. Itu sangat berbeda”
“Tapi bagaimana kalau kejadiannya berbalik”
“Maksudmu?” tanya Naja yang mengerutkan keningnya.
“Bagaimana ya menjelaskannya, aish” ucap Himchan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Aneh kau ini”
“Hehehehehehehe….”

 

 

 

Pagi ini Naja sidang skripsi. Hyo kyung dan Himchan setia menunggui Naja yang melaksanakan sidangnya dalam sebuah ruangan. Hyo kyung sebenarnya sudah meminta appanya untuk datang tapi tidak sesuai dengan harapannya karena appanya beralasan sibuk dengan meeting yang mendadak pagi ini. Hyo kyung kecewa tapi dia yakin bahwa Naja lebih kecewa dengan sikap appanya yang terkesan tidak peduli, karena seminggu yang lalu appanya datang kesidang skripsi Hyo kyung.
“Sudah hampir setengah jam kenapa dia tidak keluar juga. Membuatku cemas saja” gerutu Hyo kyung yang merasa gugup.
“Tenanglah kembaranmu itu tidak terlalu bodoh pasti bisa lulus dengan nilai baik” hibur Himchan yang bolos kerja karena Hyo kyung minta ditemani.
“Kau benar juga. Walau dia sering dapat nilai jelek tapi dia pasti bisa menyelesaikan skripsinya”
Tak lama Naja keluar dari ruangan dimana dia sidang skripsi, Hyo kyung dan Himchan segera berdiri dan menghampirinya.
“Bagaimana?” tanya Hyo kyung yang sangat penasaran.
“Biasa saja.” Jawab Naja singkat.
“Kau ini membuat kami penasaran saja.” Gerutu Himchan yang kesal dengan Naja.
“Aku lulus tapi nilainya yang biasa saja. Pengujinya sangat pelit nilai denganku” kesal Naja.
“Ya sudah bagaimana kalau kita rayakan kelulusan kalian ini dengan piknik kepantai.” Usul Himchan.
“Mauuuuuu…..”

 

At pantai.
Hyo kyung sedang duduk pasir bersama Himchan menikmati ombak yang kadang menyapukan air dikaki mereka, sedangkan Naja duduk disebuah bangku tak jauh dari mereka sambil menikmati semilir angin dan music yang mengalun merdu di I –phonenya.
“Hyo menurutmu seperti apa pernikahan itu? Dan apa yang penting dalam pernikahan” tanya Himchan sambil memandang lurus kedepan.
“Pernikahan itu semurutku suatu kewajiban yang harus dijalani setiap manusia ketika mereka menemukan pasangannya. Yang penting dalam pernikahan adalah kasih sayang suami istri.”
“Ada seorang wanita yang pernah menolakku dan mengatakan aku bergurau ketika aku melamarnya, dia berkata jangan asal bicara tentang pernikahan karena pernikahan yang terlihat mewah tapi sebenarnya adalah hal yang sangat simple sekali, pernahkan manusia berfikir yang terpenting dalam sebuah pernikahan adanya cinta. Tanpa cinta sebuah pernikahan tidak akan bahagia”
“Dia hebat sekali oppa bisa mendeskripkan cinta yang terlihat rumit tapi ternyata sangat simple, dia pasti beruntung sekali karena oppa mencintainya”
“Bukan dia yang beruntung tapi aku yang beruntung bisa mengenalnya 16 tahun yang lalu”
“Ternyata aku kalah duluan dengan wanita beruntung itu padahal aku juga menyukai oppa sejak aku umur 5 tahun tapi dulu malah Naja yang melamar oppa”
“Benar, apalagi dulu dia lucu sekali melamarku tapi membawa kelinciku dan wajah juga gaunnya kotor, hahahahahaha…”

 

Pletak.
Kedua orang yang sedang tertawa sama-sama mendapatkan sebuah jitakan keras dari pemilik tangan yang telah menjadi bahan pembicaraan sejak tadi.
“Appo Naja, lihat dahiku jadi merah” protes Himchan.
“Kau mau membuatku bodoh juga, seenaknya saja menjitak kepalaku” Hyo hyung ikut memprotes sambil mengelus dahinya.
“Salah kalian sendiri membicarakan kejadian yang membuatku malu, kejadian itu sudah lama sekali” ketus Naja kesal karena diejek tentang masalalu.
“Tapi untukku itu tak bisa dilupakan, waktu itu kau pemberani sekali melamarku padahal kau masih 5 tahun”
“Itu karena aku yang masih kecil percaya dengan kehidupan dongeng yang aku lihat ditelevisi dan komik. Makanya karena ku pikir kau itu sama dengan yang ada dikomikku jadi aku melamarmu. Ish itu benar-benar konyol kenapa kau masih saja ingat”
“Wkwkwkwkwkwk……”
“Aish kalian ini pasangan yang aneh”

 

<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3<3

 

Kini Shin Naja bekerja disalah satu supermarket sebagai kasir, dia ingin membuktikan bahwa dia bisa mencari uang dengan hasil kerjanya sendiri, berbeda dengan Hyokyung yang lebih beruntung bisa bekerja diperusahan kontruksi. Walau berbeda pekerjaan namun tak mengurangi rasa kasih sayang mereka.
Malam ini Hyokyung menunggu kepulangan Naja diluar supermarket, karena sebentar lagi jam kerja Naja berakhir.
“Kau menunggu lama?” tanya Naja yang mengahpiri adiknya sambil merapatkan mantelnya.
“Anni, aku baru saja sampai” jawab Hyokyung memberikan senyum imutnya.
“Harusnya kau pulang duluan, pekerjaanmu kan lebih melelahkan daripada pekerjaanku”
“Tak apa kok Shin Naja unni hehehehehehe”
“Kau ini, ayuk kita pulang”
“Yuk”

 

 

 

Pagi ini Naja akan mengunjungi makam ibunya seperti yang sudah direncanakannya, sebenarnya Hyokyung juga ingin ikut tapi karena ada pekerjaan mendadak sehingga dia tidak bisa ikut kemakam ibunya bersama kakak kembarnya.
Naja diantar oleh supir keluarga Shin menuju makam ibunya yang berada dikawasan Daegu yang memakan perjalanan kurang lebih 6 jam dari rumahnya. Diperjalanan menuju Daegu mobil yang ditumpangi Naja tergelincir batu kerikil yang menyebabkan mobil tersebut masuk jurang dan meledak.
Pihak kepolisian setempat hanya menemukan mayat supir tersebut yang hangus, keluarga Shin sangat shock mendengar kabar kecelakaan itu. Himchan juga tidak percaya dengan kabar yang didengarnya karena mayat Naja yang tidak ditemukan dalam lokasi kejadian kecelakaan.
Hyokyung tak hentinya menangis didalam kamar Naja semenjak kematian Naja, Himchan selalu setia menemaninya karena sama-sama merasa kehilangan yang mendalam.

 

Ditempat lain seorang dokter dan anaknya memantau perkembangan sosok tubuh mungil yang mereka selamatkan ketika berada dihutan.
“Kau sudah menghubungi keluarganya Vin” tanya dokter itu pada putranya.
“Belum appa, aku belum sempat ke seoul dan mendatangi rumahnya” jawab Kevin.
“Sudah sebulan dia disini, keluarganya pasti sangat menghawatirkannya”
“Mereka pasti mengira gadis itu sudah mati, kalau kita memberitau apa mereka akan percaya appa, mukanya sudah hancur dan kita telah mengoperasi wajahnya tanpa izin keluarganya”
“Cobalah untuk menghubungi keluarga, malang nasib gadis itu. Kalau kita tidak melakukan tindakan dia bisa mati”
“Baiklah, nanti aku akan menghubungi keluarga dari Shin Naja sekalian mampir kerumah Chanie dan adjushi kim”
“Terserah kau saja”

 

 

 

Himchan duduk didepan Tv bersama ayahnya menonton perkembangan krisis ekonomi dan bisnis yang sedang berkembang, Himchan berusaha bersikap profesional walau hatinya masih belum tegar akibat kehilangan sosok Naja.
“Chanie, appa ingin kau bertungangan dengan Hyokyung secepatnya”
“Kenapa aku harus menuruti appa”
“Appa lihat kalian dekat dan umurmu juga sudah pantas untuk menikah”
“Aku tidak mencintai Hyokyung, aku hanya menganggapnya adik appa”
“Cinta bisa datang kapan saja setelah kalian menikah”
“Cukup appa, aku tidak mau”
“Cobalah menjalani pertunangan dengan Hyokyung, kalau memang kau tidak menyukainya kau boleh tidak menikahinya”
“Baiklah, aku mau kekamar dulu”

 

 

 

Kedua keluarga sibuk mempersiapkan pesta pertungan Hyokyung dan Himchan, Kevin sudah memberitahu kepada Hyokyung tapi Hyokyung diam tak memberitau kepada Himchan maupun appanya.
Hyokyung senang bahwa Naja masih hidup tapi dia ingin egois karena dia sangat mencintai Himchan, Hyokyung terus menatap foto mereka bertiga yang tersenyum dengan Himchan diposisi tengah sambil memangku kelincinya.
“Aku tau aku kembaran yang jahat tapi untuk kali ini bolehkah aku egois untuk memiliki cinta Himchan oppa” ucap Hyokyung sambil mengelus foto mereka bertiga.

 

Dan acara pertungan Himchan dan Hyokyung berjalan dengan lancar dan dihadiri relasi kerja kedua belah pihak.
Ditempat lain Naja sangat histeris melihat perbedaan wajahnya yang sekarang dengan yang dulu, Kevin yang memantau langsung menghampiri dan memeluk Naja guna menenangkan Naja.
“Tenanglah! Aku bisa menjelaskan apa yang terjadi padamu”
Naja hanya mengangguk dalam pelukan Kevin setelah histerisnya menghilang dan hatinya tenang, Kevin melepaskan pelukannya dan mulai menceritakan kejadian dimana dia menemukan Naja yang terluka parah dihutan bersama ayahnya.
“Aku sudah menghubungi saudaramu tapi sampai 3 bulan kau disini tidak ada yang menjengukmu”
“Appa dan Hyokyung apa mereka mengira aku sudah mati” tanpa terasa airmata Naja menetes meratapi dirinya.
“Tenangkan hatimu, setelah keadaanmu membaik kau bisa pulanh keseoul”

 

 

 

Pagi ini setelah mengunjungi makam ibunya, Naja menuju stasiun yang akan mengantarnya ke seoul, Naja sudah mempersiapkan hatinya apabila appanya tidak percaya padanya.
Naja menatap sebuah rumah minimalis yang sudah 3 bulan dia tinggalkan, Naja mengetuk pintu secara perlahan hingga sosok paruh baya membukakan pintu.
“Cari siapa anak muda?”
“Appa ini aku Naja” ucap Naja yang langsung menghambur kepelukan appanya.
“Kau siapa kenapa mengaku sebagai anakku” tuan Shin melepas pelukan paksa Naja.
“Appa ini aku anakmu, kecelakaan itu membuat wajahku hancur “
“Kau punya bukti apa kalau kau benar putriku”
“Aku punya tanda lahir dipunggungku appa, aku punya kembaran”
“Benarkah kau putriku”
“Benar appa, aku putrimu”

 

Tuan shin langsung memeluk Naja ketika Naja menunjukkan tanda lahir dipunggungnya, Naja juga sangat senang dan menangis bahagia karna appanya ternyata sangat menyayanginya.
“Istirahatlah, bibi kim dan Hyokyung selalu membersihkan kamarmu seperti biasa. Besok ceritakan pada appa yang sudah terjadi”
“Ne appa, dimana Hyokyung?”
“Dia sedang menemani Himchan kepesta”
“Owh, aku istirahat dulu appa”

 

Sepeninggalan Naja tuan shin meneteskan airmatanya sambil melihat fotonya bersama putrinya yang tertempel rapi didinding, dia merasa sangat senang sekaligus sedih. Tuan shin senang karna putrinya telah kembali kedalam pelukannya dengan utuh walau wajahnya terlihat berbeda namun dia merasakan ikatan batin yang kuat bahwa gadis itu adalah putrinya. Tapi dia sedih karena seharusnya yang menjadi tunangan Himchan adalah Naja bukan Hyokyung, tuan shin merasa bersalah kepada Naja tapi apa mau dikata. Tuan shin tau bahwa kedua putrinya sangat mencintai Himchan begitupun Himchan yang juga menyimpan perasaan pada salah satu putrinya.
Berjam-jam tuan shin menangis sampai ada suara pintu yang terbuka, tuan shin buru-buru menghapus airmatanya ketika langkah Hyokyung mendekat.
“Appa kau menangis?” ucap Hyokyung mendekatkan langkahnya.
“Tidak sayang”
“Appa pasti merindukan Naja, Naja pasti juga merindukan appa disurga”
“Naja sudah kembali Hyo, dia sedang istirahat”
“Mwo!!! Bukankah dia sudah mati appa” ucap Hyokyung kaget dengan penuturan appanya.
“Dia tidak mati Hyo, kau istirhatlah temui dia besok”
“Baik appa” Hyokyung menaiki tangga menuju kamarnya yang berhadapan dengan kamar Naja, dia sedikit takut walau ada rasa bahagia ketika tau Naja kembali.

 

At morning.
Hyokyung terkejut ketika memasuki kamar Naja dan mendapati wajah Naja yang tak seperti dirinya lagi, dulu mereka bagaikan pinang dibelah dua namun sekarang tidak lagi.
“Siapa kau beraninya ada dikamar Naja?”
“Aku Naja, kecelakaan itu membuat wajahku hancur Hyo”
“Kau pasti bohong, cepat keluar dari rumahku”
“Ini rumahku juga Hyo, percayalah aku ini Naja” ucap Naja dengan tatapan sendu.
“Kita bicarakan dibawah, aku dan appa butuh penjelasan”

 

Ruang makan.
Mereka memakan roti untuk sarapan dalam diam , hanya benturan pisau dan priring yang terdengar pagi ini.
“Appa dia bukan Naja, mana mungkin Naja berwajah seperti ini” protes Hyokyung yang sudah menyelesaikan sarapannya.
“Kita belum mendengarkan ceritanya, jadi jangan memprotes dia. Appa yakin dia Naja kita yang hilang”
“Baiklah, aku akan ceritakan pada kalian”
“Boleh aku ikut mendengarkan, aku juga teman Naja bukan?” sela Himchan yang entah kapan tibanya.
“Ikutlah sarapan dulu bersama kami.” Ucap Hyokyung dengan senyum senang melihat Himchan.
“Ne”

 

Selesai sarapan Naja menceritakan semua kejadian dari awal mereka berangkat dan sampai mobil yang dinaikinya masuk kedalam jurang dan meledak, Naja juga menceritakan betapa shocknya dia mendapati wajahnya yang berubah menjadi seperti sekarang.
“Kau bilang dokter itu mengubungi keluargamu tapi kami tak pernah mendengar dan mendapatkan kabar tentangmu yang dirawat dirumah sakit” tanya Himchan yang membuat wajah Hyokyung dan Naja berubah.
“Dokter Woo bilang dia sudah datang dan bilang tentang keberadaanku tapi sampai 3 bulan dirawat tak ada satupun dari kalian yang menengokku” Naja menghela nafas sebelum melanjutkannya “Sampai akhirnya ketika mengetahui aku sudah cukup sehat aku memutuskan untuk pulang dan mengumpulkan keberanianku”
“Appa dia pasti bohong, dia pasti mengaku-ngaku sebagai Naja agar bisa menjadi keluarga kita” ucap Hyokyung ketakutan.
“Kau kenapa berkata seperti itu, dia sudah menunjukkan bukti tanda lahirnya pada appa” bela tuan shin yang membuat Hyokyung makin ciut nyalinya.
“Tapi tanda seperti itu banyak yang punya” ucapan Hyokyung membuat Naja sedih, melihat itu Himchan jadi tidak tega karena dia juga yakin bahwa gadis yang rupanya berganti ini adalah Naja.
“Aku punya ide, bagaimana kalau kita tes DNA saja. Dengan begitu hasilnya pasti diketahui siapa nona ini sebenarnya?”
“Baiklah tuan Kim Himchan, aku setujui usulmu kalau memang aku bukan Naja aku siap keluar dari rumah ini” ucap Naja tegas.

 

Himchan duduk disebuah bangku bawah pohon seberang jalan, dia menatap kedepan kesebuah coffeshop yang didalamnya terdapat sosok yang disukainya. Dia sering kali melakukan penguntitan seperti ini ketika jadwal pekerjaan sedikit melonggar.
“Boleh aku duduk disini” ucap seseorang yang mengagetkan Himchan.
“Silahkan” ucap Himchan tanpa menoleh.
“Apa yang kau perhatikan tuan Kim” ucapan itu membuat Himchan menoleh.
“Kevin Woo, apa yang kau lakukan disini” ucap Himchan yang langsung merangkul sahabat sekaligus sepupu jauhnya.
“Aku ada janji dengan seseorang yang dulu menjadi pasienku dan appa, kau sendiri kenapa melamun dipinggir jalan?” ucap Kevin setelah keduanya melepaskan pelukannya.
“Aku sedang memperhatikan seorang gadis yang bekerja dicoffeshop itu”
“Bukankah kau sudah bertunagan, kau selingkuh?”
“Dia special, ceritanya panjang kenapa aku bisa bertungangan padahal aku tidak mencintainya”
“Siapa si special girl yang merebut hati sepupuku ini” gurau Kevin.
“Kau lihat gadis yang ada dikasir itu? Dialah orangnya?” kevin mengikuti arah tangan Himchan yang menunjuk gadis dengan bando putih.
“Shin Naja”
“Kau mengenalnya?” tanya Himchan menatap Kevin penuh selidik.
“Tentu, aku yang menyelamatkannya ketika mobilnya masuk jurang dihutan.”
“Kenapa kau tak bilang padaku ketika kau diseoul waktu itu”
“Mana aku tau kau kenal Naja. Waktu itu aku juga ingin minta bantuanmu untuk memberitau keluarganya tapi appa memintaku datang sendiri kerumah Naja”
“Bisa kau ceritakan padaku detailnya, karna ada yang ganjal.”
“Maksudmu?”
“Kau bilang memberitau keluarganya tapi tak ada satupun keluarga Naja yang tau Naja selamat dalam kecelakaan itu, aku dulu memang berharap Naja selamat karena jasadnya tidak ada dalam mobil”
“Tapi waktu aku datang kerumah Naja, ada gadis seumur Naja dulu yang aku kasih tau. Dia bilang akan segera menjenguk tapi sampai 3 bulan tak ada satupun yang datang melihatnya. Kau tau betapa malangnya Naja melewati semuanya sendiri. Eh aku mau menemui Naja dulu kau mau ikut apa disini?”
“Aku disini saja, kau jangan macam-macam dengannya?”
“Tenang saja aku hanya menganggapnya adikku, hehehehe cepat bereskan masalah kalian” gurau Kevin yang langsung beranjak menuju Coffeshop tempat Naja bekerja.

 

Himchan mengajak Hyokyung bertemu disungai Han pada malam harinya, Himchan ingin mengetahui kebenaran yang terjadi atas kecelakaan yang menimpa Naja.
“Kau sudah lama oppa?”
“Belum, duduklah ada yang ingin kubicarakan”
Hyokyung duduk dihadapan Himchan sambil terus mengumbar senyumnya. “Ada apa oppa mengajak bertemu disini?”
“Kau dari awal sudah taukan kalau Naja itu masih hidup dan dirawat karena lukanya parah” raut wajah Hyokyung berubah menegang.
“Oppa kenapa menuduhku menyembunyikan fakta”
“Kau memang menyembunyikannya. Apa sebenarnya maumu sampai kau tega pada kembaranmu. Dia mellewati semuanya sendiri dan kau yang sudah tau malah diam saja. Aku sangat kecewa denganmu? Kau gadis egois dan aku minta pertunangan kita dibatalkan”
“Oppa maafkan aku tapi ku mohon jangan batalkan pertunagan kita, aku tau aku salah tapi ku mohon aku sangat mencintaimu oppa”
“Jangan bawa cinta dalam hal ini. Aku tidak mau mempunyai tuangangan yan pemdusta”
Himchan meninggalkan Hyokyung yang menangis ditempat dan menjadi pusat perhatian banyak orang.

 

Hyokyung pulang dengan keadaan hancur dan kacau, airmatanya terus mengucur dari mata indanya. Naja yang yang masih menonton Tv kaget melihat adiknya pulang dengan keadaan kacau dan frustasi.
“Hyo apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini” tanya Naja yang khawatir dengan Hyokyung.
“Appo, hatiku sangat sakit hiks.” Jawab Hyokyung sambil sesenggukan.
“Waeyo? Jangan buat aku bingung Hyo”
“Himchan hiks”
“Dia menyakitimu, ish kau tenangkan hatimu dan tidurlah. Besok biar aku yang bicara padanya”

 

Pagi ini Naja mengantarkan sarapan kekamar Hyokyung, Hyokyung menatap jendela kamarnya tanpa minat menoleh ketika Naja masuk membawa nampan berisi roti dan susu.
“Ini sarapanmu Hyo?”
“Aku masih malas makan Naja”
“Wae? Apa yang dilakukan Himchan padamu?”
“Dia membatalkan pertunangan kami padahal aku melakukan sesuatu hanya karena ingin dia bertahan disisiku”
“Tega sekali dia padamu, makan ini biar aku yang bicara”
“Jangan!! Aku yang salah atas semua ini. Hiks maafkan aku Naja” ucap Hyokyung sesenggukan.
“Maaf untuk apa?” tanya Naja yang bingung dengan pernyataan adiknya.
“Sebenarnya aku tau kau masih hidup ketika ada pemuda yang datang tempo hari padaku, tapi aku malah menyembunyikan itu karena aku dan Himchan hari itu akan tunangan. Maafkan aku Naja aku egois dan membiarkanmu sendirian disana, aku merebut Himchan darimu padahal ketika kecil kamu yang menyukainya lebih dulu”
“Sudahlah, aku hanya menganggap Himchan itu oppa. Sekarang makanlah aku akn berbicara pada Himchan agar pertunagan kalian tidak batal”
“Gomawo Naja”

 

Naja melangkahkan kakinya kekantor dimana Himchan bekerja sebagai manager eksekutif, Himchan terlihat senang tapi Naja menampakkan ekspresi yang datar.
“Ada yang perlu kita bicarakan mengenai pertunanganmu dan Hyokyung? Apa hanya karna dia tidak mengatakan aku masih hidup kau membatalkan pertunangan begitu saja”
“Kau datang kesini hanya ingin membahas itu. Kalian membuatku terlihat seperti namja brengsek”
“Kau memang brengsek. Kau membuat Hyokyung hancur semalam”
“Kau memntingkan adikmu lalu bagaimana dengan perasaanku yang bertunangan dengan orang yang tidak kau cintai, kau padahal tau dari awal aku menyukaimu tapi kenapa kau malah terlihat mendukung kami”
“Aku akan melindungi adikku dan akan membuatnya bahagia selama aku mampu”
“Apa harus kau merelakan kebahagiaan dan cintamu hanya demi kebahagiaan orang lain.”
“Didunia ini hanya appa dan adikku yang ku punya, aku lebih memilih aku yang mengorbankan hidupku untuk mereka.”
“Kau munafik Naja”
“Terserah. Aku permisi tapi bisakah kau pertimbangkan lagi agar pertunangan itu tetap berlanjut”

 

 

 

Naja dan Hyokyung merayakan ulangtahun mereka yang ke – 23 tahun, keduanya tampil elegan dengan gaun soft selutut dengan pita besar dibagian perut. Himchan datang bersama Kevin dengan membawa kado berukuran besar.
“Apa kami datang terlambat” seru Kevin.
“Kalian saling mengenal?” tanya Naja.
“Tentu, karna kami sepupuan” jawab Kevin malu-malu sambil melirik kearah Hyokyung.
“Oh iya kenalkan ini kembaranku Hyokyung, dan Hyo ini dokter Kevin yang merawatku”
“Kevin Woo”
“Shin Hyokyung”
“Silahkan nikmati makanannya Vin”
“Naja bisa ikut aku sebentar, ada yang ingin ku sampaikan”
“Ne”

 

Himchan membawa Naja keluar gedung untuk duduk ditaman luar gedung, keduanya awalnya diam saja sampai Himchan memulai mengajak bicara.
“Mereka serasikan, sepertinya Kevin menyukai Hyo? Dia semangat minta kukenalkan”
“Iya Chan, mereka cocok. Kau sendiri bagaimana? Apa sudah ada yang cocok”
“Aku masih menunggumu, ya walau sampai tua juga tidak masalah”
“Kau gila, bercanda terus.”
“Aku serius Naja, aku menunggumu. Aku menunggu gadis kecil yang dulu dengan gaun lusuhnya membawa kelinciku dan melamarku”
“Kenapa masih mengingatnya, aku bahkan geli kalau ingat kejadian hari itu apalagi kau juga menolakku”
“Tapi aku yang sekarang memang menyukaimu. Kau tau setelah aku dimarahi appa, aku mulai memperhatikanmu sejak kau menjadi adik kelasku diSMP makanya dulu aku rela menjemputmu dan Hyo ketika SMK, kalian bahkan membuatku tidak bisa dekat dengan cewek karena kau dan Hyokyung sering kali membuat kencanku gagal”
“Itu karena memang kami tidak suka kau dekat dengan cewek-cewek aneh itu, hahahahahaha”
“Maka dari itu bisakah kau mempertimbangkan permintaanku untuk menjadi kekasihmu”
“Kalau dalam 10 menit kau bisa mengelilingi gedung ini, aku akan mempertimbangkan permintaanmu untuk jadi kekasihku”
“Aku tidak mau. Suka atau tidak suka kau harus jadi milikku”
“Pemaksa”
“Yang penting aku mencintaimu”
======End===========

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s