[FF HIMCHAN] I PROMISE U

I Promise You

Cast :
Kim Himchan
Shin hyo kyung

Other :
Shin/kim Naja
Shin hyu jae
Kim Ryuka

Hyu jae terkenal dengan sikapnya yang gampang akrab dengan cewek hingga membuat sang pacar kadang merasa diacuhkannya namun justru membuat para remaja tertarik pada Hyu jae.
Hyu jae bahkan sering sekali mengabaikan sang pacar saat asyik bersama teman-temannya.

Pernah terlintas dalam benakku
Untuk pergi jauh melupakanmu
Dalam batinku pernah terlukis
Mencoba membunuh semua rasa ini
Ku cinta dirimu ku benci hadirmu
Yang slalu runtuhkan teguhnya janjiku
Ku cinta dirimu lebih dari yang engkau tahu
Meskipun ku perih
Bila kau ada disampingku
Namun ku akui hidupku sepi tanpamu
Dan tak ingin ku berpisah denganmu

Hyo kyung menunggu Hyu jae ditaman belakang sekolah untuk bertemu, tapi yang ditunggu malah sibuk mengobrol dengan temannya, Hyo kyung walau gondok super duper sebel tapi dia memilih ngalah daripada ribut. Pulangnya Hyo kyung memilih diam disamping Hyu jae karena masih sebal.
“Kau marah?”
“Tidak. Untuk apa?”
“Ya sudah”
“Kau menyebalkan”
“Kau marah karena aku lama ya?! Maaf”
“Hem”
“Kau ini membuatku jengkel saja”
“Harusnya aku yang berkata seperti itu”
“Sudah jangan marah. Mukamu itu jelek sekali gadis pendek”
“Kau juga pendek Hyu”

Bila saja lihat angkuhnya
Tak ingin rasa aku mencinta
Dan tapi bila jauh darinya
Bila saja lihat dirinya
Ingin hati tak jatuh cinta
Dan mungkin dia tau semua
Semakin aku dibuat resah
Mungkin mwmangnya salahku
Yang tak pernah mengerti
Arti sebuah keangkuhan
Ingin ku ingkari perasaanku ini
Mengapa harus ku akui ku suka padanya

Siang ini Hyo kyung bersama sahabatnya Naja duduk bawah pohon sakura yang sedang bersemi diawal musim semi, sambil menikmati ice cream vanila coklat yang mereka makan. Musim semi yang terasa kaku dan membosankan untuk Naja yang selalu melewatinya tanpa pacar karena memang dia malas mencari pacar, namun terkesan memilukan untuk Hyo kyung mengingat kisah cintanya yang entah mau diapakan dan dikemanakan, hubungannya dan Hyu jae terasa semakin hambar dan jauh dari kata pacaran karena tak ada hal yang indah yang dilalui.
“Na-ya eottoke?”
“Namaku itu Naja bukan Na-ya. Ish… Aku malas menanggapimu Hyo” ucap Naja melengos walau gampang marah dan ngambek tapi dia baik walau Hyo kyung yang pelupa suka salah memanggilnya.
“Sorry-sorry, hehehehe.. Kau kan tau aku pelupa Naja sayang?” cengir Hyo kyung.
“Stop memanggilku sayang, itu menggelikan sekali” ucap Naja bergidik ngeri sambil menoyor jidat Hyo kyung.
“Aku tanya padamu Naja sayang, aku harus bagaimana?”
“putus saja, dari awal pertama aku memang tidak suka padanya. Kau saja yang bodoh mau pacaran dengannya”
“Naja aku ini sangat mencintainya”
“Hari gini kau bicara tentang cinta padaku Hyo? Apa dia memikirkanmu saat dia bersama orang lain, apa dia menangis ketika kau bersedih karenanya, apa dia memelukmu ketika kau galau. Apa itu semua dia lakukan? Dia hanya memanfaatkanmu saja karena kau polos juga babo. Cepat tinggalkan dia” bentak Naja yang membuat Hyo kyung terlonjak kaget.
“Kau ini kenapa marah-marah sieh, tapi diakan pernah janji untuk berubah menjadi namja baik untukku Naja tapi tidak sekarang”
“Kau ini keras kepala sekali jadi orang. Hyu jae tidak akan pernah menepati janjinya aku tau itu, dia hanya menjadikan kau manikan agar semua tau dia baik padahal dia bejat sekali. Huft.. aku jadi malas berteman denganmu kalau kau keras kepala”
“Iya-iya nanti aku putus dia pas 1 tahun jadian kami. Tapi kau jangan tinggalkan aku, kau temenin aku sampai aku bisa melepaskannya ya?!”
“Putuskan saja sekarang kenapa mesti nunggu hal begituan. Jangan buat aku emosi dan tambah benci padamu”
“Tapi jangan paksa aku untuk berhenti mencintainya Naja”
“Ish aneh, sudah ah aku mau pulang, aku ada janji mau pergi dengan Himchan oppa.” ucap Naja beranjak dan berjalan kearah sepedanya yang terparkir tak jauh dari mereka.
“Tunggu aku Naja” teriak Hyo kyung mengejar Naja.

Keduanya pulang beriringan naik sepeda karena rumah mereka yang bersebelahan. Dibelakang rumah mereka ada pintu kecil yang menghubungkan rumah mereka untuk bertemu dan bermain bersama, bahkan kamar mereka berhadapan hingga membuat keduanya mudah memasuki kamar satu sama lain ketika mereka mau tidur berdua atau mau curhat dan menangis bersama samapai malam.

Malamnya Hyu jae datang kerumah Hyo kyung untuk mengajaknya keluar tanpa memperdulikan mata Hyo kyung yang sudah mengantuk, mereka berkeliling dan menikmati suasana malam yang tidak begitu menyenangkan hati Hyo kyung yang selalu teringat kata-kata Naja yang membuatnya sesak, antara cinta atau opsesi yang dirasakannya sekarang.
“Kenapa sepertinya kau acuh padaku?” tanya Hyu jae datar.
“Nggak apa-apa, aku sedang malas saja” jawab Hyo kyung cuek tapi hatinya galau. Bagaimana dia bisa melepas Hyu jae yang sangat dia sukai.
“Kau masih marah denganku?”
“Nggak kok, Hyu sampai kapan kita menjalani cinta begini.”
“Maksudmu?”
“Lupakan saja.”
“Kau aneh akhir-akhir ini”
“Hyu aku mau pulang saja sekarang” Dalam hati Hyo kyung menjerit ‘kenapa aku tak bisa berkata aku ingin putus sekarang, tapi kenapa bibirku ini tak sanggup berkata’

Pulangnya Naja sudah berada dikamar Hyo kyung yang membuat Hyo kyung terkejut ketika memasuki kamarnya, karena wajah Naja sedang seperti hantu akibat dimasker. Namun bukan rahasia lagi kalau mereka biasa masuk kamar masing-masing karena jendela mereka berhadapan jadi mudah untuk mereka saling loncat bila bosan dikamar.
“Naja kau membuatku kaget” teriak Hyo kyung yang langsung menutup mulutnya.
“Waeyo kyung?” teriak appa Hyo kyung dari bawah.
“Ani appa, ada kecoa” balas Hyo kyung yang berjalan kearah ranjangnya ikut Naja yang berbaring dikamarnya. “Kau kenapa ada disini dengan wajah masker begitu mana pakai maskerku lagi?”
“Kau menyebalkan sudah kubilang putus kenapa masih juga jalan, lihat ini sudah jam 11 aku sudah 2 jam menunggumu disini. Aku mau mengajakmu maskeran tapi waktu aku masuk lewat jendela kau malah hilang dan ku lihat kau pulang dengan dia”
“Aku susah Naja sayang untuk bilang putus, kau jangan memaksaku lagi. Aku akan putus kalau sudah waktunya, sekarang aku lelah”
“Mau sampai kapan kau mau dipermainkan Hyu jae, aku berhak menasehatimu karena aku sahabatmu Song Hyo kyung. Kau ini jadi berubah keras kepala sejak pacaran dengan Hyu jae.”
“Sudah ku bilang aku mencintainya Kim Naja” geram Hyo kyung.
“Kau pengecut karena kau memilih hidup terluka dengan orang yang egois yang nggak bisa hidup dengan satu cinta”
“Berilah aku waktu Naja, aku pasti putus karena aku sayang denganmu yang selalu melindungiku, aku juga selalu mendengarkanmu Naja jadi biarkan aku cari cara untuk lepas darinya dan jangan pernah tinggalkan aku. Kau harus menemaniku melewati semua ini”
“Baiklah” ucap Naja akhirnya melunak.
“Gomawo Naja” Hyo kyung langsung memeluk Naja layaknya mereka anak kembar yang damai setelah bertengkar.
“Aku ngantuk mau tidur Hyo”
“Kita pelukan ya tidurnya, dan cuci muka hantumu itu”
“Bawel”
“Cerewet”
Naja masuk kamar mandi mencuci muka yang tadi dimasker, saat masuk kekamar lagi Hyo kyung masih membaca komik misterinya.
“Hoam Hyo ayuk tidur, besok kita mesti bangun pagi” Naja menguap dan menarik selimut Hyo kyung siap memeluk guling Ikan yang dibawanya.
“Eh? Janjimu mau meluk aku kenapa meluk boneka” Hyo kyung mengerucutkan bibirnya tanda sebal.
“Iya-iya, ayuk”
Keduanya tidur berpelukan seperti anak kembar yang saling melindungi, menjaga dan saling mengandalkan. Tak lama setelah berpelukan keduanya terlelap masuk kealam mimpi masing-masing bersama pangeran berkuda putih yang membawanya menuju bahagia^_^

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Naja untuk kesekian kalinya memergoki Hyu jae menggandeng tangan Ryuka, yang merupakan teman smk mereka juga memasuki sebuah kedai jjangmeyon. Walau berbeda kelas tapi Naja tau karena mereka teman sekelas sahabat karibnya Hyo kyung.
“Mereka lagi, menyebalkan sekali melihat mereka menjahati Hyo kyung” geram Naja sambil menjejalkan ice cream kemulutnya.
“Kau lama menungguku ya Naja, mian aku telat menemanimu makan ice cream karena dosenku menyebalkan minta tugas dikumpulkan padahal ini hari libur sedunia” sapa seorang namja yang duduk didepannya.
“Kau tau aku sedang sebal dengan pacar Hyo kyung itu yang ada disebrang sana” cerocos Naja sambil menunjuk dimana letak dua penghianat diseberang.
“Kenapa kyungie bodoh sekali”
“Capek mulutku memberitaunya? Dia selalu bilang jangan paksa aku untuk tidak mencintainya lagi” dengan sinis Naja menirukan logat Hyo kyung dengan kesal.
“Cinta yang aneh, hahahahaha…”
“Menyebalkan”
“Sudahlah nanti juga kyungie sadar sendiri dan akan menyesal karena menyia-yiakan hidupnya Cuma untuk namja itu, kau jangan bosan-bosan mengingatkannya karna itulah tugasmu sebagai temannya”
“Tapi capek kalau nggak didengarkan Himchan oppa”
“Mau aku bantu?”
“Caranya?!”
“Ku buat dia cinta padaku jadi mereka bisa putus”
“Anio, kau itu playboy jangan macam-macam aku adukan adjushi nanti dirumah kalau kau macam-macam pada sahabatku”
“Kau ini negatif sekali pada oppa angkatmu, aku Cuma ingin membantunya lepas dari namja sialan itu lagipula mana ada yang menolak pesona Kim Himchan” ucapnya dengan wajah berbangga diri.
“Terserah kau saja Kim Himchan asal temanku senang”
“Gomawo Kim Naja sayang, kau memang adikku yang manis”
“Hoeks.. rayuanmu kuno bilang saja kalau kau menyukainya” ketus Naja dengan wajah berpura-pura muntah.
“Heheheheh kau tau saja maksud oppa”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dikelas Hyo kyung duduk mengerjakan PRnya sendirian ketika Ryuka datang dan memamerkan sebuah gelang padanya, Hyo kyung tak terlalu menanggapinya karena malas dengan ocehan temannya.
“Hyo?” panggil Ryuka.
“Wae?” sahut Hyo kyung tak menoleh sama sekali.
“kenapa tak menanggapiku”
“Aku sibuk dengan PR minggu kemarin. Aku belum mengerjakan sama sekali”
“kau kan punya teman pintar anak kelas favorit itu. Kenapa tak memanfaatnya?”
Hyo kyung terus diam tak menanggapi Ryuka yang semakin geram padanya.

Naja diparkiran sepeda menunggu Hyo kyung yang belum keluar dari kelasnya, hari ini mereka boncengan karena sepeda Naja sedang bermasalah akibat dibawa Himchan kemarin.
“Kau lama sekali sieh Hyo? Aku bosan 15 menit menunggu seperti orang bodoh” sebal Naja yang melihat Hyo kyung berjalan lambat seperti kura-kura.
“Bukuku disembunyikan tadi sama Hyu jae”
“Ish dia lagi. Sudah ku bilang putuskan dia kenapa kau ngeyel sieh”
“Iya-iya nanti malam aku putus dia”
“Mauku sekarang Shin Hyo kyung”
“Sampai sajalah Naja, kau ini cerewet sekali”
“Kau juga bawel, huft..”

Naja duduk diayunan belakang rumahnya, tepatnya rumah keluarga kim yang merawatnya sejak kedua orangtuanya meninggal. Kyo hyung mengendap-endap agar tidak ketauan Naja yang saat ini melamun menatap kedepannya yang berbentuk danau.
“Dooooooorrrrrrrrr” teriak Hyo kyung menempelkan wajahnya ke Naja.
“Ish.. jailmu kambuh lagi” geram Naja dengan muka masam dan menoyor jidat Hyo kyung.
“Kau kenapa Naja sayang?”
“Hanya sedang berfikir? Kau ini mengganggu saja”
“Halah. Daripada berfikir gaje mending lihat wajahku yang unyu”
“PD sekali kau” Naja menoyor lagi jidat Hyo kyung.
“Sakit tauk” Hyo kyung mengelus jidatnya.
“Sudah kau putuskan sibabo itu?”
“Belum, hehehehe….”
“Kau ini menyebalkan sekali. Sudah ku bilang cepat putuskan dia karena dia itu Cuma memanfaatkanmu, dia itu kalau pacarmu kenapa jalannya selalu dengan Ryuka”
“Iya maaf, tapi nanti malam ku jamin kami sudah putus” ucap Hyo kyung dengan muka menyakinkan Naja kali ini dia serius.

Akhirnya kita harus memilih satu yang pasti
Mana mungkin terus jalani cinta begini
Karna cinta tak akan ingkari Takkan terbagi
Kembalilah pada dirinya biarku yang mengalah, Aku terima
Biarku yang pergi
Nikmati luka ini perih ini sendiri

At Han river 22.00 kst.
Hyo kyung duduk melihat hamparan air tenang didepannya yang mengalir tenang, Hyu jae datang dengan tampang ngos-ngosan karena berlari sehabis kerja part time, setelash mendapat pesan sang kekasih dia langsung datang.
“Maaf”
“Iya”
“Ada apa mendadak mengajak bertemu aku malam-malam begini”
Hyo kyung menarik nafasnya dan menyiapkan hatinya sebelum mengeluarkan kalimat yang mungkin mengejutkan Hyu jae. “Hyu aku mau kita putus, dan mulai malam ini jangan menemui dan jangan datang padaku lagi”
“Apa maksudmu berkata seperti itu” tanya Hyu jae yang terkejut dan meminta kepastian dari pernyataan itu.
“Aku mau kita putus dan tidak ada hubungan apa-apa lagi”
“Kenapa kau ingkar janji. Bukankah aku memintamu menunggu sampai aku siap menjadi yang terbaik untukmu”
“Tapi sampai kapan kau gantung aku dengan ikatan tak jelas, kau selalu jalan dengan Ryuka apa kau memikirkan hatiku saat kau bersamanya? Tidakkan. Tolong lepaskanlah aku dan lupakan aku”
“Tapi aku sekarang slalu mencoba untuk menata hatiku lagi untuk mencintaimu”
“Sayangnya aku sudah tidak mencintaimu lagi, aku mencintai orang lain Hyu. Jadi terima keputusanku ini karena aku tidak akan mengubah keputusanku lagi” ucap Hyo kyung beranjak namun belum sampai dua tangan Hyu jae mencengkram kuat-kuat hingga sang pemilik tangan meringis kesakitan.
Hyo kyung menatap ragu kearah sang mantan yang masih betah mencengkramnya, Hyu jae menatap sinis penuh dendam kepadanya.
“Lepaskan aku Hyu, kau menyakitiku” ucap Hyo kyung memberontak tapi tetap saja dicengkram oleh Hyu jae.
“Lepaskan dia, kau melukainya babo” ucap seseorang dengan nada dingin yang langsung membuat Hyu jae terjengkang kebelakang.
“Oppa” teriak Hyo kyung berlari kebelakang punggung Himchan.
“SIAPA KAU BERANI IKUT CAMPUR MASALAH KAMI” bentak Hyu jae yang telah berdiri dengan nada menyindir pria tegap yang didepannya.
“Kau mau tau aku siapa? Chagy kau tak bilang kalau aku pacarmu” ucap Himchan merangkul pundak Hyo kyung.
“Jadi karna pria ini kau meminta putus denganku. Wanita jalang dan brengsek kau” maki Hyu jae.
“Kau yang brengsek. Berani kau mengganggu pacarku akan ku pastikan kaki dan tanganmu cacat. Ayo chagy kita pergi” setelah mengancam Hyu jae, Himchan menarik Hyo kyung masuk kedalam mobilnya.

Himchan diam setelah masuk didalam mobil bersama Hyo kyung yang selama ini menjadi tetangganya. Dan merupakan sahabat adik angkatnya.
“Oppa kenapa bisa tau aku ada disana? Aku sangat berterima kasih oppa menolongku” ucap Hyo kyung menundukan kepalanya.
“Tadi Naja khawatir sekali dan memintaku jadi penguntitmu waktu aku baru pulang ingin istirahat, Naja takut kau kenapa-kenapa ketika melihatmu keluar rumah. Untung tadi aku tepat waktu kalau tidak kau pasti sudah diperkosa dia”
“Oppa jangan menakutiku donk, aku kan masih gadis dibawah umur”
“Bukan menakuti tapi agar kau hati-hati kalau keluar malam, lihat ini sudah jam 11 malam, apa pantas gadis baik-baik ada diluar rumah jam segini karena banyak sekali hidung belang yang nanti mengincarmu. Kau harusnya belajar dirumah”
“Iya maaf oppa. Oppa andai semua namja sepertimu? Semua wanita pasti bahagia.” Ucapnya polos.
Himchan menautkan alisnya. “Wae? Kau menyukai oppa”
“Dari dulu sebenarnya oppa, uups” ucap Hyo kyung yang langsung menutup mulutnya karena keceplosan bicara, mukanya juga memerah seperti tomat.
“Hahahahaha.. tak usah malu begitu”
“Tapi malu, aku kan tak biasa mengungkapkan cinta. Cuma dengan oppa saja aku bisa berdebar-debar” ucap Hyo kyung dengan malu-malu.
“Memang apa yang kau suka dari oppa. Kau kan tau oppa playboy dan menjalani pacaran tanpa cinta, memang kau mau bertahan menyukaiku dan bisa betah denganku”
“Aku yakin oppa tak akan selamanya seperti itu. Oppa maukah kau membuka hatimu untukku? Aku akan membuatmu bahagia. Oppa aku tau ini tak pantas tapi maukah oppa menjadi pacarku?”
“Bisa dipertimbangkan kalau kau mau membuatku mencintaimu?! Tapi kau taukan aku playboy. Tapi itu sebenarnya terjadi karena aku ingin mencari sosok wanita yang bisa menggantikan umma Meylin”
“Jadi oppa menerimaku. Aku janji akan membuat oppa bahagia dan menjaga Naja selamanya”
“Tapi kalau kau menyukaiku sejak dulu, kenapa kau pacaran dengan namja kasar tadi?”
“Aku terpaksa karena dia suka sekali ganggu aku dari bangku belakang oppa, awalnya Cuma berteman tapi lama-lama aku menyukainya hingga sadar-sadar kami sudah pacaran”
“Owh, ya sudahlah aku juga tak tertarik dengan dunia anak smk Kyungie. Kita pulang saja sekarang nanti dikira oppa menculikmu”
“Iya oppa”
Selama diperjalanan pulang Hyo kyung tersenyum senang, ini untuk pertama kalinya dia jalan berdua dengan kakak sahabatnya walau suasananya tidak pas.
Dikamarpun Hyo kyung masih tersenyum seperti orang gila mengingat perhatian dari Himchan. Sepertinya akan menyenangkan hari-harinya kedepan apalagi Himchan mau membuka hatinya.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Rindulah dihatiku ingin selalu bersamamu..
Saat kau peluk aku tak ingin ku melepaskanmu..
Sayangilah diriku jangan pernah melupakanku..
Cintailah diriku dengan sepenuh hatimu..

Himchan dan Hyo kyung mulai pacaran, mereka sering jalan bertiga dengan Naja yang memang terlihat dimanjakan. Mereka sudah menaiki beberapa wahana ditaman bermain yang mereka datangai.
“Kalian senang sekali menjadikanku kambing congek ketika pacaran. Stres aku dekat dengan kalian.” Gerutu Naja dengan wajah sebal mengikuti pasangan yang berjalan didepannya setelah menaiki komedi putar.
“Makanya cari pacar sana? Biar kita bisa jalan berempat jangan pacaran dengan buku dan laptop” ucap Himchan menolehkan kepalanya.
“Alah aku malas. Namja itu suka menyakiti. Aku juga malas menikah nanti kalau sudah besar” ucap Naja malas.
“Mana boleh begitu Naja sayang? Aku saja dengan Himchan oppa sudah merencanakan menikah tapi tidak sekarang” ucap Hyo kyung menahan senyum.
“Kalian pasangan lebay, ckckckck..”
“Mulai besok aku antar jemput kalian, aku takut kalian kenapa-kenapa apalagi minggu depan kalian ujian”
“Ne”
“Kita mau naik apalagi chagy?” tanya Himchan yang masih betah merangkul leher Hyo kyung, dan kini menarik Naja untuk dirangkul juga sehingga banyak mata yang melihat ulah mereka.
“Aku mau rool coaster oppa chagy” usul Hyo kyung manja.
“Aku ngikut saja” tutur Naja yang masih belum mood.
“Kau tidak boleh, nanti jantungmu kumat aku bisa kena pukul sapu appa” cegah Himchan.
“Kau duduk diayunan itu saja Naja, kami hanya akan main sebentar saja. Jadi duduklah yang manis disana” tunjuk Hyo kyung dengan wajah jail.
“Kalian menyebalkan” gerutu Naja sambil berjalan kearah yang ditunjukkan temannya itu.
Naja duduk sendirian sambil melihat pasangan yang sedang berteriak lepas saat bermain roolcoaster, Naja iri karena sakitnya dia tidak bisa bermain sepuas hati yang dia mau, namun dia sadar bahwa semua juga demi kebaikannya dan dia tidak mau terus merepotkan oppa angkatnya yang slalu baik padanya.
Setengah jam menunggu akhirnya Himchan dan Hyo kyung berlari menghampiri Naja yang duduk dan memainkan kakinya.
“Maaf ya Naja sayang kami lama” ucap Hyo kyung yang duduk disebelahnya.
“Aku bosan…………………………..” teriak Naja yang langsung dibungkam tangan Himchan.
“Bagaimana kalau kita cari makan sekarang” ucapan Himchan disambut gembira oleh Hyo kyung dan Naja.
“Aku maunya makan jjangmeyon”
“Andwae!! Kau itu tidak boleh makan itu, ish.. jangan bandel deh!” ucap Hyo kyung histeris.
“Alah Hyo” ucap Naja manyun yang mengundang tawa.
“Daripada ribut bagaimana kalau kita makan wafle dan ice cream” usul Himchan menengahi keduanya.
“Aku mau pie apple saja oppa, kau mau tidak Naja”
“Aku funcake saja”
“Ya sudah ayuk ikut ke café langgananku dengan temanku”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Upacara Kelulusan.
Dipesta kelulusan Naja dan Hyo kyung mewakili anak kelas 3 untuk acara penyambutan atas kelulusan mereka. Orangtua Hyo kyung bangga dengan nilai putrinya yang sangat memuaskan, begitupula dengan Himchan dan ayahnya yang bangga dengan Naja yang sudah menjadi bagian dari keluarga Kim.
Himchan banyak mengabadikan moment kelulusan Naja dan Hyo kyung. Himchan sangat menyayangi dua gadis yang berada didepannya ini. Baginya keduanya sangat berarti untuk dijaga.
“Oppa ayo foto aku dan Naja dibawah pohon itu” Ucap Hyo kyung menarik Himchan dimana Naja sedang duduk.
“Ne, ayo kalian berdua berdiri biar aku foto kalian” ucap Himchan memberi isyarat agar keduanya bersiap, namun Himchan merasakan senyum Naja yang dipaksakan.

Dirumah.
Himchan dan ayahnya sedang mengobrol santai diruang TV saat Naja membawakan kopi dan camilan untuk mereka.
“Na-ya apa kau sudah memikirkan mau kuliah dimana?” tanya ayah Himchan ketika Naja akan mengembalikan nampan kedapur.
“Belum kim appa. Rencananya aku mau bekerja dulu bersama Hyo kyung agar kami bisa melanjutkan kuliah” jawab Naja sambil menundukan kepalanya.
“Kalian kuliah saja nanti appa yang akan membiayai kalian berdua, jadi kalian tak perlu susah bekerja”
“Tapi kim appa..”
“Tenanglah?! Anggap saja aku sedang melunasi hutangku pada ayahmu yang dulu sangat sering membantuku saat sulit”
“Baiklah kim appa”
“Kuliahkan saja mereka dikampusku appa?! Aku yang akan mengawasi mereka sambil menyelesaikan S2ku dan lagipula aku juga bekerja dilaborat kampus”
“Itu ide bagus”

Hyo kyung menyelinap masuk kekamar Naja karena dia tidak bisa tidur, ketika masuk Naja masih sibuk membaca komik dengan wajah seriusnya, jadi Naja sedikit terkejut karena ranjangnya berdecit.
“Ish Shin Hyo kyung yang aneh kau mau membuat jantungku berhenti dengan ulah gajemu itu” decak kesal Naja.
Yang dimarahi hanya terkekeh sambil memposisikan dirinya tidur disamping Naja. “Aku bosan dirumah”
“Kenapa?”
“Aku malas menjadi dewasa dan menikah. Sipiglet kurus itu membuatku malas benget. Ya walau memang aku tak pernah mencintainya tapi aku sempat menyukainya”
“Terus kenapa dulu mau dicium kalau tidak cinta” sinis Naja sebal.
“Kan Cuma pipi itupun dia yang nyuri-nyuri kesempatan, aku tuh suka dengan oppamu Naja sayang, muach” dengan genit Hyo kyung mencium pipi Naja.
“Ish Hyo kyung mesum. OPPA PACARMU MES..” belum selesai Naja berteriak mulutnya sudah dibungkam.
“Jangan berteriak gaje kau mau membuat semua orang dengar” ucap Hyo kyung penuh penekanan.
“Ish lepas tanganmu. Siapa suruh cium pipi orang sembarangan. Kalau mau cium Himchan jelek mending cium sana”
“Hehehehe kau kan adiknya jadi tak apa kau yang mewakili, ekspresimu juga membuatku gemas”
“Dasar jelek”
“Ayuk kita tidur, besok pagi kita ada tes masuk universitas. Kau mau kita disiram oppamu yang ganteng itu”
“Galak iya”
“Wkwkwkwkwkwkw sudah ayo kita tidur”

Paginya Himchan menghantar Naja dan Hyo kyung keseoul university untuk mengikuti tes masuk disana, Himchan yang juga merupakan mahasiswa disana sangat senang sekali bahwa adik dan juga pacarnya akan kuliah ditempatnya menuntut ilmu.
Selama keduanya mengikuti tes, Himchan setia menunggu didalam mobil. Tak terasa sudah 2 jam dia menunggu, karna sadar-sadar keduanya sudah masuk kembali kedalam mobil Himchan yang terparkir ditaman.
“Bagaimana?” tanya Himchan.
“Lumayan menyenangkan apalagi soalku berhasil terjawab 100%” jawab Hyo kyung senang.
“Aku tidak yakin diterima, sudah cepat jalankan mobilnya aku lapar” sungut Naja yang sudah menyandarkan kepalanya.
“Siapa suruh tadi tidak mau sarapan dulu” sindir Himchan dengan senyum menggoda adik angkatnya.
“Bawel kau oppa”
“Sudah oppa cepat bawa putri mahkota kita yang manja ini pulang kerumah, dia sudah sangat kelaparan sepertinya daripada kita dimakan, hehehehehehe” ucap Hyo kyung ikut menggoda Naja.

At Kim home.
Naja menyantap makanan didepannya dengan lahap seperti tidak makan selama berbulan-bulan. Hyo kyung maupun Himchan tersnyum geli melihat tingkah Naja yang makan seperti anak kecil yang belepotan.
“Kami nanti malam mau kencan, kau ikut tidak” tanya Himchan yang mencomot kue kecil didepannya.
“Tidak, aku malam ini aku diajak makan enak dengan appa yang diundang rekan kerjanya. Kalian saja yang kencan aku tidak mau ikut” jawab Naja yang sudah menyelesaikan kunyahannya.
“Tumben sekali kau mau pisah denganku” ucap Hyo kyung ikut nimbrung.
“Kau kan perginya dengan oppaku jadi aku tidak khawatir,hehehe lagipula daripada jadi kambing conge mending makan enak dengan appa” ucap Naja nyengir.
“Dasar otak makanan” ejek Himchan sambil mencubit pipi tembam Naja.
“Yang penting kan imut oppa adikmu yang manis ini” balas Naja dengan menampik tangan oppanya.
Hyo kyung tersenyum geli melihat tingkah kakak adik yang unik dihadapannya, dia merasa senang bisa mengenal Naja yang membuatnya bisa menjadi kekasih dari sang kakak.
“Kau kenapa Hyo tersenyum seperti orang gila” tanya Naja yang mendekatkan wajahnya.
“Aish kau membuatku kaget” jawab Hyo kyung yang menoyor dahi Naja.
“Kau kesambet apa sieh” ucap Naja dengan tampang bodoh.
“Sudahlah aku mau pulanh siap-siap untuk kencan nanti, oppa aku pulang dulu” pamit Hyo kyung yang juga melambaikan tangannya ketika didepan pintu.

At night.
Himchan dan Hyo kyung makan malam romantis untuk kencan mereka kali ini, karena tidak ada Naja sebagai gangguan yang selama ini suka mengekori mereka kemanapun mereka mengadakan kencan.
“Kau cantik malam ini”
“Kan special untuk oppa tersayang”
“Kau ini bisa saja, tidak ada Naja sepi juga ya biasanya dia merecoki kencan kita”
“Iya oppa, tapi diakan sedang kencan juga.”
“Appa beruntung punya anak angkat seperti dia, ya walau dia nakal tapi dia sebenarnya hanya ingin disayang dan diperhatikan”
“Kau benar oppa, selama kami berteman dia juga sangat manja padaku dan kami bahkan seperti anak kembar”
“Bagaimana kalau kita meresmikan hubungan kita dalam pertunangan Hyo”
“Apa itu tidak terlalu cepat, aku baru lulus SMK”
“Hanya tunangan bukan menikah”
“Baiklah, aku mau. Aku juga sangat mencintaimu dan aku menyayangi Naja”
“Baguslah, nanti aku akan bicara pada appa. Aku juga tidak ingin kau direbut orang”
Hyo kyung merasa berhutang budi kepada Naja atas kebahagiaan ini, dulu dia berfikir bahwa Hyu jae lah cinta sejatinya sampai dia memohon kepada Naja agar membiarkan menyimpan cintanya pada Hyu jae dalam hati yang berjanji padanya akan menjadi laki-laki yang baik untuknya. Namun kini Naja berhasil membuktikan padanya bahwa cinta Himhcanlah yang abadi.

======End======

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s