[Freelance] Paradise Of Love

Paradise of Love

************************************************************

Autor : Shina

Cast : –   Shin je bin a.k.a wahyu oppa

–   Shin hyu jae a.k.a Pazri

–   Shin hyura a.k.a Reader

Aku lama banget nggak nongol ya didunia ff akhirnya memberanikan diri membuat lagi setelah hilang mood menulis hampir 3 tahun karena luka hati dengan my plend, ini ff pendek banget aku rasa karena Cuma cerita cinta pertama. hehehehehe..

/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\/*\

Kenangan indah kadang hanya sekejap hadir untuk mengisi..

Cinta itu kadang egois..

Tidak bisa dimengerti juga dipahami..

Cinta juga akan terasa ketika kita kehilangannya..

Kenangan terperih malah biasanya mampu menguasai..

Namun sebenarnya itu hanya semu..

Cinta itu selalu menang walau tidak memiliki..

Bukan raga yang terpenting namun cintalah yang penting..

Untuk apa bersamanya bila tidak ada cinta..

Melihatnya bahagia itulah yang membuat cinta kita tersenyum..

Hyu jae terjun tengkurap disamping adiknya yang sangat malas sekali bangun dipagi hari apalagi hari ini hari minggu hari libur sedunia, semua usaha sudah dilakukan mulai dari membuka tirai dan membiarkan hawa segar masuk dari jendela namun malah membuat adiknya semakin menggulung diri didalam selimut.

“Heh putri tidur cepat bangun ini sudah siang, kau ini pemalas sekali kalau begini mana ada pria yang mau menikahimu”

“Nanti juga bakal ada pria bodoh yang datang melamarku, aku masih mengantuk jadi jangan bawel jadi pria. Nanti juga tidak ada yang mau dengan pria bawel sepertimu”

“Ish.. kalau bukan adikku ku makan kau sekarang juga”

“Bawel………” teriak Hyura yang duduk menyingkap selimut tebalnya.

“Hahahahaha… akhirnya si ratu malas bangun , lihatlah wajahmu yang kusut dan acak-acakan” Hyu jae terus tertawa terbahak-bahak tanpa mau berhenti.

“Keluar sana”

“Ya sudah cepat mandi appa menunggu, kalau tidak cepat jatah makan pagimu ku makan”

“Bawel……”

5 menit kemudian Hyura turun menuju ruang makan dengan pakaian casualnya. Sang kakak menggodanya lagi dengan senyum jahil.

“Appa lihat putri tidurmu sudah bangun?” goda Hyu jae.

“Dasar bawel apa mulutmu tidak capek” balas Hyura geram.

“Sudah cepat makan”

Ketiganya makan dalam diam hanya denting sednok yang berbunyi nyaring mewarnai meja makan keluarga Shin je min.

******************************************************

Malam ini Hyura pergi kencan bersama pacarnya yang bernama Ji chang wook di lotte world. Awal mereka menjalin hubungan adalah karena keisengan Hyura bermain diakun chatting.

“Chagy seperti apa keluargamu itu? Selama kita chatting kau tidak mencerikannya padahal aku sudah bercerita tentang keluargaku” tanya Chang wook yang menggandengan tangan Hyura sepanjang jalan.

“Aku juga tidak tau?” jawab Hyura bimbang mengatakannya.

“Kau ini bagaimana sieh”

“Aku mempunyai seorang ayah yang penyayang dan slalu memberi apa yang aku butuhkan tidak mengeluh dan slalu bekerja keras untuk menghidupi 2 anaknya, aku mempunyai seorang kakak yang sangat bawel dan suka mengajakku berkelahi setiap pagi”

“Ibumu?”

“Aku tidak tau siapa ibu kandungku, dia sudah meninggal sewaktu aku bayi dan ayahku juga tidak pernah menceritakannya sewaktu ku tanya selalu menghindar.”

“Aneh sekali kau tidak kenal dengan ibumu”

“Sudahlah jangan membahasnya lagi, ayo kita jalan lagi”

***************************************************

Pukul 21.10 kst

Je min yang melihat putrinya merenung dan diam akhir-akhir ini membuatnya khawatir, ditambah putrinya sering bertanya siapa ibu kandungnya. Je min selama 16 tahun menyembunyikan identitas ibunya karena takut putrinya bersedih, namun disisi lain dia berfikir bahwa putrinya berhak tau.

Je min mendekat ke arah putrinya yang sedang duduk di sofa panjang depan ranjang sambil membaca buku favoritnya, kebiasaan Je min saat malam mengecek apakah putri kecilnya sudah tidur atau belum.

“Putri appa kenapa belum tidur? Apa ada yang mengganggu fikiranmu”

“Tidak appa”

“Lalu?”

“Appa seperti appa ummaku itu, dan kenapa appa menyembunyikannya dariku. Apa aku ini anak pungut appa?”

“Kenapa kamu berfikiran seperti itu?”

“Karena banyak yang mengatakan itu padaku disekolah hanya karena aku tidak kenal ibu, dan mereka selalu bilang aku anak pungut kalau nggak gitu mereka akan berkata aku ini anak yang broken home”

“Itu tidak benar. Kau ini putri kandung appa dan umma, mungkin memang kehadiranmu diantara kami disaat yang tidak tepat tapi apa yang dikatakan temanmu itu tidak benar”

“Appa mau cerita padaku?”

“Tentu. Ayo pindah keranjang appa akan cerita tapi setelah itu kamu harus tidur”

“Ok appa”

Hyura masuk kedalam selimut dan merebahkan tubuhnya keranjang empuknya, sedangkan appanya juga naik keranjang dan tiduran miring menghadap putrinya siap untuk bercerita.

“Umma mu itu bernama kim Nay ra, dia tinggi dan putih wajahnya mirip dengan kakakmu bahkan kebiasaan mereka sama, berbeda denganmu yang mirip dengan appa bahkan kebiasaan appa menurun padamu”

“Lalu kapan appa kenal dengan umma?”

“Umma mu itu teman kost dari adjuma mu, dulu pertama kali appa bertemu dengannya juga ketika mengantarkan buku adjuma mu yang ketinggalan dirumah. Dulu appa benci sekali dengan umma mu yang terlihat angkuh dan gampangan diajak kencan dengan pria, sedangkan appa saat itu juga sudah mempunyai pacar. Tapi tak terduga kami menikah”

“Jadi umma merebut appa dari pacar appa ya? Umma tega sekali”

“Bisa dikatakan begitu. Umma mu sering datang kerumah hingga pacar appa marah dan minta putus? Umma mu terus saja berusaha memisahkan kami berdua hingga kami benar-benar putus.”

“Umma sangat teropsesi sekali pada appa sampai menjatuhkan harga diri dan mau melakukan segalanya?”

“Begitulah cinta itu. Buta dan membutakan?”

“lalu bagaimana appa dan umma bisa menikah dan kenapa juga kakek nenek sepertinya benci ketika aku bertanya tentang umma, apa karena umma merebut appa dari pacar appa itu?”

“Bukan. Sewaktu awal appa dan umma pacaran tidak ada masalah namun ketika appa dan umma memutuskan menikah ternyata dari pihak umma ada konflik dengan kakek hingga kakek yang berjualan diluar kota pulang dan marah. Kakek dan nenek meminta adjuma mu berkata pada umma agar umma tidak menemui appa lagi”

“Terus bagaimana hingga kalian bersama?”

“Appa dan umma menikah diusia muda akhirnya tanpa restu orangtua”

“Appa dan umma kawin lari. Lalu hidup kalian bagaimana? Apa mudah menjalani semuanya tanpa restu”

Je min menghela nafas berlahan sebelum melanjutkan ceritanya.

“Awal kehidupan kami ya susah karena appa  waktu itu baru lulus kuliah dan umma mu baru masuk kuliah semester 2, tapi ada hikmah ketika umma hamil kakakmu karena appa mendapat pekerjaan mengajar di 2 tempat. Setelah kakakmu lahir berumur 7 bulan appa memutuskan untuk memberanikan diri ketemu kakekmu? Kau pasti bisa menebak apa yang dia lakukan”

“Pasti appa kena pukul, kakek kan suka memukul apalagi bila apa yang kita lakukan dianggap salah. Aku juga sering dipukul kakek bila nakal?”

“Iya. Memang begitulah kakek tapi setelah emosinya reda dia bisa menerima appa dan umma mu. Namun sepertinya setelah itu appa kena karma karena kawin lari tanpa restu dan tidak mendengarkan kakekmu?”

“Karma bagaimana appa?”

“Sebelum kau lahir appa dan umma mulai mengalami konflik, entah akibat kami menikah diusia muda hingga membuat pergulan terbatas atau karena tertekan keadaan. Umma mu sering bertemu dengan pacar pertamanya ketika smk, kami sering bertengkar hingga kakakmu sering kena pukul umma akibat pelampiasan emosinya, bahkan kakek marah besar dan menampar umma mu sampai jatuh. Bahkan dulu membawa kakakmu tinggal bersama kakek agar tidak menjadi korban dipukul umma mu. Sewaktu hamil kamu umma slalu bilang kamu bukan anak appa tapi appa selalu yakin bahwa kamu adalah anak appa, walau umma kasar dan dulu berniat menggugurkanmu tapi appa minta agar kamu tetap dipertahankan karena kamu tidak berdosa. Walau kakek benci karena kamu dilahirkan namun ketika umma mu meninggal kakek bahkan tidak melepaskan pelukannya padamu, kakek terus menggendongmu sampe dirumah.”

“Aku masih bingung appa? Aku ini anak mu apa bukan?”

“Tentu saja kamu anak appa. Kamu begitu mirip dengan appa jadi kenapa kamu ragu kalau kamu ini putri appa?”

“Aku terlahir bahkan bukan karena cinta tapi kebencian, umma begitu membencikukan appa? Umma dan appa pasti menyesal karena aku lahir”

“Tidak sayang. Kamu putri appa walau bagaimanapun kamu tetap putri appa. Bagi appa kamu dan kakakmu adalah segalanya, kalian adalah malaikat titipan yang dikirim untuk menemani appa hidup didunia ini. Jadi jangan dengarkan orang yang berkata kamu anak pungut atau anak broken home karena mereka tidak tau apa yang terjadi pada keluarga kita. Setelah mendengar cerita ini apa kau ragu atau merasa kecewa?”

“Hem, aku kecewa pada umma. Susah mengungkapkan kekecewaanku appa. Tapi aku bangga appa terlahir menjadi putrimu karena kau mengajarkan banyak hal yang luas padaku tentang kehidupan, kesabaran, mencintai juga dicintai. Walau sedih sekali karena walau kalian pasangan sejati tapi kalian hidup dengan pendamping yang berbeda, mengorbankan hati demi keegoisan cinta”

“Ini mungkin salah appa yang tidak bisa menjaga umma kalian, tapi appa akan menjaga kalian berdua sampai appa menghembuskan nafas terakhir appa”

“Appa aku sangat menyayangimu?”

“Iya. Sekarang tidurlah ini sudah malam. Mimpikan pangeran kecebongmu nanti” goda Jemin.

“Yak appa, dia bukan kecebong dia juga hanya teman dekat saja. Lagipula dia juga menyindirku tentang ketidaktauanku pada umma” protes Hyura malu-malu.

“Appa Cuma bercanda, sudah tidurlah jangan dengarkan apa yang dibilang temanmu itu. kamu mikir gini saja apa ada manfaat buatku mendengarkan mereka? Kalau tidak ada ya sudah cuek saja. Gampangkan!”

“Iya. Makasih appa, Good night”

“Night, nice dream sayang” ucap Je min lalu mencium kening putrinya.

Hyu jae menutup pintu kamar adiknya perlahan setelah mendengarkan cerita appanya pada sang adik, karena selama ini dia juga tidak pernah mengetahui cerita langsungnya walau dia masih ingat wajah ibunya seperti apa. Dia juga merasa miris karena merasa bahwa  oleh sang adiknya tidak diterima keadaannya oleh sang umma.

 

If you knom baby..

I always behind you..

Dream about you..

Care and love you..

Coz you’re special for me..

 

 

Han bal daga gamyon dubal domangganeun..

(Jika ku mengambil langkah lebih dekat denganmu)

Nan saranghaneun nal jigeumdo yeoppe isseyo..

(Aku yang mencintaimu sekarang ini disisimu)

Sarangi apheunda jeongmal..

(Cinta ini sungguh menyakitkan)

Nan yeoja saranghaptago sipo geudeyo..

(Aku wanita yang ingin dicintai)

Maeil sogeuroman gaseum, sogeuroman..

(setiap hari didalam hatinya, didalam hatinya)

 

Saranghe… saranghe..

Saranghe… saranghe..

Siganeun hwasalcheoreom ppali heureunda..

(Waktu berlalu seperti anak panah)

Jigeum kkaji ijdaeulsu eobseyo..

(Sampai sekarang ku tak bisa melupakanmu)

Oneul bam na manhi apayo..

(Hanya aku sendiri yang sakit hati malam ini)

Noreul Mal hajima…

(Jangan kau katakan)

Nal noreul tteonaji marayo..

(Jangan kau tinggalkan aku)

Hansang ireumul maemsoge isseoyo..

(Namamu selalu ada didalam hatiku)

 

 

Nan hante haengboke mandero neo hal su isemnida..

(kau adalah seseorang yang membuatku bahagia)

Naega eottoke neoleul tteonaga..

(bagaimana aku bisa meninggalkanmu)

Najunge bwayo..

(Sampai nanti)

Tto hana gateun Babo..

(ku seperti orang bodoh lagi)

 

Nae maume pyol..

(kau bintang hatiku)

Nal silmanghaji maseyo..

(Jangan kau kecewakan aku)

 

Im not a perfect girl baby..

I love you without knowing how, or when, or even from where..

I love you because I know no other way than this..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s