Mini ff special [LAST CHRISMAST] – Oneshot

Mini ff special [LAST CHRISMAST] – Oneshot

6 Desember 2013 pukul 12:21

 

Author: SJ. Yeong

Tittle: [Last chrismast]

Genre: Sad – Romance

Main cast:

Xiumin EXO

Im yeojin (OC)

 

~ annyeong, readers. seperti yg author abal-abal ini janjikan kemaren bahwasanya hari ini sebuah mini ff gaje karya author akan di publikasikan ke beranda kalian semua. heehehehehhee….

mini ff berjudul [LAST CHRISMAST] ini terinspirasi dari mv baru Boyband EXO, ‘MIRACLES OF DECEMBER’.

dan walaupun judulnya [LAST CHRISMAST] buka berarti kalian yg muslim, tidak bisa membaca ff ini.

ff ini tidak mengandung unsur SARA didalamnya, kok. cuma setting ceritanya saja yg bertemakan natal. oke^^

so, tanpa banyak ceramah lagi. check the story out. 

happy reading, all……

 

note: ff ini nae dedikasikan untuk chingu nae @Dinda VIpumpkin’s. yah, karena kamu adalah teman pertama nae yg sama-sama menyukai si cutie bakpao xiumin^^

 

……………………………………………………….. [LAST CHRISMAST] ………………………………………………….

 

~ natal yg kesepian,

Natal yg benar-benar sangat berbeda,

Tanpamu. Im yeojin,

Istriku…..

 

-musim dingin,   2013-

 

(xiumin. Pov)

 

“selamat natal, chagie”, ujarku pada sosok yeoja yg ada didalam figura foto yg aku pegang sekarang ini.

Im yeojin, istriku.

Hhh, sudah dua tahun ini aku selalu menjalani natal sepertiini.

Sepi, tanpa dirinya.

 

>flashback

 

-musim gugur,   2010-

 

“ayo cepat bawa dia kerumah sakit!!”,

Dan tampaklah sosoknamja bernama Kim min seok atau yg lebih akrab di panggil xiumin tampaktergopoh-gopoh membopong tubuh seorang yeoja yg tidak lain adalah Im yeojin,sang istri.

Dengan terburu-burunamja itu memasukkan tubuh sang istri ke dalam mobil lalu kemudian segeraberlari ke tempat kemudi. Dan,

Brmmm!!

Mobil tersebut segeramelaju membelah lalu lintas yg benar-benar padat waktu itu.

 

< Rumah sakit pusatSeoul >

 

Xiumin menyandarkankepalanya kearah tembok tempatnya bersandar, dan sama sekali tidak perduli padabercak-bercak darah yg sudah mengotori kemeja putih yg dipakainya.

Ia menghela nafasdalam, lalu kemudian menghembuskannya dengan keras.

 

-skip-

 

Kriekk!

 

Pintu ruang operasiterbuka dan semua orang yg ada disana segera mendekat kearah dokter yg barusaja keluar, terkecuali xiumin.

Ia masih berdiri diamdi tempatnya, menatap kosong pada lantai tempatnya berpijak.

Seorang wanitasetengah baya mendekatinya dan langsung terisak sambil memeluknya,

“bayi kalian tidakselamat. Dan, yeojin koma”, isak wanita setengah baya itu di dekat telinganya.Dan ia hanya bisa memejamkan matanya saat itu juga.

 

Satu – dua bulanberlalu dan sudah tepat delapan bulan lamanya yeoja bernama Im yeojin itu koma.

Xiumin membuka pintukamar rawat sang istri, menghela nafas sesaat, lalu meletakkan rangkaian bungalili berwarna putih diatas meja di dekat tempat tidur.

Ia hanya berdiri diamdisana, menatapi wajah sang istri yg tak kunjung membuka matanya.

Dan selalu sajaseperti itu. Hingga,

 

-musim dingin,   2011-

 

“noe odieya??!”,teriak seorang yeoja dari seberang telepon sana dan sebelum xiumin menjawabnya,lagi-lagi yeoja itu berujar agar xiumin segera ke rumah sakit saat itu juga.

Im yeojin, sang istrisudah tersadar dari koma dan langsung mencari sosoknya.

Xiumin berlarimenembus hujan salju yg kian deras, tanpa peduli bahwa ia bisa menyetop sebuahtaksi yg akan lebih mudah baginya.

 

-skip-

 

Xiumin menghembuskan nafasnyaperlahan dan kemudian meraih kenop pintu,

Cklekk! #suara pintu yg dibuka dari luar

Tatapannya langsungtertuju pada sang istri yg sudah tersenyum manis menyambutnya.

Ia segera menghamburkearah yeoja itu, memeluknya erat penuh kerinduan dan perlahan menangis.

“uljima, chagie ah~”,bisik yeojin di dekat telinganya.

Xiumin melepaskan pelukannyadan hanya menatap sang istri, lama. Lalu,

Chu~

Ia mengecup sangistri.

 

< satu minggukemudian >

 

“hhh, aku sangatmerindukan rumah ini”, ujar yeojin, mengedarkan pandangannya ke sekelilingrumah mereka tersebut dan sambil tetap membiarkan xiumin mendorong masuk kursirodanya.

“chagie, hari initanggal berapa??”, tanyanya.

“tanggal 22 desember”,jawab xiumin, mendorong kursi roda istrinya itu menuju ruang tengah rumahmereka.

“aah~ tiga hari laginatal”, ujar yeojin begitu ceria.

“hemm. Chagie, ayokita siapkan natal yg istimewa untuk kita berdua ne”, lanjut yeoja itu lagi,menoleh pada xiumin.

Xiumin hanya diam, takbereaksi apa-apa.

 

1 menit,

 

2 menit,

 

3 menit,

 

“waeyo, chagie??”,yeojin memperhatikan raut wajah suaminya itu yg tampak muram.

Hhh, xiumin mendesahpelan.

“aniya. Ya, aku akanmempersiapkan natal yg istimewa untuk kita berdua”, jawab namja itu, tersenyumsamar.

Yeojin bertepuk tangansenang, “joah. Gomawo, chagie”, ujarnya, menarik kerah baju xiumin hingga wajahmereka dalam posisi yg sejajar dan kemudian mengecup pipi bakpao(?) (read:tembem) milik xiumin, sang suami.

Xiumin (kembali)mendesah pelan,

“sekarang kau harusistirahat ne”, ujar xiumin, menatap yeojin.

“siap, boss. Tapi kaujangan kemana-mana. Temani aku”, rajuk yeojin manja, yg hanya dibalas senyumansamar oleh xiumin.

 

-skip-

 

Xiumin mendesah pelan.Tatapannya tertuju pada sosok yeojin yg sudah tertidur pulas dalam balutanselimut yg membungkus tubuhnya.

“kami benar-benarminta maaf. Tapi, sudah tidak ada jalan lainnya lagi. Anda harus siap kapanpunitu”,

Xiumin kembalimendesah, mengalihkan tatapannya pada bulir-bulir salju yg mulai turun di luarsana.

“tuhan, haruskahsemuanya seperti ini??”, batinnya.

 

(jeda)

 

“aku belum rela. Akubelum siap untuk berpisah darinya. Tuhan”, batinnya (kembali), dan tetes-tetesairmata itu sudah jatuh keatas pipinya.

 

-24 desember2011,   #sehari sebelum natal-

 

Yeojin menatap shockdarah segar di telapak tangannya. Darah segar yg keluar saat ia terbatuk-batukbarusan.

“chagie”, terdengarsuara xiumin yg memanggilnya.

Yeoja cantik itusegera membersihkan darah segar yg ada di tangannya dan juga sisa-sisa darah ygmenempel di daerah mulutnya.

Yah, xiumin tentu sajatidak boleh tau tentang darah itu.

 

“cantik, yah??”, ujarnamja itu memeluk tubuh yeojin dari arah belakang.

Yeojin hanyamengangguk pelahan.

Untuk beberapa lama,kedua insan itu hanya diam menikmati salju yg turun perlahan menyentuh kulitmereka.

 

(jeda)

 

“kajja kita masuk. Kauharus membantuku menghias pohon natal di dalam. Aku sudah membeli ini”, ujarnyamemperlihatkan sekantong hiasan natal yg ada di tangannya.

Yeojin tersenyum,mengangguk, dan membiarkan xiumin yg mulai mendorong kursi rodanya meninggalkanteras yg memang adalah tempat favoritnya untuk menikmati waktu-waktunya dirumah selama ini.

 

-skip-

 

Xiumin dan yeojintampak asyik menghias pohon natal mereka yg sengaja di letakkan oleh xiumin diruang tengah, di dekat jendela besar disana.

Alunan lagu ‘MIRACLES OF DECEMBER’ milik boyband EXO menjadi musik latar mereka, ditambah dengan api yg dari perapian di tengah-tengah ruangan ini.

Sungguh romantis.

Mereka terus sajamenghiasi pohon natal sembari saling bercanda satu dengan lainnya.

 

1 menit,

 

3 menit,

 

5 menit, berlalu…

 

“selesai”, ujaryeojin, memandang takjub pada pohon natal yg sudah mereka hiasi berdua.

Di sampingnya, xiuminjuga tampak sangat puas dengan pohon natal mereka. Dan kemudian xiuminberjongkok di hadapan yeoja itu, menatapnya dalam, “selamat natal, chagie”,ujarnya, menyodorkan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada yeojin.

“hadiah natal??”,tanya yeojin.

Xiumin mengangguk.

“aku buka ne”, danyeojin pun mulai membuka kotak kecil tersebut.

Matanya membulatsenang melihat apa yg ada di dalam kotak itu.

Boneka kecil berwujudsanta clause dengan kostum merah dan jenggot putih panjang ciri khasnya.

“kau pikir aku anakkecil, eohh. Memberiku hadiah seperti ini”, protesnya pura-pura dan sambilmempoutkan bibirnya kearah xiumin, membuat namja itu maju mendekatinya,mengacak perlahan rambut panjangnya lalu merengkuhnya ke dalam pelukannya,

“saranghae”, bisiknamja itu.

 

-skip-

 

Malam menjadi semakinlarut dan kedua insan itu masih ada disana. Berbagi kehangatan di dalam selimutyg sama sambil memandangi hujan salju yg kian deras di luar sana.

Dan lagu itu, ‘MIRACLES OF DECEMBER’ masihmengalun. Membuat yg mendengar setiap nada dan lirik lagu itu hanyut dalamkeromantisan, seperti mereka berdua.

Xiumin dan yeojin.

 

Uhuk!

 

Uhukk!

 

Uhukk!!

 

“yeojin ah~!!”, xiuminyg begitu shock melihat sang istri yg memuntahkan darah segar.

Ia bergegas membopongtubuh yeojin yg sudah benar-benar tak berdaya.

 

 ~ neul ni bakkae mollatseotdeon igijeokinnaega

Nae maeumdo mollatjeotdeon musihamnaega

Ireohkae darajyeotdaneungae najochamidgiji ahna

Nae sarangeun ireohkae kaeseok nalumjikyeo

 

Nan saengmanhamyeon saesangeul neorochaeul su itseo

Nunsongihanaga nae nunmul hanbangulinikka

Dan han gaji mothaneun geoteun neolnaegaero ojin haneun il

I chorahan choneungryeok ijaeneobseotseumyeon johgaetseo… ~

 

[lirik ‘MIRACLES OF DECEMBER’ – EXO]

 

< Rumahsakit pusat Seoul >

 

“tuan kim, diaingin bertemu dengan anda”, ujar seorang dokter yg baru saja keluar dari ruangICU, dan memberitahu pada xiumin bahwa yeojin ingin menemuinya.

Xiuminmenghela nafas dalam. Tangannya bergetar hebat saat menyentuh kenop pintu ruangICU.

Ia kembalimendesah, dan lalu melangkah masuk.

 

< RuangICU >

 

Xiuminmenghampiri yeojin yg terbaring tanpa daya diatas tempat tidur. Aneka macamalat-alat kedokteran sudah menempel di tubuhnya dan juga wajahnya.

Yeoja itumencoba tersenyum, meraihkan tangannya kepada xiumin.

Xiumin(lagi) dan lagi menghela nafasnya, berusaha untuk tetap kuat menahan airmatanyayg sudah hampir jatuh.

 

Lama, merekaberdua hanya saling berpegangan tangan. Tidak ada siapapun di ruangan itu,hanya mereka berdua. Hanya suara dari alat monitor detak jantung yg menemani.Suara yg semakin kencang dan tak beraturan.

Yeojinmempererat genggaman tangannya, dan,

 

Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttttttttttttttttttttttt!!!!!!!!!!!!!

 

Xiuminmemejamkan matanya, membiarkan tetes-tetes airmatanya ikut terjatuh keataspipinya.

 

>flashbackend

 

-Natal,  2013-

 

(xiumin. Pov)

 

Hujan salju yg turun semakin deras di luarsana,

Dan aku merindukanmu. Sangat merindukanmu,

Im yeojin chagie ah~

Natal ini begitu tak sempurna tanpamu.

Semuanya sepi, hanya menyisakan sesak ygbegitu mencekik disini. Di hatiku.

 

~ Ditempat dimana kenangan tersimpan
Bahkan dalam kehangatan yang tersisa di ujung jariku
Kau berada disana, kau berada disana
Aroma mu, wajah mu…
Di tempat kita bersama
Pada saat itu aku mulai merindukanmu
Aku merasa begitu senang hanya dengan berjalan di tengah hujan bersamamu
Tapi kau tidak disini , kau tidak disini
Bagaimana aku bisa hidup seperti aku mengosongkan kau keluar ?
Dalam waktu itu kita harus berjalan bersama-sama
Di tempat-tempat dimana masa depan kita dan harapanku masih harus dibuat
Aku berdiri di sana karena aku sangat merindukanmu ~

[indo trans lirik ‘GONE’ – JIN]

 

“selamat natal, chagie”,

Dan airmata itu kembalijatuh.

                                                    -THE END-

 

~ gimana, readers?? ceritanya super gaje, kan??

yah, namanya juga karya abal-abal. jadi maklumin aja ne^^

keep reading, keep RCL.

Gomawo ~

 

Ppyong~

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Suka
 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s