FF//Story of April//Part 6-END

“Akujuga men……”.

“Jangan!!”.

Kiseopmengerutkan keningnya saat mendengar kalimatnya dipotong.

“Kenapa!”.

“Kumohonjangan katakan sekarang. Jika aku mendengarnya sekarang, maka aku tidak akantega meninggalkanmu Lee Kiseop. Katakan jika aku pergi saja”. Kini pertahananKiseop mulai runtuh. Air matanya yang tidak tahu diri itu seenaknya menetesdari pelupuk matanya. Dia akhirnya menangis.

“Janganberkata seperti itu Seo Yeorin! Ku mohon !”. Sahutnya dengan suara yang agakbergetar dan begitu lirih.

 “Hiduplah dengan baik! Kau adalah Rillakumatertampan yang aku miliki. Aku bahagia! Sangat bahagia karena Tuhan masihmengijinkan kita untuk bertemu lagi setelah sekian lama Tuhan menguji kekuatancinta kita. Terimakasih atas semuanya. Aku sangat sangat mencintaimu. LeeKiseop!”. Entah kenapa Kiseop merasakan bahunya terasa berat. Kiseop merasaYeorin benar-benar telah tertidur. “Kau sudah tidur Chagiya?”. Tanyanya sambilmemiringkan wajahnya memastikan kalau kekasihnya sudah tertidur. Tak adajawaban. Seakan pasrah dia membiarkan perempuan itu tetap bersandar dibahunya.Dia masih asyik menatap kawanan Burung camar yang beterbangan diatas awanjingga dipantai itu.

Harisudah mulai gelap. Dia mencoba beranjak dari duduknya. Dia mengangkat wajahYeorin yang masih terpejam dan terlihat sangat lemas itu.

“Kenapakau belum bangun chagiya? Heummm? Apa kau terlalu lelah? Ayo kita pulang”.Tanpa menunggu jawaban dari Yeorin. Kiseop langsung memapah tubuh yangsebenarnya sudah menjadi jasad itu dengan kedua tangan kekarnya. Dia berjalandengan tatapan kosong membelah udara yang mulai dingin menusuk tulang petangitu, meninggalkan kawanan camar yang terus saja berteriak tak rela besertadeburan ombak yang juga seakan tak rela dengan kepergian mereka. Tepatnyakepergian sang desaigner muda yang tidak akan kembali lagi kedunia ini.

 

Kiseopberjalan dengan tegap masih memapah Yeorin menyusuri koridor rumah sakit.Tatapannya masih kosong. Sesungguhnya dia tahu kalau Yeorinnya sudah pergi. Dansaat ini yang dia papah bukanlah Yeorinnya melainkan hanya raganya saja. TapiKiseop masih ingin menepis kenyataan pahit itu. Dia berusaha meyakini kalauYeorinnya sedang tertidur dan akan bangun lagi setelah ini.

 “Lee Kiseop! Ada apa dengan Yeorin?”. TanyaJaeseop panik. Kiseop tak menjawab. Dia terus masuk keruang perawatan Yeorin.Namun Jaeseop sudah curiga. Perasaannya tidak enak. Dia mengejar Kiseop keruanganitu.

“Kiseop-ssijawab aku !!”. Sahut Jaeseop tak menyerah.

 “Ssssssttttt…!!! dia sedang tidur !! tolongkecilkan volume suaramu!!”. Kiseop meletakkan telunjuknya dibibir tanda untukmenghentikan pertanyaan Jaeseop. Kiseop menekuk lututnya didepan jasad Yeorin.Dia menatap lekat wajah pucat perempuan itu. Dia meletakkan dagunya diataslengannya disamping tempat tidur Yeorin.

“Akumencintaimu Seo Yeorin”. Bisiknya tepat ditelinga Yeorin. Kemudian laki-lakitampan itu berdiri dan sedikit mencondongkan tubuhnya. Dia mengecup keningYeorin yang sudah mendingin. Terakhir dia mengecup bibir pucat milik Yeorin.Heyy .. sadarlah!! Kiseop mengecup bibir Jasad Yeorin. Raga yang sudah takbernyawa. Merasa ada yang tidak beres Jaeseop segera memanggil dokter Siwon.Dan tak butuh waktu lama Dokter Siwon datang.

 “Kiseop-ssi boleh aku memeriksa kondisiYeorin?”. Sahut Dokter Siwon hati-hati. Kiseop sedikit terkejut dengankedatangan Dokter itu. Kiseop mengangguk kemudian berdiri sedikit menjauh darijasad Yeorin. Tak lama kemudian dokter Siwon menggeleng sambil menghembuskannafasnya pasrah.

“Diasudah pergi !”. Sahut dokter itu pelan.

“Apamaksudmu Dokter?”. Tanya Jaeseop dan Kiseop bersamaan.

“Diasudah bahagia disana”. Dokter Siwon masih bertele-tele namun tepat sasaran.

“Jadimaksudmu dia meninggal Dok?”. Tanya Jaeseop memastikan kalau dia tidak salahdengar. Jaeseop sudah tak bisa menahan air matanya.  Dokter Siwon mengangguk lemah.

“APAKAU BILANG? KAU PASTI SALAH DOKTER SIWON!!! DIA HANYA TERTIDUR !! SEENAKNYASAJA KAU BILANG DIA SUDAH PERGI!!! APA MAKSUDMU HUUUHH!! YEORINKU BELUM MATI!!!DIA BILANG PADAKU DIA HANYA INGIN TIDUR DAN SETELAH ITU DIA AKAN BANGUN LAGI.APA KAU MENGERTII HAAAHH???!!”. Tiba-tiba Kiseop mencengkeram kerah jas dokteritu sambil meneriakinya dengan sangat lantang. Kiseop terlihat sangat kalap. Cepat-cepatJaeseop melerai Kiseop !! Namun seperti kerasukan setan tiba-tiba kekuatanKiseop lebih besar dari Jaeseop. Jaeseop kualahan menghadapi Kiseop. Sampaiakhirnya Dokter Siwon terpaksa menusukkan jarum suntik yang berisi cairan biuskepunggung Kiseop. Hingga Kiseop pingsan.

“Maafkanaku Lee Kiseop!”. Ucap Dokter itu sambil terengah-engah karena cengkeraman kuatKiseop.

“Jaeseop-ssitolong bantu aku membaringkannya”. Pinta Dokter tampan itu sambil  membopong tubuh Kiseop. Jaeseop hanyamenuruti saja. Dokter Siwon dan Jaeseop menatap kearah Kiseop yang kiniterbaring diranjang, diruangan yang berbeda dengan ruangan Yeorin. Merekamenatap laki-laki itu miris.

“Inipasti sangat sulit baginya!”. Sahut Dokter Siwon pelan.

“Barusaja aku akan menyampaikan kabar gembira untuk Yeorin”. Sambung Jaeseop dengantatapan kosong. Siwon menoleh kearah Jaeseop bingung.

“KabarGembira?”.

 “Yeorin mendapat penghargaan sebagai Desaignermuda terbaik untuk tahun ini. Aku tidak sengaja bertemu dengan salah satu rekanseprofesinya tadi. Dia belum sempat mendengar berita gembira ini”. TerangJaeseop. Jaeseop menarik nafasnya dalam-dalam sambil menutup matanya rapat.Mencoba menetralkan rasa sakit yang menyeruak dalam dadanya. Sakit, Shock,Sedih bahkan dia belum siap menerima kepergian sahabat yang sangat dicintainyaitu. Hingga tak terasa ada cairan bening menetes melewati pipi mulusnya. Jaeseopakhirnya menangis.

“seoYeorin”.

############ Story OfApril II##############

 

 

“YEORIN-AHHJANGAN PERGI!!!”.

 Kiseop terbangun dari tidurnya. Nafasnyaterengah-engah seperti habis berlari marathon. Dia mendapati Haerin yang dudukdisampingnya. Perempuan cantik yang merupakan mantan isterinya menatap nanarKiseop.

“Haerin-ahhaku bermimpi Yeorin meninggal”. Adunya pada sang mantan istri. Namunperempuan yang pernah berdiri berucap janji sakral dihadapan pastur bersamaKiseop hanya menggeleng.

“Kautidak bermimpi Kiseop-ahh”.

“Apamaksudmu?”. Tanya Kiseop mencoba menyalahi jawaban Haerin.

“Kiseop-ahh.!Kau harus bisa menerima keyataan kalau Yeorin sudah pergi”.

“ANDWAEEE!!!!Kau pasti sedang mengerjaiku Haerin-ahh. Hahahahaha ayolah ini tidak lucu.Yeorin hanya tertidur dan dia bilang dia akan bangun lagi. Dia hanya bilang diasedang mengantuk! Sekarang dimana dia? DIMANA YEORINKU !!!”.

“LEEKISEOP!!!”.

PLAKKK

Sebuahtamparan panas mendarat dipipi mulus Kiseop.

 “Maafkan aku Kiseop-ahh. Ini aku lakukanagar kau sadar”. Kiseop terdiam sejenak mencerna kalimat Haerin. Entahkenapa hatinya terasa sakit. Sakit dipipinya akibat tamparan Haerin tidakterasa. Justru hatinya begitu sakit mendengar kenyataan pahit yang mati-matiandia tepis. Dia masih tak ingin percaya kalau Yeorinnya benar-benar pergi. Bukanuntuk satu hari atau dua hari namun untuk selamanya. Tiba-tiba Kiseopmenjatuhkan tubuhnya dilantai rumah sakit. Air matanya menitik pelahan.

“SeoYeorin !!”. Gumamnya dengan bibir bergetar.

 Dia menunduk. Menyembunyikan wajah tampannyayang kini telah terlumuri air mata. Haerin ikut mendudukkan dirinya didepanKiseop. Dia meraih wajah mantan suaminya. Diusapnya air mata laki-laki itulembut.

“Janganmenangis ! Yeorin bilang dia tidak ingin melihat kita bersedih. Dia akan marahjika kita menangisinya”. Tutur Haerin mencoba menyalurkan ketenangan padaKiseop. Walau sebenarnya perempuan itu juga merasakan kesedihan yang mendalamkarena telah kehilangan sahabatnya.

“Bagaimanaaku tidak sedih jika dia meninggalkanku dengan cara seperti ini? Akubenar-benar belum siap menerima kenyataan ini. Kau tahu? Ini salahku Park Haerin!Aku belum sempat membahagiakannya!! AKU BELUM BISA MEMBUATNYA BAHAGIA PARKHAERIN !!!!”. Kiseop berteriak sekeras-kerasnya. Bukan meneriaki Haerindidepannya. Namun dia merutuki dirinya sendiri yang merasa tidak berguna. Laki-lakiitu terus meronta sambil menjambaki rambutnya sendiri. Tak tahan melihat Kiseopmenangis histeris Haerin pun memeluk tubuh laki-laki itu. Haerin mengusaplembut punggung Kiseop yang mengguncang keras akibat isakannya. Perempuancantik itu  bahkan tak mampu berkataapa-apa. Air matanya terpaksa mengucur deras bersama tangis pilu Kiseop saatini.

 “INI SALAHKU !!!”. Sekali lagiKiseop berteriak dalam dekapan mantan istrinya. Sedangkan Haerin semakinmempererat dekapannya pada Kiseop.

“Janganmenyalahkan diri sendiri”. Sebuah suara barithon tiba-tiba menengahi isaktangis keduanya. Sontak Kiseop dan Haerin menatap kearah sumber suara.

“KimJaeseop”. Sahut Kiseop dengan suara yang sedikit serak.

“Inisudah takdir. Dan kau harus menerimanya. Lee Kiseop”. Imbuh Jaeseop dengantegas namun tenang.

Kiseopterdiam. Menunduk dalam-dalam mencoba mencerna apa yang sudah dikatakanJaeseop.

“Apakalian bisa mengantarku ke tempat Yeorin?”. Tanya Kiseop akhirnya.

Jaeseopdan Haerin saling menatap kemudian salah satunya mengangguk.”Baiklah”. Sahut Haerin sambil membantu Kiseop berdiri.

 

 

Sesampainyadisebuah pemakaman umum yang tak jauh dari kota Seoul mereka bertiga berjalanmenuju tempat terakhir Yeorin. Tempat dimana seorang desaigner muda bisaberistirahat dengan tenang dan damai, tidak ada lagi rasa sakit yang beranimenggerogoti tubuh anggunnya. Langkah ketiganya terhenti didepan gundukan tanahyang masih basah. Bunga-bunga yang bertaburan diatas gundukan tanah itu jugamasih tampak segar,bahkan wanginya pun masih merebak hingga mampu tercium olehindera penciuman ketiga orang yang amat sangat menyayangi Yeorin.

 “Seo Yeorin !”.

Kiseopmenjatuhkan diri dihadapan gundukan tanah bisu itu. Air matanya kembalimeleleh. Dia menangis lagi. Tangannya meraih batu nisan yang tertancap diatas gundukantanah itu. Pelan-pelan tangannya merosot sampai ketanah basah itu. Tangannyamenggenggam tanah  sambil terisak.Hatinya kini benar-benar tak bisa tertolong lagi. Sakit. Benar-benar sakit.

“Chagiya!!Kenapa kau tidak bangun? Siapa yang tega menguburmu disini? KATAKAN SIAPA???!!!”.Kiseop bertanya pada batu nisan Yeorin. Dan tentu saja nisan itu tak akanmenjawab. Jaeseop dan Haerin saling menatap bingung. Mereka tak bisa melakukanapa-apa selain membiarkan Kiseop bersimpuh dan menangis didepan makam itu.Entah kerasukan setan apa tiba-tiba rahang Kiseop mengeras, mengepal keduatangannya penuh emosi.

 

Tik

Tik

Tik

 

Setitikdua titik hujan turun dari langit dan lama kelamaan semakin terasa rintiknya.Kiseop masih tak beranjak dari simpuhnya. Dia masih menatap nanar makam itu.

“Kiseop-ahhayo pulang! Hujannya mulai deras”. Ajak Haerin menarik lengan Kiseop.Namun pemilik lengan itu justru menepis tangan tulus Haerin. Dengan tatapantajam dia menatap Haerin. Kini hujan semakin deras membasah kuyup kan tubuhmereka.

“Apakau tidak lihat? Yeorin kehujanan disini? Apa kalian tega meninggalkannyasendirian disini?”. Bantah Kiseop tak mau beranjak dari hadapan wismaterakhir kekasihnya. Petir menggelegar memekik telinga mereka bertiga tapi halitu sama sekali tak tergubris oleh Kiseop.

“LeeKiseop!!”.

“Ayobantu aku mengeluarkan Yeorin dari tanah laknat ini ! Dia tidak bolehsendirian”. Sahut Kiseop dengan tatapan kosong. Air matanya sudah taknampak karena melebur menjadi satu bersama tetesan air hujan.

 “YAAAA!!! LEE KISEOP JANGAN SEPERTI ITUKUMOHON. BIARKAN YEORIN BERISTIRAHAT DENGAN TENANG!”. Teriak Haerinberharap Kiseop mendengarnya karena hujan semakin deras.

“TIDAKBISA !! YEORIN TIDAK BOLEH SENDIRIAN DISINI ! DIA PASTI TAKUT SENDIRIAN. DIAPASTI KESEPIAN. KASIAN DIA KEHUJANAN DIA JUGA PASTI KEDINGINAN!!! PARK HAERIN!!KIM JAESEOP !! APA KALIAN TULI?HAHH..!! AYO BANTU AKU! AYO KITA KELUARKANYEORIN DARI SINI! KUMOHON BANTU AKUUUU!!!!”. Teriak Kiseop histeris. Kinilaki-laki itu terlihat murka. Meraung raung sambil menggaruk-garuk tanah yangsudah menimbun jasad Yeorin. Tak terbayang kini keadaan Kiseop benar-benarmenyedihkan. Tubuhnya penuh dengan lumpur karena hujan yang semakin derasmembasahi tanah makam milik Yeorin yang memang sudah basah. Jaeseop dan Haerintak sanggup melihat keadaan Kiseop yang benar-benar memilukan. Keduanyaakhirnya ikut menangis. Air mata mereka luruh bersamaan dengan air hujan yangmasih saja mengguyur bumi. “KENAPA KAU MENINGGALKANKU SEO YEORIN???BAGAIMANA AKU BISA BAHAGIA TANPAMU?”. Kiseop meronta sambil terus mencobamenggali makam Yeorin dengan kedua tangannya. Tak tahan melihat Kiseop Haerinpun mendekat kearah laki-laki rapuh itu dan menghentikan aksi laki-laki itu. “HENTIKAN LEE KISEOP! KUMOHONHENTIKAN!! YEORIN TAK AKAN SUKA DENGAN SIKAPMU YANG SEPERTI INI !!!”.Haerin memeluk tubuh Kiseop dari belakang. Perempuan itu semakin terisak bersamaan dengan isakan tangis Kiseop.Suara tangisan yang benar-benar terdengar memilukan.

“Biarkandia tenang disana!! Dia pasti benci padamu yang seperti ini”. SahutJaeseop tiba-tiba menepuk pundak Kiseop yang masih bergetar. Sontak Kiseopmenatap wajah Jaeseop yang dipenuhi dengan air. Entah itu air hujan atau airmata. Jaeseop mengangguk kearah Kiseop penuh keyakinan.

 

 

 

############## Story OfApril II######################

 

Hariini adalah awal bulan april. Musim semi telah tiba. Tercium aroma khas musimsemi hari itu. Laki-laki berpostur tinggi besar. Dengan sepasang mata yangindah tengah berjalan kesebuah pemakaman umum. Dengan sebuket mawar merahditangan kanannya dia terus berjalan melewati beberapa makam yang ada disana.Langkahnya terhenti saat melihat seorang laki-laki berambut hitam menghadap kemakam yang akan dia datangi. Terulum senyum tulus diwajah sang ullzang itu. Diakembali melanjutkan langkahnya. Dan kini sampailah dia dibelakang laki-lakiberambut hitam tadi.

“Jagadirimu baik-baik Yeo, aku mencintaimu. Sangat!”. Laki-laki berambut hitamitu terkejut saat melihat laki-laki yang membawa sebuket mawar merah tiba-tibamuncul dibelakangnya.

 “Lee Kiseop”.

Kiseoptersenyum mendapati keterkejutan seorang Jaeseop.

“Akupergi dulu”. Imbuh Jaeseop dan langsung melintas disamping Kiseop.

“Tunggu!”. Cegah Kiseop. Masih tak merubah posisi berdirinya. Jaeseop menghentikanlangkahnya namun tidak membalikkan badannya.

“Terimakasih..Karena kau sudah menjaga Yeorinku”. Lanjut Kiseop.

“Tentusaja aku harus menjaganya. Dia sahabatku”.

“Tapikau mencintainya kan?”.

Jaeseopmembalikkan badannya menatap punggung Kiseop.

“Benar!Memang benar aku mencintainya. Sangat mencintainya”. Jawab Jaeseop lantangnamun tak mengandung bentakan.

Kiseopmembalikkan badannya. Dan kini posisinya berhadapan dengan Jaeseop.

“Tapidia mencintaimu. Dan hanya mencintaimu”. Sahut Jaeseop.

 “Tapi aku tak pernah menyakitinyawalaupun dia tidak pernah mencintaiku”. Imbuh Jaeseop. Dan kalimatnyatepat menusuk koridor hati Kiseop. Itu bukan sekedar ucapan namun juga sindiranbagi Kiseop. Kiseop sadar dia pernah menyakiti kekasihnya. Yeorin. Kiseopterdiam. Suasana menjadi hening dan kini hanya terdengar Jaeseop membuangnafas.

 “Aku pergi dulu Lee Kiseop.Anneyeong”. Jaeseop langsung melangkahkan kakinya dengan cepatmeninggalkan tempat itu. Membiarkan Kiseop berdiri terpaku seorang diri.Meratapi segala kesalahan yang pernah dia perbuat. Kini matanya beralihkesebuah batu nisan didepannya. Dia tersenyum sangat tipis.

 “Hai Chagiya ! Anneyeong? Kau apa kabar?Aku disini baik-baik saja. Kau jangan khawatirkan aku!”. Ucapnya seakanbatu nisan itu mendengar. Kemudian dia berjongkok meletakkan mawar merah yangtadi dibawanya.

“Wahh..Jaeseop lebih dulu memberimu bunga ternyata. Yahh berarti aku terlambat ! Tapiwalaupun begitu kau tetap cinta padaku kan? Bukan pada laki-laki lain?Heumm!!”. Sahut Kiseop saat melihat ada sebuket mawar merah didekat nisanYeorin  sambil mengusap lembut nisan itu.

“Chagiya!Kau tahu? Sejujurnya aku malu mendengar ucapan Jaeseop. Kau dengar kan tadi?Harusnya aku tak menyakitimu. Mianhae”.

“Kautahu? Aku sangat mencintaimu chagiya.. Aku menyesal tak mengatakannya saat kaumasih disampingku saat itu. Aku menyesal membiarkanmu tidur saat itu. Ahh..Apa-apaan aku ini.. Aku menangis lagi kan?”. Kiseop mengusap kasar airmatanya sebelum melanjutkan kalimatnya. Lebih tepatnya bermonolog dengan bendamati itu. Batu nisan.

“Akusudah tak punya cinta lagi Seo Yeorin. Aku hanya punya satu cinta dan kiniCintaku sudah pergi. Terkubur dalam-dalam bersama jasad dirimu. Kau telahmembawa cintaku pergi, pergi bersama dirimu! Tapi tak apa! Lebih baik kaumembawanya pergi dan kita akan berjumpa lagi kelak. Tunggu aku disana Chagiya.Saranghae”. Kiseop mengecup batu nisan itu seakan dia mencium keningkekasihnya. Cukup lama dan terkesan begitu dalam. Sosok Yeorin memang telahpergi. Tapi bagi seorang Lee Kiseop sosok itu masih melekatdihatinya,dihidupnya. Memang benar cinta itu buta. Cinta itu telah membutakanKiseop. Dia telah buta, buta karena tak dapat melihat sosok indah selainYeorinnya. Cinta mengalahkan segalanya. Itulah kekuatan Cinta.

 

 

 

THE END

 

 

 

 

 

A/N: Alhamdulillah Sequel yg acak adul ini akhirnya rampung juga. #lapKeringet

ehmmm..endingnyarada mengecewakan menurut author. Mianhae!😦

buatreaders tersayang jgn lupa k0men ya. Author terima kok komenasam,manis,pedas,nano-nano. ~waaaks

ditungguyah k0mennya bagi yang gak koment siap-siap aja author gigit *eh(?)

~bayy

Wassalam.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s