FF//Story Of April//Part 4

Title         : Story Of April II // Because of You

 

Cast         : Lee Kiseop (U-KISS)

KimJaeseop (U-KISS)

SeoYeorin (OC)

ParkHaerin (OC)

Genre       : Sad, Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : 17+

Disclaimer : 2Seop adalahmilik mereka sendiri. Tapi kalau Kissme gak keberatan 2Seop buat aku, aku gaknolak kok *plakplakplak #DitabokinKissme

Warning : Just fiction.Just for fun. Don’t like don’t read then please out from my note !! *Sadis

 

 

Happy reading

 

Bismillah

 

 

 

 

 

 

 

 

“Ahh..Aku jadi ingat ! Boleh aku meminta bantuanmu?”. Sahut Yeorin. Sedikitmelebur keterkejutan Jaeseop.

“Bantuan?Apa yang bisa aku bantu Yeo?”. Tanya Jaeseop.

 “Ini !”. Yeorin menyerahkan guntingdan sisir pada Jaeseop. Jaeseop memandang gunting,sisir dan Yeorin secarabergantian. Dia masih bingung.

“U..Untukapa?”. Tanya dia meminta penjelasan. Walau sebenarnya dia tahu maksudYeorin. Tapi dia ingin menyangkal kalau perkiraannya salah. 

“Tentusaja untuk menggundul kepalaku”. Terang Yeorin yang tentu saja membuatJaeseop terlonjak kaget. Bagaimana dia tega melakukan pada perempuan yangsangat dicintainya itu. Jaeseop menggeleng cepat.

“Akutidak mau !”. Tolaknya dengan cepat.

“Kenapa?”.Yeorin mengernyitkan alisnya.

 “Kau gila Yeo !! Bagaimana bisa akumelakukannya padamu?”. Bantah Jaeseop.

“AyolahJae. Kumohon, aku harus minta bantuan siapa kalau bukan padamu”. MohonYeorin dengan nada memelas. Jaeseop hanya bisa menghela nafasnya sedikit berat.

“Baiklah..”.Lagi-lagi Jaeseop menuruti permintaan Yeorin. Dengan berat hati Jaeseopmenuruti permintaan Yeorin. Kini dia berdiri dibelakang Yeorin. Perempuancantik itu nampaknya sudah siap akan kehilangan rambut indahnya. SebaliknyaJaeseop tampak ragu saat menatap dalam rambut sahabatnya. Dalam hati dia taktega membabat rambut Yeorin. Dia tak bisa membayangkan seorang Yeorin tanparambut sehelaipun.

“Kauterlalu lambat Jae”. Yeorin membuyarkan lamunan Jaeseop.

“Ah..iyaYeo..aku harus mulai darimana? Aku bukan pemangkas rambut. Jadi aku sedikitgugup”. Kilah Jaeseop.

“Terserahkau mulai darimana. Toh yang penting kau babat habis rambutku”.

“B..Baiklah”.Pelan-pelan Jaeseop menggunting rambut Yeorin, sudah cukup banyak rambutnyayang kini berjatuhan dilantai. Dan kini rambut Yeorin sudah tinggal beberapacenti saja. Sejenak Jaeseop menghentikan aktifitas menggunting rambut perempuanitu. Dadanya terasa sakit,mencekal jantungnya. Dia tak mampu melanjutkanaktifitasnya itu. Tangannya bergetar dan hampir saja menjatuhkan guntingnya.Dia menggigit keras bibir bawahnya. Ia menahan tangisnya. Namun kali ini pertahananlaki-laki tampan itu runtuh. Air matanya menitik bulir perbulir. Diabenar-benar menangis sekarang.

“Jae..Apa sudah selesai? Kenapa berhenti?”. Tanya Yeorin sedikit menolehkankepalanya. Jaeseop tak segera menjawabnya mencoba menetralkan suaranya agar takterdengar serak. Dia mengusap kasar air matanya.

“Sudahselesai Yeo”. Sahutnya. Agaknya suaranya tak bisa normal. Jelas sekalisuara seraknya membuat Yeorin curiga. Tanpa menoleh sedikitpun Yeorin bertanya.

 “Kau menangis Jae?”. Jaeseop takmenjawab. Tapi malah memeluk erat tubuh kurus Yeorin dari belakang. Laki-lakiitu menyembunyikan wajah tampannya dipundak Yeorin. Dia kembali menangisdisana. Terlihat bahunya mengguncang hebat. Melihat situasi seperti itu Yeorinhanya bisa mengulum senyum kecutnya. Dia mengusap kepala Jaeseop dari samping.Jaeseop masih tak mau mengangkat kepalanya.

“UlljimaKim Jaeseop!. Apa yang kau tangisi? Eummh??”. Tanya Yeorin pelan.Tangannya masih bertengger dikepala Jaeseop. Setelah puas dan merasa pundakYeorin lembab karena ulahnya. Dia mengangkat wajahnya dan kini dia meletakkandagunya dibahu Yeorin.

 “Kenapa harus kau? Kenapa harus kau yangsakit Seo Yeorin?”. Ucapannya pelan namun tegas.

Yeorintersenyum lagi.

“Beginilahjalannya”. Sahutnya singkat namun cukup membuat Jaeseop harus memutarotaknya.

“Kautidak boleh menyalahkan takdir Jae”. Imbuh perempuan itu. Jaeseop terdiam.Sudah melepas pelukannya.

 “Waahh.. Aku terlihat lucu kalau botakbegini”. Yeorin terkekeh ketika menatap bayangan dirinya di cermin persegiyang kini dipegangnya. Tentu saja itu bukanlah lelucon yang harus ditertawakanbagi Jaeseop. Justru hal itu adalah hal yang paling menyakitkan baginya.

“Berhentilahmenganggap hal ini adalah Lucu Seo Yeorin!! Ini bukanlah lelucon yang selalumembuatmu terkekeh. Ini sama sekali tidak lucu!”. Ucap Jaeseop sedikitmeninggi.

Yeorinmenghentikan kekehannya seketika. Dia menatap tajam Jaeseop.

 “Ini bahkan lebih buruk dari lelucon Jae,kau tahu? Semua orang pasti akan menatapku aneh saat melihat kepalaku tanparambut sehelaipun. Kau tahu itu?”.

“TIDAK!!Kau begini karena suatu alasan. Semua orang akan mengerti!!”. Yeorinterdiam lagi. Menunduk sedalam-dalamnya. Sengaja menyembunyikan kesedihannya.

“Danaku… Aku tetap mencintaimu Seo Yeorin. Apapun dan bagaimanapun keadaanmu”.Sontak Yeorin mengangkat wajahnya mendengar ungkapan Jaeseop. Dia memandangJaeseop dengan ekspresi yang sulit diartikan. Kemudian membuang muka kearahjendela. Entah kenapa dia tak bisa menahan air matanya ketika mendengar kalimatJaeseop. Kata-kata yang manis tapi justru membuat Yeorin menangis.

“Kenapakau begitu baik padaku Jae? Aku bahkan menjadikanmu pelampiasan. Kenapa kautidak membenciku?”. Tanya Yeorin masih memandang jendela.

“Karenaaku mencintaimu”. Jaeseop membuang nafas penuh kelegaan.

“Kenapakau mencintaiku?”. Pertanyaan Yeorin beruntun. Jaeseop menatap dalam-dalamkearah Yeorin.

“Becauseit’s you, Seo Yeorin!”. Jawab Jaeseop dengan lantang namun tak bernadakasar. Yeorin tersenyum masam mendengarnya. Air matanya kembali luruh.

“Terimakasih,terimakasih Jae”. Jaeseop tak menjawab. Diam tersenyum itulah yangdilakukan Jaeseop.

“Dan…Maafkan aku.. Karena aku tak bisa….”.

 “Membalasnya”. Jaeseop menyerobotperkataan Yeorin.

 Jaeseop mendekat kearah Yeorin. Dia mengusappelan kepala perempuan yang sudah tak berambut itu.  “Berkali-kali aku katakan. Aku tidakapa-apa. Tak apa kau tidak membalas cintaku. Bagiku, mencintaimu itu adalahbahagiaku. Selama aku masih mencintaimu aku akan tetap bahagia. Jadi tanpa kaumembalasnya pun aku tetap bahagia”. Pernyataan Jaeseop sukses membuat airmata Yeorin yang sempat tertahan menetes menyentuh pipi mulusnya.

“YAAA!!!KIM JAESEOP !! Hikz…”. Seo Yeorin memukul pelan dada bidang Jaeseop. Diabenar-benar menangis sekarang. Dia kecewa pada dirinya sendiri yang telahmenyia-nyiakan laki-laki sebaik Jaeseop. Bahkan lebih memilih mempertahankancintanya hanya untuk orang yang belum tentu masih mencintainya. Yeorin menangistersedu sampai-sampai dia menjatuhkan tubuhnya didada Jaeseop. Jaeseopmemeluknya erat.

“Menangislah!.Menangislah Seo Yeorin”. Bisik Jaeseop sambil mengusap punggung Yeorinyang terguncang karena tangisnya.

 

############# Story ofApril II ###############

 

 

“Sanggupkahaku bertemu dengannya?”. Ucap Kiseop pada dirinya sendiri. Dia menatapsendu sebuah gedung besar dihadapannya. Ya saat ini Kiseop tengah berdiridihalaman rumah sakit. Kakinya seakan terpaku ditempatnya berdiri saat ini.Hatinya seakan runtuh dan hancur. Sakit,pedih dan perih begitu mencekamhatinya. Dia benar-benar tidak yakin kalau dia akan sanggup melihat seseorangyang akan ditemuinya dalam keadaan yang jauh dari kata baik. Sebenarnya diaingin menampik semua kenyataan pahit. Tapi itu tak bisa dilakukannya. Dia takbisa menyalahkan takdir,menyalahkan waktu,dan keadaan. Yang tersisa saat iniadalah penyesalan. Penyesalan yang sangat mendalam selalu menghantuipikirannya. Pelahan Kiseop melangkahkan kakinya. Dalam hati dia selalu berdoaagar diberikan kekuatan setidaknya untuk menatap mata indah milik seseorangyang akan ditemuinya. Meminta maaf atas segala perbuatannya selama ini. Walaudia tak yakin orang itu mau memaafkannya atau tidak. Semakin lama langkahlaki-laki berwajah ullzang itu semakin kerap. Saat sampai disebuah ruangperawatan yang tertera nomor 72 langkah Kiseop terhenti. Dia menatap nanarkearah pintu tersebut. Kemudian dia mengetuk pintu itu pelahan. Berharap tidakmengganggu seseorang yang ada didalamnya.

 

Tok

tok

tok

 

“Masuklah,,!!”.Teriak seseorang yang ada didalamnya. Kiseop menelan ludahnya mendengar suaraorang itu. Suara yang ia rindukan.

 

CKLEKK

 

Pelan.Dia memutar knop pintu pelan. Matanya terbelalak saat melihat kondisi perempuanyang ada dihadapannya saat ini. 

“SeoYeorin”. Kiseop menggumam namun perempuan itu sempat mendengarnya. Yeorinmengerutkan keningnya. Wajahnya menampakkan ekspresi keterkejutannya. Diabahkan tidak percaya jika ada Kiseop dihadapannya.

“Kiseop…”.Gumamnya pelan. Masih sulit untuk percaya. Dengan langkah gontai Kiseopmendekati Yeorin yang masih bingung dibuatnya.

“Kau…Kenapa bisa…”.

“Kenapakau berbohong padaku?”. Potong Kiseop cepat. Dia menatap Yeorin nanar.

 “A..aku tidak berbohong !”. KilahYeorin membuang muka menghindari tatapan Kiseop.

 “Jangan mengelak lagi Seo Yeorin !! KimJaeseop ! Suami palsumu yang menceritakan semuanya padaku!”. Cercah Kiseopdengan mata berkaca-kaca. Yeorin terdiam seketika. Bibirnya terkatup rapat diatak mampu berkata apa-apa lagi. Kebohongannya sudah terbongkar.

“Kenapa?Kenapa kau harus membohongi perasaanmu sendiri? Kenapa harus berbohong padaku?KENAPA SEO YEORIN !!!”. Suara Kiseop agak meninggi. Yeorin tersentakkemudian terdiam sejenak. Mencoba mengumpulkan segera keberanian yang ia punya.

“Kalauaku mengucapkan yang sebenarnya, apa itu bisa merubah takdir? Apa bisamembuatku hidup lebih lama lagi?”. Kini giliran Kiseop yang terdiam. Diatahu dialah penyebab Yeorin menjadi seperti ini.

“Mianhae,jeongmal mianhae Seo Yeorin. Harusnya aku tak meninggalkanmu. Harusnya aku takmenerima perjodohanku dengan Haerin”.

 “Dan kau menyakiti sahabatku!!”.Sergah Yeorin cepat sambil menatap Kiseop dengan sinis.

“Akutahu aku memang salah! Tapi bisakah kau memberiku kesempatan? Tak banyakkesempatan yang aku minta. Satu ! Hanya satu Seo Yeorin”. Yeorin terdiam.Kali ini dia benar-benar tak bisa melakukan apapun. Kiseop seakan mengunciYeorin sepenuhnya. Tak ada yang bisa disembunyikan lagi olehnya. Kiseop sudahmengetahui semuanya. Tak ada gunanya lagi dia mengelak. Dalam hatinya dia terusmengumpat pada Jaeseop yang dengan lancangnya menceritakan semuanya padaKiseop. Tak bisa dipungkiri lagi kalau Yeorin sangat merindukan laki-laki yangkini ada dihadapannya. Dia masih tidak percaya kalau ini adalah nyata. Nyatakalau Kiseop yang diharapkan ada dihadapannya sekarang. Ingin rasanya diamemeluk tubuh laki-laki yang pernah dimiliki itu. Namun sekuat mungkin diamenahannya. Mungkin dia adalah perempuan munafik. Ya Seo Yeorin munafik karenamasih mencintai Kiseop namun enggan mengungkapkan kepadanya.

 “Seo Yeorin ! Aku tahu kau. Sangat tahu.Kau tak sekeras itu!”. Kiseop menggenggam tangan pucat milik Yeorin. Matalaki-laki itu menatap Yeorin dalam-dalam. Tatapan penuh arti, penuh penyesalandan kerinduan yang mendalam. Yeorin tertunduk lesu. Tak sedikitpun diamemberontak. Membiarkan tangannya mendapat sentuhan hangat dari sang mantankekasih. “Maafkan aku Seo Yeorin. Aku benar-benar minta maaf padamu! Akuakan memperbaiki semuanya”. Desah Kiseop sambil menarik tubuh ringkihYeorin kedalam pelukannya. Dia memeluk perempuan itu begitu erat seakan takutkehilangan. Untuk kedua kalinya Yeorin tidak memberontak. Dia seakan pasrahdengan apa yang dilakukan Kiseop. Cintanya yang terlalu besar mampu melumpuhkansegalanya termasuk amarahnya yang bisa kapan saja membuncah. Tapi benar-benarsayang. Yeorin tak bisa sepenuhnya marah ataupun benci pada Kiseop. Dia justrumenangis dalam dekapan Kiseop. Menangis dalam diam.

‘TerimakasihTuhan. Kau masih memberiku kesempatan merasakan kembali dekapan hangat ini.Dekapan hangat yang selama ini ku rindukan. Dekapan hangat yang pernah akumiliki. Dia kembali. Iya dia benar-benar kembali. Terimakasih. TerimakasihTuhan”. Yeorin sangat bersyukur dalam hati. Dia benar-benar merasa bahagiasaat ini. Perempuan cantik itu seakan lupa kalau umurnya hanya tinggalmenghitung hari saja. Nostalgia keduanya berlangsung lama. Sampai mereka takmenyadari ada dua pasang mata menatap haru kearah mereka. Haerin dan Jaeseopmengintip moment mengharukan itu dari balik pintu.

“Kitaberhasil Haerin-ssi”. Bisik Jaeseop dari belakang Yeorin. Haerinmengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari Kiseop dan Haerin. “Yeorinpantas mendapatkan ini”. Imbuh Haerin. Jaeseop tersenyum. Dia sangatbahagia menyaksikan orang yang dicintainya telah menemukan kebahagiaan yangnyaris terkubur dalam-dalam. Bagi laki-laki bermata besar itu kebahagiaanterbesarnya adalah Senyum Yeorin. “terimakasih Haerin-ssi kau sudah membantuku!”.“Tentu saja. Yeorin itu sahabatku”. “sahabatku juga”. Sahut Jaeseop tak maukalah.

 

 

#################Story ofApril II####################

 

 

“TerimakasihChagiya !! Aku bahagia. Sangat bahagia!”. Kiseop mengecup kening Yeorinsambil memeluknya. Yeorin hanya tersenyum menanggapi Kiseop. Kedua matanyaterpejam mencoba merasakan udara segar yang sudah lama tak dia rasakan. Diaterlalu lama terisolasi diruangan yang menurutnya sangat membosankan. “Akujuga sangat bahagia Kiseoppie. Rasanya separuh jiwaku seakan kembali”.Telak kalimatnya membuat Kiseop tersenyum. Kini dia baru menyadarinya jikasesuatu itu akan indah pada waktunya. Tuhan menguji cinta mereka. Sejauh manamereka bertahan. Sekuat apa mereka berjuang mempertahankan cintanya. Dan kiniberbuah manis. Mereka kembali bersama.

“Kiseoppie”.

“Hmmmm…”.

“Akusudah tidak punya rambut indah untuk kau belai”. Sahut Yeorin sambilmengusap kepalanya yang tertutup kupluk berwarna silver. Kembali Kiseop menatapYeorin dalam-dalam. Menarik dagu perempuan itu agar menatap kearahnya.

“Danaku tidak peduli. Kau tetap cintaku. Selamanya akan menjadi cintaku”.Sahut Kiseop pelan namun penuh ketegasan. Yeorin menatap bola mata Kiseopmencoba mencari kebohongan didalam tatapan mata teduh itu. Sayangnya Yeorin takmenemukan kebohongan itu sedikitpun. Yang ada hanyalah ketulusan terpancardidalamnya. Entah kenapa mendengar kalimat Kiseop, Yeorin justru tidak bisamembendung air matanya. Dia takut ! Takut tak bisa bersama Kiseop selamanya.Bukan takut untuk dirinya sendiri. Namun justru dia takut jika harus melukaiKiseop karena dia meninggalkannya. Bukan meninggalkannya hanya untuk beberapasaat namun untuk selamanya. Dalam dirinya dia sudah mempersiapkan jikasewaktu-waktu Tuhan merenggutnya. Namun dia belum siap jika harus membuatKiseop terluka. Membuat orang-orang yang disayangi harus meneteskan air matakarena kepergiannya.

“Kita tidak akan terpisah lagi kan?”.

 

 

 

 

 

 

 

 

To Be Continue

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s