FF//Story of April//Part 3

Title         : Story Of April II // Because of You

 

Cast         : Lee Kiseop (U-KISS)

KimJaeseop (U-KISS)

SeoYeorin (OC)

ParkHaerin (OC)

Genre       : Sad, Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : 17+

Disclaimer : 2Seop adalahmilik mereka sendiri. Tapi kalau Kissme gak keberatan 2Seop buat aku, aku gaknolak kok *plakplakplak #DitabokinKissme

Warning : Just fiction.Just for fun. Don’t like don’t read then please out from my note !! *Sadis

 

 

Happy reading

 

Bismillah

 

 

“Semogasaja kau yang mendapatkan gelar perancang busana terbaik kali ini”. SahutJaeseop.

“SemogaJae”.

 

BRUKKKK !!!

 

TubuhYeorin tergeser sedikit saat ada laki-laki tak sengaja menabraknya dari arahberlawanan. Untung saja ada Jaeseop yang sigap menangkap tubuh ringkih milikYeorin.

“Maaf,aku tidak sengaja”. Laki-laki itu membungkuk meminta maaf pada Yeorin.

“Iya.Tidak ap…”.

“HEYKAU PUNYA MATA TIDAK? UNTUNG SAJA DIA TIDAK KENAPA-KENAPA!!!!!!”. Jaeseoptiba-tiba dengan kalapnya memotong kalimat Yeorin. Karena tersentak denganteriakan Jaeseop. Laki-laki itu mengangkat wajahnya cepat.

“Lee…Lee Kiseop!”. Gumam Yeorin merasa tak percaya siapa yang kini adadihadapannya.

“Yeorin”.Sahut Kiseop tak kalah terkejutnya. 

Diamenatap Yeorin dari ujung rambut sampai ujung kaki. Yeorin mencoba menarikujung bibirnya untuk tersenyum. Mencoba menutupi keterkejutannya. “Kau,apa kabar?”. Yeorin mencoba bersikap biasa saja pada Kiseop yang ternyataadalah mantan kekasihnya.

 “A…A..aku baik, kau?”.

“Ohh..Jadi ini laki-laki yang selama ini membuatmu menderita Yeo?”. Lagi-lagiJaeseop tampak kalap saat tahu dia adalah Kiseop. Mantan kekasih yang selamaini telah membuat perempuan yang ia cintai menderita.  Tangan Jaeseop mengepal erat siap melayangkantinjunya pada Kiseop. Rahangnya mengeras menahan emosi yang siap meledaksewaktu-waktu. Kalau saja Yeorin tidak menahannya mungkin laki-laki bermatatajam itu akan murka.

“SudahlahJae, jangan seperti itu!”. Sahut Yeorin mencoba menenangkan Jaeseop.Kiseop hanya terdiam. Seakan pasrah jika Jaeseop melayangkan emosinya.Ya Kiseopsadar dengan kesalahannya selama ini.

“Maafkandia,Kiseop-ahh”. Sahut Yeorin pada Kiseop yang tentu saja membuat Jaeseopmengerutkan keningnya hingga membentuk dua garis vertikal. Dia menatap tajamkearah Yeorin. Dia bahkan tak habis pikir bagaimana Yeorin bisa meminta maafpada laki-laki yang seharusnya bertekuk lutut meminta maaf pada Yeorin.

“Diasiapa Yeorin-ahh?”. Tanya Kiseop penasaran.

“Diasuamiku”. Jawab Yeorin cepat. Sontak dua pasang mata yang berbeda bentukkini tengah memelototinya tak percaya.

“Ayoyeobbo, kita pulang!”. Yeorin menarik paksa lengan Jaeseop yang masih diamtak percaya.

“Kiseop-ahhaku pergi dulu, anneyeong”. Pamitnya pada Kiseop yang masih berdiri kaku.Sama seperti Jaeseop.

‘SeoYeorin’. Kiseop menggumamkan nama Yeorin sambil menatap pedih punggungperempuan itu dan kini pandangan itu lenyap karena Yeorin telah berbelok arah.

 

Yeorinterus menarik paksa Jaeseop untuk menjauh dari Kiseop. Saat yakin mereka telahjauh dari pandangan Kiseop. Yeorin cepat-cepat melepas pegangan tangannya daritangan Jaeseop.

 “Maaf Jae”. Sahutnya pelan.

“Kenapakau lakukan ini Yeo?”. Tanya Jaeseop.

“Maafkanaku jika aku menjadikanmu pelampiasan cintaku dengan mengaku kalau kau adalahsuamiku. Maaf Jae”. Kini raut wajah Yeorin terlihat sendu. Jaeseopmenghela nafasnya dalam-dalam. Mengusap kasar wajah tampannya.

“Bukanitu yang aku permasalahkan Yeo. Yang aku permasalahkan sekarang adalah hatimu.HATIMU Seo Yeorin ! Perasaanmu ! Aku bahkan tidak peduli dengan perasaankusendiri. Aku bahkan dengan senang hati meminjamkan diriku untuk pelampiasanmu!!Tapi bagaimana dengan perasaanmu Yeo?BAGAIMANA??”. Cercah Jaeseop panjanglebar. Yeorin terdiam. Tubuhnya bersender ditembok.

“Kenapakau harus membohongi dirimu sendiri? Huhh ! Kenapa kau harus berpura-puradidepannya Yeo? Bukankah selama ini kau sangat ingin bertemu dengannya? Kaubah…”.

“CUKUPKIM JAESEOP!!!”. Jaeseop terdiam seketika saat mendengar teriakan Yeorin.Yeorin menutup telinganya rapat-rapat. Air matanya sudah membanjiri wajahcantiknya.

“Memangmudah berbicara seperti itu Jae !! Tapi kau tak akan pernah tahu rasanyamenjadi diriku !!! Aku tersiksa dalam banyak hal Jae !! Kau pikir dengan akujujur akan perasaanku padanya. Itu akan membuatku hidup lebih lama lagi? Hatikusakit  atas hal itu Jae! Sangat sakit!!”.Jaeseop terdiam bisu. Mulutnya terkatup rapat.

“SeoYeorin, aku…”.

“Kaubahkan sudah tahu kan? Hanya berapa lama lagi aku bertahan?”.

“SeoYeorin ku mohon jangan berkata seperti itu. Kau masih bisa bahagia”.

“Bahagiakuadalah saat aku melihat orang-orang terdekatku bahagia. Aku tidak ingin airmata yang mengiringi kepergianku. Aku hanya ingin mereka tersenyum”.Yeorin memejamkan matanya mencoba menetralkan rasa sakit yang tiba-tibamenyerang kepalanya. Namun Jaeseop masih tak menyadarinya. Sampai akhirnyatubuh Yeorin Limbung disampingnya.

“YEORIN-Ahhkau kenapa? YEO BANGUNLAH !! Kumohon !!! SEO YEORIN !!!!!”. Jaeseop tampakpanik melihat Yeorin yang kini tak sadarkan diri. Jaeseop mengguncang-guncangkantubuh kurus Yeorin. Namun Yeorin tak bereaksi. Tanpa banyak bicara Jaeseoplangsung menggendong Yeorin dan membawanya kerumah sakit. Rasa bersalah kinimulai menguasai hati Jaeseop. Perasaan cemas,panik,khawatir dan takut kinimembuncah dalam dadanya.

‘SemogaYeorin baik-baik saja’.

Itulahdoa yang selalu terpanjat oleh Jaeseop. Dia meremas-remas jemarinya menungguDokter Siwon keluar.

“Jaeseop-ssi,bagaimana keadaan Yeorin?”. Terlihat Haerin berlari kearah Jaeseop yangkini duduk gelisah dikursi tunggu. Jaeseop hanya menggeleng malas.

 “Aku tidak tahu, Haerin-ssi”.

“Semogasaja kondisinya tidak buruk”. Sahut Haerin yang tak kalah paniknya denganJaeseop.

 “Semoga!”. Sambung Jaeseop sambilmenutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tak lama kemudian dokter Siwon keluardari ruang perawatan Yeorin dengan ekspresi wajah yang sulit ditebak.

 “Bagaimana dok?”. Tanya Haerin danJaeseop bersamaan. Dokter Siwon tak segera menjawab, hanya desahan nafas yangterdengar berat darinya.

“Sudahku duga akan begini jadinya”. Sahutnya lemah.

“Maafkanaku dokter. Aku tidak bisa menjaganya dengan baik. Ini semua salahku”.Jaeseop menunduk meratapi kesalahannya.

“Inibukanlah salah siapa-siapa. Ehmm.. Kurasa dia tidak punya banyak waktulagi”. Ujar dokter Siwon.

 “DOKTER !!!”. Kini dokter Siwonmendapat dua tatapan deathglare.

“Jikakalian mengaku sahabatnya. Buatlah dia bahagia sebelum saat itu datang”.Pesan Dokter Siwon sebelum pergi dari tempat itu. Jaeseop dan Haerin menatappunggung dokter yang semakin lama semakin lenyap dari indera penglihatanmereka. Mereka saling bertatapan.

“Akurasa kau bisa membantuku Haerin-ssi “. Sahut Jaeseop yang tiba-tibamerasakan ada bohlam lampu diatas kepalanya.

“Membantuapa?”. Tanya Haerin heran. Jaeseop tiba-tiba membisikkan sesuatu ditelingaHaerin. Entah apa yang mereka rencanakan.

 

Sejakkejadian itu, dokter Siwon benar-benar melarang keras Yeorin untuk kemana-mana.Mengingat kondisinya yang semakin memburuk. Bahkan berjalanpun harus dipapah.Hal itu membuat orang-orang terdekatnya semakin sedih. Takut hal terburuk akanterjadi.

Didalamruang perawatannya. Terlihat Yeorin duduk diatas ranjangnya seorang diri.Tatapan matanya sendu seakan menyimpan kesedihan yang mendalam. Tubuhnya yanghanya tinggal kulit pembalut tulang. Tulang leher tampak menonjol dilehernya.Seakan ingin mencuat kepermukaan kulitnya. Kantung matanya semakin dalam danhitam. Kondisinya benar-benar menyedihkan sekarang. Namun dia seakan tak pedulidengan kondisinya saat ini. Dia bahkan telah menyiapkan segalanya jika suatuwaktunya akan datang. Baginya kebahagiaan terbesar dalam hidupnya adalah pernahmemiliki seorang Lee Kiseop. Namja tampan yang memiliki senyum manis itu adalahsegalanya baginya. Yeorin bahkan melupakan bagaimana sakitnya dicampakkanolehnya. Semua telah terlupakan karena tertimbun oleh cintanya yang begitubesar pada laki-laki itu. Walau laki-laki itu telah mencampakkannya namun takseujung kukupun Yeorin membencinya. Perempuan cantik itu justru tak ada niatanmembuka hatinya untuk laki-laki lain. Dia hanya ingin mencintai Lee Kiseopwalau sampai dia menutup matanya.

 

‘SREK

‘SREK

 

LamunanYeorin dibuyarkan oleh gesekan sepatu yang sepertinya ada orang yang sedangberjalan kearahnya. Dia menoleh kearah pintu. Dia mengulum senyum dibibirpucatnya saat mendapati pemilik sepatu itu.

“Kaudarimana Jae?”. Tanya Yeorin pada orang yang ternyata adalah Jaeseop.

“Akuada urusan sebentar!”. Sahut laki-laki itu sambil duduk dikursi sampingranjang Yeorin.

“Urusan?”.Tanya Yeorin bingung.

“Urusanperut !”. Jaeseop terkekeh mendengar jawabannya sendiri. Yeorin menjotospelan dada Jaeseop kemudian ikut terkekeh. Dan tanpa Yeorin sadari sepasangmata besar milik Jaeseop kini memandang sedih kearah Yeorin. Apakah dia akankehilangan tawa khas milik Yeorin? Apakah dia sanggup kehilangan Yeorin?.Pertanyaan yang selalu terbenak dibatin Jaeseop. Merasa diperhatikan, Yeorinsegera menghentikan tawanya dan kini ekspresinya berubah.

“Kenapakau memandangku seperti itu Jae?”. Tanya Yeorin kesal.

“Eoh!Tidak apa-apa !”. Kilah Jaeseop mencoba membuang muka. Tak ingin Yeorinmelihat kekhawatiran dan kesedihan yang terpancar dari matanya. Suasana menjadihening. Hanya terdengar Yeorin membuang nafas dengan susah payah.

“Jangankhawatir Jae. Lama-lama kau akan terbiasa. Percayalah !”.

“Maksudmu?”.Sontak kini pandangan Jaeseop beralih lagi kearah Yeorin. Dia benar-benar tidakmengerti maksud sahabatnya itu.

 “Tanpa aku ! Nanti juga kau akan terbiasatak melihatku disini”. Terang Yeorin sambil memandang lurus kedepan. Entahapa yang dia lihat. Jaeseop menggelengkan kepalanya keras-keras. Matanyamemerah. Dia menahan sesuatu yang terus saja ingin keluar.

“SeoYeorin. Jangan berkata seperti itu ! Aku mohon !”. Cegah Jaeseop denganwajah memohon.

“Akutidak apa-apa Jae”. Yeorin tersenyum sambil mengusap wajah Jaeseop yangnyaris dibasahi oleh air mata jika pemiliknya tak menahan air mata yang taktahu diri itu. Jaeseop terdiam. Dia tak mampu mengeluarkan sepatah katapun.Bibirnya terkatup rapat. Dia terus menatap lekat wajah cantik dihadapannya.Yeorin tetap terlihat cantik dimatanya walaupun kondisinya jauh dari kata-baik-. Sejenak Yeorin menggaruk kepalanya. Merasa kepalanya gatal.

MataJaeseop terbelalak saat Yeorin menyingkap rambutnya yang sempat menutupitelinganya.

“Yeo..itu…”.Jaeseop menunjuknya.

“Kenapa?”.Tanya Yeorin heran. Jaeseop tak bisa menjawab. Susah payah dia menelanludahnya. Mengerti. Yeorin kini mengerti terhadap keterkejutan Jaeseop. Diakembali menyingkap rambutnya.

 “Oh.. Ini maksudmu?”. Yeorinmenunjukkan bagian belakang telinganya yang sudah tak berambut dan terlihatjelas kulit kepalanya. Jaeseop mengangguk dengan ekspresi miris. Namun Yeorinsedikit tertawa.

“Ahh.. Aku jadi ingat ! Boleh aku meminta bantuanmu?”. 

 

To Be Continue

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s