FF//Story of April II//Part 5

Title         : Story Of April II // Because of You

 

Cast         : Lee Kiseop (U-KISS)

KimJaeseop (U-KISS)

SeoYeorin (OC)

ParkHaerin (OC)

Genre       : Sad, Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : 17+

Disclaimer : 2Seop adalahmilik mereka sendiri. Tapi kalau Kissme gak keberatan 2Seop buat aku, aku gaknolak kok *plakplakplak #DitabokinKissme

Warning : Just fiction.Just for fun. Don’t like don’t read then please out from my note !! *Sadis

 

 

Happy reading

 

Bismillah

 

 

“Kitatidak akan terpisah lagi kan?”. Tanya Kiseop sambil menggenggam tanganYeorin dan menatap  jauh kedepan. Yeorintersenyum kecut mendengar permintaan yang jelas saja sulit untuk dipenuhi.

 “Aku tidak bisa berjanji”. Jawabkupelan. Kiseop sontak menatap Yeorin cepat. Bingung,heran,kaget semuanya meleburmenjadi satu dipikiran Kiseop. Yeorin menatap Kiseop balik.

 “Aku tidak bisa hidup lebih lama lagiKiseoppie dan kau tahu akan hal itu !”.

 “ANDWAE !!! Kau tidak boleh berkataseperti itu Chagiya! Aku tidak akan membiarkanmu pergi ! Tidak akan!”.Kekeh Kiseop.

Agaknyalaki-laki itu benar-benar tidak ingin kehilangan cintanya untuk yang keduakalinya. Baginya kehilangan Cintanya selama ini membuatnya sangat menderita dannyaris ingin mengakhiri hidupnya. Dia tak ingin hal itu terulang kembali.

“Akumohon jangan tinggalkan aku lagi Chagi ! Aku mohon padamu dengan sangat. Kautahu? Aku bisa mati jika kau meninggalkanku lagi!”. Sela Kiseop merengek.Tak sadar air matanya sudah menetes. Dia bahkan tidak peduli akan hal itu. Takpeduli jika ada yang mengatainya laki-laki cengeng. Baginya Yeorin lebihpenting dari segalanya. Kini Yeorin tampak bingung menghadapi Kiseop. Haruskahdia berkata kalau dia akan hidup seribu tahun lagi?. Itu tidak mungkin. Tiba-tibasaja Yeorin merasakan kepalanya kembali berdenyut. Rasa sakit itu kembalimenyerang kepalanya. Perempuan itu sedikit meringis kesakitan. Namun sekuattenaga menahannya. Tidak ingin Kiseop curiga melihatnya. Pelan-pelan dia merabakepalanya. Memijit-mijit pelahan mencoba menghilangkan rasa sakitnya. Tapi rasaitu semakin menjadi.

“Chagiya?Gwenchanayo?”. Tanya Kiseop mulai menangkap perubahan wajah Yeorin yangmemucat. Ada gurat kekhawatiran terpancar diwajah Kiseop. Yeorin menggelengsambil tersenyum.

“Akutidak apa-apa Kiseoppie. Aku hanya lelah”. Kilah Yeorin. Dalam hati diamerutuki bibirnya yang selalu berkilah. Tapi bagaimana lagi. Yeorin lebihmementingkan perasaan Kiseop. Sekali lagi dia tidak ingin membuat Kiseopnyasedih.

“Baiklahkalau begitu kita kembali. Kau harus istirahat Chagi”. Sahut Kiseop dengancekatan mendorong kursi roda yang kini diduduki Yeorin.

“Akumenyesal kenapa dulu aku tidak sekolah di fakultas kedokteran. Dengan begituaku akan menyembuhkanmu”. Kiseop merutuki dirinya sendiri disepanjangkoridor. Membuat Yeorin mau tidak mau harus terkekeh disela-sela sakitnya.

 

“Kaliandarimana?”. Tanya Dokter Siwon yang tak sengaja berpapasan dipersimpangankoridor rumah sakit itu.

“Mencariudara segar Dok”. Sahut Yeorin cepat. Dokter tampan itu menangkap wajahYeorin yang memucat. Dia yakin jika pasiennya itu sedang tidak baik-baik saja.

“Seo…”.Yeorin menggeleng cepat membuat Dokter itu terpaksa menggantung kalimatnya.Sedikit mengerti dengan sikap Yeorin yang sepertinya tengah mengisyaratkansesuatu padanya. Dokter itu langsung terdiam.

“Baiklah,sebaiknya kau cepat kembali dan istirahatlah!”. Pinta Dokter Siwonmenyudahi pembicaraan. Kiseop kembali mendorong kursi roda Yeorin.

“Kauterlihat akrab dengan Dokter itu? dia juga terlihat masih muda”. Kiseopmempoutkan bibirnya dengan lucu saat sudah sampai diruangan Yeorin. Yeorinterkekeh.

“KauCemburu Sayang?”. Tanya Yeorin sedikit mencibir Kekasihnya itu. kiseopmengangguk sambil cemberut.

“Hahahaha…kau ini ! Dia sudah banyak membantuku. Harusnya kau berterimakasih padanya”.Tutur Yeorin lembut.

“Akumengerti”.

 

 

 

 

 

################Stroy ofApril II################

 

“Dokter..”.

“Iya..”.

“Kondisiku…”.Yeorin terdiam sejenak sebelum melanjuh melihat kanan kiri, diacelingak-celinguk memastikan tak ada seorangpun yang mendengar percakapanmereka.

“Adaapa Yeorin?”. Tanya Dokter tampan itu lagi.

“Kaupasti tahu kan kondisiku semakin jauh dari kata baik?”. Dokter itu terhenyakmendengar kalimat Yeorin. Dia terdiam sejenak. Dia mengangguk akhirnya.Sekalinya dia mengelak Yeorin akan tetap mengetahuinya.

“BisakahDokter meyakinkan Kiseop kalau kondisiku semakin baik? Ahh.. setidaknya diatidak mengetahui kondisiku yang semakin memburuk”.

DokterSiwon menatap Yeorin cepat. Tidak mengerti alasan Yeorin melakukan itu semua.

“Maksudmu?”.

“Akutidak mau membuatnya sedih setelah kepergianku nanti. Sebelum aku pergi,  Aku hanya ingin bersenang-senang dengannya.menghabiskan waktu bersamanya dengan senyum bahagia. Aku tak ingin ada tangisanatau kesedihan yang mengiringi kepergianku. Sungguh dia sangat berhargabagiku”. terang Yeorin panjang lebar.

“Tapi……”.

“Akuyakin Dokter mengerti perasaanku”. Yeorin mendahului kalimat Dokter Siwon.Membuat laki-laki itu lagi-lagi harus mengalah dari pasien kesayangannya itu.

“Baiklah.Aku akan melakukan apapun asal kau bahagia Seo Yeorin”. Dokter Siwon mengusappelan kepala Yeorin.

“TerimakasihDokter. Kau begitu baik padaku”. Yeorin tersenyum.

“Kauini!! aku sudah menganggapmu seperti adikku sendiri!”. Tukas Dokter Siwon.

 

 

“Kaumembohongiku lagi Seo Yeorin…”.

Tanpasadar Kiseop mendengar percakapan Yeorin dan Dokter muda itu dibalik pintu.Benar sekali Kiseop berniat ingin mengunjungi kekasihnya itu. bibirnyabergetar. Serasa mimpi saja saat mendengar kenyataan bahwa kondisi kekasihnyasemakin memburuk. Sungguh dia benar-benar sangat mengharapkan itu adalah mimpi.Laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk masuk keruangan Yeorin. Dia berbalikarah dan pergi. Laki-laki itu menjatuhkan dirinya disebuah kursi ditaman rumahsakit. Matanya sudah digenangi oleh air mata yang tidak tahu diri itu. “Kenapa?Kenapa kau harus membohongiku seperti ini Seo Yeorin??”. Dia menggumamdisela-sela tangisnya. Iya laki-laki itu menangis lagi. Dia tak sanggupmenerima kenyataan pahit ini.  Baru sajadia merasakan kebahagiaan telah menemukan orang yang ia cintai kini dia harusmenerima pukulan terberat lagi. Dia mengerti alasan Yeorin berbohong padanya.Dia tahu Yeorin tidak ingin melihatnya bersedih. Namun justru ketidakjujurannya itu membuat Kiseop semakin sakit. Sangat sakit dan lebih sakit darisebelumnya. Luka dihatinya semakin menganga. ‘Tuhan hukuman apa lagi ini?’. diamembatin. Merutuki takdir yang sangat susah untuk dia terima.

 

 

 

################# Storyof April II##################

 

Pagiitu Kiseop sudah berada didepan pintu ruangan Yeorin. Dia sedikit ragu untukmemutar knop pintu ruangan itu. hingga akhirnya pintu terbuka oleh sebuahtangan besar. Kiseop terkejut saat melihat siapa yang membuka pintu tersebut.

“LeeKiseop !”.

“ParkHaerin ! kau sudah disini?”. Tanya Kiseop sedikit canggung. Bagaimanapun Kiseopmasih merasa sungkan pada mantan istrinya itu.

“Semalamaku menginap disini. Syukurlah kalau kau sudah datang. Jadi Yeorin tidaksendiri. Aku ingin pulang sebentar. Nanti aku kembali”. Sahut Haerin panjanglebar sebelum pergi meninggalkan Kiseop yang masih terpaku.

“Tunggu!!”.Cegah Kiseop tanpa menoleh kearah Haerin dan Haerin terpaksa menghentikanlangkahnya. Sesungguhnya perempuan itu ingin cepat-cepat pergi dari hadapanKiseop. Dia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia masih menaruh hatipada mantan suaminya itu. dan dia tidak ingin hatinya semakin tak menentu jikaterus berada disamping Kiseop.

“Adaapa Kiseop-ahh?”. Tanya Haerin kelu.

“Terimakasihkau telah menjaga Yeorin”. Ucap Kiseop ragu-ragu. Haerin tersenyum.

“Tentusaja Kiseop-ahh. Apa yang aku lakukannya tidak ada apa-apanya dibandingkan apayang sudah dilakukannya untukku”. Telak penjelasan Haerin mampu menghantamdinding hatinya yang terluka. Membuat luka itu semakin menganga lebar. Haerinakhirnya benar-benar pergi dari hadapan Kiseop. Kiseop memejamkan kedua matanyasambil menghela nafas begitu berat. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya untukmenguatkan hatinya sendiri. “Kau kuat Lee kiseop. Ya kau akan kuat!!”. Bisiknyamencoba menyemangati dirihya sendiri sebelum masuk keruangan Yeorin.

Sesampainyadiruangan Yeorin, Kiseop tersenyum ketika melihat Yeorin yang sedang terbaringdiranjangnya. Namun senyuman itu memudar. Dia mengerutkan keningnya bingungsaat beberapa kabel medichal itu melilit tubuh Yeorin. Perasaannya tidak enak.‘Kenapa Haerin tak menceritakan hal ini padaku’. Batinnya. Dia mendekati Yeorinpelahan. ‘Apa kondisinya memburuk sampai-sampai kabel sialan ini melilit tubuhYeorinku’. Batinnya lagi. Merasa terusik Yeorinpun terbangun. Dia tersenyumtipis melihat kekasihnya datang. Dilubang hidungnya terdapat selang oksigenmembuat Kiseop begidik melihatnya.

“Kiseoppie”.

“Itu….apa itu tidak menyakitimu Chagi? Apa ada yang sakit sampai kau pakai itu?”.Dengan polosnya Kiseop menunjuk alat-alat medichal disekitar Yeorin. Yeorinmengangguk lemah. Tatapannya begitu sayu seakan menusuk ulu hati Kiseop. Sakit.Amat sangat sakit dirasa oleh laki-laki itu. “Ini Dokter Siwon yangmelakukannya. Kau ingin aku bertahan hidup kan?”. Yeorin mencoba menghiburKiseop yang nyaris meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya. Kiseopmengangguk. “Aku ingin menghabiskan hari-hariku bersama Kiseoppie. Aku akanmembuatmu bahagia hari ini”. “Tidak hanya hari ini ! aku ingin selamanya”.“Jika Tuhan mengijinkan”. Yeorin langsung menimpal ucapan Kiseop. Laki-laki ituterdiam lagi. Menatap tubuh ringkih kekasihnya itu dengan tatapan miris. ‘Apaaku akan benar-benar kehilangan dia?’. Tanya Kiseop dalam hati.

 

“Akuingin kesuatu tempat. Apa kau mau menemaniku Seoppie?”. Sahut Yeorin dengansuara yang sangat lirih. Kiseop tak segera menjawab. Namun hanya menatap Yeorinpenuh sayang.

“Kiseoppie”.Panggil Yeorin lagi.

“Chagiya!! kau kan sedang sakit. Mana boleh kau keluar dari tempat ini”. Tolak Kiseopdengan halus.

“Jebal.Sekali ini saja !”. Bantah Yeorin dengan nada memohon. Kiseop tak bisa lagimenolak permintaan perempuan yang sangat ia cintai itu. Dia mencoba mengukirsenyum terbaiknya dihadapan Yeorin. Meski suasana hatinya kini bertolakbelakang dengan senyumnya sekarang. Sesedih apapun dia tak ingin menunjukkannyapada Yeorin.

“Baiklahkalau begitu. Aku akan minta ijin dulu pada Dokter Siwon. Kau tunggu sebentar!”. Dengan cepat Kiseop berjalan keluar dari ruang perawatan Yeorin.Meninggalkan perempuan itu seorang diri. Yeorin tersenyum tipis saat menatappunggung Kiseop yang sudah menghilang dari pandangannya.

“JeongmalSaranghae Lee Kiseop !”. Gumam Yeorin pelan. Tak terasa ada cairan menetes daripelupuk mata sendu itu.

Taklama kemudian Kiseop datang bersama Dokter Siwon. Kedua laki-laki itu salingmenyunggingkan senyum terbaiknya kearah Yeorin.

“Kaumau kemana Yeo?”. Tanya Dokter Siwon lembut.

“Rahasia!”. Balas Yeorin yang langsung dibalas dengan anggukan Dokter tampan itu.

“Pergilahjika itu membuatmu senang Yeo”. Merasakan waktu itu akan segera datang  Dokter Siwon hanya mengiyakan setiapkeinginan-keinginan aneh pasien yang di sayanginya itu.

“Tapiini membuatku tidak bebas Dokter! Aku tidak ingin pergi dengan alat-alat ini.bisa?”. Pintanya lagi sambil menunjukkan kabel-kabel yang meliliti tubuhnya.Dan lagi Dokter Siwon Memejamkan matanya sambil mengangguk. Kiseop yangmendengarkan keinginan-keinginan aneh kekasihnya itu hanya bisa pasrah. Sekuattenaga dia menahan air mata yang sedari tadi ingin keluar. Dia tidak inginmenangis sekarang. Dia ingin senyumnya terus terkembang saat bersama Yeorinnya.Dia ingin menghabiskan hari-harinya bersama Yeorin sebelum kekasihnya itubenar-benar pergi. Sama seperti janji Yeorin.

“Kiseop-ssi.Aku percayakan padamu !”. Sahut Dokter Siwon membuyarkan lamunan Kiseop.Akhirnya Kiseop dan Yeorin pergi kesuatu tempat yang dimaksud Yeorin tadi.Aneh! Yeorin ingin sekali pergi ke pantai disekitar Busan. Bukankah letak Busanjauh dari Seoul?.

Setelahsampai di pantai itu. Kiseop mendudukkan Yeorin diatas pasir. Dan dia juga ikutduduk disampingnya. Udara khas sore hari kini menyapa tubuh mereka. Nyanyianburung camar kini terdengar memekik telinga mereka. Deru ombak juga seakan takingin kalah dengan nyanyian merdu kawanan camar.

“TerimakasihKiseoppie !”. Sahut Yeorin. Matanya masih memandang jauh ketengah laut. Bibirpucatnya menyunggingkan senyum khas yang selalu Kiseop rindukan. Kiseop balastersenyum saat memandang wajah cantik perempuan yang ada disampingnya.

“Apapunakan kulakukan untukmu Chagiya. Asal kau bahagia”. Jawab Kiseop meletakkantangannya dibahu Yeorin. Entah kenapa suaranya seakan tercekat ditenggorokan.Susah payah dia mengeluarkan kata-kata itu. Benar Kiseop menahan tangisnyalagi. Dia berusaha untuk menepis semua kenyataan jika sebentar lagi dia akankehilangan perempuan yang selama ini sangat dia cintai. Dia benar-benar takingin sedetikpun menyia-nyiakan waktunya. Hatinya kini sedang berperang. Rasasakit, takut dan cemas tengah memerangi hatinya. Dia merasakan sakit yangsangat dalam hatinya.

“Berjanjilahpadaku kalau kau akan bahagia Kiseoppie”. Sahut Yeorin lagi.

“Akuakan bahagia jika kau juga bahagia”.

“Akusudah bahagia karenamu. Ada atau tidaknya diriku, kau harus bahagia Kiseoppie”.

Kiseopmenggigit bibir bawahnya. Air matanya terus mendesak ingin keluar. Namun diamasih berusaha untuk menahannya.

“Akutidak bisa berjanji aku akan bahagia jika tanpa dirimu”.

“Kauharus bisa Seoppie. Kau pernah bilang kau tidak ingin menjadi bagian dari airmataku! Aku pun begitu. Aku tidak akan rela melihat kau menangis. Karena kaubukan bagian dari air mataku. Kau adalah kebahagiaanku. Maka dari itu jangan pernahmenangisiku lagi. Tapi tersenyumlah untukku”. Tutur Yeorin panjang lebar.Sekuat mungkin dia bertahan. Mencoba meredam rasa sakit yang kembalimenggerogoti otaknya. Desaigner cantik itu tak menginginkan waktu yang banyak.Dia hanya butuh menghabiskan waktu yang dia punya saat ini hanya denganlaki-laki yang paling dia cintai itu. perempuan cantik itu menatap Kiseoplekat. Mata sayunya menjelajah menyusuri wajah tampan Kiseop. Dia tersenyum.Sebentar lagi dia tak akan melihat wajah itu. Merasa diperhatikan Kiseop punmenoleh kearah Yeorin dengan heran.

“Kenapakau menatapku seperti itu Chagi?”. Tanya Kiseop heran.

“Akuingin menatap wajahmu sepuasku !”. lagi. Kiseop terdiam mendengar penuturananeh dari kekasihnya. Sejujurnya dia tak sanggup dengan keadaan seperti itu. Tapimau bagaimana lagi? Kiseop harus bisa.

 “Kiseoppie! Aku lelah. Boleh aku pinjam ini?”.Ijinnya sambil menunjuk bahu Kiseop. Kiseop mengangguk sambil tersenyum.

 “Ini akan selalu siap untukmu, Chagiya!”.Kiseop menepuk pundaknya sendiri. Mengijinkan Yeorin meletakkan kepalanya yangsudah tak berambut dibahunya itu. Dengan pelan Yeorin meletakkan kepalanya itudibahu Kiseop. Dia mulai terpejam sambil tersenyum.

“Akumencintaimu, Lee Kiseop!”. Ucapnya pelan. Sangat pelan. Saking pelannya sampaiterdengar seperti bisikan. Namun Kiseop masih bisa mendengarnya.

“Akujuga men……”.

 

 

to be continue

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s