FF//Story of April II//Part 2

Title         : Story Of April II // Because of You

 

Cast         : Lee Kiseop (U-KISS)

                  KimJaeseop (U-KISS)

                  SeoYeorin (OC)

                  ParkHaerin (OC)

Genre       : Sad, Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : 17+

Disclaimer : 2Seop adalahmilik mereka sendiri. Tapi kalau Kissme gak keberatan 2Seop buat aku, aku gaknolak kok *plakplakplak #DitabokinKissme

Warning : Just fiction.Just for fun. Don’t like don’t read then please out from my note !! *Sadis

 

 

Happy reading

 

Bismillah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Yeorin-ahhada yang mencarimu”. Sahut Jaeseop tiba-tiba. Merasa penasaran akhirnyaYeorin bangun dari tidurnya yang belum sempat menyentuh dunia mimpinya.

“ParkHaerin !”. Sahut Yeorin  terkejutsaat mendapati siapa yang saat ini berada dihadapannya.

Tanpamenjawab sepatah katapun perempuan yang dipanggil Park Haerin itu langsungmemeluk tubuh ringkih milik Yeorin. Yeorin hanya terdiam sambil tersenyum. Diamenyentuh punggung Haerin yang dirasa bergetar. Ya Haerin menangis. Beberapasaat kemudian dia melepas pelukannya. Dia menatap Yeorin dengan wajah sedih.Dia menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Benar dia tak percaya dengankeadaan Sahabatnya saat ini. Sahabat yang dulu selalu ceria, selalu ada saatdia membutuhkannya. Kini harus menjadi penghuni tempat yang yang sangat tidakmenyenangkan itu. ditambah dengan kondisinya yang jauh dari kata baik. Tubuhnyayang semakin kurus membuat tulang wajahnya terlihat menonjol. Lingkaran hitamdibawah matanya semakin dalam.

“Kapankau datang Haerin-ahh”. Tanya Yeorin mencoba memecah keheningan.

“Duahari yang lalu”.

“Kausendiri? Mana suamimu?”. Tanya Yeorin sembari memutar kepalanya kearahpintu.

“Kamisudah bercerai”.

“APA???”.Sontak mata sipit Yeorin membulat sempurna. Haerin tersenyum kecut. Tetap sajaYeorin masih menangkap kesedihan yang mendalam didua bola mata sahabatnya itu.

“Akuyang memintanya. Itu semua ku lakukan demi kau Yeorin-ahh”.

“Demiaku?”.

“Maafkanaku Yeo. Aku telah merebut Rillakumamu. Aku benar-benar bersalah padamuYeorin-ahh”. Haerin tertunduk sambil terisak. Yeorin masih terlihatbingung.

‘Darimanadia bisa tahu?’. Batin Yeorin masih bertanya-tanya. Terlebih Jaeseop yangmemang tidak tahu apa-apa.

“Kaubicara apa Haerin-ahh. Kau sama sekali tidak bersalah padaku”. Yeorinmencoba menenangkan Haerin.

“Kenapakau tidak bilang dari awal kalau Kiseop adalah kekasihmu? Kenapa kau diam sajasaat itu Seo Yeorin?”. Haerin memberondong Yeorin dengan beberapapertanyaan.

“Bagaiamankau bisa tahu kalau Kiseop….adalah kekasihku?”. Tanya Yeorin pelan. Takutmenyinggung perasaan Haerin.

“Padasaat malam pertama, tak sengaja aku…. aku melihat foto kalian berdua didalamdompetnya”. Terang Haerin. Membuat Yeorin terdiam, mencoba menelan ludahnyayang susah sekali masuk kekerongkongannya.

“Jadimalam itu?”.

“Akubahkan belum pernah melakukan malam pertama dengannya Yeo. Saat aku tahusemuanya, aku meminta Kiseop untuk tidak tidur satu kamar denganku. Bagaimanamungkin aku melakukan itu dengan laki-laki yang dicintai sahabatku sendiri.Karena tak ingin membuat keluarga kami kecewa dan curiga. Aku tidak langsungmenggugat cerai padanya. Dua bulan kemudian baru aku meminta cerai padanya”. Yeorinterdiam. Benar-benar tak bisa berkata-kata sekarang. Rasa bersalahnya padaHaerin kembali membuncah didadanya.

“Kalausaja waktu itu aku tahu Kiseop itu adalah Rillakuma yang kau maksud, Aku tidakakan menerima perjodohan itu Yeo. Kau sahabatku. Aku ingin melihat kau bahagiabersamanya. Bukan aku”

 “Tapi kau juga berhak bahagia!! Aku inginkau bahagia Park Haerin!!”.

 “Dengan mengorbankan perasaanmusendiri?”. Balas Haerin dengan cepat. Yeorin menghela nafasnya denganberat.

“Kalaukau berada diposisiku. Apa yang akan kau lakukan?”. Yeorin balik bertanya.Haerin terdiam seketika.

“Akuyakin kau akan melakukan hal yang sama denganku kan? Kau lupa? Kalau kitaadalah 2Rin? Dua sahabat yang aneh namun saling menjaga dan menyayangi? Akuhanya tidak ingin menyakitimu Haerin-ahh”.

 “Aku akan lebih sakit melihatmu menderitaSeo Yeorin !! ditambah lagi dengan kondisi kesehatanmu sekarang! Sahabat macamapa aku ini? Yang tega merebut kekasih sahabatnya sendiri?”. Kini Yeorinyang terdiam. Suaranya serasa tercekat ditenggorokan.

Pelupukmatanya kini terasa panas. Air matanya mulai menggenangi mata indahnya.

“Haerin-ahh…”.

“Bahkansaat kau sakit seperti ini. Aku tidak mengetahuinya !! Kau pandaimenyembunyikan semuanya dariku Yeo. Selama ini kau tega memasang topengdihadapanku”. Kini tangis Haerin semakin menjadi. Suatu penyesalanterbesar kini menyelimuti dirinya. Sedangkan Yeorin tak bisa lagi membendungair matanya yang semakin menderas. Ia tak menyangka pengorbanan yang selama inidia lakukan justru membawa kesedihan yang mendalam untuk sahabatnya.

“Maafkanaku Park Haerin”. Yeorin memeluk erat tubuh sahabatnya itu. Haerin takbisa berkata apa-apa lagi. Dua orang sahabat saling meminjamkan pundaknya untukmenumpahkan kesalahan satu sama lain. Jaeseop yang menyaksikan adegan dramatisitu pun ikut hanyut dalam kesedihan. Dia merasakan persahabatan yang kuat daridalam diri keduanya. Tak mau ikut hanyut dalam keharuan itu Jaeseop akhirnyakeluar dari ruangan itu tanpa sepengetahuan keduanya.

 

Beberapasaat setelah adegan dramatis tadi. Suasana menjadi hening. Mereka sibuk denganpikirannya masing-masing. Tidak ada yang mau membuka mulut diantara keduanya.

“Sejakkapan kau sakit Yeo?”. Haerin akhirnya membuka mulut lebih dulu.

“Enambulan yang lalu dokter memvonis kalau aku menderita kanker otak”.

“K..k…kankerotak?”. Haerin mengulang kalimat itu. Berharap dia tidak salah dengar.Yeorin mengangguk sambil mengulum senyum manisnya. Kembali air mata Haerinmeleleh mengikuti jejak air mata yang jatuh sebelumnya. Pelan-pelan diamengusap pelan surai hitam milik sahabatnya itu.

 “Memangnya rambutku terlihat kusutya?”. Yeorin bercanda.

 “Sangat kusut”. Haerinmenyempurnakan candaan sahabatnya. Keduanya terkekeh.

 “Kau mau aku menyisirkannya?”. TawarHaerin. Yeorin mengangguk. Haerin mulai menyisir pelan rambut Yeorin.

 “Dulu aku selalu iri pada rambutmu”.Sahut Haerin sambil tersenyum.

 “Hahaha..iya karena kau tak memilikirambut seindah rambutku”. Yeorin terkekeh. Merasa puas telah mencibirsahabatnya. Haerin pun ikut tertawa.

“Baiklah.Aku mengalah. Rambutmu memang in….”. Tiba-tiba Kalimat Haerintergantung. Tawanya terhenti seketika. Dia menatap miris sisir yangdipegangnya.

 “Ada apa Haerin-ahh?”. Yeorinmembuyarkan keterdiaman Haerin.

“Ahh..tidakapa-apa”. Haerin segera menyembunyikan sisir yang ternyata penuh denganrontokan rambut Yeorin. Namun Yeorin dapat menangkap keterkejutan diwajahHaerin. Yeorin tersenyum lagi.

“Itusudah biasa Haerin-ahh. Kau tidak usah terkejut”. Ucap Yeorin seakanmengerti.

“Yeo…”.

“Kautidak akan iri lagi pada rambutku Haerin-ahh. Karena semakin hari rambutku akanhabis. Dan aku akan menjadi perempuan botak”. Yeorin tertawa miris.

“Janganberkata seperti itu!”.

“Hahahahamungkin lucu ya jika aku botak?”. Yeorin tak menghiraukan sahutan Haerin.

“SeoYeorin ini bukan lelucon!!!”. Haerin sedikit membentak. Yeorin terdiam.Haerin tampak kesal dengan sikap sahabatnya yang selalu menyepelekan penyakit yangdideritanya.

“Haerin-ahh.Aku akan stress jika tidak ku bawa bercanda seperti ini”. Sahut Yeorinpelan. Haerin kembali memeluk Yeorin dari samping. Dia menangis lagi.

“Kaupasti merasa tersiksa Yeo. Alat-alat ini pasti membuatmu kesakitan”. UcapHaerin ditengah isaknya. Yeorin tersenyum tipis.

“SudahlahHaerin-ahh. Aku tidak apa-apa!!”. Mata Yeorin mulai memerah. Kali ini diatak ingin menangis. Sebisa mungkin dia menahan air matanya yang terus mendesak.

 

Tiba-tibaDokter Siwon masuk kedalam ruangan Yeorin. Dokter itu tersenyum menampakkanlesung pipit dikedua pipinya dan berjalan kearah Yeorin dan Haerin.

“Yeorin-ahhsudah waktunya aku memeriksamu lagi”. Sahut dokter bermarga Choi itu.Yeorin memutar bola matanya malas. Kali ini dia malas berdebat dengan dokter tampanitu. Dia hanya menuruti apa yang diperintahkan sang dokter.

 “Dokter..”. Sahut Yeorin saat DokterSiwon menempelkan stetoskop didadanya.

 “Hmmm…”. Dokter itu mendehem.

“Kautampan sekali”. Jawab Yeorin dengan seringaian setannya. Dokter Siwonmenatap heran kearah pasiennya itu. Ia mengerti itu bukanlah pujian melainkanhanya modus belaka. Dokter itu menyunggingkan senyum lengkungnya.

“Akumemang tampan. Dan aku tahu kau menginginkan sesuatu dariku Seo Yeorin”.Sahut Dokter Siwon yang sukses membuat sang pelaku modus itu nyengir kuda.

 “Kau ingin apa Yeo?”. Tanya Dokterjangkung itu.

“Ehmmm..Empat hari lagi aku harus menghadiri acara peragaan busana di Gangnam. Kaumengijinkan?”. Tanyanya penuh harap. Namun dokter Siwon hanya menggeleng.

“Ayolahdok, sekali ini saja. Setelah itu aku berjanji tidak akan meminta apa-apalagi”. Cercah Yeorin dengan nada memohon. Dokter Siwon menghela nafasberat.

“Baiklah”.

Telakwajah Yeorin berubah sumringah saat mendapat ijin dari Dokter tampan itu.

“Tapiingat! Hanya satu hari”. Ucap Dokter itu dengan tegas.

“Akumengerti”. Jawab Yeorin dengan cengiran khasnya.

DokterSiwon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Yeorin. Sekilasdia mengusap lembut rambut Yeorin.

 

 

 

**************************Story of April II**********************************

 

“Apakau sudah siap Jae?”. Tanya Yeorin pada lelaki yang kini tengah berdirididepan cermin besar disebuah ruang ganti. “Aku gugup Yeo”. Sahut Jaemeraba dadanya. “Kau pasti bisa melakukannya Jae ! Percayalah padaku!Hwwaiting!!”. Sahut perempuan bergaun merah jambu selutut itu. Diatersenyum kearah Jaeseop sambil merapikan Tuxedo buatannya sendiri yang kinimembalut tubuh kekar Jaeseop. “Gomawo Seo Yeorin”. Jaeseop menepukpucuk kepala Yeorin penuh sayang. Yeorin mengangguk mantap. “Baiklah kalaubegitu ! Aku keluar dulu. Acaranya sebentar lagi akan dimulai”. Yeorinberjalan kearah pintu.

 “Seo Yeorin!”. Panggil Jaeseop.

“Adaapa?”.

“Ehmmm..Kau tidak apa-apa? Kau baik-baik saja kan? Apa kau sudah meminum obatmu?”.Yeorin menghela nafas saat sifat protektif akut sahabatnya itu kambuh.

 “Aku baik-baik saja Jae”. Yeorinmenyunggingkan senyumnya sebelum berlalu dari tempat itu.

Acaraperagaan busana dimulai beberapa menit yang lalu. Yeorin tampak duduk disampingcatwalk bersama rekan-rekan profesinya. Mereka terlihat berbincang-bincang. Takjarang terdengar gelak tawa dari mereka. Kini giliran Jaeseop yang di ikutibeberapa model lain dibelakangnya. Semua tertegun dengan perfomance Jaeseopdisana. Tatapan mata tajamnya serta wajah coolnya membuat semua orang disanaterpesona melihatnya. Belum lagi bentuk tubuhnya yang sixpack serta Tuxedohitam yang membalut tubuh kekarnya. Semua mata tertuju padanya,meski tak hanyaada dia di stage itu. tapi pandangan orang-orang yang ada disitu tertuju padaJaeseop. Entah karena Jaeseop yang memang tampan atau karena Tuxedo buatanYeorin yang keren?.

Yeorintersenyum melihat Jaeseop disana. ‘Aku sudah menduga kau bisa melakukannyaJae’. Batinnya.

“Waaaahsiapa laki-laki itu? Tampan sekali..!”.

“Tuxedonyajuga keren. Aku ingin. Siapa perancangnya ya?”. Banyak terdengar celetukandari para pengunjung acara itu. Yeorin tersenyum senang mendengarnya.

 

 

“WaaahhKim Jae Seop kau hebat !! Tadi saja banyak yang memujimu”. Sahut Yeorinsaat acara tersebut telah usai.

“Benarkah?Huhh.. Tadi aku sangat gugup. Aku takut tidak bisa menampilkan yang terbaikuntukmu Yeo”. Keluhnya.

 “Apa? Kau gugup? Tapi kau tak terlihatsedang gugup. Kau terlihat profesional Jae. Aku bangga padamu”. TerangYeorin sambil melingkarkan tangannya dilengan Jaeseop. Jaeseop tersenyum lebarmemamerkan gigi kelincinya. Dia tampak bahagia berada disamping Yoeja berparascantik itu.

“Semogasaja kau yang mendapatkan gelar perancang busana terbaik kali ini”. SahutJaeseop.

“SemogaJae”.

 

BRUKKKK !!!

 

To Be Continue

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s