FF//Story of April II//Part 1

Title         : Story Of April II

 

Cast         : Lee Kiseop (U-KISS)

                   KimJaeseop (U-KISS)

                  SeoYeorin (OC)

                  ParkHaerin (OC)

Genre       : Sad, Romance, Friendship

Length : Chaptered

Rate : 17+

Disclaimer : 2Seop adalahmilik mereka sendiri. Tapi kalau Kissme gak keberatan 2Seop buat aku, aku gaknolak kok *plakplakplak #DitabokinKissme

Warning : Just fiction.Just for fun. Don’t like don’t read then please out from my note !! *Sadis

 

 

Happy reading

 

Bismillah

 

 

 

********************Story of April ***********************

 

Hariini kota Seoul diselimuti oleh gumpalan awan hitam. Gemericik sisa-sisa airhujan yang memantul diatas genting masih terdengar. Sudah seharian kota yangmenjadi jantungnya korea selatan diselimuti hujan. Tak begitu deras, hanyagerimis yang cukup membasah kuyubkan tubuh jika kita berlama-lama beradaditengah-tengah hujan itu. Suasana yang dingin cukup membekukan tubuh. Hal inijuga dirasakan oleh perempuan berparas ayu yang sedang duduk termangu disebuahcafe. Duduk disebelah pojok cafe itu. Tepatnya didekat jendela. Matanya yangindah tak pernah berpaling dari jendela kaca yang sedikit buram karena tertutupembun. Dia menatap jauh keluar jendela. Rintikan hujan masih setia hari ini.Sesekali dia menuliskan sesuatu di kaca jendela tersebut. Memanfaatkan uapdingin yang mengembun dikaca itu.

 

‘HUPPP

 

Tiba-tibapandangan wanita itu menjadi gelap. Ada tangan besar yang dengan usilnyamenutup kedua matanya. Bukannya terkejut atau berontak. Dia justru menghelanafas kasar.

 

“Berhentilahmenjailiku Jaeseop-ahh. Tangan raksasamu bisa membutakan mataku!”. Celaperempuan itu dengan tenangnya. Namun orang yang ditebak olehnya hanya mampumeruncingkan bibirnya beberapa centi. Dia melepas kedua tangan besarnya darimata wanita itu dan duduk menghadapnya.

 

“Kauini tau saja kalau itu aku,Yeo”. Sesalnya tak terima karena dia merasagagal mengerjai perempuan berparas cantik dan manis didepannya itu.

Perempuanyang dipanggil Yeo itu tersenyum puas.

“Akutahu. Sangat tahu dengan tangan besarmu itu Jae”. Sahutnya.

“Yaaa..!!!apakah tanganku sebesar itu?”. Dia menatap lekat-lekat kedua tangannyadengan ekspresi yang lucu menurut Yeorin.

Perempuanbernama lengkap seo Yeorin itu hanya terkekeh sambil merapikan kertas-kertasnyayang berserakan dimeja. Kertas yang berisikan desain pakaian.Yeorin masihmenggeluti profesinya sebagai seorang desaigner.

Sejenaksuasana menjadi hening. Yeorin sibuk menggambar tanpa memperdulikan laki-lakiyang kini sedang menatapnya sambil berpangku tangan. Jemarinya mengetuk-ngetukpipinya. Merasa bosan karena diacuhkan oleh Yeorin.

“Kauterlalu sibuk Yeo”. Sahutnya merasa lengah dengan keheningan yang terciptaditempat itu. Suasana cafe itu memang sedang sepi. Hanya terdengar rintik hujanyang pelahan mulai berkurang. Dan terlihat pemilik cafe juga tengah sibukberkutat dengan komputer didepannya.

Yeorinmasih terdiam tak merespon Jaeseop. Lagi-lagi Jaeseop memajukan bibir kittynya.Image cool yang disandangnya seketika dilebur oleh ekspresi sok imutnya yangdibuat-buat.

“YAAAAKK!!Kau mengacuhkanku Seo Yeorin !!”. Sungut laki-laki bermata besar itu.Sedikit kesal karena masih saja diacuhkan. Seketika Yeorin menghentikanaktifitasnya. Meletakkan pensilnya diatas kertas yang sudah tergambar sebuahdesain gaun. Dia menatap Jaeseop kemudian tersenyum manis.

“MianhaeJae”. Sahutnya tenang.

Jaeseoptak menjawab. Terlihat dari air mukanya dia masih kesal dengan sikap sahabatnyaitu.

Yeorinmenatap lekat Jaeseop dari ujung kepala sampai pandangannya terhenti ditubuhJaeseop yang basah.

“Aigooo!Bajumu basah Jae”. Sahut Yeorin yang baru menyadari keadaan Jaeseop.

“CK..Kauterlalu perhatian sampai-sampai kau baru menyadarinya”. Decak Jaeseopmencibir Yeorin yang sibuk mencari sesuatu didalam tasnya. Dia mengambil sebuahsapu tangan berwarna biru.

“Mianhae”.Balasnya sembari mengusap bekas air hujan yang menempel dibaju dan juga diwajahJaeseop. Memang hanya sebuah sapu tangan, tapi setidaknya bisa mengurangikelembapan air itu. Jaeseop menyeringai senang karena diperlakukan seperti ituoleh Yeorin. Keduanya kembali hening.

“Kenapakau melihatku seperti itu?”. Tanya Yeorin mengerutkan keningnya.

“Aniya.Aku senang kau perhatian padaku seperti ini!”. Cletuk Jaeseop masihmenyeringai.

Yeorinhanya mendengus kesal dan langsung menghentikan aktifitasnya menyeka bekas airhujan dibaju Jaeseop. Jaeseop hanya tersenyum menanggapi dengusan Yeorin.

“Kalaukau jadi kekasihku. Aku pasti akan mendapat perlakuan seperti ini setiapharinya”. Cletuk Jaeseop dan sukses mendapat deatglare dari Yeorin. Tanpamenjawab apa-apa Yeorin membereskan semua kertas-kertasnya dan pergimeninggalkan Jaeseop.

 “Yeorin-ahh tunggu !!!”. Yeorinmenghentikan langkahnya.

“Sudahsore. Kau harus kembali ke…”.

“Rumahsakit”. Dengan cepat Yeorin memotong kalimat Jaeseop. Jaeseop menganggukseakan Yeorin melihatnya.

 “Tenang saja. Aku akan cepat kembali. Akutidak ingin Dokter Siwon mengomeliku lagi”. Sahut desaigner muda itu.Tanpa diperintah Jaeseop mengejar Yeorin.

 

***************Story ofApril II****************

 

“Kautelat lagi Yeorin-ahh !!!”. Sahut seorang laki-laki yang berhasilmemergoki Yeorin yang tengah mengendap-endap masuk ke ruang perawatannya.Dengan cengiran bak pencuri yang tertangkap basah Yeorin menghadap laki-lakiyang kini berdiri tegap di belakangnya.

“DokterSiwon..”. Yeorin kehabisan kata-kata. Sama seperti laki-laki yang ikutmenjadi pelaku disitu. Kim Jaeseop.

“Jaeseop-ssi,bukankah kau teman Yeorin? Harusnya kau bisa mengingatkannya kapan dia haruskembali kemari”. Jaeseop hanya meringis saat mendapat semprotan darilaki-laki yang ternyata adalah dokter Siwon.

“Maafdok, diluar hujan deras. Jadi kami agak terlambat”. Ucap Jaeseopberalasan. Padahal semua orang tahu kalau saat itu hanya gerimis.

“Yasudah. Yeorin cepat kembali ke ruanganmu. Aku akan segera memeriksakondisimu”. Perintah dokter tampan itu hanya mendapat anggukan dariYeorin. Tanpa banyak bicara Yeorin masuk ke ruang perawatannya.

 “Hey,kau mau kemana?”. Tanya Yeorinsaat melihat Jaeseop mengekor dibelakangnya.

“Tentusaja ikut masuk ke ruanganmu. Masa tidak boleh?”.

“YAAAA!!!Kau gila?? Aku akan berganti pakaian,apa kau ingin mengintipku?”.

‘PLAKK

Jitakanpanas mendarat mulus dikepala Jaeseop membuat mpunya meringis kesakitan.Terpaksa Jaeseop menunggu dikursi tunggu.

Takbutuh waktu lama Yeorin membuka pintu. Jaeseop bernafas lega.

 “Masuklah”. Suruh Yeorin yang sudahlengkap dengan seragam rumah sakitnya. Dengan senyum kittynya Jaeseop akhirnyamengikuti langkah Yeorin.

 

Beberapasaat kemudian dokter Siwon masuk keruangan itu yang diikuti oleh seorang sustercantik dibelakangnya. Suster Shin. Begitulah suster cantik itu dipanggil.

“Yeorin-ahh..Waktunya aku memeriksa kondisimu”. Sahutnya dengan lembut. Yeorintersenyum pasrah saat suster Shin siap menusukkan jarum infus ditangannya.Jaeseop yang melihat jarum infus ditusukkan ke tangan pucat sahabatnya hanyabisa meringis tak tega.

“Yeorin-ahh,sebaiknya kau sudahi aktifitas diluar sana”. Sahut dokter tampan itusetelah selesai memeriksa kondisi Yeorin. Yeorin mengerutkan keningnya menatapdokter itu.

“Memangnyakenapa dok? Aishh.. Apa dokter lupa? Aku seorang desaigner. Banyak pelangganboutique yang menunggu rancangan terbaruku.. Mana bisa a….”.

“Kesehatanmulebih penting Seo Yeorin !!!”. Dokter siwon memotong ocehan Yeorin yangmungkin sepanjang kereta api jika tidak segera dipotong. Yeorin terdiam. Bibirpucatnya terkatup rapat. Semua yang ada diruangan itu ikut terdiam. Suasanamenjadi senyap.

 “Kau ingin sembuh kan?”. TanyaDokter yang sudah menganggap pasiennya itu sebagai adiknya sendiri.

“Butuhberapa lama lagi aku bertahan dok?”. Tanya Yeorin dengan tatapankosongnya.

“Ya?”.

“Jikawaktuku hanya sedikit, biarkan aku memanfaatkan waktu itu dengansebaik-baiknya”. Sahut Yeorin dengan senyum pasrahnya. Sang dokter hanyaterdiam mendengar ocehan pasiennya itu.

“YAAAA!!Bicara apa kau Yeo?”. Suara Jaeseop tiba-tiba terdengar. Yeorin menatapkearah Jaeseop.

“TenanglahJae. Aku tidak apa-apa”. Kata-kata yang selalu terucap dari bibir Yeorin.Kini terucap kembali. Entah untuk yang keberapa kalinya. Dan itu membuatJaeseop muak. Yeorin selalu bersikap seolah dia baik-baik saja. Faktanya saatini sahabat yang dicintainya sedang berjuang melawan penyakitnya yang dengansadisnya menggerogoti tubuh sang sahabat.

“Yeo…”.

“Jae..Tolong jangan seperti itu !!!”. Potong Yeorin dengan nada memohon. Yeorintahu Jaeseop selalu mengkhawatirkannya. Jaeseop memilih diam menuruti Yeorin.Meski Yeorin sahabat Jaeseop. Tapi tidak bisa dipungkiri jika Jaeseop sangatmencintai Yeorin. Walau sempat menerima penolakan dari perempuan cantik itudengan alasan masih mencintai mantan kekasihnya. Tapi dia tak pernah mempunyainiat sedikitpun untuk meninggalkan Yeorin dan lebih memilih menjadi sahabatnya.

“Baiklahkalau begitu. Kau istirahat saja Yeorin. Kau pasti lelah”. Sahut dokterSiwon mencoba mengalihkan topik sebelum beranjak dari ruangan itu. Tentu sajadi ikuti oleh dokter Shin. 

Kinidiruangan itu hanya ada Jaeseop dan Yeorin yang masih sibuk dengan pikirannyamasing.

‘Srek

Pelan-pelanJaeseop menggeret kursinya agar lebih dekat dengan Yeorin.

“Yeo…”.Sapanya pada perempuan yang ada didepannya.

 “Hmmm…”. Hanya deheman yangdidapat. Yeorin masih sibuk membolak balik buku yang berisi rancangan busanabuatannya sendiri.

“Yeo..”.Panggil Jaeseop sekali lagi.  Yeorin yangmendengar panggilan melas sahabatnya akhirnya menutup buku yang dipegang sambilmendesah pelan.

“Adaapa Jae?”. Tanya Yeorin mencoba bersikap tenang sambil menatap wajahJaeseop.

“DokterSiwon benar. Kau harus….”.

“Apakahada jaminan buatku untuk sembuh Jae?”. Jaeseop terdiam ketika kalimatnyadipotong. Sahabatnya itu memang keras kepala.

“Ingat!Satu minggu lagi akan ada peragaan busana. Kau harus siap untuk menjadi modelcatwalkku. Kau pasti tampan sekali saat mengenakan tuxedo buatanku”.Yeorin mengalihkan pembicaraannya saat Mendapati ekspresi wajah Jaeseop yangberubah.

“Kauyakin akan mengikutinya?”. Tanya Jaeseop ragu. Yeorin mengangguk penuhantusias.

“Apakau yakin dokter Siwon akan mengijinkan?”.

“Tidakyakin. Tapi aku akan kabur jika dokter jangkung itu tak mengijinkanku”.Cletuk Yeorin yang hanya mendapat gelengan dari Jaeseop. Bukan apa-apa. Jaeseophanya mengkhawatirkan kondisi Yeorin yang semakin hari tidak semakin membaik.Itu juga yang membuat Jaeseop tak ingin meninggalkan Yeorin. Dia hanya takutkehilangan sahabatnya itu.

“Kaupartner terbaikku Jae. Aku yakin kau pasti bisa membantuku”. Lagi Yeorinmemasang bbuing bbuing yang selalu membuat luluh Jaeseop setiap melihatnya.

“Baiklah.Tapi kau harus janji satu hal padaku”. Sahut Jaeseop sambil mengacungkantelunjuk kanannya kearah Yeorin.

 “Apa?”.

“Kauharus janji kalau kau akan baik-baik saja”.

“Hanyaitu? Hahahaha tenang saja Jae. Aku akan baik-baik saja”. Jaeseop akhirnyabernafas lega. Dia tersenyum senang saat mendengar tawa renyah Yeorin.

 ‘Tuhan biarkan tawa itu selalu menemanihari-hariku. Aku belum siap jika harus kehilangan tawa itu. Terlebih yang punyatawa itu’. Mohon Jaeseop dalam hati.

 “Jangan menatapku seperti itu Jae. Akutidak suka”. Yeorin menampar lembut wajah Jaeseop. Jaeseop hanya bisaterkekeh sambil mengacak poni Yeorin. Yeorinpun ikut terkekeh.

 

*****************Story ofApril II********************

 

Disela-selasakit yang mendera Yeorin masih menyempatkan diri membuat rancangannya untukperagaan busana yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.  Dan kini hanya tersisa empat hari untukmerampungkan rancangannya.

“Kautidak lelah Yeo? Kulihat beberapa hari ini kau sangat sibuk”. SahutJaeseop tampak dari balik pintu.

“Tidakada waktu untuk istirahat Jae. Peragaan busananya akan dilaksanakan empat harilagi”. Sela Yeorin masih sibuk dengan rancangannya.

“Akumengerti. Tapi kau juga harus menjaga kondisimu”.

“Baiklahsaudara Kim Jaeseop. Aku istirahat sekarang”. Tanpa membantah Yeorin  menyudahi kegiatannya sebelum menarikselimutnya. Jaeseop hanya bisa tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

“Akubegini karena aku peduli padamu Yeo”. Sahut Jaeseop saat duduk disampingYeorin.

 “Aku tahu Jae”. Jawab Yeorin masihberbaring membelakangi Jaeseop.

 

 

 

Tok

tok

tok

 

Belumsempat Jaeseop menjawabnya. Terdengar ada yang mengetuk pintu ruangan Yeorin.

“Sepertinyaada tamu Yeo”. Ucap Jaeseop yang dengan cepatnya melesat kearah pintu.Sedangkan Yeorin tengah berfikir didalam selimutnya.

‘Siapayang datang?’. Batinnya. Yeorin selalu berkhayal kalau mantan kekasihnyatiba-tiba datang menemuinya. Dia akan menjadi perempuan yang paling bahagiajika hal itu terjadi. Sayangnya itu tidak akan terjadi. Mantan kekasihnya telahbahagia didekapan yang lebih hangat. Benar-benar terdengar menyedihkan.

“Yeorin-ahh ada yang mencarimu’.

 

To Be Continue

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s