FF//Perahu Kertas//Twoshot-Part II

 

Title: Perahu kertas

Cast: Kevin Woo (UKISS)

          ShinRi Mi (Kevinian)

Genre: Romance, Sad

Length : Twoshot

Rate    : 17+

Disclaimer : Shin Ri Mi is Herself. Kevin ishimself. But story is mine !!

Warning: Typo ! Just fiction, if you don’t likedon’t read and please out for here !!

 

 

 

 

 

 

“Noona! Akujuga mau bola cokelat buatan noona”. Satu lagi rengekan Dongho terdengar.

Tanpa pikirpanjang aku langsung menuju dapur kecilku. Membuat makanan dan minuman untukKevin dan Dongho. Semoga saja dengan bersama Dongho, ingatan Kevin akankembali. Semoga saja. Tak butuh waktu lama makanan dan minuman yang aku buatsudah jadi. Aku membawa nampan yang berisi tiga gelas cokelat panas dansepiring bola cokelat ke halaman depan.

 

BRAKKKK!!!

 

 

 

 

 

 

 

 

Suara apa itu?

Seperti adabenturan! Bersama dengan itu terdengar jeritan orang-orang beserta klaksonmobil bersautan.

Aku yang barusampai diruang tengah, cepat-cepat melangkahkan kakiku menuju halaman depanuntuk memastikan suara apa itu. Saat sampai dihalaman depan aku tidak mendapatiKevin dan Dongho disitu. Kemana mereka?. Namun jalanan didepan rumahku tampakkerumunan orang-orang. Apa terjadi kecelakaan? Kenapa perasaanku jadi tidakenak? Jangan-jangan…

 

PRANKK!!

 

Nampankuterjatuh ketika aku mendapati seseorang yang tengah dibopong oleh beberapa oranguntuk ditepikan kepinggir jalan. Mataku membulat sempurna. Aku mengenalinyawalaupun wajahnya berlumuran darah. Dengan cepat aku berlari kearah orang-orangitu. “KEVIN!!!”. Aku berteriak histeris saat melihatnya yangtergeletak disana dengan keadaan yang sudah bermandikan darah. Wajahnyatertutup oleh darah segar yang terus mengalir dari pelipisnya. Aku menghamburkearahnya. “KEVIN BANGUN!!”. Aku mengguncang paksa tubuhnya setelahsukses mengangkat kepalanya keatas pangkuanku. Darahnya terus mengalir daripelipis tadi. Tak sadar air mataku pun mengalir. “TOLONG PANGGILKANAMBULAN !!! CEPAT!!”. Aku berteriak kalap saat melihat kerumunan orangyang hanya memandangi tubuh Kevin miris namun tak segera melakukan sesutau.Mereka bodoh atau apa?.

 “Noona…Hikz”. Ada tangan mungilmengusap punggungku yang bergetar karena menangis. Ku lihat Dongho memeluk Bbobboberada disampingku. Namun aku tak menghiraukannya. Nyawa Kevin sangat penting.

 

 

***************************PerahuKertas*****************************

Satu jam sudahaku menunggu didepan ruang ICU. Disana keluarga Woo juga sedang berkumpul. Akutak bisa tenang sekarang. Yang bisa ku lakukan adalah mondar mandir kesanakemari. Ketakutanku menyeruak dalam diriku. Aku tidak ingin kehilangan orangyang sangat aku cintai. Kehilangan dia selama dua tahun sudah cukup membuatkumenderita. Aku tak ingin lagi dia meninggalkanku.

“Ri Mi-ya.Duduklah. Kevin pasti baik-baik saja!”. Deeana Eonni bersuara. Bagaimanabisa aku tenang? Bagaimana bisa dia bilang Kevin baik-baik saja? SedangkanKevin kini sedang berjuang melawan sakitnya didalam ruangan serba steril itu.Aku tak menjawab pertanyaannya. Justru aku menatap tajam kearah Dongho yangmeringkuk dikursi tunggu masih menggendong bbobbo sambil menangis.”Dongho-ya apa yang terjadi pada Kevin Hyung?”. Tanyaku pelan namuntegas. “Tadi.. Tadi dia tertabrak mobil karena berusaha menolongku danjuga bbobbo. Aku yang salah. . . Hikz”. Aku menghela nafasku begitu berat.Tubuhku serasa layu mendengar penjelasan adik kecilku. Haruskah aku marahpadanya? Haruskah aku menghukumnya?. “Kenapa kau terlalu cerobohDongho-ya?”. Sahutku pelan. Tubuhku terjatuh dikursi tepat disampingDongho. Tangis Dongho semakin pecah. Aku terdiam mencoba meredam emosiku.”Sudah jangan menangis ! Anak manis sepertimu tidak boleh menangis! Inibukan salahmu”. Aku melihat Deeana Eonni memeluk Dongho penuh sayang.

“Shin RiMi”. Aku segera bangkit saat Dokter Dara keluar dari ruang ICU.”Bagaimana keadaannya dok? Kevin baik-baik saja kan?”. Tanyaku tak sabar.”Dia sudah sadar. Dan dia ingin bertemu denganmu Ri Mi-ssi”. JawabDokter Dara sambil tersenyum. Aku bernafas lega. Tanpa menunggu lagi akulangsung masuk ke ruangan itu. Bau khas rumah sakit kini mulai tercium olehindera penciumanku saat aku sudah berada didalam ruangan itu. Langkahkuterhenti saat melihat Kevin yang berbaring tak berdaya diatas ranjang kecildisana. Kepalanya dibalut perban, rongga hidungnya terdapat selangpernafasan,tangan kanannya tertancap jarum infus. Miris sekali aku melihatnya.Suasana ruangan ini tampak hening. Hanya terdengar bunyi alat pendeteksijantung milik Kevin. Sakit. Begitu sakit melihat orang yang sangat ku cintaidengan keadaan seperti itu. Aku berjalan mendekat kearahnya yang masihmemejamkan matanya. Aku meraih tangannya dengan lembut. Dia terbangun.

“Mimi-ya”.Sahutnya pelan. Sangat pelan.

“Akumerindukanmu Chagi”. Aku terdiam saat mendengar kalimat keduanya. Apamaksudnya? Apa ingatannya sudah kembali? Tunggu ! Dia memanggilku denganpanggilan sayangnya?. Aku seakan menahan nafasku. Rona kebahagiaan mulaiterpancar diwajahku.

 “Maafkan aku telah membuatmu menunggu.Harusnya aku kembali satu  tahun yanglalu”. Terangnya panjang lebar. Susah payah dia menggapai oksigen.”Apa kau sudah mengingatku Kev?”. Tanyaku penuh harap. Dia mengangguklemah. Sesekali dia memejamkan matanya. Aku bisa menebak kalau dia tengahmeredam rasa sakitnya. Aku tersenyum. Air mataku jatuh tak tertahankan. Kaliini aku menangis bahagia karena Kevinku sudah kembali, menangis sedih karena kenapaharus seperti ini dulu baru dia mengingatku. “Kau mau memaafkankuMimi-ya?”. Tanyanya. “Tentu saja. Ini bukanlah kesalahanmu Kev.Sekalinya kau tak datang. Aku akan tetap menunggumu”. “Dongho bilang,setiap malam kau selalu menangis, itu pasti karena aku kan?”. Imbuhnya. Akumenggeleng cepat. “Kau percaya saja dengan kata-kata anak itu”. aku berkilah.“Maaf”. Sekali lagi dia berucap maaf. Aku tersenyum. “Tidak apa-apa Kev”. Akumempererat genggaman tangannya. Bibir pucatnya terangkat. Dia tersenyum.”Gomawo”. Sahutnya. Susah payah dia mengucapkan kata itu. Akutersenyum tipis. Ku usap lembut wajahnya. Kali ini sedetikpun tak ingin akumeninggalkannya. Walau dia tak mau berbagi rasa sakitnya setidaknya aku bisamenjadi kekuatan dan semangat untuknya.

“Sekarangistirahatlah Kev, kau harus butuh istirahat”.

“Shirreo.Aku takut!”.

“Wae?”.Alisku berkerut.

 “Aku takut jika aku meninggalkanmu lagi.Aku takut jika tak bisa bangun lagi”.

 “PABO!! Bicara apa kau ini ! Semuanyaakan baik-baik saja Kev. Sekalinya kau meninggalkanku lagi. Aku akan tetapmenunggumu. Tak peduli berapa lama aku harus menunggu! Kalau kau mati tentusaja aku juga akan mati”. Ucapku panjang lebar. Hatiku bergetar. Jantungkuberdegup kencang. Aku takut sekarang. Takut kalau Kevin benar-benar akanmeninggalkanku. Mana bisa aku hidup tanpanya.

“ARGGH…!!!”.Tiba-tiba Kevin merintih kesakitan. Mencengkeram kepalanya sendiri. Tangan yanglainnya meremas jemariku kuat-kuat sampai aku ikut kesakitan.

“Kau kenapaKev!! Apanya yang sakit?”. Tanyaku panik. Aku mulai bingung. Kevin takkunjung menjawab dia masih sibuk dengan sakitnya. Kini tak hanya meringis tapijuga meronta. Cepat-cepat aku memencet tombol darurat yang jauh dari tempatku.Susah sekali aku menggapai tombol itu karena tangan kananku digenggam eratolehnya. Kini Kevin bergelimpungan tak karuan diatas ranjangnya. Sampai-sampaijarum infusnya lepas dan tangannya berdarah. Hatiku benar-benar sakitmenyaksikan orang yang ku cintai dalam keadaan seperti itu. Menanggung rasasakitnya sendirian.

Tak lamakemudian Dokter Dara beserta dokter lain yang juga di ikuti Sustertergopoh-gopoh masuk kedalam ruangan Kevin. “Dokter tolong dia ! Aku mohon!”.Pintaku pada Dokter Dara. Kini aku tak bisa lagi bersikap sok tegar. Air matakumeleleh lagi. “Kami akan berusaha. Sebaiknya kau keluar dulu!”. PintaDokter Dara dengan raut cemas ketika melihat kondisi Kevin. Aku berniat untukkeluar dari ruangan itu. Namun genggaman tangan Kevin semakin erat. Bagaimanabisa disaat dia kesakitan seperti itu dia masih punya kekuatan untuk menahantanganku? Dokter Dara hanya menatap tautan tangan kami. Mencoba membantumelepasnya. Namun entahlah Kevin tak mau melepaskannya. Padahal saat ini diaberada dibawah alam sadarnya. Rasa sakit yang teramat membuatnya akhirnya taksadarkan diri. Namun jemari lentiknya tetap menaut diantara jemariku. Aku dandokter Dara saling melempar tatapan aneh satu sama lain. “Kau.. Tetapdisini. Mungkin dia tidak ingin kau meninggalkannya”. Sahutnya. Akhirnyaatas ijin Dokter yang ada disitu. Aku tetap berada diruangan itu. Sampaipemeriksaan itu selesai. Dan selama proses pemeriksaan tanganku tetap tak bisalepas dari genggamannya. Miriz rasanya saat Dokter itu menusukkan jarum suntikdilengan Kevin. Itu pasti sakit sekali. Kevin pasti kesakitan. Aku melemparpandanganku kearah lain. Tak tega melihat tangan pucatnya harus ditusuk bendaitu. Aku melihat Dokter Dara dan Dokter lain saling berpandangan kemudiansaling mengangguk. Apa maksud mereka. “Ri Mi-ya ayo ikut aku!!”. AjakDokter Dara. Aku mencoba melepas genggaman tangan Kevin yang sampai saat inimasih bertaut dengan tanganku. Agak sulit memang. Tapi pelan-pelan aku bisamelepasnya. Sambil berjalan mengikuti Dokter aku masih menoleh kearah Kevinyang masih tertidur. “Hanya sebentar Kev”. Gumamku kembalimelanjutkan jalanku. Sesampainya diluar ruangan Kevin aku melihat DokterDara,Keluarga Kevin dan Deeana Eonni yang masih memeluk Dongho memasang wajahharap-harap cemas. Aku mendekat kearah mereka. “Bagaimana Dokter?”.Tanya Eomma Kevin tak sabar. “Ingatannya sudah pulih tapi dia harus segeradioperasi! Sekarang!”. Tegas Dokter Dara dengan wajah serius. Semuanyaterdiam. “Lakukanlah!!, Dara-ssi aku percaya padamu!”. Deeana Eonnimenyahut sebelum didahului oleh sang Eomma. Aku hanya bisa diam. Hanya bisamengikuti alur mereka. Yang aku bisa hanyalah mendoakan untuk kesembuhan Kevin.

Tak butuh waktulama Dokter Dara dan Dokter yang lain kembali keruang perawatan Kevin. Tidakada perasaan lain selain cemas, khawatir dan takut yang terus menyelubungihatiku. Tuhan untuk kali ini saja. Berikan kesembuhan untuk Kevin. Aku masihingin bersamanya. Aku mohon.

Lamunanku buyarsejenak mendengar roda ranjang rumah sakit yang menggesek lantai. Kulihat dariruang ICU. Kevin yang masih terpejam berbaring diranjang itu. Aku mengejarranjang yang terus didorong oleh para Dokter yang siap membedah isi kepalaKevin. Tak hanya aku, keluarga Kevin pun mengikuti ranjang Kevin yang hampirmendekati pintu ruang operasi.

Aku mencobameraih tangan Kevin yang pucat sebelum ranjang dorongnya memasuki kamaroperasi. Aku tahu mungkin dia tak merasakan genggaman tanganku. Tapi akupercaya dukungan dan semangatku akan dirasakan olehnya.  Benar! Aku percaya akan kekuatan cinta. Cintakupadanya mengalahkan segalanya. Sampai akhirnya ranjang dorong milik Kevinsampai dipintu ruang operasi aku terpaksa melepas genggaman tanganku. Aku masihmenatap wajah tampan yang kini masih terpejam. Sampai wajahnya tak terlihatlagi karena telah memasuki ruangan yang kini menentukan hidup dan matinya.Pintu operasipun tertutup rapat. ‘Cepatlah keluar Kev! Aku yakin kau pasti bisamelewati semuanya. Kau kuat dan kau akan kembali lagi dalam pelukanku’. Batinkudalam hati. (Mari bantu mengamini doa Shin Ri Mi *plak *abaikan). Prosesoperasi sudah berjalan sekitar dua jam. Aku masih saja mondar mandir. Sesekalimenengok kearah pintu ruang operasi. Hatiku benar-benar tak tenang sekarang.Kalau saja aku punya kekuatan teleportasi, mungkin aku sudah berada didalamruangan itu. Menggenggam tangannya mencoba memberikan dukungan padanya. Akujuga dapat melihat Appa dan Eomma Kevin yang kini memasang wajah harap-harapcemas. Sama seperti Deeana Eonni yang tengah bersandar didinding tak tenang.Sangat terlihat dari raut wajahnya. Sedangkan Dongho? Dia tertidur dikursitunggu bersama Bbobbo. Mungkin anak itu kelelahan karena terlalu lama menangis.Aku tersenyum tipis melihatnya yang kini terlelap.

 

Beberapa jamtelah terlewati. Tapi Dokter Dara masih belum menampakkan diri dari ruanganitu. Apakah keadaan Kevin begitu parah? Sampai operasinya begitu lama? Akusemakin cemas. Semua pikiran buruk kini mulai menyelimuti diriku. “Kenapaoperasinya lama sekali?”. Sahut Eomma Kevin yang sepertinya juga tengahlengah menunggu. “Sabarlah Eomma!”. Jawab Deeana Eonni. “Eommatakut terjadi apa-apa pada adikmu”. Sela sang Eomma sambil meremas-remasjemarinya dengan cemas. Aku dapat menangkap raut kesedihan dari Ahjumahberparas cantik itu.

 

‘CKLEKK

 

Tubuhku langsungberbalik arah saat mendengar ada yang menekan gagang pintu. Aku melihat seorangDokter laki-laki dan juga Dokter Dara dibelakangnya. Jantungku berdegupkencang. Semoga operasinya berjalan lancar. “Bagaimana Dok?”. DeeanaEonni mendahuluiku. Dokter itu tak segera menjawab karena mulutnya masih tertutupmasker. Namun Dokter Dara tersenyum. Katakan kalau ini tanda bahwa operasiKevin sukses.

“SyukurlahOperasinya berjalan mulus. Kevin selamat”. Sahut dokter Dara. Betapasangat girangnya diriku. Terlebih keluarga Kevin yang sedari tadi terlihatharap-harap cemas. “Pembekuan darahnya terjadi diluar selaput otaknya.Jadi itu tidak terlalu bahaya. Kami hanya melubangi sedikit tulang tengkoraknyadan sedikit mencukur rambutnya”. Tambah Dokter lain. Kalau saja aku tidakpunya malu. Mungkin aku sudah loncat-loncat saking girangnya. TerimakasihTuhan, kau mengabulkan doaku. Membawa kembali dia kedalam pelukanku. Semuanyatersenyum bahagia. Ya Kevku benar-benar sudah kembali.

 

**************************PerahuKertas*****************************

 

Sore itu akutengah duduk berselonjor diatas rerumputan tepat ditepi danau. Udaranya begituhangat. Bercirikan suasana disenja hari. Hembusan angin lembut menerpa suraihitamku. Kilatan jingga sang surya yang mulai membenam masih menyilaukanmataku. Selembar kertas putih ditanganku ikut melambai diterpa angin.

 

‘HUPP

 

Apa ini?

Kenapapandanganku jadi gelap seperti ini?

Kemana perginyacahaya matahari tadi? Aishh.. Mataku tertutup oleh sebuah tangan lembut. Akumenyunggingkan senyumku. Aku tahu siapa pelakunya. Aku bisa merasakan aromawangi tubuhnya menyeruak sampai ke indera penciumanku.

“Lepas !Atau tubuh kurusmu akan terlempar ke danau ini!”. Ancamku pada sangpelaku.  Bukannya berontak dia malahmeletakkan dagunya diatas kepalaku. Kedua tangannya kini turun dan melingkardileherku. Dia mendekap erat tubuhku. Hangat. Itu yang kurasakan saat ini.

“Coba sajakalau kau berani !”. Tantangnya sekilas mengecup pucuk kepalaku. Akutersenyum. “Kau tidak akan tega melakukan itu padaku kan?”. Sahutnyayang kini ikut duduk disampingku. “Tentu saja ! Aku tidak ingin kehilanganorang yang aku cintai untuk kedua kalinya”. Terangku. Hening. Tak ada yangbersuara diantara kami berdua. Dia meraih tangan kananku. “Aku juga tidakingin meninggalkanmu untuk kedua kalinya”. Sahutnya. Dia tidakmemandangku. Namun pandangannya jauh menerawang keatas langit. Entah adapemandangan indah apa disana. Aku menatapnya lekat.

“Kenapa kaumelihatku seperti itu?”. Tanyanya setelah berhasil memergokiku.”Tidak apa-apa! Kau semakin tampan saja dengan style rambut barumu”.Cletukku sambil menahan tawa. Dia merengut sambil meraba kepalanya yang hanyaditumbuhi rambut sepanjang kurang lebih tiga centi. Benar sekali, pasca operasibeberapa waktu lalu. Dia terpaksa membabat habis rambut pirangnya. Dan kini diapersis seperti seorang tentara.

“Aku pastijelek sekali dengan style rambut seperti ini”. Rutuknya sambil bercermindilayar iphonenya. Aku terkekeh geli melihat sikapnya yang menggemaskan itu.

Aku melingkarkankedua tanganku dipinggangnya sambil merebahkan kepalaku dipundaknya. “Takpeduli bagaimanapun dirimu, aku tetap mencintaimu Kev. Aku sudah cukupmenderita saat kau belum kembali. Kau tahu? Aku hampir gila karena terlalumemikirkanmu”. Terangku seraya memejamkan mataku mencoba menghirup aromatubuhnya yang selalu membuatku rindu. “Tapi… Suatu saat aku akanmeninggalkanmu lagi”. Aku melepas seketika pelukanku. Aku terkejut saatmendengar kalimatnya. “K..kau mau kemana? Aku tidak mau kau meninggalkankulagi Kev!!.”. Tanyaku sedikit terbata. Entah kenapa kesedihan kembalimenyelimuti hatiku. Aku tertunduk sedih. Namun dia segera mengangkat daguku.”Kau lupa? Aku warga negara Korea”. Aku mengernyitkan kedua aliskubingung. “Maksudmu?”. Tanyaku heran.

“Bukankahwarga negara Korea laki-laki harus menjalani wajib militer. Masa aku tidakmengikutinya aku kan laki-laki?”. Aku mendelik kearahnya. “YAAA!!!Kau mengerjaiku Kev !! Aishh !!”. Kesalku padanya. Aku mempoutkan bibirku.

Kesal.

“Aku tidakmengerjaimu ! Bukankah itu benar? Aku akan meninggalkanmu lagi selama duatahun”. Dia tersenyum jahil kearahku. Aku menatapnya horor. “Kau iniplin plan. Belum juga satu jam kau bilang tidak ingin meninggalkanku. Sekarangbilang akan meninggalkanku lagi”. Kesalku.

“Tapi itukan kewajibanku sebagai seorang warga negara Korea yang baik”.

“Arrasseo!Kau ambil bagian public service saja. Biar aku masih bisa bertemudenganmu”.

“Andwae!!Itu terlalu ringan ! Aku ingin dibagian prajurit atau sersan”. Sahutnyapercaya diri. Aku menatapnya dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku tertawalebar!!.

“Kenapa kautertawa?”. Upzz! Dia tersinggung.

“Kau inginjadi prajurit? Dengan tubuh sekurus ini? Hahahaha Prajurit Kevin Woo? Ah tidak tidak ! Sersan Kevin Woo!!”.Aku mengangkat tanganku membentuk tanda hormat padanya. Tawaku semakin menjadisaat melihatnya tengah menekuk wajah. Benar-benar lucu. “YAAA !!Berhentilah menertawaiku Shin Ri Mi !!”. Aku diam seketika. Aku menahantawaku yang terus memaksa untuk meledak. “Arrasseo.. Arrasseo ! Aku tidakakan menertawaimu lagi. Apapun pilihanmu aku akan mendukungmu sepenuhnya. Kaupergi untuk kembali kan? Saranghae”. Aku mengecup sekilas pipi mulusnya.Membuat mpunya seketika terdiam membeku. Wajahnya memerah. Aku terkekeh melihatperubahan wajahnya. Namun aku terpaksa menghentikan kekehanku saat diatiba-tiba menarik tubuhku. Dia mendekatkan wajahnya kewajahku. Dengan tegangaku memejamkan mataku. Hingga dapat kurasakan bibir manisnya menyentuh lembutbibirku. Ini Kevinku. Kevinku yang dulu benar-benar telah kembali. Terdiam pasrah.Hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Beberapa saat kemudian dia melepaskanciumannya, dia menjilat lembut bibirnya sendiri setelahnya (*WOWWWW). Kemudianmenatapku lekat. Sampai ku dapati sebuah keteduhan dikedua mata bening itu.

“SaranghaeMimi-ya!”. Bisiknya lembut.

“Nado naeKev”. Aku tersenyum bersamaan dengannya.

Kemudian diamenyambar sebuah kertas yang tadi sempat aku pegang. Dia melipat-lipat kertasitu hingga terbentuk suatu kerangka. Ya perahu kertas. Setelah itu diamengambangkan perahu itu didanau. Menghalaunya dengan air didanau itu. Seketikaperahu kertas itu berjalan mengikuti arus air meski keadaannya sudah basah. Akutersenyum melihat tingkahnya. Aku tak percaya saat ini dia benar-benar kembali.Kekasihku, namja terbaikku. Sebuah perahu kertas yang membuat kita berpisah danyang membuat kami kembali bertemu. Kembali Merajut dan merenda hari-haribersama. Ya aku dan Kevin akhirnya bersama lagi. Benar-benar harapan terindahkuterwujud. Aku bahagia. Dan aku percaya jika sesuatu itu akan indah padawaktunya. Sebuah penantian panjang yang berujung kebahagiaan. Jika Tuhan telahmentakdirkan untuk bersama. Sesulit apapun halang rintangnya, sejauh apapunjarak yang memisahkan, suatu saat Tuhan pasti akan mempertemukan lagi.

 

********************* PerahuKertas***********************

 

 

THE END

 

 

A/N: Sebelumnya author mohon maaf banget ama andhynemey karena hasil FFnya mengecewakan. Jeongmal mianhae mey,, ada sesuatu yangmenyita pikiran Jie Fe. Sampek sampek berimbas sama FF ini. Mey pasti kecewabanget sama FF ini.😦

buat readers author juga minta maaf kalau FFnyakurang seru kurang nyesek. Mianhae mianhae mianhae *bow

JUJUR!!!!!
Author ENPIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII sama SHIN RIMI ~RRRAAAAWWWRRR…!!!!#garukAspal

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s