FF//Because We’re VinSeop//Twoshot-Part II

“LeeKiseop..kau kah itu?”. Kiseop terkejut mendengar ada yang menyapanya.

 

“Nde,LeeKiseop imnida.nnuu….u….guseyo?”. Tanya Kiseop ragu.

 

“NaneunKim Jaeseop Imnida, Teman sekelas Kevin”. Jawab Namja berperawakan kekaritu.

 

“Apakau melihat Kevin?” Tanya Kiseop tanpa basa-basi.

 

“Aniyo.Dia tidak ke kampus,sudah 3 hari dia dirawat dirumah sakit”.

 

“MWOO?”.Kiseop terperanjat kaget mendengar apa yang dikatakan namja bernama Kim Jaeseopitu.

 

 

 

 

 

Flashback

 

 

“Kiseoppiieeee…arghhh…!!”

 

 

 

Jaeseopmendengar seseorang berteriak lemah. “Suaranya tidak asing”.Pikirnya. Dia meniti pandangannya kesegala arah,dan… Pandangannya terhentiketika mendapati seorang namja yang terjatuh tak jauh dari tempat dia berada.”Ituuu….”. Dia menunjuk namja itu.

 

“OH..GOD..!!Itu Kevin”. Mata bear Jaeseop terbelalak mendapati orang yang dilihatnyaadalah orang yang dia kenal. Dengan segera, dia menghambur ke arah namjabernama Kevin itu.

 

“Kevin-ahh,gwenchanayo?ireona…ireona”.Jaeseop menepuk nepuk pipi namja itu. Namun pemiliknya tak mau bangun juga. Takbanyak bicara Jaeseop langsung menggendongnya dan membawanya kerumah sakit.

 

FlashBackEND

 

 

 

 

 

 

“Akurasa,saat itu dia sedang mengejarmu”. Ungkap Kevin.

 

“Apakau tahu dia sakit apa?” Tanya Kiseop lagi.

 

“Di..di..dia”.

 

“Katakansaja Jaeseop-ssi”.

 

“Tapidia tak ingin orang lain tahu tentang keadaannya”.

 

“Tapiaku sahabatnya,aku pantas untuk mengetahui hal ini”. Kiseop memaksa dengankesalnya dan Jaeseop masih terdiam.

 

“Jebal…”.Mohon Kiseop sedikit berbisik.

 

Jaeseopmenghela nafasnya sejenak.

 

“Arrasseo…diamengalami gagal ginjal”.

 

‘GAGALGINJAL’

 

Kalimatitu seakan mengfibra ditelinga Kiseop. Kiseop terdiam lemas,aliran darahnyaseakan terhenti,suaranya tercekat ditenggorokan. Kiseop sock bahkan tak percayamendengar semua itu.

 

“Ggg..ga..gagalginjal?”. Tanya Kevin memastikan dan berharap kalau dia salah dengar.

 

“Benar! Kondisinya semakin memburuk”. Jawab Jaeseop tertunduk.

“Jinjayo??hahahakau pasti bercanda Jaeseop-ssi”. Sahut Kiseop masih tak percaya dengantertawa yang dibuat-buat.

 

“Lalu,bagaimanadenganmu? Kau bilang kau adalah sahabatnya. Tapi kenapa kau tidak tahu apa-apatentangnya?”.

 

 

 

Degggg…

 

 

 

Kata-kataJaeseop sukses membuat Kiseop tercengang. Matanya mulai berkaca-kaca. Menyesal.Ya Kiseop sangat menyesal. Dia gagal menjadi sahabat yang baik untuk Kevin.

 

“KevinWoo”. Gumamnya tanpa sadar dan Jaeseop mendengarnya.

 

 

 

“Sebaiknyakau cepat menemuinya. Dia membutuhkanmu”. Saran Jaeseop menepuk pundakKiseop sebelum pergi meninggalkannya.

 

Kiseop masih terpatung ditempat itu. Tatapannyakosong dan terlihat jelas raut kesedihan terpancar diwajahnya.

 ‘Jadi selama ini dia sakit parah?’. Kiseopbertanya-tanya dalam hati.

 

“Aishh…kenapaaku masih berdiri disini? Aku harus menemui Kevin. Sahabatku”.

RutukKiseop pada dirinya sendiri dan segera melesat kerumah sakit.

 

 

 

 

 

Beberapawaktu kemudian Kiseop sampai dirumah sakit. Di sepanjang koridor dia menoleh kekanan dan ke kiri mencari kamar dimana Kevin dirawat sesuai dengan informasiyang didapat dari bagian informasi dirumah sakit. Tiba-tiba kaki Kiseop tercekatdidepan kamar yang tertera nomer 150. “Ya,benar ini kamar Kevin”.Ucap Kiseop sendirian. Tanpa ragu dia memasuki kamar itu dan betapa terkejutnyadia saat mendapati seorang namja yang terbaring lemah tak berdaya denganberbagai alat medis disekitarnya. Dan disamping namja itu ada seorang yoejaparuh baya dengan mata sembab.

 

“Kevin!”. Panggil Kiseop pelan.

 

“Siapa?”.Tanya yoeja itu takut-takut.

 

“Anneyonghasseyo,cheoneunLee Kiseop imnida. Teman Kevin Ahjumah”. Jawab Kiseop memberi hormat padayoeja itu.

 

“Temankatamu? Jadi kau yang sudah membuat anakku seperti ini? Huhh..untuk apa kaudatang kemari? Pergi kau,PERGI!!!!!!!!”.

 

“Jebalahjumah,ijinkan aku menjenguk Kevin. Jebal” Mohon Kiseop.

 

“Andwae..!!,manamungkin Kevin punya teman sepertimu!!”. Emosi yoeja itu tampak meledak. Kevinterbangun saat mendapati keributan disekitarnya.

 

“Eomma”.Panggil Kevin pada yoeja itu dengan lemah. Sangat pelan.

 

“Kevin-ahh”.Jawab sang eomma dan Kiseop bersamaan.

 

Kevinberalih pandangan kearah Kiseop. “Seoppie”. Sahutnya lemah. Senyummasih saja tersungging dibibirnya. Kiseop tak mampu berkata-kata. Tak sanggupmelihat keadaan sahabatnya itu.

 

“Seoppie?”.Tanya Eomma Kevin.

 

“Diasahabatku eomma”. Jawab Kevin semampunya.

 

“Bagaimanabisa kau bersahabat dengan dia?”. Sergah eommanya seraya menunjuk kearahKiseop.

“Eomma,bisakaheomma meninggalkan kami berdua disini?”

 

“Geunde….”.

 

“Eommaaa,jebal…”.Kevin memasang wajah semelas mungkin dan akhirnya sang eomma mengiyakan walausedikit ragu.

 

EommaKevin menatap dingin ke arah Kiseop sebelum kemudian meninggalkan tempat itu.

 

 

 

Denganlangkah lesu Kiseop mendekat ke arah Kevin dan duduk disamping ranjang Kevin.Tiba-tiba pandangan Kiseop mulai kabur. Pandangannya terhalang oleh genanganair yang tersangkut disudut matanya. Bibirnya pun mulai bergetar. Kiseopmenangis.

 

“Kiseoppie,kenapakau menangis?”. Tanya Kevin lemah.

 

“Pabo..”.Jawab Eunhyuk pelan.

 

“Ne?”.

 

“Kenapakau sembunyikan semua ini dariku?kau bilang aku sahabatmu. Tapi kenapa kau takpernah menceritakan semua ini padaku?”.

 

“Mianhae”.Sahut Kevin sedih.

 

 

 

 

 

Kiseop menggenggam tangan sahabatnya yangtertancap jarum infus itu sambil menangis. “Mianhae Kevin-ahh,jeongmalmianhae. Aku tidak bisa menjadi sahabat yang baik untukmu” Kiseop terisak.

 

“AniyoLee Kiseop..you’re my best friend”. Sergah Kevin.

 

“Berjanjilahpadaku kalau kau akan sembuh Kevin-ahh, Bukankah kita akan battle dance?iyakan?”. Pinta Kiseop. Kevin menggeleng.

 

“MianhaeKiseppie,aku tidak bisa berlatih bersamamu lagi”.

 

“Andwae!!Kau pasti sembuh pabo. Iya kau akan sembuh!!”. Kiseop mencoba meyakinkansahabatnya itu.

 

“LeeKiseop,aku bahagia memiliki sahabat sepertimu”.

 

“Nado”.

 

(skip)

 

 

 

 

 

Kiseopmemberanikan diri menemui Eomma Kevin yang sedang termenung di ruang tunggurumah sakit.

 

“Ahjumah..”.Sapa Kevin mencoba mendekati Eomma Kevin.

 

Namunempunya tak juga bergeming.

 

Kiseopikut terdiam. Tiba-tiba terdengar isakan tangis dari bibir yoeja yang sudahtidak muda lagi. Kiseop panik mendapati ahjumah disampingnya menangissesenggukan. “Ahjumah ulljima,gwenchanta”. Kiseop mencobamenenangkannya yang sebenarnya dia juga tengah bersedih.

 

“Akutidak ingin kehilangan anakku, dia satu-satunya yang aku punya diduniaini” eomma Kevin menangis histeris.

 

“Ahjumahtenanglah,kita berdoa untuk kesembuhan Kevin”. Ucap Kiseop mantap.

 

“Diatidak akan sembuh sebelum dia mendapatkan donor ginjal,ARRASSEO!!!”.Bentak eomma Kevin.

 

Kiseopterdiam mencerna kata-kata ahjumah disampingnya. Tiba-tiba senyum Kiseop terkembang.Entah apa yang ada difikirannya saat ini.

 

“Keokjonghajima ahjumah, Kevin pasti sembuh”. Ucap Kiseop mantap.

 

Sangahjumah menatap Kiseop heran dengan wajah penuh tanda tanya. Kiseop jugamenatap ke arah ahjumah dengan anggukan penuh keyakinan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keesokan harinya

 

KeadaanKevin tidak berubah. Justru malah memburuk. Dan hal ini membuat sang eommaterpuruk. Beliau sudah tak bisa setegar dulu lagi. Kevin terus memanggil namaKiseop. Namun Kiseop tak terlihat dirumah sakit itu. “Sahabat macam apadia?”. Rutuk eommanya merasa kesal kepada Kiseop.

 

 

 

 

 

Tiba-tibaDokter Kim datang menghampiri eomma Kevin yang sedang menangis. “NyonyaWoo ada kabar gembira”. Sahut dokter kim.

 

“Jinjayo?mwoayo?”.Tanya eomma Kevin.

 

“Kevinmenerima donor ginjal dan akan segera di operasi”. Terang dokter Kimsenang.

 

“Jinjayo?ohsyukurlah. Siapa yang mendonorkan ginjal itu?aku ingin mengucapkan terimakasihpadanya”. Sahut eomma Kevin menggebu.

 

“Jeongsohamnida,diamemintaku untuk merahasiakan semua ini”.

 

“Hmm..neomuakapta”. Sesal nyonya Woo.

 

 

 

Beberapawaktu kemudian Kevin dipindahkan ke ruang operasi dan eomma juga ikutmengantarnya.

 

Rasacemas pun membuncah dalam diri sang eomma saat menunggu operasi.

 

 

 

 

 

 

 

Taklama kemudian Dokter kim keluar beserta rombongannya(?) dengan ekspresi wajahkelegaan.

 

“Dokterbagaimana?”. Tanya eomma Kevin tak sabar.

 

“Syukurlah,operasinya berjalan lancar”.

 

“Omonaaa,kamsahamnida”.Sahut eomma Kevin senang.

 

“Cheonmaneyo”. Jawab Dokter Kim dan berlalu dari tempat itu.

 

“Ahh,doktertunggu.!!!”.

 

“Nde”

 

“Bisakahkau memberitahuku siapa yang sudah menolong anakku?”.

 

Belumsempat Dokter Kim menjawab tiba-tiba rombongan euisa membawa seorang pasienyang terbaring diatas ranjang dorong dari ruang Operasi Kevin.

 

MataEomma Donghae terbelalak saat melihat orang tersebut.

 

 “D..d..diaa!!”. Eomma Kevinmemandang tak percaya ke arah namja yang tertidur di atas ranjang dorong itu.

 

“Andamengenalnya?”. Tanya Dokter Kim.

 

“Ye”.Jawabnya pelan.

 

‘Jadidia yang mendonorkan ginjalnya untuk Kevin?’. Batin Eomma Kevin tak percaya.

 

“Keokjonghajima nyonya Lee. Mereka semua baik-baik saja”. Sahut dokter Kim tenangdan berlalu meninggalkan wanita paruh baya itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelan-pelanKevin membuka matanya. Yang pertama dia lihat adalah sang eomma.

 

“Eomma”.

 

“NeChagi??”.

 

Sahuteommanya seraya tersenyum.

 

“Kausudah sembuh anakku,kau senang?”.

 

“Sembuh?”.Tanya Kevin tak percaya.

 

Denganragu sang eomma menjawab “Ehmmm…ada yang mendonorkan ginjal untukmuchagi”.

 

“Mendonorkanginjal,?untukku?”. Tanya Kevin heran. Sang eomma mengangguk ragu.

 

“Siapaorang itu?bisakah aku menemuinya eomma?aku ingin berterimakasih padanya.”

 

Eommanyabingung harus menjawab apa.

 

“Kiseoopie,ahh aku sampai lupa pada sahabatku itu. Dia tidak kemari eomma? Aku sangatmerindukannya”. Sambung Kevin lagi.

 

“Sebenarnya….”.Tiba-tiba kalimat sang eomma tergantung dan berhasil membuat Kevin penasaran.

 

“Wae?”.Tanya Kevin.

 

“Ehmmm..sebenarnya…orangyang mendonorkan ginjal itu adalah….Kiseop”.

 

 

Kevintersentak mendengar apa yang baru saja eommanya katakan. Dia menatap takpercaya pada sang eomma. “Kiseop??Lee Kiseop sahabatku?”. Bibirkering itu mulai bergetar. Sepasang manik indahnya telah digenangi air mata.

 

 

 

Dansang eomma mengangguk pasrah.

 

Telak,airmata Kevin akhirnya jatuh juga.

 

“Eommaaku harus menemuinya sekarang,tolong antar aku untuk menemuinya eomma”. Sahut Kevinseraya mencoba bangun walau kondisinya masih lemah.

 

“Andwae!Kau masih sakit Kevin-ahh”. Cegah eommanya mencoba membantunya untukkembali berbaring.

 

“Akubaik-baik saja eomma. Saat ini yang terpenting adalah Seoppie. Dia membutuhkankueomma”. Kevin terus berusaha bangun dan mencoba mencabut jarum infus yangtertancap dipergelangan tangannya, sang eomma berusaha mencegahnya namunhasilnya nihil. Tubuh wanita itu terlalu mungil(?) untuk menahan anaknya itu.”Kevin-ahh,jebal jangan seperti ini nak!!”. Sang eomma meronta,menangis tak tega melihat sang anak berbuat seperti itu dan menangisisahabatnya dengan kondisinya yang masih lemah. “Tolong jangan halangi aku”. Kevin menepis tangan eommanya.Dan mencoba turun dari ranjangnya. Dengan langkah gontai sambil memegangiperutnya yang baru saja dioperasi dia terus berjalan ke tempat Kiseop dirawat.Dia sudah tak menghiraukan teriakan Eommanya.

 

Disepanjangkoridor tak henti-hentinya Kevin merutuki dirinya dan terus berucap maaf padaKiseop. Air matanya tak jua berhenti.

 

 

 

 

 

Sampaidiruang perawatan Kiseop dia langsung memutar knop pintu tanpa ragu. Airmatanya kembali tumpah melihat sosok namja yang terbaring tak berdaya di atasranjang diruangan itu.

 

 

 

“Kiseoppie..”.Bisik Kevin disela-sela isak tangisnya. Dia mendekat ke arah Kiseop yang masihterpejam. Meraih tangan pucat sahabatnya dan menggenggamnya. “Lee Kiseop…hikz..sebenarnyasiapa yang pabo?kau atau aku?hahhh..kenapa kau lakukan ini?”. Kevinmerutuki Kiseop yang masih berada dibawah alam kesadarannya. Kevin menatapwajah sahabatnya itu,meniti setiap lekukan diwajah Kiseop. Kevin tak menyangkabahwa dibalik sikap Kiseop yang dingin, dia juga menyimpan sebuah ketulusan.”Apa ini kau? Kau Lee Kiseop,namja dingin yang selalu bersikap seolah takpernah membutuhkan orang lain?”. Gumam Kevin.

 

 

 

 

 

Tiba-tibasaja sepasang mata indah Kiseop terbuka. Kiseop akhirnya terbangun juga.Tatapannya sayu namun tak menutupi pancaran ketulusan yang ada didalamnya.

 

 

 

Kevinyang melihat sahabatnya terbangun segera menghapus jejak air mata yang sempatmengalir dipipinya. “Kiseoppi”. Sapanya.

 

“Kevin-ahha,,gwenchanayo?”.Sahut Kiseop lemah.

 

“Pabooo!!,harusnyaaku yang bertanya seperti itu”. Semprot Kevin.

 

Kiseoptersenyum tipis.

 

“Kiseop,kenapakau lakukan ini?kau mana bisa hidup dengan satu ginjal?”.

 

“Gwenchanayo,jangankhawatirkan aku Kevin-ahh!”.

 

“Kiseoppie”.

 

“Percayalah,bukankahkita adalah kepompong?”. Kiseop teringat dengan kata-kata Kevin waktu itu.Kevin mendongak yang sedari tadi tertunduk.

 

“Kaupernah bilang kan?merubah Lee Kiseop menjadi Kevin Woo. Aku ulat dan kaukupu-kupunya?”. Kiseop tersenyum setelahnya yang disambung oleh senyumKevin.

 

“Ehmm..kaumasih ingat itu?”. Tanya Kevin.

 

“Tentusaja”. Jawab Kiseop.

 

Kiseopmencoba untuk duduk dan dibantu oleh Kevin.

 

“Akubaru mengerti betapa berharganya seorang sahabat. Jeongmal gomawo Kevin-ahh,sudahmenjadi sahabat yang paling baik dalam hidupku. Kita adalah satu.VinSeop”. Celoteh Kiseop panjang lebar.

 

“Vinseop?”.Tanya Kevin bingung.

 

“Kevin,Kiseop,akhhh… Rasanya aku terlalu berlebihan.Ck!!”. Sahut Kiseop sedikitberdecak.

 

“Aniyo,kaubenar Kiseop. Kita adalah everlasting friend. VinSeop. Tak peduli suka atauduka,kita adalah satu” . Sambung Kevin mantab. Keduanya pun tertawa kecil.

 

“Suatuhari kalau kita berdiri dipanggung yang sama untuk menari ataupun menyanyi,akuakan memperkenalkan diri ANNEYONGHASSEYO VINSEOP IMNIDA.!!!!”. CletukKiseop yang langsung mendapat sambutan tawa lepas dari Kevin.

 

“Kenapakau tertawa?”. Tanya Kiseop mrengut.

 

“Ekspresimulucu sekali Kiseop!!.hahaha..!!!”. Kevin tertawa lagi seraya memegangperutnya.

 

SebaliknyaKiseop hanya bisa mempoutkan bibirnya.

 

MelihatKiseop cemberut Kevin langsung memeluknya, dan sukses membuat orang yangdipeluknya  kaget dan brusaha melepaspelukan itu.

 

“LEPASKANAKU!!!!!, Aku ini laki-laki normal Kevin Woo!!”

 

“Shirreo,kitakan VinSeop”. Ledek Kevin sambil terkekeh.

 

Tanpamereka sadari ada seseorang yang mengintip mereka dari balik pintu. Eomma Kvinehanya bisa geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat keduanya.

 

Benaradanya bahwa dalam hidup ini kita sangat butuh seorang sahabat. Tempat kitaberbagi suka maupun duka. Karena teman ataupun sahabat adalah DIA yang selaludengan setia dan tulus meminjamkan pundaknya untuk kita(sahabat).

 

 

 

Havea friend is the best gift in life.

 

 

THE END

 

 

 

A/N: Sebelumnya FF ini udahpernah author share tapi dengan Cast EunHae. Karena aku VinSeop Shipper, akucoba ganti Castnya dengan VinSeop. Eh ternyata Feelnya lebih dapett.. danauthor suka ! #gakadayangtanya.. buat yang udah baca author ucapin makasih.Semmoga suka n bagi yang gak suka VinSeop Kapel gak usah bashing ya !!..Gomawo!!

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s