FF//Because We’re Vinseop//Twoshot-Part I

Title:Because We’re VinSeop ^^

 

Genre:Friendship,Sad(?)

 

Author: Me

 

Cast:Lee Kiseop (UKISS)

         Kevin Woo (UKISS)

Length:2Shot

Rate:17+

Disclaimer:Cast is themself but FF is mine ! JUJUR !! Author pengen memiliki Vinseop !!#plakplakplak

Warning:Just FanFiction. If you don’t like this cast. Please out for here *Evil..andNothing SIDERS.. remember !! love V_..

 

 

HappyReading

 

 

Bismillah

 

 

 

 ************Because We’re Vinseop************

 

 

Sebutsaja Kevin,ya Kevin Woo namanya. Mahasiswa tampan di Myeongji University. Diasangat populer dikampus itu. Tak sedikit mahasiswi yang jatuh hati padanya.Bagaimana tidak,Kevin adalah mahasiswa yang tergolong ber-IQ cukuptinggi(?),tampan,dan berasal dari keluarga kaya. Dia juga termasuk namja yangperiang dan juga ramah. Ya seperti itulah gambaran singkat dari seorang KevinWoo.

 

 

 

 

 

#######

 

SaatKevin pulang kuliah,dia melewati sebuah ruangan. Oh ternyata itu adalah ruangantempat dimana mahasiswa berlatih dance,,ahh maksudnya mahasiswa yang tergabungdi club dance dikampus ini.

 

 Tiba-tiba langkah Kevin terhenti didepanruangan itu mendengar decikan sebuah sepatu yang bertumbukan dengan porselinyang licin.

 

 “Menarik”pikir Kevin.

 

Entahfaktor apa yang mendorongnya,sampai-sampai dia memberanikan diri mengintipsosok yang tengah asyik menggerakkan badan lenturnya melalui pintu yang sedikitterbuka. Kevin mencoba memberanikan diri sekali lagi  membuka pintu yang sempat menghalangipemandangan indah itu(?).

 

‘krekkkkk’

 

Na’assuara pintu terdengar sampai ketelinga sang pemilik badan lentur itu. Kevinterkejut sekaligus ketakutan melihat sosok itu menatap kearah pintu. “Aigoooo,,matilahaku. Arghh… Kevin pabo!!” Bisiknya sambil menepok jidatnya sendiri.

 

‘tabbb..tabb.taabbb’.

 

 Perlahan tapi pasti langkah kaki terdengarsemakin jelas seakan-akan mendekat kearah Kevin.

 

“Nugusseyo?”.Sapanya dingin namun cukup membuat Kevin terkejut.

“M…mianhaeyo,akusudah mengganggumu”. Jawab Kevin dengan nada bergetar karena ketakutan. Sengeriitu kah sosok itu?*plakk.

 

“Sekalilagi aku tanya, kau siapa?”. Tanya sosok berambut pirang itu sekali lagi. “A..a.. ku Kevin. Kevin Woo”. Sahut Kevin masih ketakutan.

“Ohh”.Refleks bibir sosok itu membulat seperti donat.#LOL

 

“Akusangat menyukai dancemu,kau hebat sekali”. Sahut Kevin girang serayamengacungkan kedua jempolnya.

“Geuraeyo?”.Tanya sosok itu Dingin. Kevin mengangguk cepat. Dengan cepat  sosok bertubuh tegap itu kembali keruangantanpa menghiraukan Kevin lagi.

“Tunggu!!Aku belum tahu namamu siapa?” Teriak Kevin.

 “Kiseop. Lee Kiseop”. Jawabnya yang sejenakmenghentikan langkahnya dan kembali berjalan. “Ehmmm boleh aku datang ketempatini besok?Kiseop-ssi?”. Lagi-lagi Kevin berteriak berharap Kiseop mendengarnya.Tanpa membalikkan badannya Kiseop hanya menggoyang-goyangkan telunjuknya diataskepala seakan-akan berkata-ANDWAEEE-.

 

Betapaekspresi Kevin menjadi murung,kecewa,sedih,kesal dan semacamnya. Padahal diaingin sekali belajar dance secara serius.

 

“Huhhh,,dasarnamja Jelekk..!! Wajahku jauh lebih tampan darinya tapi aku tak sesombongdia…!!!”. Rutuk Kevin dalam hati.

 

 

 

 ‘You’re my obsession…’(ringtone)

 

“yeobosseyo?”

 

“neeomma aku segera pulang”

 

 

 

Kevin menghembuskan nafas yang terlihat sangatberat. Gurat kekesalan terpancar sangat transparan diwajah tampannya. Ditambahlagi dia melihat sebuah mobil mewah berwarna merah marun dan beberapa mobildibelakang mobil itu sudah terparkir rapi dihalaman kampusnya. “Huuuuuuhhh…sampaikapan hidupku akan seperti ini?benar-benar menyebalkan!!aku benci merekasemuaaa…!!!”. Kevin kembali merutuk dan berjalan kearah mobil yang palingdepan.

 

 

 

”CUKUP..akubisa sendiri..!!”. Cegahnya pada sopir pribadinya yang hampir saja membukakanpintu untuknya. Sopir paruh baya itu hanya mampu tersenyum melihat sikap tuanmudanya,begitupula para bodyguard-bodyguard yang setia menemaninya.

 

“Hmmmm,…dasaranak manjaaa.ckckckc”. Gumam Kiseop yang ternyata secara diam-diam mengintipKevin dari kejauhan.

 

 

 

 

 

*********Because We’re Vinseop*************

 

 

 

Sesampainyadirumah tanpa mencari eommanya. Kevin langsung masuk kedalam kamarnya. “ Kevin-ahhchagii,jamkan..!!” Teriak sang eomma yang berjalan kearahnya.

“Adaapa?”. Tanya Kevin dingin dan seketika menghentikan langkahnya.

“Kau tidak lupa kan nak? Kalau hari ini kau harus…….”.

 

“Kerumahsakit?? Cuci darah??”. Kevin langsung memotong pembicaraan eommanya.  Wanita paruh baya yang tampil elegan itumengangguk pelan.

“Aku ingat eomma,sangaaat ingat!”. Tambahnya. Sang eommapun tersenyum lega.

“Sayangnya.Aku tidak mau ketempat menyebalkan itu,eomma tau? Aku sangat benci tempatituuu!!” Sahut Kevin yang sontak membuat wajah cantik eommanya berubah menjadimurung.

 

“Kevin-ahh”

 

“Sudahlaheommaa,aku lelah harus menjalani hidup seperti ini. Aku benar-benar lelah”.Keluhnya dengan suara agak meninggi.

“Andwae!! Kevin-ahh jebal jangan seperti ini!”. Pinta eommanya yang tiba-tiba memelukerat Putranya yang mulai bergetar tubuhnya.

“Eommakalau sudah tiba waktunya, aku juga akan mati, cepat atau lambat.” Ucapannyasukses membuat sang eomma sock melepas pelukannya dan mencari bola mata indahmilik anak semata wayangnya. Wanita paruh baya itu menatap lekat kilauan bolamata sang anak.

 

“Benarkaneomma?”. Tanya Kevin tanpa ekspresi. Dengan sigap eommanya meletakkan jaritelunjuknya dibibir merah anaknya itu. “Kau tidak boleh berkata seperti itu,eomma tidak mau mendengarnya lagi, eomma akan berusaha semampu eomma agar kaubisa sembuh chagi,eomma bisa gila kalau harus kehilanganmu nak, hanya kau yangeomma punya didunia ini,arrasseo?”. Terang eommanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.Kevin tak bisa  berkata sepatah katapunmelihat pengorbanan sang eomma yang amat sangat mencintainya. Tak terasabutiran bening yang sedari tadi tersangkut dipelupuk mata namja berambut hitamitu akhirnya jatuh juga. Dia terharu bahkan tersentuh dengan ketekataneommanya. “Eommaaaa, mianhae jeongmal mianhae”. Sahut Kevin yang tiba-tibaparau. Kevin kembali memeluk sang eomma yang amat sangat dia sayangi.

 

 

 

 

 

AkhirnyaKevin kembali mau untuk pergi kerumah sakit sore itu, guna melakukan chek updan cuci darah(?). Ya Dia mengalami gagal ginjal sejak lama. Satu dari sepasangginjalnya rusak(?) menyebabkan ginjal itu tidak bisa berfungsi dengan baik. Dantidak jarang dia harus dirawat ditempat yang serba steril itu dalam waktu yangcukup lama. Pendek kata Rumah sakit adalah rumah kedua Kevin. Memang tersiksabagi seorang Kevin Woo yang baru menginjak umur 19 tahun harus menjalani hidupyang dibalut dengan ketidakbebasan seperti itu. Kemana-mana dia harus dikawalbeberapa bodyguard bertubuh kekar. Sesungguhnya hal itu tidak harus dilakukan,tapi karena sang eomma yang teramat protektif, apa mau dikata? Kevin harusmenerima semua itu.

 

 

 

 

 

 

 

********

 

Keesokanharinya seperti biasa, pagi-pagi sekali Kevin pergi kekampus dengan mobil merahmarun kesayangannya. Karena Kevin tidak mahir dalam hal setir menyetir jadiharus ada sopir pribadi yang selalu setia antar jemput dia.

 

Sebelumpergi kekampus tak lupa namja berwajah tirus itu memberi morning kiss on thecheek pada eommanya.

 

 

 

 

 

Sesampainyadikampus

 

Sepertibiasa Kevin selalu meluangkan waktunya untuk pergi keperpustakaan sekedarmembaca-baca buku untuk menambah wawasannya. Maklum mahasiswa teladan *plakk.

 

Ketikadia sedang asyik mencari buku yang ingin dibaca. Tak sengaja dia melihatsesosok namja pirang mengenakan hoodie abu-abu bergambar Rillakuma(?) tengahduduk bersila membaca buku dengan serius.

 

“Siapadia?”. Batin Kevin sambil lalu mengintip dicelah buku yang tidak tersusundengan rapi.

 

“LeeKiseop”. Sapa Kevin yang berhasil mengejutkan namja bermata bulat itu. Karenasuasana perpustakaan masih sepi dan hanya mereka berdua yang berada ditempat penuhilmu itu, maka suara Kevin terdengar sedikit memantul. Seraya terkejut namjayang katanya adalah Lee Kiseop itu akhirnya mendongakkan kepalanya,celingakcelinguk mencari sumber suara yang tadi sempat ia dengar.

 

 

 

 

 

“Kauuuuu???”

 

“AnneyongKiseop-ssi”. Sapa Kevin sok akrab.

 

Dengandinginnya Kiseop hanya mendehem dan tak menjawab pertanyaan Kevin. Kevin tetap  tersenyum merespon sikap Kiseop.

 

Tiba-tibasuasana menjadi hening sejenak. Kiseop kembali sibuk membaca buku. “Kau sedangapa?”. Tanya Kevin memulai pembicaraan. Kiseop lagi-lagi tidak menjawabpertanyaan Kevin namun menunjukkan Buku itu kedepan mata Kevin. -FISIKA DASAR-.Ya itulah judul buku yang tertera dibuku Kiseop. Dan dia kembali membacanya dantak menghiraukan Kevin. Kevin pun mempoutkan bibirnya dengan lucu. Suasanakembali hening. Dengan bentuk bibir yang masih mengerucut,Kevin menatapkesegala arah disekitar Kiseop dan akhirnya pandangannya terhenti diselembarkertas di atas ransel Kiseop yang berisi soal-soal fisika yang lumayan untukmemeras otak dan membuat orang botak(?).

 

Dengansantainya Kevin menyambar kertas itu.

 

“Heyykau mau apa?”. Teriak Kiseop seraya merebut kertas yang ada ditangan Kevin,tapi sayang Kiseop kurang cepat gerakannya sehingga Kevin berhasilmenyembunyikan Kertas itu dibalik punggungnya.

 

“Kauini pelit sekali, aku kan hanya ingin melihatnya saja Lee Kiseop!”. Sahut Kevinmulai berani . Kiseop hanya terdiam dan tetap bersikap dingin. “Ohh kau pastitidak bisa mengerjakan soal-soal ini ya?”. Tanya Kevin asal menebak. Kiseopmasih terdiam. “Keokjonghajima, biar aku yang mengerjakannya”. Tambah Kevinseraya mengeluarkan sebuah pena dari ranselnya.

 

“Tidak usah!!”. Sahut Kiseop dengan kasarnya merebut kertas itu dari tanganKevin. Dan Kevin mencoba merebut kertas itu lagi.

 

“Biaraku yang mengerjakannya Lee Kiseop, kau boleh tidak menyukaiku. Tapi aku tidakbisa membiarkan seseorang dalam kesulitan, aku harus membantunya. Jadi kautidak usah sok tidak butuh orang lain” celoteh Kevin panjang lebar. 

 

Kiseopterdiam mencerna semua ocehan Kevin. ‘Apa benar aku seperti itu? sok tidak butuhorang lain?’. Batinnya sambil menatap Kevin yang tengah sibuk mengerjakantugasnya.

 

 Baiklah, Kiseop memanglah sosok namja yangdingin,sedingin es dikutub utara mungkin(?). Seorang dancer handal dikampusyang selalu menutup diri dari siapapun. Pribadinya benar-benar tertutup rapatdan sosok yang penyendiri. Seorang putra tunggal dari pengusaha kaya yang hausakan kasih sayang orang tuanya. Orang tuanya yang terlalu sibuk dengan urusanbisnis. Walaupun hidupnya dimanjakan oleh harta berlimpah tapi hal itu tidakberarti apa-apa dibandingkan dengan kasih sayang yang dia harapkan dari keduaorang tuanya. Karena itulah dia suka menyendiri, karena menurutnya diadilahirkan untuk hidup sendiri,makan sendiri,tidur(?) sendiri bahkan matipunsendiri.Poor.

 

“Sudahselesai!”. Sahuut Kevin sambil menghembuskan nafas penuh kelegaan. Kiseop masihterdiam seakan tak ada kata-kata yang ingin dilontarkan. “Baiklah,sebentar lagiaku ada kelas, jadi aku pergi dulu,anneyong” . Tambah Kevin yang bergegas pergidari tempat itu. Dengan senyum penuh ketulusan Kevin meninggalkan Kiseop yangmasih terpaku menatap hasil pekerjaan Kevin.

 

“Gomawo”.Tiba-tiba saja kata itu terlontar dari bibir namja berambut pirang itu, membuatlangkah Kevin terhenti dan berbalik kearah sumber suara. “Ne,Cheonmaneyo……Kiseop-ssi”.Jawab Kevin akhirnya dan kembali melanjutkan langkahnya. Kiseop menatappunggung Kevin yang semakin menjauh dari pandangannya.

 

“Akuslalu bersikap dingin padanya. Acuh dan cuek. Tapi dia sama sekali tidak pernahmengeluh. Setiap ucapannya selalu diiringi dengan senyum yang menyejukkan bagiorang yang melihatnya. Berbeda jauh denganku yang selalu bersikap dingin padasemua orang dan sok tidak butuh orang lain,kau payah Lee Kiseop. Hidupmubenar-benar menyedihkan”. Kiseop merutuki dirinya sendiri. Yeayy Kevin mampumengetuk pintu hati Kiseop. Menjadikan hamparan salju yang mengendap dihati Kiseopberubah menjadi lautan biru yang damai dan menyejukkan. It’s amazing..!!

 

 

 

***********FY**********

 

Sepertibiasa sepulang kuliah Kevin melewati sebuah ruangan tempa pertama kali diabertemu dengan Kiseop.

 

 

 

“Diapasti sedang latihan”. Ucap Kevin seraya celingak celinguk ke arah ruangan itu.

 

“Ohandwae..aku tidak boleh tidak boleh masuk, dia kan tidak mengijinkankumenyaksikan dia saat latihan,ahh lebih baik aku pulang saja”. Kevin terusmenyusuri koridor tanpa menoleh kearah ruangan itu. Dia terus berjalan cepatberharap Kiseop tak melihat dirinya.

 

“KEVINWOO…!!!!!”. Langkah Kevin terhenti seketika ketika mendengar ada yangmenggemakan namanya. Dia memutar kepalanya kearah sumber suara. Dan ternyataorang yang meneriakinya adalah Kiseop. Senyum mulai terkembang dibibir manisKevin. Berbeda dengan Kiseop yang masih enggan mengumbar senyumnya, tetapiwajahnya tak lagi horror(?) seperti sebelumnya. “Jangan buang-buangwaktumu hanya untuk berdiri terpaku disitu,bukankah kau ingin belajar dancebersamaku?”. Teriak Kiseop. Telak senyum Kevin mulai terkembang.

 

“Jadikau mengijinkanku?”. Tanya Kevin tak percaya. Tanpa bergeming, Kiseoplangsung masuk keruangan itu dengan cueknya. Dan Kevin mengekor, mengikutilangkah Kiseop dengan senang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

Kiseopmulai menyalakan musik sebagai backsong. Perlahan tapi pasti dia menggerakkananggota tubuhnya dengan lincah. Gerakan-gerakannya begitu detail. Kiseopmelakukannya dengan sangat baik. Kevin hanya bisa terkagum kagum melihatgerakan Kiseop dan tanpa sadar namja berambut hitam itu pun ikut menggerakgerakkan anggota tubuhnya. Tanpa Kevin sadari Kiseop memperhatikan setiapgerakan Kevin tanpa berkedip(?). “awal yang bagus” batin Kiseopseraya mengangguk anggukkan kepalanya.

 

Kiseopmenghentikan latihannya guna istirahat sejenak. Keringat menetes satu per satudari ubun-ubun Kiseop menyusuri wajah putihnya.

 

 

 

“Kiseoppiekenapa berhenti?”. Tanya Kevin menghampiri Kiseop yang tengah dudukbersandar dipojok ruangan yang terbilang besar itu.

 

“Lelah”Jawab Kiseop seadanya.

 

“Dancemusangat bagus,joha Seoppie”. Sahut Kevin seraya duduk disamping Kiseop yangtengah bersandar didinding kaca ruangan itu.

 

“Seoppie?”.Tanya Kiseop sedikit menaikkan alisnya.

 

“Ne,akuakan memanggilmu Seoppie agar aku bisa lebih akrab lagi denganmu. Tak apakan?”. Terang Kevin dengan senyum yang tak pernah lepas dari bibirnya.Kiseop terdiam seraya memainkan bibirnya.

 

“Eehmmm..iniuntukmu”. Sahut Kevin seraya menyodorkan sebotol air mineral pada Kiseop.Dengan ragu Kiseop mengambil botol air mineral itu dari tangan Kevin.

 

“Lalubagaimana denganmu?”. Kiseop membuka suara.

 

“Keokjeonghajima,aku membawa dua botol”. Jawab Kevin seraya meneguknya.

 

‘Ck..anakini lucu sekali,aku bahkan tak pernah membawa air mineral kemana-mana’ pikirKiseop yang masih memandang heran pada Kevin.

 

“Memangnyakau tak pernah membawa air mineral kalau sedang latihan”. Tanya Kevin sembarimengusap bekas air yang sedikit mengalir dari sudut bibirnya(*WOWWW..!!!).

 

Kiseopmenggeleng polos. “Lalu..kalau kau lelah?kalau kau haus?”. Tanya Kevinsedikit membelalakkan matanya.Kaget.

 

Kevinmenggeleng lagi dan menjawab “Aku bahkan jarang minum air putih”.

 

“Aiiishh..JEONGMALMICYEOSSEO”. Teriak Kevin yang sukses membuat Kiseop tersentak kaget.

 

“Kautau?kalau kau tidak banyak-banyak mengkonsumsi air mineral,kau akan kekurangancairan. Dehidrasi. Dan kau tahu akibatnya?itu akan merusakginjalmu,ARRASSEO!!!!”. Tiba-tiba Kevin berceramah panjang lebar menjadiluas persegi dan alhasil membuat Kiseop tercengang. Memandang Kevin takpercaya. “K..kevin”.

 

“Kautahu? Tidak sedikit penderita gagal ginjal yang berusaha sekuat tenaga,bahkanrela menghabiskan harta yang dimilikinya untuk bisa sembuh dan hidup dengannormal. Tapi kau..kau malah menyia-nyiakan kesehatanmu!!”. Terdengar nafasKevin naik turun penuh emosi. Diapun beranjak dari tempat duduknya dan pergimeninggalkan Kiseop yang masih mlongo melihat tontonan yang mengejutkan itu.”Anak ini benar-benar aneh,dia bahkan tidak berontak saat aku bersikapcuek padanya. Tapi hanya karena sebotol air mineral emosinya jadi meledakseperti itu. Apakah ini seorang Kevin Woo?”. Kiseop begidik  ngeri menatap Kevin yang sudah lenyap daripandangannya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

3hari,4 hari,1 minggu, 2 minggu telah terlewati. Terlepas dari masalah airmineral yang sempat membuat emosi Kevin berapi-api, kini Kevin semakin akrabdengan Kiseop. Tetapi suasana tidak berubah. Walau mereka akrab tapi Kiseop tetapsaja bersikap dingin pada Kevin. Memang sulit untuk merubah sifat yang tumbuhsejak lahir. Tapi Kevin tidak pernah sedikitpun mengeluh dengan sikap Kiseop.Justru dia sangat senang memiliki teman seperti Kiseop. Tidak jarang Kevinmembantunya untuk mengerjakan tugas fisika yang membuat Kiseop nyaris botak(?).

 

KarenaKevin mengambil jurusan sains murni dikampusnya,tidak heran kalau soal-soalyang menurut Kiseop cukup memeras otak justru adalah cemilan empuk untuk Kevin.Begitu sebaliknya, Kiseop juga melatih Kevin dance(?).

 

 

 

Siangitu mereka sedang asyik berlatih dance. Tak jarang terdengar canda tawa darimulut Kevin yang berusaha mencairkan suasana dan berharap Kiseop bisa merespon.Namun lagi-lagi Kevin gagal membuat Kiseop tergerak.

 

“Seoppie,akuingin kau menjadi temanku. Ahh tidak tidak,aku ingin kau menjadi sahabatku. Selamanya.Everlasting Friend”. Sahut Kevin disela-sela latihan. Kiseop hanyamendehem. Mereka menghentikan latihannya sejenak. Suasana menjadi hening.Bahkan kalaupun ada jarum yang jatuh ke lantai,niscaya suaranya akan terdengar.

 

“Kenapakau ingin aku menjadi temanmu?”. Tanya Kiseop memecah keheningan. Kevinmenatap Kiseop.

 

“Akubahkan tidak pernah bersikap baik padamu”. Sahut Kiseop lagi balikmemandang Kevin.

 

“Siapabilang,kau sangat baik padaku Seoppie. Kau sudah mau melatihku dance saja akusudah sangat berterima kasih kepadamu”. Jawab Kevin polos.

 

Kiseopterdiam meresapi semua kata-kata yang dikatakan Kevin. Kata-katanya memangsederhana tapi mengandung sejuta makna. ‘Dia sangat menjunjung tinggi nilaipersahabatan’ batin Kiseop.

 

“Akuingin kita bersahabat bagai kepompong,merubah ulat menjadi kupu-kupu. MerubahKevin Woo menjadi Lee Kiseop”. Cletuk Kevin tanpa dosa dan telak mendapatdeatglare dari namja disampingnya. Kiseop. “Jadi maksudmu?aku ulatnya dankau kupu-kupunya?”. Tanya Kiseop menatap horor pada tersangka. “A..akutidak bilang seperti itu”. Kelit Kevin yang berusaha menahan tawanya.

 

“Tapimaksudmu seperti itu Kevin Wo !!,YAKKK..!!!!”. Kiseop mulai gemas dengansikap Kevin. Kiseop mengejar Kevin yang tengah berlari menghindarinya denganmenjulurkan lidahnya ke arah Kiseop.

 

 

 

 

 

 

 

**

 

“Hoss..hoss….capek..! larimu kencang sekali Kevin-ahh. .hoss hoss..!!!!”. Kiseop terdudukkelelahan mengejar Kevin dengan nafas yang tersengal-sengal.

 

“Hahaha,serujuga Kiseoppie”. Jawab Kevin tertawa lepas. “Aishh..apanya yangseru?”. Sahut Kiseop mencibirkan bibirnya. “Baiklah,kalau begitu akupulang dulu”. Sahut Kevin yang bersiap pergi dari tempat itu.

 

“Tunggu.!!”.Cegah Kiseop.

 

“Ne”.

 

“Besok…kauakan berlatih bersamaku lagi kan?”. Tanya Kiseop menelan ludah. Gugup.

 

“TentuSeoppie. Tunggu aku !”. Jawab Kevin dengan senyum sumringahnya.

 

“Josimhae”.Ucap Kiseop pelan.

 

“Gomawo”.Kevin tersenyum. Kiseop melambaikan tangannya kearah Kevin.

 

“Ittabwayo”.Bisik Kiseop. Sudut bibir Kiseop sedikit terangkat. Namja tampan itu tersenyum akhirnya.Ya semua karena Kevin.

 

Selangbeberapa Kiseop akhirnya pulang. Disepanjang jalan dia mengingat kembali apayang dikatakan Kevin. ‘merubah ulat menjadi kupu-kupu,merubah Lee Kiseopmenjadi Kevin Woo’.

 

“Ck..diapikir aku mirip ulat. Aishh..anak itu ada-ada saja”. Gumam Kiseop. Nicesmile tampak dibibir Kiseop. Manis.

 

 

 

 

 

Sedangkandirumah Kevin tampak seorang wanita paruh baya tengah mondar mandir. Dansesekali memandangi jam yang terpajang apik didinding rumah yang terbilangbesar. “Sebenarnya kemana anak ini,ponselnya juga tidak bisa dihubungi.Kevin-ahh berhentilah membuat eommamu ini khawatir. Arghh. .”  . Dengus wanita yang ternyata adalah eomma Kevin.Dia terus menghubungi anak semata wayangnya itu. Tapi lagi-lagi hasilnya nihil.Ponselnya tak bisa dihubungi.

 

 

 

Cklekk..

 

Pintutiba-tiba terbuka. Dan terlihat dari balik pintu Kevin dengan senyum polosnyaberjalan menghampiri sang eomma yang tengah mengkhawatirkannya.

 

Denganwajah yang terlihat lelah dan pucat Kevin masih sempat menyunggingkan senyumnyaberharap dapat mengurangi rasa khawatir eommanya.

 

“Kevin-ahh,kaukemana saja?kenapa ponselmu tidak bisa dihubungi?eomma sangatmengkhawatirkanmu. Arra?”. Kedatangan Kevin dihujani berbagai pertanyaanoleh eommanya.

 

“Eommamianhae,tadi aku menemui temanku. Hanya sebentar. Sungguh!!”. Terang Kevinseraya membentuk huruf V dengan kedua jarinya.

 

“Kenapakau tidak menghubungi eomma?”. Tambah sang eomma.

 

Belumsempat Kevin menjawab pertanyaan eommanya. Tiba-tiba tubuh Kevin lemas dan…

 

BRUKKK

 

Kevinambruk menubruk tubuh kecil milik eommanya. Kevin pingsan.

 

“Kevin-ahh,ireona..ireonaaa”.Wanita itu mengguncang tubuh ringkih anaknya. Kecemasan mulai terpancar diwajahcantik wanita itu. Melihat keadaan tuan mudanya,Lee ahjussi selaku sopirpribadi Kevin dengan sigap menggendong tubuh tuan mudanya kedalam kamar.

 

Sedangkaneomma dengan cekatan menghubungi Dokter Kim. Dokter pribadi keluarga Kevin.

 

 

 

 

 

 

 

“Eotthe?bagaimanakeadaan anakku dok?”. Tanya wanita paruh baya itu.

 

“Mungkindia terlalu banyak beraktifitas hari ini,jadi dia kelelahan”. TerangDokter Kim.

 

‘Apayang sudah dia lakukan hari ini?’. Batin wanita itu.

 

“Diabutuh istirahat selama beberapa hari kedepan,jadi tolong jangan biarkan diaberaktifitas dulu”. Tambah Dokter Kim.

 

“Nde,algesseumnida.Kamsahamnida”. Jawab eomma Kevin seraya membungkukkan badan kearah DokterKim.

 

 

 

Selangbeberapa waktu sepulang Dokter Kim. Kevin pun terbangun. Dilihatnya sang eommayang tertidur disampingnya. “Eomma” Sahutnya dengan suara paraunya.

 

Eommanyapun terbangun mendengar suara Kevin.

 

“Kevin-ahh,kausudah bangun chagi. Syukurlah. Mana yang sakit?”. Tanya eommanya serayamembelai rambut anaknya. Sang anak menggeleng lemah sambil tersenyum.”Gwenchana eomma”. Jawab Kevin setenang mungkin.

 

 

 

“Eomma,besokaku….”

 

“Andwae,kauharus istirahat dirumah selama beberapa hari. Jadi eomma tidak akan mengijinkanmuberaktifitas diluar rumah”. Celoteh sang eomma memotong pembicaraan Kevin.

 

“Tapi..Aku…”

 

“KevinWoo.!” Tegas eommanya.

 

“Akusudah tidak apa-apa eomma. Jeongmal gwenchanta”. Kevin ngotot.

 

“Kevin-ahh,inijuga demi kesehatanmu nak”. Sahut eommanya lagi. Kevin menatap eommanyadengan mata berkaca-kaca. Sang eomma hanya bisa menatap tak tega pada buahhatinya itu.

 

“Eomma?Kenapa aku harus seperti ini??”. Ucap Kevin pelan. Sang eomma menarikpelan tubuh Kevin kedalam dekapan hangatnya,mencoba menenangkannya.

 

“Tenanglahanakku,semuanya akan baik-baik saja”. Sang eomma mengelus punggung Kevinyang mulai bergetar. Kevin menangis. Tangis eommanya tertahan mendapati anaknyayang terlihat rapuh. Ya seorang ibu yang tegar demi putranya.

 

 

 

 

 

 

 

Keesokan harinya. Temaram cahaya matahari pagi menembus hangat kabut embun tipismemantulkan kilau cahaya dikaca jendela. Kevin terbangun karena kilauan sangsurya dari celah jendela yang menyilaukan matanya. Seraya menyipitkan mata,diaberanjak dari tempat tidurnya yang masih berantakan dan mendekat ke arah cahayayang berasal dari jendela kamarnya. Disisihkannya korden putih yang sedikitterbuka karena terpaan angin.

 

Dihirupnyaudara segar pagi itu. O2 yang masih murni dan belum terkontaminasi oleh polusiapapun. Sangat baik untuk kesehatan. “Fresh”. Gumamnya serayamemejamkan mata menikmati segarnya udara pagi itu. Tiba-tiba matanya memandangkeluar jendela. Tercium aroma semerbak bunga melati dari bawah jendela menusukhidung mancungnya. “Melati itu….Cantik” gumam Kevin sembari menataprimbunan bunga melati itu.

 

“Pelan-pelanmelati itu akan berguguran meninggalkan tangkainya. Berjatuhan,layu dan padaakhirnya…mati. Apakah hidupku akan Sama dengan melati itu? ” Batin Kevin.Miris.

 

Beberapasaat kemudian dia memandangi arloji hitam yang melingkar dipergelangantangannya yang semakin kurus.

 

“Kiseoppie”.Gumamnya pelan.

 

“Mianhaeyo,akutidak bisa menemuimu”. Sesalnya menatap jauh keluar jendela.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkanditempat lain, Seperti biasa,sepulang kuliah Kiseop menghabiskan waktunya untukberlatih dance. Menurutnya menari adalah inspirasi hidupnya. Pengobat rasajenuh setelah berkutat dengan rumus-rumus fisika yang sukses mengkeritingkanotaknya. Ya beginilah nasib mahasiswa yang salah jurusan(?).

 

 

 

Sepertinyadia sedang menunggu kedatangan Kevin yang biasanya lewat didepan ruangan itu.

 

“Kemanadia? Apa dia lupa kalau hari ini kita akan latihan bersama?ck..”. Kiseopmulai gelisah karena sahabat yang baru dikenalnya beberapa minggu lalu tak jugadatang. 

 

Sampaidia tertidur ditempat itu. Namun orang yang ditunggu tak kunjung datang juga.Hingga sampai saatnya hari mulai gelap. Suara serangga malam telah terdengarbersaut-sautan memamerkan suara khas masing-masing. Karena Kiseop berfikir Kevintidak akan datang, Akhirnya dengan kesal dia beranjak pergi dari tempat itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tigahari telah berlalu. Kiseop tak pernah lagi melihat Kevin . Namja tampanberkulit putih yang biasanya datang lebih awal dari mahasiswa lain, tak ditemuibatang hidungnya. Yang biasanya dengan semangat menyusuri koridor kampus serayabersenandung ria melewati ruangan favorit Kiseop. Selama tiga hari ini juga takditemui sosoknya. Seorang namja yang memiliki pancaran mata bening penuhketulusan itu tiba-tiba menghilang membuat Kiseop bertanya-tanya. Dia curigasebenarnya ada apa dengan sahabat yang baru dia kenal itu? Apa terjadi sesuatupadanya?

 

Segudangpertanyaan muncul dibenak namja pemilik mata bulat itu.

 

Denganlangkah tak semangat Kiseop menuju motor silvernya yang terparkir didepanruangan itu.

 

Dipasangnyahelm hitam untuk menutupi ketampanannya.

 

 

 

“Kiseoppieeee..!!!”.Terdengar suara yang tak asing ditelinga Kiseop memanggil namanya. Dengan raguKiseop menoleh kearah orang itu. Dan ternyata orang itu adalah…. Kevin. Orangyang selama ini dia tunggu-tunggu. Namun Kiseop hanya menatap dingin pada sosokyang mendekat ke arahnya. “Kiseop,mianhae.aku…aku tidak datang menemuimuwaktu itu”. sesal Kevin. Kiseop membuang muka sesukanya tanpa menjawabsepatah katapun.

 

“Kiseoppieaku tahu kau pasti marah padaku”.

 

“Lupakan!!”.

 

“Mwo?”.

 

“Bukankahitu tidak penting bagimu Kevin Woo?”

 

“LeeKiseop !”

 

“Kautidak tahu berapa lama aku menunggumu? Kau tidak tahu bahkan aku sampaitertidur ditempat ini hanya karena menunggumu?” celoteh Kiseop datar.

 

“A..aaaku”.

 

“Ck. .aku rasa aku memang tak pantas menjadi temanmu,aku lebih pantas hidupsendiri”.

 

“Kiseoppiebicara apa kau ini?”.

 

“Sudahlah,anggapsaja kita tak pernah mengenal”.

 

 

 

 

 

Jedderrrrr…!!

 

Serasapetir menyambar serta menghanguskan tubuh Kevin mendengar apa yang baru sajadikatakan Kiseop. Sakit. Jantungnya berdenyut sakit. Tak percaya sahabatnyaakan berkata seperti itu.

 

“K..Kiseoppie”.Gumam Kevin sedih.

 

Kiseoptak lagi menghiraukan Kevin yang masih sock. Dia menstater motornya dan melajukencang meninggalkan Kevin yang masih terpaku menatapnya.

 

“Kiseoppie..Tunggu!!! Yaaaa.. Jebal!!!”. Kevin berlari mengejar Kiseop yang sudahmelesat jauh bersama motornya.

 

“Arghhh..!!!.”

 

 

LangkahKevin terhenti,merasakan sakit yang terasa sangat menusuk diperut kanannya. Diamencengkeram perutnya mencoba menahan rasa sakit itu.

 

‘Kenapaharus sekarang?Tuhan aku mohon jangan lakukan ini’. Batinnya sembari meringiskesakitan. Dia tak sanggup lagi mengejar Kiseop dan akhirnya dia terjatuh.

 

 

 

 

 

 

 

Sejakkejadian itu Kiseop tak lagi bertemu dengan Kevin. Bahkan dia tak pernah lagimelihat sosok ceria itu dikampus. Membuat perasaannya terganjal. Perasaanbersalah mulai menghantui benaknya. Bisa dimaklumi suasana hati Kiseop saat itusedang kesal dan kecewa. “Tidak seharusnya aku berkata seperti itupadanya”. Gumam Kiseop. Dia menatap kosong ke arah jendela kamarnya.Tinggg…(?)

 

“Akuharus menemui Kevin dan meminta maaf padanya. Iya itu akan lebih baik”. Cletuknyalagi.

 

AkhirnyaKiseop langsung menyambar kontak motornya dan segera bergegas untuk menemui Kevindikampus.

 

 

 

 

 

Sesampaidikampus Kiseop langsung berjalan kearah kelas Kevin. Namun tak ditemuinyasosok yang dia cari. Dia lengah dan putus asa. Dia terduduk dibangku yang berjajarrapi didepan kelas Kevin.

 

 

 

“LeeKiseop..kau kah itu?”. Kiseop terkejut mendengar ada yang menyapanya.

 

“Nde,Lee Kiseopimnida.nnuu….u….guseyo?”. 

To Be Continue……

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s