~ FF % All My Love % One Shoot ~

 

Tittle : All MyLove

 

 

Cast: Kim Kyu Jong (SS501)

SongHyo Kyung (Author)

HeoYoung Saeng (SS501)

KimHyun Joong (SS501)

OtherSS501 member

Andother casts

 

Author : Wulan(Song Hyo Kyung)

 

Genre: Family life, Romance, A Little Funny

 

 

Summary: “Bukanbegitu yeobo. Semua ini keinginan keluargamu. Mereka ingin yang terbaikuntukmu. Jelas aku sangat mencintaimu tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa”.

“Harusnya oppa mempertahankanku danmenentang mereka”.

“Aku tidak bisa yeobo. Aku tidak mampumelakukan hal itu”. KyuJong oppa tertunduk sedih. Kata-katanya membuat hatikusakit dan kecewa. Bagaimana bisa seorang suami membiarkan istrinya dijodohkandengan orang lain?

 

 

xXx SS501  xXx

 

            Akumenapaki kakiku memasuki sebuah café. Mataku menyusuri segala arah mencobamencari namja tampan bernama Kim Hyun Joong yang tak lain adalah kakaksepupuku. Aku melihatnya melambaikan tangan ke arah ku. Dia itu selalu saja mencaritempat duduk di pojokan, membuatku menggerutu karena sulit menemukannya.

 

            Akuberjalan mendekatinya. Dia duduk sambil tersenyum menatapku. Dia membawaseorang namja yang rencananya akan dijodohkan denganku. Tapi aku malas melihatwajah namja itu. Agh! Aku sebal dipaksa seperti ini. Aku hanya terus cemberutmenatap HyunJoong oppa hingga dia memberi isyarat padaku untuk duduk.

 

“HyoKyung, ini Heo Young Saeng”. UcapHyunJoong oppa berusaha memperkenalkan kami.

“Annyeonghaseyo”. Namja itu berkataramah padaku. Tapi aku hanya menggumam untuk membalas salamnya. Aku menatapnamja itu. Wajahnya sangat imut dan menggemaskan. Tapi apakah hatiku akantertarik padanya?

 

“YoungSaeng ini adalah sahabatkuHyoKyung. Tersenyum sedikitlah padanya”. HyunJoong oppa memasang wajah manisuntuk menggodaku. Ihs! Oppa ku ini sangat menyebalkan.

 

“Biarkan saja dia seperti itu HyunJoong.Dia tetap terlihat manis”. Namja itu mencoba menggoda ku?! Agh! Aku sebal,sebal, sebal!!!

 

            Akumelirik tajam ke arahnya tapi dia tetap tersenyum manis padaku. Lihatlah matasipitnya yang menghilang karena senyumannya itu. Huft! Tapi satu hal yang takbisa kupungkiri, senyumnya membuat hatiku damai.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akupulang ke apartment dengan lemas. Padahal aku hanya keluar dan menemui merekaselama 2 jam. Mungkin karena aku tidak ikhlas jadinya seperti ini.

 

“Yeobo, kau sudah pulang? Bagaimananamja itu?”

“Huft! Dia teman HyunJoong oppa. Lebihtua setahun dari oppa”.

“Apa kau menyukainya yeobo?”

 

            Akumenatap KyuJong oppa sengit. Membuatku semakin kesal saja sih dia! “Pertanyaanmacam apa itu?! Oppa berharap aku menyukainya?! Kenapa semudah itu oppamelepaskanku?! Apa oppa sudah tidak mencintaiku lagi?! Apa oppa sudah tidakmenganggap aku ini istrimu lagi?!”

 

“Bukan begitu yeobo. Semua ini keinginankeluargamu. Mereka ingin yang terbaik untukmu. Jelas aku sangat mencintaimutapi aku tidak bisa berbuat apa-apa”.

“Harusnya oppa mempertahankanku danmenentang mereka”.

“Aku tidak bisa yeobo. Aku tidak mampumelakukan hal itu”. KyuJong oppa tertunduk sedih. Kata-katanya membuat hatikusakit dan kecewa. Bagaimana bisa seorang suami membiarkan istrinya dijodohkandengan orang lain?

 

“Nappeun!” Aku berjalan menuju kamar danmembanting pintu dengan kuat. Airmataku mengalir dengan deras. Aku sangat bencidengan keluargaku yang tidak pernah mengerti aku. Aku sudah punya suami tapikenapa mereka masih bersikeras menikahkanku dengan orang lain?!

 

xXx SS501  xXx

 

            Akumembuka mata perlahan dan mengambil ponselku yang mengalunkan lagu Crazy ForYou milik SS501. Itu adalah nada alarm. Ternyata sudah pagi. Aku berbalik danmelihat KyuJong oppa masih terlelap. Tadi malam aku terlalu kesal dan tidakmenatapnya sama sekali sampai kami tidur. Agh! Saranghae oppa. Ucapku dalamhati.

 

            Akumenuju dapur untuk membuat sarapan. Sebelumnya aku ke kamar mandi dulu untukmembasuh muka dan gosok gigi. Aku melihat KyuJong oppa sudah bangun saat akutengah memasak. Dia langsung menuju kamar mandi untuk mandi. Suamiku itu sangatrajin.

 

            Selesaimemasak, aku menuangkan makanan itu di atas dua buah piring lalu membawanya kemeja. Saat bersamaan KyuJong oppa sudah selesai mandi dan terlihat segar. Diamenghampiri meja dan duduk berseberangan denganku yang sedang menikmatisarapan.

 

“Yeobo?” Ucap KyuJong oppa ragu-ragu.Aku hanya diam tak menjawab ataupun melihatnya. “Yeobo, kau masih marahpadaku?” Aku masih tetap diam dan tak bergeming sama sekali. Aku tau akuketerlaluan terhadap suamiku, tapi harusnya dia mengerti aku dan janganmembuatku marah padanya. “Mianhae yeobo, jebal”.

 

            Akumenatap mata sendu itu dengan lirih. Hatiku sakit melihatnya bersedih tapi akujuga masih kesal padanya. Huft! Sudahlah aku hilangkan saja keegoisanku yangbetah marah ini. “Jangan seperti itu lagi. Oppa terlihat seperti tidakmencintaiku. Oppa membuatku kecewa”.

 

“Jangan marah yeobo. Kau tau pasti akusangat mencintaimu. Jangan seperti ini. Aku juga ingin yang terbaik untukmu”.

“Huft! Nanti aku ada janji bertemudengan namja itu”.

“Gwaenchanha. Pergi saja yeobo”. Ucapnyadengan senyuman manis.

 

“Huft! Sudah kuduga oppa pasti akanmengizinkanku. Aku hanya bertemu sebentar dengannya”.

“Berkencan itu harusnya lama”.

“Hanya bertemu! Bukan berkencan!”

“Itu namanya berkencan yeobo”.

“Jangan mulai lagi oppa!”

“Hehe. Ne, hanya bertemu”. Dia berkatasambil tersenyum membuatku ikut tersenyum. Akhirnya dia mau mengalah padaku.Hah! Senyuman suamiku ini sangat menenangkan. Kesamaan YoungSaeng oppa dansuamiku adalah sama-sama memiliki senyum penuh kedamaian. Mungkin itu yangmembuatku mulai tertarik pada YoungSaeng oppa.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akusudah berpakaian rapi dan siap berangkat. Kulihat KyuJong oppa duduk di sofasambil membuka-buka majalah. “Oppa, aku pergi dulu ya”. Pamitku padanya.

 

“Ne, joshime yeobo”. Ucapnya sambiltersenyum padaku. Aku bergegas memakai sepatu dan keluar apartment. Akuberbalik setelah menutup pintu.

 

“HyoKyung-ah…”. Aku tersentak saatYoungSaeng oppa menyapaku. Dia sudah ada di koridor apartment ini.

 

“Kenapa oppa disini? Aku terlambat ya?”

“Agh! Ani! Aku hanya ingin menjemputmu.Apa kau tidak suka?”

“Ania. Hanya terkejut saja”.

“Ja kita pergi”. Aku berjalan beriringandengan YoungSaeng oppa. Masuk ke lift untuk menuju basement yang jadi tempatparkir.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akusedang duduk di pinggir kolam yang di huni puluhan ikan yang tak kuketahuinamanya. Tapi satu hal yang pasti itu bukan ikan lele. Di kolam itu ada banyakbatu setapak yang bisa digunakan untuk menyeberangi kolam dengan cara ekstrim.Kalau mau cara aman, ada jembatan kecil yang menghubungkan tepi kolam dengan gazeboyang ada di tengah-tengah kolam itu.

 

“Nih, HyoKyung”. YoungSaeng oppamemberiku sebuah plastic yang lumayan penuh. Aigo. Dia seperti mau piknik.Harusnya beli beberapa bungkus roti dan 2 botol big cola juga sudah cukup. “Adayang kurang?” Tanyanya karena aku masih memperhatikan isi plastic itu.

 

“Ani. Ini malah kebanyakan”. Akumeletakkan plastic itu di sampingku. YoungSaeng oppa ikut duduk di sampingkudan mengambil sebotol minuman dakara lalu langsung menenggaknya. Akumemperhatikannya dari samping, sepertinya dia sangat haus. Agh! Hatiku berdesirmelihat wajah imut di sampingku. Tidak boleh! Aku tidak boleh suka padanya!

 

“Kenapa melihatku seperti itu? Ada yanganeh?” Aish! Aku baru sadar kalau aku masih memperhatikannya. Aku hanyamenggeleng pelan tapi dia menanggapi itu dengan senyuman. “Ja, dimakan dandiminum. Aku membeli ini untukmu”. Ucap YoungSaeng oppa sambil mengambilsebungkus roti lalu membukanya.

 

            Awalnyaku pikir roti itu akan dimakannya tapi dia mencuilnya sedikit dan melemparnyake kolam itu. Beberapa ikan berebut mengambilnya. Itu terlihat lucu. Aku ikutmengambil roti dan melemparkannya pada ikan-ikan itu. Tanpa kusadari akutersenyum dan tertawa-tawa kecil melihatnya. YoungSaeng oppa terbengongmelihatku.

 

“Wae oppa?”

“Aku merasa beruntung?” Jawabnya sambiltersenyum.

“Beruntung?” Tanyaku dengan wajahbingung.

“Ne, aku merasa beruntung karena sudahmembawamu kesini. Karena disini aku bisa melihatmu tersenyum”.

“Jinjja? Aku tersenyum?”

“Kau tersenyum sangat manis HyoKyung.Kau terlihat begitu bahagia”.

 

            YoungSaengoppa tersenyum semakin manis membuatku sedikit malu. Tapi entah kenapa akumulai menyukai senyum itu. Melihat senyumnya membuatku ingat pada suamiku. Agh!Aku rindu KyuJong oppa. Sudah sekitar 4 jam aku tidak melihatnya. Aigo.

 

xXx SS501  xXx

 

            Aku duduk di sofa sambil menontontelevisi dan menikmati cemilan bersama KyuJong oppa. Senangnya bisamenghabiskan waktu berduaan bersama suamiku. Aku menyandarkan kepalaku didadanya dan tersenyum manja padanya. Dia mengelus-elus rambutku dengan lembut,membuatku nyaman.

 

Ting tong

 

“Ada yang datang. Aku buka pintu dulu yaoppa. Jamkkanman”.

“Ne”.

 

            Akuberjalan menuju pintu dan membukakannya. Ku lihat seorang namja membelakangipintu. Dari postur tubuhnya, aku yakin dia HyunJoong oppa. Dia berbalik danbenar dugaanku. Mau apa lagi sih dia?

 

“Ada apa oppa? Tumben kemari”.

 

            HyunJoongoppa asal nyelonong masuk tanpa menjawab pertanyaanku. Ini nih yang membuatkusemakin geram dengan namja tampan itu, selalu bertindak sesuka hatinya. Dia berjalanmenuju sofa dan duduk disana. Aku mengikutinya dari belakang dan duduk ditempatku semula.

 

“Bagaimana dengan YoungSaeng?” Ucapnyasambil memakan cemilanku.

“Biasa saja”.

“Mwo? Kau sudah dua minggu kenaldengannya. Kau kan juga sudah sering kencan dengannya. Masa tidak ada rasaapa-apa. Dia tidak menarik bagimu?” HyunJoong oppa terlihat sangat shockmendengar kata-kataku.

 

“Dari awal aku sudah tidak setuju denganperjodohan ini oppa! Kenapa kalian terus memaksaku sih?! Mau kalian apa?!”

“Kami hanya ingin kau bahagia HyoKyung!Buka matamu! Sadarlah kalau kami melakukan ini karena kami menyayangimu!”

“Tapi aku tidak butuh itu! Aku bisamenjalani hidupku sendiri dengan pilihanku sendiri oppa!”

“Kau jangan keras kepala! Pemikirankumasih jauh lebih dewasa daripada dirimu! Aku tau yang terbaik untukmu! Kalaumasalah hati, dia juga tidak kalah baik dengan KyuJong. Dia juga masih memilikibanyak hal yang mungkin tidak dimiliki KyuJong!”

 

            Akuterdiam mendengar kata-kata HyunJoong oppa tentang KyuJong oppa. YoungSaengoppa memang memiliki hal yang tidak dimiliki oleh KyuJong oppa, tapi bukanberarti dia berhak membandingkan mereka berdua. Aku melirik ke samping. KyuJongoppa hanya bisa tertunduk. Pasti dia sedih mendengar ucapan HyunJoong oppa.

 

            HyunJoongoppa bangkit dari tempat duduknya. Wajahnya terlihat penuh amarah. Dia mengaturnafasnya untuk mengendalikan emosinya. “Jangan berpikir bodoh lagi! Ingat itu!Aku mau pulang! Awas saja kalau kau berani membangkang lagi!” HyunJoong oppaberjalan keluar meninggalkanku dan KyuJong oppa yang hanya bisa tertunduk.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akubenar-benar pusing dengan semuanya. Pembicaraanku dengan KyuJong oppa hanyamembuat kami kembali bertengkar. Aku memutuskan untuk pergi menemui HyungJunoppa. Dia adalah sahabat KyuJong oppa. Mungkin dia bisa membantuku. Aku berlari-lariandi koridor apartmentnya, aku sangat ingin bertemu dengannya dan segeramenceritakan semuanya.

 

            Akulangsung masuk apartmentnya yang pintunya dibuka sedikit. Tumben sekali tidakdikunci. Aku mencarinya ke dapur dan ke kamar mandi bahkan ke bawah lemari.Aigo. Aku mencari HyungJun oppa atau memburu tikus sih? Aku memutuskan untukmencari ke kamarnya. Rasanya itu tempat yang paling tepat.

 

Ckleekk

 

“Oppa, kau di dalam?” Aku berkata sambilmenyembulkan kepalaku ke dalam kamarnya. Aku langsung membuka pintu itu lebardan bersedekap melihatnya yang sedang gelagapan bangkit dari ranjang. Playboysatu ini ternyata sedang berbuat mesum dengan yeoja yang belum pernah ku lihatsebelumnya. Sepertinya yeojachingu barunya atau selingkuhannya.

 

“Kau pergi dulu ya. Aku sedang adaurusan dengannya. Kalau dia mengamuk, kau bisa dimakan”. Ucap HyungJun oppapada yeoja itu membuatku semakin melotot melihat mereka berdua. Yeoja itulangsung berlari keluar meninggalkan kami berdua.

 

“Aigo, HyoKyung-ah. Aku belum puasmencumbui yeoja liar itu”.

“Ihs! Nanti ku bawakan yang lebih liardari dia!”

“Jinjja?” Mata HyungJun oppaberbinar-binar.

“Ne, oppa mau yang liar? Nanti ku bawakansinga betina untuk oppa!” Aku menatapnya sengit tapi dia malah terkekeh. Namjaini benar-benar selalu membuatku menggeleng-gelengkan kepala. Aku duduk dipinggir ranjangnya tapi dia malah tidur-tiduran di ranjang dengan gaya sokseksi sambil memainkan alisnya.

 

“Kau mau apa kesini? Merasakankehangatan tubuhku?” Ihs! Dia memang berniat menggodaku. Sial aku datang disaat dia belum puas mesum. Aku hanya diam. Berani macam-macam padaku, akan ku adukandia pada JungMin oppa. “HyoKyung-ah….”. Dia memanggil namaku dengan nada manjasetengah mendesah sambil duduk dan merangkulku. Ihs! Menyebalkan!

 

“Oppa sudah pernah?” Ucapku sambilmenatap menggoda padanya.

“Pernah apa?” Tanyanya penuh semangat.

“Pernah ditampar pakai high heels!Mau?!” Ekspresiku langsung berubah padanya. Dia benar-benar membuatku kesal.Tapi dia kembali terkekeh.

 

“Haha. Ada apa lagi HyoKyung? Kauterlihat kacau”.

“Tentang perjodohan itu oppa. Akupusing”.

“Sudah ku bilang kan, kau tolak sajakalau tidak mau”.

“Oppa seperti tidak kenal HyunJoong oppasaja. Aku bisa digantung kalau sampai membantah keinginannya”.

“Kalau begitu turuti saja”.

“Tapi…”.

“Aku juga mengenal YoungSaeng hyung. Dianamja yang sangat baik, manis, dan hangat. Kau tidak suka sama sekalidengannya?”

“Molla. Aku juga bingung”.

“Lebih baik kau pahami hatimu dulu.Jangan menyangkal HyoKyung. Biarkan hatimu yang memberitau dirimu”.

 

            Akutertunduk dan terdiam mencoba meresapi ucapan namja super tampan di sampingkuini. Sekarang semua orang setuju dengan perjodohan aku dan YoungSaeng oppa.Sebenarnya hatiku juga mulai menyukai namja imut itu. Tapi bagian lain darihatiku tidak bisa berpaling dari KyuJong oppa. Agh! Aku tidak inginmeninggalkan suamiku.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akuberjalan dengan lemas mengikuti langkah kakiku yang menuju entah kemana. Akuberhenti dan tersadar saat aku sudah berada dalam bar. Wah. Kakiku ternyatasangat memahami pikiranku yang kalut. Aku mengambil tempat duduk di meja depanbartender. Tak lama seorang bartender menghampiriku.

 

“Mau minum apa?”

“Vodka saja”. Ucapku padanya. Diamengangguk-angguk dan mengambilkan pesananku.

“Silahkan”. Ucapnya sambil menyodorkanpesananku.

“Gomawo”. Aku langsung menenggaknya.Agh! Sungguh tidak enak. Sama tidak enaknya dengan perasaanku saat ini. Tanpasadar aku memesan vodka itu beberapa kali hingga aku mulai merasa pusing. Akumenyandarkan kepalaku di meja. Sepertinya aku mabuk.

 

            Akumengambil ponselku yang bergetar di dalam tas. Pandanganku kabur namun akumasih bisa membaca nama pemanggil yang tertera di layar ponselku. “YoungSaengoppa?” Gumamku. Aku hendak mengangkat telepon itu namun tiba-tiba aku taksadarkan diri.

 

xXx SS501  xXx

 

            Aku membuka mataku karena panasmatahari mulai menyengat wajahku. Kepalaku pusing sekali seperti habis dihantambatu. Aku melihat ke samping saat KyuJong oppa masuk. Aku sudah di kamar?Seingatku aku ada di bar.

 

“Yeobo, kau sudah lebih baik?”

“Kepalaku masih pusing oppa”.

“Kau minum berapa banyak? Pengaruhalkoholnya tidak hilang-hilang begitu”.

“Aku tidak ingat. Kenapa aku sudahdisini? Siapa yang mengantarku?”

“YoungSaeng hyung. Dia membawamu pulangtadi malam”. Aku terkejut mendengarnya. Bagaimana mungkin YoungSaeng oppa yangmembawaku pulang?

 

“Lalu bagaimana? Oppa tidakmengusirnya?”

“Haruskah aku mengusir orang yang sudahmembantu istriku? Dia kelihatannya sangat baik yeobo. Aku lihat dia tulusmencintaimu. Semua itu terpancar dari matanya”.

“Aku sedang tidak ingin membahas ituoppa. Kepalaku masih sakit”. Aku kembali berbaring membelakangi KyuJong oppa. Argh!Masa suamiku sendiri mendukung perjodohanku sih?!

 

xXx SS501  xXx

 

            Akududuk menikmati cappuccino yang kupesan sambil melihat pemandangan di luarjendela samping tempat dudukku. Aku melambaikan tangan saat ku lihat YoungSaengoppa celingukan didepan pintu café. Dia tersenyum lalu menghampiriku dan dudukdi kursi depanku yang menghadap padaku.

 

“Sudah berapa lama disini?”

“Sekitar 30 menit”.

“Mwo? Aku sangat terlambat”.

“Ania. Kita memang janji bertemu pukul10. Aku saja yang memang ingin refreshing”.

 

            Diatersenyum mendengar jawabanku. Entah mengapa sepertinya aku memang mulaimenyukainya. Aku mulai rindu senyum itu, aku mulai menyukai wajahnya. Agh!Parasnya selalu terbayang di pikiranku. Paras yang sangat tampan. Sebenarnyaaku tidak yakin untuk mengatakan wajahnya tampan. Bagiku wajahnya sangatcantik. Dan aku sangat menyukainya.

 

“Kemarin malam kau kenapa?”

“Aku? Aku kenapa?” Tanyaku masih belumnyambung dengan obrolannya.

“Kau mabuk HyoKyung. Kau sedang stressdan banyak pikiran ya?”

“Ough. Bisa dibilang begitu. Tapi kenapaoppa bisa tau aku disana?”

“Kan aku meneleponmu. Tapi yangmengangkat seorang bartender karena kau sudah tidak sadarkan diri. Aku langsungkesana takut kau kenapa-kenapa”. Dia menatapku cemas. Aku tertegun melihatnya.Ketulusan itu terpancar dari sinar matanya. Dia baik sekali mau menjemputku.Padahal seingatku, itu sudah lewat tengah malam.

 

“Jeongmal gomawoyo oppa”. Ucapku sambiltersenyum padanya. Dia ikut tersenyum. Agh. Leganya melihat kecemasan diwajahnya menghilang tergantikan dengan senyum manisnya.

 

xXx SS501  xXx

 

            YoungSaengoppa membawaku ke rumahnya. Rumah itu sangat sepi namun semuanya tertata rapidan sangat bersih. Dia masuk ke kamarnya sedangkan aku hanya berdiri didepansebuah pigura yang terpajang di dinding. Di dalam pigura itu ku lihat fotosepasang suami istri dengan seorang anak remaja.

 

“Itu fotoku bersama eomma dan appa”.Ucapnya sambil berlalu menuju dapur.

“Kenapa hanya oppa yang ikut foto?”

“HyunJoong belum pernah cerita ya? Akuanak tunggal”. Jawabnya sambil tersenyum.

 

            Akubergegas menghampirinya ke dapur. Ku lihat dia sedang sibuk menyiapkan minumdan cemilan. “Mau aku bantu oppa?” Tawarku padanya yang kelihatan sedang ribetitu.

 

“Ani. Kau kan tamu. Izinkan akumelayanimu”. Dia kembali tersenyum sambil melihatku sekilas. Argh! Namja inisepertinya benar-benar sudah mencuri hatiku. Tapi bagaimana dengan suamiku jikaaku jatuh cinta padanya?

 

            Akuhanya diam sambil memperhatikan YoungSaeng oppa. Dia lihai juga memainkanalat-alat dapur. Terlihat keren dan cute. Tanpa sadar aku terus memperhatikanwajahnya. Rasanya aku benar-benar…. Argh! Mianhae nae yeobo.

 

“Oppa, aku bantu ya?” Ucapku setengahkaget saat melihatnya hampir menumpahkan isi nampan itu.

“Hehe. Mianhae sudah mengejutkanmu.Sebenarnya aku tidak bisa membawa nampan penuh begini”. Dia berkata sambiltersenyum malu. Aku hanya tersenyum tipis padanya, mengisyaratkan kalau aku memakluminya.Aku mengambil nampan itu dan membawanya ke ruang TV.

 

            YoungSaengoppa menyusul dengan membawa 2 gelas ice cream rasa coklat. Uhm. Yummy. Diaduduk di sampingku sambil menyalakan TV. Kami hanya diam menikmati hidanganyang disiapkan olehnya dengan mata tertuju pada TV. Dramanya romantic sekali.Oh’oh. Ada adegan ciumannya. Membuatku merasa kikuk saja.

 

“HyoKyung? Wae?” YoungSaeng oppamelihatku dengan heran. Aku hanya menggeleng pelan.

 

            YoungSaengoppa tersenyum melihatku. Huft. Dia membuatku bingung. Memangnya aku kenapa?Dia mengambil secarik tissue dan mencoba membersihkan bibirku. Aish. Akuseperti anak kecil yang makan ice cream belepotan. Aku jadi malu. Aku hanyatertunduk tak berani melihatnya yang sedang tersenyum sambil terus membersihkanbibirku.

 

            Tapilama-lama aku penasaran dengan wajahnya. Aku ingin melihat wajahnya yang hanyaberjarak 5 centi dari wajahku. Dia sangat imut. YoungSaeng oppa ikut diamsetelah bibirku bersih. Kami saling tatap selama beberapa saat. Dug! Jantungkuberdegub kencang melihatnya. Dia mulai semakin mendekatkan wajahnya padaku. Apayang akan dilakukannya?

 

“Aku ke kamar mandi dulu ya oppa”. Diaterlihat terkejut dengan sikapku. Aku segera bangkit sesaat sebelum bibirmungilnya menyentuh bibirku. Ommona! Apa-apaan ini?!

 

            Akumembasuh wajahku di westafel. Rasanya aku ingin menangis. Hatiku sangat sedihdan sakit. Sedih karena aku merasa mengkhianati suamiku. Tapi aku juga tidakbisa memungkiri kalau aku mulai menyukai YoungSaeng oppa. Dan YoungSaeng oppajuga terlihat memiliki rasa yang sama. Tapi kenapa dia masih mau menyukaikupadahal dia tau aku sudah menikah.

 

xXx SS501  xXx

 

            Kamitiba didepan apartment tempatku tinggal. Aku merasa cukup lelah seharian inibersamanya. Lihatlah sudah malam begini. KyuJong oppa pasti khawatir.

 

“Gomawo oppa”. Ucapku padanya sambilmembuka pintu mobil.

“Jamkkanman”. Dia bergegas memegang tangankuagar aku tidak keluar mobil.

“Ada apa lagi oppa?”

“Aku ingin menanyakan satu hal”. Diatertunduk dan terlihat ragu-ragu.

 

“Bilang saja oppa”.

“Apa kau menyukaiku?” Dia menatapkudalam-dalam. Huft. Aku sedih mendapat tatapan sendu darinya seperti itu. Akuhanya menunduk karena merasa serba salah. Aku menyukainya sih tapi aku jugaingin menjadi istri baik yang setia terhadap suamiku. “Kau tidak menyukaiku ya?Padahal aku berharap bisa membuatmu menyukaiku”.

 

            Akumengangkat wajahku mendengar kata-kata melankolisnya. Kali ini dia yangtertunduk dan terlihat sedih. Hidupku begitu dilemma. Kenapa harus aku yangdihadapkan pada situasi seperti ini?

 

“Apa oppa menyukaiku?” Entah setan apayang membuatku melontarkan pertanyaan gila seperti itu. Apa kata-kataku bisadiralat? Ups! Sepertinya tidak bisa. Dia langsung menatapku sendu.

 

“Aku menyukaimu dari awal HyunJoongbercerita tentangmu. Tepatnya dari sebelum kita bertemu. Dan sekarang akubahkan sudah mencintaimu dan sangat menyayangimu”. Aku kembali terdiam. Namjaini membuat hatiku sakit. Sakit karena aku membuat hati tulusnya kecewa.

 

“Tapi…”.

“Kau tidak pernah setuju denganperjodohan kita kan? Kau tidak akan menerimaku kan?”

 

            Argh!Kenapa dia harus menanyakan hal sulit itu padaku? Aku bingung! Sangat bingungdengan hatiku! Aku tidak ingin menyakitinya tapi aku juga tidak ingin menyakitisuamiku.

 

“Beri aku waktu untuk berpikir oppa. Aku harap oppa bisa bersabar danmembiarkanku berpikir jernih untuk menemukan jalan terbaik bagi hidupku”.

“Ne, Aku akan selalu bersabar untukmu”.

“Aku masuk dulu ya oppa. Terimakasihbanyak untuk hari ini”. Aku bergegas keluar dari mobilnya.

“Aku pulang dulu ya”.

“Ne oppa. Joshime”. Aku melambaikantangan hingga mobil itu melesat. Setelah itu aku masuk untuk mengistirahatkanhati dan pikiranku yang lelah.

 

Ckleek

 

“Yeobo, kau sudah pulang? Bagaimanakencanmu hari ini? Pasti kau bersenang-senang. Lihat kau pulang sampai malambegini”.

 

            Akuhanya melihat KyuJong oppa sekilas. Aku masih sebal karena dia juga terus sajamendesakku untuk menerima YoungSaeng oppa. Dia sepertinya tidak ikhlas menjadisuamiku. Memangnya aku barang yang mudah dipindah tangankan begitu saja.

 

            Akulangsung masuk kamar tanpa menjawab pertanyaan suamiku tadi. Merebahkan tubuhkudan berharap kantuk akan segera membawaku ke alam mimpi, tempat aku bisabersantai sejenak dari realita yang memusingkan ini.

 

xXx SS501  xXx

 

            Sudahseminggu berlalu sejak kencan terakhirku dengan YoungSaeng oppa. Apa dia marahkarena kata-kataku malam itu? Dia menghilang bagai ditelan bumi. Tidak adakabar sama sekali dan aku sendiri terlalu gengsi untuk sekedar mengiriminyapesan untuk bertanya tentang kabarnya. Ada apa denganku? Apa aku merindukannya?

 

Ting tong

 

            Akutersadar dari lamunanku saat mendengar bel berbunyi. Aku segera beranjakmembukakan pintu. Eomma, appa, dan HyunJoong oppa langsung masuk setelahsebelumnya menatap tajam padaku. Mati aku! Sepertinya mereka akan mencincangkuhidup-hidup kali ini.

 

            Merekaduduk di sofa dengan wajah kesal. Aku cepat-cepat membuatkan minum danbergabung bersama mereka. Hatiku sangat takut jika melihat aura setan terpancardari wajah eomma. Habislah aku kali ini.

 

“Apa maksudmu berkata seperti itu padaYoungSaeng tempo hari?”

“Memangnya salah jika aku berkataseperti itu oppa?”

“Aku kenal kau dengan baik HyoKyung!Jika kau bilang minta diberi waktu pasti ujung-ujungnya kau akan menolaknya!Iya kan?! YoungSaeng terlihat sangat berharap saat bercerita padaku tapi akutau bagaimana akhirnya!”

“Aku hanya masih bingung dengan semuaini oppa. Aku tidak ingin salah mengambil keputusan”.

“Kau tidak akan salah jika memilihYoungSaeng! Aku memilihnya karena dia namja yang benar-benar kau butuhkan! Apalagi yang membuatmu ragu?!”

 

            Akuhanya tertunduk dan diam tak berani lagi menjawab ucapan HyunJoong oppa yangsudah sangat emosi. Itu masih HyunJoong oppa yang mengamuk belum eommaku. Akumengangkat wajahku dan mengalihkan pandanganku pada KyuJong oppa yang hanyaberani memperhatikan kami dari kejauhan. Wajah melasku seolah bilang oppatolong istrimu ini.

 

            Akutersentak saat eomma beranjak dari tempat duduk mendekati KyuJong oppa. Eh,bukan mendekati KyuJong oppa tapi mendekati foto pernikahan kami yang beradatepat di belakang KyuJong oppa. KyuJong oppa menghindar dan terbelalak melihateomma mengambil foto kami.

 

“Eomma mau apa?” Ucapku panic melihatnyamenatap foto kami dengan geram.

“Semua ini karena KyuJong kan?! Kaumenolak YoungSaeng karena KyuJong kan?! Eomma akan menghancurkan penghalang dihubungan kalian!”

 

Praaaanngg

 

            Eommamenghempaskan foto pernikahan kami di lantai. Aku dan KyuJong oppa terdiamdengan wajah shock melihat foto pernikahan kami hancur berkeping-keping. Akuhanya bisa tertunduk dan menangis dalam diam.

 

“Mau sampai kapan kau seperti iniHyoKyung?! Mau sampai kapan?! Sudah setahun berlalu sejak kematian KyuJong tapikau tetap bersikeras hidup sendiri!  Kauselalu berkhayal tentang KyuJong! Selalu berhalusinasi kalau dia masih hidup!Sadar HyoKyung! Kau bisa gila kalau terus seperti ini! Kami hanya ingin yangterbaik untukmu! Kau masih terlalu muda untuk hidup sendiri! Kau butuh seorangsuami untuk mendampingimu!”

 

            Eommaberkata dengan penuh amarah. Hatiku sangat sakit mendengarnya. Terlebih lagisaat eomma mengungkit tentang kematian KyuJong oppa. Bagiku KyuJong oppa masihhidup. Dia selalu berada di sampingku, dia yang terus menemaniku, dia sangatnyata bagiku.

 

“Jangan bodoh HyoKyung! Eomma tidak maukau terus-terusan berhalusinasi seperti orang gila! Ada YoungSaeng yang sebaikbahkan mungkin lebih baik dari KyuJong! Jangan biarkan dia pergi dari hidupmu!Eomma melakukan hal ini bukan karena tidak suka pada KyuJong tapi karena kauperlu bangkit HyoKyung! Kami mau yang terbaik untukmu!”

 

            Akuhanya diam mendengar perkataan eomma. Setelah puas memarahiku eomma pergi bersamaappa dan HyunJoong oppa. Hatiku benar-benar hancur seperti serpihan kaca yangberserakan di lantai ini. Aku berjongkok memungut foto pernikahan kami. KyuJongoppa ikut berjongkok di sampingku. Dia merangkulku dan mengelus-elus rambutkulembut untuk menenangkanku.

 

“Sudah yeobo. Jangan menangis lagi. Akutau kau sedih melihat kenangan kita dihancurkan. Aku juga sama sedihnya dengandirimu. Tapi yang mereka katakan benar. Sudah setahun berlalu. Kau harusbangkit. Aku tidak mau kau terus-terusan sedih, terpuruk, dan menyendiri karenaaku. Kau tau kenapa aku selalu berada di sisimu? Karena aku menunggu hingga kaumendapatkan namja yang bisa menggantikanku untuk menjagamu. Dan aku lihatYoungSaeng hyung adalah namja yang paling tepat untukmu makanya aku mendukungperjodohan kalian”.

 

            Akumengangkat wajahku menatap KyuJong oppa. Wajah suamiku tak ubahnya sepertiwajahku yang sedang bercucuran air mata. Dia pasti sedih melihatku menangisterisak seperti ini terlebih lagi harus rela melepaskanku untuk namja lain. Namundia segera menghapus air matanya dengan kasar dan berusaha tersenyum meskipundari matanya tetap terpancar kesedihan.

 

            Akumenunduk tak sanggup melihat suamiku yang sedang sedih saat ini. Dia mengangkatwajahku dan menghapus air mataku dengan lembut. Dia tetap berusaha tersenyummanis meskipun itu sulit baginya. Aku hanya diam menatapnya.

 

“Ommona HyoKyung-ah! Apa yang terjadi?”YoungSaeng oppa terperangah begitu memasuki apartmentku. Aku langsung bangkitnamun rasanya lemas. Aku sempoyongan dan hampir jatuh pingsan. UntungYoungSaeng oppa sigap menangkap tubuhku. Jika tidak pasti aku berlumuran darahkarena terjatuh di atas serpihan kaca.

 

            Diamenopang tubuhku dan membantuku duduk di sofa. Setelah mengambil air putih, diaikut duduk di sampingku. Sementara KyuJong oppa hanya diam memperhatikan kami.Lebih tepatnya memperhatikan YoungSaeng oppa yang menatapku dengan cemas.

 

“Kenapa oppa kesini?”

“Aku khawatir padamu. Sudah seminggu kautidak memberiku kabar. Aku takut kau kenapa-kenapa. Tapi saat aku kesini malahseperti ini. Apa yang terjadi HyoKyung?” YoungSaeng oppa benar-benar terlihatsangat khawatir padaku. Apalagi airmataku juga masih menetes satu-satu. Aku takingin terus-terusan beradu pandang dengannya. Aku mengalihkan pandanganku padafoto pernikahanku dengan KyuJong oppa yang sedang kupegang.

 

“Aku sedih karena ini hancur”. Jawabkulirih tetap memandangi foto pernikahanku.

“Dia suamimu ya? Kenapa bisa hancurbegini?” Tanya YoungSaeng oppa ikut melihat foto itu.

“Eomma yang menghancurkannya”.

“Tapi kenapa?”

“Dia bilang KyuJong oppa penghalang dalamhubungan kita makanya dihancurkan olehnya”.

“Ommo. Mianhae HyoKyung-ah. Aku jadimerasa bersalah. Harusnya aku tidak cerita pada HyunJoong. Aku benar-benar…”.

“Bukan salah oppa”. Potongku tiba-tiba.“Aku hanya tidak bisa menerima kenyataan pahit ini. Aku belum bisa menerimakalau KyuJong oppa sudah pergi”. Aku terdiam dan menghela nafas. YoungSaengoppa hanya memperhatikanku, mungkin menungguku melanjutkan cerita tragis itu.

 

“Setahun yang lalu, aku menikah dengannamjachinguku yang sangat ku cintai. Dialah Kim Kyu Jong oppa. Itu adalah haripaling membahagiakan dalam hidup kami. Kami selalu tersenyum penuh kebahagiaanselama upacara pernikahan kami. Setelah semuanya selesai, kami pulang berdua denganmobil KyuJong oppa. KyuJong oppa yang menyetir. Selama perjalanan pulang, kamiterus bercanda tawa. Tiba-tiba dari tikungan, muncul sebuah truk yang melaju kearah mobil kami dengan kecepatan tinggi. Kami sangat panic apalagi jalan trukitu oleng kesana kemari. Diduga supir truk itu mengantuk dan…”. Aku manariknafas panjang sebelum melanjutkan ceritaku. “Dan akhirnya menabrak mobil kami”.Aku menitikkan airmata mengingat kejadian itu. YoungSaeng oppa mengelus-eluspundakku untuk menenangkanku. Sementara KyuJong oppa hanya tertunduk, mungkinikut sedih mengingat kejadian itu.

 

“Aku tidak ingat apa-apa lagi setelahkejadian itu. Aku terbangun di rumah sakit. Mereka bilang aku koma selamaseminggu. Saat aku menanyakan dimana KyuJong oppa, semua hanya tertunduk.Ternyata KyuJong oppa tewas dalam tabrakan maut itu. Mereka bilang KyuJong oppameninggal sambil memelukku, melindungiku dari serpihan kaca mobil yang pecah.Aku sangat histeris saat mengetahui namja yang belum 10 jam menjadi suamikusudah meninggal. Aku sangat stress dan depresi”. Kali ini aku mengalihkanpandanganku pada KyuJong oppa. Dia meneteskan airmata, sama sepertiku.

 

“Setiap hari aku hanya menangis danmemanggil-manggil nama KyuJong oppa. Selain itu aku juga hanya diam melamun.Yah, aku benar-benar sangat depresi. Rasanya aku ingin mati. Aku seringberteriak histeris saat mengingat kejadian itu. Hingga akhirnya merekamemasukkanku ke tempat rehabilitasi”. Aku menatap YoungSaeng oppa. Terlihatsekali dia sangat terkejut mendengarnya namun dia kembali tersenyum.

 

“Selama 2 bulan aku di tempatrehabilitasi namun aku masih saja seperti itu. Bahkan aku sudah 5 kali mencobabunuh diri”. Aku terdiam dengan pandangan yang menerawang jauh seperti kembalipada saat itu.

 

“Kematian itu adalah takdir HyoKyung.Kau tidak ikhlas makanya sampai depresi”. Ucap YoungSaeng oppa sambilmengelus-elus rambutku. Aku menatapnya.

 

“Aku belum selesai bercerita oppa”.Protesku padanya.

“Ough. Mianhae”.

 

“Suatu hari saat aku sedang melamun ditaman, tiba-tiba seorang namja menghampiriku. Awalnya aku hanya diam takmenanggapi apalagi melihatnya. Namun saat dia menyanyikan lagu All My Lovemilik SS501, aku langsung tersadar dari lamunanku. Itu lagu yang seringdinyanyikan KyuJong oppa untukku. Aku menatapnya dan tak kusangka KyuJong oppayang sedang duduk di sampingku. Aku langsung memeluknya penuh haru. Aku sangatmerindukan dirinya”. Aku tersenyum menatap KyuJong oppa, begitu juga KyuJongoppa. Aku diam sebentar sebelum kembali melanjutkan ceritaku.

 

“Sejak hari itu, KyuJong oppa seringmengunjungiku. Dan seminggu kemudian, aku sudah tidak depresi lagi. Aku sudahdiizinkan pulang. Namun aku minta tinggal di sebuah apartment saja. Eomma danappa setuju dan membelikanku apartment untuk ku tinggali ini. Akhirnya akutinggal disini berdua dengan KyuJong oppa”. Aku tersenyum mengakhiri ceritaku.Ku lihat YoungSaeng oppa menatapku heran. Pasti dia sama saja dengan orang lainyang tidak percaya kalau aku tinggal bersama KyuJong oppa.

 

“Aku sungguh tinggal dengan KyuJongoppa. Dia ada disini. Dia memperhatikan kita berdua dari tadi”. Aku mencobameyakinkannya.

“Jinjja? Dia dimana?”

“Dia sedang duduk disitu”. Jawabkusambil menunjuk KyuJong oppa yang sedang tersenyum. YoungSaeng oppa melihat kearah yang ku tunjuk, namun dia kembali menatapku dengan wajah bingung.

 

“Dia tidak marah ada aku disini? Apa diatidak takut kalau aku merebut istrinya?”

“Dia mendukung perjodohan kita oppa. Diabilang dia menemaniku karena dia menunggu hingga ada namja tepat yang bisamenggantikannya untuk menjagaku. Dan dia bilang kalau oppa adalah namja yangtepat untukku”. YoungSaeng oppa tersenyum mendengarnya.

 

“Bisakah kau sampaikan terimakasihkupadanya HyoKyung?” Aku tersenyum pada YoungSaeng oppa lalu menatap KyuJongoppa.

“Dia bilang terimakasih pada oppa”.Ucapku pada KyuJong oppa sambil tersenyum. KyuJong oppa ikut tersenyumsementara YoungSaeng oppa hanya melihat dengan bingung.

 

“Bilang padanya terimakasih kembali.Terimakasih karena sudah mau menjaga istriku”. Kata KyuJong oppa sambiltersenyum haru. Aku hanya mengangguk mendengarnya.

“Oppa, KyuJong oppa bilang terimakasihkembali. Terimakasih karena sudah mau menjaga istrinya”. YoungSaeng oppatersenyum mendengarnya walaupun di wajahnya masih ada bias kebingungan dantidak percaya. Ya sudahlah. Terserah dia mau percaya atau tidak.

 

xXx SS501  xXx

 

            Pagiini aku dan KyuJong oppa sedang sarapan bersama setelah kami selesai berdandan.Aku hanya diam. Sebenarnya aku masih bingung dengan semua ini. Tapi ku lihatKyuJong oppa malah santai bahkan wajahnya terlihat senang. Apa dia merasa lega?

 

“Yeobo, kenapa diam saja?” KyuJong oppamenyapaku yang makan sambil melamun.

“Apa oppa yakin dengan semua ini?”

“Tentu saja. Sudah waktunya kau menikahlagi. Aku sudah merestui kalian”.

“Tapi oppa…”.

“Aku bahagia jika kau bahagia.Berbahagialah agar aku bahagia yeobo”.

 

Ting tong

 

“Sepertinya YoungSaeng hyung sudahdatang. Ja kita pergi”.

 

            Akumeminum kopi lalu beranjak dari tempatku duduk. Setelah menyambar tasku, akuberjalan beriringan bersama KyuJong oppa menuju pintu. Aku membukakan pintu,ada YoungSaeng oppa yang menyambutku dengan senyum khasnya. Aku sungguhmenyukai senyum itu.

 

“Kita pergi sekarang?” Tanyanya padaku.

“Ne oppa”. Jawabku singkat.

“Uhm. KyuJong…”. Dia menggantungkalimatnya sambil melirik-lirik arah dalam apartmentku.

“Dia ikut bersama kita”. Aku tersenyumnamun dia kelihatan shock. Jangan-jangan dia takut. “Kajja oppa”. Akumenyadarkannya dan dia langsung bergegas mengajak kami pergi.

 

xXx SS501  xXx

 

            Selamaperjalanan, kami hanya diam. Terlebih lagi YoungSaeng oppa. Namja imut inisepertinya benar-benar takut. Mianhae oppa sudah menguji adrenalinmu saat masihpagi begini. Aku melirik KyuJong oppa yang duduk sendirian di belakang. Diatertawa-tawa kecil. Suamiku ini nakal juga ternyata.

 

            Kamitiba di rumah orang tuaku. Agh! Sudah berapa bulan aku tidak menginjakkankakiku di rumah ini? Aku sendiri sudah lupa. Tapi tamannya tidak berubah. Malahbunganya semakin banyak. Setelah puas menikmati pemandangan sejenak, akuberjalan masuk ke rumah beriringan dengan KyuJong oppa dan YoungSaeng oppa.

 

            Diruang tamu sudah ramai ternyata. Ada eomma dan appa. HyunJoong oppa juga ada.Dia mengundang HyungJun oppa dan JungMin oppa juga. Aku duduk di sofa panjang yangjuga diduduki HyungJun oppa dan JungMin oppa. HyungJun oppa menaik turunkanalisnya setelah aku duduk di sampingnya.

 

“Mau apa menyuruh kami berkumpuldisini?” HyunJoong oppa kumat galaknya. Sepertinya dia masih emosi padaku.

“Ada yang ingin kusampaikan padakalian”. Ucapku ragu-ragu.

“Katakan saja! Jangan bertele-tele!” Akumenghela nafas mendengar ucapan HyunJoong oppa. Ihs! Dia tega sekali padaku.

 

“Aku memutuskan untuk menerimaperjodohan ini. Dan aku siap menikah dengan YoungSaeng oppa”.

“Jinjja? Akhirnya kau mau mendengarkankuHyoKyung. Hah! Aku lega sekali mendengarnya. Harusnya dari awal kau terima danjangan membuatku emosi. Dasar kau!” HyunJoong oppa terlihat sangat senangbegitu juga dengan semuanya. KyuJong oppa yang berdiri di sampingku jugatersenyum.

 

“Agh! Akhirnya kau menerima YoungSaenghyung. Awalnya ku pikir kau akan bersikeras menolak perjodohan ini. Padahalkalau kau menolaknya, aku juga mau menjadi suamimu”. HyungJun oppa mencobamenggodaku lagi. Dia merangkulku sambil tersenyum mesum padaku.

 

“Hei! Apa-apaan kau ini?!” JungMin oppamenarik HyungJun oppa dan mengapitnya di ketiaknya. Sementara HyungJun oppamencoba melepaskan diri. “HyoKyung, perlukah aku memberinya pelajaran karenasudah berbicara nakal padamu?”

 

“Uhm. Sepertinya sebuah jitakan jugasudah cukup”. Aku dan JungMin oppa tersenyum evil.

“Dengan senang hati HyoKyung”.

 

            JungMinoppa mendaratkan sebuah jitakan yang mendarat mulus di kening HyungJun oppa.Jelas saja HyungJun oppa langsung mengaduh. Namun tak satupun orang berniatmenolong namja tampan yang selalu sial saat berada dekat dengan JungMin oppaitu. Kami semua hanya tertawa melihat tragedy pertengkaran Tom&Jerry itu.

 

xXx SS501  xXx

 

            Hariini, hari yang sangat menegangkan bagiku. Untuk kedua kalinya aku akanmengalami pernikahan dalam hidupku. Ya, kami semua sepakat menikahkanku denganYoungSaeng oppa setelah aku memutuskan untuk menerima perjodohan itu sebulanyang lalu.

 

“Kau sama tegangnya dengan tahun laluyeobo”. KyuJong oppa tertawa-tawa kecil melihatku yang gugup. Aku hanyamemanyunkan bibirku mendengar ledekannya. “Kau tampak cantik seperti tahunlalu”. Ucapnya sambil tersenyum padaku.

 

“Aku takut oppa”.

“Tenang saja. Semua akan baik-baiksaja”. KyuJong oppa mengecup keningku lalu kembali tersenyum menatapku. Diamembuatku lebih baik.

 

Ckleek

 

“Sudah waktunya HyoKyung. Ja”. HyungJunoppa memberitauku, mungkin lebih tepatnya menjemputku. Aku berjalan bersamanya diikutiKyuJong oppa. Diluar appa sudah menungguku. Aku menggandeng tangan appa danberjalan bersama menuju altar.

 

            Akusangat gugup. Setiap langkahku menuju altar benar-benar memacu adrenalinku. Kulihat YoungSaeng oppa sudah berdiri di hadapan seorang pastur yang akanmeresmikan pernikahan kami. Dia berbalik dan tersenyum padaku hingga aku beradadi sampingnya.

 

“Kau sudah siap?” Tanyanya padaku. Akumengalihkan pandanganku pada KyuJong oppa yang berdiri di sudut ruangan, seolahmemintanya untuk meyakinkanku lagi. Dia tersenyum dan mengangguk pelan padaku.Aku kembali menatap YoungSaeng oppa. Aku hanya menjawab pertanyaannya dengansenyuman dan anggukan.

 

xXx SS501  xXx

 

2years later…

 

            Akumembawa sebuah buket bunga dan melewati jajaran beratus-ratus makam yang ada dibukit itu. Tentu saja aku menuju makam suami pertamaku, Kim Kyu Jong oppa. Akusangat merindukannya. Sejak aku menikah dengan YoungSaeng oppa 2 tahun lalu,dia tidak pernah muncul lagi dalam hidupku. Dia benar-benar menepati janjinyayang akan menjagaku hingga ada yang menggantikannya.

 

            Akutertegun dan menghentikan langkahku saat jarakku dengan makamnya tinggal 5meter lagi. Ada seorang namja berpakaian serba putih berdiri di hadapan makamKyuJong oppa. Siapa ya dia? Aku tidak ingin menggangunya namun aku juga inginmengunjungi suamiku. Aku berjalan perlahan mendekati makamnya, membuat namjaitu berbalik melihatku.

 

“KyuJong oppa?” Gumamku. Dia tersenyumdan merentangkan tangannya, bermaksud memintaku untuk memeluknya. Aku langsungmenghambur memeluk namja yang sangat kurindukan itu.

 

xXx SS501  xXx

 

            Akudan KyuJong oppa duduk di rumput. Kami menikmati pemandangan sambil tersenyumbahagia. Menikmati pemandangan ratusan makam yang tentunya horror saat malamhari. Senangnya aku bisa bersamanya lagi saat ini.

 

“Bagaimana suamimu?”

“Ya begitulah”. Aku hanya menjawab cuek.Rasanya tak mungkin aku bilang kalau aku sangat mencintai YoungSaeng oppa.Takut KyuJong oppa merasa tersingkirkan dari hatiku.

 

“Jujur saja. Kau sangat mencintainyakan?” Aku menatapnya kaget. Kenapa dia bisa tau?

“Ania!” Aku berusaha menyangkalnya.Huft! Aku sebal diledekin terus.

“Makanya jujur kalau tidak maudiledekin”. Aku kembali menatapnya kaget. Kok dia bisa tau isi pikiranku sih?Ihs! Aku jadi geram dan ingin menyentil hidungnya.

 

“Enak saja! Sakit tau yeobo!” KyuJongoppa memanyunkan bibirnya membuatku semakin kaget. Dia tau isi pikirankudarimana sih?

“Haha. Kau lucu sekali yeobo. Janganseperti orang bodoh begitulah”. Aku semakin kesal. Sudah bingung, diledekin,dibilang seperti orang bodoh lagi! Suamiku ini benar-benar menyebalkan!

 

“Hei! Jangan menggerutu seperti itu. Kautidak terlihat manis saat sedang kesal”. Tuhkan dia tau lagi. Aigo.

“Haha. Ne, Aku akan memberitaumu. Akukanarwah. Jadi aku bisa tau isi pikiranmu”. Ucapnya sambil mengelus-elus rambutku.Aku hanya mengangguk-angguk. Pantas saja dia bisa tau semuanya.

 

“Makanya aku tau saat kau berbohong.Hatimu itu tidak bisa berbohong”. Aku tertegun. Aku baru sadar saat mendengarpenjelasannya. Berarti dari awal dia sudah tau kalau aku tertarik denganYoungSaeng oppa?

“Jelas saja aku tau. Makanya aku terusmendukungmu agar hatimu yakin”. Aku kembali mengangguk-angguk. Suamiku yangsatu ini sangat menggemaskan.

 

“Terimakasih sekali atas pujiannyayeobo. Aku sangat tersanjung”. Ups! Aku lupa kalau dia tau isi pikiranku. Aigo.

“Gwaenchanha yeobo. Aku memangmenggemaskan”. Jiah! Suamiku kumat PD-nya. Tapi enak juga punya suami yang bisatau isi pikiranku. Aku tidak perlu banyak omong, dia sudah mengerti. Terutamasaat sariawan dan malas bicara pasti sangat membantu. Seandainya dia masihhidup.

 

“Aigo. Jangan berpikir aneh-aneh yeobo.Kalau masih hidup mana bisa aku membaca isi pikiranmu”. Eh! Iya juga ya. Akutersenyum mendengar kata-kata suamiku. Aku lucu juga.

“Lucu tapi menyebalkan yeobo”. Aku kembalitertawa kecil mendengar ucapan KyuJong oppa. Rasanya lucu sekali seperti ini.

 

“Yeobo? Aigo. Kau lama sekali. Si kecilYoungMin menangis minta bersama eommanya”. Teriak YoungSaeng oppa. Aku tertawageli melihat YoungSaeng oppa yang menghampiriku dengan begitu kesusahanmenggendong anak kami. Suamiku yang satu ini sangat payah.

 

            Akubangkit dari tempatku duduk begitu juga KyuJong oppa. Kami berdua tertawamelihat kelucuan YoungSaeng oppa. Aigo. Suamiku sedang kesusahan tapi malah akuanggap itu lucu. Mianhae yeobo. Rasanya lebih baik aku hampiri saja dia daripadadia membuat YoungMin jatuh di atas makam orang.

 

“Pergilah yeobo. Kasihan suamimu”. UcapKyuJong oppa masih tetap menahan tawa. Aku menatapnya dengan hangat. Aku pulangdulu ya oppa. Kapan-kapan aku datang lagi. Saranghae oppa. Ucapku dalam hatisambil tersenyum.

 

“Nado saranghae. Joshime yeobo”. Akutersenyum padanya lalu berlari menghampiri YoungSaeng oppa yang masih ribetdengan anak kami. Aish! Dia membuat YoungMin kami menangis seperti habisdigebuki. Aku segera menggendong YoungMin namun YoungMin masih sedikitmenangis. Tapi YoungSaeng oppa malah nyengir, tidak merasa bersalahkah diaberperan sebagai seorang ayah yang menyebalkan? Huft!

 

“Ja kita pulang”. YoungSaeng oppaberjalan duluan meninggalkan kami. Ihs! Bukannya membantuku menenangkan YoungMin!Dasar suamiku menyebalkan!

 

            Akutertegun saat tiba-tiba YoungMin menghentikan tangisnya dan berganti dengantawa lucu ala-ala anak bayi. Aku menatapnya bingung. Ternyata dia sedangmelihat KyuJong oppa. KyuJong oppa terlihat lucu saat menggoda YoungMin.

 

“Yeobo, kenapa lagi?” YoungSaeng oppakembali menghampiri kami yang masih diam di tempat.

“Lihatlah. YoungMin tertawa pada KyuJongoppa. Dia juga melambaikan tangannya pada KyuJong oppa”. Aku tersenyum sambilmengangkat sebelah tangan YoungMin untuk membalas lambaian tangan KyuJong oppa.

 

“KyuJong?” YoungSaeng oppa terlihatshock mendengarnya. Dari awal aku sudah tau kalau dia hanya menganggapkuberhalusinasi tentang KyuJong oppa.

 

“Ne oppa. Dia sedang melambaikantangannya pada KyuJong oppa. Aku sudah bilang kalau aku tidak berkhayal ataupunberhalusinasi. Sekarang jika YoungMin juga bisa melihatnya, oppa akan percayapadaku kan?” Aku tersenyum dan ikut melambaikan tanganku pada KyuJong oppa.Setelah itu aku berjalan meninggalkan YoungSaeng oppa yang masih terbengong.

 

“Yeobo, gidaryeobwa”. YoungSaeng oppaberlari mengejar kami. Akhirnya aku bisa membuatnya mempercayaiku. Hah! Akusangat mencintai suamiku ini. Dan KyuJong oppa, dia tetap memiliki tempattersendiri di hatiku.

 

xXx SS501  xXx

 

Tamat

 

xXx  SS501 xXx

Argh! Setelah sekian lama akhirnya bisa post FF lagi. Hehe. Mian kalau ceritanya rada aneh.

Thanks to readers yang udah sempetin baca FF ku.

Yang keberatan di tag boleh hapus namanya kok ^_^

Don’t forget to RCL!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s