FF//Regret//Oneshot

FF//Regret//Oneshot
21 Juli 2013 pukul 14:48

Title : Regret

Cast : ¤ KevinWoo (UKISS)

¤ Han Seongbin (OC)

Genre:Sad,Hurt,Romance.

Author : Fenita Yonata

Rate : 17+

Length : Oneshot

Disclaimer :Kevin milik dirinya sendiri. Tapi kalau Kevinians gak keberatan. Kevin buat Author yah #GandengPing #DibunuhKevinians. Story murni punya author.

Warning : Typobertebaran kayak salju(?), OOC, 0nepov. Just fiction.

Summarry : Akumenyesal -Kevin Woo-

Kau terlambat -Han Seongbin-

Happy reading

Bismillah

.

.

.

##################FY#####################

Cuaca pagi inidingin. Sepertinya akan turun salju. Ini adalah awal bulan desember. Akumenatap jauh kelangit. Tersenyum pasrah seakan tak pernah terjadi sesuatupadaku. Ah tunggu dulu! Bukankah memang tidak terjadi sesuatu? Hanya aku sajayang membuat sesuatu itu terjadi. Dasar Kevin Pabo!!.

Aku masihberdiri terpaku ditempatku semula. Tempat yang tak jauh dari sebuah gedungbesar dan mewah. Mataku tak enyah memandangi orang-orang yang satu persatumemasuki gedung itu. Berlomba-lomba mempercantik diri agar tak kalah dari yanglainnya. Itu yang ku lihat dari para tamu Yoeja. Bagaimana dengan tamu Namja?Kurasa tak ada beda,saling beradu ketampanan satu sama lain. Mereka terlihatbahagia menyambut hari ini.

Ck.

Bagaimana dengandiriku? Aku bahkan tak sanggup rasanya untuk masuk kegedung itu. Entah kenapaberat sekali rasanya kakiku melangkah. Bermacam pertanyaan menyerbu otakku.Apakah aku sanggup menatapnya?

Apa aku bisatersenyum padanya?.

Aku harus bisa.Tidak ada alasan untuk tidak bisa. Kevin Fighting !!.

Aku merapikanTuxedo hitamku. Dan berjalan kearah gedung itu. Ketika sampai didalam gedung matakumenjelajahi isi gedung. Ruangan yang penuh dengan dekorasi bunga berwarnawarni. Cantik sekali. Tatanan meja yang rapih lengkap dengan berbagai jenismakanan diatasnya. Kemudian mataku beralih kesebuah red carpet tergelar panjangmenuju Altar. Tempat yang akan digunakan mereka untuk mengikat janji. Oh kenapahatiku mendadak sakit. Benar-benar menyesakkan.

Ahh.. Tunggusebentar, aku melihat seorang Namja tinggi didepan Altar. Dia mengenakansetelan Tuxedo hitam serta kemeja putih didalamnya yang lengkap denganbowtienya. Namja itu tampan dan terlihat berkharisma. Kitty smile dan jugalesung pipinya menghiasi wajah tampannya. Aku bisa tebak itu adalah calonsuaminya. Orang yang akan mendampingi hidupnya. Orang yang akan menghabiskansisa hidup bersamanya. Harusnya aku yang berdiri disana. Bukan dia. Ini salahmuKevin.

Aku merasakantenggorokan mulai kering. Aku mendekat kesalah satu meja yang menyediakanminuman. Aku mengambil segelas minuman berwarna merah muda. Aku tidak tahuminuman apa itu. Saat baru ingin meneguknya. Terdengar riuh tepuk tangan daripara tamu undangan. Ada pula yang berdecak kagum. Merasa tertarik akhirnya akumembalikkan badanku.

Aku terperangah bahkan tak sanggup mengedipkanmataku. Oh God !! Inikah ciptaanmu yang paling sempurna? Han Seongbin. Denganlangkah anggunnya dia berjalan beriringan dengan sang Appa menuju altar. Gaunpengantinnya ikut berayun saat dia berjalan. Senyum manisnya benar-benarhangat. Pancaran matanya begitu menyejukkan. Tuhan kau telah menciptakan wanitaseindah dia. Kenapa dia tak tercipta untukku?.

Kenapa aku begitu bodoh?

Bodoh karena takberani mendekatinya. Bodoh karena hanya memperhatikannya dari jauh.

Benar dia adalahHan Seongbin. Orang yang selama ini aku inginkan. Teman sekelasku saat akududuk dibangku kuliah. Aku memang menyukainya sejak pandangan pertama. Dia lahcinta pertamaku. Sayangnya aku hanya bisa hidup sebagai penggemar rahasianya.Hanya bisa menikmati keindahan wajahnya dari jauh. Itulah letak kebodohanku.Aku hanyalah laki-laki pengecut yang hanya bisa mencintai seorang yoeja secaradiam-diam. Memperhatikannya secara sembunyi-sembunyi. Kalau ada kata yang lebihburuk dari pecundang, mungkin itulah kata yang tepat untukku. Hahaha kaubenar-benar menyedihkan Kevin Woo.

“Apa kaliansudah siap?”.

Suara seorangPastur membuyarkan lamunanku. Aku kembali ke dunia nyata menyaksikan dia. HanSeongbin yang akan mengikat janji suci bersama Namja lain. Aku menatap sayukearah mereka.

Keduanyaterlihat sangat bahagia.

‘Seongbintidakkah kau melihatku disini?’. Batinku.

“Baiklahsaya mulai, Kim Jaeseop! Apa anda siap menjadi suami dari Han Seongbin baikdalam suka maupun duka?”.

“Ya, sayasiap”.

Namja yangternyata bernama Kim Jaeseop menatap wajah cantik Seongbin dengan senyumlengkungnya itu. Selamat Jaeseop-ssi, kau memenangkannya.

Kini kulihatPastur setengah baya beralih pandangan kearah Seongbin.

“HanSeongbin apa anda siap menjadi istri dari Kim Jaeseop baik suka maupunduka?”.

“Sayasiap”.

Dapat terdengarjelas suara lembut Seongbin. Suara yang selama ini aku rindukan. Han Seongbinkau benar-benar telah menjadi milik orang lain. Aku merasakan mataku mulaimemanas. Aish..ku mohon jangan sekarang.

“KevinWoo”.

Aku menoleh saatada yang menyuarakan namaku. Shin Soohyun Hyung menepuk pundakku.

“Hyung !Kau mengagetkanku”. Aku mengelus dada.

“Kau lupa?Bukankah Seongbin pernah memintamu memainkan piano saat pernikahannya?”.Soohyun Hyung mengingatkanku. Aigooo..hampir saja aku melupakannya. Aku seorangpianis . Maka dari itu Seongbin ingin aku memainkan piano disaat pernikahannya.

“Untung Kaumengingatkanku Hyung. Hampir saja aku lupa”. Aku menepok jidatku bodoh.

Soohyun Hyunghanya bisa berdecak sambil menggelengkan kepalanya. Sedangkan aku hanya bisatersenyum tanpa dosa.

Beberapa saatkemudian aku berjalan menuju sebuah piano yang tak jauh dari altar tempatSeongbin dan Namja bernama Kim Jaeseop itu berdiri berdampingan. Jaeseopmenggenggam tangan Seongbin dan aku memandangnya nanar.

Aku kembalikepekerjaanku yaitu memainkan piano. Aku harus terlihat profesional dan akuharus menunjukkan penampilanku yang terbaik. Sebelum memainkannya, akumembungkukkan badan memberi hormat kepada semua orang yang ada disitu. Akumulai menekan tuts piano dengan penuh penghayatan. Aku melantunkan sebuah lagu yang sudah lama akuciptakan untuknya.

Aku jatuh cintapadamu saat pertama aku melihatmu

Kau sangatcantik

Aku jatuh cintapadamu begitu dalam

Aku merasakannyauntuk pertama kali

Hal yangdinamakan cinta dan hatiku berlomba

Aku tidak dapatberbuat apa-apa

Hatiku merasakanini

Aku akan lebihdekat padamu jadi tetaplah ditempatmu

Aku akanmemelukmu erat sehingga kau dapat lebih merasakanku

Hanya satu orangyang akan melindungimu

Hanya satu orangyang akan menghargaimu

Orang yang akanmencintaimu adalah aku

Hanya kau orangyang membuat segalaku ada

Hanya kau yangtelah mencuri hatiku

Segalaku, kauadalah alasan untukku.

~My Reason-Kevin Woo~

Ditengahlantunan pianoku. Aku melihat mereka tengah berciuman mesra. Aku memalingkanwajahku kesembarang arah. Dengan jari-jariku yang masih menekan tuts piano akuterus menyanyikan lagu ciptaanku. Sesuatu yang sedari tadi mati-matian ku tahanakhirnya meleleh juga. Air mataku jatuh tanpa aku minta. Demi apapun ini sangatmenyakitkan bagiku. Bahkan lebih sakit daripada tertusuk ribuan jarum. Kenapa?Kenapa sesakit ini Tuhan!!.

Terdengar riuhtepuk tangan dari para tamu. Setelah saat aku melantunkan lirik terakhir lagutanda penampilanku juga sudah berakhir. Aku mengusap jejak air mataku dan akutersenyum kepada semua yang ada disitutermasuk Seongbin dan juga Jaeseop. Jaeseop membalas senyumku dengan ramahsambil membungkukkan badannya padaku.

Aku merogoh sakucelanaku. Aku mengambil sebuah cincin bermata berlian. Aku sengaja membelinyadijerman saat aku berkunjung ke rumah Immanuel Samchon beberapa musim lalu. Akumemang sengaja membelikannya untuk Seongbin. Aku sengaja mencari waktu yangtepat untuk melamarnya. Dimana saat kami menghadiri acara kelulusan. Namunhatiku serasa tertampar saat itu. Seongbin lebih dulu memberiku surat undangan. Dan disaat itu pula hatikumembeku. Kecewa dan merasa kehilangan seseorang yang selama ini aku impikan.

Aku meletakkancincin itu di salah satu tuts piano kemudian aku beranjak dari kursi disampingpiano itu. Tak ada yang bisa kuharapkan disini. Semuanya lenyap. Cintaku yangselama ini kupendam ternyata benar-benar terkubur dalam-dalam. Aku berjalancepat dan berusaha keluar dari kerumunan yang menyesakkan. Semuanya terasabenar-benar menghimpit bilik hatiku. Sakit. Benar-benar sakit. Memang ini semuakarena kebodohanku. Aku menyesal. Aku terlalu bodoh untuk ini. Menyiksa dirikarena perbuatanku sendiri.

Aku terusberjalan keluar gedung itu. Dapat kurasakan hembusan angin dingin musim ini.

“Tunggu!”.

Langkahkuterhenti seketika. Aku hafal suara itu. Aku tidak salah lagi. Tapi mana mungkindia ada disini. Argh..mungkin aku hanya berhalusinasi. Tanpa menoleh sedikitpunaku kembali melangkah.

“TungguKevin Woo!!”.

Suara ituterdengar lagi begitu nyata.

Pelahan akumembalikkan badanku ragu.

Aku tersentaksaat melihat sosoknya berdiri dihadapanku. Ternyata dia benar-benar adadihadapanku. Aku sedang tidak berhalusinasi.

Dengan gaunputih yang membalut tubuh elegannya. Beserta high heels bernuansa bling blingmenghiasi kaki indahnya. Dia tersenyum padaku dengan eyes smilenya. Sungguh senyuman yang indah.

Aku mencobatersenyum didepannya.

“Apa inimilikmu?”. Dia menunjuk cincin berlian yang sengaja aku tinggal di Tutspiano tadi.

Aku menatapcincin yang ada ditangannya.

“Itumilikmu”. Jawabanku sontak membuatnya kaget.

“Milikku?”.

“Kau tau?Siapa yang meletakkan bunga tulip dan cokelat setiap pagi dilokermu saat kuliah dulu?”.

Seongbinmengangkat alis tanda tak tahu.

“Ituaku”.

“MWO?”.

“Yangselalu menulis catatan setiap kau ketinggalan mata kuliah…. Itu jugaaku”.

“K…KevinWoo”.

“Aku memangtak punya keberanian saat itu. Aku hanya bisa memperhatikanmu dari jauh. Akujuga tak punya keberanian untuk mendekatimu. Saat aku ingin mengungkapkannya,kau lebih dulu memberiku surat undangan. Dan hal itu membuatku putus asa. Akumerasa tak punya harapan lagi….”.

Aku tak bisalagi meneruskan kata-kataku. Kalimatku seakan tercekat ditenggorokan. Seakantak rela untuk terlontar.

Aku dapatmelihat Seongbin masih terperangah mendengar ungkapanku yang selama ini akupendam.

“Aku bodohbukan?”. Tambahku. Aku tersenyum ketir. Aku merasakan ada butiran putihjatuh dari atas langit. Aku menengadahkan kepalaku ke atas. Menatap langitberwarna putih menebarkan butiran putih menyerupai kristal.

“Turunsalju. Cepatlah masuk nanti kau kedinginan”. Pintaku padanya yang masihterpaku menatapku.

Aku membalikkan badankuberniat meninggalkannya ditempat itu.

“Kau memangbodoh !!”.

‘Jlebbb

Lagi-lagiucapannya menghentikan langkahku. Aku memejamkan mataku sejenak. Namun aku taksegera membalikkan badanku.

“Kau bodohtelah membiarkanku lepas. Karena aku juga merasakan hal yang samadenganmu”.

‘PRANKKK…

Hatiku seakandihantam bongkahan es mendengar pernyataan Seongbin. Apa? Dia juga menyukaiku? Tuhan apakah aku tidak salahdengar?. Aku langsung membalikkan badan dengan rasa tak percaya.

“Apa kautahu selama ini aku menyukaimu? Aku juga memperhatikanmu diam-diam. Saat kaumemainkan piano, saat kau membaca buku diperpustakaan, saat kau melahap makansiangmu dikantin, saat kau mengerjakan matematika ketika mahasiswa lain tidaksanggup mengerjakannya”.

Aku cengo mendengarsemua yang dilakukannya selama ini. Aku tak percaya. Diam-diam dia jugamemperhatikanku.

“Kau tahu?Aku sangat sedih ketika kau terlihat mengacuhkanku. Aku merasa cintaku iniadalah cinta sepihak. Sakit rasanya ketika aku harus menerima perjodohan inidengan dia”.

“Ja..jadikau?”.

“Iya. Akutidak mencintainya. Aku dijodohkan oleh kedua orang tuaku”.

Kulihat tetesan bening meluncur dari keduamata indahnya ditengah-tengah rintikan salju yang semakin kerap.

Sungguh aku taksanggup melihatnya menangis.

“Maafkanaku. Aku menyesal..!! Aku menyesal tak memilikimu lebih dulu”.

“Kauterlambat Kevin Woo. Aku sudah menjadi milik orang lain. Aku tidak mungkinmenghianati suamiku”.

“Akumengerti. Ini semua salahku. Maafkan aku Han Seongbin”.

Aku mencoba mendekatkearahnya yang kini terlihat kedinginan ditengah-tengah derasnya butiran putihitu. Aku berniat memeluknya yang kini tengah menitikkan air mata. Tapi aku takpunya hak untuk itu. Aku mencoba membuka tuxedo berniat memakaikan ketubuhnya.

“Chagiya kenapakau ada disini? Hujannya lebat. Ayo masuk”. Seorang namja tiba-tiba datangsambil melepas tuxedonya dan memakaikan ketubuh Seongbin.

Aku melihatSeongbin yang cepat-cepat menghapus air matanya. Dia hanya mengikuti perintahNamja yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya itu. Lagi-lagi aku harusmenyaksikan tontonan mesra dari mereka. Aku hanya bisa menatap punggungkeduanya yang semakin menjauh dari titik pandangku.

Lengkap sudahkebodohanku. Telah membiarkan orang yang ternyata juga mencintaiku. Membiarkandia bersama orang yang tidak dia cintai. Harusnya aku meperjuangkan dia danjuga cintaku. Bukan malah membiarkannya bersama orang lain. Bodoh! Bodoh danBodoh!!.

Mungkin inilahgaris kehidupan. Garis kehidupan seorang Kevin Woo. Tanpa sadar mengagumi orangyang juga mengagumiku. Ternyata saling mencintai belum tentu bisa salingmemiliki. Han Seongbin aku tidak akan berhenti mencintaimu. Aku percaya kau punbegitu.

I Just can’tstop loving you

Cuz..you’re myall, reason for me

-THE END-

A/N : RCL please. don’t SIDERS !!!!!!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s