FF//Forbidden Love//Oneshot

Title: ForbiddenLove

Cast: ~ Lee Kiseop (U-KISS)

~ Choi Sullie F(X)

Genre: Sad,Romance, Fantasy

Length : Oneshot

Author : Fenita Yonata

Rate : 17 (Teen)

Disclaimer:Casts is themself. But story is mine.

BRUKKKK !!!

“Eungh..suaraapa itu?”. Seorang namja tampan bersurai madu menggeliat mendengar suarayang terdengar seperti suara orang yang terjatuh. Dia mengerjap-erjapkan matadengan imutnya dan berjalan kearah jendela.

“Astagaaaa…!!”. Dengansangat terkejut dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Dia berjalanmundur sambil menggeleng. Dia menjatuhkan diri dengan posisi terdudukdiranjangnya dengan wajah yang sangat ketakutan merangkap shock. Memangnya apayang dia liat diluar sana? Monster kah? Alien kah?.

Bersamaan denganitu nafas namja berwajah manis itu memburu.

“Ini tidakmungkin.!! Hey Kiseop sekarang jaman sudah modern.. Jangan percaya hal sepertiitu!”. Omelnya pada diri sendiri seraya memukul kepalanya.

“Tapi akusungguh melihatnya tadi”. Bantahnya lagi.

Dengan langkahtakut-takut dia mencoba mendekat kearah jendela lagi.

“Oh God !!Ini benar-benar nyata”. Teriaknya dan kemudian dia berlari kearah pintukamarnya.

Sesampaidihalaman rumahnya, namja yang diketahui bernama Kiseop itu mengedarkanpandangannya kesegala arah. Dan pandangannya pun terhenti disatu sudut. Yatempat dimana dia melihat sesuatu(?) yang tadinya nyaris membuat jantungnyalepas dari tungkai. Dan ternyata sesuatu itu adalah seorang gadis dengan sayapyang masih terkepak dengan lebar. Dan itulah yang membuat Kiseop sempat tidakpercaya.

Dengan sedikitragu dia mendekat kearah gadis itu.

“Mmmaaf”.Sapa Kiseop hati-hati.

Bukannyamenjawab gadis bersayap itu terkejut seraya menjauhi Kiseop. Bersamaan denganitu sayapnya pun terkatup dan tiba-tiba lenyap. Dia terlihat ketakutan.

“Hey..Tenanglah.! Aku bukan orang jahat”. Tegas Kiseop. Raut wajah gadis ituterlihat sedikit tenang.

Kiseopmengalihkan pandangannya kepunggung Gadis itu.

“Punggungmuterluka!”. Seru Kiseop. Dia berniat menyentuh punggung Gadis itu namundiurungkan niatnya.

“Ikutlahaku. Aku akan mengobati lukamu”. Kiseop meraih tangan gadis berparas angelitu. Namun si gadis menahan tangannya. Masih ragu dengan niat baik Kiseop.

Kiseopmengerutkan keningnya.

“Kenapa?Kau masih takut padaku?”. Tanya Kiseop.

Gadis ituterdiam. Kiseop tersenyum lalu berjongkok didepan gadis manis itu.

“Aku tidakakan macam-macam padamu. Kalau aku macam-macam kau boleh menghempas tubuhkudengan sayapmu. Atau bawa aku terbang yang tiiiiinggi. Lalu jatuhkan aku ..JLEBB..AAAAAAA!!!”. Kiseop memperagakan bagaimana saat dia jatuh dariketinggian.

Tak sia-siaKiseop melakukan hal yang memalukan itu. Telak membuat gadis berkulit lembutdan seputih susu itu tertawa lebar. Memamerkan deretan gigi putihnya.

“Kaupercaya kan?”. Tanya Kiseop lagi.

Gadis itumengangguk. Kiseop membantu gadis berpakaian serba putih itu untuk berdiri dankemudian memapahnya.

###############FY####################

“Lukamucukup parah”. Ucap Kiseop sambil membersihkan luka sang gadis. Tak adajawaban. Hanya suara rintihan singkat yang terdengar dari mulut gadis cantikitu.

“Sakit ya?Tenang saja. Sebentar lagi akan sembuh kok”. Tutur Kiseop yang juga ikutmeringis seakan merasakan apa yang dirasakan gadis itu.

“Sudahselesai”. Sahut Kiseop sambil bernafas lega.

“Ehm..Siapa namamu? Aku Kiseop. Lee Kiseop”. Kiseop mengulurkan tangan dengansenyum ramah andalannya.

Lagi-lagi sigadis tak membalas uluran tangan Kiseop. Dia hanya mengangkat kedua alisnyaseraya menatap Kiseop.

‘Apa gadis inibisu?’. Tanya Kiseop dalam hati.

“Aku tidakbisu”. Gadis itu membuka mulut akhirnya dan sontak membuat Kiseopmembulatkan matanya.

‘Bagaimana diabisa membaca isi hatiku?’. Kiseop membatin lagi.

“Tentu sajabisa”. Sahut gadis itu lagi tanpamenatap Kiseop.

“Aishh”.Desis Kiseop.

“Aku bukanmanusia biasa sepertimu”. Cletuk Gadis itu lagi. Kali ini dia menatapKiseop tajam. Membuat Kiseop salah tingkah.

“Ehmm..Maaf! Kau Sih sama sekali tak menjawab pertanyaanku. Aku pikir kau…ehemmbi…su”. Terang Kiseop sedikit gugup.

“Aku diambukan karena aku tidak bisa bicara. Hanya saja aku heran. Bagaimana mungkin adalaki-laki secerewet dirimu”. Telak kalimat itu membuat Kiseop mati kutu.Dia meringis malu-malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Hehehebegitu ya? Aku jadi malu”. Cletuk Kiseop sembari berpura2 menutup wajahnyadengan kedua telapak tangannya. Hal ini membuat si gadis lagi-lagi harustertawa lebar. Kiseop ikut tersenyum. Merasa bangga karena dia berhasil membuatgadis disampingnya tertawa .

“NamakuChoi Sulli. Panggil saja Sulli”. Sahut Gadis yang mengaku bernama Sulliitu.

“Sulli?Hmm.. Nama yang bagus”. Jawab Kiseop.

Sulli hanyatersipu malu.

“Oh..ya kaubilang kau bukan manusia biasa sepertiku? Memangnya kau darimana? Apakah kauseorang Angel?”. Tanya Kiseop asal tebak.

“Yaaaa..!Kenapa kau bisa mengatakan aku seorang angel?”. Tanya Sulli kaget.

“Ya, disetiap dongeng yang aku baca. Malaikat itu bersayap dan berbalut kain putih.Sepertimu”. Jawab Kiseop dengan polosnya. Sulli hanya bisa tersenyum lebarmendengar penjelasan Kiseop yang menurutnya polos.

“Hahahaha.Kau ini ! Itu kan hanya ada dinegeri dongeng. Aku bukan malaikat tapi aku putridari seorang raja khayangan”. Jelas Sulli seraya menatap jauh kelangit.Kiseop menatap Sulli heran dan sesaat kemudian dia ikut menatap langit yangsama.

“Lalu?Bagaimana kau bisa ada disini?”. Kiseop mulai menginterogasi Sulli.

“Akumendapat hukuman dari ayahku”.

“Hukuman?”.

“Ya, karenaaku tidak menuruti keinginannya. Jadi dia menghempaskanku kebumi”. Sullitertunduk sedih.

“Kenapabegitu? Aish.. Mana mungkin Appamu tega melakukan itu padamu?”.

“Aku tidaktahu”.

“Lalubagaimana kau bisa kembali ke tempat asalmu?”. Tanya Kiseop.

“Aku hanyabisa kembali kalau….”. Tiba-tiba Sulli menghentikan kalimatnya. Kiseopmengerutkan keningnya.

“Kalauapa?”. Tanya Kiseop penasaran.

“Ahhh…Kau tinggal disini sendirian?”. Sulli mengalihkan pembicaraan.

“Iya..Keluargaku tinggal diluar negeri”.

“Kau pastikesepian”.

“Aku sudahterbiasa hidup sendiri”. Sahut Kiseop sambil tersenyum.

“Oh iyalebih baik kau tinggal disini saja. Kau bisa tidur disini”. Tambah Kiseopsambil menepuk ranjang yang mereka duduki.

“Lalu kau?Kau tidur dimana?”. Tanya Sulli.

“Kau jangankhawatir. Aku bisa tidur di sana”. Jawab Kiseop seraya menunjuk sebuahsofa dipojokan ruang itu.

“Maaf akumerepotkanmu”. Sahut Sulli merasa bersalah.

“Ah..tidakapa-apa. Jangan sungkan !”. Jawab Kiseop enteng.

“Terimakasih Kiseop”.

“Ya ChoiSulli”. Keduanya pun tersenyum dan saling menatap. Dua pasang mata indahmereka saling bertemu.

.

.

.

.

.

.

.

Malam semakinlarut. Kiseop nampak tertidur pulas disofa. Begitupun sebaliknya. Sulli susahuntuk memejamkan matanya. Dia bangkit dari tidurnya dan menghampiri Kiseop yangsedang tertidur nyenyak. Dia meraih selimut yang ada di ranjang lalumenyelimuti Kiseop yang sudah tenggelam didunia mimpi. Sulli berjongkok sambilmenatap Kiseop. ‘Tampan’. Gumamnya. Kembali dia teringat apa yang dikatakanAppanya sebelum menghempaskannya ke bumi.

‘Kau hanya bisakembali kalau ada laki-laki yang mencintaimu dengan tulus’.

Kalimat ituterngiang lagi ditelinga Sulli. Dia cepat-cepat mengerjapkan matanyaberkali-kali.

“Tidakboleh!. Aku tidak boleh menyukai Kiseop. Dan Kiseop juga tidak bolehmenyukaiku”. Sulli merutuk dalam hati seraya bangkit menjauhi Kiseop.

Suasana pagiyang cerah ditandai dengan hangatnya sang surya menyapu bumi. Kilauannyamemancar melalui celah jendela kamar Kiseop membuat Namja berwajah menawan ituharus rela meninggalkan alam mimpinya sejenak. Dia menyipitkan matanya mencobamenghadang terpaan sinar matahari yang siap menyilaukan mata indahnya.

“Hooaaamzz!!”.Terdengar suara dari bibir manisnya. Dia menguap seraya bergeliat sedikitsusah. Ya karena saat ini dia tidur di sofa. Dengan langkah gontai sambilmengucek matanya dia berjalan kearah kamar mandi.

“Kiseop kausudah bangun?”. Sapa Sulli dari belakang.

“Ya.. Inisemua karena matahari yang membangunkanku”. Gerutunya sambil mengusaprambutnya yang tampak acak-acakan.

“Ck.. DasarPemalas”. Cibir Sully.

“Iya?”.Tanya Kiseop memperjelas.

“Tidak apa-apa.Cepatlah mandi, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu”. Sahut Sulli sambillalu meninggalkan kamar Kiseop.

“Wahh inikau semua yang membuatnya?”. Tanya Kiseop saat sampai dimeja makan.

“Tentusaja. Kau pikir ada orang lain didapur ini selain aku?”.

“Aku tidaktahu. Bisa saja kan kau memanggil kurcaci untuk membantumu”. Cletuk Kiseopsambil menyantap hidangan yang menggugah seleranya.

“Aishh..Kau ini!”.

“Di duniadongeng seorang Putri selalu bersama Kurcaci”.

“Kau ini.Lagi-lagi dunia Dongeng. Sudah cepat habiskan makananmu”. Umpat Sully.

‘Dan kau adalahseorang putri yang sangat cantik yang belum pernah aku temukan didunia nyatasebelumnya’. Kiseop menatap Sulli tak berkedip. Entah darimana datangnya,Kiseop merasakan degup jantungnya yang berdetak tak biasa.

“Janganmemikirkan yang bukan-bukan Kiseop. Ayo cepat makan!”. Suara Sullymembuyarkan lamunan Kiseop.

“Eumhh…Aku akan pergi kekampus hari ini. Kau mau ikut?”. Tawar Kiseop mencobamerubah suasana.

“Kekampus?”.

“Ya, tempataku kuliah”.

“Ahh..Tidak aku dirumah saja”.

“Kenapa?”.

“Akumalu”.

“Apa kaumalu kalau tiba-tiba sayapmu muncul dipunggungmu?”. Canda Kiseop sambilterkekeh. Sully menatap kesal kearah Kiseop. Namun Kiseop hanya tertawa renyahmelihat mimik wajah Sully yang dianggapnya sangatlah lucu dan imut.

“Baiklah.Aku hanya bercanda Sulli. Sebaiknya kau ikut saja. Lagipula aku juga inginmembelikanmu beberapa pakaian. Memangnya kau mau terus-terusan memakaipakaianku yang persis seperti layang-layang saat kau yang mengenakannya?”.Kiseop berbicara panjang lebar sambil mengejek Sulli. Sulli merengut lagi.

“Baiklahaku ikut denganmu”. Jawab Sully akhirnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Whoaa inibagus sekali Kiseop. Yang ini juga lucu”. Sulli tampak terkagum-kagumdengan pakaian yang ada di boutique itu. Persis seperti gadis desa yang barupertama kali masuk kota.

“Kausuka?”. Tanya Kiseop sambil tersenyum.

Sulli menganggukpolos.

“Kau bolehmemilih sesukamu”.

“Benarkah?”.

“Tentusaja”.

Terlihat jelaskedua mata Sulli tampak berbinar. Lantas dia melanjutkan aksi pilih-pilihbajunya.

Kiseop hanyabisa tersenyum melihat tingkah Sulli yang mendadak seperti anak kecil.

“Betapapolosnya dia. Gadis yang cantik. Cantik alami”. Kiseop bergumam sambilmeraba dadanya. Merasakan degup jantungnya yang semakin berdegup kencang.

“Terimakasih Lee Kiseop”. Sahut Sulli saat sampai di garasi mobil.

“YaSulli”. Jawab Kiseop. Lagi-lagi dia tersenyum menatap Sulli. Sulli punikut tersenyum dan ~Chu~

tiba-tiba Sullimengecup singkat pipi Kiseop membuat Mpunya terpaksa harus memancarkan semburatmerah dikedua pipinya. Kiseop terdiam kaku. Tak percaya dengan apa yang barusaja terjadi. Berbeda dengan Sulli yang langsung keluar dari mobil Kiseop.Kiseop meraba pipinya yang tadi sempat tersentuh oleh bibir Sulli.

###############FY##################

“YAAAA ChoiSulli tunggu aku. Kenapa larimu sekencang kuda”. Kiseop tampak ngos-ngosanmengejar Sulli.

“Kauterlalu lamban Lee Kiseop”. Cibir Sulli sambil menjulurkan lidahnya.

Tanpa dia sadaritiba-tiba Kiseop berlari kencang kearahnya. Membuat Sulli yang saat itumengenakan jamshoot selutut berwarna putih tak bisa memasang kuda-kuda untukberlari menghindari Kiseop.

“HUPP..maulari kemana kau sekarang nona Sulli”. Kiseop mendekap erat tubuh mungilSulli.

“Ampun TuanKiseop.!”. Jawab Sulli sambil menangkupkan kedua tangannya didalam dekapanKiseop.

“Hahaha kauini lucu sekali”. Kiseop mengacak-acak rambut hitam Sulli dengan gemas dankemudian dia mempererat pelukannya. Sulli memejamkan sepasang matanya merasakanhangatnya dekapan Kiseop.

“Kau senangSully?”. Tanya Kiseop pada gadis mungil yang berjalan sejajar dengannya.

“Sangatsenang”. Jawab Sulli dengan senyum indahnya.

Langkahnyaterhenti seketika saat Kiseop tiba-tiba berjongkok didepannya.

“Kau mauapa?”. Tanya Sulli heran.

“Kau pastiLelah. Ayo naik kepunggungku”. Pinta Kiseop sambil menunjuk punggungnya.

“Janganbilang kalau kau ingin beradegan sok mesra seperti cerita yang ada diduniadongeng!”. Sulli menerka.

“Hahahaha..Tidak,kali ini aku ingin beradegan mesra seperti barbie Clara denganNutrackernya”. Kiseop menggila.

“Hahhbaiklah”. Akhirnya Sulli naik keatas punggung Kiseop. Dan mereka punpulang sambil menyusuri tepi danau menghirup udara sore itu.

“ChoiSulli”.

“Ya?”.

“Aku inginmengatakan sesuatu padamu”.

DEGGG

Sulli tersentaksaat mendengar ucapan Kiseop.

‘Tidak boleh’batin Sulli was-was.

“Sulli apakau tidur?”. Tanya Kiseop. Mendengar pertanyaan Kiseop Sulli langsungberpura -pura terlelap untuk menghindari sesuatu yang akan dikatakan Kiseop.

“Hehehe.Dasar!! Sulli pasti kelelahan”. Umpat Kiseop sedikit menengok kearah Sulliyang sudah memejamkan matanya.

Sesampainyadirumah. Kiseop langsung membawa Sulli kekamar dan membaringkannya diranjangyang sudah lama tak ia tiduri. Dia menyelimuti sosok cantik itu dan kemudian dudukdipinggiran ranjang. Sekedar menatap wajah indah yang ada dihadapannya. Menitisetiap lekukan wajah mulus itu. Entah darimana Kiseop mendapat keberanian untukmenyentuh pipi mulus milik Sulli.

“Kau memangcantik Sulli”. Gumamnya. Kemudian dia meninggalkan Sulli. Setelahdipastikan kalau Kiseop sudah pergi dari tempat itu. Sulli membuka matanya.Matanya yang biasanya memancarkan binar kebahagiaan kini berubah sayu dansendu. Dia terlihat sangat sedih.

“Akumencintaimu Lee Kiseop. Aku tak mau jika aku harus berpisah denganmu. Akubenar-benar mencintaimu”. Tiba-tiba air mata Sulli jatuh membasahipipinya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Malam ituterlihat indah. Bintang bertaburan memancarkan sinarnya yang paling terang.Sulli berdiri terpaku menatap langit dengan tatapan sendu.

“Memangnyaada yang menarik dari langit malam ini?”. Terdengar suara Kiseop daribelakang. Sulli terkejut mendapati Kiseop yang tiba-tiba berada dibelakangnyatersenyum sambil membawa dua gelas coklat panas ditangannya. Dia tersenyumsambil menyodorkan segelas coklat panas itu pada Sulli.

“Terimakasih”.Sahut Sulli datar. Kiseop mengangguk.

Tak ada yangmembuka suara dari keduanya. Hanya terdengar Sulli yang sedang menyeruputcokelat panas itu. Kemudian dia kembali menatap langit.

“Kaumelihat bintang?”. Tanya Kiseop.

Sulli mengangguktanpa mengalihkan pandangannya dari langit itu.

“Ahhsudahlah..tak ada yang lebih bersinar dariku”. Kiseop memuji dirisekaligus mencoba mencairkan suasana yang dirasa tampak kaku.

Namun kali iniKiseop gagal. Tak sedikitpun Sulli menyunggingkan senyumnya.

Kiseop nampakheran. Tak biasanya Sulli sesuram itu.

“Apa kaumerindukan keluargamu disana?”. Kiseop menunjuk ke langit.

Sulli hanyamengangkat kedua bahunya dengan malas.

“Sulli,sebenarnya aku….”.

“JANGAN!!”.

Kiseop terkejutsaat Sulli memotong kalimatnya. Sulli menatap Kiseop tajam membuat Kiseopsemakin begidik.

“Sulli…”.

“Aku mohonjangan katakan itu Lee Kiseop!! AKU TAK MAU MENDENGARNYA!!!”. Sulliberteriak histeris sambil menutup telinganya. Membuat Kiseop semakin bingungdibuatnya.

“ChoiSulli, ada apa denganmu? Kau belum tahu apa yang ingin aku katakan”.

“Aku tahu.Aku tahu Kiseop!”. Nafas Sulli tersengal-sengal.

“Yahh. Akulupa kalau kau bisa membaca pikiranku. Aish aku jadi malu”. Kiseopmenggaruk kepalanya berniat untuk bercanda.

“Ini bukansaatnya untuk bercanda Lee Kiseop”. Emosi Sulli sedikit naik. SenyumKiseop tiba-tiba memudar. Masih terkejut dengan perubahan Sikap Sulli.

“Kau tidakboleh mencintaiku Kiseop. TIDAK BOLEH!!”.

“Kenapa?Kenapa aku tidak boleh mencintaimu? Tidak ada yang bisa melarangku untukmencintaimu”. Kukuh Kiseop.

“Akumohon!!”. Suara Sulli melemah.

“Beri akualasan kenapa aku tidak boleh mencintaimu?”. Mata Kiseop memerah.

“Kau tahu?Aku hanya bisa kembali ke asalku kalau ada laki-laki yang mau mencintaikudengan tulus. Kalau kau mencintaiku. Itu sama saja dengan kau membiarkankupergi dari sisimu”. Terang Sulli panjang lebar. Air matanya mulaiberderai.

“HAHAHAHAHAlelucon apa ini? Sungguh tidak masuk akal”. Bantah Kiseop yang secaratidak sadar juga meneteskan air mata.

“Kau pikiraku mau berpisah denganmu? Aku tidak mau Kiseop. Aku ingin tetap bersamamu. Kaumengerti itu?”.

“Aku tidakpeduli. AKU MENCINTAIMU Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi ChoiSulli…”. Belum selesai Kiseop berbicara,tiba-tiba dia dikejutkan dengansebuah sinar yang entah darimana datangnya. Sinar itu memancar menembus tubuhmungil Sulli. Betapa kagetnya dia saat melihat sepasang sayap putih terbentanglebar dipunggung Sulli.

“ChoiSulli.! Ini tidak mungkin.. Kau tidak boleh pergi..!!”. Tak terasa gelasyang ada ditangannya terjatuh. Dia maju selangkah mencoba menggapai Sulli yangsudah melayang di udara.

“Maafkanaku Kiseop. Aku harus pergi. Aku tidak bisa bersamamu lagi”. Ucap Sullimencoba mengukir senyumnya.

“Sulli akumohon jangan tinggalkan aku!!”. Kiseop mencoba menggapai tubuh Sulli namuntubuhnya semakin menjauh dari Kiseop. Air mata Kiseop semakin deras menatapSulli yang semakin jauh dari jangkauannya.

“Maafkanaku. Aku mencintaimu Lee Kiseop”. Masih terdengar suara lembut Sulli.Tiba-tiba tubuh Sulli semakin jauh dan akhirnya tak terlihat lagi.

“ChoiSulli”. Tubuh Kiseop tiba-tiba merosot. Seakan tak ada tenaga untukmenopang tubuhnya. Dia menangis sejadi-jadinya.

“AKUMENCINTAIMU CHOI SULLI…!!”.

“Siapa ChoiSulli?”.

“Jangantinggalkan aku Sulli!!”.

PLAKKKK

“Auhhh”.Kiseop mengusap kepalanya merasa ada yang memukul kepalanya. Dia mencobamembuka matanya.

“YAAAAA NaYoung Noona kenapa ada disini?”. Teriak Kiseop pada wanita cantik yang adadihadapannya.

“HarusnyaNoona yang tanya padamu. Kenapa kau tidur sambil teriak-teriak? Dan kenapa pulawajahmu penuh dengan air mata?”. Wanita bernama Na Young itu mengerlingwajah Kiseop.

“Benarkah?”.Tanya Kiseop meraba wajahnya.

Na Youngmengangguk.

“Sulli.Choi Sulli..!! Noona dia meninggalkanku”. Tiba-tiba Kiseop Menangisdihadapan Na Young.

‘Baru seminggu aku pergi. Kenapa adikku seperti oranggila?’. Batin Na Young yang masih bingung dengan sikap Kiseop yang tiba-tibamenangis menyebut nama Choi Sulli.

“Siapa ChoiSulli? Apa dia pacarmu?

Setahu Noona kautak punya pacar”. Na Young nampak terheran-heran.

“Noonatidak akan tahu siapa Choi Sulli. Karena dia sudah meninggalkanku tadi malam.Dia sudah kembali ke khayangan. Aku sangat mencintainya Noona”. JlentrehKiseop sambil terisak.

“Kiseop!Kau pasti bermimpi sayang”. Na Young menangkupkan kedua tangannya kewajahKiseop yang sudah basah karena air matanya yang terus mengalir.

“Aku tidakbermimpi Noona. Baru kemarin siang aku pergi ke danau bersamanya. Aku jugamenggendongnya kemarin”. Kiseop menjelaskan apa yang telah dia lakukan pada Noonanya. Namun NaYoung hanya tersenyum sambil mengusap rambut Kiseop lembut.

“Akuterlalu sering membaca buku dongeng, makanya kau berkhayal”.

“Aku tidakberbohong Noona”. Kiseop bersikukuh. Dia bangkit dari ranjangnya dengankeadaan yang acak-acakan menuju serambi kamarnya. Disana dia menemukan duagelas yang semalam dia bawa. Yang satu pecah dengan beling berceceran dilantai.

Ya Kiseopmenjatuhkan gelas itu tadi malam.

“Inibenar-benar nyata. Aku tidak bermimpi”. Gumam Kiseop saat menemukansehelai bulu berwarna putih yang ia yakini itu adalah bulu sayap milik Sulliyang tertinggal. Dia mengambil bulu itu kemudian menempelkan didadanya. Diaberdiri dari duduknya sambil menatap jauh keatas langitnya.

“ChoiSulli, dimanapun kau berada aku tetap mencintaimu. Menjaga hatiku untukmu.Kenapa kau tak membawaku terbang ketempat yang sangat tinggi kemudian kauhempaskan tubuhku. Daripada aku harus hidup tanpamu seperti ini. Bukankah matiitu lebih baik?. Kenapa dunia kita harus berbeda? Kenapa kita harusdipertemukan kalau pada akhirnya kita dipisahkan?”. Kiseop bergumamsendiri. Air matanya kembali meleleh.

‘Aku yakin kaujuga sedang menatap langit yang sama denganku Sulli. Aku mencintaimu sampaikapanpun’. Kiseop tersenyum saat menatap langit yang saat itu terlihat sangatcerah.

Ada saat kitamencintai seseorang namun kita tak bisa bersamanya. Percayalah akan ada halyang menyenangkan dibalik semua itu.

-THE END-

A/N: RCL Please !!!

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s