Ff special Jo twins’s birthday [PROMISE U]_Oneshot

Tittle: “Promise U” [oneshoot]

Author: min J. yeong^^

Genre: family, romance

Main cast:

Jo youngmin x Han Tae in

Jo kwangmin x Lee Ha won

……………………………………………………….. [Promise U] ………………………………………………………………………..

Seoul, 24 april 2013

-Taman namsan-

(kwangmin. Pov)

“saengil chukkhamnida,

Saengil chukkhamnida,

Saengil chukkhae, kwangmin gun,

Saengil chukkahamnida”,

Aq seketika menoleh menatapi seseorang yg tiba2 saja munculdi belakangku sembari menyanyikan lagu ‘selamat ulang tahun’, dan membawa sebuahbirthday cake di tangannya.

Seorang yeoja.

Perlahan yeoja ini meletakkan cake yg dibawanya tersebutkearah bangku yg berada di dekat situ.

Sejenak ia membetulkan letak kacamatanya dan lalumengulurkan tangannya kearahku,

“Han Tae in”, ujarnya, kemudian.

Aq menatap yeoja ini, lama. Lalu perlahan menjabattangannya.

“aq_”,

“tidak perlu. Aq sudah tau siapa namamu”, ujarnya memotongapa yg baru saja ingin aq katakan.

Ia menatapku sekilas, dan, “ini”, katanya lagi sembarimenyodorkan sepucuk surat kearahku.

Aq menatapnya bingung, lalu kemudian melirik surat ditangannya.

“bacalah”, ujarnya lagi.

Masih dengan bingungnya aq meraih surat tersebut daritangannya, membuka amplopnya dan lalu mulai membaca apa yg tertulis disana.

>

-Jo twins’s home-

“youngie ah~! Kwangie ah~! Irona”, teriak eomma Jo di depanpintu kamar kedua anak kembarnya itu dan sedikit menggedor2 pintu kamar mereka.

Krieekk!

Pintu kamar terbuka, dan muncullah wajah youngmin dari dalamsana.

“ne, eomma. Arro”, ujar namja itu, masih mengantuk.

Tukk!

“aoww!! Appoya!”, teriak youngmin yg kini sedang mengelus2jidatnya yg baru saja di sentil oleh eommanya.

“cepat mandi, dan bangunkan kwangmin”, perinta eomma Jo,kemudian.

Youngmin hanya mengangguk, dan segera beranjak mendekatisosok adik kembarnya yg masih begitu pulas di bawah selimut.

“kwangmin ah~, irona”, ujar youngmin menyibakkan selimut ygmenutupi tubuh kwangmin dan mengguncang2kan tubuh adiknya itu.

“mwo haneungeoya??! Aq masih mengantuk!!”, teriak kwangminmarah, sontak menyelimuti tubuhnya kembali.

Bugghht!!

“yak!!”, kwangmin seketika terbangun dengan wajah begitukesal ketika sebuah bantal mendarat tepat mengenai wajahnya.

Namja kembaran youngmin itu berdecak kesal mengacak2rambutnya, dan,

“mwo??! Kau mau marah pada eomma juga. Ppalli irona!!”,

Kwangmin menatap sosok eomma Jo yg sudah melotot kearahnyasekarang.

“ne, eomma”, ujarnya, dan lalu bangkit menuju kamar mandidengan ogah2an.

-at Ruang makan-

“eomma, hari ini aq ada kelas tambahan. Aq pasti pulangterlambat”, ujar youngmin melirik sekilas kearah eomma Jo yg nampak sibukmelayani suaminya, appa Jo.

Tak ada jawaban apapun.

Wanita setengah baya yg masih tampak cantik itu hanyamengangguk sekilas.

[jeda sesaat]

“bagaimana denganmu, kwangie ah~??”, Tanya appa Jo kearahkwangmin yg sedari tadi hanya sibuk sendiri dengan sarapannya.

“tidak ada. Aq akan pulang tepat waktu”, jawab namja itu,datar.

“aq berangkat sekarang”, ujarnya kembali dan segera beranjakmeninggalkan meja makan tersebut.

“kau tidak berangkat bersama youngmin, kwangie ah~??”, eommaJo bertanya, memperhatikan salah satu dari kedua anak kembarnya tersebut ygmulai berbelok kearah ruang tamu.

“tidak”, jawabnya singkat, dan tanpa berpaling sedikitpunlagi.

“kalian sedang bertengkar??”, Tanya appa Jo, menatapyoungmin, serius.

“tidak, appa. Kami berdua sedang tidak bertengkar”, jawabyoungmin.

“lalu??”, appa Jo kembali bertanya.

Sekilas pria paruh baya tersebut melirik sosok istrinya yglangsung mengendikkan bahu, tidak tahu.

“entahlah, appa. Aq juga masih bingung. Sudah dua hari inikwangmin seperti itu, dan di sekolahpun aq merasa dia sengaja menghindariku”,tutur youngmin, lagi.

Hhh, appa Jo menghela nafasnya sesaat.

“hmmtt. Ada apa dengan anak itu??”, pikirnya.

-at school-

(youngmin. pov)

“youngmin ah~”, aq menoleh begitu mendengar teriakan khasitu di belakangku dan langsung memamerkan senyuman terbaikku kearah yeojaberambut panjang yg sedang berlari2 kecil kearahku.

“selamat pagi”, sapa yeoja bernama Ha won A.ka Lee Ha wonini, saat ia tepat berada di hadapanku sekarang.

Ia tersenyum manis kearahku, namun tampak jelas matanyasedang mencari2 sesuatu.

“mana kwangmin??”, tanyanya.

Akhirnya, pertanyaan itu keluar juga dari bibirnya.

Aq menghela nafas pelan sesaat.

Kenapa kau selalu mencari kwangmin, sementara aq sudahberada disini.

Disini. Tepat di hadapanmu.

[jeda sesaat]

Aq menatap Ha won.

Hmm, dia benar2 sangat cantik.

“youngmin ah~”,

Aq mengerjap2kan kedua belah mataku, dan sekali lagi menatapHa won yg tengah menatapku, bingung.

Aq tersenyum sekilas.

“mana kwangmin??”, tanyanya lagi.

“mollayo. Aq tidak berangkat bersamanya pagi ini. Memang dikelasnya tidak ada??”, aq balik bertanya padanya.

Ia menatapku, dan perlahan ia menggamit lenganku. Membuatkumenatapnya lekat, saking kaget. Dan sementara dia terus saja berjalan denganmenggamit lenganku.

“aq sudah dari sana, tapi kata minwoo sudah dua hari ini diaselalu datang terlambat dan juga suka menghilang entah kemana di saat jamistirahat sekolah”, ujarnya.

Hmmtt.

Apa yg sebenarnya sedang di lakukan oleh kwangmin??

Lagi2 aq melirik Ha won, dan ia masih saja terus menggamitlenganku.

Tanpa sadar, aq tersenyum simpul sendiri.

Tahukah kau, Ha won ah~. Aq sangat senang melihatmumenggamit lenganku seperti ini.

[jeda sesaat]

“eh, tunggu!!”, ujar Ha won yg tiba2 menghentikanlangkahnya.

“kelasmu kan ada disana. Kenapa kita lewat sini??”, ujarnya,kemudian.

“ayo”, lagi ujarnya, dan hendak berbalik arah ketika aqmenahan tangannya langsung.

“tidak perlu, aq memang tidak ingin ke kelas, kok. Aq inginlangsung ke perpustakaan dulu sekarang”, jawabku.

“mau ikut??”, tawarku padanya, kemudian.

Sejenak ia menatapku, lalu kemudian tersenyum.

“tentu saja”, ujarnya mantap, dan lagi2 kembali menggamitlenganku seraya menarikku pergi, kemudian.

-Jo twins’s home-

Krieekk!

Aq membuka pintu kamarku dan masuk ke dalamnya.

Aq meletakkan tasku keatas meja, dan lalu melepas sepatuku.

Setelah meletakkannya di rak sepatu, aq pun beranjak menujutempat tidurku.

Sejenak aq memperhatikan sosok kwangmin yg sudah tertidurpulas di balik selimutnya.

Hhh, aq menghela nafas pendek.

Kau memang berada di dekatku, tapi aq merasa begitu sangatjauh darimu,

Kwangmin ah~

(youngmin. pov)

Aq melangkah turun menapaki anak tangga menuju lantai dasar,dan sekilas melirik kearah meja makan.

Hanya ada eomma dan appa disana.

“mana kwangmin??”, tanyaku, mendekati mereka berdua.

“dia sudah berangkat. Baru saja”, jawab eomma, dan lalumenyodorkan sepotong roti salad kearahku.

“mwo??”, ujarku tanpa sadar, dan tanpa sempat duduk, aqkembali menegakkan tubuhku, menyambar potongan roti salad tersebut, lalu, “aqjuga berangkat sekarang. Dah”, aqpun seketika itu juga ngacir begitu saja darihadapan eomma dan appa.

Aq harus bisa mengejar kwangmin.

-Rumah sakit pusat Seoul-

(youngmin. pov)

“apa yg di lakukan kwangmin di tempat ini?? Apa dia sedangsakit??”, batinku, melihat kwangmin memasuki rumah sakit ini.

Aq terus mengikutinya hingga ia tiba di depan suatu ruangan,yg membuatku langsung terperangah kaget begitu melihatnya masuk ke dalamruangan itu.

Ruangan Dr. Lee Jeong min.

Ada apa dengan kwangmin??

Apakah mungkin dia juga sebenarnya _??”,

[jeda sesaat]

Tak lama berlalu, kemudian kwangmin dan Dr. Lee keluar dariruangan tersebut. Tampak kwangmin sedang berbincang sesuatu yg teramat seriusdengan Dr. Lee. Lalu,

“kwangmin ssi, itu tidak akan pernah bisa di lakukan karenaitu sama saja artinya dengan membunuh anda”, ujar Dr. Lee.

Bunuh?? Apa maksudnya??

“itu bukan masalah bagiku, dokter Lee. Yg terpenting adalahkehidupan baru untuk hyung ku, youngmin”,

Mwo???

Mataku seketika membulat kaget melihat kwangmin yg kinitampak berlutut di hadapan Dr. Lee.

“kumohon”, ujar kwangmin kembali dengan memelas.

Yak! Yak! Yak!

Apa yg sedang di lakukannya itu??!

“MWO HANEUNGEOYA?!!”, teriakku, mendekat kearah mereka danmembuat baik kwangmin maupun Dr. Lee menoleh kaget karena kemunculanku ygtiba2.

“hyung???”,

Kwangmin menatapku, kaget.

“apa2an ini??!”, cecarku, meminta penjelasannya.

“hyung, aq hanya ingin membantumu”, jawabnya.

“membantu?? Itu bukan membantu. Itu menukar nyawamu dengannyawaku. ARRO!!”, teriakku, marah.

“NE. ARRO! LALU KENAPA??!”,

“KENAPA??? KENAPA KATAMU. Kau pikir aq bersedia dengan itu,kha?? TIDAK!! AQ TIDAK AKAN PERNAH BERSEDIA. Aq tidak akan mau menerima DONORdari TUBUHMU. TIDAK AKAN! Dan, AQ TIDAK BUTUH ITU”,

Tanpa sadar, airmata sudah menetes jatuh mengalir, membasahikedua belah pipiku, pun demikian juga dengan kwangmin.

[jeda sesaat]

“jika pikirmu tindakanmu ini adalah benar, aq sama sekaliTIDAK MENYUKAINYA. Dan jika kau masih NEKAT, jangan mengira bahwa aq tidak akanjauh LEBIH NEKAT darimu”, tegasku padanya, dan lalu beranjak meninggalkannya ditempat itu.

Aq sungguh tidak habis pikir kenapa kwangmin sampai berpikirsesempit itu.

Aq memang sakit. Tapi tahukah ia bahwa melihatnya sepertitadi itu jauh lebih menyakitkan bagiku.

Kwangmin, aq mengerti maksud baikmu, tapi itu bukanlah yg aqinginkan.

Untuk saat ini, dan juga selamanya.

“hyung!!”, teriak kwangmin, namun aq tak mau peduli.

Mianhaeyo, kwangmin ah~

Aq terus saja berjalan, membiarkan airmata ini juga terusjatuh dari pelupuk mataku.

-Jo twins’s home-

“appa, aq ingin berangkat ke Amerika”, ujarku tanpabasa-basi kearah appa yg sedang asyik membaca Koran di ruang keluarga.

Seketika appa menurunkan Koran yg sedang di bacanya danmenatapku, lekat.

“ada apa, youngie ah~??”, tanyanya, terus menatapiku denganserius.

“tidak ada apa2, appa. Aq hanya tiba2 ingin bersekolahdisana. Bukankah dulu appa yg pernah menawarkan ini padaku”, jawabku, dan lalukemudian duduk di sebelahnya.

Lagi2 appa hanya menatapiku. Lalu, “sebenarnya ada apadenganmu, youngie ah~?? Dulu bukannya kau sangat menolak tawaran appa tersebutdengan alasan kwangmin yg bersikeras tidak mau ke Amerika dan kau tidak mauberpisah sekolah dengannya. Lalu kenapa sekarang _??”,

“appa, aq berubah pikiran. Tolong siapkan segalanya dalamdua hari kedepan”, ujarku (lagi), memotong kata2nya.

“kumohon”, ujarku kembali, menatapnya yg tampak kaget danbingung, dan lalu beranjak dari hadapannya.

Aq tahu, appa pasti sedang bertanya2 sekarang. Namunsudahlah,aq hanya ingin pergi dari sini secepatnya.

(kwangmin. Pov)

Apa yg ku lakukan hari ini benar2 membuatnya terluka. Sangatterluka.

Aq tahu itu. Aq bisa melihat semuanya dari tatapan matanyatadi. Tatapan penuh lebih dari sekedar kata ‘luka’, dan walaupun ia berteriakpenuh emosi kemarahan seperti tadi itu.

Hyung, aq hanya ingin kau hidup. Walaupun itu artinya aq ygakan mati.

Aq tak perduli itu semua, karena bagiku kehidupanmu jauhdiatas segalanya.

Aq hanya ingin kau bahagia.

Wusshh!

Angin kencang menerpa wajahku.

[jeda sesaat]

Aq mendongak menatap langit diatasku. Sudah malam, rupanya.

Hhh, kemana para bintang2 itu??

Langit malam begitu kelam, tanpa sinar2 indah dari bintangyg berpendar menghiasnya.

(youngmin. pov)

Aq duduk seorang diri di beranda teras ini seraya memandangilangit malam kota Seoul yg begitu kelam diatas sana.

Perlahan aq merogoh kantung celanaku dan mengeluarkansecarik kertas dari dalam sana.

Aq membaca isi surat itu, kemudian menghela nafas panjang.

Kenapa?? Kenapa harus aq??

[jeda sesaat]

Kriekk!!

Aq menoleh begitu mendengar seseorang yg mendorong pintukamar di dalam sana.

Aq menatap sosok kwangmin yg baru saja memasuki kamar dansedang melepas sepatunya sekarang.

Aq lagi2 menghela nafas sesaat, kembali melemparkanpandanganku kearah langit malam diatas sana.

(kwangmin. Pov)

“hyung!!”, panggilku kearah youngmin hyung yg berjalanterburu2, jauh di depanku.

Ia tak menoleh sama sekali dan malah semakin menambah cepatlaju langkah kakinya. Aq mengejarnya, dan kemudian seketika memotong langkahnya.

Ia menatapku, tajam.

“MWOYA?!!”, teriaknya.

“kita harus bicara”, ujarku.

“tidak ada yg harus kita bicarakan”, ujarnya dan lalumelengos pergi.

Dengan cepat aq menahan tangannya, kuat2.

“ada”, ujarku kembali, menatapnya tajam.

Ia hanya diam, pun menatapku dengan tajam.

[jeda sesaat]

“jangan menganggapku bodoh seperti ini. Ya! Aq memang sakit,tapi ini tubuhku. Yg sakit itu tubuhku. Dia bersarang di tubuhku. Tubuhku,bukan tubuhmu. Dan jangan anggap kau memiliki tanggung jawab besar untuk itusemua. Ini bukan bebanmu. Ini masalahku! Jangan ganggu aq dan masalahku”,

Aq tercengang mendengar kata2 yg mengalir keluar begitu sajadari bibir yongmin hyung.

Aq (masih) menatapnya.

Hyung, aq mengerti bagaimana perasaanmu.

Aq tahu.

Aq bisa merasakan semua kepedihanmu saat ini, dari tatapanmatamu, dari kata2mu.

Hyung, salahkah jika aq hanya ingin menghilangkan semuakepedihan dan rasa sakit itu dari tubuhmu??

Aqpun ingin membagi rasa sakit itu bersamamu.

“sakitku adalah masalahku. Dan bahkan jika itu adalahkematianku, itu semua bukan hak mu untuk mengurusinya. Kau hanya perlumeneruskan hidupmu sendiri, dan jika itu artinya aq tidak ada lagi di dunia inibersamamu. Aq _”,

“hyung, hentikan!!”, teriakku, memotong semua ucapannya.

Sungguh! hatikusangat sakit saat ia berbicara mengenai kematian.

Hyung, kau tidak akan mati.

1 menit,

2 menit,

3 menit,

4 menit,

5 menit,

“pikirkan tentang Ha won”, ujarku, memecah kesunyian yg(lagi) sejenak melingkupi kami berdua.

Menyebut nama Ha won, ia seketika menatapku, lekat.

Aq tahu, kau juga menyukai yeoja itu sama sepertiku.

Kau tahu, hyung. Alasan itulah mengapa aq ingin menjadidonor untukmu.

Lee Ha won.

Dialah alasan utamaku.

Aq menghela nafas panjang (kembali), “Ha won menyukaimu,hyung”, ujarku.

“menyukaiku???”, tanyanya dengan sebelah alis terangkat,menatapku bingung.

Aq mengangguk pasti kearahnya, walaupun harus aq akuimengatakan hal itu sedikit(?) membuatku terluka.

Namun yg terjadi adalah, tanpa aq duga2 sebelumnya, tawayoungmin hyung malah pecah.

Ia tertawa keras, dan kemudian berbalik hingga kini kamiberdua saling menghadap satu sama lainnya.

Lalu kemudian ia meletakkan kedua belah tangannya kearahpundakku,

“yak! Dengar baik2, kwangie ah~”, ia menekankan suaranya,menatapku serius.

Ia menghela nafas sejenak, dan,

“dia bukannya menyukaiku. Tapi, kaulah yg di sukainya”,katanya, dan itu membuatku terpana menatapnya, mencari2 celah kebohongan dikedua sudut matanya.

“aq tidak berbohong. Percayalah”, ujarnya dan kemudiansecara perlahan beranjak meninggalkanku yg masih (shock) dengan semua apa yg dikatakan olehnya barusan.

(youngmin. pov)

Hhh. Aq menarik nafas lega. Benar2 lega.

Aq sudah mengatakan semuanya, dan walaupun dengan jujur aqkatakan bahwa hatiku sakit dengan semua pengakuan itu. Namun aq bahagia danjuga lega.

Aq bisa pergi dengan tenang, tanpa beban apapun lagi.

Aq melangkahkan kakiku yg terasa begitu ringan, untuk saatini.

Heuhh, kini saatnya untuk menikmati hari2 terakhirku disini,di tempat ini.

(kwangmin. Pov)

Aq terus menatapi sosok Ha won yg tampak asyik dengan biolayg sedang di mainkannya.

Benarkah dia menyukaiku??

Aq kembali teringat pada pertemuan pertamaku dengan gadisitu yg langsung membuatku jatuh hati pada sosoknya.

Saat itu,

Aq, youngmin hyung, dan Ha won adalah murid baru di sekolahini. Dan karena kecintaan kami yg sama terhadap seni musik, akhirnya kamibertigapun menjadi akrab, dan dari keakraban itulah perlahan aq mulai merasakanperasaan yg aneh bernama ‘cinta’ kepada Ha won, namun perlahan juga aqmengetahui bahwa tidak hanya aq saja yg menyukai Ha won. Ternyata, youngminhyung pun menyukai gadis ini.

“hei”,

Aq mengerjap2 kaget mendapati sosok Ha won yg sudah beradatepat di hadapanku, dan sedang mengibas2kan tangannya di depan wajahku.

“melamunkan siapa, sih??”, tanyanya, duduk di sampingku.

“aniya. Aq tidak melamun”, jawabku, mengelak.

Ia mendekatkan wajahnya, dan menatapku dalam2.

Deg, deg, deg!!

Seketika aq memegang dadaku, menahan detak jantungku ygsemakin keras.

Tukk!

Aoww! Aq meringis kesakitan dan mengelus2 kepalaku ygbarusan di jitak olehnya.

“kajja”, lagi2 ia sentak menarikku pergi entah kemana.

-Jo twins’s home-

(youngmin. pov)

“aq pulang”, kataku, mendorong pintu dan masuk ke dalam.

“youngie ah~. Kemarilah”, aq beranjak mendekati sosok appayg memanggilku dan kemudian duduk di dekatnya.

Ia mengulurkan sesuatu kearahku.

“itu adalah passport, tiket pesawat, dan beberapa surat2lainnya yg akan kau perlukan selama di Amerika”, ujarnya, menatapku.

“terima kasih, appa”, ujarku dan langsung memeluknya erat.

“jeongmall mianhaeyo, appa”, batinku.

[jeda sesaat]

Aq melepaskan pelukanku dan sejenak menghela nafas panjang,menghalau airmata yg sedikit demi sedikit mulai menggenang di pelupuk mataku.

Jangan menangis.

Jangan menangis sekarang.

-Jo twins’s room-

Aq menatap tiket pesawat ini.

Tiket pesawat tanggal 23 april, dan itu artinya adalahbesok.

Heuhh, lagi2 aq menghela nafas panjang.

Aq meraih ponselku, membuka flapnya, dan mulai menuliskansesuatu disana.

(send)_

-at school-

“kajja”,

Youngmin menarik tangan kwangmin yg tampak asyikmendengarkan musik dari headphone yg di pakainya, sehingga adik kembarnya ituterkaget dan menatapnya bingung.

“kita mau kemana, hyung??”, Tanya kwangmin, dan sementarayoungmin terus saja menariknya pergi.

“jangan banyak tanya dulu. Ikut saja”, ujar youngmin tanpamempedulikan kwangmin yg masih menatapnya sejuta tanya.

-at taman kanak2-

(youngmin. pov)

Aq dan kwangmin berdiri di halaman taman kanak2, tempat kamibersekolah sewaktu kecil dulu.

“masih ingat tempat ini??”, kataku, melirik kwangmin.

“tentu saja. Tapi ada apa kita kesini, hyung??”, tanyanyabalik kearahku.

“tidak apa2. Aq hanya ingin mengenang masa2 kecil kitadahulu. Besok kan hari ulang tahun kita yg ke-16 tahun, dan tiba2 saja aq inginmengenang masa2 kita di sekolah ini dulu. Seru, kan??”, tuturku, kembalimeliriknya.

Ia menatap sekeliling kami dengan takjub.

Walau ia tak berbicara sepatah katapun, aq tahu bahwakwangmin juga sangat senang kembali ke tempat ini lagi.

“ayo kita main disana”,

Aq menariknya kearah ayunan yg tidak jauh dari tempat kamiberdua.

Saat bersekolah disini, aq dan kwangmin sangat suka bermaindi ayunan tersebut.

Aq jadi ingat, pernah suatu ketika kwangmin jatuh dari atasayunan itu dengan lutut berdarah. Aq yg melihat itu menangis sejadi2nya,sementara kwangmin hanya terbengong2 melihatku menangis seperti itu.

“hyung, apa yg kau lakukan?? Ayo dorong lebih keras lagi”,teriak kwangmin, menyadarkanku.

Aq sekilas menatapnya dan lalu mendorong tubuhnya lebihkeras, membuatnya tertawa2 dari atas ayunan tersebut, pun akhirnya aq ikuttertawa bersamanya.

[jeda sesaat]

“aq haus, kwang. Aq mau pergi membeli minuman dulu, yah. Kautitip sesuatu tidak??”,

“hmmtt. Tidak usah, hyung”,

“baiklah”, dan aqpun beranjak pergi meninggalkannya.

(kwangmin. Pov)

1 menit,

3 menit,

5 menit,

“kemana youngmin hyung?? Kenapa dia lama sekali hanya untukmembeli minuman??”, batinku, turun dari ayunan.

Trrt. Trrt. Trrtt!

Aq merogoh kantung celanaku dan mengeluarkan ponselku darisana.

Aq membuka flapnya, dan sebuah sms terpampang di layarnya.

Dari youngmin hyung.

Aq membaca isi sms tersebut.

[jeda sesaat]

Aula sekolah??

Ia menyuruhku ke tempat itu sekarang.

Aq menggaruk2 kepalaku dengan bingung.

Ahh~ hyung. Apa lagi ini??

(Ha won. Pov)

Aq mengedarkan pandanganku ke sekeliling aula ini. Tampakbeberapa buah kursi, berantakan di depanku. Dan di depan sana terdapat sebuahpanggung kecil dengan grand piano di sudutnya.

Aq mengingat sms dari youngmin semalam yg menyuruhku ketempat ini saat istirahat sekolah.

Sejenak aq melirik jam tanganku. Sudah pukul 13.00 KST, danitu artinya aq sudah lebih dari satu jam menunggunya disini.

Hhh, kemana youngmin??

Trrt. Trrt. Trrtt.

Aq membuka flap ponselku dan membaca isi pesan dari youngminyg baru saja masuk.

“[tunggulah sebentar lagi]”

Hanya itu isi pesan singkatnya.

Aq menutup flap ponselku dan menghela nafas pelan.

“Ha won ah~”,

Aq seketika menoleh begitu mendengar seseorang yg memanggilnamaku.

“kwangmin??”, ujarku, menatap sosok namja yg berjalanmendekat kearahku sekarang.

“sedang apa kau disini??”,

“sedang apa kau disini??”,

Kami berdua hanya tertawa, menyadari bahwa kami berdua telahmengucapkan kalimat yg sama persis.

[jeda sesaat]

Trrt. Trrt. Trrtt.

(kwangmin. Pov)

Trrt. Trrt. Trrtt.

Aq mengambil ponselku dan lalu membuka flapnya.

Sms dari youngmin hyung (lagi).

“[ini moment yg tepat untukmu. Gunakan dengan baik]”

Apa maksudnya ini??

Aq mengernyit bingung menatap isi sms youngmin hyungbarusan, dan kemudian melirik Ha won di sampingku.

Apakah yg dimaksudnya olehnya itu, _??

Hhh, sejenak aq menghela nafasku, pelan.

Lagi2 melirik Ha won.

Haruskah??

Haruskah sekarang???

[jeda sesaat]

“kemana youngmin??”, tutur Ha won, mulai tampak cemas.

Ia melirik jam di tangannya, dan sekilas melirikku.

“kita kembali saja ke sekolah”, katanya dan mulai beranjak.

“tunggu! Ha won ah~”,

Aq segera saja menahan tangannya, membuatnya menoleh danmenatapku.

Aq beranjak mendekatinya, berdiri tepat di hadapannyasekarang.

Deg! Deg!!

Aq menarik nafas dalam, menatap tajam kedua belah matanya.

1 menit,

2 menit,

3 menit,

“Saranghae”, ujarku, pelan.

Ia hanya menatapku.

Perlahan aq mendekatkan wajahku ke wajahnya.

Chu~

(youngmin. pov)

Aq melemparkan pandanganku keluar jendela taksi ini,menikmati pemandangan kota Seoul untuk yg terakhir kalinya.

“selamat tinggal, Seoul”, batinku.

[jeda sesaat]

“pak, ayo lebih cepat. Pesawatku akan segera berangkat”, ujarkukearah sang sopir taksi yg dengan segera mempercepat laju taksinya membelahlalu lintas kota Seoul sore itu.

Seoul, 24 april 2013

Wusshh!!

Angin bertiup kencang menerbangkan sepucuk surat itu darigenggaman tanganku.

Aq menatap yeoja bernama Han Tae in ini.

Dia tersenyum kearahku, dan kemudian beranjak kearah bangkutempatnya meletakkan birthday cake yg dibawanya tadi.

Ia duduk disana, lalu,

“youngmin oppa meninggal tepat setahun yg lalu, di musimgugur. Setelah itu, ia mendonorkan jantungnya padaku sehingga aq bisa sepertiini sekarang. Selama sisa hidupnya, ia selalu bercerita tentangmu kepadaku. Membuatkupenasaran apakah dirimu benar2 seperti apa yg di ceritakannya selama ini. Danternyata benar, melihatmu hari ini, aq merasa kembali bertemu dengannya”, tuturgadis itu, menatapku.

[jeda sesaat]

“dia adalah malaikatku”, lanjut gadis itu, kembali.

Aq memperhatikannya yg tampak sedang mengusap airmata ygtanpa sadar jatuh membasahi kedua belah pipinya.

1 menit,

2 menit,

“hmm. Make a wish, lalu tiup lilinnya”, ujar Tae in,menyodorkan birthday cake dengan lilin2 menyala ke hadapanku.

Aq menatapnya sesaat, sementara yeoja itu hanyamenganggukkan kepalanya padaku.

Aq menghela nafas panjang, memejamkan mataku.

Hyung, I’ll PROMISE U.

Aq akan hidup dengan bahagia. Bukan hanya untukmu, tapiuntukku juga.

Pphiuhh!

Dan lilin2 itupun padam.

>

note: Ff ini special aq buat untuk ultah Jo twins [Jo youngmin ‘n’ Jo kwangmin].

semoga kalian yg baca ff ini suka sama ffx.

jangan lupa buat RCLnya, ne^^

gomawo.

Ppyong~

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s