FF SUN FLOWERS VERS. ORIGINAL

Sunflower (kevin & sihyun)
Ini ff terinspirasi dari sebuah novel yang berjudul A Little Thing Called Love dan di tambah dengan lirik lagu Gavy Nj yang berjudul Sunflower , liriknya menyentuh banget bila dipahami mungkin akan nyambung dengan ff ini.
Aku sampai nangis waktu baca ulang ini ff sasma putar lagunya, padahal waktu ngetik aku sambil ngantuk-ngantuk pemirsa, hehehehe  ini ada 3 versi kalau berminat baca silahkan mampir keblogku http://www.sunflowersku.wordpress.com

Autor : shina
Cast :
Kevin woo(u-kiss)
Noh Sihyun (gavy nj) / reader

Sebelum kecerita aku kasih gambaran sedikit tentang sejarah sunflower.

Sun flower adalah bunga matahari yang selalu mengikuti arah matahari, dalam sejarah jerman bunga matahari termasuk dalam Famili asteraceae yang juga dikenal dengan sebutan Exhibit heliotropisme karena gerakannya yang selalu mengikuti gerak matahari.
Dalam sejarah korea dan jepang sun flower itu aslinya berasal dari amerika tepatnya amerika tengah dan barat, bunga ini masuk dalam keluarga bunga Chrysanthemum. Ukuran bunganya yang biasa antara 2 sampai 7 meter tapi yang ukuran besar bisa sampai 12 meter.
Dalam istilah, sun flower memang berarti kuselau melihatmu tapi dalam buku yunani kuno pernah dituliskan bahwa sun flower adalah bunga patah hati atau bunga yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Begini ceritanya dulu ada seorang gadis penggerak air yang bernama Clytie, dia jatuh cinta pada apollo tapi dia berduka karena cintanya tak diterima oleh apollo. Lalu dia bersimpuh ditanah hanya makan air mata dan embun. Dia hanya bisa memandang sang pria berhari-hari hingga kakinya berubah menjadi akar, wajahnya juga berubah menjadi bunga yang berwarna keemasan dan akhirnya berubah menjadi bunga matahari.

Autor pov
Malam ini keluarga Sihyun dan keluarga Kevin makan malam untuk membicarakan masalah pernikahan mereka yang akan diadakan sebulan lagi. Sihyun begitu mencintai dan mengagumi sosok pria yang bernama Kevin itu sejak mereka kecil.
“Bagaimana kalau pernikahan mereka kita percepat saja” seru tuan Noh antusias dengan rencana persiapan pernikahan putrinya.
“Itu ide bagus lagipula mereka sudah dewasa.” Tambah tuan dan nyonya woo.
“Bagaimana dengan kalian berdua” tanya nyonya Noh kepada putinya Sihyun dan Kevin.
“Terserah kalian saja” jawab Sihyun dengan senyum khasnya.
Kevin hanya diam tak menjawab apakah dia menolak atau menerima pernikahan ini, Sihyun pikir Kevin memiliki perasaan yang sama yaitu saling memiliki walau tiada ikatan pacaran antara mereka.
“Kalau semua tidak ada yang protes kita adakan pernikahan mereka sebulan lagi, kalian persiapkan diri kalian masing-masing” ucap tuan Noh.
“Ne”

*Sihyun pov*
Pagi ini harusnya menjadi momen bahagiaku karena hari ini adalah hari pernikahanku dengan pria yang sangat ku cintai, tapi pada saat acara akan dimulai sosoknya belum juga datang. Aku menunggunya dengan balutan gaun pengantinku yang melekat ditubuhku, terus saja aku menunggunya sampai semua orang meninggalkanku sendirian digereja ini. Aku berharap dia datang dan mengatakan ini leluconnya, tidakkah dia sadar aku sudah menunggunya dengan sangat lama. Aku menangis dan terus memohon dalam hati agar dia segera datang kesini, hatiku serasa berhenti berdetak tak melihat sosoknya didepanku . Apa salahku sampai dia melakukan ini padaku? Kenapa kau tidak datang dipernikahan kita? Bukankah ini adalah impian kita? Tapi ternyata semua ini Cuma impianku saja.

Flasback.
Aku sangat bahagia menyiapkan keperluan pesta pernikahanku. Moment sakral itu adalah hal yang akan menjadi kenangan terindah untukku yang tidak akan pernah bisa aku lupakan, karena aku menikah dengan pria yang sangat aku cintai sejak aku kecil. Dia adalah Woo sung hyun atau biasa dipanggil dengan nama Kevin. Sejak kecil kami bertetangga bahkan orangtua kami bersahabat dan oppaku Noh Yi Han juga bersahabat dekat dengannya. Semua waktuku hanya untuknya, dia seperti oksigen dan matahari untukku yang selalu membutuhkan kehadirannya disekitarku.
Kami tidak pernah pacaran karena memang Kevin tidak ingin ada pacaran dalam persahabatan kami, tak ada kata cinta ataupun sayang tapi aku paham aku yang terlalu mencintainya. Ku pikir dia juga mencintaiku sama seperti aku mencintainya.
Hingga sekarang saat usia 22 perjodohan ini terjadi, dia tidak menolak dia hanya diam tak memberikan tanggapan apapun. Aku pikir pernikahan ini adalah impiannya juga namun tenyata itu semua Cuma mimpiku, Cuma aku yang mencintainya.

Sebelum hari pernikahan dia datang padaku, dia memamg biasa keluar masuk kamarku sejak kami kecil.
“Sihyun aku ingin bicara denganmu sebentar” ucapnya yang tiba-tiba muncul dalam kamarku.
“Apa harus sekarang. Tidak baik kalau kita bertemu sebelum pernikahan kita besok” ucapku yang berdiri dari ranjangku menghampirinya yang ada disofa samping pintu kamarku.
“Ini sangat penting” ucapnya memelas, dapat kulihat wajahnya tegang tapi ada nada serius dalam kata-katanya. Apa ada masalah serius sampai dia seperti ini, dia berbeda malam ini tidak seperti biasanya, dia tiba-tiba saja berlutut dihadapanku.
“Apa yang kau lakukan cepat berdiri” pintaku padanya.
“Sihyun maafkan aku. Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak bisa menikahimu. Kita batalkan saja acara ini” ucapnya sambil berlutut dan memegangi kakiku.
Tubuhku menegang, mulutku kaku dan lidahku kelu untuk berucap apapun. Dia tidak seriuskan, Kevinku bercandakan.
“Kevin jangan bercanda, ini tidak lucu” ucapku sedikit berteriak karena terkejut dengan ucapannya.
“Aku tidak sedang bercanda Sihyun-ah. Aku tidak bisa menikahimu yang sudah kuanggap seperti adikku sendiri.”
Tubuhku makin menegang, airmataku memaksa keluar dari pelupuk mataku, jadi selama ini dia hanya menganggapku sebagai adiknya. Aku kesal dengannya kenapa dia baru berkata sekarang disaat aku benar-benar tak bisa hidup tanpanya? kenapa tidak dari dulu dia mengatakan ini padaku? Kenapa harus dihari sebelum kami akan menikah. Apa dia tidak tau betapa sakitnya hatiku mendengar pengakuannya ini.
“Kenapa baru berkata sekarang, semua sudah siap untuk besok. Mana bisa dibatalkan begitu saja Kevin-ah”
Kevin bangkit dari berdirinya dan berkata “ Maafkan aku Sihyun, aku besok tidak akan datang”
“Aku akan menunggumu sampai kau datang, kau harus datang” teriakku dengan kesal sambil menangis dan menatap kepergiannya dari kamarku.

Flashback end.

Hari ini aku tak bisa menunjukkan senyumku, hatiku sangat gelisah dan sakit. Dia hanya bercanda itulah yang kukatakan pada hatiku. Aku tidak peduli apa yang mereka katakan padaku, aku akan menunggunya sampai aku mati. Walau jam sudah menunjukan hampir tengah malam tapi aku yakin dia akan datang padaku.
“Dia tidak akan datang Sihyun. Dia sudah keamerika pagi tadi”
Oppaku menatapku sedih dan duduk disampingku, aku langsung menghamburkan tubuhku kepelukan tubuhnya. Hatiku sangat sakit sangat sulit untukku bernafas, airmataku turun lagi membasahi jas hitamnya. Dia membalas pelukanku dengan erat membuatku semakin menangis menumpahkan semua yang kurasakan hari ini didada bidang oppaku. Oppaku tau bahwa aku sangat mencintai Kevin.
“Bagaimana aku hidup tanpanya oppa? Katakan padaku bagaimana cara hidup tanpanya?”
“Tenangkanlah hatimu Sihyun, ada oppa disampingmu” ucap Yi han pada adiknya sambil mengusap halus punggung adiknya..
Tuhan bagaimana hidupku tanpanya, dia matahati dan oksigen untuuku.

*********************************

5 tahun kemudian.
Pagi ini sinar matahari menerpa wajahku membuatku mengerjapkan mataku. Sayup-sayup ku dengar ada suara yang memanggilku dari arah taman, mataku terbuka sempurna sambil memegang boneka beruang kesayanganku. Suaranya sangat ku kenal. Ku langkahkan kakiku menuju suara dibangku taman rumahku tapi tak ada siapapun disana. Tubuhku melemas terduduk dirumput hijau yang masih basah karena ini hanya khayalanku lagi. Selama 5 tahun aku menjalani hidupku seperti mimpi dan aku tak tau bagaimana bisa melewati ini, aku memang hidup tapi jiwaku terasa mati tanpanya, hatiku kosong tak ada hari-hari indah yang ku lalui. Aku tak tau cara tertawa, tersenyum dan tak tahu caranya melewati hidupku. Walau keluarganya terus meminta maaf pada keluargaku atas kaburnya Kevin dan berjanji akan menghukum Kevin saat dia kembali, tapi itu tetap tak membuat hatiku merasa tenang. Tak ada kabar darinya itu sudah membuatku sangat sulit untuk bernafas dalam hari-hariku. Dia benar-benar menghilang bagaikan ditelan bumi dan tak akan lagi ku temui.
Aku berharap dan selalu berharap dia akan kembali kepelukanku, aku ingin mengatakan semua apa yang ku pendam untuknya. Aku ingin sekali membencinya tapi dengan bodohnya aku sudah terlalu mencintainya.

*******************************************************************************

*Kevin pov*

Mungkin aku adalah pria brengsek terbodoh yang pernah ada didunia ini karena telah menyia-yiakan kesempatanku menikah dengan seorang gadis yang ternyata memang dialah yang ku cintai selama ini, namun hanya karena keraguan sesaat membuatku kabur keamerika dan menyesalinya sekarang karena tak dapat melihat wajahnya yang selalu membayang-bayangi aku.
5 tahun yang lalu aku kabur tepat dihari dimana aku akan menikah dengannya, tapi sekarang hatiku sungguh resah dan gelisah mengingat dulu seluruh hidupku hampir setiap hari ku habiskan dengannya, kini hanya menjadi kenangan yang indah untuk ku lupakan. Dulu aku tidak tau apa itu cinta dan sayang. Menikah tanpa cinta itu seperti neraka hanya itu yang pernah terlintas dibenakku saat orangtua kami merencanakan pernikahan kami.
Setelah melepaskannya aku baru sadar bahwa aku menyukainya bukan hanya menyukainya tapi juga mencintainya, perasaan bersalahku selalu menyelimuti hatiku 5 tahun terakhir ini. Bayang-bayangnya yang selalu ada disekitarku bahkan nyaris membuatku gila. Aku bingung dengan perasaanku sendiri, tapi waktu tak mungkin bisa diputar kembali. Aku sudah mencampakan Sihyun dan tak mungkin dia dan keluarganya mau menerimaku kembali, untuk bertemu keluargaku pun aku belum berani kecuali noonaku yang selalu menasehatiku untuk mencoba berbicara baik-baik pada Sihyun dan keluarga kami, namun belum pernah aku lakukan nasehat noonaku itu.
Untuk melupakan rasa bersalahku pada Sihyun, aku sudah mencoba berulang kali menjalin cinta dengan banyak gadis tapi yang ada diotakku tetap saja bayangan Sihyun. Ternyata aku memang mencintainya seperti yang noonaku katakan.
Sekarang Bagaimanakah kabarnya Sihyun? Ada yang sedang dilakukannya? Bisakah aku mendapat kesempatan untuk memperbaiki semuanya dari awal.

Disinilah aku sekarang, berdiri didepan sebuah rumah minimalis klasik yang dulu disampingnya terdapat rumahku. Aku kembali ke seoul untuk menemuinya. Jantungku berdetak dengan sangat kencang, ku hirup oksigen berkali-kali untuk mengumpulkan semua keberanianku.
Dengan ragu-ragu aku menekan bel rumahnya, aku bingung apa yang akan kukatakan ketika aku bertemu dengannya. Hatiku gelisah tapi aku tak bisa hidup tanpanya, aku harus berjuang untuk mendapatkan Sihyunku kembali.
“Anyonghaseyo hyung, lama tidak bertemu” sapaku pada sosok kakak Sihyun yang membukakan pintu. Dia nampak terkejut dengan kedatanganku yang telah lama menghilang.
Aku tau dia pasti sangat marah padaku karena mencampakkan adiknya 5 tahun yang lalu, dapat ku lihat wajahnya memerah dengan kilat mata yang membara.

Bukkkkk.
Dia langsung meninju wajahku tanpa membalas salamku.
“Untuk apa kau kesini?!!!!” bentak Yi han kalap dengan marahnya.
“Maafkan aku hyung, kau boleh memukulku tapi izinkan aku bertemu Sihyun” ucapku dengan nada sangat bersalah karena memang aku yang bersalah.
“Untuk apa kau menemui adikku, cepat pergi!!!!!!” bentaknya makin geram padaku.
“Hyung ku meohon sekali saja izinkan aku bertemu dengannya” aku menatapnya dengan wajah memohon tapi dia tetap menyuruhku pergi.
“pergi!! Dan jangan temui adikku lagi”
Dia menutup pintunya dengan sangat keras. Mungin inilah hukum karma untukku. Bagaimana mungkin aku berharap kembali pada seseorang yang sudah ku campakkan 5 tahun yang lalu, membuat keluarganya malu dengan sikapku yang kekanak-kanakan kabur dihari pernikahan kami. Aku mengacak rambutku frustasi dan perlahan meninggalkan rumahnya dengan perasaan sedih, menyesal dan sesak dihatiku. Mungkin rasa ini yang dulu dirasakan Sihyun ketika aku kabur meninggalkannya.

*Sihyun pov*
“Siapa oppa?” tanyaku yang berada ditangga terakhir untuk turun, Kulihat oppaku terkejut melihatku.
Tadi sewaktu dikamar aku mendengarnya marah-marah, jadi aku memutuskan untuk melihat siapa tamunya hingga oppaku yang biasanya ramah tapi tiba-tiba marah . Tapi ketika aku sampai dibawah oppaku sudah menutup pintunya dengan sangat keras.
“Bukan siapa-siapa Sihyun” dia membuang mukanya yang tegang kearah lain, membuatku sedikit curiga.
“Apa itu tadi Kevin oppa” tanyaku ragu-ragu.
Oppaku salah tingkah dan itu membuatku yakin bahwa Kevinlah yang datang.
Aku langsung berlari keluar rumah tak kuhiraukan panggilan oppaku. Yang ku fikirkan sekarang adalah Kemana Kevin pergi? Dia pasti belum jauh dari rumahku. Aku tak menghiraukan keadaanku yang masih memakai baby dool berwarna kuning dengan gambar pikachu dan sendal rumahan dimusim semi ini.
Aku melihatnya.
langkahku terhenti karena dia berada 2 meter didepanku. Dia datang sungguh datang aku tidak bermimpi.
“Kevin-ah” teriakku nyaring dan membuatnya menghentikan langkahnya.
Dia menoleh kearahku dan tersenyum membuat matanya menyipit. Aku bahagia melihat matahariku, aku merasa tubuhku hangat dan menemukan duniaku kembali. Dia tersenyum dan berlari kearahku, memelukku dengan hangat dan erat seolah tak membiarkan aku lepas, aku sadar ini nyata bukan hanya imajinasiku saja.
“Kevin kau datang? Sudah lama aku menunggumu” aku memeluknya dengan sangat erat dan menumpahkan semua kekesalku padanya, airmataku bahkan ikut mengalir dengan deras.
“Iya, aku datang untukmu Sihyun-ah”
“Saranghe my sun”
“Nado saranghe my sunflower, izinkan aku memperbaiki semuanya Sihyun”
Aku mengangguk dan memeluknya semakin erat dipinggir jalan raya ini tak peduli dengan orang-orang yang melihat penampilan acak-acakanku seperti orang gila, yang penting matahariku kembali kedalam pelukanku. Aku juga dapat melihat oppaku berdiri tak jauh dariku, dia tersenyum haru melihatku.
Bagiku Kevin adalah matahariku, dia selalu melihat keraahku seperti sunflower yang selalu menatap matahari. Tapi apakah dia tau? Kalau Matahari bersinar agar sunflower tau bahwa keberadannya selalu ada dan menatapnya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s