FF \\ VIRGIN \\

Virgin (Arti sebuah keperawanan)

Sambil muter lagu after school yang Virgin sama yang shampoo ya!!

Di seoul university Lavender dan Hyunie memulai pertemanan saat mereka menjadi satu grup dalam ospek, keduanya sangat cocok karena walau kenal sebentar namun keduanya akrab. Itu juga karena Hyunie pernah menjadi salah satu murid almarhum appa Lavender ketika masih di junior high school.

“Hyunie.. tunggu aku…” panggil Lavender yang berlari dari pintu gerbang.

“Kau ini seperti anak kecil saja” ucap Hyunie geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya.

“Hehehehe…”

“Kita akan memasuki kelas baru hari ini. Huh akhirnya ospek yang belibet itu berakhir”

“kelas kita di gedung A lantai 1 kan” ucap Lavender semangat.

“Anio. Sudah ada perubahan jadwal kemarin. Di Gedung F Lantai 3 kelas matematich 1C kau jangan melamun lihat papan pengumuman” tukas Hyunie membenarkan.

“Ya ampun mataku ini minusnya kurasa bertambah parah” ucap Lavender membenarkan kacamatanya.

“Hahahaha.. Makanya punya mata jangan kembaran dengan ikan”

“Huff” Lavemder mengerucutkan bibir sehingga membuat Hyunie makin tertawa diperjalanan menuju kelasnya.

Lavender dan Hyunie menaiki tangga menuju lantai 3 dan masuk ke kelas 1C yang sudah mulai ramai oleh teman-teman baru mereka. Lavender dan Hyunie terpaksa duduk dibangu belakang karena yang depan sudah diisi oleh teman-teman. Baru saja Hyunie dan Lavender meletakan tasnya ada seorang gadis yang tiba-tiba duduk disebelah Hyunie*ceritanya Hyunie duduk ditengah gitu.

“Hay! Anyong Hyunie” sapa gadis itu yang duduk disebelah kiri..

“Anyong” balas Hyunie.

“Nugu Hyunie?” tanya Lavender setelah gadis tadi menghambur keteman lain.

“Lee joo young kalau tidak salah. Aku bertemu dia dipendaftaran masuk” jawab Hyunie.

“Owh gitu..”

“Mau ku kenalkan padanya”

“Anio. Nanti juga pasti pada kenalan sendiri-sendiri didepan seperti aktifitas rutin setiap awal masuk kelas baru”

Pukul 8.30 dosen masuk kelas dan mengabsen satu-satu mahasiswanya untuk maju dan memperkenalkan dirinya masing-masing. Lavender, Hyunie dan Joo young memulai persahabatannya yang awalnya.

Pagi ini Lavender, Hyunie dan Joo young menyiapkan materi kuliah yang akan mereka presentasikan diawal pertemuan kuliah, namun kerna keteledoran Joo young menyebabkan Lavender dan Hyunie mengulang semua materi.

“Aish! Si Joo young gimana sih” runtuk Lavender kesal.

“Sabar-sabar dia mungkin tidak sengaja” ucap Hyunie menenangkan emosi temannya.

“Terus apa maksudnya dia tidak datang membantu kita menyusun kembali materi ini. Alasan sibuk mengajarlah”

“Dia mungkin memang sibuk dengan tugasnya”

“Hay! Hay! Kenapa muka Kalian masam terus kemana si Jo young?” tanya Chaekyu yang duduk didepan mereka.

“Jo young katanya sibuk mengajar di Tk tempatnya bekerja” jawab Hyunie.

“Owh.. Tapi kurasa anak itu tidak beres kehidupannya”

“Maksudmu?” Tanya Lavender langsung menghadap Chaekyu.

“Tidak usah pura-pura tidak tau. Kau itu pasti tau banyak hal bukan tentang dia.” jawab Chaekyu menatap Lavender.

“Dia hanya bercerita tentang keluarga dan  pacarnya, namun memang ada tidak beresnya kurasa karena sikapnya akhir-akhir ini sok sibuk” ungkap Lavender.

“Kau ingat waktu ujian kemarin. Dia itu dapat sms nyasar dari orang tak dikenal namun dia langsung saja menanggapi seperti gadis kegatelan yang sudah ingin cepat menikah saja padahal masih kecil dan berwajah polos namun ku rasa dia..” Chaekyu tidak melanjutkan katanya.

“Aku tidak paham yang kalian bicarakan” ucap Hyunie.

“Mending jangan tanya. Aku sedang tidak mood menjelaskan detailnya”

Joo young menarik Lavender menjauh dari Dongho dan Hyejin yang mengajaknya bicara didepan kelas membicarakan tugas yang akan dibahas dipertemuan berikutnya.

“Kyaaa…. Kau mau membawaku kemana?” protes Lavender tidak terima ditarik-tarik.

“Aku mau tanya pendapat. Ayo kita bicara berdua dicafe depan kampus” ucap Joo young membawa Lavender ke café.

“Apa yang mau kau tanyakan?” tanya Lavender langsung saja.

“Aku punya namjachingu yang sudah punya kekasih. Dia bernama Eli dan kuliah Di kyunghee namun dia sudah mempunyai kekasih yang bernama Kyura, dia kuliah di Inha.”

“Lalu?”

“Eli bilang dia menyayangiku namun juga mencintai Kyura. Aku bingung? Menurutmu besar mana rasa cinta dan sayang”

“Sayang. Namun cinta segitiga yang rumit menurutku”

“Dari 3 namja pacarku Cuma Eli yang hot prince. Aku dulu yang menyatakan cinta padanya dan dia menerimaku jadi apa aku salah?”

“Anio. Yang salah adalah Eli, dia tidak tau diri karena  sudah punya pacar masih mau jadi pacarmu”

“Aku sudah bosan berganti-ganti pacar apalagi mereka selalu memintaku membuktikan cinta dengan sex” ucap Joo young mendengus.

“Mwo?!” lavender langsung berteriak dan dibekap oleh Joo young.

“Hust…”

“Kau gila. Namja seperti itu jangan diladeni, ish aku semakin ilfil dengan namja yang semuanya pasti mata keranjang”

“Kau ini seperti tidak pernah pacaran saja” ucap Joo young tersenyum.

“Aku memang tidak pernah pacaran. Aku tidak berani apalagi dengan status yatim piatu yang membuatku belum siap memiliki dan dimiliki, aku nggak yakin bisa mencintai dan dicintai. Semua itu mustahil bagiku apalagi pernah dapat kesan buruk ketika aku jatuh cinta” ucap Lavender dengan nada putus asa.

“Hilangkan tromamu pada namja. Namja di dunia ini tidak semua brengsek” ucap Joo young.

“Owh iya kau juga jangan memberikan keperawananmu pada pacarmu tapi berikan pada suamimu. Karena kenikmatan sesaat bisa menjadi petaka jika kau berikan pada pacarmu. Virgin not for sale! Virgin adalah harta wanita yang paling berharga, dia diibaratkan sebuah kaca jika pecah makan dia tidak akan bisa kembali seperti semula” nasehat Lavender.

“Ne Lavender” ucap Joo young yang sedikit mengacuhkan nasehat temannya.

“Aku kembali ke kampus dulu masih ada urusan dengan Hyejin dan Dongho” pamit Lavender yang kemudian berjalan keluar cafe.

-Dikampus-

Lavender berjalan menaiki tangga menuju kelasnya semula yang tadi digunakan, namun pelajaran masih akan berlangsung sekitar sejam lagi.

“Diseret kemana kau tadi?” tanya Hyejin yang duduk didepannya bersama Chaekyu dan Dongho.

“Ke café depan. Dia sedang konsultasi tentang pacar-pacarnya” jawab Lavender yang duduk disebelah Hyunie.

“Masih dengan ketiga namja itu” tanya Hyunie.

“Ne sampai ngomongin virnitas pula, serem bayanginnya” jawab Lavender bergidik ngeri.

“Makanya jangan dibayangin Lavender langsung saja kau coba” gurau Dongho yang menolehkan wajahnya menggoda Lavender.

Pletak!

Jitakan Lavender dan cubitannya melayang ke tubuh Dongho yang membuat Hyejin dan Chaekyu tersenyum geli.

“Ah kau ini diajak bercanda malah mencubitku” gerutu Dongho kesal.

“Wajahmu tambah imut kalau marah” ucap Lavender mencubit hidung Dongho hingga memerah.

“Hust..” ucap Kiseop yang duduk tak jauh dari mereka membuat mereka langsung diam.

Ditengah pelajaran semua mulai mengantuk dan bosan karena kang songsaemin hanya mendongeng saja sambil sesekali melirik muridnya yang tertidur. Ada yang main hp, ada yang konsen melihat dosen menyampaikan materi.

Lavender menaruh kakinya dibelakang bangku Dongho dan meletakkan kepalanya disandaran kursi sambil memutar lagu dihp LG lolipopnya padahal Hyunie sedang mencatat dan Hyejin menoleh pada Lavender untuk membisikkan sesuatu.

“Wae?” ucap Lavender memajukan mukanya pada Hyejin yang menoleh padanya.

“Lihat temanmu yang satu itu” ucap Hyejin menunjuk kearah samping kiri.

“Nugu?” tanya Lavender melihat sekeliling namun belum paham siapa yang ditunjuk Hyejin.

“Itu tuh si Joo young yang lagi tidur. Lucu deh sampai nggak sadar tangannya dilukis oleh Kiseop” ucap Hyejin yang kemudian langsung tertawa tanpa mengeluarkan suara.

“Hehehehe… Kiseop suka mungkin dengan Joo young makanya melukis ditangan Joo young” tambah Dongho yang juga tersenyum geli.

“Si Joo young tuh masa sampai segitunya nggak sadar tangannya dicoret-coret Kiseop oppa. Parah tuh Hyejin” tambah Lavender.

“Mungkin dia capek teman” tambah Hyunie membela Joo young.

“Si Joo young itu serasi juga dengan Kiseop oppa” celetuk Chaekyu.

Dongho geleng-geleng melihat temannya saling bergurau karena dia duduk dipojokan bersama ke empat yeoja dibelakang.

Seusai pelajaran dari Kang songsaenim kelas bubar pukul 3 sore. Semua anak kelas C bubar dan menuruni tangga menuju depan, Lavender dan Hyejin duduk dihalte menunggu bis bersebrangan arah sedangkan Chaekyu berjalan kearah utara karena rumahnya dekat dengan kampus. Hyunie duduk bersama Lavender sambil menunggu jemputan sang ayah.

“Kau nggak dijemput eonimu lagi?” tanya Hyunie yang duduk disamping Lavender.

“Aniya. Dia sibuk jadi aku naik bis saja” jawab Lavender yang memangku tas nya.

“Sampai rumah jam berapa nanti?”

“Cuma 30 menit kalau bis nya cepat kalau lama bisa 1 jam tapi yang paling menyebalkan kalau mesti jalan dari halte”

“Memangnya jauh?”

“Cuma 1 km sih jalan juga Cuma 20 menit”

“Eh aku udah dijemput,aku duluan ya” pamit Hyunie.

“Ne”

Hari selasa Joo young datang ke rumah Lavender untuk meminjam komik dan novel sesuai janjian keduanya, pukul 2 sore Joo young sampai dirumah Lavender dengan menggunakan skuternya.

“Ayo masuk! Nggak susah kan mencari rumahku” ucap Lavender mengajak masuk Joo young.

“Lumayan. Tadi kesasar diujung jalan sana untung saja ketemu” ucap Joo young lega langsung duduk dikursi tamu rumah Lavender.

“Seharusnya lewat timur jangan yang barat, kalau lewat timur langsung lurus. Sebentar aku buatkan teh dulu” ucap Lavender yang berjalan ke dapur.

Tak lama kemudian kedepan membawa nampan berisi teh, buah per dan apel dan juga kue kecil.

“Ayo diminum tehnya.”

“Ne, gomawo”

“Ayo cicipi kue nya juga aku buat sendiri lho ini”

“Benarkah?”

“Ne. Aku buat dengan halmoni”

“Kau tinggal berdua dengan halmoni mu?” tanya Lavender melihat sekitar ruangan.

“Bertiga dengan Eoniku tapi dia sedang bekerja.” Jawab Lavender singkat.

“Itu foto siapa?” tunjuk Joo young pada foto wisuda seorang namja.

“Oh itu foto alm. Appa waktu wisuda S1 itu dengan halmoni karena aku belum lahir dan eoni ku masih baru bisa jalan”

“Masih muda ya? Kau enak punya appa pintar walau sudah tiada sedangkan kedua orangtuaku orang nggak punya semua”

“Kau ini bicara apa? Aku malah iri kau punya orangtua lengkap”

“Appa ku Cuma tukang es kelapa sedangkan ummaku seorang pembantu. Eoniku juga pacaran melulu”

“Tapi kau harusnya bangga karena kau bisa kuliah kan dan mereka meluangkan waktu untukmu. Aku malah kesepian temanku Cuma laptop saja ketika dirumah”

“Tapi aku yang nakal. Aku ini tak sesuci yang kamu fikirkan?”

“Apa maksudmu?” ucap Lavender nggak mengerti.

“Dulu aku ini suka sekali membohongi orangtuaku, aku selalu bilang ada kelompok atau ada kegiatan padahal aku selalu pacaran dengan namja”

“Aku saja nggak berani pacaran karena menurutku pacaran orang sekarang kan beda dengan pemikiranku. Appa dulu menyuruh cari pacar tapi aku nggak berani apalagi pacaran yang nggak sehat bikin serem” ucap Lavender bergidik ngeri.

“Aku dulu punya pacar yang baik bahkan aku mencintainya sepenuh hati. Saat dia difitnah temannya dan dimasukan penjara aku setia menjenguknya, walau dia memintaku pergi tinggalkan dia tapi aku nggak mau karena aku sayang dia dan dia juga yang sudah mengambil keperawananku..”

“Mwo?!” teriak Lavender langsung menutup mulutnya takut terdengar halmoninya.

“Aku belum selesai bicara Lavender”

“Kau gila keperawanan kau berikan begitu saja. Keperawanan itu harusnya dijaga sampai kita menikah Joo young”

“Aku juga nggak sadar dulu kebablasan. Ceritanya itu aku mau rapat osis namun ketika sampai disekolah batal akhirnya aku kerumah namjachinguku dan jalan-jalan kesebuah pantai yang sepi sekali, kami duduk di sebuah batu besar menikmati semilir angin. Namun lama-lama dia meraba-raba gitu mungkin karena aku cinta makanya aku berikan mahkota ku yang berharga padanya, terus sewaktu kecelakaan dia memutuskan hubungan kami sampai aku depresi ketika waktu mau ujian nasional”

“Kau nggak menyesal Young-ah melakukan itu apalagi sekarang kalian sudah tidak bersama”

“Awalnya aku menyesal bahkan depresi namun aku sadar ini adalah konsekuensi dari apa yang aku lakukan bersamanya. Untung saja aku tidak hamil setelah melakukan itu jadi kurasa nggak akan ada masalah toh zaman sekarang freesex sudah merajalela, jadi menurutku pasti ada yang mau denganku. Aku ini tak sesuci yang orang fikirkan”

“Jadikan itu pelajaran yang berharga untukmu, setelah mendengarkan ini aku juga jadi tambah pengetahuan tentang kehidupan seseorang. Ku kira hanya hidupku saja yang tak mulus ternyata kau juga sama”

“Kau juga walau nggak pacaran dan nggak pengalaman tapi tau banyak hal tentang pacaran, teman-teman yang bicara begitu padaku”

“Aku tau dari baca kok, dari kecil appa mengajari aku banyak hal dan selalu membelikan ku buku yang mengandung pelajaran. Appa juga selalu bilang bahwa aku itu nggak pintar dalam pelajaran namun aku banyak pengetahuan”

“Ne. kau benar”

***************************************************************

Kuliah kali ini Lavender duduk ditengah bersama Hyejin dengan Chaekyu dipojokan. Sedangkan Hyunie datang terlambat karena hujan mengguyur kota seoul pagi ini sehingga menghambat perjalanan.

“Hyunie kemana?!” Tanya Joo young yang duduk dengan Kiseop dibelakang mencolek bahu Lavender.

“Telat mungkin karena hujan deras juga dari pagi” jawab Lavender menolehkan wajahnya.

“Tumben telat”

“Rumahnya kan jauh”

“Hust… Miss ant datang” teriak salah seorang teman sekelas Lavender.

Pelajar dimulai dengan berdoa dan presentasi-presentasi dari teman satu per satu. Lavender yang bosan meletakkan kepalanya dimeja sedangkan Hyunie baru datang dan duduk dibangku paling depan.

“Aku ngantuk dan gak paham dengan materi dari Miss ant” ucap Lavender putus asa.

“Aku juga bosan? Kapan jam nya habis?” keluh Hyejin yang juga merasa bosan.

“Masih setegah jam lagi berakhirnya” ucap Chaekyu yang santai.

“Ah aku bosan apalagi setelah ini Mr. Shin yang mengajar, materi yang memusingkan”

Kelas berakhir dan dilanjutkan dengan pelajaran selanjutnya.  Lavender membuka akun twitternya dan membalas mention-mention teman twitternya. Hyejin datang membawa jagung rebus yang disodorkan keteman-temannya.

“Bentar lagi materi yang membosankan juga karena Mr. Shin  terpaku pada buku yang dia bawa” keluh Joo young yang sedang duduk dibelakang Lavender dengan Kiseop yang yang lain.

“Ya begitulah dia. Kita kerjain saja, kita update materi lalu kita tanya. Dia pasti akan bingung seperti minggu lalu yang pusing bolak balik keruang dosen untuk bertanya pada teman kerjanya” ucap Kiseop dengan senyum jahilnya.

“Kasihan lho.. Tapi kalau tidak tanya memang bingung materinya berbeda dibuku satu dengan yang lainnya” ucap Dongho yang duduk dipaling ujung sebelah kiri Kiseop.

“Aku saja tidak paham dengan apa yang dia sampaikan, otakku pusing dipenuhi dengan rumus yang dia berikan” sahut Lavender yang menutup akun twitternya.

“Huah pacarku gila, kenapa mendadak gini sih” panik Hyejin  yang menatap hpnya.

“Wae? kau ini” tanya Lavender yang juga membalas sms dari teman-temannya.

“Biasa. Namjaku mau datang dari Jeju tapi bilangnya mendadak begini, mana aku belum bisa cinta ke dia padahal dia baik banget. Tapi aku masih cinta dengan yang lama walau yang lama orang yang biasa tapi aku sayang banget sama dia”

“Kenapa putus?”

“Dulu ada salah paham dan aku putus, sekarang aku yang susah”

“Makanya jangan tergesa-gesa, aku saja pingin punya pacar tapi takut. hehehehehe”

***************************************************************

Malam hari Lavender duduk dipinggir ranjang sambil bersms ria dengan teman kampus juga sahabat-sahabatnya dari dunia maya, menyalakan Laptop dan membuka beberapa tugas yang telah diberikan dosennya.

“Kau kalau terus saja bermain laptop, pulang telat dan tidak serius mending jangan kuliah, sudah mau 20 tahun tapi tetap saja bodoh” ujar seorang wanita muda yaitu kakaknya.

“Aku itu kuliah dan tidak kemana-mana, memang bisnya saja yang lelet. Kalau tidak percaya kau tanya saja Sung kyuri aku selalu pulang naik bis dengannya” sangkal Lavender berusaha meredam emosi.

“Kau kecil-kecil sudah pandai melawan, dasar yeoja bodoh lulus sarjanapun kau akan jadi orang gila”

“Memang aku belajar dari siapa, dirimu jugakan?”

“Kau ini memang pembawa sial, kau tidak mendengarkanku coba kau tidak iri denganku dan ikut-ikutan. Huft..” ucap wanita itu lalu pergi.

“Jangan dengarkan dia, dia saja pacaran sudah seperti suami istri begitu tapi kau malah dilarang, mending diam saja jangan dengarkan” ucap nenek yang sedang berdiri dipintu kamar.

“Sudahlah nek aku tak ingin membahasnya, aku capek sibuk dengan tugasku yang membuatku pusing.

Dikampus.

Seperti biasa sabtu setelah jam 12 kelas 1c tidak ada jadwal selama 1 jam, itu digunakan mahasiswanya untuk makan siang, browsing internet, keperpus dll.

Joo young seperti biasa duduk dengan Eunhyuk seperti couple yang suka sekali berduaan, Hyejin yang datang dengan sebungkus somay menghampiri Hyunie dan Lavender yang sedang memakan bekal bawaan mereka.

“Wah itu couple sok mesra, pamer kekakraban ih dasar genit” ucap Hyejin yang duduk didekat Lavender yang makan dan browsing internet.

“Kau ini bicara apa sieh” tanya Lavender memandang Hyejin bingung.

“itu didepanmu”

Mata Lavender mengikuti gerakan tangan Hyejin yang menuju Joo young dan Eunhyuk. “Aku nggak sadar dengan keduanya”

“Eh bukannya dulu yang naksir yang satunya itu kenapa jadi dia yang dekat-dekat dengan siyadong, ah dasar yadong sama siapa aja mau sepertinya”

“Memang. Dulu waktu menyerahkan tugas ke rumahku juga malah ngajak jalan ya aku tolak, cos malas banget dengan playboy yang mau dengan sapa aja. Dia fikir aku yeoja gampangan”

“Kalian ngomongin apa sieh” ucap Hyunie yang tidak paham maksud kedua temannya.

“Bukan apa-apa, kau mending belajar fisika nanti contekin aku, hehehehe” ucap Hyejin.

Saat pelajaran berlangsung Lavender bukannya mendengarkan dosen yang membantu temannya presentasi tapi malah bermain game, begitu juga dengan Hyejin dan Chaekyu yang sibuk bersms ria dengan pacar masing-masing. Hanya Hyunie yang serius mendengarkan pelajaran dari deretan duduknya dibangku belakang, jangan tanya soal Joo young dia sibuk ngobrol dengan Eunhyuk didepan Lavender.

“Kapan sieh pulangnya, aku bosan” celetuk Hyejin sedangkan yang lain tidak menghiraukannya.

“Eh Lavender nanti temani aku bertemu kakak kelas ya” ucap Joo young menolehkan wajahnya saja.

“Ne”

Joo young dan Lavender menemui senior tingkat 2. Lavender Cuma menunggu agak jauh dari tempat keduanya yang mengobrol, diakhir percakapan senior memberikan 2 buah buku kepada Joo young.

“Ayo kekelas”

“Ne, eh kau pacaran ya dengan dia”

“Tidak. Dia menyukaiku tapi aku tidak kenapa? Kau meyukainya ya”

“Aniya. Bagiku love and life is a shit tidak ada menariknya untukku, selama ini hidupku tanpa cinta dan terlahir juga tanpa cinta. Setiap aku mencintai maka disaat yang sama aku juga akan merasakan sakit hati yang membuatku semakin terlupakan. Bahkan orang-orang selalu berkata ‘sadarlah kau itu gadis aneh yang kutemui dan gadis yatim piatu sepertimu itu tidak pantas dicintai apalagi dimiliki, karna kau gadis murahan’ seperti itulah definisi namja yang mengenalku makanya aku malas akrab dengan orang bahkan aku dikenal cuek dan sadis”

“Tapi tidak semua namja begitu, mungkin belum waktunya.  Kau itu gadis yang baik bahkan punya latar keluarga yang mendidikmu dengan baik hanya saja kau tidak mau terbuka, kau berbeda denganku yang gadis brengsek suka gonta ganti pacar dan bahkan merebut pacar orang hingga dilabrak dan ditampar sudah biasa”

“Omo.. benarkah begitu tapi kau baik Joo young, kau bukan gadis seperti itu dimataku”

“Kalau para namja menyebutmu wanita murahan, aku yang lebih brengsek mungkin pantas disamakan dengan binatang terhina. Kau juga tau kalau aku memberikan virginku pada orang yang ku cintai namun cintanya tidak pernah untukku, aku tidak menyesal karena itu setidaknya dia cinta pertamaku. Kami mungkin menikah dengan pasangan yang berbeda karena cinta terlarang tapi itu bukti cintaku”

“Kau bodoh atau apa memberikan virginmu pada namja tidak tau diri begitu? Lalu kenapa pacaran jika dia tidak mencintaimu, itukan sama saja melukaimu.”

“Lalu apa kau akan mudah untuk menghilangkan rasa cintamu untuk orang yang kau cinta”

“Kau tau Joo young aku pernah mengalami luka cinta juga, dua tahun lalu aku dijodohkan dengan anak sahabat ayahku. Ketika kami mulai saling mengungkapkan rasa cinta, temanku datang dalam kehidupan kami dan entah darimana obsesinya datang tuk memiliki tunanganku itu. Singkat cerita sekarang mereka sudah menikah”

“Temanmu itu gila”

“Semua sudah berlalu, biarlah!”

***************************************************************

Joo young dan Lavender duduk ditaman kota menikmati semilir angin yang memainkan anak rambut mereka. Sambil memesan jjangmeyon yang belum diantarkan oleh penjualnya.

“Wae?” tanya Joo young.

“Maksudmu” Lavender berbalik tanya dengan muka bingung.

“Kau kenapa jadi diem aja, apa ada masalah?”

“Sedikit”

“Tentang namja? Siapa?”

“Mantan tunanganku”

“Memang dia kenapa? Bukannya dia sudah menikah dengan temanmu. Mau ngapain lagi dia muncul gitu? Aneh”

“Katanya dia masih cinta gitu denganku dan sudah bercerai. Katanya temanku yang melepaskannya”

“Lalu kau bagaimana menanggapinya?”

“Aku juga bingung sendiri Young-ah mau bagaimana? Luka itu memang belum sembuh walau sudah 4 tahun berlalu tapi aku juga masih sayang padanya, Cuma ini bisa diartikan cinta atau bukan aku juga nggak tau”

“Berat juga kalau kaya begini”

“Apa aku harus memberikan hartaku yang paling berharga agar bisa yakin apa aku masih mencintainya atau tidak”

“Jangan gila. Jangan berikan itu kau bisa menyesal Lavender memberikan itu pada orang yang belum tentu masih kamu cintai. Kamu mau menyesal seperti aku. Memberikan keperawanan pada orang yang kurasa akan jadi suamiku tapi ternyata dia meninggalkanku, untung suamiku tidak mempermasalahknnya namun dia juga mendua dibalik mataku setelah kami kehilangan anak. Itu hukum karmaku karena tidak mampu menjaganya sampai aku menikah”

“Iya, gomawo Young-ah kau sudah memberiku pencerahan”

“Sama-sama. Kau temanku dan aku juga mau yang terbaik untukmu”

“Iya. Sesama teman harus saling berbagi, menasehati juga saling mendukung. Benarkan?”

“Benar. Dan yang terbaik adalah kita selalu bersama sebagai sahabat”

Keduanya tersenyum menatap langit sambil menikmati jjangmeyon yang baru saja diantar oleh penjualnya. Keduanya terasa terus menjadi teman walau dulu tidak terlalu akrab dan punya kehidupan masing-masing. Namun yang namanya persahabatan ya seperti inilah walau lama tak bertemu namun tetap hangat dan saling berbagi.

————–End————————

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s