Dear father

Dear ayah

Dari surga ayah pasti kecewa melihatku dipermalukan dikampus.
Ma’fin aku ya yah aku berusaha jadi yg terbaik tapi ternyata gak baek.
Walau ada yg smz bilang ma’f tapi gak semudah itu yah, kata ma’fnya gak setimpal dg luka yg mereka buat.
Ma’f juga karna putri kecil ayah akhir2 nie jadi pemarah dan pemurung, padahal dulu aku begitu ceria, periang, pema’f bahkan gak marah adalah sifatku yg jelek.
Dulu ketika ada yg bilang bahwa hati dan sikap bisa berubah ketika sakit hati, dulu jg aku bisa tetap sayang walau tersakiti, tapi tahun ini aku merasa bahwa hatiku berubah bisa cuek dan gak peduli dg orang yg nyakiti aku padahal dulu aku gak peduli walau disakiti aku tetap sayang.
Pada akhirnya aku cuma menghela nafas dan akan membiarkan berlalu, aku gak mw memikirkan mereka yah karna aku ingat pesanmu.
Kau sering kali bilang A.M.B.AK atau yg kamu artikan APA MANFA’T BAGI AKU bila aku memikirkannya, aku menjawabnya tak ada manfa’t bila aku memikirkan. Lalu kau jawab bahwa bila tak ada maka tak perlu difikirkan sebab hanya akan menjadi penyakit dalam diri. Sesuatu yg dapat dimengerti kepala belum tentu hatimu mau mengerti jadi bila ada masalah entah berat atau tidak jangan larut dalam masalah, buatlah masalah menyenangkan agar dapat diselesaikan dg baek.
Ayah mampukah aku melewati coba’an nie, aku mau kembali jadi yg dulu agar kembaranku yg jauh disana bangga padaku.
Yah aku sayang kamu, I love you my father, my dady, my appa and my sun.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s