~ FF % What My Heart Tells Me To Do % One Shoot ~

Cast : Song Hyo Kyung (Author), Shin Na Ja (Shina), Kim Him Chan, Jung Dae Hyun, Other B.A.P member

 

Author : Uland / Song Hyo Kyung

 

Genre : Friendship, Comedy, Romance, Sad

 

Annyeonghaseo

Aku kembali lagi membawa FF ku. Kali ini aku bawa kembaranku yang manis, shina. Masih bareng ama member B.A.P juga karena aku kepincut ama lagu-lagu mereka dan suara mereka yang unyu. Curhat gaje lagi akunya. Lupakan guys. Let’s enjoy my FF ^_^

 

xXx

 

“Channie oppa, kenapa melihatku terus?”

“Itu Kyungie”. HimChan mengambil tissue dan membersihkan ice cream yang menempel pada bibir HyoKyung.

“Hehe. Aku seperti anak kecil ya?”

“Agh. Tidak apa-apa Kyungie. Ja, kita pulang. Sudah malam”. HimChan dan HyoKyung beranjak dari cafe ice cream, menaiki mobil menuju rumah HyoKyung.

 

“Gomawo oppa. Mau singgah sebentar?”

“Agh. Ani. Aku langsung pulang saja, sudah hampir larut malam. Kamu masuklah dan cepat tidur”.

“Ne, oppa”.

 

            HyoKyung melambaikan tangan lalu masuk ke rumah. Dia bergegas masuk ke kamarnya setelah mengambil minum di dapur.

 

Ckleeeekkk

 

“Kejutan”.

“NaJa?” HyoKyung memeluk tubuh NaJa dengan erat.

“Kamu merindukanku?”

“Tentu saja aku sangat merindukanmu. Kapan kamu datang?”

“Sekitar 2 jam yang lalu. Kamu ini berkencan terus”.

“Aish. Kamu sok tau”.

“Tentu saja. Aku melihatmu pulang diantar seorang namja. Iyakan?”

“Hehe. Kami hanya teman dekat”.

“Tapi kamu suka kan padanya?”

“Uhm. Maybe”. HyoKyung berbaring di ranjang membelakangi NaJa.

“Eh, ceritakan padaku”.

“Aku tidak mau”.

“Ja, ceritakan”. NaJa menggelitiki tubuh HyoKyung membuat yeoja itu berguling-guling kesana kemari.

“Aku tidak mauuu”.

 

xXx

 

“Hyung, kita mau kemana?”

“Sudah ikut saja! Kamu temani aku”.

 

            HimChan menarik tangan DaeHyun turun dari mobil dan masuk ke sebuah restaurant. Dia melihat kesana kemari mencari sesuatu. Berjalan menuju sudut ruangan saat melihat HyoKyung melambaikan tangannya.

 

“Kyungie, sudah lama menungguku?”

“Ani. Aku juga baru tiba. Duduklah oppa. Oppa bersama Hyunnie oppa?”

“Ne, Kyungie. Kan kamu bilang akan membawa seorang teman. Tapi kenapa kamu sendirian?”

“Ough. Dia sedang di toilet. Nah, itu dia”.

 

HimChan melihat ke arah yang ditunjuk HyoKyung. Dia pun langsung terkejut.

 

“Kenalkan oppa ini temanku NaJa, Shin NaJa”.

“NaNa?” HimChan berkata seolah tak percaya.

“HimChan?” NaJa juga begitu kaget melihatnya.

“Kalian saling kenal? Wah, kebetulan sekali ya”.

“Eh, i… iya Kyungie”.

“Nanti kita jalan-jalan ya oppa. Biar Hyunnie oppa bersama NaJa”.

“Iya, Kyungie”.

 

              Setelah makan siang mereka bergegas keluar restaurant menuju taman. HyoKyung bersama HimChan sedangkan NaJa berjalan dibelakangnya bersama DaeHyun. Mereka duduk di bangku taman yang berada di bawah pohon yang rindang.

 

“No, no, no, no mercy! Yeah, we are the B.A.P! Baby wussup! uriga wasseo! ijeneun neogeureopge bwajuji ankesseo…”

 

              DaeHyun tersentak saat mendengar lagu No Mercy mengalun keras. Dia pun bergegas mengambil ponselnya.

 

“Yeoboseo hyung?”

“Heh! Kamu dan HimChan ada dimana? Kalian tidak lupa kan kalau kita harus latihan?!”

“Aish. Iya iya hyung. Kami menuju kesana sekarang”.

“Cepat!”

 

              DaeHyun terdiam dan langsung menatap layar ponselnya saat terdengar nada panggilan terputus.

 

“Kenapa DaeHyun?”

“YongGuk hyung mengamuk. Kita kan harus latihan”.

“Ough iya. Lalu bagaimana dengan mereka?”

“Boleh kami ikut dan melihat kalian latihan Channie oppa?”

“Uhm. Iya iya. kalian ikut kami saja”. Mereka pun bergegas menaiki mobil dan menuju tempat latihan.

 

xXx

 

“Mereka itu katanya sebentar! Memangnya 4 jam itu sebentar?!”

“YongGuk hyung, jangan marah-marah terus. Nanti cepat tua loh”.

“Berani kamu bilang begitu lagi, kumakan kamu Zelo!” YongGuk menatap sinis pada Zelo membuatnya menelan ludah.

 

Ckleek

 

“Mianhae kami terlambat”.

“HimChan, tidak biasanya kamu seperti ini. Cepat ganti baju kalian dan kita mulai latihan”.

“Ne, hyung”. HimChan dan DaeHyun pun menuju ruang ganti.

 

“HyoKyung noona, dia siapa?”

“Wae JongUp? Kamu naksir padanya?”

“Aku kan hanya bertanya”.

“Dia temanku dari Daegu, namanya NaJa”.

“Annyeonghaseo”. NaJa membungkuk memberi salam dan berkenalan dengan member B.A.P lainnya.

 

“Kami sudah selesai. Ja, kita mulai latihannya”.

 

              HimChan dan DaeHyun kembali ke tempat latihan. Mereka pun mulai latihan sementara HyoKyung dan NaJa menonton mereka secara live.

 

              Selesai latihan mereka mengerubungi NaJa dan bertanya seperti wartawan yang sedang mengincar berita dari artis papan atas. HimChan melirik sekilas ke arah NaJa kemudian berlalu menuju balkon menemui HyoKyung.

 

“Kyungie, sedang apa disini?”

“Menikmati hijaunya daun dan birunya langit”.

“Uhm. Kamu selalu seperti itu. Mau minum?”

“Gomawo oppa”. HyoKyung menerima minuman soda yang disodorkan HimChan padanya.

 

“Uhm. Oppa kenal NaJa sudah lama ya?”

“Ough. Aku dan NaNa sudah kenal lumayan lama saat di Daegu. Tapi sudah putus komunikasi sejak aku di Seoul. Wae?”

“Agh. Ani. Sepertinya Channie oppa begitu dekat dengannya sampai punya nama panggilan tersendiri begitu”.

“Uhm. Biar lebih mudah saja”.

 

“HyoKyung kenapa meninggalkanku sendiri dengan mereka?! Mereka menyebalkan!”

“Wae NaJa?”

“Mereka bertanya padaku seperti seorang polisi yang menangkap basah seorang pencuri. Bertanya tidak ada habisnya”.

“Hehe. Maklum sajalah. Ough iya, kalian kan teman lama. Kemarilah dan temani Channie oppa. Aku mau ambil cemilan dulu”.

“Jangan lama-lama”.

“Ne, NaJa”.

 

              HyoKyung bergegas meninggalkan NaJa dan HimChan di balkon. NaJa pun duduk di kursi yang ditinggalkan HyoKyung barusan.

 

“Sudah lama ya”.

“Apanya?”

“Ya, sudah lama kita tak bertemu. Sejak aku di Seoul kan kita putus kontak”.

“Kan kamu yang menghilang. Enak-enakan di Seoul menjadi artis dan dikerumuni fans yang kebanyakan yeoja”.

“Kamu cemburu ya?”

“Ih. Jangan gaje dech. Buat apa aku cemburu?”

“Tuh kata-katamu seperti orang yang sedang cemburu. Mengaku sajalah NaNa”.

“HimChan jangan mulai buat sebel dech!”

 

              HyoKyung yang melihat kedekatan mereka mengurungkan niatnya untuk kembali ke balkon dan memilih bergabung bersama member B.A.P lainnya.

 

“NaNa?”

“Wae?”

“Kamu tak merindukanku?”

“Untuk apa aku merindukanmu kalau kamu sudah melupakanku”.

“Aku tidak melupakanmu”.

“Lalu kenapa tidak mencariku?”

“Keadaannya sulit. Semua fasilitasku dibatasi. Ditambah lagi ponselku jatuh dan hilang saat aku mencoba melarikan diri. Aku pernah berhasil kabur dan pergi ke Daegu untuk mencarimu tapi katanya kamu sudah pindah. Aku sangat putus asa”.

“Aku pindah ke Seoul 2 bulan setelah kamu pindah”.

“Kenapa tidak mencariku?”

“Aku sudah mencarimu kemana-mana tapi setelah aku tau kamu menjadi artis, aku merasa kesal karena melihatmu enak-enakan dikerumuni banyak fans yang kebanyakan yeoja. Kamu sudah melupakanku. Aku benci itu!”

“Aku tidak melupakanmu NaNa. Aku masih menunggumu”.

“Agh sudahlah! Toh kamu sudah bersama HyoKyung sekarang”. NaJa beranjak dari tempatnya duduk dan masuk ke dalam.

 

“HyoKyung! Katanya tadi enggak lama! Kok malah asik-asikan disini dengan mereka?”

“Hehe. Mianhae. Habisnya kalian tadi seru sekali makanya aku bergabung dengan mereka saja”.

“Gaje kamu HyoKyung!”

“Aish. Udah dech jangan kumat ngambek”.

“Aku mau pulang!”

“Uhm. Iya dech iya. Semuanya kami pulang dulu ya”. HyoKyung, NaJa, dan HimChan bergegas keluar dan menuju rumah HyoKyung.

 

“Oppa mau singgah?”

“Ani. Kami masih harus latihan sampai malam. Aku kembali lagi kesana ya”.

“Ne, oppa. Gomawo”.

 

              HyoKyung dan NaJa masuk ke rumah dan bergegas ke kamar. HyoKyung mengambil handuk untuk mandi.

 

“Eh, aku duluan yang mandi”.

“Aish. Aku duluan NaJa. Aku sudah gerah sekali”.

“Ani! Aku duluan! Kamu kalau mandi kan 1 jam lebih”.

“Hu’uh!” HyoKyung memanyunkan bibirnya dan duduk di ranjang sementara NaJa bergegas menuju kamar mandi.

 

              HyoKyung mengambil headphone dan memasangkan pada ponselnya. Dia mulai memutar lagu What my heart tells me to do milik B.A.P sambil tidur-tiduran di ranjang. Dia memejamkan matanya sambil tersenyum mengingat HimChan. Beberapa saat kemudian dia pun terlelap.

 

“Gaje banget dia. Ditinggal 10 menit saja sudah ketiduran”. NaJa bergegas memakai baju lalu membangunkan HyoKyung.

 

“HyoKyung, ireona! HyoKyung?” NaJa mengelus-elus pipi HyoKyung membuat yeoja itu tersentak.

“Aish. Cepat banget sih mandinya. Aku masih ngantuk”. HyoKyung kembali memeluk ShinWoo, boneka miliknya yang berbentuk kepala tazmania tapi badannya berbentuk guling.

“Sudah senja cepat mandi!” NaJa menarik-narik tangan HyoKyung dan mematikan MP3 playernya.

“Huft. Iya iya”. HyoKyung bersungut-sungut menuju kamar mandi sementara NaJa menuju dapur untuk membuat makan malam.

 

xXx

 

“Hyung kenapa melamun? Mikiran HyoKyung ya?” HimChan hanya tersenyum menanggapi kata-kata JongUp.

“Telepon saja hyung”.

“Agh. Tadi kan sudah bertemu”.

“Ya sudah kalau begitu. Ja, kita masuk dan latihan lagi. YongGuk hyung bisa mengamuk lagi nanti”. HimChan tersenyum lalu ikut masuk bersama JongUp.

 

xXx

 

              HyoKyung kembali ke kamar setelah diomeli NaJa karena mandi hampir 1 jam. Dia bergegas memakai baju dan membenahi rambutnya. Saat hendak keluar dia melihat diary milik NaJa di atas meja belajar. Dia pun mengambilnya dan berniat membukanya. Tapi dia mengurungkan niatnya karena merasa itu adalah privasi NaJa yang tak perlu dia ketahui. Tapi ada sesuatu yang jatuh saat HyoKyung ingin meletakkan diary itu. Dia memungutnya dan membaliknya. Dia terkejut saat melihat foto NaJa bersama HimChan begitu dekat. Dia pun membuka diary dan menemukan sebuah kertas berwarna pink yang dimasukkan dalam amplop berwarna pink juga. HyoKyung membuka dan membacanya.

 

NaNa sayang

Mianhae aku tak sempat bertemu denganmu sebelum pergi. Aku hanya punya waktu sampai besok sebelum pindah ke Seoul tapi kamu belum juga kembali ke rumahmu. Jadi aku hanya bisa datang ke rumahmu dan menyelipkan surat ini dari bawah pintu. Aku benar-benar minta maaf NaNa. Aku tak bermaksud meninggalkanmu. Aku sangat mencintaimu tapi kita harus berpisah jarak. Aku harap kita bisa bertemu kembali. Dan jika kita bertemu kembali, aku berjanji akan melanjutkan kisah cinta kita yang harus terhenti ini. Aku juga akan selalu berusaha mencarimu dan menjaga cintaku untukmu. Baik-baik ya NaNa. Sampai bertemu suatu saat nanti.

 

“Jadi mereka pernah pacaran? Pantas saja mereka sedekat itu”. HyoKyung kembali memasukkan surat itu dan membenahi diary NaJa lalu duduk termenung di ranjang.

 

“HyoKyung, kenapa tidak keluar-keluar? Aku sudah lapar nih!”

“Iya iya. Ja, kita makan”. HyoKyung berjalan mengikuti NaJa ke meja makan.

 

              Mereka duduk di depan TV sambil menonton drama. Saat HyoKyung hendak menyantap makanannya, tangannya dipegangi NaJa.

 

“Tunggu dulu!”

“Wae NaJa? Aku lapar”.

“Suapin aku!”

“Aish. Iya iya aku suapin. Nih”. HyoKyung mulai menyendoki makanan di piringnya dan menyuapkannya pada NaJa.

“Hehe. Gomawo”. NaJa tersenyum manja pada HyoKyung.

“Huft. Dasar kamu”. HyoKyung hanya tersenyum menanggapi ulah sahabatnya.

 

xXx

 

              Malam mulai larut. HyoKyung masih duduk di ranjang mendengarkan lagu Unbreakable melalui earphone yang menyumpal telinganya sambil membaca komik Detective Conan. Sementara NaJa masih sibuk main game di laptopnya.

 

“Sudah ketemu?”

“Apanya HyoKyung? Kamu nih kalau bertanya pasti menggantung gitu”.

“Namja yang kamu cari. Kan kamu bilang ke Seoul untuk mencari cintamu yang pergi. Apa sudah ketemu?”

“Be… belum sih. Wae?”

“Agh. Ani. Cuma penasaran saja”.

“Uhm. HyoKyung, aku ngantuk. Ja, kita tidur”.

“Ya sudah kamu tidur duluan”.

“Gak mau! Aku mau tidur dinyanyiin sama kamu”.

“Huft. Iya iya NaJa”.

 

              HyoKyung menutup komiknya dan menyimpannya. Dia melepas earphone dan meletakkannya bersama ponselnya di atas meja kecil sebelah ranjangnya lalu ikut berbaring bersama NaJa.

 

“Mau aku nyanyikan lagu apa?”

“Lagu apa saja yang penting mellow”.

“Lagu What my heart tells me to do saja ya”.

“Iya. cepetan”.

“Iya iya NaJa”.

 

              HyoKyung menarik nafas dan mulai menyanyikan lagu What my heart tells me to do milik B.A.P. Pikirannya melayang sambil menyanyikan lagu itu. Dia teringat pada suatu malam saat HimChan menyanyikan lagu itu untuknya. Diapun mulai masuk ke dalam lamunannya.

 

Flash Back

 

              Malam ini HyoKyung dan HimChan sedang duduk di pinggiran atap gedung dengan kaki yang menjuntai ke bawah. HyoKyung menutup matanya sambil menikmati suara sexy HimChan yang sedang menyanyikan lagu What my heart tells me to do.

 

“Bagus sekali oppa”.

“Suaraku kan memang keren”.

“Uhm. Baru dipuji sedikit saja pasti kumat dech narsisnya”.

“Hehe. Kan memang benar”.

“Iya sih. Uhm, Channie oppa?”

“Ne, Kyungie. Wae?”

“A… aku suka pada oppa”. Ucap HyoKyung ragu-ragu sambil tertunduk.

“Kenapa suka padaku?”

“Karena oppa baik, penyayang, dan selalu melindungiku. Jujur aku suka pada oppa karena oppa berbeda dengan namja yang lain. Walaupun oppa cuek dan sangat dingin tapi sebenarnya hati oppa begitu hangat. Memang diawal pertemuan kita bertengkar tapi semakin aku mengenal oppa aku semakin menyukai oppa”.

“Uhm”. HimChan bergumam dan tersenyum menanggapi kata-kata HyoKyung sambil mengelus-elus rambutnya”.

“Oppa tidak suka padaku ya?”

“Sebenarnya aku juga menyukaimu. Tapi hatiku masih menanti seseorang. Aku tidak yakin untuk bersama denganmu dalam suatu hubungan yang special sekarang ini. Tapi bisakah kamu menungguku hingga aku yakin dan membuatku bisa mencintaimu? Aku yakin kedekatan kita pasti akan menumbuhkan rasa cinta juga di hatiku”.

“Yes sir! (tersenyum sambil membuat tanda hormat) Aku akan bersabar menunggumu hingga oppa membuka hati untukku”. HyoKyung menyandarkan kepalanya di dada HimChan lalu HimChan merangkulnya sambil mengelus-elus rambut HyoKyung.

 

              HyoKyung tersentak dan tersadar dari lamunannya saat mendengar ponselnya berdering. Sebuah pesan dia terima dari HimChan.

 

“Good Night Kyungie. Have a nice dream :*”

 

              HyoKyung tersenyum sekilas lalu kembali meletakkan ponselnya dan berbaring di samping NaJa hingga terlelap.

 

xXx

 

HimChan duduk di sofa sambil terus memandangi ponselnya.

 

“Wae hyung?” YoungJae menghampiri dan duduk di sampingnya.

“HyoKyung. Tidak biasanya dia tak membalas pesanku”.

“Mungkin dia sudah tidur hyung”.

“Tapi dia itu kan mudah sekali terbangun. Biasanya walaupun lebih malam tetap dibalas olehnya”.

“Mungkin dia kelelahan hyung”.

“Uhm, mungkin”.

 

xXx

 

              NaJa duduk di ranjang sambil membaca majalah yang dibelinya kemarin. Dia melirik ke arah ponsel HyoKyung yang berbunyi. Dia mengambilnya dan membaca pesan yang dikirimkan YongGuk pada HyoKyung.

 

“HyoKyung, HimChan sakit. Tadi pagi tiba-tiba saja dia demam tinggi. Datanglah kemari”.

 

“Hah? HimChan sakit?”

 

              NaJa langsung menyambar tas dan cardigannya lalu bergegas keluar kamar. HyoKyung yang baru selesai mandi menatap heran pada NaJa yang terburu-buru keluar rumah. Bahkan HyoKyungpun tak sempat menyapanya.

 

“Dia terburu-buru sekali. Mau kemana ya?”

 

              HyoKyung kembali berjalan menuju kamarnya. Selesai berpakaian dia duduk di ranjang sambil membaca majalah yang tergeletak di atas ranjang dan dibiarkan terbuka begitu saja. Sambil terus membaca, tangannya mencari ponselnya yang mengalunkan lagu Rain Sound di atas meja. Dia melihat YoungJae meneleponnya.

 

“Yeoboseo?”

“HyoKyung, kamu dimana?”

“Aku di kamar. Memangnya kenapa?”

“Aish. Kenapa kamu masih di kamar? Cepatlah kemari!”

“Memangnya ada apa YoungJae?”

“Masih juga bertanya. Sudahlah. Cepat kesini!”

“I… iya. Aku kesana sekarang”. HyoKyung meletakkan ponselnya dengan wajah kebingungan lalu mengganti pakaiannya.

 

“Ada apa ya? Kok YoungJae seperti itu?” Setelah berpakaian rapi, HyoKyung menyambar ponsel dan tasnya lalu pergi.

 

xXx

 

              HyoKyung tiba di dorm B.A.P. Dia melihat ke sekeliling dengan heran karena disana tidak ramai seperti biasanya. Di ruang TV dia melihat Zelo sedang asik main game di laptopnya.

 

“Zelo, aku ikut”. HyoKyung langsung duduk di sebelahnya.

“Noona? Bogoshipo”. Zelo langsung memeluk HyoKyung yang sibuk mengutak-atik game yang sedang dimainkan Zelo tadi.

“Aish. Apa-apaan sih?! Seperti tidak bertemu ratusan tahun saja!”

“Aku kan selalu merindukanmu noona. Kenapa noona galak sekali?”

“Lihat tuh! Belum apa-apa sudah game over! Ja, kita mainkan lagi. Tapi jangan membuatku kesal lagi!”

“Ocey noona”. Zelo dan HyoKyung pun mulai bermain game bersama lagi.

 

“HyoKyung, kamu sudah datang? Kenapa diam-diam saja?”

“Aish. Masa aku harus teriak-teriak sih YongGuk oppa”. HyoKyung menjawab sekenanya sambil terus sibuk bermain game.

“Uhm. Sudah lihat HimChan belum?”

“Belum oppa. Memangnya dia kenapa?”

“HimChan sakit HyoKyung!”

“Ough”.

 

              HyoKyung menjawab dengan santai dan masih terus focus pada gamenya. Sementara Zelo terdiam lalu saling pandang kebingungan dengan YongGuk.

 

“Eh? Tadi oppa bilang apa? Channie oppa sakit?” HyoKyung tersadar lalu langsung berlari ke kamar HimChan dengan wajah panic.

 

              Langkah HyoKyung terhenti dan dia berdiri mematung di ambang pintu kamar HimChan yang terbuka setengah. Dia melihat NaJa sedang menyuapi HimChan makan sambil sesekali bercanda. Dia menghela nafas lalu berbalik dan berjalan menuju halaman belakang. Disana dia melihat JongUp sedang sibuk dengan kelinci-kelinci lucu.

 

“JongUp, Ngapain?”

“Noona? Kemari. Kita memberi makan kelinci-kelinci lucu ini dan bermain dengan mereka”.

“Wuah. Lucu sekali. Tapi kenapa pelihara kelinci? Apa karena lambang Boyband kalian?”

“Kelinci kan lucu noona. Memangnya noona tidak suka ya?”

“Suka sih. Tapi kenapa tidak pelihara anak singa saja? Aku ingin sekali bermain dengan mereka”. HyoKyung berkata sambil tersenyum membayangkan sesuatu.

“Eh? Anak singa? Noona ada-ada saja”. JongUp memandang aneh pada HyoKyung.

“Memangnya tidak boleh? Mereka itu sangat lucu JongUp”.

“Lucu? Kalau noona dimakan mereka bagaimana?”

“Ya jangan sampai dimakan”.

 

“Heh! Sedang apa kalian berdua disini? Jangan bilang kalau kalian…”.

“YongGuk oppa, aku mau pulang saja”.

“Kok pulang? Tidak menemani HimChan?”

“Agh. Sudah ada NaJa kok”. HyoKyung berjalan menuju pintu depan.

 

“Noona mau kemana?”

“Aku mau pulang Zelo”.

“Jangan pulang dulu noona. Temani aku jalan-jalan ya”.

“Aku lelah, ingin istirahat. Aku mau pulang saja”.

“Sebentar saja noona. Nanti pulangnya aku antar”. Zelo terus bergelayutan di tangan HyoKyung membuatnya risih.

“Aish. Iya iya. Tapi jangan lama-lama”.

“Ocey noona”. Zelo menarik tangan HyoKyung keluar. Mereka pergi menaiki motor Zelo dan berhenti di taman.

 

“Noona, aku beli minuman dulu ya. Noona duduk di bangku itu saja sambil menungguku”. Zelo memakai kacamata hitamnya dan memakai topi. Wajahnya juga ditutupi setengah dengan syal yang dipakainya.

“Jangan lama-lama ya”. HyoKyung duduk sambil melamunkan HimChan. Dia masih teringat kejadian di dorm tadi.

 

Nyesss

 

“Agh. Zelo! Kamu suka sekali mengagetkanku”. HyoKyung bersungut-sungut sambil mengelus-elus pipi kanannya yang terasa dingin karena ditempeli minuman soda kalengan.

“Hehe. Ini noona minumannya”.

 

              HyoKyung meneriman minuman soda kalengan yang diberikan Zelo padanya lalu langsung menenggaknya. Pandangannya lurus kedepan kembali teringat pada HimChan.

 

“Noona?”

“Uhm. Ada apa Zelo?”

“Nae yeojachinguga dwaeyeo jullae?”

“Mwo?” HyoKyung langsung reflex melihat ke arahnya sementara dia tersenyum penuh pengharapan.

“Ani!” HyoKyung langsung buang muka dengan ekspresi datar. *ekspresinya ala-ala yeoja di MV Teen Top yang Going Crazy*

“Wae noona? Apa yang salah? Apa karena aku lebih muda darimu?”

“Aku mencintai orang lain Zelo! Kamu tau kan aku mencintai Channie oppa”. HyoKyung berdiri dan beranjak pergi tapi tangannya dipegangi Zelo.

“Aku tidak peduli! Noona harus menjadi pacarku!” Zelo mencengkeram bahu HyoKyung dan menyandarkannya di pohon.

“Lepaskan aku Zelo!!!!” HyoKyung berusaha berontak tapi cengkeraman Zelo begitu kuat. Zelo memasang tampang mesum dan mendekatkan wajahnya pada HyoKyung.

 

Buuugg

 

“Aduuuuhhhh…. Pukulanmu sakit sekali noona”. Zelo langsung melepaskan HyoKyung dan memegangi rusuknya yang terkena bogem HyoKyung. HyoKyung memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri tapi Zelo yang masih kesakitan beranjak mengejarnya.

 

“Huwa…. Tolong…. Zelo menjadi gila….”. HyoKyung berlari sambil berteriak. Beberapa yeoja yang mendengar langsung berlari ke arah Zelo sambil berteriak histeris.

 

“Noona tolong aku….”. Zelo berteriak tapi kemudian tak berkutik karena dikerumuni fans. HyoKyung pun berhenti saat mendengar Zelo berteriak dan menyempatkan diri melihat ke belakang.

 

“Ough iya. Zelo kan artis. Mudah sekali melarikan diri darinya”. Dia pun berjalan ke arah halte dan duduk disana menunggu bis.

 

“HyoKyung? Sedang apa disini? Ja, ikut bersamaku ke dorm”.

“Aish. Aku baru dari sana kenapa disuruh kembali kesana Hyunnie oppa?”

“Kamu baru dari sana? Terus mau kemana?”

“Mau pulang oppa”.

“Ya sudah. Ja, ku antar”.

 

              HyoKyung diantar pulang DaeHyun dengan mobilnya. Selama perjalanan HyoKyung hanya diam sambil melamun.

 

“HyoKyung, sudah sampai”.

“Eh? I…. Iya oppa. Hyunnie oppa mau singgah?”

“Ya boleh lah. Bosan juga di dorm. Lagipula HimChan hyung sedang sakit. Mereka sibuk mengurusinya dan tidak ada kegiatan”.

“Ya sudah. Ja, kita masuk oppa”. HyoKyung dan DaeHyun bergegas masuk ke rumah.

 

“Kok sepi? NaJa dimana?”

“NaJa di dorm kalian. Mengurusi Channie oppa”.

“Kenapa bukan kamu yang mengurusinya?”

“Ceritanya nanti saja ya oppa. Kita masak untuk makan malam dulu saja”.

“Ne, HyoKyung. Ide yang bagus”. HyoKyung dan DaeHyun bergegas ke dapur untuk masak bersama.

 

              HyoKyung dan DaeHyun membuat makan malam bersama sambil sesekali bercanda tawa hingga HyoKyung tidak menyadari ponselnya berdering beberapa kali.

 

xXx

 

“Kok teleponku daritadi tak diangkat ya? Dia juga tidak menjengukku”. HimChan berdiri di pinggir jendela sambil melihat keluar dengan gelisah.

 

“HimChan, kamu menelepon siapa?”

“Eh? NaNa, kamu mengagetkanku. Bukan siapa-siapa kok”.

“Ya sudah kalau begitu duduklah. Aku membawakan makan malam untukmu”.

“Uhm. Ne, NaNa”. HimChan kembali duduk di ranjang dan NaJa mulai menyuapinya.

 

xXx

 

              Selesai makan malam, HyoKyung duduk di pinggir atap rumahnya dengan kaki yang menjuntai ke bawah. DaeHyun melihatnya dan ikut duduk di sampingnya.

 

“Kenapa melamun?”

“Eh, Hyunnie oppa. Tidak kenapa-kenapa kok”.

“Ough iya, kenapa kamu tidak menemani HimChan hyung tapi malah menyuruh NaJa?”

“Aku tidak menyuruh NaJa, Hyunnie oppa”.

“Lalu kenapa dia ada disana? Jangan bilang NaJa menyukai HimChan hyung”.

“Uhm. Maybe”.

“Hah? Lalu kamu membiarkannya?”

“Mereka saling mencintai Hyunnie oppa”.

“Saling mencintai bagaimana? Mereka baru bertemu beberapa hari”.

“Mereka itu kenal lama sejak di Daegu. Dan mereka pernah saling mencintai”.

“Darimana kamu mengetahuinya HyoKyung?”

“Aku tau dari buku diary NaJa. Aku tak sengaja menemukan foto mereka terjatuh dari diary miliknya dan aku juga menemukan surat dari Channie oppa untuknya”.

“Maksudmu mereka?”

“Ne, oppa. Mereka pernah pacaran. Di surat itu Channie oppa bahkan berjanji akan menjaga cintanya untuk NaJa dan juga berjanji akan melanjutkan cinta mereka bila mereka bertemu kembali”.

“Jadi itu sebabnya kamu menyerah?” DaeHyun menatap HyoKyung dalam-dalam tapi HyoKyung hanya menjawab pertanyaannya dengan senyuman.

“Kenapa tersenyum? Tapi kamu kan menyukai HimChan hyung”.

“Aku memang menyukainya dan mencintainya. Tapi aku rela melepasnya karena yeoja itu adalah NaJa”.

“Tapi kenapa HyoKyung?”

“Aku hanya tidak terbiasa merebut milik orang lain oppa”.

“Tapi mereka sudah berpisah. HimChan hyung bukan milik NaJa”.

“Tapi hati mereka saling mencintai. Kalau aku bertahan dan memaksakan perasaanku pada Channie oppa, mereka berdua yang akan terluka. Jadi aku mengalah demi dua orang yang sangat kusayangi”.

“Tapi kamu yang akan terluka HyoKyung”.

“Aku mencintai Channie oppa tapi bukan berarti aku harus memilikinya. Aku akan bahagia bila Channie oppa bahagia. Sedangkan NaJa, aku sangat menyayanginya. Dia sahabat yang sangat berarti untukku. Orang yang kucintai dan sahabatku saling mencintai. Aku tidak mungkin tega menjadi penghalang dan membuat mereka berdua terluka. Aku sudah memikirkannya oppa. Saat aku termenung dan bingung harus bagaimana, hatiku menyuruhku untuk melakukan hal ini. This is what my heart tells me to do oppa”.

 

              DaeHyun dan HyoKyung kembali terdiam lalu melihat lurus ke depan. Setelah berdiam diri cukup lama, DaeHyun mulai membuka bibirnya dan mulai menyanyikan lagu What my heart tells me to do sambil terus menatap lurus ke depan. Sampai pertengahan lagu DaeHyun tersentak saat kepala HyoKyung tersandar di bahunya. Dia melihat ke samping dan mendapati HyoKyung sudah tertidur. Dia menggeser perlahan-lahan dan mencoba menggendong HyoKyung masuk ke dalam kamar.

 

“Hyunnie oppa? Turunkan aku”.

“Sudah lagh HyoKyung, kita sudah di depan kamarmu. Tidak apa-apa”.

 

              DaeHyun menggendong HyoKyung sampai ke kamarnya dan menurunkannya perlahan-lahan.  HyoKyung pun mulai kembali terlelap. DaeHyun yang hendak berjalan ke sofa berbalik saat ponsel HyoKyung berdering.

 

“Yeoboseo hyung?”

“DaeHyun? Kenapa kamu yang mengangkat teleponnya? HyoKyung mana?”

“HyoKyung sudah tidur hyung makanya aku yang mengangkat teleponnya”.

“Sudah tidur? Kalian dimana?”

“Di rumah HyoKyung. Malam ini aku tidak kembali ke dorm. Aku mau menemaninya disini. Kasihan dia sendirian di rumah”.

 

              DaeHyun menatap layar ponsel HyoKyung saat terdengar nada panggilan terputus. Dia meletakkan ponsel HyoKyung di meja lalu menuju sofa dan tidur disana.

 

xXx

 

“Menginap di rumah HyoKyung?! Sial!”      

 

              HimChan kembali ke kamarnya dan melihat NaJa tidur di kursi dengan kepala berada di ranjang. Dia memindahkan NaJa ke ranjang lalu keluar dan tidur di kamar DaeHyun.

 

xXx

 

              HyoKyung terbangun saat alarmnya berbunyi. Dia melihat DaeHyun tidur di sofa hanya menggunakan jaket dan terlihat kedinginan. Dia pun beranjak dan menyelimuti DaeHyun lalu berjalan menuju dapur. Di dapur HyoKyung mulai meracik bumbu untuk membuat sarapan.

 

“HyoKyung?”

“Hyunnie oppa kenapa sudah bangun?”

“Aku mendengar suara-suara berisik. Kenapa tidak membangunkanku? Aku kan bisa membantumu”.

“Tidak perlu oppa. Sudah matang kok. Ja, kita makan”.

“Uhm. Kelihatannya enak”. DaeHyun dan HyoKyung sarapan bersama sambil sesekali bercanda.

 

xXx

 

              Pagi ini member B.A.P sarapan bersama. Suasananya juga mulai kembali hidup karena HimChan yang telah sembuh.

 

“DaeHyun hyung kemana ya?” YoungJae berkata sambil melihat sekeliling.

“Iya ya. Sepertinya tadi malam dia tidak pulang. HimChan hyung tau kemana dia pergi? Kan tadi malam hyung yang tidur di kamarnya”.

“Aku tidak tau JongUp”. HimChan menjawab sambil terus menatap makanannya.

 

Cklleeekk

 

              DaeHyun masuk bersama HyoKyung. Semua langsung melihat ke arah mereka. HimChan beranjak dari tempatnya duduk dan menghampiri DaeHyun. Tangan kirinya mencengkeram kerah kemeja DaeHyun sementara tangan kanannya dikepal dan di arahkan ke wajah DaeHyun.

 

“Channie oppa, apa-apaan ini?! Lepaskan dia!” HyoKyung memegangi tangan kanan HimChan menghalangi HimChan yang mau memukul DaeHyun.

“Lepaskan aku Kyungie!”

 

              HimChan menghempaskan tangannya membuat tubuh HyoKyung terdorong dan jatuh terduduk di lantai. HimChan terlihat kaget dan langsung melepaskan cengkeramannya pada DaeHyun lalu menghampiri HyoKyung.

 

“Kyungie, kamu baik-baik saja?” HimChan terlihat cemas tapi HyoKyung menepiskan tangan HimChan dan berlari meninggalkan dorm itu.

 

“Kyungie?” HimChan bergegas mengejar namun tangannya dipegangi DaeHyun.

“Apa-apaan ini DaeHyun?! Aku mau mengejarnya!”

“Cukup hyung! Berhenti menyakitinya!”

“Menyakiti apanya?! Aku tadi tidak sengaja!”

“Hyung bukan hanya menyakiti fisiknya tapi juga menyakiti hatinya!”

“Apa maksudmu?!”

“Biarkan dia sendiri dan menenangkan hatinya! Aku ingin bicara berdua denganmu hyung!” DaeHyun berjalan ke atap dan HimChan mengikutinya dari belakang.

 

“Apa maksudmu bicara begitu padaku tadi?!”

“Semua yang kukatakan tadi itu benar hyung. Tapi kenapa hyung begitu emosi padaku tadi?”

“Bagaimana aku tidak emosi, aku sakit tapi dia tak menjengukku! Teleponku tidak ada yang diangkat! Pesanku tidak ada yang dibalas! Dia malah enak-enakan berkencan bersamamu!”

“Dia datang menjengukmu hyung tapi mungkin dia tidak menemuimu karena ada NaJa”. DaeHyun berkata dengan tatapan sinis tapi HimChan hanya terdiam dengan ekspresi kaget.

 

“Kenapa diam hyung? Hyung suka pada NaJa, iya kan?”

“Jangan sok tau kamu DaeHyun!”

“Hyung tidak perlu berbohong padaku! Aku sudah tau semuanya kok”.

“Tau apa?”

“Hyung dan NaJa pernah pacaran saat masih di Daegu. Hyung juga berjanji menjaga cinta hyung untuk NaJa dan juga berjanji akan bersama kembali jika kalian bertemu kembali. Iya kan?”

“Kamu tau darimana?”

“Aku tau dari HyoKyung. Dia sudah tau semuanya hyung”.

“Darimana dia mengetahuinya?”

“Dari foto dan surat yang tidak sengaja ditemukannya di diary NaJa!” DaeHyun menatap tajam pada HimChan membuatnya terdiam dengan perasaan serba salah.

 

“Kenapa hyung?! Merasa bersalah pada HyoKyung?!”

“Aku bingung DaeHyun. Aku tak tau harus bagaimana”.

“Sudahlah tidak perlu bingung hyung! Hyung pilih NaJa saja!”

“Apa maksudmu bicara begitu?! Apa karena kamu suka pada Kyungie?!”

“Karena HyoKyung sudah melepaskanmu untuk NaJa, hyung! Berhentilah mendekatinya dan memberikan harapan kosong padanya!”

“Kyungie?”

 

              HimChan berkata seolah tak percaya dan bersimpuh sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya sementara DaeHyun meninggalkannya dengan wajah penuh emosi. NaJa yang mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu langsung bergegas bersembunyi.

 

xXx

 

              HimChan menunggu HyoKyung di bangku taman dekat rumah HyoKyung. Sudah seminggu ini HyoKyung menghindari HimChan. Saat HyoKyung lewat, HimChan bergegas mengejarnya dan menarik tangannya.

 

“Agh. Channie oppa? Lepaskan aku oppa”. HyoKyung menarik-narik tangannya dengan ekspresi ketakutan.

“Kamu kenapa Kyungie? Kenapa jadi takut padaku? Aku minta maaf atas insiden di dorm waktu itu. Aku tidak sengaja”.

“Aku mau pulang oppa”. HyoKyung menghempaskan tangan HimChan dan berlalu tapi HimChan mengejarnya dan memeluknya dari belakang.

“Dengarkan aku dulu Kyungie. Beri aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya”.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan Channie oppa”. HyoKyung melepaskan pelukan HimChan dan menatap HimChan dalam-dalam.

“Tapi aku….”.

“Tentang oppa dan NaJa, aku sudah tau semuanya. Aku sudah melepaskan oppa jadi tidak perlu merasa bersalah padaku”.

“Wae Kyungie? Kenapa semudah itu kamu melepaskanku? Bukankah kamu mencintaiku?”

“Aku sangat mencintaimu oppa tapi aku tau cintamu bukan untukku. Aku belum tentu bisa membahagiakanmu tapi NaJa pasti bisa karena kalian saling mencintai. Tidak perlu pedulikan aku dan cintaku. Bukankah cinta tak harus memiliki. Aku mencintaimu jadi aku akan mengerti hatimu dan tidak akan memaksakan hatimu untuk mencintaiku. Aku tidak ingin oppa terluka”.

“Kyungie, aku….”.

“Aku baik-baik saja oppa. Aku akan bahagia bila kalian berdua bahagia”.

 

              HyoKyung tersenyum lalu berbalik, di saat bersamaan air matanya menetes. Dia bergegas meninggalkan HimChan sementara HimChan hanya bisa terduduk di bangku dengan tangan yang ditumpu pada kedua pahanya dan menutupi wajahnya dengan tangannya.

 

“Biar aku yang bicara dengannya HimChan”.

“Agh. NaNa?” HimChan tersentak saat NaJa memegang pundaknya.

“Aku akan jelaskan semuanya padanya”.

“Tapi bagaimana denganmu?”

“Aku rela melepasmu untuknya karena dia yeoja yang baik”. NaJa tersenyum tapi HimChan menatapnya dengan tatapan aneh.

“Kalian berdua kenapa tidak ada yang mau mempertahankanku?!”

“Hati kami berdua sama. Jadi berkorban demi sahabat adalah pilihan utama kami”.

“Kalian sama-sama mencintaiku tapi sama-sama menyebalkan!” HimChan berdiri dan bergegas pergi dari sana.

 

xXx

 

              HyoKyung masuk ke rumah dengan mengendap-endap. Dia membuka pintu kamar yang gelap perlahan-lahan. Tapi dia langsung terdiam saat tiba-tiba lampunya dihidupkan.

 

“NaJa? Kamu belum tidur?”

“Kamu darimana?! Hampir tengah malam baru pulang!”.

“Aku ada urusan”.

“Uhm. Ada yang ingin kubicarakan denganmu HyoKyung”.

“Aku juga NaJa”. HyoKyung berjalan dan memeluk NaJa erat.

“Kamu kenapa senang sekali?”

“Coba tebak? Aku dapat beasiswa di Harvard University”. HyoKyung berkata dengan wajah yang sangat senang tapi NaJa malah menatapnya sedih.

“NaJa? Kamu tidak senang ya?”

“Kamu mau meninggalkan aku disini sendirian HyoKyung? Hiks”. NaJa mulai menangis.

“Eh? Kok nangis sih? Aku sudah menantikan ini sejak lama. Kamu harusnya senang”.

“Nappeun! Tega kamu ninggalin aku sendirian disini”. NaJa menangis sambil tiduran memeluk guling.

“Aish. Udah donk NaJa. Uljima. Aku kan cuma pergi ke luar negeri bukan pergi ke alam lain”.

“Kamu benar-benar jahat!”

 

              HyoKyung menggaruk-garuk kepalanya melihat NaJa yang menangis seperti anak kecil yang minta dibelikan permen. Semalaman NaJa menangis dan tak menghiraukan bujuk rayu HyoKyung. Pukul 4 pagi dia baru memejamkan matanya karena kelelahan menangis.

 

xXx

 

              NaJa terbangun saat matahari membias di wajahnya. Dia langsung beranjak mencari-cari HyoKyung tapi tak menemukannya dimana-mana. Dia melihat lemari HyoKyung yang hanya tertinggal beberapa pasang pakaian saja. Dia menemukan secarik kertas di meja.

 

NaJa sayang,

Saat kamu membaca surat ini mungkin aku sudah di bandara atau mungkin sudah di pesawat. Maaf aku tidak membangunkanmu dulu karena kulihat kamu begitu lelah menangis semalaman. Jangan menangis lagi ya. Aku pergi dulu NaJa. Ough iya, aku juga sudah membuatkanmu sarapan. Jangan lupa dimakan ya.  ^_^

 

“HyoKyung sudah pergi?”

 

              NaJa bergegas mengambil handuk dan mandi lalu berpakaian rapi dan meninggalkan rumah dengan terburu-buru.

 

xXx

 

“HimChan hyung, cepatlah turun!”

“JongUp? Ada apa?”

“Lihat tuh NaJa panic sekali”.

“Panic? Ada apa?” HimChan langsung bergegas turun dan menuju ruang tamu melihat member yang lain berkerumun disana.

 

“NaNa? Ada apa?”

“HyoKyung pergi. Hiks”.

“Mwo?” Semua menatap kaget dan tidak percaya.

 

“Aish. Kenapa diam saja?! Ja, kita susul HyoKyung Noona”. Zelo bergegas keluar dan yang lain mengikutinya.

 

xXx

 

              HyoKyung beranjak dari tempatnya duduk. Dia menyempatkan diri melihat-lihat sekitar lalu kembali berjalan.

 

“HyoKyung, gajima!”

“NaJa?” HyoKyung menggumam lalu berbalik.

“Gajima noona”. Zelo berlari dan memeluk HyoKyung.

“Zelo?”

“Gajima noona, jebalyo. Aku janji kalau noona tidak pergi, aku tidak akan mengejar-ngejar noona lagi. Aku akan jadi dongsaeng yang baik”. Ucap Zelo sambil terus memeluk HyoKyung.

“Aku pergi bukan karena itu”. HyoKyung melepaskan pelukan Zelo.

“Gajima Kyungie”. HimChan memegangi tangan HyoKyung.

“Channie oppa, aku titip NaJa ya. Jangan sampai sedih apalagi kenapa-kenapa”. HyoKyung mengambil tangan NaJa dan menggandengkannya dengan tangan HimChan.

“HyoKyung?”

“Tidak apa-apa NaJa. Sudah jangan menangis lagi. Janji ya kalian harus selalu bersama. Jangan berpisah apapun yang terjadi. Channie oppa harus menjaga NaJa dengan baik dan NaJa juga harus menjaga cinta Channie oppa jangan sampai berpaling ke lain hati. Kalian mau berjanji padaku kan?”

“Ne, Kyungie. Kami berjanji”. HimChan dan NaJa memeluk tubuh HyoKyung.

“Baiklah. Aku sudah bisa pergi dengan perasaan lega sekarang. Sudah waktunya, aku pergi dulu”. HyoKyung melepaskan pelukan mereka dan melihat DaeHyun. DaeHyun langsung menghampirinya dan memeluknya.

“Jaga dirimu HyoKyung”.

“Ne, oppa juga ya”. HyoKyung melepaskan pelukan DaeHyun dan berlalu.

 

“HyoKyung noona…”. Zelo bersimpuh melihat kepergian HyoKyung.

“Sudahlah. Dia sudah pergi. Ja, kita pulang”. Mereka pun meninggalkan bandara dan kembali ke dorm.

 

xXx

 

              Sampai di dorm, mereka dengan lemas kembali dengan kegiatan mereka masing-masing. JongUp memilih bermain dengan kelincinya, yang lain duduk di ruang makan menonton HimChan yang sedang sibuk membujuk NaJa yang terus-terusan menangis. Sementara Zelo memilih di ruang tamu bermain game di laptopnya dengan wajah cemberut.

 

“Zelo, aku ikut”.

“Sini HyoKyung noona, kita main bersama”. Zelo berkata sambil terus melihat laptopnya. Beberapa saat kemudian dia tersadar.

 

“Eh? HyoKyung noona?” Dia mengangkat wajahnya dan melihat HyoKyung berdiri pada jarak 2 meter di depannya. Dia pun langsung memeluknya. Member lain yang mendengar teriakan Zelo  langsung ikut menghampirinya.

 

“HyoKyung? Zelo, lepaskan dia!”

 

              DaeHyun dan HimChan bersusah payah melepaskan pelukan Zelo dari HyoKyung. Setelah berhasil mereka menghempaskan tubuh Zelo di sofa. HimChan memeluk HyoKyung dari depan sementara DaeHyun memeluknya dari belakang. Yang lain ikut memeluk dari segala arah seperti gerombolan teletubies.

 

“Uhuk. Bisakah kalian melepaskan pelukan kalian sekarang? Aku mulai sulit bernafas”.

“Ough, mian HyoKyung”. Mereka pun melepaskan HyoKyung.

 

“NaJa?” HyoKyung tersenyum pada NaJa dan NaJa pun memeluknya.

“Nappeun!”

“Kan aku tidak jadi pergi. Kenapa masih dibilang jahat?”

“Kamu mempermainkanku! Kenapa tidak jadi pergi?”

“Aku tidak tega padamu. Sudah kuduga kamu akan menangis terus”.

“Hu’uh! Dasar kamu”.

 

xXx

 

              Malam ini mereka sibuk merayakan kembalinya HyoKyung dari bandara *jiah*. Mereka sibuk membuat barbeque di halaman belakang. Sementara HyoKyung duduk di atap sendirian dengan kaki menjuntai ke bawah.

 

“Kenapa sendirian disini HyoKyung?” DaeHyun menemaninya dan ikut duduk disampingnya.

“Hanya ingin melihat-lihat bintang”.

 

“Hei! Apa yang kalian lakukan berdua disini?” HimChan dan NaJa ikut menghampiri mereka. HimChan duduk di samping HyoKyung dan NaJa di samping HimChan.

“Aish. Kami tidak melakukan apapun. Hanya melihat bintang Channie oppa”.

“Kalian pacaran ya?” Tanya HimChan dengan tatapan menyelidik.

“Aish. Ania oppa”.

“Kami sekarang memang tidak pacaran hyung. Aku masih menunggu HyoKyung membuka hatinya untukku. Aku yakin suatu saat aku bisa mendapatkan posisi special di hatinya”.

“Eh? Benarkah itu Kyungie?”

“Uhm. Maybe”. HyoKyung berkata sambil tersenyum.

“Uhm. Karena kalian masih belum pacaran, aku mau meminjam Kyungie untuk malam ini”.

“Boleh saja hyung. Tapi dikembalikan dengan keadaan utuh ya. Tidak boleh ada yang hilang terutama hatinya”.

“Uhm. Iya iya. kamu sepertinya terobsesi mendapatkan posisi ku di hati Kyungie”.

“Tentu saja. Dia yeoja yang sangat langka hyung”.

“Ne, arrayo. Tapi malam ini dia milikku DaeHyun”.

“Eh? Apa-apaan ini?” HyoKyung menatap bingung pada HimChan tapi HimChan malah menatap NaJa.

“Tidak apa-apa kan NaNa?”

“Kalau cuma untuk malam ini ya tidak apa-apa lagh”.

 

              NaJa dan DaeHyun beranjak meninggalkan HimChan dan HyoKyung berdua di atap. Sementara HyoKyung masih terus menatap bingung pada HimChan.

 

“Kyungie, sandarkan kepalamu di dadaku”.

“Tidak mau!”

“Cepat sandarkan!” HimChan menarik kepala HyoKyung dan dengan paksa menyandarkannya.

“Aduh! Sakit oppa!” HyoKyung mengusap-usap keningnya yang terkena tulang leher HimChan.

“Makanya sandarkan dengan suka rela”.

“Aish. Iya iya”. HyoKyung pun menyandarkan kepalanya.

“Begini kan lebih baik”.

“Hu’uh! Dasar! Maksud Channie oppa apa sih berbuat seperti ini? Mau terus-terusan membuatku mencintaimu?”

“Aku tidak ingin kita berpisah karena kejadian kemarin Kyungie. Aku ingin kamu tetap berada di sisi ku”.

“Tapi oppa kan sudah berjanji padaku untuk selalu bersama NaJa. Dan Hyunnie oppa…”.

“Ne, arrayo. Kalau kamu tidak bisa berada di sisi ku sebagai seorang kekasih, tinggallah di sisi ku sebagai seorang adik”.

“Adik?”

“Ne, Kyungie. Sayangi aku sebagai oppa mu, dan aku menyayangimu sebagai dongsaeng ku”. HimChan menatap HyoKyung dalam-dalam membuat HyoKyung tersenyum.

“Kenapa hanya tersenyum? Jawab Kyungie. Jadilah adikku dan sayangi aku sebagai oppamu. Kamu mau?”

“Yes sir!”

 

              Ucap HyoKyung tersenyum sambil membuat tanda hormat. HimChan hanya tersenyum sambil mengacak-acak rambut HyoKyung dengan gemas. HyoKyung kembali menyandarkan kepalanya di dada HimChan dan HimChan mulai membuka mulutnya menyanyikan lagu What my heart tells me to do sambil merangkul HyoKyung.

 

xXx

 

Tamat

 

xXx

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s