~ FF % My Destiny % Part 4 ~

FF : ~ MY DESTINY {%} Part 4 {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

 

Annyeonghaseo ^_^

hari ini aku datang bawa FF ku lagi

telat lama ya aku uploadnya

maklum lagh masalahku ga kelar-kelar *kagak tanya lan!*

ya udah dech daripada aku curhat gak berguna ama kalian mending langsung enjoy part 4-nya ^_^

 

Cast tambahan : Dokter Yoon

 

Penyesalan memang selalu datang diakhir

Saat orang yang mencintaimu telah kau buang

Maka bersiaplah untuk kehilangan dia selamanya

Jangan pernah berpikir selamanya dia akan mencintaimu

Karena hati seseorang bisa berubah

Jangan pernah menyakiti dan membunuh cintanya

Karena kau takkan sadar betapa berharganya dia

Sebelum kau kehilangannya

 

            Kevin menunggu dengan cemas di depan ruang ICU. Di dalam sana ada 2 orang yang sedang terbaring lemah tak berdaya. Tak berapa lama dokter pun keluar.

 

“Bagaimana keadaan mereka dokter Yoon?”

“Keadaan mereka cukup parah. Yang yeoja sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan tapi yang namja, kami tidak yakin bisa menyelamatkan nyawanya atau tidak”.

 

Kevin terduduk di lantai. Dia begitu shock mendengar kata-kata dokter Yoon itu.

 

“Sabar dan banyak berdoa ya”. Dokter Yoon menepuk pundak Kevin.

 

xXx

 

            HyoKyung sedikit-sedikit mulai melihat cahaya. Matanya mulai terbuka dan tangannya mulai bergerak. Dia melihat ada Kevin dan JiYeon yang begitu gembira melihatnya sudah siuman. Kevin bergegas keluar dan kembali dengan membawa dokter Yoon. Dokter pun langsung memeriksa keadaan HyoKyung.

 

“Bagaimana keadaannya dokter?”

“Untuk sekarang ini masih terlihat baik. Besok hasil tes laboratorium akan keluar dan kita akan tau kondisinya”.

“Gomawo dokter”.

“Ne, kalau ada apa-apa beritahu saya”. Dokter pun pergi meninggalkan ruangan HyoKyung.

 

“Kau baik-baik saja Kyung Kyung? Apanya yang sakit?”

“Aku tidak apa-apa. Mungkin hanya sedikit memar. Tapi kenapa kau bisa ada disini?”

“Oppamu menghubungiku tadi malam. Aku begitu terkejut mendengar kau mengalami kecelakaan. Aku langsung kesini naik kereta terakhir tadi malam karena begitu mengkhawatirkanmu”.

“Gomawo JiYeon. Kau memang sahabat sejatiku. Oh iya, bagaimana keadaan HyunSeung oppa?”

 

Kevin dan JiYeon saling berpandangan bingung mau menjawab apa.

 

“Oppa? HyunSeung oppa baik-baik saja kan?”

“Uhm. HyunSeung hyung… Dia… Dia menghembuskan nafas terakhirnya tadi pagi”.

“Mwo? HyunSeung oppa… Hiks…”. HyoKyung tak sanggup membendung air matanya. Tangisnya langsung pecah. JiYeon memeluk HyoKyung erat-erat.

“Sabar Kyung Kyung. Ini semua sudah takdir”.

“HyoKyung, sebelum meninggal HyunSeung hyung sempat siuman”.

“Apa dia mengatakan sesuatu oppa? Hiks”.

“Ne, dia sempat mengatakan sesuatu”.

 

Flash Back

 

Kevin POV

 

(Putar lagu TIM HWANG ~ IT CAN’T BE ME)

            Malam itu aku menemani HyunSeung hyung di ruang ICU sejak dokter Yoon keluar. Aku terus memegangi tangannya. Tak ku duga ternyata aku ketiduran. Aku terbangun saat kurasakan tangan HyunSeung hyung bergerak perlahan. Aku terkejut dan langsung berdiri dari tempatku duduk.

 

“Hyung, kau sudah sadar?” Aku bergegas hendak memanggil dokter Yoon tapi HyunSeung hyung memegangi tanganku.

“Gajima. Aku ingin bicara padamu”. HyunSeung hyung berkata dengan susah payah. Suaranya begitu berat. Aku pun tetap berdiri di sampingnya.

“Bagaimana keadaan HyoKyung?”

“Aku tidak bisa bilang dia baik-baik saja. Karena hasil laboratorium belum diketahui. Dia juga belum siuman hyung. Tapi dia sudah dipindahkan ke ruang rawat”.

 

            HyunSeung hyung hanya diam menanggapi kata-kataku. Dia mengambil nafas dengan susah payah. Aku semakin khawatir melihat keadaannya. Saat JiYeon masuk, aku langsung menyuruhnya memanggil dokter Yoon.

 

“JiYeon, panggil dokter Yoon. Cepat! HyunSeung hyung sudah kesakitan!”

“Ne, oppa”.

 

            JiYeon langsung berlari keluar setelah aku menyuruhnya dengan panic. Aku kebingungan melihat keadaan HyunSeung hyung yang nafasnya tinggal satu-satu seperti itu. Aku menatapnya dengan nanar.

 

“Vin”. HyunSeung hyung berkata lirih.

“Ne, hyung. Sabarlah. Dokter Yoon akan datang sebentar lagi. Agh! JiYeon lama sekali!” Aku begitu panic dan hampir berlari keluar meninggalkan HyunSeung hyung.

“Tenanglah Vin. Aku…. Tidak…. Pa apa…”.

“Tapi hyung….”.

“Vin, a…. ku ingin…. Kau…. Sam…. Paikan pesan…. Terak…. Hirku…. Pada…. HyoKyung”. HyunSeung hyung terlihat begitu tersiksa mengucapkan kalimat itu. Aku tak mampu berkata apa-apa hanya diam mendengarkan dia melanjutkan kalimatnya.

“A… ku sangat… mencin… tai HyoKyung…. A…. ku… ingin sla… lu di… sampingnya ta… pi a… ku tidak… bisa ber… tahan lebih… lama la… gi…. Aku mo… hon kau… temani dia sa… at aku… tidak ada…. Aku min… ta ma… af… jika a… ku… pernah me… lukai ha… tinya…. Aku sung… guh sangat… mencintainya…. Dia ada… lah yeo… ja yang… paling a… ku cinta… i seumur… hidup… ku…. Aku ju… ga min… ta ma… af padamu…. Aku su… dah menya… kitimu… dan a… ku sudah… mengkhia… natimu…. Dulu a… ku memang… sangat men… cintaimu… tapi ki… ni aku ha… nya meng… anggapmu… sebagai dongsaeng sa… ja…. Tapi a… ku slalu me… nyayangimu Ke… vin…. Aku ti… tip HyoKyung ya…. Jaga dia ba… ik baik… ya…. Aku sangat menya… yangi kalian se… mua…”. Aku hanya bisa menangis menanggapi kata-katanya.

 

            HyunSeung hyung semakin terlihat melemah keadaannya. Dia menarik satu nafas panjang dan menghembuskannya perlahan. Bersamaan dengan itu matanya terpejam dan genggaman tangannya mulai melemah. Kepalanya yang tadinya tegak pun menjadi miring setelah hembusan nafasnya itu berakhir. Aku begitu terkejut saat alat pendeteksi detak jantungnya berbunyi panjang.

 

“HyunSeung hyung! Sadarlah! Bangun hyung!” aku begitu panic dan mengguncang-guncang tubuhnya tapi dia tak bergeming sedikitpun. Aku pun langsung menuju keluar. Di depan pintu aku melihat JiYeon dan dokter Yoon berlari.

 

“Dokter tolonglah! HyunSeung hyung!”

 

            Aku langsung menarik tangan dokter Yoon. Dia mulai memeriksa dan menyuruh perawat untuk menyiapkan alat setrum jantung. Dokter Yoon mencoba sebanyak 3 kali. Namun ternyata semua itu sia-sia. HyunSeung hyung sudah tak dapat diselamatkan. Tangisku pun makin pecah.

 

“Huhuhu…. Aku sudah memaafkanmu hyung. Hiks…. Aku juga sangat mencintai dan menyayangimu…. Aku berjanji akan selalu menjaga HyoKyung dan takkan pernah meninggalkannya…. Hiks…”.

“Uljimayo oppa”. JiYeon memeluk tubuhku dan mengusap-usap punggungku.

 

Kevin POV End

 

“Mianhaeyo HyoKyung. Aku tak bisa menahannya lebih lama lagi. Tapi dia begitu mencintaimu”. Kevin yang berurai air mata mengusap-usap kepala HyoKyung dengan lembut. Dia berusaha setegar mungkin.

“Hiks…. Aku juga sangat mencintainya oppa. Hiks….”. HyoKyung menangis di pelukan Kevin.

 

xXx

 

(Masih putar lagu IT CAN’T BE ME)

            Hari ini hari pemakaman HyunSeung. HyoKyung bersikeras minta ikut walaupun dia masih sakit. Tangisnya tak bisa berhenti melihat namjachingunya sudah tidak bernyawa. Kevin sendiri tak bisa menyembunyikan air matanya. Karena jauh di dalam lubuk hatinya dia masih mencintai HyunSeung.

 

“Oppa, aku juga sangat mencintaimu. Hiks…”. HyoKyung mencium foto HyunSeung.

 

            HyoKyung berusaha berdiri setelah mencium foto HyunSeung. Namun tiba-tiba pandangannya menghitam. Sedetik kemudian dia tak sadarkan diri.

 

xXx

 

            Kevin sedang berada di ruangan dokter Yoon untuk membicarakan hasil tes laboratorium HyoKyung. Dokter Yoon terlihat cemas membaca hasilnya.

 

“Bagaimana keadaannya dokter? Dongsaeng saya tidak apa-apa kan?”

“Mianhae. Awalnya saya kira dia baik-baik saja. Tapi ternyata tidak”.

“Maksud dokter?” Kevin mulai cemas.

“Saat kecelakaan, mereka terlempar jauh ke belakang sebuah perusahaan industry. Mereka berdua pingsan di genangan air. Awalnya kami pikir itu air hujan atau air alam lainnya karena warnanya yang jernih. Tapi ternyata itu adalah air limbah yang mengalir dari tempat penampungannya yang bocor. Limbah itu adalah limbah yang mengandung logam-logam berat. Air limbah itu masuk ke dalam tubuh mereka. Mungkin terminum saat mereka pingsan”. Dokter Yoon terdiam sambil menghela nafas.

“Jadi HyunSeung hyung meninggal karena terminum air limbah itu?”

“Benar, air limbah itu masuk ke dalam tubuhnya dalam dosis yang sudah tidak bisa ditolerir tubuhnya. Sehingga langsung meracuni tubuhnya dan mematikan organ-organ tubuhnya. Sedangkan HyoKyung hanya terminum sedikit tapi…”. Dokter Yoon tertunduk dan kelihatan cemas.

“Tapi apa dokter?”

“Tapi itu merusak organ-organ penting tubuhnya. Zat berbahaya itu merusak, mengaktifkan sel kanker, dan mematikan fungsi-fungsi organ tertentu. Bagian yang diserang adalah otak, jantung, paru-paru, hati, pancreas, lambung, juga ginjal”.

“Apa tidak ada cara untuk menyembuhkannya atau menghentikan kerusakannya dokter?”

“Ani. Zat berbahaya itu kerjanya cepat sekali, mustahil untuk dihentikan apalagi disembuhkan. Satu-satunya cara adalah dengan transplantasi organ-organ yang diserang itu. Semua organ yang rusak harus diganti dengan yang baru. Tapi harus cepat menemukan pendonor. Karena HyoKyung hanya bisa bertahan selama 2 minggu”.

 

            Kevin hanya mampu terdiam dengan ekspresi yang menunjukkan bahwa dia sangat shock. Dia tak ingin berpisah lagi dengan dongsaeng yang baru bertemu dengannya setelah 10 tahun berpisah itu. Hati Kevin begitu bingung. Aku harus menyelamatkannya! Batin Kevin.

 

xXx

 

            HyoKyung tersadar dari pingsannya. Dia melihat sebuah botol infus tergantung dengan selang kecil yang menempel di tangan kirinya. Pasti aku di rumah sakit lagi! Batinnya. HyoKyung melihat ke samping, dan mendapati JiYeon sedang asyik dengan laptopnya.

 

“Aku haus”. HyoKyung berkata lirih.

“Kau sudah sadar Kyung Kyung?” JiYeon langsung menghampiri HyoKyung dan memberinya minum.

“Kevin oppa dimana?”

“Dia sedang menemui dokter Yoon. Wae? Kau butuh sesuatu?”

“Aku ingin jalan-jalan keluar dan menenangkan pikiranku”.

“Ough. Ja, biar aku yang menemani”.

 

            HyoKyung berjalan dengan dibantu oleh JiYeon. Mereka berjalan perlahan melewati koridor rumah sakit hingga akhirnya tiba di taman rumah sakit itu. Mereka duduk di sebuah bangku kayu berwarna coklat muda di bawah sebuah pohon yang rindang.

 

“Oppamu tampan sekali HyoKyung. Suaranya juga sangat halus dan lembut. Dia benar-benar mempesona”.

“Lupakan saja! Dia tidak akan tertarik sedikitpun padamu!”

“Wae? Apa dia sudah mau menikah? Uhm. Sayang sekali”.

“Ani. Tapi dia tidak tertarik pada yeoja. Secantik apapun yeoja itu, dia tidak akan tergoda”.

 

“Maksudmu?”

“Dia itu mantan kekasihnya HyunSeung oppa! Apa itu sudah menjelaskan semuanya?”

“Mwo? Jadi oppamu yang neomu kyeopta itu seorang gay?”

“Ne, itu benar sekali”.

“Hah?!” JiYeon terbengong tak percaya.

“Hei! Jangan melongo seperti orang bodoh begitu! Cepat tutup mulutmu!”

 

            Kevin dan dokter Yoon berjalan menghampiri HyoKyung dan JiYeon yang sedang asyik mengobrol di bangku taman rumah sakit itu.

 

“Aku tak melihatmu di ruanganmu. Aku pikir kau kabur”. Kevin mengelus rambut HyoKyung.

“Anio oppa. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku setelah kejadian di pemakaman tadi. Rasanya ini semua seperti mimpi”.

“Jangan begitu. Kau harus semangat melewati ini semua”.

“Ne oppa. Aku beruntung karena masih memilikimu. Oh iya, tadi kau membicarakan hasil tes laboratorium dengan dokter Yoon kan? Lalu bagaimana keadaanku? Apa aku baik-baik saja?”

“Kau baik-baik saja HyoKyung. Jangan khawatir ya”.

“Kevin, dia harus tau yang sebenarnya”. Dokter Yoon memegang bahu Kevin.

“Wae? Aku kenapa dokter?”

“Kau mengalami kerusakan organ yang cukup parah. Tapi jangan khawatir karena kami akan secepatnya mencarikan donor untukmu”.

“Separah itukah keadaanku dokter? Bukankah aku hanya luka ringan?”

“Dari luar memang hanya luka ringan tapi dari dalam terjadi kerusakan parah HyoKyung. Karena kau terminum limbah logam berat yang sangat berbahaya. Zat itu dengan cepat merusak tubuhmu”.

“Huft. Lalu aku bisa bertahan berapa lama dokter?”

“Uhm. Kurang lebih sekitar 2 minggu. Tapi tenang saja. Kami pasti akan menemukan pendonor dalam waktu singkat”.

 

            HyoKyung langsung tertunduk dengan wajah sedih. Sebutir beningan menetes dari sudut matanya. Semua terlihat khawatir melihat HyoKyung seperti itu.

 

“HyoKyung?”

“Gwaenchanha oppa. Ja, kita kembali saja ke kamarku. Aku lelah, ingin istirahat”.

 

xXx

 

            HyoKyung terbangun dari tidurnya karena dadanya terasa sakit akibat terus terbatuk-batuk. Dia duduk di tempat tidurnya. Di ruangan itu tidak ada siapa-siapa. Dia tidak bisa berteriak meminta tolong.

 

“Uhuk…. Uhuk….”.

 

            HyoKyung melihat telapak tangan kanannya yang menutupi mulutnya. Dia begitu kaget melihat darah yang ada di telapak tangannya. Kepalanya pusing mencium bau amis darah. Dia berusaha menutupi hidungnya dengan tangan kirinya. Tapi dia malah mendapati hidungnya sedang mimisan. Kini perutnya mual karena bau amis darah dimana-mana. HyoKyung berlari ke kamar mandi dan muntah di westafel. Diapun semakin terkejut saat dia mendapati dirinya muntah darah. HyoKyung berpegangan erat pada pinggiran westafel karena dia hampir kehilangan keseimbangan. Namun pandangannya mulai memburam. Dia pun jatuh pingsan di kamar mandi.

 

xXx

 

            JiYeon dan Kevin baru kembali ke kamar rawat HyoKyung. JiYeon membawa sebuah cake besar kesukaan HyoKyung. Sementara Kevin membawa buah-buahan kesukaan HyoKyung. Tapi mereka langsung panic karena tak mendapati HyoKyung di tempat tidurnya. Setelah meletakkan barang-barang itu merekapun mencari HyoKyung. JiYeon mengikuti bercak darah yang menetes dari tempat tidur hingga ke kamar mandi. Dia pun langsung terkejut melihat HyoKyung tergeletak di kamar mandi.

 

“Kyung Kyung! Oppa, HyoKyung disini!” JiYeon berteriak, Kevin pun menghampirinya.

“Omona! HyoKyung sadarlah!” Kevin menepuk pipi HyoKyung namun dia tetap tidak sadarkan diri. Kevin pun menggendong HyoKyung ke tempat tidur.

“JiYeon cepat panggil dokter!”

“Ne, oppa”. JiYeon langsung berlari meninggalkan Kevin yang masih terus berusaha membangunkan HyoKyung.

 

Cklleekk

 

            JiYeon masuk diikuti dokter Yoon dan 2 orang perawat wanita yang sangat terburu-buru. Dokter Yoon langsung memeriksa keadaan HyoKyung.

 

“Bagaimana keadaannya dokter Yoon?”

“Uhm. Dia masih pingsan sekarang. Ja, kita bicara di ruangan saya. Biar perawat yang mengganti bajunya”. Dokter Yoon, Kevin, dan JiYeon pun bergegas keluar dari kamar HyoKyung.

 

xXx

 

“Sebenarnya bagaimana keadaan HyoKyung dokter? Ini sudah ketiga kalinya dia muntah darah dalam seminggu ini”.

“Huft. Keadaan HyoKyung semakin parah. Muntah darahnya mungkin karena sirosis hati ditambah lagi lambungnya juga terkena kanker. Semakin hari dia semakin memburuk Vin. Saya khawatir kalau dia akan semakin lemah dan jatuh koma”.

“Apa tidak ada cara lain untuk sekedar menopang kesehatannya dokter? Terapi atau obat untuk menyambung nyawanya”.

“Sulit Vin. Obat-obatan yang dikonsumsinya hanya sanggup memperlambat kerusakannya. Tapi tetap saja dia paling lama bertahan seminggu lagi”.

 

            Dokter Yoon berkata miris karena keadaan HyoKyung yang semakin memprihatinkan. Sedangkan Kevin dan JiYeon hanya tertunduk. Hanyut dalam pikiran kalut mereka masing-masing.

 

xXx

 

Ckleekk

 

            JiYeon baru kembali dari makan siang di café dekat rumah sakit. Dia terkejut tak mendapati HyoKyung di ranjangnya.

 

“Kyung Kyung?! Kau dimana?!” JiYeon panic mencari HyoKyung tapi tak menemukannya dimana-mana. Di kamar mandi pun tidak ada.

 

Cklleekk

 

“Kyung Kyung?” JiYeon langsung keluar kamar mandi begitu mendengar suara pintu dibuka. Dia pikir itu HyoKyung tapi ternyata yang datang adalah Kevin.

“Ada apa JiYeon?!” Kevin heran melihat JiYeon panic.

“HyoKyung menghilang oppa. Dia tidak ada disini. Tadi dia sedang tidur lalu aku meninggalkannnya sebentar untuk makan siang. Saat aku kembali dia sudah tidak ada”.

“Hah? Jangan-jangan dia kabur dari rumah sakit”. Kevin dan JiYeon pun berlari keluar untuk mencari HyoKyung.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s