~ FF % My Destiny % Part 3 ~

FF : ~ MY DESTINY {%} Part 3 {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

 

Cinta adalah perasaan yang sulit untuk dilupakan

Semakin ingin melupakan semakin dia melekat dalam ingatan

Janganlah terlalu mencintai seseorang

Karena cinta bisa berubah menjadi egois

Terobsesi ingin memiliki orang yang dicintai

Hingga mengorbankan perasaan dan hidup orang lain

 

 

“Ini kan ponsel Kyungie. Tapi dia dimana ya? Apa dia di dalam?” HyunSeung masuk ke gudang itu dan mendapati Kevin sedang mencekik HyoKyung. Sementara HyoKyung sudah lemas hampir pingsan karena kehabisan oksigen.

 

“LEPASKAN DIA!!!”

 

            HyunSeung menarik tangan Kevin dari leher HyoKyung. Karena tarikan paksa itu, kalung HyoKyung ikut terlepas dan jatuh ke tanah.

 

“Brengsek kau Vin!!!”

 

Buuggg

Pipi mulus Kevin terkena pukulan HyunSeung. Kevin pun jatuh terduduk di tanah.

 

“Kalau sekali lagi kau berani menyakiti HyoKyung ku, kau yang akan ku bunuh!!!”

 

            HyunSeung berkata penuh emosi pada Kevin. Dia pun langsung membawa HyoKyung keluar gudang tua itu. Sementara Kevin yang terduduk di tanah menemukan dan memungut kalung milik HyoKyung. Kevin membuka mainan kalung itu dan melihat ada foto pria dan wanita didalamnya.

 

xXx

 

“Kyungie chagi, kau tidak apa-apa kan?” HyunSeung menatap HyoKyung dengan cemas.

“Ne, oppa. Aku baik-baik saja. Untung kau datang tepat waktu”.

“Huft. Mianhaeyo Kyungie chagi. Kau hampir mati karena aku.”

“Gwaenchanha oppa. Jangan menyalahkan dirimu sendiri.”

 

“Tunggu dulu!” Kevin mengejar HyunSeung dan HyoKyung.

“Mau apa lagi kau?!!” HyunSeung menghalangi Kevin yang mau mendekati HyoKyung.

“Apa ini milikmu?” Kevin menunjukkan sebuah kalung. HyoKyung langsung meraba lehernya dan tak mendapati kalungnya.

“Ne, itu punyaku. Kembalikan oppa. Jebal”.

“Tunggu. Kedua orang yang ada di dalam foto ini siapa?”

“Mereka orang tua ku. Wae?”

“Orang tua? Kau Woo SeoHyun?”

“Darimana kau tau nama masa kecilku oppa?”

“Agh. SeoHyun?” Tanpa menjawab Kevin langsung memeluk tubuh HyoKyung erat. Sementara HyunSeung dan HyoKyung saling menatap kebingungan melihat Kevin.

“Kevin, apa-apaan kau?! Lepaskan dia!!” HyunSeung melepaskan dengan paksa pelukan Kevin dari HyoKyung.

“Oppa, ada apa denganmu?”

“SeoHyun, ini aku SungHyun. Aku oppamu”.

“SungHyun oppa? Benarkah kau SungHyun oppa yang selama ini aku cari?”

“Tentu saja. Aku oppamu SeoHyun”. Kevin kembali memeluk HyoKyung.

“Tunggu dulu. Apa-apaan kalian ini? Aku tidak mengerti”.

“Dia oppaku yang sedang aku cari itu oppa. Sudah lah. Ja, kita ke rumahku dulu dan menceritakan semuanya”.

 

xXx

 

(Putar lagu B1A4 ~ ONLY ONE)

“Ja, cepat ceritakan! Kenapa kalian diam saja? Aku kan penasaran!”

“Uhm, baiklah. Akan aku ceritakan. 10 tahun yang lalu, orang tua kami bertengkar besar. Eomma menuduh appa berselingkuh. Lalu terjadi adu mulut diantara mereka. Saat itu kami hanya bisa menangis karena umurku baru 12 tahun sementara SeoHyun juga baru 9 tahun. Tiba-tiba eomma menarik tangan SeoHyun yang saat itu sedang menangis dalam pelukanku. Sambil menangis eomma membawa pergi SeoHyun dari rumah. Sejak kejadian itu, appa setiap hari tak pernah berhenti mencari mereka. Tapi hasilnya nihil”.

“Huft. Eomma membawaku pergi karena ada alasan tertentu oppa”.

“Alasan? Apa itu SeoHyun?”

“Eomma terkena sakit paru-paru akut. Dokter memvonis eomma hanya mampu bertahan 5 tahun saja. Makanya eomma menuduh appa berselingkuh untuk membuat mereka bertengkar. Sehingga eomma punya alasan untuk pergi dari rumah dan membawaku”.

“Eomma sakit? Lalu sekarang keadaan eomma bagaimana?”

“Eomma mampu bertahan selama 9 tahun tapi 1 tahun yang lalu eomma meninggal oppa”.

“Hah? Eomma sudah meninggal?” Sebutir beningan terjatuh dari sudut mata Kevin.

“Uljimayo oppa. Ini semua sudah takdir”.

“Kau benar. Ditangisi pun percuma. Tapi kenapa kau yang dibawa pergi oleh eomma?”

“Karena aku tau eomma sakit. Eomma takut aku akan memberitaukan kalian jika aku tetap tinggal di rumah”.

“Agh. Semua bagai mimpi bagiku. Hidupku sulit sekali”.

“Jangan berkata begitu oppa. Setidaknya sekarang kita sudah bertemu lagi”. HyoKyung mengusap bahu Kevin dan dibalas senyuman hambar oleh Kevin.

“Oh iya. Kenapa kau berganti nama?”

“Setelah pergi dari rumah, orang suruhan appa selalu mencari kami di setiap tempat. Waktu itu kami sempat hampir ketahuan. Mereka mencari dengan menggunakan namaku. Akhirnya eomma mengganti namaku dan marga ku mengikuti marga eomma, Song”.

“Pantas saja kalian tidak bisa ditemukan. Lalu sekarang bagaimana? Aku memanggilmu SeoHyun atau HyoKyung?”

“Sekarang orang-orang mengenalku sebagai Song HyoKyung oppa. Namaku sekarang Song HyoKyung”.

“Uhm. Baiklah kalau begitu. SeoHyun eh maksudku HyoKyung kau tinggal bersama oppa ya. Tinggal di rumah kita. Aku tidak tega melihatmu tinggal di tempat seperti ini sementara aku tinggal di rumah mewah”.

“Baiklah kalau oppa yang memintaku”.

“Tunggu dulu. Kalau kau nanti dicelakai lagi olehnya bagaimana?”

“TIDAK MUNGKIN! Jelas-jelas dia dongsaeng ku! Mana mungkin aku akan menyakitinya!”

“Sudah sudah. Kalian ini! Oppa, aku bereskan barang-barangku dulu ya?”

“Mau aku bantu?”

“Anio oppa. Aku bisa sendiri. Barang-barangku hanya sedikit kok”. HyoKyung masuk ke kamar dan membereskan barang-barangnya.

 

“Vin, baru kali ini aku melihat adegan yang seperti ini”.

“Apa maksudmu hyung?”

“Seorang namja yang terobsesi ingin membunuh seorang yeoja karena berpacaran dengan mantan kekasihnya. Tanpa diduga ternyata yeoja itu dongsaengnya sendiri. Sungguh keterlaluan kau Vin”. HyunSeung menggoda Kevin.

“Diamlah hyung! Aku kan tidak tau kalau dia dongsaengku yang sudah lama kucari!”

 

xXx

 

            Kevin dan HyoKyung tiba di rumah mereka. HyunSeung sengaja tidak ikut untuk memberikan keleluasaan pada kakak adik yang baru bertemu setelah  10 tahun berpisah itu.

 

“Kita sudah sampai. Selamat datang lagi di rumah”.

“Wah. Keadaan rumah kita tidak banyak berubah ya oppa”.

“Ne, SeoHyun maksud ku HyoKyung. Appa tidak ingin banyak perubahan makanya semua tetap seperti ini.” Kevin masuk dan membawa HyoKyung ke kamarnya.

“Ini kamarmu”.

“Hah? Kamarku juga tidak berubah. Daebak. Oh iya, appa pulangnya jam berapa?”

“Appa? Appa tidak akan pulang”.

“Hu’uh! Appa selalu saja sibuk!”

“Anio. Appa tidak bisa pulang karena appa…”.

“Appa kenapa oppa?”

“Appa… Appa sudah meninggal”.

(Putar lagu HEO YOUNG SAENG ~ SAD SONG)

“Mwo? Appa? Hiks… Hiks… Kenapa kau tidak mengatakannya dari tadi oppa?”

“Aku begitu shock mendengar berita kematian eomma. Aku tak sanggup untuk mengatakan apapun padamu tadi. Aku takut menceritakan semuanya padamu. Lagipula tadi ada HyunSeung hyung. Aku tidak enak hati menceritakannya”. Kevin menatap HyoKyung dengan penuh rasa bersalah. Sementara HyoKyung hanya bisa tertunduk sambil menangis.

“Jeongmal mianhaeyo HyoKyung”.

“Kenapa kau minta maaf padaku oppa?”

“Huft. Appa meninggal karena aku”.

“Maksud oppa apa? Hiks…”.

“Appa juga meninggal 1 tahun yang lalu. Kalau mendengar ceritamu, kematian eomma dan appa hanya berjarak 1 minggu. Malam itu aku sedang berada di pinggir sungai Han bersama HyunSeung hyung. Ponselku berdering, ternyata appa meneleponku. Appa pamit mau pergi ke Jepang selama beberapa hari untuk urusan pekerjaan. Setelah tau appa pergi, aku memutuskan untuk menghabiskan malam di rumah bersama HyunSeung hyung. Waktu itu rumah dalam keadaan kosong karena pembantu juga sedang cuti kerja. Tanpa sepengetahuanku, appa ternyata kembali ke rumah untuk mengambil dokumen pentingnya yang tertinggal. Appa mendengar suara kami berdua. Dia lalu masuk ke kamarku untuk berpamitan lagi. Tapi appa langsung terkena serangan jantung karena melihat kami yang sedang melakukan hubungan seks.”

“Hubungan seks?”

“Ne. Tapi aku tidak ingin menceritakan bagaimana kami melakukannya malam itu. Aku tak mau kau menjadi jijik pada oppamu ini dan juga pada namjachingumu itu”. *Mian, sengaja gak aku buat adegan NC nya karena aku risih banget nulisnya. Bacanya aja mau pingsan apalagi nulisnya. Jadi buat yang tau silahkan bayangkan sendiri dan buat yang gak tau harap cari tau sendiri. Haha #kabuuurrrr*

“Lalu appa bagaimana?”

“Kami sempat membawa appa ke rumah sakit tapi sayangnya nyawa appa tidak tertolong”.

 

            HyoKyung terduduk dan menangis sedih sekali. Padahal dia ingin sekali bertemu dengan appanya lagi. Namun takdir berkata lain. Kevin memeluk HyoKyung erat. Dia sangat merasa bersalah.

 

“Mianhaeyo HyoKyung”.

“Gwaenchanha oppa. Mungkin appa pergi untuk menemani eomma di surga. Ya sudah, aku mau istirahat dulu. Kejadian hari ini benar-benar membuatku lelah.”

“Ya sudah. Jaljayo”. Kevin mengecup kening HyoKyung.

 

xXx

 

“HyoKyung…. Ireona…”. Kevin mengelus-elus pipi HyoKyung untuk membangunkannya.

“Uhm. Oppa jam berapa ini?”

“Jam 8”.

“Huft. Aku kesiangan”.

“Sudahlah. Ja, kita sarapan”. Kevin menarik tangan HyoKyung.

 

“Selamat datang kembali ke rumah, nona”. Pembantu-pembantu mereka langsung menyambut HyoKyung di ruang makan.

“Ahhh. Jeongmal gomawoyo”.

“Kau masih ingat pada mereka?”

“Tentu saja. Mereka yang menemaniku dan mengajakku bermain waktu kecil”.

“Wah, nona SeoHyun sudah besar ya. Nona cantik sekali”.

“Gomawo pak Kim. Tapi sekarang namaku bukan Woo SeoHyun lagi. Namaku sekarang Song HyoKyung”.

“Ough. Mian nona. Ya sudah, nona silahkan sarapan. Kami sudah menyiapkan hidangan special untuk menyambut kepulangan nona”.

“Ne, gomawo. Kalian juga ikutlah duduk. Kita makan bersama”.

 

xXx

 

Ting…. Tong….

 

“Siapa yang datang pagi-pagi begini?” HyunSeung berjalan hendak membukakan pintu.

“Hah? YuRi? Untuk apa dia datang kesini?” HyunSeung pun membukakan pintu.

“Oppa… Bogoshipoyeo”. YuRi langsung memeluk HyunSeung.

“HEI!!! Apa-apaan kau ini?! Lepaskan aku!!!”

“Oppa, waeyo? Kau tidak merindukanku?”

“Mau apa kau kesini?! Menggangguku saja!”

“Oppa kenapa kau seperti ini?”

“Kau yang sudah meninggalkanku 2 tahun yang lalu karena namja lain! Apa kau tidak ingat hah?! Sekarang aku sudah melupakanmu! Pergilah!”

“Tapi oppa, aku menyesal sudah melakukan hal itu. Sekarang aku sadar kau lah yang terbaik untukku. Aku ingin kembali padamu oppa. Jebal”.

“Andwae!!! Aku tak ingin kembali padamu! Aku sudah cukup terluka karena perlakuanmu dulu padaku!”

“Beri aku 1 kesempatan lagi oppa”.

“Tidak ada kesempatan lagi untukmu! Pergilah dari hadapanku dan jangan pernah menemuiku lagi!”

“Hiks… Nappeun neo!” YuRi menangis dan pergi meninggalkan apartement HyunSeung.

 

xXx

 

(Putar lagu U-KISS ~ 0330)

            HyoKyung berada di ruang kerja alm. Appanya. Dia berdiri menatap foto keluarga mereka. Di sebelah foto keluarga ada foto eomma dan appanya. Air matanya pun mulai menetes.

 

“Sedang apa kau sendirian disini HyoKyung?”

“Aku merindukan mereka, aku juga merindukan saat-saat kita bersama-sama dulu oppa. Hiks…”.

“Tenanglah HyoKyung. Kau masih memilikiku”. Kevin memeluk HyoKyung dan membiarkan HyoKyung menangis di pelukannya.

 

“Aku akan mengorbankan apapun juga untuk kebahagiaanmu HyoKyung”. Kevin menatap HyoKyung dan menghapus air matanya.

“Kau rela aku bersama HyunSeung oppa?”

“Tentu saja. Kalau kau bahagia, aku rela melepaskannya untukmu”.

 

            Mereka kembali terdiam dan menatap foto di depan mereka sambil larut dalam pikiran mereka masing-masing.

 

“Oppa?”

“Ne, HyoKyung. Wae?”

“Kenapa kau tetap menjadi gay?”

“Maksudmu?”

“Kau tau dengan pasti penyebab kematian appa karena shock melihatmu yang ternyata adalah seorang gay. Seharusnya kau jadikan kematian appa sebagai motivasi untuk sembuh”.

“Andwae. Aku tak bisa melakukannya”. Kevin tertunduk.

“Kenapa tidak bisa oppa?”

“Aku dari kecil sudah menyukai sesama jenis. Aku berusaha menyukai lawan jenis tapi aku tidak bisa. Gay ku permanen HyoKyung”. Kevin tertunduk seperti mencoba mengenang masa lalunya.

“Huft. Mungkin memang sudah takdirmu oppa. Jangan bersedih ya”. HyoKyung mengelus pundak Kevin.

“Kau tidak jijik padaku HyoKyung?”

“Kau oppaku dan aku sangat menyayangimu walau bagaimanapun keadaanmu. Lagipula kalau kau tidak gay mungkin saja sampai sekarang kita belum bertemu. Iya kan?” HyoKyung mencoba menghibur Kevin.

“Gomawo HyoKyung. Mian kemarin aku hampir membunuhmu”.

“Aku sudah melupakannya oppa. Jangan diingatkan lagi! Kau mau aku jadi takut padamu?”

“Hehe. Mianhae. Aku hanya merasa bodoh melakukan hal itu kemarin”.

“Sudahlah. Yang jelas aku tak mau mengingatnya lagi. Oh iya, kenapa kau dipanggil Kevin?”

“Ough. Saat aku sekolah di California, semua temanku memanggilku dengan nama Kevin. Mereka bilang itu sangat cocok untukku. Karena kedengarannya juga keren jadi aku memilih dipanggil Kevin saja. Wae?”

“Ani, cuma penasaran saja. Tapi memang cocok untukmu”. HyoKyung memandangi Kevin terus-menerus.

“Hei! Kenapa melihatku seperti itu?”

“Hehe. Aku baru sadar kalau kau ternyata jauh lebih cantik daripada aku oppa”.

“Aigoo. Kau ini ada-ada saja!” Kevin mengacak rambut HyoKyung dan memeluknya erat-erat.

 

xXx

 

            HyunSeung dan HyoKyung sedang makan siang bersama di sebuah café. Mereka saling bercanda dan terlihat sangat bahagia. YuRi mengamati mereka berdua dari tempat duduk yang tidak begitu jauh dari mereka. Dia terlihat sangat marah.

 

“Jadi karena yeoja itu dia menolakku?! Awas saja dia! Jika aku tidak bisa memiliki HyunSeung oppa, maka tak ada seorangpun yang boleh memilikinya!”

 

xXx

 

            Malam ini HyunSeung dan HyoKyung pergi dengan mengendarai motor HyunSeung. Mereka mau menghadiri pesta perayaan ulang tahun seorang sahabat HyunSeung. Tanpa sepengetahuan mereka, YuRi mengikuti motor yang dinaiki mereka dari belakang dengan mobilnya. Dia menatap mereka penuh amarah. Rencana kejahatannya sudah dia atur serapi mungkin. Hingga sampai jalanan yang cukup sepi, YuRi pun menjalankan rencananya.

 

BBRRUUAAAKKK

CCKKKIIIITTTT

 

            Terdengar suara benturan keras dan suara mobil yang direm secara paksa. Tubuh HyunSeung dan HyoKyung terkapar tak bergerak cukup jauh dari jalan raya. Orang-orang mulai berdatangan untuk menolong. YuRi pun melarikan diri.

 

xXx

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s