~ FF % My Destiny % Part 2 ~

FF : ~ MY DESTINY {%} Part 2 {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

 

Annyeonghaseo chingudeul ^_^

Hari ini aku upload part yang ke 2

Pada penasaran kan apa yang mau dilakukan Kevin ke HyoKyung? *Authornya sok tau*

Ya udah dech

Langsung baca aja lanjutannya

Enjoy guys ^_^

 

 

Saat ruang sempit dalam hati dimasuki seseorang yang baru

Maka bersiaplah bagi penghuni yang lama untuk tersingkir

Karena hati manusia hanya satu

Dan hanya seorang yang boleh mengisinya

 

 

“Oppa, aku ke toilet sebentar ya”.

“Mau kutemani?”

“Ah, ani. Aku sendirian saja”.

“Ya sudah. Hati-hati ya”.

 

            HyoKyung mencuci tangan dan mukanya. Bias kebahagiaan jelas terpancar dari matanya. Senyum pun tak pernah lepas dari bibirnya. Selesai membersihkan wajah, dia pun keluar.

 

            HyoKyung berjalan melewati sebuah koridor yang sepi. Dari belakang Kevin mengikuti sambil membawa pisau. Saat Kevin hendak menancapkan pisaunya, HyoKyung berbalik arah. Kevin pun langsung menyimpan pisaunya.

 

“Mian. Kenapa kau mengikutiku? Ada yang bisa kubantu?” HyoKyung bertanya dengan heran melihat Kevin.

 

            Kevin hanya menatap HyoKyung dengan sinis dan penuh amarah. Tanpa menjawab dia langsung pergi meninggalkan HyoKyung yang masih menatapnya dengan bingung.

 

“Kau kenapa Kyungie chagi?”

“Ani. Hanya saja tadi ada namja aneh saat aku ke toilet”.

“Kau baik-baik saja kan?”

“Ne, oppa. Aku baik-baik saja. Jangan khawatir”.

 

xXx

 

(Putar lagu U-KISS ~ 0330 #bagian yang dinyanyikan Kevin ya)

            Kevin duduk di sofa ditemani sebotol Vodka yang sudah habis setengah. MP3 playernya memutar lagu 0330 milik U-Kiss. Hatinya hancur melihat pengkhianatan Hyunseung padanya.

 

“Kau jahat, brengsek, bajingan!!!”

 

Glleekk. Kevin kembali menengguk Vodkanya.

 

“BRENGSEEKKK!!!!”

 

Pprraaanngg

 

            Kevin meluapkan emosinya dengan melemparkan gelas yang dia pegang ke dinding. Air matanya menetes deras. Sedetik kemudian dia pun tak sadarkan diri karena mabuk.

 

xXx

 

            HyunSeung sedang kebingungan memilih baju. Hari ini HyoKyung akan datang ke apartementnya. Akhirnya dia memilih memakai kaus dengan tangan panjang berwarna biru garis-garis putih. HyunSeung menyemprotkan parfum pemberian Kevin. Dia pun kembali teringat pada Kevin.

 

“Huft. Dia menghilang kemana ya? Sudah 1 bulan dia tidak menghubungi dan menemuiku. Apa dia marah karena malam itu kami hanya ngobrol dan tak melakukan apa-apa?”

 

Ting… Tong…

 

(Putar lagu K.WILL ~ PRESENT #laguku untuknya, jadi teringat lagi ama dia. Hiks *Mian authornya ngajak berantem mulu)

“Itu pasti HyoKyung”. HyunSeung langsung keluar kamar dan membukakan pintu.

 

“Kyungie chagi…”. HyunSeung langsung memeluk tubuh HyoKyung.

“Oppa, sudah lama menungguku ya?”

“Ah, gwaenchanha. Yang penting kau sudah datang kesini”.

“Oppa, aku sudah membeli beberapa bahan untuk membuat cake. Kau punya loyang atau cetakan cake?”

“Kenapa kau mau membuat cake?”

“Ya untuk mu oppa”.

“Untukku?”

“Ne, memangnya kau tidak ingat ini tanggal berapa?”

“Uhm. Tanggal 3 September”.

“Kau tidak ingat ini hari apa?”

“Ini hari senin”.

 “Aigoo. Oppa…. Ini hari ulang tahun mu”.

“Hah? Agh. Kau benar. Aku baru ingat”. HyunSeung menepuk keningnya.

“Saengil Chukkahaeyo oppa”. HyoKyung merangkulkan kedua tangannya di leher HyunSeung dan memberikan sebuah ciuman mesra di bibir HyunSeung. HyunSeung membalas ciuman itu penuh kelembutan, mengulum, menghisap dan memainkan bibir HyoKyung penuh kehangatan. Tangan HyunSeung pun mulai nakal menjalar ke bagian dada HyoKyung dan meremasnya pelan-pelan. HyoKyung mengigit pelan bibir HyunSeung menahan nikmat, melepaskan bibir HyunSeung perlahan-lahan dan kembali mencium bibir itu penuh gairah. *Agh. Akunya keterusan. Jadi ikutan yadong. Haha*

 

Brrraaakkkk

 

            Sebuah suara benda terjatuh menghentikan keasyikan mereka bercumbu. HyunSeung dan HyoKyung melihat kearah pintu. Di depan pintu Kevin terpaku dengan wajah shock  melihat mereka berdua. Sedetik kemudian Kevin berlari meninggalkan apartement HyunSeung.

 

“Kyungie chagi, kau tunggu sebentar disini ya. Jangan kemana-mana”.

“Oppa mau kemana?”

“Aku ada urusan sebentar”.

 

(Putar lagu NU’EST ~ NOT OVER YOU)

            HyunSeung berlari mengejar Kevin. Dia tau Kevin pasti sangat shock melihat kejadian tadi. HyunSeung menarik tangan Kevin dari dalam lift dan membawanya ke sudut tempat yang sepi.

 

“Lepaskan aku!!!” Kevin meronta-ronta karena tangannya dicekal erat oleh HyunSeung.

“Kau harus dengarkan penjelasanku dulu!”

“Penjelasan apa hah?! Sudah jelas semua yang ku lihat tadi!!! Kau berciuman dengannya!!! Sudah pasti kau pacaran dengannya!!! Kau mengkhianatiku HyunSeung!!! Iya kan??!!!”

 

            Kevin berkata dengan penuh amarah. Suaranya bergetar, sangat jelas dia sedang menahan tangis. HyunSeung hanya bisa menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Perlahan-lahan genggaman tangan HyunSeung pun terlepas.

 

“Kau anggap apa aku hah?! Saat kau terluka aku yang ada di dekatmu dan membantumu bangkit kembali! Sekarang kau selingkuhi aku dengan seorang yeoja! Kau sadar tidak?! Yeoja yang sudah membuatmu terpuruk!!!” Kevin tak mampu lagi menahan air matanya. Tangisnya pun pecah.

 

“Mianhaeyo chagi”. HyunSeung mendekati Kevin dan memeluknya.

 

Bbbrrruuukkkk

 

Tubuh HyunSeung terjatuh didorong oleh Kevin.

 

“Jangan panggil aku chagi lagi. PEMBOHONG!!! PENGKHIANAT!!! BRENGSEK!!! BAJINGAN!!!” Kevin masuk ke dalam lift.

 

“Kevin…” HyunSeung bangkit dan mencoba mengejar Kevin tapi terlambat karena liftnya sudah menutup.

 

“Aku masih mencintaimu Kevin”. HyunSeung berkata lirih dan terduduk di depan lift.

 

            HyoKyung yang daritadi memperhatikan mereka dari balik tembok hanya bisa menangis. Dia tak pernah menyangka namjachingu yang begitu dicintainya ternyata seorang gay. HyoKyung pun berlari kembali ke apartement HyunSeung. *Kalau cewek yang tau cowoknya gay, expresinya kayak gini gak sih? Mian, kalau salah. Peace ._.v”

 

xXx

 

(Putar lagu HEO YOUNG SAENG ~ RAINY HEART)

 

Ckleek

 

            HyunSeung kembali dengan wajah yang dibuat seceria mungkin. Dia memungut kado yang diberikan Kevin dan meletakkannya di kamar. Dia langsung keluar dan menemani HyoKyung.

 

“Kyungie chagi”. HyunSeung memeluk mesra tubuh HyoKyung dari belakang dan mencium leher HyoKyung penuh kehangatan.

 

“Kau sudah kembali oppa? Kenapa lama sekali?” HyoKyung berkata setegar mungkin agar HyunSeung tidak tau kalau dia mengintip mereka.

 

“Ne. ada sedikit urusan yang harus kami selesaikan tadi”.

“Temanmu kenapa langsung pulang? Kenapa tidak diajak kesini lagi?”

“Dia tidak mau. Katanya dia malu dan merasa tak enak dengan mu. Ya sudah lah. Tidak usah di bahas lagi”.

 

xXx

 

(Masih putar lagu RAINY HEART)

            Suasana langsung berubah setelah kejadian itu. Walaupun HyoKyung dan HyunSeung mencoba biasa saja, namun suasananya tetap menjadi aneh. Ada bias kecewa di wajah HyoKyung dan ada bias sedih di wajah HyunSeung.

 

            Selama perjalanan mengantarkan HyoKyung pulang, mereka saling diam. Saling hanyut dalam pikiran kalut mereka masing-masing.

 

“Oppa tidak mau singgah dulu?”

“Ani. Aku lelah Kyungie. Aku langsung pulang saja”. HyunSeung mencium kening HyoKyung dengan lembut.

“Masuklah Kyungie dan lekas istirahat”.

“Ne, oppa. Joshime”.

 

xXx

 

(Putar lagu SS501 ~ SOMETIME)

            HyunSeung duduk sambil memegang kado pemberian Kevin. Ada secarik kertas tanpa amplop terselip di kado itu. Surat berwarna pink yang beraroma khas Kevin.

 

Chagi, saengil chukkae ^_^

Mian selama sebulan ini aku tidak menghubungimu. Aku sedang mencoba mengobati luka dan kembali menata hatiku. Aku takut keegoisanku bisa menghancurkan hubungan cinta kita. Jujur hatiku terluka saat kau bersama yeoja itu.

            Aku sudah tau sejak awal alasan kau berubah. Aku begitu sedih dan terluka. Aku ingin mengakhiri semua dan melupakanmu tapi hatiku tidak bisa berpaling darimu. Sekuat apapun aku berusaha membencimu, tapi hatiku tetap mencintaimu.

            Ja, kita mulai semua dari awal. Aku akan memaafkanmu asal kau kembali padaku dan meninggalkan yeoja itu. Kau tau, aku sangat mencintaimu. Dorawajwoyo HyunSeung. Jebalyo T.T

 

“Kevin, jeongmal mianhaeyo. Aku tak mengerti perasaanku sendiri saat ini. Aku mencintaimu tapi aku juga mencintainya”. HyunSeung memandangi parfum pemberian Kevin dengan wajah penuh rasa bersalah.

 

xXx

 

            Intro music lagu To You milik Teen Top membangunkan JiYeon dari tidur pulasnya. Dengan malas dia mengambil ponselnya dari meja sebelah ranjangnya. “HyoKyung? Ada apa ya pagi-pagi dia meneleponku?”

 

“Yeoboseo?”

“Hiks… Hiks…”.

“Kyung Kyung? Waeyo?”

“Nae namjachingu… Hiks… Dia… Huhuhu”.

“Ada apa dengan namjachingumu?”

“JiYeon… Huhu… Dia…”.

“Wae? Katakan padaku! Apa dia menyakitimu?”

“Dia sakit JiYeon… Huhuhu…”.

“Sakit apa? Apa keadaannya parah?”

“Hiks… Dia sangat parah”.

“Separah apa? Apa harus dirawat atau dioperasi? Bicara yang jelas Kyung Kyung!”

“Ani. Dia tidak bisa dioperasi. Hiks… Rasanya aku ingin mati saja!”

“Apa separah itu? Bagian tubuh mana yang sakit?”

“Bukan tubuhnya! Tapi jiwanya!”

“Hah? Maksudmu?”

“Hiks… Dia… Dia… Dia gay… Huhuhu… eotteokeya?”

“MWO? DIA GAY? Darimana kau tau kalau dia gay?”

“Hiks… Kemarin saat aku di rumahnya, pasangan gaynya datang. Dia langsung pergi dengan wajah shock melihat kami berdua. Dia menjatuhkan kado dan secarik kertas yang dibawanya untuk HyunSeung oppa yang kemarin berulang tahun. Dari surat itu aku tau kalau dia gay. Lalu aku mengikuti mereka diam-diam dan mendengar semua pertengkaran mereka. Aku… Aku sangat shock… Hiks… Hiks…”.

“Huft. Sabar Kyung Kyung. Aku pikir lebih baik kau putus saja dengannya. Lupakan lah dia Kyung Kyung. Namja yang gay tidak akan bisa sembuh karena…”.

“Karena apa JiYeon? Kenapa kau tiba-tiba menghentikan kalimatmu?”

“Aku tak bisa memberitaumu. Alasannya pasti begitu menyakitkan untukmu. Apalagi kau begitu mencintainya. Aku tak tega padamu. Karena itu pasti akan membuatmu terluka”.

“Beritau aku JiYeon!”

“Aku tidak bisa memberitau mu sekarang! Kau masih shock dan kalau aku memberitaumu pasti kau akan semakin depresi! Sudah lah, kau dengarkan saja kata-kataku. Lebih baik kau jauhi dia. Karena namja gay itu akan melakukan apapun saat pasangannya direbut. Termasuk membunuh! Aku tidak ingin kau dilukai pasangan gaynya Kyung Kyung!”

“Tunggu dulu! Aku ingat namja itu JiYeon. Dia menatapku penuh amarah saat pertama kali bertemu”.

“JINJJA? Kau harus hati-hati Kyung Kyung! Lupakan oppa kyeopta itu! Menyerahlah! Namja gay tidak ada yang bisa sembuh! Bisa sembuh tapi hanya sementara dan pasti akan kembali lagi menjadi gay!”

“Hiks… Hiks…”

“Uljimayo Kyung Kyung. Kau harus bersyukur tau semua itu sekarang. Akan lebih sakit bila kau tau semua itu setelah hubungan kalian semakin dekat. Kau harus bersabar ya. Ingat lah! Aku selalu menjagamu dan mendoakan mu dari sini”.

“Uhm. Gomawo JiYeon. Aku akan baik-baik saja. Hiks… Sudah dulu ya. Aku sedang ingin sendiri sekarang”.

“Ani! Aku akan menemanimu”.

“Tidak usah. Aku sedang ingin sendiri. Aku butuh waktu untuk sendiri dan menenangkan hati juga pikiranku”.

“Tapi Kyung Kyung, kau bisa semakin depresi jika sendirian!”

“Aku tidak apa-apa”. HyoKyung pun langsung mematikan teleponnya. *Keras kepalanya khas aku banget. Haha*

“Kyung Kyung?” JiYeon langsung melihat layar ponselnya ketika terdengar nada telepon diputus. JiYeon mencoba menghubungi HyoKyung berkali-kali, namun ponselnya sudah tidak aktif.

 

“Huft. Berat sekali beban hidupmu Kyung Kyung”.

 

xXx

 

“Temui aku di café tempat biasa kita bertemu jam 10 hari ini. Ada banyak hal yang harus kita selesaikan”.

 

            Kevin membaca pesan yang dikirimkan HyunSeung padanya. Sedetik kemudian dia tak sadarkan diri karena mabuk.

 

xXx

 

            HyunSeung duduk dengan gelisah menunggu kedatangan Kevin. Sudah hampir 2 jam dia menunggu di café itu. Berkali-kali dia melihat ke arah pintu masuk tetapi sosok yang ditunggunya tak kunjung datang.

 

“Semarah itukah dia padaku?” Ucap HyunSeung lirih.

 

xXx

 

(Putar lagu HEO YOUNG SAENG ~ SAD SONG)

            HyoKyung menangis sedih sekali. Air matanya tak mau berhenti sejak HyunSeung pulang setelah mengantarnya. Setelah kejadian hari itu, HyoKyung tak mampu menghentikan air matanya. Sudah 2 malam ini dia tidak bisa tidur karena terus menangis. Hingga saat ini pun air matanya masih terus mengalir.

 

“Hiks… Aku tak sanggup lagi. Hatiku tak mampu menerima kenyataan pahit ini. Hatiku sakit. Huhuhu”.

 

            HyoKyung beranjak dari tempat duduknya. Dia berjalan sempoyongan karena dari kemarin belum makan dan energinya terkuras habis untuk menangis. Dia menuju meja kecil yang ada di sudut ruangan dan mengambil sebuah pisau silet yang disimpan di dalam laci meja itu.

 

“Hiks… Mungkin dengan ini, semua beban ku akan berakhir”.

 

            HyoKyung mendekatkan pisau silet itu ke pergelangan tangan kirinya. Menggoreskan pisau itu perlahan dan darah pun mulai menetes.

 

“Aduh… Tangan ku sakit… Hiks…”.

 

            HyoKyung tersadar dan terkejut melihat darah yang bercucuran dari tangannya. Dengan reflex dia segera mengambil kotak P3K yang ada di kamarnya. Membersihkan darah dengan kapas dan membalut luka akibat percobaan bunuh dirinya.

 

“Hiks… tanganku terluka. Kenapa aku bisa punya pikiran segila itu. Hiks…”. *Jadi teringat saat aku depresi terus melakukan hal-hal konyol dan gila. Haha*

 

xXx

 

(Putar lagu HEO YOUNG SAENG ~ RAINY HEART)

            HyunSeung menemui Kevin di rumahnya. Keadaan rumah Kevin sungguh berantakan karena semua pembantu Kevin juga sedang cuti. Dia mencari Kevin di setiap sudut ruangan. Akhirnya berhasil menemukan Kevin sedang duduk seperti orang stress di kamarnya. HyunSeung sungguh tak tega melihat Kevin seperti itu.

 

“Chagi?” HyunSeung berkata lirih.

“Untuk apa kau kesini?!”

“Kenapa kau kemarin tidak datang?”

“Aku masih tidak ingin menemuimu! Hatiku masih sakit!”

“Mianhaeyo chagi”.

“Untuk apa kau minta maaf?! Apa kau ingin kembali kepadaku dan meninggalkannya?”

“Andwae. Aku mencintainya dan aku ingin bersamanya selamanya. Jadi aku…”.

“MWO?! Jadi kau mau meninggalkanku?!” Potong Kevin tiba-tiba.

“Jeongmal mianhaeyo Kevin”.

“BRENGSEK KAU!!!”

“Iya, aku memang brengsek. Aku tidak tau berterima kasih padamu. Tapi jujur aku tak bisa menepis perasaanku padanya. Mianhaeyo”. HyunSeung berjalan keluar dari kamar Kevin.

“KAU LIHAT SAJA NANTI!!!! AKU AKAN MEMBUNUH YEOJA ITU!!!!!”

 

            Kevin berkata penuh emosi. Namun HyunSeung hanya menganggap ancaman Kevin sebagai angin lalu. HyunSeung tetap berjalan hendak keluar meninggalkan rumah itu.

 

Pprraaanngg

 

            Samar-samar HyunSeung mendengar suara pecahan benda yang terbuat dari kaca. Pasti Kevin membanting sesuatu lagi.

 

xXx

 

(Putar lagu HEO YOUNG SAENG ~ SAD SONG)

            HyoKyung duduk sendiri di bangku taman tempat pertama kali dia di ajak jalan-jalan oleh HyunSeung. Pandangannya lurus ke depan dan tatapannya kosong seperti menembus dimensi lain. Berbagai macam hal sedang berkecamuk dalam pikirannya saat ini.

 

“Kyungie chagi? Sudah lama menungguku?”

“Ah, anio oppa. Duduklah”.

“Kyungie chagi, kenapa dengan matamu?”

“Gwaenchanha oppa. Mungkin hanya kurang tidur saja”.

“Lalu tanganmu kenapa?”

“Cuma tergores sedikit. Tidak usah khawatir”.

 

            HyunSeung dan HyoKyung sama-sama diam menatap lurus ke depan dan larut dalam pikiran mereka masing-masing.

 

“Oppa”. HyoKyung memecah kesunyian setelah mereka berdiam diri cukup lama.

“Ne, Kyungie chagi. Ada apa?”

“Jujurlah padaku oppa”.

“Jujur? Tentang apa?”

“Namja yang waktu itu. Dia lebih dari sekedar temanmu kan?”

“Apa maksudmu?”

“Kau gay kan oppa?! Dan dia adalah kekasihmu! Makanya dia shock melihat kita berdua! Iya kan?!”

 

            HyunSeung hanya terdiam dan tertunduk tak berani menatap HyoKyung. Sementara HyoKyung sudah tak mampu membendung air matanya. Dia membuang tatapannya dari HyunSeung dan kembali menatap ke depan. Mereka kembali terdiam beberapa saat.

 

“Kita putus saja oppa”. HyoKyung berkata lirih.

“Mwo? Andwae! Aku tak ingin mengakhiri hubungan kita Kyungie chagi!”

“Kau gay oppa! Kau tidak mungkin mencintaiku! Hiks… Jangan permainkan aku oppa, jebal”.

“Aku sungguh mencintaimu Kyungie. Aku tidak bohong”.

“Sudahlah oppa. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Selamat tinggal”. HyoKyung beranjak dan hendak pergi meninggalkan HyunSeung.

“Tunggu Kyungie chagi. Gajima!”

 

            HyunSeung ikut bangkit dan langsung memeluk HyoKyung dari belakang. HyoKyung hanya terdiam tak mampu berkata-kata. Hanya air matanya yang mampu menjelaskan bahwa dia sedang terluka.

 

“Aku bukan gay sepenuhnya”. HyunSeung berkata lirih.

“Maksud oppa?” HyoKyung langsung berbalik menatap HyunSeung.

“Aku seperti ini karena aku depresi. Aku ditinggalkan kekasih yang sangat aku cintai begitu saja. Di saat aku terpuruk dan tidak bisa bangkit, Kevin yang ada di sampingku. Dia menyemangati dan memahamiku. Dia selalu menjagaku hingga akhirnya hatiku mulai menyukainya.”

“Tapi tetap saja itu gay namanya oppa!”

“Arra! Tapi aku ingin sembuh dan kembali menjadi namja normal sepenuhnya. Kyungie chagi, maukah kau menemani, membantu, dan menungguku hingga sembuh seutuhnya?”

“Oppa…”. HyoKyung menatap sedih ke HyunSeung.

“Jebal. Aku sungguh mencintaimu. Aku juga sudah putus dengan Kevin. Tolonglah terima aku Kyungie chagi”. HyunSeung meneteskan air mata dan menatap HyoKyung penuh pengharapan.

“Baiklah oppa. Aku bersedia membantu dan menunggu hingga kau sembuh sepenuhnya”.

“Jinjja? Jeongmal gomawoyo Kyungie chagie”. HyunSeung memeluk tubuh HyoKyung erat.

 

xXx

 

            Selama sebulan ini Kevin selalu mengikuti HyunSeung dan Hyokyung kemana-mana. Dia mengamati mereka dari kejauhan. Semakin hari Kevin semakin membenci HyoKyung. Kevin sedang menunggu saat-saat yang tepat untuk menghabisi HyoKyung.

 

            Siang ini HyunSeung dan HyoKyung makan bersama di rumah HyoKyung. Menjelang sore, HyunSeung pun pamit pulang dari rumah HyoKyung. Melihat HyunSeung sudah pergi dengan mobilnya, Kevin pun mendekati rumah HyoKyung. “It’s show time”.

 

Tok… Tok… Tok…

 

“Siapa yang datang ya? Apa HyunSeung oppa kembali lagi?”

 

Ckkleek

 

HyoKyung membuka pintu. Terlihat seorang namja yang membelakangi pintu.

 

“Oppa siapa?”

 

            Kevin berbalik dan menatap sinis ke arah HyoKyung. HyoKyung langsung kaget dan dengan reflex menutup pintu rumahnya. Namun Kevin dengan sigap menahannya. HyoKyung berusaha lari ke dalam rumah namun Kevin berhasil menangkapnya. Kevin menyekap mulut HyoKyung dan membawanya ke sebuah gudang tua. Ponsel HyoKyung terjatuh di depan gudang yang sepi dan jauh dari pemukiman penduduk itu.

 

xXx

 

“Loh? Ini kan dompetnya Kyungie. Dia sangat ceroboh. Aku kembalikan dulu saja lah selagi belum jauh”.

 

            HyunSeung memutar arah dan kembali ke rumah HyoKyung.  Dia melihat pintu rumah yeojachingunya itu tidak ditutup. HyunSeung mencari-cari HyoKyung di setiap sudut ruangan dan juga di sekeliling rumah. Namun tidak ada siapa-siapa.

 

“Kyungie chagi…. Kau ada dimana?”

“Kenapa tidak ada jawaban ya? Apa aku telepon saja ?”

“Huft. Kok tidak diangkat ya? Oh iya, aku cek lewat GPS ponselnya saja”.

“Agh. Dia tidak jauh dari sini”. HyunSeung pun berlari mencari HyoKyung sesuai arah yang ditunjukkan GPS ponselnya.

 

xXx

 

Brruuukkkk

 

            Tubuh HyoKyung terjatuh dihempaskan Kevin. HyoKyung pun mencoba bangkit dan mau melarikan diri tapi Kevin berhasil menangkapnya dan mendorongnya ke tembok.

 

“Oppa, apa yang mau kau lakukan padaku?” HyoKyung sangat ketakutan.

“Kau sudah merebut kekasihku!! Aku akan membunuhmu!!”

“Oppa, jangan! Jebal!”

“Kau harus mati!!!”

“Uhuk… Uhuk…”. HyoKyung terbatuk-batuk karena lehernya dicekik Kevin.

 

xXx

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s