ff Please~ Stop Making Me Worried

Title : Please~ Stop Making Me Worried

Author : Yunita Suwitnyo

 

 

 

Sebelum baca FF ini, aku merekomendasikan supaya kalian semua nonton MV ini dulu biar lebih menghayati FF kali ini. ^^

 

http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=nQCeiXBg55g

 

 

 

 

 

Xing Ai merapatkan mantel ke tubuhnya, lalu kembali mengecek ponselnya. Sepuluh menit sudah dia menunggu, tapi sosok yang ditunggunya belum juga muncul.

 

“Aish! Kemana sih dia?” ucap Xing Ai sambil mengusap hidungnya. Taiwan memang cukup dingin di awal November ini, terlebih di malam hari seperti ini.

 

“Ya! Kenapa menunggu di luar?” tanyanya sambil menjitak pelan kepala Xing Ai.

 

“Kau kan bilang akan kerumah, jadi ya aku tunggu di luar.”

 

“Tidak aman anak gadis seorang diri di malam hari. Ayo!” ucapnya sambil menggandeng tangan Xing Ai.

 

“Kita mau kemana?”

 

“Kemana saja, asal denganmu.”

 

Xing Ai terkekeh mendengar ucapan kekasihnya tersebut. “Kau sudah pandai menggombal, ge. Jalan bersama kekasih di hari selasa, sungguh romantis.”

 

“Terima kasih atas pujianmu, Ai. Kencan di hari selasa memang sangat romantis bukan? Kau harus bersyukur karena kekasihmu yang tampan ini bersedia mengorbankan waktu luangnya untuk menemuimu di Kaohsiung jauh-jauh dari Taipei.”

 

“Tentu saja aku bersyukur. Kekasihku memang sangat baik. Entah harus bagaimana aku membalas budi baiknya tersebut. Kau punya ide?”

 

“Bagaimana dengan cuti seminggu hanya untuk menemaninya? Dia pasti akan sangat senang.”

 

Xing Ai terdiam mendengarnya lalu bertanya dengan nada serius, “Apa kau benar-benar ingin aku menemanimu?”

 

“Eh? Aku hanya bercanda. Tidak, kau tidak perlu sampai cuti seminggu hanya demi aku.”

 

“Hanya demi kau bagaimana? Mendengarmu bicara seperti itu rasanya aku sudah menelantarkanmu. Ah! Ternyata aku jahat sekali ya?”

 

“Ai, lupakan kata-kataku tadi. Aku hanya bercanda. Sungguh.”

 

“Shen me? Kau hanya bercanda? Kalau begitu sama, aku juga sedang bercanda kok.”

 

Xing Ai tertawa dan langsung lari menjauh sebelum sesuatu yang tidak dia harapkan terjadi. Sesuatu seperti jitakan di kepala, cubitan di pipi dan sesuatu-sesuatu lain sejenisnya.

 

Xing Ai mengeluarkan ponselnya lalu mendekatkannya ke mulutnya. “Selasa, enam november dua ribu dua belas. Hari ini A Ge mengunjungiku ke Kaohsiung. Hari ini kami berencana menghabiskan malam bersama-sama. Romantis, bukan?” ucap Xing Ai yang rupanya merekam kata-katanya barusan. Persis seperti apa yang dilakukan pemeran wanita di MV terbaru Ya Lun.

 

Ya Lun yang melihatnya hanya bisa tersenyum. “Aku tidak mengatakan kalau aku akan menghabiskan malam ini bersamamu. Jangan terlalu percaya diri, Ai.”

 

“Tidak mau denganku juga tidak apa-apa, aku bisa pergi sendiri.”

 

“Selasa, enam november dua ribu dua belas. Sepertinya hari ini aku tidak jadi menghabiskan malam bersama dengan A Ge. Tapi, sendiri juga tidak buruk kurasa.”

 

Xing Ai berjalan seorang diri, meninggalkan Ya Lun yang masih tersenyum di tempat. “Ai! Aku hanya bercanda!”

 

Xing Ai menoleh lalu tersenyum, “Aku tahu kau bercanda. Cepatlah kemari, aku lapar ayo beli makanan.”

 

Ya Lun berlari menyusul Xing Ai dan saat mereka sudah berhadap-hadapan, Ya Lun kembali menjitak kepala Xing Ai.

 

“Dasar rakus! Makan saja kerjamu.”

 

♥ ♥ ♥

 

#Aaronyan said that if fans were against him going into a relationship, then he wouldn’t!

 

“Tidak salah kau selalu mendapat tawaran untuk main drama. Aktingmu bagus sekali. Coba aku baca sekali lagi ya, Aaron Yan said that if fans were against him going into a relationship, then he wouldn’t. Kau sungguh-sungguh akan memutuskanku jika para pudding (sebutan untuk fans Aaron Yan) memintamu untuk tidak berpacaran?”

 

“Kau baca kata-kata itu darimana sih?”

 

“Teman sesama pudding yang memberitahuku. Kenapa? Kaget ya bisa ketahuan olehku? Dasar kau ini, selalu ingin tebar pesona kerjamu.”

 

Ya Lun tersenyum separuh. “Bukan itu yang kupikirkan. Aku justru berpikir, ternyata kau sebegitu cintanya ya padaku sampai kau begitu update.”

 

“Cerewet! Sudah habiskan makananmu sana!”

 

“Ah, tidak seru. Kau selalu begitu kalau sudah kalah bicara denganku.”

 

Xing Ai tidak menggubris kata-kata Ya Lun dan malah mengambil ponselnya, “Rabu tujuh november dua ribu dua belas dini hari. Aku sedang makan bersama dengan A Ge tapi dia cerewet sekali. Menyebalkan! Dia tadi…”

 

“Menyebalkan apa? Aku kan mengatakan yang sebenarnya. Wang Xing Ai sangat mencintaiku…”

 

“Ge!”

 

“Rabu tujuh november dua ribu dua belas. Itulah bukti mengapa aku mengatakan A Ge menyebalkan.”

 

♥ ♥ ♥

 

 

天氣轉涼,果然中招了⋯感冒了⋯你們要注意保暖,我是,前車之鑑。

(The weather turned cooler, got a cold… you all must remember to keep warm, I am a lesson.)

 

 

 

 

“Pasti gara-gara semalam. Aku memang bodoh. Sekarang dia jadi sakit gara-gara aku.”

 

Xing Ai mengambil ponselnya lalu menekan nomor 2, dial speed-nya untuk Ya Lun. “Wei.” (halo)

 

“Ai?”

 

“Kau baik-baik saja?”

 

“Kau tenang saja. Aku akan segera membaik.”

 

“Hari ini kau ada jadwal apa?”

 

“Hanya wawancara di i-radio. Kenapa?”

 

Xing Ai tidak langsung menjawab pertanyaan Ya Lun. Dia berusaha menahan air mata yang sedari tadi seolah hendak menyeruak keluar.

 

“Dui bu qi.” (maaf)

 

“Dui bu qi, pasti ini gara-gara semalam. Harusnya kita di rumah saja. Udara tadi malam kan sangat dingin.”

 

“Ai… Ayolah, tidak perlu merasa bersalah begitu. Kemarin kan memang aku yang mau kesana.”

 

Lagi-lagi terdapat jeda, rupanya Xing Ai sudah tidak dapat menahan air matanya. Tangisnya tumpah. Tak butuh waktu lama untuk membuat Ya Lun mendengar suara sesenggukan Xing Ai.

 

“Ai… Jangan menangis. Aku benar-benar baik-baik saja. Tahu begini aku tidak akan menulis apa-apa di weibo.”

 

“Tidak. Tidak boleh. Kau harus terus menulis seperti itu, jadi aku tahu perkembanganmu.”

 

“Baiklah… Kalau begitu jangan menangis. Aku tidak mau kau merasa bersalah seperti ini. Ai… Kumohon…”

 

“Oh, kau baik-baik ya? Cepat sembuh. Aku lebih baik membaca berita kau terlibat cinta lokasi dengan wanita lain daripada membaca berita kau sedang sakit.”

 

Ya Lun yang kaget mendengar kata-kata Xing Ai langsung berteriak, “YA! Apa maksudmu, Ai?”

 

“Setidaknya saat aku membaca berita percintaanmu dengan orang lain, aku tahu berita itu tidak benar. Sementara saat aku membaca berita kau sakit, aku pasti langsung sedih. Kau sudah cukup banyak sakit sejak mulai debut dulu. Bagaimana aku tidak khawatir? Kau juga susah sekali diberitahu, disuruh istirahat tidak mau. Akhirnya kau jatuh sakit. Aku… Aku…”

 

“Sssttt… Cup, cup, cup… Kau membuatku ingin kesana lagi. Iya, lain kali aku akan mendengarkanmu. Aku akan langsung istirahat begitu merasa lelah dan kurang sehat. Sudah kan?”

 

“Janji?”

 

“Iya, aku janji.”

 

“Baguslah. Kau itu, kalau kau begitu terus aku bisa mati karena mengkhawatirkanmu.”

 

“Wah, romantis sekali alasan kematianmu, Ai?”

 

“Ge! Kau ini! Kau ini berkepribadian ganda ya? Sebentar baik sebentar menyebalkan. Ya sudah, sampai ketemu nanti sore. Aku mau menemanimu. Bye!”

 

Xing Ai langsung menutup panggilannya sebelum Ya Lun sempat menyahut. “Biar tahu rasa. Pasti kaget gara-gara aku bilang akan menemaninya,” ucap Xing Ai pada dirinya sendiri lalu tertawa kecil.

 

Xing Ai kembali mendekatkan ponselnya ke mulut, “Rabu tujuh november dua ribu dua belas. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada hubunganku dan A Ge di hari-hari mendatang. Tapi satu hal yang pasti, selamanya dia akan menjadi A Ge yang aku sayangi. A Ge yang selalu membuatku sebal sendiri dengan lawan main wanitanya. A Ge yang selalu membuatku menangis saat mengetahui dia sedang sakit. A Ge yang selalu membuatku bahagia saat bersamanya. A Ge yang selalu membuatku bersyukur, karena aku memiliki dirinya.”

 

 

 

.end.

 

 

 

Saya tahu ini FF sebenernya ga terlalu bercerita, lebih cuma kayak curhat kalo Ya Lun sempet sakit hari rabu kemaren. Hehehe. Curhat tentang gimana khawatirnya saya dan curhat gimana pentingnya dia buat saya. Oke, jadi intinya ini FF curhat? Ya, sepertinya begitu~~

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s