FF : ~ MY DESTINY {%} Part 1 {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

FF : ~ MY DESTINY {%} Part 1 {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

 

Cast : Song HyoKyung, Woo SungHyun/Kevin (U-Kiss), Jang HyunSeung (B2ST), Park JiYeon (T-Ara), Kwon YuRi (SNSD)

 

Author : Wulan (Song Hyo Kyung)

 

Genre : Aku gak bisa nentuin genre FF ku ini, harap dimaklumi ya *Authornya payah ya*

 

Di FF ini aku pakai beberapa lagu sebagai soundtracknya. Biar lebih kerasa gitu juga biar mirip ama drama. *Banyak omong ya authornya*

Yaudah dech, ini daftar sountracknya. Kalau bisa sih dicari dan didengar sambil baca FF ku. Aku tandai kok bagian yang mesti putar lagu. *Ribet amat authornya*

 

Soundtrack :

Co.Ed. School ~ I Love You A Thousand Times

K.Will ~ Present

Teen Top ~ Angel

U-Kiss ~ 0330

Nu’Est ~ Not Over You

Heo Young Saeng ~ Sad Song (OST Protect The Boss)

Heo Young Saeng Feat Kim Kyu Jong ~ Rainy Heart

SS501 ~ Sometime (OST Boys Over Flowers)

SS501 ~ Only One Day

Tim Hwang ~ It Can’t Be Me (OST 49Days)

MBLAQ ~ You&I (OST Scent Of A Woman)

B1A4 ~ Only One.

 

Ini FF pertamaku, jadi mian kalau berantakan dan ceritanya rada aneh. Sebenernya ini bukan FF pertamaku, tapi ini FF pertama yang berhasil aku selesaikan. *Siapa yang nanya dan siapa yang peduli? Bawel ya authornya* Ya udah dech daripada authornya makin mengganggu, silahkan baca aja FF ku. Enjoy guys ^_^

 

 

 

Kita tak pernah tau pada siapa hati akan berlabuh

Saat cinta datang kita tak bisa menolak

 

Tak kuasa untuk menghindar

Dan tak sanggup untuk menepis

Namun cinta tak selalu indah

Karena cinta juga bisa membuat luka

 

“Aku mau pergi ke Seoul”.

“Mwo?” JiYeon kaget setengah mati mendengar ucapan HyoKyung. Dia tak percaya sahabatnya punya pikiran segila itu.

“Wae? Aneh?”

“Untuk apa kau pergi kesana Kyung Kyung?

“Emangnya gak boleh ya? Aku kan mau cari suasana baru”.

“Huh! Nappeun neo!”

“Hah?” HyoKyung kebingungan menatap JiYeon.

“Kau jahat karena mau meninggalkan ku sendiri!”

“Kalau begitu ikutlah denganku”

“Andwae. Kau tau aku tak mungkin pergi kan?!”

“Uhm. Ada yang harus aku kerjakan disana. Mian”.

“Huft”. JiYeon menghela nafas.

 

HyoKyung melihat sekilas ke arah JiYeon lalu kembali sibuk mengemasi pakaiannya. JiYeon yang sudah kehabisan kata-kata hanya bisa duduk memperhatikan sahabatnya yang kelihatan sangat terobsesi itu. Entah apa yang sedang diburu HyoKyung di Seoul. Yang pasti HyoKyung terlihat begitu antusias.

 

xXx

 

Esok paginya HyoKyung sudah berpakaian rapi. JiYeon masih terisak sedih melepas kepergian HyoKyung. Bahkan saking sibuknya nangis, dia sampai lupa mandi. Aigoo -.-“.

 

“Kau seperti pakaian yang belum disetrika, kusut gila”.

“Aigoo. Itu gak lucu. Aku benar-benar sedih. Teganya kau!”

“Aku akan sering meneleponmu. Yaksokhae”. HyoKyung tersenyum tapi JiYeon hanya memanyunkan bibirnya.

“Itu taksinya sudah datang. Aku pergi dulu ya”.

“Hiks… Joshime”. JiYeon melambaikan tangannya dan tangisnya pun semakin pecah. “Kyung Kyung, baik-baik ya disana. Huhuhu”.

 

xXx

 

HyoKyung tiba di stasiun kereta Seoul menjelang siang hari. Baru kali ini dia menginjakkan kaki di Seoul. Suasananya sedikit berbeda dengan di Incheon. Sampai diluar dia meraba perutnya yang keroncongan. “Aku sampai lupa kalau belum sarapan”. HyoKyung pun masuk ke sebuah warung mie.

 

Dia memakan ramen pesanannya sambil menikmati pemandangan kota Seoul. Hiruk pikuk kota yang begitu sibuk. Selesai makan dia keluar dari warung itu. Dia melewati tikungan dan tak sengaja bertabrakan dengan seorang namja. Tas HyoKyung terjatuh dan langsung dibawa lari namja itu.

 

“Copet…. Tolong….”. *kalau kayak gini copet bukan sih namanya?* HyoKyung secara reflex berteriak lalu seorang namja menghampirinya.

“Waeyo?”

“Tas ku dicopet sama dia”. HyoKyung langsung menunjuk ke arah pencopet yang sedang lari pontang-panting membawa tasnya. Namja itu langsung mengejarnya, HyoKyung pun ikut mengejar.

 

Terjadi kejar-kejaran diantara mereka. Pencopet itu hampir menghilang dari pandangan. Tak kehilangan akal namja itu pun melemparkan parfum mahal yang baru dibelinya. Bingo! Parfum itu tepat mengenai kepala si pencopet. Pencopet itu kehilangan keseimbangan badan dan jatuh terjerembab. Terjadilah pertumpahan parfum. *mian, rada ngawur. Haha*

 

“Mau kemana lagi kau hah?!” Namja itu langsung merebut tas HyoKyung dan mengembalikan padanya.

 

Saat Namja itu lengah si pencopet melakukan perlawanan dan terjadilah pukul-pukulan diantara mereka. Saat terpojok si pencopet pun mengeluarkan pisau dari sakunya dan mengenai lengan kiri namja itu. Melihat darah bercucuran, si pencopet pun kabur.

 

“Emona?! Eotteokeya? Kau berdarah banyak sekali oppa”.

“Ani. Aku baik-baik saja”.

“Ja, Aku antarkan ke dokter”.

“Eh, tidak usah”.

“Oppa… kau berdarah banyak sekali. Aku takut kau kenapa-kenapa. Kau begini juga karena aku”. HyoKyung menatap namja itu lekat sekali. Mendapat tatapan seperti itu namja itu pun tanpa sadar mengiyakan.

 

Namja itu mendapat 5 jahitan di lengan kirinya karena luka goresan itu cukup panjang dan dalam. HyoKyung duduk di sebuah kursi di samping ranjang tempat namja itu sedang diobati. Tanpa sadar HyoKyung terus-terusan memperhatikan wajah namja itu. Wuah, dia neomu kyeopta.

 

“Waeyo?” Namja itu menyadarkan HyoKyung. Ternyata dia sudah selesai diobati dari tadi.

“Ah, a.. ani”. HyoKyung langsung salah tingkah ketauan sedang memperhatikan namja itu.

“Neon gwaenchanhayo?” Namja itu bertanya sambil memperhatikan HyoKyung.

“Ne, gwaenchanha oppa. Jeongmal gomawoyo. Ntah bagaimana jika tadi kau tidak ada”.

“Ah, itu bukan apa-apa. Aku hanya berusaha membantu sebisa mungkin”. Namja itu tersenyum manis sekali. Hati HyoKyung berdesir menerima senyuman itu. Tak mau hanyut dalam senyuman namja itu, HyoKyung pun kembali mengajak ngobrol.

 

“Ouya, nama oppa siapa?”

“Ah, sampai lupa kalau kita belum berkenalan. Nae ireum HyunSeung imnida. Jang HyunSeung. Kalau kau?”

“Naneun Song HyoKyung imnida oppa”.

“Uhm. Kau mau kemana? Sudah sore, apa kau tidak mau pulang?”

“Aku tidak tau mau pulang kemana”.

“Loh? Kok gitu?”

“Aku baru tiba di Seoul tadi siang. Aku dari Incheon. Aku tidak tau Seoul”.

“Kau tidak punya saudara disini?”

“Aku kesini untuk mencari appa dan oppa ku”.

“Mereka tinggal dimana?”

“Kalau aku tau tempatnya untuk apa aku cari”.

“Hehe. Jadi kau tidak punya tempat tinggal?”

“Huft. Begitu lah oppa”.

“Uhm. Mau aku bantu carikan rumah sewa?”

“Jinjjayo?”

“Ne, tentu saja”.

“Wuah. Jeongmal gomawoyo oppa”.

 

Setelah menyelesaikan biaya administrasi rumah sakit, mereka pun mencari rumah sewa untuk HyoKyung. Mereka berjalan berdua menyusuri jalan sambil bercerita berbagai macam hal. Hingga akhirnya menemukan rumah sewa yang lumayan bagus.

 

“Tempatnya lumayan kan?”

“Ne, oppa. Jeongmal gomawoyo. Kau sudah membantuku lagi”.

“Ah, jangan dipikirkan. Kalau kau butuh bantuanku, hubungi saja aku. Kau sudah menyimpan nomor ponsel ku kan?”

“Ne, oppa. Sudah aku simpan”.

“Ya sudah. Hari juga sudah malam. Aku mau pulang dulu. Kau istirahat lah”.

“Ne, oppa. Sekali lagi terima kasih. Joshime”.

 

HyoKyung masuk dan membereskan kamar seadanya. Selesai mandi dan berpakaian dia langsung merebahkan badannya di ranjang. *ini rumah sewa apa hotel ya? Haha* Dia tersenyum teringat pada sosok HyunSeung yang begitu mempesona hatinya. Inikah yang namanya love at the first sight? Tak lama HyoKyung pun terlelap.

 

xXx

 

HyunSeung tersenyum mengingat HyoKyung. Senyum manis yeoja itu masih melekat jelas dipikirannya. “Ah, jatuh cinta kah aku padanya? Setelah sekian lama, sepertinya kali ini aku tertarik lagi pada seorang yeoja”.

 

HyunSeung pulang ke apartementnya dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya. Jelas sekali dia sedang berbunga-bunga. Begitu masuk dia sudah ditunggu seseorang. Hyunseung pun langsung terkejut melihat kekasihnya menunggu dengan wajah marah.

 

“Kau dari mana?! Kau melupakan janji denganku!!!”

“Kevin, jeongmal mianhaeyo. Tadi terjadi sesuatu saat aku mau menemuimu”.

“HAH!!! GEOJITMARIYA!!! KAU PEMBOHONG!!!”

“Geojitmal? Anio. Aku tidak berbohong”.

“Lalu kenapa kau tidak bisa dihubungi?! Kau pasti bersama namja lain kan?! SHIT!!!”

“Hah? Omona, ponsel ku lowbatt”.

“ARRRGGHHH!!! BRENGSEK!!!!”

 

Pprraaaanngg *kalau benda dari kaca pecah, bunyinya gini bukan? Kalau di komik Conan sih bunyinya gini*

 

Kevin melemparkan vas bunga yang ada di atas meja ke arah dinding. Jelas sekali dia sangat marah. Dia pun beranjak hendak meninggalkan apartement HyunSeung. Tapi HyunSeung menarik tangannya.

 

“Gajima”.

“LEPASKAN AKU!!!!”

 

Kevin menepiskan tangan HyunSeung dan pergi meninggalkannya. HyunSeung terduduk dan menitikkan air mata. “Mianhae chagi, aku tak bermaksud menyakitimu”.

 

xXx

 

Kevin pulang dan menuju ruang santai. Dia mengambil 1 botol Hurricane dan menuangnya ke dalam gelas. Dia langsung menenggak minuman beralkohol itu.

 

“HyunSeung teganya kau mengkhianatiku! Setelah sekian lama kita bersama dan aku membantumu untuk bangkit kembali, sekarang kau campakkan aku begitu saja! Brengsek kau!”

 

xXx

 

HyunSeung mondar mandir dengan wajah kebingungan. Kevin tetap tak mau mengangkat teleponnya. “Semarah itukah dia padaku?” HyunSeung mengacak-acak rambutnya dan menghempaskan tubuhnya di sofa.

Matanya menerawang jauh ke langit-langit rumahnya. Matanya terpejam dan sedetik kemudian muncul wajah cantik dengan senyum manisnya. HyoKyung! HyunSeung langsung terbelalak teringat yeoja itu.

 

“Daripada aku stress mikirin Kevin, lebih baik aku pergi menemui HyoKyung saja”.

 

xXx

 

HyoKyung sedang sibuk membersihkan rumah sewanya. Dilihat dari tebalnya debu, sepertinya rumah itu sudah kosong selama sebulan. Aigoo -.-“

 

Tok… Tok… Tok…

 

“Siapa yang datang ya? Apa itu si pemilik rumah sewa ini?” HyoKyung membuka pintu dan debu pun langsung berterbangan.

 

“Uhuk… Uhuk… Uhuk…”

“Oppa?”

 

HyunSeung menjauh dari rumah sewa HyoKyung yang penuh debu itu dan mencari udara segar di bawah pohon yang rindang di halaman rumah HyoKyung.

 

“Oppa? Gwaenchanhayo?”

“Ne, aku baik-baik saja”. Hyun Seung menerima air minum dalam kemasan yang disodorkan HyoKyung.

“Kenapa kau bersihkan sendiri? Seharusnya kau minta tolong padaku”.

“Anio oppa. Aku tidak ingin merepotkanmu”.

“Uhm. Kau punya masker lagi?”

“Punya. Ini oppa”.

“Ja, kita bertempur melawan debu. Hahaha”.

“Terlalu berlebihan oppa!”

 

Mereka berdua pun membersihkan rumah bersama-sama. Membersihkan debu dan menata perabotan bersama. Menjelang tengah hari mereka hampir selesai.

 

“Sudah tinggal sedikit lagi. Kau pergilah ke pasar dan beli bahan makanan. Nanti kita masak bersama”.

“Oh. Ne, oppa”.

 

xXx

 

Kevin baru sadar dari mabuknya. Dia mengecek ponselnya dan melihat ada 178 panggilan tak terjawab serta 68 pesan dari HyunSeung.

 

“Hah! Ternyata dia masih mengharapkan ku”. Kevin pun menelepon HyunSeung.

 

HyunSeung yang sedang istirahat setelah selesai membersihkan rumah itu pun langsung terlonjak melihat Kevin meneleponnya.

 

“Kevin? Agh. Akhirnya kau menghubungiku. Aku sangat mengkhawatirkanmu chagi. Kau baik-baik saja kan?”

“Ah! Sudah! Simpan saja bualanmu itu! Untuk apa kau memanggilku chagi kalau kau sudah mengkhianatiku?!”

“Aku tak mengkhianatimu. Hanya kau satu-satunya namja yang aku cintai. Tak ada yang lain”.

“Agh! Aku tak bisa mempercayaimu!”

“Percayalah chagi. Jebal. Saranghaeyo”.

“Jinjjayo?” Emosi Kevin mulai mereda.

“Ne, tentu saja”.

“Huft. Nado saranghaeyo”.

“Agh. Leganya kau bilang begitu chagi”.

“Aku memang sangat mencintaimu. Kau saja yang tidak tau diri”.

“Uhm. Mianhae”.

“Sudahlah. Aku sudah memaafkanmu”.

 

“Oppa? Aku sudah kembali”.

 

Tiba-tiba terdengar suara HyoKyung yang baru pulang dari pasar. HyunSeung pun terkejut dan langsung panic. Kevin sendiri kaget mendengarnya.

 

“Chagi, aku sedang ada urusan. Nanti ku hubungi lagi”.

 

Kevin melihat ponselnya begitu terdengar nada telepon diputus. “Hah! Kemana dia?! Ada urusan?! Kenapa ada suara yeoja?! Apa dia mulai menyukai yeoja lagi? Agh, itu tidak mungkin! Tak mungkin dia tertarik lagi pada seorang yeoja!”

 

xXx

 

“Oppa, telepon dari siapa? Kenapa langsung dimatikan?”

“Oh, dia teman ku”.

“Uhm. Ja, kita masak oppa. Aku sudah membeli bahan-bahan makanan”.

“Ja”.

 

(Putar lagu MBLAQ ~ YOU&I)

HyunSeung dan HyoKyung masak bersama. Selesai masak mereka pun makan. Hyun Seung memperhatikan yeoja di depannya dengan takjub. Wajahnya cantik, saat tersenyum dia juga manis. Apalagi melihat matanya yang indah. Dag dig dug. HyunSeung memegangi dadanya.

 

“Oppa, waeyo?” HyoKyung terkejut melihat HyunSeung seperti itu.

“Agh. Ani. Aku… Aku hanya butuh air”.

“Oh, berikan gelasmu oppa. Biar aku tuangkan”.

“Ne”. HyunSeung tak henti-hentinya memperhatikan HyoKyung. Sepertinya dia benar-benar jatuh cinta padanya.

“Nanti kita jalan-jalan ya?”

“Mau kemana oppa?”

“Ikut saja. Biar kau tau Seoul itu seperti apa”.

“Oh, ne oppa. Aku mau asalkan kau tak meninggalkan ku di tengah jalan saja”.

“Kau ini ada-ada saja”.

 

xXx

 

Kevin bersiap-siap untuk jalan keluar. Dia berencana untuk berkencan dengan HyunSeung. “Huft. Tadi dia bilang sedang ada urusan. Apa aku kirim pesan saja dulu ya padanya?”

 

xXx

 

(Putar lagu TEEN TOP ~ ANGEL).

HyunSeung dan HyoKyung sedang menikmati pemandangan di taman sambil sesekali bercanda. HyunSeung melihat sekitar taman dan matanya tertuju pada seorang penjual ice cream.

 

“Kau mau ice cream?”

“Uhm. Boleh deh oppa”.

“Tunggu sebentar ya”.

 

HyunSeung pun pergi membeli ice cream. Sambil menunggu pesanan ice creamnya, dia memperhatikan HyoKyung dari kejauhan. “That girl like an angel falls from heaven”.

 

“Beautiful my girl, oh oh girl, oh oh girl, shigani jinado…”

 

Lamunan HyunSeung terhenti ketika terdengar lagu Beautiful milik Beast yang mengalun dari ponselnya. Sebuah pesan ia terima dari Kevin. “Chagi, aku mau mengajakmu keluar. Aku jemput ke apartement mu sekarang ya”.

 

“Aigoo. Aku bilang tidak bisa saja lah”.

 

Kevin terlihat senang saat HyunSeung membalas pesannya. Namun sesaat kemudian raut wajahnya berubah menjadi kecewa karena jawabannya adalah tidak bisa. “Hah! Apa ada urusan lain yang lebih penting daripada aku!”

 

xXx

 

 

Kevin mulai menaruh curiga pada HyunSeung. Sudah dua minggu ini hubungan mereka semakin merenggang semenjak pertengkaran mereka malam itu. Setiap ditelepon HyunSeung selalu bilang sibuk. Diajak bertemu pun sepertinya HyunSeung sengaja menghindar. Bahkan kemarin malam saat Kevin menginap di apartementnya, HyunSeung hanya mengobrol sebentar dan langsung tidur tanpa terjadi apa-apa diantara mereka. *Akunya sok tau kegiatan cowok gay ya. Haha*

 

xXx

 

HyunSeung dan HyoKyung sedang menikmati makan siang di sebuah café di dekat sungai Han. Suasana yang tenang terasa begitu romantic. HyoKyung yang sedang menikmati keindahan sungai Han sedikit tersentak saat tangannya diraih oleh HyunSeung.

 

(Putar lagu CO.ED SCHOOL ~ I LOVE YOU A THOUSAND TIMES #jadi ingat dia. Huhu T.T *Lebai dech authornya)

“HyoKyung?” HyunSeung berkata dengan ragu-ragu.

“Ne, oppa. Waeyo?”

“Uhm. Ni… Ni… Niga… Niga joha”.

“Mwo?”

“Aku menyukaimu. Aku mencintaimu”.

“Tapi kita baru kenal oppa”.

“Tapi aku tak bisa memendam perasaanku padamu lebih lama lagi”.

“Oppa…”

“Nae yeojachinguga dwae jullae?”

 

HyunSeung menatap HyoKyung penuh pengharapan. HyoKyung terdiam sambil tertunduk. Di hatinya telah tersimpan berbagai rasa senang dan bahagia.

 

“HyoKyung? Kau tidak mau?” HyunSeung menjadi cemas.

“Oppa…”. HyoKyung berkata dengan datar. Sementara HyunSeung semakin cemas.

“Nado saranghaeyo”. Ucap HyoKyung sambil tersenyum menatap HyunSeung.

“Jeongmal?” HyunSeung masih tak percaya.

“Ne, oppa”.

“Gomawo HyoKyung”. HyunSeung pun mencium tangan HyoKyung.

 

Tes

 

Sebutir beningan terjatuh dari sudut mata indah Kevin. Pemandangan romantic itu disaksikan dengan penuh kepiluan. Ternyata Kevin sudah mengamati mereka dari tadi. Dia meremas tangannya hinga merah, menahan amarahnya.

 

“Jadi karena yeoja itu kau menjauhiku?! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya!”

 

xXx

 

To be continued…

Wait the next part okaiiiyyy… ^_^

Jangan lupa komentarnya ya ^_^

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s