FF : ~ CRAZY VACATION {%} One Shoot {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

FF : ~ CRAZY VACATION {%} One Shoot {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

 

Cast : Kang Hyo Kyung, Kim Ryeo Wook, Kang Hye Kyung, Cho Kyu Hyun

 

Author : Uland / Song Hyo Kyung

 

Genre : Comedy married life *gak tau sih lucu atau enggak, namanya juga usaha*

 

Ini FF request dari saeng ku. Dia nantang aku untuk buatin dia FF dengan genre comedy married life. Namaku disini ganti marga karena ngikut sama saengku itu *bodo amat*. Ya udah dech, daripada ntar ujung-ujungnya aku jadi curhat mending langsung baca aja. Tapi maaf kalau gak lucu atau ceritanya sulit dimengerti.

 

 

xXx

 

            Pagi ini HyoKyung sedang membantu suaminya memasak. Dia memotong sayur-sayuran yang akan dibuat sup. Melihat suaminya sangat sibuk, HyoKyung pun berinisiatif membantunya. Sayur-sayuran tadi dimasukkannya ke dalam wajan yang isinya sedang diaduk-aduk oleh RyeoWook. RyeoWook menatap HyoKyung dengan heran.

 

“Tidak perlu berterimakasih oppa”.

“Berterimakasih apanya?! Ini bumbu untuk membuat nasi goreng! Kenapa kau masukkan sayuran?! Kau mau membuat sayur sambal, hah?!”

“Oppa, aku kan hanya ingin membantumu”.

“Sup itu akan aku masak nanti setelah selesai sarapan! Sekarang aku mau membuat nasi goreng dulu untuk kita sarapan! Dan kau sudah menghancurkannya! Kau ini! Cepat pergi dari dapurku!!!”

 

HyoKyung langsung pucat dibentak suaminya. Dia pun akhirnya meninggalkan RyeoWook yang masih terus-terusan mengomel. Dia hanya bisa bersungut-sungut sambil memanyunkan  bibirnya. “Sebenarnya yang ibu rumah tangga itu aku atau dia sih?!”

 

“I’m walkin to the day… I’m walkin to the day…”

 

HyoKyung melihat ponselnya yang berdering. Dia begitu heran melihat dongsaengnya yang pagi-pagi sudah meneleponnya.

 

“Yeoboseo?”

“Yeoboseo eonni. Jeongmal bogoshipeoyo”.

“Nado bogoshipeoyo. Ada apa pagi-pagi menelepon?”

“Eonni eonni, saeng mau ajak eonni pergi”.

“Kemana? Hari ini eonni tidak bisa”.

“Anio. Bukan hari ini tapi minggu depan saat weekend”.

“Mau kemana sih?”

“Kita berlibur bersama suami kita juga. Mirip double date kan jadinya. Pasti seru. Eonni mau tak?”

“Ya sudah. Minggu depan Wookie oppa juga tidak ada kerjaan kok”. HyoKyung tersenyum licik sambil melirik ke arah suaminya yang sedang sibuk memasak.

“Jinjja? Jadi kita bisa pergi bersama?”

“Ne saeng. Kita akan liburan bersama”.

“Jeongmal gomawoyo eonni. Ya sudah, saeng mau beres-beres lagi”.

“Ne, saeng”.

 

xXx

 

“Ja, kita pergi oppa! Untuk apa kau menempel di tembok seperti itu?!”

“Ani! Aku tidak mau pergi! Seharusnya hari ini aku masak-masak bersama teman-temanku! Kau ini! Seenaknya saja membatalkan hal itu!”

“Sudahlah oppa. Kau kan juga bisa memasak disana”.

 

Tiiinnnn…. Tiiiinnnn….

 

“Nah, itu KyuHyun dan HyeKyung sudah datang. Ja!” HyoKyung menarik dengan paksa tangan RyeoWook.

 

“Eonni…”. HyeKyung langsung memeluk tubuh eonninya. Dia pun membantu eonninya beres-beres.

 

“Hyung, waeyo?” KyuHyun menatap heran pada RyeoWook yang terus bersungut-sungut.

“Siapa yang punya ide gila ini?!”

“Aku dan istriku. Memangnya kenapa?”

“Istriku seenaknya saja membatalkan acara masak-masak ku hari ini! Siapa yang tidak kesal kalau digituin?!”

“Sudahlah hyung. Tenang saja. Kau pasti bisa bersenang-senang disana. Kan ada aku”.

“Justru karena ada kau aku jadi tak bisa bersenang-senang!”

 

xXx

 

Mereka berangkat dengan menggunakan mobil KyuHyun. Mereka sengaja pergi dengan satu mobil. Karena jika RyeoWook juga membawa mobil, dia pasti akan kabur.

 

“Oppa, kenapa kau manyun terus seperti itu sih? Bibirmu sudah sangat mengerucut mirip paruh ayam”.

“Agh! Diam! Kau istri macam apa sih?! Selalu bertindak sesuka hatimu saja!”

“Aku hanya ingin mengajakmu liburan oppa. Agar kau tidak stress”.

“Mengajak liburan kok bersama mereka?! Yang ada aku makin stress!!!”

 

HyeKyung dan KyuHyun yang dari tadi tertawa geli mendengar pertengkaran mereka langsung terdiam dan saling pandang.

 

“Oppa, awas!!!” HyeKyung menunjuk ke depan.

 

Bbrrruuukkkk

Mobil yang dikendarai KyuHyun masuk ke sebuah lubang yang cukup besar.

 

Jeeduuukkk *Bunyi apaan kayak begini? Aku aneh ya*

Kepala  RyeoWook terbentur kaca mobil di sampingnya.

 

“Adduuuhhhh!!! Tuh kan belum apa-apa aku sudah kena sial!” RyeoWook semakin memanyunkan bibir mungilnya yang sangat menggemaskan.

 

xXx

 

Mereka tiba di halaman sebuah villa yang mewah tapi bergaya tradisional. Bangunan dari kayu itu terlihat begitu indah dengan cat coklat yang mengkilat. Sangat kontras dengan danau yang tak begitu jauh di depan villa. Dan juga keadaan pedesaan yang begitu asri.

 

“Tempatnya bagus kan eonni?”

“Ne, bagus sekali saeng”.

“Kenapa kita liburan di tengah hutan begini sih?!” RyeoWook memandang ke sekeliling dengan tatapan aneh. Tangannya tak berhenti menepuki nyamuk yang menghinggapi tubuhnya.

“Tempat ini kan bagus hyung”.

“Bagus kepalamu! Sarang nyamuk begini kok didatangi! Sudahlah. Ja, kita masuk! Aku sudah tidak mau lagi mendonorkan darahku pada nyamuk-nyamuk ini!”

 

Mereka berjalan memasuki teras dan menuju ke pintu depan. KyuHyun yang membuka kunci sedikit kesulitan karena kuncinya macet.

 

“Kau ini! Lama sekali sih! Cepatlah!”

“Susah hyung!”

“Sini! Berikan padaku!” RyeoWook memutar anak kunci yang dia pegang dengan penuh nafsu.

 

Pleetaakkk *Bunyi apa lagi ini? -.-“*

 

Tiba-tiba kunci yang mendapat kekerasan dari RyeoWook itu pun patah. Semua saling pandang kebingungan.

 

“Sekarang bagaimana caranya kita masuk oppa?”

“Uhm. Penjaga villa ini bilang kalau kunci duplikat ada di lemari yang di ruang tamu”. KyuHyun mencoba mengintip ke dalam villa itu melalui jendela.

“Nah, lemari yang itu”.

 

KyuHyun menunjuk lemari berwarna kuning keemasan yang ada kunci menggantung di pintu lemarinya. Mereka pun melihat bersama-sama ke dalam villa itu lalu saling pandang.

 

“Siapa yang bisa masuk ke dalam?”

 

KyuHyun berpikir sebentar. Dia berinisiatif mengelilingi villa itu dan mencari celah. Semua mengikuti dari belakang. Hingga sampai bagian belakang villa, dia melihat ada ventilasi yang bisa dimasuki.

 

“Hyung, masuk lah ke dalam. Ambil kunci itu dan buka pintu depan”.

“Kenapa aku yang masuk?! Kenapa tidak kau saja?!”

“Tubuhku lebih besar dari tubuhmu hyung! Memangnya kau kuat mengangkatku?! Lagipula yang mematahkan kunci itu kan dirimu!”

“Huh! Iya iya, aku yang naik! Kau ini!”

 

KyuHyun berjongkok, RyeoWook pun naik ke pundaknya. KyuHyun mulai berdiri dan RyeoWook berhasil menjangkau pinggir ventilasi itu. Karena merasa RyeoWook sudah naik, KyuHyun pun menjauh.

 

“Hei! Kau mau kemana?! Aku masih menggantung begini kok ditinggal?!”

“Hyung, ku kira kau sudah berhasil masuk”.

“Kau ini! Cepat bantu aku! Jangan banyak bicara!”

 

KyuHyun dengan segera membantu RyeoWook. Dia mendorong-dorong RyeoWook dengan kedua tangannya.

 

“Hahaha… Agh… Geli sekali… Kau ini! Jangan kau sentuh pantatku!”

“Hah? Lalu aku harus menyentuh yang mana hyung?”

“Mana saja! Yang jelas jangan di daerah sensitive yang rawan geli!”

“Agh. Kau cerewet sekali hyung!”

 

KyuHyun yang kesal akhirnya mendorong RyeoWook dengan kuat hingga RyeoWook mencapai atas. RyeoWook berusaha memasuki ventilasi yang kecil itu dengan susah payah. Lama-kelamaan dia pun berhasil masuk.

 

“Aaaaaa……”.

 

Byyuuurrrrr

 

“Aduuhhh!!! Kepalaku…”

 

Terdengar suara benda yang terjatuh  ke dalam air diikuti teriakan mengaduh dari RyeoWook. HyoKyung, HyeKyung, dan KyuHyun bergantian saling pandang.

 

“Hyung, kau baik-baik saja?”

“Baik-baik saja kepalamu! Kau tidak dengar suara tadi?! Aku terjatuh ke dalam bak mandi! Kepalaku juga terbentur. Menyebalkan sekali!”

“Sudahlah oppa. Cepat keluar dari sana dan ambil kuncinya untuk membuka pintu depan”.

“Hei! Kau ini! Suami kesakitan kok tidak peduli!”

 

RyeoWook keluar dari bak mandi. Badannya basah kuyup. Dia pun bergegas ke ruang tamu dan membukakan pintu. Sementara yang lain sudah menunggu di depan pintu.

 

“Omo, kau basah kuyup oppa. Kau bisa sakit”.

“Semua ini kan karena kalian! Kau juga HyoKyung! Sudah tau aku basah kuyup bukannya diberi handuk malah komentar saja!”

“Oh, iya. Aku lupa oppa. Ini handuknya”.

 

HyoKyung mengambil handuk kecil dari tasnya. Lalu mencoba mengelap wajah RyeoWook dengan hati-hati. Tapi RyeoWook langsung merebut handuk itu. Dia mengelap wajah dan kepalanya dengan asal.

 

“Tuan Cho dan keluarga sudah datang rupanya”.

“Eh, iya pak Jung. Kami baru saja tiba. Perkenalkan ini kakak iparku Kang HyoKyung dan suaminya Kim RyeoWook. Noona, hyung perkenalkan ini pak Jung penjaga villa ini”.

“Annyeonghaseo”.

“Nado annyeonghaseo. Tapi kenapa Tuan Kim basah kuyup begitu?” Pak Jung menatap heran pada RyeoWook.

“Ini karena mereka memaksaku masuk melalui ventilasi kecil di kamar mandi yang di belakang itu”.

“Kenapa masuk dari situ?” Pak Jung makin heran.

“Untuk mengambil kunci duplikatnya”.

“Aigoo. Kenapa tidak mendatangi rumah saya untuk mengambil kunci duplikat lainnya?”

“Hah?! Di rumah pak Jung masih ada kunci duplikat lain?”

“Iya tuan Kim. Rumah saya di dekat sini kok. Saya juga sudah bilang pada Tuan Cho bila ada keadaan darurat seperti ini, datang saja ke rumah saya”.

“MWO?! Jadi kau sengaja mengerjaiku KyuVil?! Kau ini!!!”

 

RyeoWook memukul KyuHyun dengan handuk yang dipegangnya. RyeoWook baru menyadari kalau KyuHyun dari tadi sudah senyam-senyum. Dan kini senyum evilnya makin mengembang dan membuat RyeoWook sangat geram. KyuHyun berlari ke dalam dan RyeoWook ikut mengejarnya.

 

Buuugggg

KyuHyun terpeleset karena air yang berceceran di lantai.

 

“Aduuuhhh. Pantat ku…”.

“Hahaha. Rasakan kau!!!” Gantian RyeoWook yang tertawa penuh kemenangan.

 

xXx

 

RyeoWook duduk di tempat tidur sambil membaca buku resep masakan Prancis yang baru dibelinya kemarin. Setidaknya itu bisa sedikit mengobati luka hatinya karena hari ini tidak jadi masak bersama teman-temannya.

 

Cklleeekk

 

HyoKyung masuk kamar dan mendapati suaminya sedang senyum-senyum sendiri menatap buku masakan itu dengan telinga yang disumpal earphone.

 

“Oppa, kenapa sendirian disini. Ja, keluar”.

“Ani! Jangan menggangguku!”

“Oppa, ayo keluar sebentar. Kau harus lihat itu”.

“Kau ini! Ada apa sih?!”

“Jangan banyak bicara. Ikut saja”. HyoKyung menarik tangan RyeoWook. RyeoWook pun mengikut saja.

 

“Oppa, lihat itu”. HyoKyung menunjuk ke arah KyuHyun yang sedang menirukan dance lagu Bonamana milik Super Junior yang sedang diputar di TV dengan lincah. Sementara HyeKyung senyum-senyum penuh kagum melihat suaminya.

 

“Ja, oppa. Sana ikut senam bersama KyuHyun biar kau sehat. Lihatlah KyuHyun sangat pintar menirukan gerakan senam itu”.

 

KyuHyun langsung berhenti mendengar ucapan kakak iparnya. Dia saling pandang dengan HyeKyung. Mereka berdua pun langsung memandang ke arah HyoKyung.

 

“Ini bukan senam! Ini dance!” Mereka berdua berkata serentak.

“Hah? Hehe. Tapi gerakan itu terlihat seperti orang yang sedang senam”. HyoKyung berkata dengan lugu.

“Aigoo. Noona kau membuat ku jadi badmood”. KyuHyun pun akhir duduk di sebelah istrinya.

“Aish. Kau ini!” RyeoWook berjalan keluar sambil geleng-geleng kepala.

 

xXx

 

RyeoWook duduk di sebuah kursi di teras villa. Dia melihat ada sebuah kacamata yang terlihat aneh tapi bagus terletak di atas meja. Dia pun mengambil dan memakainya.

 

Pluukkk

 

Ada suara sesuatu terjatuh. Dia langsung berbalik dan wajahnya langsung pucat.

 

“Ada anak buaya!!!!”

 

HyoKyung, HyeKyung, dan KyuHyun yang sedang menonton TV langsung saling pandang mendengar teriakan RyeoWook. Mereka pun langsung bergegas menghampiri RyeoWook. RyeoWook berdiri terpaku sambil menunjuk hewan itu dengan tatapan ngeri.

 

“Ada apa oppa?” HyoKyung kebingungan melihat suaminya.

“I.. I… Itu.. Itu ada anak Bu.. Bu.. Buaya”.

 

Mereka bertiga saling pandang keheranan melihat hewan yang ditunjuk RyeoWook.

 

“Itu cicak oppa! Bukan anak buaya!”

“Mana ada cicak sebesar anak buaya! Kau ini!”

“Tapi lihatlah itu! Mana ada anak buaya sekecil cicak!”

 

HyoKyung dan RyeoWook sedang sibuk berdebat. KyuHyun pun berjalan mendekati RyeoWook dan mengambil kacamata yang dipakainya.

 

“Apakah itu masih terlihat seperti anak buaya hyung?”

“Hah? Hehe. Itu cicak rupanya. Tapi tadi kenapa besar sekali?”

“Karena kau memakai kacamata ini”.

“Memangnya kenapa dengan kacamata itu?”

“Lensanya aku ganti dengan kaca pembesar. Jadi jarak 2 meter pun masih terlihat jelas. Hehe”.

“KyuVil! Kau ini!”

“Kan lebih praktis hyung”.

“Praktis kepalamu! Kau sengaja mengerjaiku lagi kan?!” RyeoWook menjitak kepala KyuHyun.

“Aduuhhh. Sakit hyung!” KyuHyun mengusap-usap kepalanya.

 

xXx

 

 

KyuHyun mengambil 1 bungkus plastic besar di bagasi mobilnya. Dia tersenyum-senyum evil melihat isi plastic itu. Dia menutup bagasi dan berbalik badan. Tapi ternyata RyeoWook berdiri di belakangnya dan menatapnya dengan curiga.

 

“Hyung?” KyuHyun gelagapan menyembunyikan bungkusan itu di balik tubuhnya.

“Apa yang kau pegang?” RyeoWook semakin curiga dengan tingkah Kyuhyun.

“A… Anio hyung. Bukan apa-apa”.

“Sini! Berikan padaku!” RyeoWook berusaha mengambil dari KyuHyun. Akhirnya dia mendapatkan bungkusan itu.

“Jangan hyung!”.

“Diam kau!” RyeoWook membuka plastic itu dan melihat isinya.

“Kau mau mengerjaiku lagi ya?!”

“Itu cuma untuk bersenang-senang hyung”.

“Bersenang-senang kepalamu! Kau mau membuatku pingsan karena terkena serangan jantung kan?! Enak saja kau bilang mau bersenang-senang dengan berbagai petasan dan bunga api begini!” RyeoWook berjalan meninggalkan KyuHyun. KyuHyun hanya bisa terdiam melihat RyeoWook meninggalkannya.

 

xXx

 

RyeoWook masuk ke dalam kamar dan membuang bungkusan itu di tempat sampah di kamarnya. Dia pun keluar dan menuju dapur. HyoKyung baru keluar dari kamar mandi yang ada di kamar mereka. Dia melihat tempat sampah di kamarnya penuh. Dia pun membuangnya di lubang sampah di halaman Villa. Setelah itu dia masuk dan menuju dapur.

 

“Oppa, HyeKyung dan KyuHyun mana?”

“Katanya mau ke pasar sebentar. Membeli daging, ikan, sayur, dan buah-buahan”.

“Ough. Lalu kau buat apa oppa?”

“Ini bumbu barbeque. Nanti sore rencananya kita mau barbeque-an di halaman. Makanya mereka membeli bahan-bahannya”.

“Wah. Mau aku bantu oppa?”

“Ani! Nanti kau merusaknya lagi! Kau boleh melihat ku membuatnya tapi dari jarak 3 meter agar semuanya aman!”

“Oppa, kau tega sekali pada istrimu ini”.

“Aku sebenarnya tidak tega padamu. Tapi aku lebih tidak tega lagi kalau kau merusak hasil karyaku yang indah ini!”

“Hu’uh! Oppa jahat!” HyoKyung pun beranjak meninggalkan dapur dan menuju ruang TV.

 

xXx

 

HyoKyung duduk sambil menangis sesenggukkan di ruang TV. RyeoWook yang mendengar tangis istrinya pun menjadi tidak tega. Dia berjalan melewati dinding pembatas antara ruang TV dan dapur. Langkahnya pun tiba-tiba terhenti ketika melihat istrinya ternyata menangis karena menonton drama yang sedang diputar di TV.

 

“Aigoo. Aku pikir dia menangis karena aku marahi tadi”. RyeoWook geleng-geleng kepala dan kembali ke dapur.

 

“Kami pulang”. HyeKyung dan KyuHyun baru kembali dari pasar.

 

“Noona kenapa?” KyuHyun menatap heran pada HyoKyung.

“Dia mati…. Hiks….”.

“Hah? Siapa yang mati? Wookie hyung?” KyuHyun dan HyeKyung langsung panic.

“Hah? Enak saja kalian ini! Bukan Wookie oppa tapi pemain drama itu…. Hiks….”

“Aigoo. Ada-ada saja noona ini”. KyuHyun dan HyeKyung pun berjalan menuju dapur menemui RyeoWook.

 

xXx

 

Mereka berempat sedang mempersiapkan alat dan bahan untuk barbeque. KyuHyun dan RyeoWook bertugas untuk menghidupkan panggangan sementara HyeKyung dan HyoKyung mengambil bahan-bahan barbeque dari dalam villa.

 

“KyuVil, kenapa arangnya cuma segini? Ini sih hanya cukup untuk 2 kali panggang daging. Kau ini!”

“Masa sih hyung? Tadi sepertinya aku membeli banyak”.

“Banyak kepalamu! Cuma segini kok banyak!” RyeoWook geleng-geleng kepala melihatnya sementara KyuHyun menggaruk-garuk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.

“Ada apa oppa?”

“HyeKyung, saat kau belanja tadi dengannya kenapa beli arangnya sedikit?”

“Yang membeli arang KyuHyun oppa kok”.

“Lalu bagaimana sekarang?”

“Bagaimana kalau kalian ke hutan dan mencari kayu sebagai pengganti arang”.

“Uhm. Noona ada benarnya. Ja, kita mencari kayu hyung”.

“Kau saja sendiri yang mencarinya!”

“Ayolah hyung. Kayu kan berat”. Pinta KyuHyun dengan melas.

“Aish. Kau ini!”

 

KyuHyun dan RyeoWook pun masuk ke hutan untuk mencari kayu sementara HyoKyung dan HyeKyung tetap mengerjakan tugas mereka.

 

xXx

 

“Hyung, kita mencarinya berpencar saja ya. Biar cepat mengumpulkannya”.

“Terserah kau saja”.

 

KyuHyun berbelok ke kanan menuju pepohonan yang rindang di hutan itu. Sementara RyeoWook terus berjalan lurus ke depan. RyeoWook mengumpulkan beberapa ranting kayu cukup besar yang sudah kering. Dia terus berjalan memasuki hutan. Dia mendengar suara-suara aneh dan melihat semak yang bergoyang-goyang.

 

“Kau mau mengerjaiku lagi ya KyuVil. Kali ini aku takkan termakan jebakanmu”.

 

RyeoWook berkata pelan lalu melemparkan ranting ke arah semak-semak itu. Suara-suara itu pun berhenti begitu juga gerakkan yang ada pada semak-semak tadi ikut berhenti.

 

“Haha. Lihatkan! Aku tak sebodoh yang kau kira!” RyeoWook tertawa-tawa merasa dirinya sudah menang.

 

“Hyung, kau sudah gila ya? Kau tertawa pada siapa?” KyuHyun yang datang dari arah belakang kebingungan melihat RyeoWook yang tertawa-tawa sendiri. RyeoWook pun langsung berbalik.

 

“Kau bukannya tadi mengerjaiku dari balik semak-semak itu?”

“Ani. Aku baru kemari hyung. Lihatlah, aku mendapatkan banyak kayu”. KyuHyun memamerkan hasil temuannya.

“Tunggu dulu! Kalau bukan kau, lalu tadi itu apa?!”

 

KyuHyun mengangkat bahu mengisyaratkan dia tidak tau apa-apa. RyeoWook pun langsung pucat. Mereka berdua pun memberanikan diri untuk melihat ke dalam semak-semak itu. Mereka langsung saling pandang ketakutan melihat kawanan babi hutan yang menatap marah pada mereka.

 

“Kyyaaaaa…. Babi hutan….”. Mereka berdua lari pontang-panting menuju villa dikejar sekawanan babi hutan.

 

xXx

 

HyoKyung dan HyeKyung sedang mempersiapkan berbagai bahan untuk barbeque di meja. Setelah selesai mereka pun duduk bersebelahan dan menikmati pemandangan danau yang tak jauh dari halaman villa.

 

“Tolong…. Babi hutan mengamuk….”.

 

HyoKyung dan HyeKyung samar-samar mendengar suara teriakan minta tolong dari arah hutan. Mereka pun langsung berdiri dan saling pandang kebingungan. Mereka bersama-sama melihat ke arah hutan lalu muncul RyeoWook dan KyuHyun yang lari pontang panting.

 

“Ada apa oppa?”

“Ada babi hutan mengamuk! Cepat lari!”.

 

HyoKyung dan HyeKyung saling pandang mendengar ucapan RyeoWook barusan.

 

“Babi hutan?! Huwaaaa…..”. Mereka berkata serentak dan ikut lari kedalam rumah bersama KyuHyun dan RyeoWook.

 

Dari dalam rumah mereka melihat sekawanan babi hutan itu mengacak-acak alat dan bahan-bahan barbeque mereka. Ada beberapa babi yang menyenggol alat panggangan dan menjatuhkannya. Bara api pun berserakan hingga masuk ke lubang sampah.

 

Craassshhh!

Duuuaaarrrrr!

Pleetttaaaakkkk!

Buuummmm!

Blaaammm!

Jleegggaarrr!

 

Bara api itu menghidupkan petasan dan bunga api yang dibuang ke lubang sampah itu. Kawanan babi itu pun langsung bubar mendengar suara gaduh yang berasal dari dalam sampah.

 

“Huwa…. Ada teroris….”.

 

HyoKyung berpelukan dengan HyeKyung. KyuHyun memeluk patung singa yang ada di dekatnya. Sementara RyeoWook pingsan karena terkejut.

 

xXx

 

Malam ini RyeoWook duduk sendirian di sebuah bangku yang ada di balkon atas villa itu. HyoKyung pun menghampirinya ragu-ragu.

 

“Oppa sedang apa di luar sendirian? Tidak kedinginan?”

“Aku ingin mendinginkan pikiranku. Duduklah”.

“Ne, oppa”. HyoKyung pun menuruti perkataan suaminya. Dia duduk di sebelahnya namun merasa canggung.

“Kenapa diam saja?”

“Uhm. Aku merasa sangat bersalah padamu. Mianhae oppa. Aku sudah mengacaukan harimu”. HyoKyung berkata sambil menunduk tak berani menatap suaminya.

“Hariku memang sangat kacau karena kau menculikku. Tapi…”.

“Tapi apa oppa?”

“Tapi hari ini sangat seru. Semua kejadian hari ini walaupun menyebalkan tapi aku cukup merasa senang”.

“Jeongmal?” HyoKyung tak percaya mendengar perkataan suaminya.

“Hehe. Tentu saja. Aku sangat berterimakasih padamu HyoKyung. Kau istri yang sangat baik. Kau selalu berusaha menyenangkan hatiku walaupun selalu gagal dan berujung pada kemarahanku. Kau begitu lugu dan sangat menggemaskan. Walaupun kau pembawa masalah dalam hidupku setelah kita menikah, tapi tingkah konyolmu juga selalu membuatku tertawa. Saat aku stress, aku teringat tingkahmu dan pasti aku akan tertawa geli jika mengingatnya”.

“Jinjja? Aku pikir oppa benci padaku. Karena aku bukan istri yang seperti oppa harapkan”.

“Anio. Walaupun aku sering marah-marah padamu, tapi sesungguhnya aku sangat mencintaimu”.

“Aku juga sangat mencintaimu oppa”.

 

RyeoWook tersenyum mendengar perkataan lugu istrinya. Diapun menggeser duduknya semakin mendekat pada istrinya. Dia semakin mendekatkan wajahnya pada istrinya. HyoKyung pun menutup mata dan…

 

Plaaakkk

 

RyeoWook menepuk kening HyoKyung yang dihinggapi seekor nyamuk. Hyokyung membuka mata dan mengusap-usap keningnya. Dia melihat RyeoWook yang dengan gemas memencet-mencet nyamuk yang sudah tak bernyawa itu.

 

“Lihat Hyokyung. Nyamuknya mati. Enak saja dia menggigit istriku!”

“Kyaaaa…. Oppa jahat!” HyoKyung beranjak masuk meninggalkan RyeoWook yang kebingungan melihatnya.

 

xXx

 

KyuHyun dan HyeKyung menonton TV sambil memakan ramyeon. Karena acara tadi sore sudah gagal total akibat kerusuhan para babi hutan. Daripada kelaparan ya lebih baik makan saja apa yang ada.

 

“Hu’uh. Sudah mengeluarkan uang banyak malah gagal! Dasar babi mereka itu!” KyuHyun bersungut-sungut sambil memenuhi mulutnya dengan ramyeon.

“Aigoo. Dasar oppa. Masih juga diingat. Sudahlah lupakan saja”.

“Tapi mereka itu tidak sopan sekali mengacak-acak semuanya secara membabi buta”.

“Lah? Mereka kan memang babi”. HyeKyung geleng-geleng kepala menanggapi ucapan suaminya.

 

“HyoKyung tunggu! Kenapa kau tiba-tiba marah sih?”

“Oppa sangat menyebalkan!”

 

HyeKyung dan KyuHyun saling berpandangan melihat HyoKyung dan RyeoWook.

 

“Waeyo eonni? Kenapa keningmu memerah?”

“Wookie oppa sangat menyebalkan saeng!”

“Menyebalkan bagaimana? Memangnya apa yang aku lakukan padamu HyoKyung?”

“Memangnya kau tidak bisa sedikit saja bersikap romantic padaku?! Padahal tadi suasananya sangat romantic! Aku pikir kau mau menciumku tadi tapi kau malah menepuk kening ku!” HyoKyung berlari ke kamarnya sambil menangis.

“Aigoo. Kau ini”. RyeoWook pun ikut mengejar istrinya.

 

HyeKyung dan KyuHyun terbengong melihat kejadian itu.

 

“Mereka berdua sangat lucu ya HyeKyung. Haha”.

“Benar sekali oppa. Mereka berdua selalu saja aneh dan tidak akur. Tidak seperti kita”.

“Hehe. Kau benar sekali. Kita kan pasangan evil yang sangat kompak”. KyuHyun mengusap-usap rambut HyeKyung yang sedang bersandar padanya.

“Uhm. Oppa apa kau mencintaiku?”

“Kenapa bertanya begitu? Tentu saja aku sangat mencintaimu”.

“Jinjja?”

“Tentu saja. Memangnya kau tidak mencintaiku?”

“Aku juga sangat mencintaimu oppa. Oh iya, Alasan kau menikahiku karena kau sangat mencintaiku kan?”

“Haha. Tentu saja…”. HyeKyung tersenyum mendengar perkataan KyuHyun tapi ternyata KyuHyun belum selesai bicara.

“Bukan. Aku mau menikahimu karena kita dijodohkan. Coba saja kalau tidak dijodohkan, pasti aku sudah menikah dengan gadis lain yang baik dan tidak evil sepertimu”. KyuHyun berkata sambil senyum-senyum melihat HyeKyung yang sudah mengeluarkan aura setan.

 

Pllaaakkkk

 

KyuHyun pun mendapatkan tato 5 jari berwarna merah yang begitu sempurna di pipinya. HyeKyung pun beranjak meninggalkannya yang masih mengusap-usap pipinya. HyeKyung masuk ke kamar dan mengunci pintunya.

 

“Aigoo. HyeKyung kau marah ya? Ayolah buka pintunya”.

“Sudah tau masih bertanya! Sudahlah kau tidur di luar saja oppa!”

“Tapi di luar dingin dan bantalnya juga seperti itu. Berbaik hatilah pada suamimu ini HyeKyung. Izinkan aku tidur di dalam ya, jebal. Mianhaeyo HyeKyung”. Pinta KyuHyun dengan memelas.

 

Ckleekk

 

HyeKyung membuka pintu, KyuHyun pun tersenyum. Tapi ternyata HyeKyung melemparkan bantal dan selimut keluar.

 

“Tidur di luar dan jangan buat keributan!”

“Omona. Kejamnya kau”.

 

Brrraaakkkk

 

HyeKyung membanting pintu dengan keras. KyuHyun pun harus rela tidur di luar malam ini.

 

xXx

 

Pagi ini mereka sarapan dengan keadaan yang sunyi senyap. Hanya suara sendok dan garpu yang beradu dengan piring yang terdengar. Jangkrik pun tak berani bersuara. HyoKyung dan HyeKyung sama-sama masih marah dan memanyunkan bibir mereka. Kakak adik ini sangat kompak bukan? RyeoWook dan KyuHyun pun mencoba membujuk istri mereka masing-masing.

 

“HyoKyung?”

“APA?!” RyeoWook langsung terdiam mendengar jawaban ketus istrinya.

 

“HyeKyung sayang?”

“Bersuara lagi, kubunuh kau oppa!” KyuHyun pun ikut terdiam bersama RyeoWook.

 

xXx

 

HyeKyung dan HyoKyung duduk di pinggir danau berdua. Sementara KyuHyun dan RyeoWook sibuk membersihkan villa yang berantakan. Mereka berdua juga membereskan barang-barang mereka karena mau pulang hari ini. Selesai membereskan semua, mereka pun mengahampiri istri mereka.

 

“Kami sudah menyelesaikan semuanya. Kita bisa pulang sekarang”.

 

KyuHyun berkata dengan ragu-ragu. HyeKyung dan HyoKyung pun berjalan tanpa mempedulikan mereka dan langsung masuk ke mobil setelah berpamitan dengan pak Jung. Mereka pun pulang. Selama perjalanan mereka juga terus diam. KyuHyun dan RyeoWook berusaha mati-matian membujuk istri-istri mereka. Sampai akhirnya HyeKyung dan HyoKyung tertawa evil berbarengan membuat suami-suami mereka terkejut.

 

“Hahahahaha. Rasakan pembalasan kami. Memangnya suami saja yang bisa menindas istri? Kami juga bisa”. HyeKyung tertawa dengan evilnya.

 

“Jadi kau sudah tidak marah padaku HyeKyung?”

“Tentu saja. Aku hanya ingin kau merasakan pembalasanku atas keevilanmu tadi malam!”

“Dasar HyeKyung!” KyuHyun pun mengacak-acak rambut HyeKyung.

 

“Kau juga sudah tidak marah padaku HyoKyung?”

“Hehe. Iya oppa. Aku kan ingin kau belajar romantic pada istrimu ini!”

“Aish. Kau ini!” RyeoWook pun memeluk tubuh HyoKyung dan liburan mereka berakhir dengan senyuman.

 

xXx

 

Tamat

 

xXx

 

Mian kalau endingnya rada ngawur. Authornya lagi kena galau akut. Ini juga udah bersyukur banget FFnya bisa selesai.

Ocey guys

Enjoy FF ku ya ^_^

Komentnya jangan lupa ^_^

3 thoughts on “FF : ~ CRAZY VACATION {%} One Shoot {%} By : Uland / Song Hyo Kyung {%} ~

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s