[FF KISEOP U-KISS] DRAMA (DIBALIK SENYUM MANJAMU)

Drama (Dibalik senyum manjamu)

 

 

Cast : Lee kiseop

Kim ah young

 

 
        Sun flower adalah bunga matahari yang selalu mengikuti arah matahari, dalam sejarah jerman bunga matahari termasuk dalam Famili asteraceae yang juga dikenal dengan sebutan Exhibit heliotropisme karena gerakannya yang selalu mengikuti gerak matahari.

Dalam sejarah korea dan jepang sun flower itu aslinya berasal dari amerika tepatnya amerika tengah dan barat, bunga ini masuk dalam keluarga bunga Chrysanthemum. Ukuran bunganya yang biasa antara 2 sampai 7 meter tapi yang ukuran besar bisa sampai 12 meter.

Dalam istilah, sun flower memang berarti kuselau melihatmu tapi dalam buku yunani kuno pernah dituliskan bahwa sun flower adalah bunga patah hati atau bunga yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Begini ceritanya dulu ada seorang gadis penggerak air yang bernama Clytie, dia jatuh cinta pada apollo tapi dia berduka karena cintanya tak diterima oleh apollo. Lalu dia bersimpuh ditanah hanya makan air mata dan embun. Dia hanya bisa memandang sang pria berhari-hari hingga kakinya berubah menjadi akar, wajahnya juga berubah menjadi bunga yang berwarna keemasan dan akhirnya berubah menjadi bunga matahari.

 

 

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

 

 

Ah young duduk dibawah pohon sambil merasakan semilir angin. Sudah hampir setengah jam Ah young menunggu Kiseop yang sudah menjadi pacarnya selama kurang lebih 3 tahun.

Ah young merasakan seseorang duduk disampingnya, Ah young membuka mata dan melihat setangkai bunga matahari di depan wajahnya.

“Mianhe aku terlambat tadi ada meeting dengan rekan appa” ucap Kiseop dengan wajah sesal.

“Gwaencha oppa!” balas Ah young datang sambil menerima bunga favoritnya.

“Kau mau makan siang apa? anggap saja penebus karena aku datang terlambat”

“Aku mau makan ice cream saja, aku sedang diet tidak makan banyak”

“Ayo kalau begitu”

 

Kiseop menggandeng tangan Ah young dan membawanya ke sebuah tempat makan yang cukup mewah.

“Apa tempat ini tidak terlalu mewah oppa?” ungkap Ah young merasa tak enak hati.

“Kalau kau tidak suka tempatnya, ayo kita pindah ke tempat lain” ajak Kiseop.

“Aniya. Disini saja oppa” cegah Ah young menarik lengan Kiseop.

 

Keduanya makan dengan santai sambil menikmati lagu romantis yang sedang diputar.

“Kau makan belepotan” ucap Kiseop mengusap sisa makanan dibibir Ah young.

“Benarkah?” Ah young buru-buru mengambil tisu dan membersihkan disekitar mulutnya.

“Sudah tidak ada. Kau ini pemalu dan manja sekali, hehehe”

“Oppa kau ini…” ucap Ah young menggembungkan pipinya.

“Setelah ini kau mau kemana?!”

“Molla. Aku juga tidak tau mau kemana. Aku libur kerja hari ini”

“Kau mau kerumahku? Umma pasti senang melihatmu datang hari ini.”

“Boleh juga”

“Habiskan makanmu dan kita langsung kerumahku”

“Ne”

 

-Dirumah kiseop-

Ah young dan Kiseop masuk ke dalam rumah yang bergaya rusia tersebut, Ah young sudah pernah bertemu umma Kiseop tapi entah kenapa kali ini dia begitu berdebar-debar.

“Ayo masuk” ajak Kiseop menggandeng tangan Ah young yang gemetar. “Jangan gugup. Ini bukan pertama kalinya kau ketemu ummaku”

“Ne oppa”

“Umma! Lihat aku datang membawa Ah young” teriak Kiseop berjalan menghampiri umma nya di dapur.

“Anyong adjuma?” sapa Ah young.

“Ne, anyong Ah young lama kita tidak bertemu. Kau duduklah adjuma sedang membuat makan siang”

 

Ah young duduk dengan Kiseop dipinggir danau belakang rumah Kiseop, pandangan kiseop tak lepas dari Ah young. Merasa terus dipandangi Ah young menoleh pada Kiseop.

“Wae?! Kenapa mamandangku seperti itu” Tanya Ah young.

“Anio. Melihatmu galak dan manja begini aku jadi ragu apa kau ini benar-benar seorang yeoja” jawab Kiseop.

“Memang kenapa?! Ku rasa tak ada masalah kan oppa”

“Ne. Tapi kurasa kau harus merubah sikap kekanak-kanakanmu itu”

“Aku masih ingin manja” ucap Ah young mengembungkan pipinya.

“Ya sudah terserah saja, hehehe”

“Minggu depan ku dengar Min ah pulang oppa apa kau sudah mendengar kabarnya?!” Tanya Ah young yang membuat raut muka Kiseop berubah.

“Anio. Benarkah dia pulang” jawab Kiseop dengan wajah senang karena cinta pertamanya datang. “Kau dengar dari siapa”

“Aku dapat kabar dari akun twitternya kemarin.”

“Owh! Dia pasti sudah menjadi seorang desainer hebat sekarang”

“Ne. kurasa dia juga semakin cantik kembalinya ke korea”

“Cantik dan mempesona” ucap Kiseop tanpa sadar yang membuat Ah young langsung menoleh pada Kiseop yang tersenyum teduh.

‘Ternyata kau masih menyimpan rasa cinta padanya walau sudah 5 tahun berlalu sejak kelulusan itu’ batin Ah young miris.

“Sudah sore aku harus pulang. Masih banyak yang harus aku kerjakan diapartement” Ucap Ah young berdiri dari dari tempat duduknya.

“Aku antar.” Ucap Kiseop ikut beranjak dari kursinya.

“Tidak usah oppa. Aku naik taxi saja”

“Kau yakin tidak mau ku antar”

“Ne. Kau istirahat saja dirumah”

“Baiklah.”

 

-Ah young apartement-

 

Ah young duduk dimeja kamar membuka album foto sekolahnya. Dia melihat senyum tulus yang terukir diwajah Kiseop saat bersama Min ah dibanding dengan dirinya.

Ah young merebahkan tubuhnya diranjang sambil memeluk foto itu, Ah young mengeluarkan air matanya mengingat betapa Kiseop mencintai sahabatnya.

“Kiseop hanya mencintai Min ah dan selamanya akan tetap seperti itu. Tidak aka nada tempat untukku dihatinya”

#flashback

Min ah sedang duduk dengan dikantin makan jjangmeyon bersama Ah young yang memperhatikan Kiseop yang duduk tak jauh dari mereka.

“Min ah. Kalau kau disuruh memilih antara Eli dan Kiseop kau memilih siapa?” Tanya Ah young tiba-tiba.

“Wae?! Kau menyukai salah satu diantara mereka” jawab Min ah.

Ah young mengangguk dengan malu-malu.

“Nuguyo?”

“Jawab aku dulu baru nanti ku beritau”

“Kalau aku suka Eli karena dia lembut meneduhkan hati, kalau Kiseop dia baik juga tapi aku tidak terlalu suka dia karena terlalu cool dan cuek pada orang, dulu aku pernah menyukainya sewaktu SMP tapi sekarang tidak lagi” ungkap Min ah sambil memakan Mie nya.

“Owh! Aku suka dengan Kiseop tapi memang sepertinya dia cuek apalagi  padaku berbeda denganmu. Dia selalu tersenyum padamu” ucap Ah young lesu.

“Mungkin karena kami pernah satu kelas waktu SMP, kau mau aku bantu bicara padanya”

“Aku malu tapinya…”

“tidak usah malu begitu, cinta itu wajar kok apalagi mencintai secara sehat”

 

Ditaman belakang.

Min ah menghampiri Kiseop yang sedang duduk sendirian sambil mendengarkan Lagu lewat earphone nya, sedangkan Ah young bersembunyi tak jauh dari tempat Kiseop duduk.

“Kiseop-ah. Aku ingin bicara denganmu” ucap Min ah yang duduk disampingnya.

Kiseop melepas earphonenya, dan duduk menghadap kearah Min ah.

“Apa yang ingin kau bicarakan padaku?!”

“Ada temanku yang menyukaimu, maukah kau membuka hatimu untuknya?”

“Nugu?”

“Kim Ah young teman kita yang berambut sebahu itu.”

“Tapi… Yang aku sukai itu dirimu, tak bisakah kau lihat sikap perhatianku dibalik sikap cuekku”

“Mianhe.. Dulu aku memang menyukaimu tapi sekarang aku hanya bisa menganggapmu sebagai Chingu, tidak lebih dari itu. Kalau kau tidak bisa membuka hatimu pada Ah young baiklah aku akan memintanya menjauhimu” ucap Min ah kemudian pergi.

 

Min ah menghampiri Ah young yang sedang memainkan kakinya dilantai koridor dengan tatapan kosong, Ah young diam dan terdiam.

“Kau tadi kenapa kabur. Aku mencarimu ditaman tadi” Tanya Min ah mendekati Ah young. “Kau mendengar semuanya?”

Ah young mengangguk lemah dan lesu. Min ah merangkul pundak kecil sahabatnya dan mengajaknya menuruni tangga.

“Aku tidak tau kalau dia menyukaiku, lagipula aku juga tidak suka dia. Lebih baik kau cari saja namja lain, masih banyak yang lebih baik dari Kiseop”

“Tapi aku begitu menyukainya Min ah. Apa gadis sebatang kara sepertiku tidak berhak mendapatkan cinta sepertinya, statusku itu menjijikan sampai jatuh cintapun sepertinya salah” ucap Ah young menghela nafas.

“Hey! Kenapa kau jadi sedih. Mana Ah young yang manis dan manja biasanya?!”

“Tapi kau memang cantik dan lembut maka pantas saja dia menyukaimu. Kau juga suka ganti pacar dengan mudah berbeda sekali denganku”

“Jangan bicara asal aku suka ganti pacar karena aku ingin cari hiburan saja, lagi pula  bulan ini aku sedang jomblo karena aku menyukai Eli. Ayo kita pulang nanti kita datang terlambat dicafe, bos bisa marah” ucap Min ah dengan gaya lucunya hingga membuat Ah young tersenyum.

 

Sebulan kemudian Min ah menjalin cinta dengan Eli karena merasa cocok setelah mereka mendapat tugas satu kelompok dalam materi biologi. Sedangkan Ah young yang satu kelompok dengan Kiseop hanya bersikap canggung.

“Kau sudah menyiapkan laporan yang ku berikan kemarin Kiseop-ah” Tanya Ah young yang menulis hasil pengamatannya.

“Eh?! Sudah. Namun aku masih kurang begitu paham dengan pengukuran tanaman ini.” Jawab Kiseop mengalihkan pandangannya dari Ah young menatap bukunya. Dan mendengarkan Ah young yang menerangkannya.

 

Pulang sekolah.

Kiseop menawarkan pulang bersama Ah young setelah Ah young berpisah dengan Min ah yang pergi bersama Eli.

“Mau pulang bersamaku. Sepertinya kita searah” ucap Kiseop dibelakang Ah young.

“Eh? Kau bicara denganku” Tanya Ah young yang menyadari bahwa tidak ada orang lain selain dirinya.

“Tentu saja, memang ada orang lain disini” jawab Kiseop menunjukkan senyum manisnya. “Ayo…” ajak Kiseop menggandeng tangan Ah young.

 

 

*Kyunghee university*

Kiseop dan Ah young bersahabat karena mereka berdua masuk dikampus Kyunghee, berbeda dengan Min ah yang tiba-tiba kuliah diparis mewujudkan mimpinya menjadi seorang desainer.

Setahun menjalin persahabatan di kyunghee membuat keduanya menjadi akrab dan tau sifat masing-masing. Kiseop mengambil management bisnis sedangkan Ah young hukum.

Siang ini Kiseop menemani Ah young pergi ke toko buku mencari referensi kuliahnya. Pulang dari toko buku Keduanya duduk ditaman kota. “Kau mau makan ice cream itu, biar aku belikan” ucap Ah young yang berlari menuju kedai ice cream tak jauh dari tempat duduk mereka.

“Gadis itu benar-benar manja dan semaunya, lucu sekali melihat senyum manjanya yang teduh. Apa mungkin aku menyukainya setelah penolakan Min ah” ucap Kiseop pada dirinya sendiri.

Ah young berlari sambil membawa Ice creamnya menuju kearah Kiseop yang membuat Kiseop tersenyum.

“Ini untukmu” ucap Ah young menyerahkan ice cream pada Kiseop dan memakan ice creamnya.

“Kau ini manja sekali. Orang-orang pasti tidak ada yang menyangka kalau kau ini calon pengacara” ucap Kiseop terkekeh.

“Biar saja. Yang penting aku bisa menjalani hidupku dengan baik”

“Kau ini selalu saja begitu. Membuatku gemas..” ucap Kiseop mengacak-ngacak poni Ah young.

 

#Ending flashback

 

Kiseop memandang langit-langit kamarnya dengan senyum indah diwajahnya mengingat sahabat lama dan cinta pertamanya akan pulang ke korea setelah menyelesaikan kuliahnya diparis.

“Apa cinta itu akan bersemi kembali setelah hampir 5 tahun kami tidak bertemu. Tapi sekarang ada Ah young disisiku dan tidak mungkin aku menyakitinya karena dia setia, namun aku juga masih menyimpan cinta untuk Min ah”

Kiseop mengacak-acak rambutnya dan bangun menuju jendela melihat pemandangan bintang dilangit yang bersinar dengan terang.

 

Anganku melayang jauh terbang keawan…

Terlintaskan raut wajahmu..

Jejak yang kau tinggal..

Masih tersimpan slalu..

Dimana ku mencari putih tambatan hati..

Lelah menggapai hadirmu..

Semakin jauh ku rengkuh dirimu.

 

 

-Bandara incheon. 10.00 KST-

Min ah melangkahkan kakinya keluar meninggalkan bandara,  menghirup udara segar di seoul kota yang selama  4 tahun lebih ditinggalkannya.

Min ah mengambil ponsel Samsung monte nya untuk menghubungi seseorang.

“Ah young bisa jemput aku dibandara”

“Ne.”

Min ah mematikan telponnya dan menunggu jemputan sahabatnya ditempat tunggu.

15 menit kemudian Ah young datang dan menghampiri Min ah, keduanya berpelukan saling melepas rindu.

“Kau tidak berubah. Tetap saja seperti ini” ucap Min ah melepaskan pelukannya.

“Kau semakin cantik Min ah, gaya mu juga berubah modis sekarang” balas Ah young.

“Kita cari makan yuk aku lapar. Perjalanan selama 6 jam membuatku pegal dan kelaparan, hehehehe”

“Ayo. Aku akan mentraktirmu makan”

 

-Dicafe-

Ah young dan Min ah mengobrol tentang banyak hal, Min ah menceritakan semua tentang dunia paris dan kuliahnya.

Keduanya nampak dan riang berbagi cerita bersama.

“Bagaimana hubunganmu dengan Kiseop sekarang” Tanya Min ah yang menyendokkan ice cream vanilla ke mulutnya.

“Baik-baik saja. Dia sibuk membantu ayahnya” jawab Ah young.

“Dulu aku kaget waktu kau bilang pacaran, aku pikir kalian akan cepat putus ternyata langgeng juga sampai 3 tahun, hehehe^*^ kalau aku mungkin sudah putus dari awal, aku tidak suka dengan sikap cueknya”

“Kau ini. Dia memang cuek tapi dia pengertian, bahkan dia juga selalu memanjakanku, hehehehe^*^”

“Kau ini tetap saja manja. Padahal sudah 23 tahun usiamu ini dan juga seorang pengacara bagaimana mungkin pengacara manja begini” Goda Min ah.

“Aku memang manja. Kau sendiri bagaimana?!”

“Apanya?” Min ah mengerutkan dahinya tanda tidak mengerti.

“Aku sedang menjomblo. Aku baru putus dengan namjachinguku, dia selingkuh dariku jadi ku putus saja.” Jawab Min ah santai setelah mencerna maksud sahabatnya.

“Kau ini dari dulu tidak berubah. Mudah mendapatkan cinta tapi mudah juga patah hati, makanya carilah namja yang benar-benar mencintaimu apa adanya” nasehat Ah young.

“Aku sedang mencarinya! Kau kenapa tidak bertunangan saja dengan Kiseop bukankah kalian sudah lama pacarannya?”

“Molla. Aku saja belum yakin dia mencintaiku! Sebesar apa cintanya padaku, sedalam apa sayangnya padaku. Aku tidak pernah tau? Kurasa hatinya masih terisi oleh orang lain” ucap Ah young lesu.

“Mana mungkin dia pacaran denganmu jika dia tidak mencintaimu. Kau ini aneh!” ucap Min ah menghibur karena tau sepertinya dia salah topic.

“Kau benar. Aku harus berfikir positif kalau dia mencintaiku dan bukan pria romantic makanya dia tidak bisa bilang mencintaiku”

“Nah begitu donk”

 

Malamnya  Min ah menginap diapartement Ah young karena ingin menghabiskan waktu bersama sahabatnya yang tinggal sendirian dari bangku SMU.

Ah young membuatkan coffe late kesukaan Min ah dan meletakkan di meja tempat mereka berdua nonton tayangan drama diTV.

“young-ah apa Kiseop tidak pernah datang kesini selama ini” Tanya Min ah yang memeluk bantal berbentuk boneka.

“Jarang! Dia sibuk Min ah” jawab Ah young menekuk lututnya dan mengganti chanel Tv.

“Aneh sekali. Namjachinguku saja dulu tiap hari selalu datang ke apartement ku diparis”

“Entahlah! Dia kesini jika memang dia tidak sibuk”

“Aku penasaran dengan wajahnya. Apa dia tetap secuek dulu walau sudah pacaran dengan gadis manja”

Ah young mengerucutkan bibir mungilnya ketika digoda Min ah. Min ah tertawa melihat tingkah Ah young yang tetap manja yang semakin membuatnya tambah manis. Min ah mencubit pipi tembem Ah young dengan gemas.

“Pipimu ini tetap saja tembem ya” ucap Min ah mengakhiri cubitannya.

“Akan tambah parah jika kau mencubitnya” protes Ah young dengan wajah sebal yang membuat Min ah makin gemas.

 

 

Suatu hari Min ah sedang duduk disebuah Café sambil mengaduk coffe late yang di pesannya, dia tak sengaja berjumpa dengan Kiseop yang sedang berjalan masuk kearah café. Min ah melambaikan tangannya yang langsung membuat Kiseop menghampirinya.

“Kau sendirian? Dimana Ah young” Tanya Min ah ketika Kisep duduk didepannya.

“Molla. Sudah beberapa hari ini dia tidak menghubungiku. Mungkin sibuk dengan kasus yang ditanganinya.” Jawab Kiseop santai.

“Kau ini tidak perhatian sekali padanya. Dia itu yeojachingumu kenapa kau tetap cuek saja padanya. 3 tahun itu bukan waktu yang singkat dia mau bertahan denganmu sebagai yeojachingunya”

“Kau benar tapi entah mengapa hati ini sepertinya masih milikmu. Aku selalu memikirkanmu setiap dengannya?!”

“Itu karena kau belum mau membuka hatimu untuknya. Dia gadis yang baik walau punya pengalaman buruk dengan kenyataan hidupnya? Jadi itu alasanmu menolak usulan pertunangan dengannya”

“Karena aku masih mencintaimu Min ah bahkan sejak kita duduk dibangku SMP aku sudah menyukaimu. Apa kau tidak bisa membalas cintaku ini Min ah! Aku akan membuatmu bisa percaya dengan cinta..”

“Aku…”

“Percayalah, aku akan mengatakan ini pada Ah young”

“Michaeyo…”

 

Brukk…

“Mianhe…” ucap suara yang tak asing ditelinga keduanya.

 

Min ah dan Kiseop menoleh kearah suara itu. Keduanya terkejut melihat Ah young sedang memunguti kertas-kertas yang berserakan dilantai tepat dibelakang mereka setelah bertabrakan dengan sesorang.

“Ah young…..”

 

Ah young buru-buru membereskan kertas-kertasnya dan berlari keluar meninggalkan café tersebut sebelum keduanya tersadar dari shocknya.

Min ah terisak duduk kembali dibangkunya dan meletakan kepalanya dimeja kemudian menangis.

Kiseop juga duduk kembali tanpa punya alasan untuk mengejar ataupun menjelaskan pada Ah young.

“Uljima Min ah” Kiseop meneglus kepala Min ah.

“Kau babo seop-ah. Kenapa kau tidak menyadari kehadirannya disini. Dia pasti membenciku.. hiks…”

“Tenanglah. Aku yakin Ah young bukan orang seperti itu, dia gadis manja yang manis dan tidak pernah marah pada orang”

“Tapi kata-katamu tadi pasti melukainya. Kau pacaran 3 tahun tanpa mencintainya apa kau gila, semua pasti akan terluka jika orang yang kita cinta ternyata tidak pernah mencintai kita” geram Min ah mengangkat kepalanya dan memandang tajam Kiseop setelah menghapus air matanya.

“Aku memang nyaman dengan sikap manja dan merajuknya yang selalu membuatku tertawa tapi aku hanya mencintaimu”

“Aku adalah seorang pengecut dan egois bila merusak hubunganmu dengannya jika aku bilang aku menyukaimu. Coba fikirkan baik-baik apa kau mencintaiku sementara ada seorang gadis yang membuatmu nyaman. Kau hanya suka padaku tapi kau mencintainya Seop-ah”

“Kau mungkin benar Min ah. Kenapa aku begitu bodoh mengabaikannya selama ini padahal dia selalu memberiku semangat disaat aku putus asa”

“Temuilah dia. Dia pasti disungai han tempat biasa dia menghabiskan waktu ketika sedih”

 

Teganya kau menduakan cintaku..

Disaat ku benar-benar mencintaimu..

Kau tinggalkan diriku dan pergi bersama cintamu..

Tanpa memikirkan cintaku kepadamu..

Mengapa kau pergi dari hidupku..

Mengapa kau tega mengingkari janji kau ucap..

Jujur ku tak sanggup kehilangan dirimu..

Meski baik ku rasa, ku harus relakan kisah kita berdua..

Hilang ditelan sang waktu selamanya…

 

Di sungai han Ah young sedang menangis sambil menikmati deru suara air yang sedang mengalir dengan ringan.

Suasana hati yang buruk terlebih mendengarkan semua yang didengarnya dicafe tadi yang membuatnya begitu terluka.

Difikir Kiseop mampu melupakan cinta pertamanya namun ternyata cinta itu masih saja tumbuh dan terus berkembang. Sekuat apapun dia berusaha namun cinta tak memihak padanya.

“Sudah kuduga semua ini pasti terjadi dan pada akhirnya aku yang harus menyerah. Aku tak boleh egois ini demi kebaikan. Aku harus bisa menyatukan mereka dan mengalah karena ini yang terbaik. Cinta itu terus saja tumbuh berkembang dan tak mungkin mati aku harus bisa melupakannya” ucap Ah young menghapus air matanya dan menyemangati diri sendiri.

“Apa yang kau katakan” tegur seseorang yang berdiri dibelakangnya.

Ah young menoleh dan melihat siapa seseorang yang sudah berdiri dibelakangnya. Betapa terkejutnya bahwa namja tersebut adalah Kiseop dengan melipat kedua tangannya pada dadanya. Namun ekspresi itu berubah menjadi tenang kemudian dan berubah dingin seperti yang ditampilkan pada saat sidang.

“Apa yang kau lakukan disini” Tanya Ah young dingin.

“Ada yang ingin kusampaikan” jawab Kiseop yang langsung mengambil duduk disamping Ah young.

“Apa? Cepat katakan. Aku tak punya waktu banyak habis ini aku ada sidang”

“Dingin sekali padaku. Bukannya kau biasa bersikap manja kenapa jadi dingin? Seperti bukan sikapmu yang selama ini ku kenal”

“Jangan bertele-tele padaku. aku mau pergi kalau kau tidak segera bicara” ucap Ah young beranjak namun sebelum beranjak tangannya sudah dicengkram oleh Kiseop.

“Saranghe…”

Ah young terdiam mendengarnya. “Jeongmal saranghe Kim ah young…”

“Kau mencintaiku. Gurauan macam apa ini bukannya tadi kau menyatakan cinta pada Shin min ah. Please! Forget me” ucap Ah young menarik paksa tangannya dan segera berlari keluar meninggalkan kawasan sungai han.

Kiseop mencoba mengejar lari Ah young hingga ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah barat menabrak Ah young hingga terpental kepinggir jalan.

Kiseop menghampiri tubuh Ah young yang bersimbah darah dan membawanya kerumah sakit terdekat, kemudian kiseop menghubungi  Min ah agar segera datang ke rumah sakit sementara Ah young ditangani diUGD.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Min ah yang masih mengatur nafasnya karena tadi berlari.

“Masih didalam” jawab Kiseop dengan wajah kacaunya.

“bagaimana bisa begini kejadiannya”

“Tadi dia berlari tanpa menoleh kae kanan kiri. Aku mau menolongnya tapi belum sempat dia sudah tertabrak”

“Kau pulanglah dulu. Lihat tampangmu tidak karuan bentuknya, biar aku yang menjaganya disini. Bajumu juga berlumuran darah begitu”

“Ne. aku setelah ganti baju akan kesini membawa umma”

***

 

Berdiri kudisini hanya untukmu …

Dan yakinkanku untuk memilihmu…

Dalam hati kecilku inginkan kamu…

Berharap untuk bersamamu…

Aku akan ada untuk dirimu…

Dan bertahan untukmu…

Terlukis indah raut wajahmu dalam benakku..

Berikanku sayang terindah yang hanya untukku..

Tertulis indah puisi sayang dalam hatiku..

Dan aku yakin kau memang teman dihatiku..

*Lagu gaje untuk yang merasa jadi my friend & my family*

 

 

 

Seminggu sudah Ah young koma dirumah sakit. Kiseop dan Min ah yang setiap hari selalu bergantian untuk menjaganya dirumah sakit. Kiseop benar-benar merasa kehilangan sosok Ah young yang biasanya bersikap manja padanya.

Siang ini Kiseop dan Min ah makan bersama dikantin rumah sakit sambil menikmati coklat panas dan sandwich ditemani hujan yang sedang menguyur kota seoul.

“Seop-ah untuk beberapa hari kedepan aku tidak bisa menjaga Ah young karena aku harus menghadiri beberapa acara fasion” ucap Min ah meminum coklat panasnya.

“Ne. Aku akan meminta umma untuk menjaganya kalau memang kau tidak bisa menemaninya” ucap Kiseop menikmati sandwichnya.

“Kalau dia sadar jangan lupa menhubungiku”

“Ne. Aku kembali ke kamar Ah young dulu”

“Ne, pergilah”

 

Pukul 01.00 dini hari Kiseop masih terjaga dan memandang Ah young yang masih tertidur diranjang rumah sakit dengan wajah pucat dan lemah. Kiseop menyentuh tangan kirinya dan mengenggamnya dengan erat menyalurkan kehangatan yang dimilikinya.

Kiseop begitu menyadari cintanya begitu besar pada gadis yang sedang terbaring lemah dihadapannya.

“Aku bodoh Ah young karena menyia-nyiakan cintamu yang begitu tulus padaku. Ah young ku mohon bangunlah kau boleh menghukumku dengan apapun tapi bukalah matamu” ucap Kiseop putus asa menitikan air matanya yang menetes pada tangan Ah young.

“Oppa…”

Kiseop menoleh kearah wajah Ah young yang mulai  perlahan membuka matanya. Kiseop mengelus poni Ah young sehingga gadis itu membuka matanya lebar-lebar.

“Kau sudah sadar sayang..”

“Apa yang terjadi padaku. Berapa lama aku tertidur?”

“Kau ingat kecelakaan yang kau alami. Kau koma selama seminggu disini akibat kecelakaan itu”

“Mwo?! Seminggu”

“Ne. kau tertidur selama satu minggu disini”

“Kenapa kau ada disini oppa. Bukankah aku sudah memutuskanmu dan membiarkanmu pergi dengan Min ah”

“Yakin kau memutuskan hubungan kita” tanya Kiseop penuh selidik yang membuat Ah young heran. “Lebih baik sekarang kau tidur lagi aku akan menjagamu disini”

“Tapi…”

“Sudah tidurlah. Ini masih jam 1 pagi”

Ah young akhirnya menurut untuk tidur kembali walau banyak yang ingin ditanyakan.

 

Ah young membuka matanya ketika mendapati dokter dan dua orang suster mememeriksa keadaannya.

“Kami membuatmu terbangun. Kekasihmu bilang semalam kau sadar tapi baru memberitahu pagi ini. Apa kau masih merasakan sakit” tanya Dokter cantik dengan ramah.

“Anio dokter aku sudah lebih merasa enakan daripada tadi malam” jawab Ah young menunjukkan senyum manisnya.

“Kau beruntung memiliki kekasih baik seperti itu. Seminggu ini dia sabar menunggumu sadar padahal aku lihat dia orang yang sibuk. Kau beruntung memiliki dia”

“Ne dokter.

“Kami permisi dulu masih banyak yang harus dikerjakan”

“Gomawo dokter”

 

Dokter dan kedua suster pergi. Ah young menatap jendela yang ada didekatnya sambil tersenyum kecil menatap kupu-kupu yang sedang beterbangan menghisap sari pada bunga.

Ah young terkejut ketika ada sebuket bunga matahari yang tiba-tiba ada didepannya hingga membuatnya menghentikan senyum dan menoleh kepada bunga itu. “Ini bunga penyemangatmu yang selalu membuatku ingat padamu seperti artinya yang ku selalu melihatmu” tutur Kiseop memberikan senyum lembut yang tidak pernah dia perlihatkan.

“Sejak kapan kau jadi sok puitis begini” tukas Ah young datar mengambil bunga itu.

“Sejak kecelakaan itu, kau nyaris membuatku tidak bisa bernafas jika harus kehilanganmu”

“Kau ini jadi cerewet sekarang”

“Ini juga karenamu sayang”

Kiseop mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Ah young, mengulumnya dengan pelan kemudian melepaskannya membuat wajah Ah young merah seperti tomat.

“Oppa kenapa kau mencuri ciuman pertamaku” ucap Ah young tersipu malu.

“Itu bukan yang pertama sayang. Aku sudah mencurinya sewaktu kau tertidur lama kemarin” goda Kiseop.

“Kyaaaaaa… Oppa kau jahat sekali mencurinya ketika aku tidur” ucap Ah young memukul dada Kiseop yang berada didepannya.

“Ku makan kau nanti kalau terus memukulku”

“Kami datang…….” Teriak suara Min ah yang masuk bersama seseorang dibelakangnya.

“Kau ini mengganggu acara kami” tukas Kiseop kecewa karena belum puas menggoda Ah young.

“Memang kalian sedang apa?!” tanya Min ah memandang curiga.

“Mau tau saja” jawab Kiseop singkat.

“Bagaimana kabarmu Ah young” tanya Min ah yang mendekati ranjang Ah young.

“Sudah lebih baik” jawab Ah young.

“Oh iya kenalkan ini temanku kim Kyujong”

“Anyong kyujong imnida”

“Anyong…”

***

 

Pagi ini Kiseop datang keapartement Ah young yang dari tadi pagi tidak bisa dihubunginya. Kiseop masuk dengan mudah karena sudah tau kode dari apartement kekasihnya.

Ah young sedang asyik menyesap teh nya dibalkon ketika Kiseop memeluknya dari belakang dengan tiba-tiba.

“Kyaaaaaaaaaaa…….. Aish kau membuatku kaget” gertak Ah young pura-pura marah.

“Hehehehehe” Kiseop terkekeh. “Kau tak bekerja sayang” tanya Kiseop kemudian.

“Ani. Aku masih diberi cuti oleh bos beberapa hari lagi” jawab Ah young menyesap tehnya lagi.

“Berhentilah saja dari pekerjaanmu”

“Mwoya?! Kau sudah tidak waras memintaku berhenti”

“Pabo-ya. Aku ini masih waras Cuma aku tidak mau calon istriku capek dengan semua kasus yang ditanganinya. Aku suka sikapmu yang manja daripada sikap dinginmu itu”

“Aku memang dingin karena seorang pengacara harus bersikap seperti itu dalam menangani kasus. Mana ada pengacara yang cengegesan”

“Ada. Aku ini orangnya?”

“Bodoh. Kau ini pengusaha dan direktur bukan pengacara”

“Apa bedanya? Itu Cuma profesi saja”

“Susah ya berdebat dengan pengusaha karena pintar berbicara”

“Kau juga”

“Terserah oppa saja. Aku mengantuk mau tidur” Ucap Ah young melenggang masuk kedalam kamar dan merebahkan diri.

“Aniya. Kau ikut aku pergi?” ucap Kiseop menarik tangan Ah young agar segera bangun kembali.

“Aish. Kau mau membawaku kemana?” kesal Ah young

“Menikah.” Ucap Kiseop asal.

“Mwo???” teriak Ah young yang membuat Kiseop menutup telinganya.

“Sudah jangan banyak tanya. Aku tunggu diluar dalam waktu 10 menit, awas kalau kau tidak siap-siap kita menikah sekarang juga” ucap Kiseop melenggang keluar kamar Ah young tanpa melihat gadis itu sedang kesal.

“Dasar menyebalkan dia yang sekarang. Apa dia terbentur sesuatu ketika aku koma kemarin. Heran!”

 

Ah young keluar dengan menggunakan gaun peach sebawah lutut dan bando putih yang menghiasi rambutnya membuat terkesan santai. kiseop terkejut melihat yeojachingunya berdandan dengan sangat anggun.

“Kita mau kemana? Dandananku tidak anehkan?” tanya Ah young yang berdiri tak jauh dari Kiseop.

“Cantik. Ayo ikut aku mempersiapkan pernikahan kita” jawab Kiseop santai sambil menggandeng Ah young yang bengong.

 

Sekarang inilah pesta pernikahan Kiseop dengan Ah young yang membutuhkan persiapan satu minggu karena Kiseop memang sudah menyiapkannya semua sewaktu Ah young koma dirumah sakit.

Setelah upacara dilanjutkan dengan resepsi yang membuat Ah young pegal-pegal karena harus memakai high heel yang membuatnya kesusahan berjalan. Banyak teman kampus dan teman kerja Kiseop maupun Ah young yang tak hentinya mengucap selamat begitu juga dengan Min ah yang datang bersama Eli mantap namjachingu.

“Tak ku sangka kalian akan menikah mendahuluiku” ucap Eli menepuk Lengan Kiseop sambil tersenyum.

“Makanya cepat menikah juga jangan main-main saja dengan wanita.” Balas Kiseop. “Lagipula ada gadis yang siap menerima lamaranmu” lanjut Kiseop melirik Min ah yang malu-malu.

“Ah Seop-ah kau ini apa-apaan” tukas Min ah dengan muka merah merona.

“Ah young selamat ya akhirnya Kiseop yang tak bisa melepaskanmu, hehehe^*^” Ucap Eli menjabat tangan Ah young.

“Gomawo Eli oppa” balas Ah young menunjukkan senyum manisnya.

 

 

Ah young mandi sudah lebih dari setengah jam berendam air hangat karena capek seharian melakukan serangkaian acara pernikahan dari pagi.

Tok… tok.. tok..

“Sayang kau didalam” terdengar panggilan Kiseop dari luar pintu kamar mandi.

“Ne” jawab Ah young segera ke shower dan membilas rambutnya yang tadi dikeramas.

kemudian menyambar baju mandinya dan membuka pintu kamar mandi.

“Pestanya sudah selesai” tanya Ah young yang baru keluar kamar mandi.

“Ne, ini sudah tengah malam” jawab Kiseop sambil menunjuk kearah jam dinding.

“Kau mandilah oppa aku sudah siapkan air nya” ucap Ah young yang mengeringkan rambutnya dengan handuk namun disambar Kiseop handuk itu.

“Kau ini suka sekali mandi lama. Kau bisa masuk angin sayang” tutur Kiseop sembari mengeringkan rambut Ah young dengan handuk.

“Tadi aku menikmati mandi air hangat oppa. Kau mandilah aku mau ganti baju”

“Ne”

 

Kiseop masuk kedalam kamar mandi sedangkan Ah young segera mengganti bajunya dan berjalan ke balkon untuk melihat bintang yang sedang bersinar terang. Kiseop datang dan menyampirkan sebuah selimut yang dibawanya dari kamar.

“Tidak baik dengan gaun setipis itu duduk disini kau bisa masuk angin” ucap   Kiseop yang duduk disampingnya membuat Ah young merebahkan kepalanya pada paha Kiseop.

“Aku ini baik-baik saja oppa. Tapi kapan oppa menyiapkan semuanya bukankah minggu lalu oppa hanya mengajakku melihat gereja saja tapi tadi pagi tiba-tiba ada yang datang dan memaksaku ikut. Ku kira aku akan dipaksa menikah dengan orang gila” tanya Ah young yang menatap mata Kiseop dengan mengembungkan pipinya.

“Sebenarnya sejak saat kau koma aku meminta Min ah untuk menyiapkan gaun untuk kita dan meminta Eli untuk mengurus semua persiapan ini” jawab Kiseop yang membawa Ah young  pada pelukannya. “Kau tau aku nyaris ingin mati waktu kau koma sayang. Aku takut kehilanganmu”

“Kenapa? Bukannya waktu di café oppa meminta Min ah kembali pada oppa. Namun kenapa ketika aku bangun oppa jadi berubah jadi sosok yang berbeda”

“Karena aku mencintaimu. Setelah kau pergi ada kata-kata Min ah yang membuatku sadar bahwa aku membutuhkan mu makanya waktu itu aku mengejarmu ke sungai Han”

“Oppa sekarang kau berubah jadi perhatian padahal dulu cuek bahkan tidak mau merespon kata-kataku”

“Hehehe itu semua karena kau yang merubahku sayang. Saranghe yeobo”

“Nado saranghe nae nampyon”

“Ayo kita tidur bukankah ini malam pertama kita”

“Oppa kau membuatku malu…”

Kiseop menggendong ala bridal menuju kamar mereka, lanjutannya bayangin sendiri ya…

 

-End-

3 thoughts on “[FF KISEOP U-KISS] DRAMA (DIBALIK SENYUM MANJAMU)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s