[Tugas kuliah Kewirausahaan] Observasi Ke Tempat Usaha

KATA PENGANTAR

Puji sukur kami panjatkan kehadirat tuhan YME atas selesainya penyusunan makalah berjudul “OBSERVASI KEWIRAUSAHAAN PERUSAHAAN KRUPUK WIROJOYO” dengan lancar dan selesai tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas dari mata kuliah Kewirausahaan. Makalah ini ditujukan untuk mempermudah bagi mahasiswa maupun pembaca yang lain dalam mempelajari mata kuliah kewirausahaan pada bab observasi dunia usaha/observasi ke tempat usaha secara tuntas.
Makalah ini dapat kami selesaikan karena mendapat bantuan atau dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada :
1.Ibu Dra, Hj Karyati, M.Si selaku kepala STKIP PGRI 1 Blitar
2.Ibu ,Dra.Riki Suliana, M.Pd selaku Ketua Prodi Pendidikan Matematika
3. Bapak Drs. Kadeni.,SE.M.Pd.MM., selaku dosen Pembina mata kuliah Kewirausahaan
4. Bapak H. Robin selaku pemilik perusahaan krupuk WIROJOYO
5. Rofiah selaku putri Bapak Robin yang telah memberikan informasi tentang perusahaan krupuk WIROJOYO
6. Para karyawan perusahaan WIROJOYO
7. Teman-teman serta semua pihak yang terlibat demi kelancaran penyusunan makalah ini
Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat membantu para mahasiswa maupun pembaca yang lain. Saran dan kritik yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini, kami terima dengan tangan terbuka karena kami merasa bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Blitar, 9 Oktober 2011

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kerupuk merupakan makanan ringan namun sangat berarti sebagai pelengkap makan, kerupuk sangat memasyarakat di lidah penduduk Indonesia dari kalangan menengah ke bawah sampai menengah ke atas. Banyak orang yang mengkonsumsi kerupuk untuk teman makan dan banyak sekali orang yang tidak bisa menikmati enaknya makan karena tidak ditemani kerupuk. Salah satu penggemar berat kerupuk yaitu Bapak presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudoyono. Beliau menggemari kerupuk sejak kecil hingga sekarang. Sampai-sampai disetiap sudut dapur rumah beliau bertuliskan “Sediakan kerupuk di tempat ini”.
Kerupuk merupakan jenis makanan ringan yang dapat diperoleh dimana saja tempatnya baik di pedesaan maupun perkotaan. Jenis kerupuk yang beredar sangat beragam macamnya mulai dari kerupuk kerupuk udang, kerupuk ikan, peyek, krupuk uyel dan lain sebagainya. Selain sebagai bahan pelengkap makan tidak sedikit masyarakat yang menggunakan sebagai camilan atau makanan ringan untuk bersantai. Karena semakin beragamnya kerupuk yang beredar maka masyarakat pun lebih banyak mendapatkan pilihan untuk mengkonsumsi kerupuk.
Semakin banyak peminat kerupuk mempengaruhi banyak industri kerupuk yang berkembang pesat di daerah-daerah khususnya Blitar, Baik industry kerupuk yang langsung dapat dinikmati ataupun yang masih setengah jadi (krecek). Hal ini menyebabkan pola pikir masyarakat berkembang. Menjadikan masyarakat lebih inovatif dan kreatif untuk berwirausaha dalam bidang pangan khususnya krupuk. Dengan alasan di atas penulis mengadakan observasi di perusahaan krupuk wijoyo untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana kerupuk dapat diproduksi.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana latar belakang pendirian usaha krupuk di “Wirojoyo”?
2. Bagaimana jenis usaha yang digeluti di perusahaan krupuk “Wirojoyo”
3. Bagaimana struktur organisasi di perusahaan krupuk “Wirojoyo”?
4. Bagaimana permodalan di perusahaan krupuk “Wirojoyo”?
5. Berapa tenaga kerja di perusahaan krupuk “Wirojoyo” dan bagaimana sistem pengupahannya?
6. Bagaimana proses produksi di perusahaan krupuk “Wirojoyo”?
7. Bagaimana promosi krupuk di perusahaan “Wirojoyo”?
8. Bagaimana persaingan yang di hadapi oleh perusahaan krupuk “Wirojoyo”?
9. Berapa keuntungan yang di peroleh oleh perusahaan krupuk “Wirojoyo”?
10. Bagaimana pengembangan usaha krupuk di perusahaan “Wirojoyo’?
11. Apa saja hambatan yang dialami oleh perusahaan krupuk “Wirojoyo’? Baik pada saat produksi maupun distribusi
12. Bagaimana usaha mengatasi hambatan yang dialami oleh perusahaan krupuk “Wirojoyo”?

C. TUJUAN
1. Untuk menjelaskan latar belakang pendirian usaha krupuk Wirojoyo
2. Untuk menjelaskan jenis usaha yang digeluti di perusahaan Wirojoyo
3. Untuk menjelaskan struktur organisasi yang terdapat pada perusahaan wirojoyo
4. Untuk menjelaskan permodalan yang terdapat pada perusahaan Wirojoyo
5. Untuk menjelaskan banyak tenaga kerja dan system pengupahan pada perusahaan wirojoyo
6. Untuk menjelaskan proses produksi krupuk di perusahaan Wirojoyo
7. Untuk menjelaskan promosi krupuk di perusahaan Wirojoyo
8. Untuk menjelaskan persaingan yang dihadapi pada perusahaan Wirojoyo
9. Untuk menjelskan keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan krupuk Wirojoyo
10. Untuk menjelaskan pengembangan usaha di perusahaan perusahaan Wirojoyo
11. Untuk menjelaskan hambatan yang dialami perusahaan krupuk Wirojoyo
12. Untuk mengetahui usaha dalam mengatasi hambatan yang dialami perusahaan Wirojoyo

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Latar Belakang Alasan Pendirian Perusahaan
Pada awal tahun 1983 Bapak Robin mempunyai inisiatif untuk mendirikan sebuah home industri krupuk yang diberi nama “WIROJOYO”. sebelum bapak Robin mendirikan usaha tersebut beliau bekerja sebagai kuli di perusahaan krupuk di sidoarjo. Dengan pengalaman dan keahlian yang beliau miliki maka beliau bertekad untuk mendirikan tempat usaha di sidoarjo, namun karena banyaknya persaingan disana maka usahanya belum bisa berhasil. Kemudian beliau memindah tempat usahanya di tulungaggung namun usahanya belum bisa maksimal .Hal ini dikarenakan situasi dan kondisi lingkungan yang kurang mendukung (ditandai dengan adanya pencurian mesin-mesin produksi maupun hasil pruduksi perusahaaan). Karena banyaknya kendala yang mengakibatkan usahanya gulung tikar, kemudian beliau bersama istri merantau di Blitar tepatnya di jalan Klampis Desa Tlumpu Kota Blitar. Tanpa mengenal kata putus asa disinilah beliau mendirikan perusahaan krupuk Wirojoyo, pada tahun 1992. Dari mulut ke mulut lambat laun usaha industri krupuk ini di kenal masyarakat banyak sehingga berkembang dengan pesat hingga sekarang. Dan rumah yang dahulunya di kontrak, sekarang sudah menjadi milik pribadi.
Faktor utama yang mendorong Bapak Robin membuka usaha krupuk ini karena beliau telah memperoleh ilmu dari pabrik krupuk tempat beliau bekarja, Bapak Robin juga ingin memutar roda kehidupan menjadi lebih baik, selain itu Bapak Robin ingin menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar.

2.2 JENIS USAHA
Usaha yang dikembangkan oleh Bapak H. Robin bergarak pada bidang usaha pangan setengah jadi (krupuk krecek/mentah/belum di goreng). Jenis usaha pangan yang belum siap untuk di konsumsi langsung oleh konsumen.
2.3 STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi yang terdapat di pabrik “WIROJOYO” merupakan struktur organisasi garis. Strukturnya sebagai berikut:

Di dalam perusahaan ini pemimpin (pak Robin), memiliki kewenangan untuk memerintah langsung bawahan dan bawahan mempunyai tanggungjawab langsung kepada atasan. Di sini anak-anak Pak Robin bertugas untuk melakukan pengawasan,kontrol terhadap segala yang berhubungan dengan perusahaan krupuk yang telah dirintis, meliputi:
o Proses Produksi
o Proses Pemasaran
o Masalah Keuangan
o Masalah Personalia
o Masalah Administrasi
2.4 PERMODALAN
Modal awal yang di pakai oleh bapak Robin untuk membuka usaha krupuk ini sebesar Rp 200000,-. Uang ini berasal dari simpanan uang Bapak Robin sendiri. Karena terbentur biaya biasanya konsumen yang ingin memesan krupuk pada Pak Robin meninggalkan uang terlebih dahulu. Uang tersebut digunakan pak robin untuk membeli bahan-bahan pembutan krupuk.
2.5 TENAGA KERJA DAN SISTEM PENGUPAHAN
Tenaga kerja yang terdapat pada pabrik krupuk ini sebanyak 20 orang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 9 orang perempuan dengan tugas sebagai berikut:
1. Tukang Molen (2 orang laki-laki)
Tukang molen mempunyai tugas sebagai berikut:
 Mencampur bahan-bahan krupuk
 Mengaduk bahan di pengadukan molen
2. Tukang Puter dan ketel(1 orang laki-laki)
Tukang puter mempunyai tugas sebagai berikut:
 Menjalankan alat pengaduk krupuk(operator mesin)
3. Tukang Cetak Krupuk(6 orang perempuan)
Tukang cetak krupuk mempunyai tugas sebagai berikut:
 Mencetak krupuk sesuai dengan mesin cetak
 Memotong krupuk sesuai dengan ukuran yang ditentukan
 Menata krupuk di atas tempat anyaman bamboo untuk di oven
4. Tukang Oven(2 orang laki-laki)
Tukang oven mempunyai tugas sebagai berikut:
 Menyusun krupuk di atas tempat oven
 Meng-oven krupuk(memasukan krupuk ke dalam oven)
 Mempersiapkan kayu bakar untuk ketel
5. Tukang Penjemuran dan pengemasan/pengepakan(9 orang laki-laki dan perempuan)
Tukan Penjemuran dan Pengemasan/Pengepakan mempunyai tugas sebagai berikut:
 Menjemur krupuk di tempat penjemuran
 Mengangkat jemuran
 Mengemas/Mengepak krupuk sambil menyortir
6. Tukang Masak(1 orang perempuan)
Tukang masak mempunyai tugas sebagai berikut:
 Menyiapkan konsumsi untuk karyawan(sehari 2x makan)
7. Tukang Gergaji kayu(1 orang laki-laki)
Tukang gergaji kayu mempunyai tugas sebagai berikut:
 Memotong kayu sesuai dengan ukuran yang ditentukan
 Menjemur kayu
 Menata kayu
Kayu-kayu ini di gunakan memanaskan ketel-ketel berisi air, yang uapnya di gunakan untuk energi penggerak mesin molen, oven. Kayu yang digunakan bukan sembarang kayu, tapi kayu Akasia.

Selama perusahaan “Wirojoyo” berdiri, perusahaan ini mempunyai jumlah karyawan yang tidak tetap. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan mengalami pasang surut dalam memproduksi krupuk dan alat yang digunakan untuk proses pembuatan krupuk semakin modern. Sehingga hal ini menyebabkan jumlah tenaga kerjanya semakin berkurang.

SISTEM PENGUPAHAN
Gaji karyawan di bayarkan setiap hari berdasarkan tugas kerja yang dilakukan. Jadi setiap karyawan mempunyai gaji yang berbeda menurut tugas masing-masing yang telah di tangani. Dengan rincian sebagai berikut:
1) Tukang Molen di gaji Rp 40.000/produksi
2) Tukang Cetak di gaji Rp 16.000/produksi.
3) Tukang Oven di gaji Rp 30.000/produksi
4) Tukang Puter dan ketel di gaji Rp 25.000/produksi
5) Tukang Ngepak dan Jemur di gaji Rp 25.000/produksi
6) Tukang masak di gaji Rp 15.000/produksi
7) Tukang gergaji di gaji Rp 20.000/produksi

PEREKRUTAN TENAGA KERJA
Perusahaan “Wirojoyo” mempunyai cara tersendiri dalam merekrut tenaga kerja. Tenaga kerja yang diambil atau diterima merupakan warga setempat. Kebanyakan pekerja adalah lulusan SMP, SMA dan orang-orang yang berusia setengah baya, dan berusia lanjut. Selain pekerja melamar langsung ke perusahaan, pihak perusahaan juga turun langsung ke lapangan untuk merekrut pekerja yang sesuai dengan kriteria perusahaan. Perusahaan tidak mempunyai kriteria khusus dalam menerima pekerja. Pekerja yang diterima di perusahaan wirojoyo, kebanyakan mereka yang mempunyai sifat ketelatenan, keuletan, disiplin tinggi,kejujuran dalam melaksanakan pekerjaan masing-masing.

2.6 HASIL PRODUKSI
1. Peralatan Produksi
Dari tahun ke tahun perusahaan Wirojoyo banyak mengalami perubahan-perubahan dalam penggunaan alat produksi. Perubahan alat-alat tersebut dilakukan karena adanya kemajuan teknologi dalam bidang peralatan. Dan perubahan tersebut dilakukan karena adanya pertimbangan kualitas sumber daya manusia. Akan lebih efektif,efisien dan optimal dalam memproduksi barang apabila menggunakan alat produksi yang tidak banyak membutuhkan tenaga manusia dan juga dapat menghemat waktu serta dapat mengatasi kendala-kendala yang mempengaruhi proses produksi. Adapun alat-alat yang saat ini di gunakan yaitu:
 Mesin Molen yang berfungsi untuk mencampur/mengaduk adonan menjadi satu hingga adonan kalis siap di cetak.
 Mesin cetak yang berfungsi untuk mencetak krupuk sesuai dengan keinginanan
 Oven yang berfungsi mengoven kue setelah di cetak(proses masak)
 Timbangan duduk yang berfungsi untuk menimbang hasil produk krupuk yang telah di kemasi
 Plastik berfungsi untuk tempat krupuk
 Bak(berbagai macam ukuran) untuk tempat adonan yang sudah di campur dan sebagai wadah krupuk yang sudah kering
 Mesin potong berfungsi untuk memotong krupuk sesudah di oven
 Ketel berfungsi sebagai alat penghasil uap
 Mesin pengering berfungsi untuk mengeringkan krupuk saat banyak pesanan dan ketika cuaca tidak mendukung
 Alat pres berfungsi untuk mengemas krupuk
 Alat pengeruk berfungsi untuk mengeruk krupuk sebelum dan sesudah di jemur
Bahan-bahan yang digunakan adalah sebagai berikut:
• Tepung Tapioka
• Tepung Terigu
• Tepung Gaplek
• Bawang Putih
• Garam
• Penyedap
• Air
• Pewarna Makanan
PROSES PRODUKSI
Adapun proses pembuatan krupuk di perusahaan “Wirojoyo” adalah sebagai berikut:
1. Mengisi penampungan air
2. Mengalirkan air ke dalam ketel
3. Memasukkan kayu bakar ke dalam ketel
4. Menyalakan ketel
5. Mengisi bak dengan air panas
6. Memasukkan bahan ke bak
7. Mencampur bahan
8. Menambahkan air panas dan garam
9. Membuat adonan
10. Memasukkan adonan ke dalam mesin molen
11. Memasukkan adonan ke mesin cetak
12. Memasukkan ke tempat oven
13. Mengalirkan uap dari ketel ke tempat oven
14. Mengeluarkan dari tempat oven
15. Meniriskan dan mendinginkan sampai kenyal
16. Memisahkan dan memotong sesuai ukuran
17. Menjemur
18. Mendinginkan sebelum dikemas
19. Memasukkan ke dalam plastik
20. Menimbang
21. Membungkus/Mengepak dan menumpuk
HASIL PRODUKSI
Perusahaan Wirojoyo sudah sejak lama berdiri, sehingga sekarang sudah menghasilkan berbagi jenis krupuk, antara lain:
1) Krupuk Manggar
2) Krupuk Pelompong:
– pelompong usus dan pelompong merah
2.7 PROMOSI
Daerah pemasaran hasil produksi yang ada di perusahaan krupuk “Wirojoyo” meliputi Ciamis, Solo, Klaten, Jakarta, Sidoarjo. Promosi pada awalnya dilakukan dengan cara menitipkan hasil-hasil produksi di toko-toko terdekat di sekitar wilayah Kota Blitar.Hasil-hasil produksi ternyata banyak peminatnya. Pak Robin juga menawarkan hasil produksi krupuknya ke relasi-relasi di mana pak robin dahulu bekerja. Pak Robin bekerja sama dengan toko-toko pengepul krupuk krecek. Promosi utama yang paling efektif yaitu dari mulut ke mulut tentang cita rasa krupuk dari perusahaan “Wirojoyo”, masyarakat akan lebih percaya. Untuk pengiriman krupuk di luar kota langsung di tangani sendiri oleh keluarga Bapak Robin. Hal ini salah satu strategi Bapak Robin agar lebih dekat dengan konsumen, salah satu wujud peningkatan pelayanan agar konsumen semakin percaya terhadap perusahaan “Wirojoyo”.

2.8 PERSAINGAN
Persaingan di kota Blitar tetap ada namun tidak terlalu banyak karena pabrik krupuk yang ada di kota BLitar belum begitu banyak. Namun untuk daerah pemasaran khususnya di sidoarjo persaingannya lumayan ketat, karena di sana banyak terdapat pabrik krupuk yang memproduksi krupuk krecek yang sejenis.

2.9 KEUNTUNGAN:
Keuntungan yang diperoleh perusahaan krupuk wirojoyo kurang lebih Rp 3.000.000/produksi(3 hari). Dengan rincian sebagai berikut:
Misalnya dalam setiap produksi mampu menghasilkan 1,5 ton krupuk,
Harga Krupuk Plompong Rp 6.800/kg x 500kg = Rp 3.400.000
Harga Krupuk Manggar Rp 7.200/kg x 1000kg = Rp 7.200.000 +
Keuntungan kotor/ produksi Rp10.600.000
Biaya operasional produksi kurang lebih Rp 8.000.000-
(gaji karyawan, gaji pemilik perusahaan, bahan baku, dll)
Jadi keuntungan bersih/produksi yang diperoleh Rp 2.600.000

2.10 PENGEMBANGAN USAHA
Untuk pengembangan usaha Bapak Robin telah berupaya meningkatkan kualitas perusahaannya dengan cara :
1. Tetap menjaga kualitas krupuk, baik dari rasa, ukuran maupun harga.
2. Memperluas pemasaran dengan menjalin kerjasama yang baik dengan pengepul-pengepul krupuk.
3. Melakukan inovasi terhadap mesin yang digunakan untuk produksi

2.11 HAMBATAN:
 Hambatan yang dihadapi dalam proses pembuatan krupuk
Kendala atau masalah yang sering dihadapi oleh Perusahaan “Wirojoyo” dalam pembuatan krupuk terletak pada proses pengeringan atau penjemuran. Untuk proses pengeringan agar mencapai hasil yang maksimal cara yang paling efektif digunakan yaitu dengan menggunakan panas sinar matahari secara langsung. Apabila cuaca tidak memungkinkan dalam proses pengeringan, maka proses pengeringan di Perusahaan “wirojoyo” yang semula menggunakan sinar matahari diganti menggunakan alat pengering. Sehingga waktu yang di gunakan semaikn lama, hasilnya juga kurang bagus dan memuaskan.
 Hambatan yang dihadapi dalam proses pemasaran krupuk
Kendala atau masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan “worojoyo” dalam proses pemasarannya terletak pada kurangnya promosi perusahaaan “wirojoyo”. Dalam promosi tidak melalui/menggunakan media cetak maupun media elektronik tetapi masih dari mulut ke mulut.
 Apabila dalam penjualan mengalami penurunan, baik pesanan maupun pembeli biasa(konsumen yang membeli dadakan bukan langganan) jumlahnya menurun hal ini berdampak pada stok barang yang ada di gudang. Krupuk yang ada di gudang mengalami penurunan kualitas produk, yaitu munculnya jamur.

2.12 USAHA MENGATASI HAMBATAN:
 Menggunakan mesin pengering untuk mengeringkan krupuk saat cuaca mendung/hujan.
 Mulai tahun 2010 dan 2011 ini perusahaan krupuk Wirojoyo sudah mulai mempromosikan krupuk melalui media cetak berupa brosur.
 Untuk mengatasi permasalahn stok krupuk yang menumpuk di gudang, perusahaan selalu mengontrol, mengawasi kondisi pasar. Apabila dalam penjualan ada penurunan maka perusahaan segara membatasi dalam proses produksi.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam mendirikan suatu usaha ternyata tidak segamp[ang membalikkan telapak tangan, diprlukan bekal ilmu dan ketrampilan (skill) yang cukup. Misalnya seperti yang dilakukan oleh Bapak Robin, beliau selalu tegar dan bersemangat dalam menghadapi tantangan dan persoalan bahkan ancaman dari luar dan dalam perusahaan. Sehingga apa yang dicita-citakan akan dengan mudah didapatkannya. Itupun perlu adanya semangat, kerja keras, sealalu optimis, dan usaha yang maksimal dengan ketekunan tinggi serta dalam waktu yang tidak singkat(tidak instan).
Setelah mengadakan penelitian di perusahaan krupuk wirojoyo Kelurahan Tlumpu Kota Blitar, perusahaan tersebut saat ini sudah mengalami perkembangan yang pesat terbukti dengan banyaknya pesanan bukan hanya di wilayah Blitar saja tetapi dari luar Kota Blitar. Krupuk yang diproduksi di perusahaan Wirojoyo harganya relatif murah di banding krupuk lainya. Karena itu krupuk ini diminati oleh berbagai kalangan. Suatu pekerjaan yang dimulai dari bawah dan dijalani dengan tekun dan ulet akan membuahkan kesuksesan.

3.2 Saran

1) Untuk perusahaan krupuk ini diharapkan dapat menjaga kualitas produk agar minat masyarakat tidak menurun.
2) Sebaiknya pengepakan di lakukan secara praktis, misalnya dengan meletakkan kemasan dalam kardus atau karung sehingga dapat mengurangi kerusakan hasil produksi saat melakukan pengiriman.
3) Sebaiknya perusahaan krupuk Wirojoyo menambahkan variasi/ jenis krupuk yang di produksi, agar pilihan krupuk semakin bervariasi dan pelanggan/ konsumen bertambah.

2 thoughts on “[Tugas kuliah Kewirausahaan] Observasi Ke Tempat Usaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s