FF// FROM ME TO YOU

FROM WE TO YOU

 

Autor : Shina

Cast:

Cha sung hyuk (Brian)  => song hyo kyung (Wulan)    

Choi sang hwa    (Adyt)

Shin hyu jae  (Pazri)

 Lee sun mi (Caerunisa eoni)

  Kang eun moon (Fero)

 

Other cast :

Han sang mi (Naeni)

Shin je bin (Wahyu oppa)

Shin Naja (Autor)

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

Ketika hujan membasahi hatiku..

Memenjarakanku dalam sepinya hari..

Aku tak tau sampaikan aku akan menahan rasa ini..

Aku berbahagia bila aku dicintai juga bisa mencintai..

 

My name is Cha sung hyuk anak number 3 dari 3 saudara, aku punya hyung punya nuna dan punya teman-teman yang menyayangiku. Dia adalah Choi Sang hwa yang sedikit aneh karena genit suka menggoda cewek-cewek, Shin hyu jae yang biasa disebut prince ice karena cuek sekali, Lee sun mi gadis yang bawel karena suka mengomel dan Kang eun moon gadis yang sangat pendiam. Kami berlima berteman sudah sejak SD.

 

Setiap pagi aku slalu berangkat bersama Sang hwa karena Hyu jae lebih suka berangkat sendiri kereta daripada naik motor dengan kami. Dia yang paling suka berangkat sendirian karena Eun moon dan Sun mi juga memilih naik bis.

 

-Dikelas-

Hyu jae masuk kelas 5 sebelum pelajaran dimulai, dia selalu menggunakan earphone dengan gaya coolnya. Hyu jae menghempaskan dirinya dibangkunya dengan Sun mi yang ada di tengah-tengah sebelah kanan tempat duduk Eun moon dan Sung hyuk.

“Kau nggak bosan setiap hari naik kereta Jae-ah” tegur Sang hwa yang menghampiri bangku Hyu jae.

“Aniya. Aku senang karena bisa menikmati pemandangan yang dilewati kereta” tukas Hyu jae datar.

“Eh guru Han datang membawa murid baru ayo pada duduk” ucap Eun moon yang membuat semuanya langsung lari ke bangku masing-masing.

“Anyong haesyo anak-anak?”

“Anyong …”

“Pagi ini seongsaenim bawa teman baru untuk kalian, dia pindahan dari Jeju. Silahkan masuk dan kenalkan dirimu”

@@PUTAR LAGU  2AM YANG I DID WRONG I WAS WRONG pas ini.

“Anyong haseyo! Chonun Song hyo kyung pindahan dari Jeju, bangapta chingu” ucap Hyo kyung yang membuat semua cowok-cowok terpana karena senyumnya manis.

“Hyo kyung silahkan duduk dibangku yang kosong disampin Sung hyuk itu” tunjuk Han songsaemin.

“eh cewek itu membuat semua cowok terpana, huft.. cantik juga gak? Sok manis” sinis Eun moon iri melihat senyumnya.

“Biarin ah! Selama nggak ganggu aku dan teman-temanku, aku juga nggak bakal ngapa-ngapain dia” ucap Sun mi menanggapi teman yang duduk dibelakangnya.

“Kalian ini bawel sekali mengomentarinya? Diakan manis daripada kalian berdua” sahut Sang hwa.

“Bodoh amat, I don’t care dia ya dia sapa yang mau peduli” ucap Sun mi lagi.

“Kau ini jangan ikut campur” Eun moon menjitak Sang hwa yang duduk disampingnya.

“Dasar cewek, merepotkan saja” ucap Hyu jae menanggapi.

“Yakin kau tidak ikut menyukainya nanti Jae-ah. Kau tidak waras kalau tidak menyukainya?”

“Lihat saja nanti”

 

Sung hyuk yang sebangku dengan Hyo kyung sudah dag dig dug jantungnya tak karuan, inikah love at first sigh itu batinnya dalam hati.

“Sung hyuk aku pinjam catatanmu ya? Aku belum punya bukunya” ucap Hyo kyung ramah.

“Eoh? Ne ne” jawab Sung hyuk dengan grogi.

 

**************************************************

Malamnya harinya Hyu jae belajar bersama dengan Eun moon dan Sun mi, mereka hanya bertiga karena Sunghyuk dan Sang hwa tidak bisa datang kerumah Eun moon untuk belajar matematika barenga.

“Mereka berdua pasti sibuk mencari perhatian Hyo kyung itu makanya tidak datang” gerutu Eun moon kesal.

“Biarkan sajalah. Belum tentu juga Hyo kyung itu mau dengan mereka berdua, kau kenapa sewot mulu sieh? Kau suka dengan Sang hwa ya” celetuk Sun mi asal.

“Mwo?!!! Aku tidak bilang begitu aku mending dengan Hyu jae saja, kamikan sama-sama dingin, heheheV^^” cengir Eun moon dengan muka merah seperti cerry.

“Mwo! Aku, dasar nggak lucu” teriak Hyu jae terkejut.

“Tapi wajahmu mengatakan lain, sudah jangan bohong kalau kau suka Sang hwa si aneh itu” tukas Sun mi dengan cemprengnya.

“Kya.. jangan membuatu malu donx. Ada Hyu jae disini?”

“Sudah kuduga, hahahahaha……..”

“Dasar cewek.” Gerutu Hyu jae.

“Hyu jae kau menyukai siapa sih?! Ku perhatikan sekarang kau lebih sering melihat keluar jendela ketika gadis itu keluar, ehem..ehem..”

“Hehehe.. ketauan deh!”

“Jadi Hyu jae juga suka si Kyung itu, huft.. apa istimewanya sieh dia itu”

“Love at first sigh, itulah jawabannya?”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

               

Semilirnya angin malam ini..

Membuatku terlarut dalam lamunan..

Hayal tentang keindahan dunia vana ini..

Karna sifatmu yang tak pasti..

 

Hyo kyung melamunkan mantan pacarnya yang selalu menghantuinya hidupnya, dia sendiri bingung mau sampai kapan mau seperti ini. Sung hyuk yang tidak sengaja lewat taman mencoba menghampirinya dengan jantungnya yang dag dig dug.

“Apa yang sedang kau lakukan disini?” tanya Sung hyuk.

“Hanya sedang melamunkan masa lalu saja” jawab Hyo kyung santai.

“Tentang pacar?”

“Lebih tepatnya mantan pacarku”

“Waeyo?”

“Gwaencha. Hanya aku dibohonginya”

“Sudahlah. Masih banyak yang mau denganmu”

Sedang enaknya berduaan datang si Sang hwa dan Hyu jae yang menganggu keduanya.

“Kya mojok saja kalian ini disini”

“Yeee siapa yang mojok, kami hanya sedang ngobrol biasa” tukas Hyo kyung malu-malu. “Kekelas saja yuk”

 

Sun mi menemani Eun moon yang makan jjangmeyong seperti orang kesurupan, Sun mi hanya terdiam sambil menikmati lemon tea nya saja.

“Kau ini kesurupan setan apaan sieh?! Makan nggak kira-kira”

“Kalau tidak habis kau yang makan”

“Kau kira aku kucing yang makan sisa orang. Enak saja kau ngomong”

“Habisnya aku sedang PMS jadi bawaannya lapar dari kemarin mana tadi nggak sempat sarapan karna kesiangan”

“Makanya jangan mikirin Cho sang hwa mulu, namja gaje juga tuh orang”

“Kau kira aku mau cinta kaya’ gini. Ogah tapi cupid cinta manah hatiku”

“Konyol…”

 

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Didunia langit ketiga cupid yang bernama Naja, Je bin dan Sang mi sedang menyaksikan kehidupan remaja-remaja tersebut. Naja mengepakan sayapnya dikursi yang ia duduki, bosan melihat pemandangan itu yang disaksikannya dari pagi.

“Naja, kau salah memanah hati orang ya?” tanya Je bin penuh selidik pada adiknya.

“Sepertinya benar yang kulakukan. Aku mengikuti garis hijau sesuai yang kau tunjukkan bahwa orang yang bergaris hijaulah yang harus ku panah sedangkan Sang mi yang berwana biru” jawab Naja dengan mulut mengerucut dan garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

“Nah itu tadi? Kenapa gadis bernama Eun moon seperti itu”

“Hehehehe.. aku belum memanahnya oppa. Kemarin karena sudah senja dan kau memanggilku jadi aku tidak sempat memanahkan cinta pada Sang hwa” cengir Naja.

“Ckckckck.. Mimpi apa aku dulu punya adik ceroboh sepertimu, kerja tidak benar. Raja langit bisa menghukum kita”

“Sudahlah Je bin oppa, Naja juga tidak sengaja melakukannya. Besok kan juga bisa melakukannya lagi” ucap Sang mi menengahi. “Eh lihat namja yang blonde itu, manis ya?”

“Shin hyu jae ya?! Memang manis tapi sayangnya dingin. Dia juga menyukai Hyo kyung ka tapi berbohong pada temannya yang punya six sense itu, aku saja bingung mau memanahnya” ucap Naja menanggapi.

“Wae?! Apa yang kau bingungkan. Kau tinggal memanahnya dan mencarikan pasangan untuknya supaya dia tidak cinta pada Hyo kyung. Gampangkan?” ucap Je bin santai.

“Kau kira aku biro jodoh oppa, enak ngomong?! Kalau aku manusia aku juga mau, hehehehe”

“Mau mu” Naja mendapat jitakan dan toyoran dari oppanya dan Sang mi.

“Tapi benang merahku tertuju padanya, huhuhuhu. Eottoke oppa?” ucap Naja takut sambil menunduk.

“MWO!!!!!!!! Kenapa tidak bilang?” teriak Je bin reflek.

“Baru juga 3 hari ini benang itu memanjang padanya. Lagian kan manusia dan cupid tak bisa bersama kenapa kau teriak-teriak begitu?” balas Naja teriak.

“Kau benar. Aku tau bagaimana supaya benang itu menghilang dari kalian?” sahut Sang mi setelah berfikir keras.

“Apa? Apa?”

“Kau harus memanahnya juga?”

“Kasihan sekali kami tak bisa bersatu, andai aku jadi manusia, hehehe”

“Berhentilah berkhayal adikku sayang. Kau ini cupid dan kita ini milik raja langit”

“Siipo oppa”

“Bereskan masalah mereka”

 

 

-Next day-

Hyu jae bermain bola dengan Sang hwa, sedangkan Sung hyuk dan 2 yeoja yaitu Eun moon dan Sun mi menonton sambil menyemangatinya.

“Kau kenapa tidak ikut main mereka Hyuk?” tanya Eun moon sambil memakan kripik yang dibawanya.

“Aku malas. Capek, keringetan dan bau… Hehehehehe…” jawab Sung hyuk sambil menyomot kripik Eun moon.

“Keren tauk……..”

“Hah…. Aku mau pulang duluan ya?! Aku mengantuk dan mau diajak pergi nanti malam” pamit Sun mi.

“Ya sudah. Hati-hati”

“Ne, anyong” ucap Sun mi melambaikan tangannya pada kedua temannya sambil berjalan keluar gedung olah raga.

“Anyong” keduanya menjawab serempak.

“Sung hyuk.”

“Waeyo?”

“Apa aku boleh bertanya padamu?”

“Silahkan? Apa?”

“Kenapa kau suka pada Hyo kyung? Padahal kau baru saja kenal?”

“Kau pernah dengar ungkapan LOVE AT FIRST SIGH bukan?! Cinta pada pandangan pertama. Saat melihatnya memperkenalkan diri dan sebangku denganku, aku merasakan sorot matanya begitu teduh Moon-ah. Bukannya kau juga mencintai Sang hwa?”

“Apa kelihatan sekali aku menyukainya? Tapi dia menyukai Hyo kyung juga kan?”

“Tentu saja kelihatan. Kau fikir mataku buta sampai tidak melihat. Sang hwa saja yang tidak tau kau suka dia? Mungkin karena dia mikir kalian teman jadi mana mungkin suka. Tentang Hyo kyung siapa saja berhak mencintainya tapi Hyo kyung yang bisa menentukan”

“Sudah kuduga Cuma dia yang tidak merasakannya.”

“Boleh aku duduk disini?” tegur Hyo kyung yang berdiri disebelah bangku duduk Sung hyuk.

“Silahkan” ucap Sung kyuk sedikit menggeser  duduknya kearah Eun moon.

“Hyu jae dan Sang hwa keren mainnya.” Puji Hyo kyung. “ Kenapa kamu nggak ikut Sung hyuk?” tanya Hyo kyung memandang Sung hyuk yang memalingkan mukanya.

“Tidak. Nanti tidak seimbang kalau aku ikut”

“Benar juga. Eun moon kemana Sun mi? kok tidak ada” kali ini pertanyaan Hyo kyung tertuju pada Eun moon.

“Sudah pulang”

“Oooo…”

Suasana jadi canggung tak ada yang bicara sampai Sang hwa dan Hyu jae berhenti bermain bola dan duduk dibawah mereka duduk.

“Hah.. Capek….”

“Ini aku punya minuman” ucap Hyo kyung menyodorkan sebotos besar minuman.

“Gomawo”

*****************************************

@@DIBAGIAN INI PUTER LAGUNYA DAVINCI YANG FROM ME TO YO.

 

Naja mengikuti dan memanah cahaya hijau yang berkelip dibawahnya, dia berpencar dengan oppa juga temannya yang sedang memanah target mereka.

Senja mulai kelihatan condong, sambil menunggu kakaknya selesai memanah Naja duduk mengepak sayapnya di segumpal awan yang sedang berhenti. Naja memperhatikan kehidupan manusia yang sedang melakukan aktifitas.

“Huft.. Mereka lama sekali. Kehidupan manusia itu menarik sekali, aku jadi ingin seperti itu bisa jalan-jalan juga bermain-main. Jadi cupid susah sekali walau Cuma memanah panah cinta tapi menjenuhkan”

Naja terus memperhatikan kehidupan sampai tak sadar bahwa benang merah ditangannya terus memanjang kearah bawah awan menghampiri manusia. Naja terbang mengikuti arah benang merah hingga sampai didekat Hyu jae.

“Dia lagi, astaga.. padahal cupid dan manusia itu berbeda sekali. Huft..” gerutu Naja melihat benang ditangannya tertuju pada manusia.

“Ku cari-cari ternyata disini. Apa yang kau lakukan?” tanya Je bin yang sudah berdiri dibelakang Naja.

“Lihat ini” jawab Naja yang menunjukkan benang merahnya ditangan sebelah kiri.

“Jangan difikirkan. Tugas kita hanya memanah jadi putuskan saja benang ini.” Ucap Je bin menebaskan pisau kecil yang dibawanya.

“Aouw….”

Teriak Hyu jae dan Naja yang merasa panas pada kelingkingnya, tak berapa lama kemudian Naja jatuh pingsan dalam pelukan kakaknya.

“Sang mi ayo pulang, Naja jatuh pingsan” teriak Je bin membawa adiknya dalam gendongan.

“Ne”

Keduanya terbang kembali ke istana langit.

Sang hwa, sung hyuk Eun moon dan Hyo kyung menoleh waktu Hyu jae yang berjalan dibelakang sendiri berteriak keras mengaduh.

“Kau kenapa Jae-ah?” tanya Sung hyuk yang diikuti anggukan oleh semua.

“Tidak. Hanya jariku tiba-tiba panas seperti terbakar dan seperti tersengat aliran listrik” jawab Hyu jae yang juga bingung.

_________________

Eun moon duduk bersama Sang hwa di sungai Han sambil menikmati secangkir capucino ditengah-tengah mereka.

“Sepi sekali ya Cuma kita berdua yang duduk disini, yang lain tidak mau ikut ya?” ucap Eun moon memandang langit.

“Aku memang tidak mengajak mereka. Aku hanya ingin mengajakmu” ucap Sang hwa asal ceplos.

“Mwo???????”

“Ani. Aku memang hanya ingin mengajakmu saja. Aku bosen dirumah sendiri. Kalau mengajak Sung hyuk dia pasti menolak diakan malu-malu, Sun mi bawel belum lagi Hyu jae yang pasti ngomongnya ngirit”

“Aku juga begitu kan sama seperti Hyu jae”

“Tidak juga. Kau mau merespon diajak ngomong kalau Hyu jae ngirit banget. Eun moon bagaimana kalau kita pacaran”

“Ha..” ucap Eun moon terkejut.

“Jangan menunjukkan tampang bodohmu begitu” sebal Sang hwa.

“Habis kau ngomongnya juga nggak romantis” balas Eun moon cemberut.

“Aku perlu latihan tau untuk mengatakan ini. Hah………….”

**************************************

Hyo kyung diam-diam memperhatikan Sung hyuk yang sedang membaca buku pelajaran untuk dipelajarinya. Hyo kyung merasa bahwa dia menyukai sosok namja lembut yang duduk disebelahnya. “Wae? Kenapa melihatku mau ikut membaca” tanya Sung hyuk yang mendongak pada Hyo kyung.

“Eh ne Sung hyuk” jawab Hyo kyung nyengir karena tak menyangka ketahuan hingga membuatnya gugup.

Hyu jae menolehkan wajahnya kesamping memperhatikan Hyo kyung yang sedang menatap Sung hyuk. Agak sedikit sakit melihat senyum teduh Hyo kyung untuk Sung hyuk. Sun mi yang paling bawel dan duduk sebangku dengan Hyu jae ikut menatap arah yang dipandang temannya itu.

“Kau menyukai Song hyo kyung ya?”

Hyu jae menolehkan mukanya pada Sun mi yang menghadap kedepan.

“Kau bicara padaku Sun mi?”

“Siapa lagi kalau bukan denganmu. Kau juga menyukainya kan?”

“Sedikit. Tapi aku pingin punya pacar sepertimu biar aku tertular bawel. Hehehehe”

“Kurang ajar kau Hyu” Sun mi menjitak Hyu jae.

“Hahahahahahahahahaahahaha………..” kedunya tertawa setelah itu.

+++++++++++++++++++++++++++

Naja terbangun dari pingsannya dan menguap mengucek-kucek kedua matanya untuk menajamkan pengelihatan. Disana sudah ada kakak dan sahabatnya yang duduk dikursi tak jauh dengannya tertidur.

“Aku kenapa?” tanya Naja yang duduk dari tidurnya.

“Pingsan karena ku putus benang merahmu pada manusia itu, maaf harusnya kau sendiri yang melakukannya” jawab Je bin merasa bersalah.

“Tak apa oppa.”

“Hem. Bagaimana kalau kita main kehutan? Sekalian refresing” usul sang mi.

“Setuju”

 

Sung hyuk jalan-jalan dengan Hyo kyung ketaman bunga, mereka berjalan kepadang bunga Lavender yang berbau lembut sekali serta harumnya yang begitu menenangkan.

“Kau suka tempat ini Hyo”

Hyo kyung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum senang.

“Hyo aku suka padamu, aku memang tidak pandai mengungkapkan semua rasa yang punya tapi semakin aku menahannya aku semakin bingung dan gelisah tak menentu” ucap Sung hyuk gugupdan belepotan menyusun kata-kata.

Sung hyuk menundukkan kepalanya tak berani menatap Hyo kyung yang sedang tersenyum mendengar ungkapan hati Sung hyuk, namja yang akhir-akhir ini masuk kedalam hidupnya.

“Kau tidak sedang bercanda kan Hyuk-ah”

“Ani. Aku serius..” ucap Sung hyuk belum berani mengangkat wajahnya.

“Bolehlah kita pacaran, aku juga tertarik padamu” uap Hyo kyung santai namun penuh penegasan.

Sung hyuk mengangkat kepalanya dan memandang Hyo kyung yang tersenyum teduh padanya. Sung hyuk berlari memeluk Hyo kyung dengan sangat erat.

Dari kejauhan Naja tersenyum karena berhasil memanahkan panah cintanya dengan benar^^.

 

—end—-

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s