WHO IS THAT I LOVE?

FF : WHO IS THAT I LOVE ?

Author : Syarifah a.k.a Song Dong Hwa / ZyWon ELF

Cast : Donghae, Kyuhyun, YoonA, Son Eun Seo and other cast

Genre : Happy Ending

Lenght : Oneshoot

 

Give me like and coment !

 

Ok chingu, enjoy this fict …

 

Happy reading all \(OoO)/

 

**********************************************************

“Huufftt…bosan juga ya ngejalani hidup dengan hati kosong. Kapan ya hati ini bakal terisi. Dimana yah aku bisa nemuin pengisi hatiku?” Keluh Donghae. “Hae, gak usah dicari, pasti dia bakal datang sendiri kok.” Sambung Eunhyuk yang tiba-tiba masuk ke kamar Donghae. “Hya…kenapa kamu bisa masuk ke rumahku?” Tanya Donghae. “Hae…Hae…kita kan udah dari kecil bersahabat, masa aku gak tau Password pintu kamu sih.” Eunhyuk senyum-senyum sambil menaik turun kan alisnya. “Dasar.”

Donghae dan Eunhyuk sudah bersahabat dari kecil. Hubungan keluarga mereka juga cukup dekat. Tak heran jika EunHae hidup bersama dari kecil. Sampai dewasa pun mereka tetap sahabatan. Udah kayak sepasang bola mata aja. Kemana-mana sama.

“Aku aja yang belum dapat, santai.” Ucap Eunhyuk sambil duduk dan mengangkat satu kaki nya di tempat tidur Donghae. “Hampa hidupku Hyuk.” “Lebeh…” Ejek Eunhyuk. “Biarin.” “Keluar yok Hae. Cari angin.” “Males ah Hyuk. Enakan juga di kamar.” Donghae menggeleng. “Apa enaknya dikamar. Uda…Ja!” Eunhyuk menarik paksa tangan Donghae. Donghae tidak bisa mnolak, dan mau gak mau, dia harus mengikuti keinginan sahabatnya itu.

Sebelum pergi, mereka pamit dulu kepada orangtua Donghae.

…………………………………………………………………………………….

*Di Mobil…

“Sorry…sorry…sorry…sorry…” hp Eunhyuk berdering.

“Hae, bisa minta tolong ambilkan hp di bangku belakang gak?” “Kure.” Donghae menyerahkan hp itu pada Eunhyuk. Eunhyuk menjawab telpon. “Tiit…Yeoboseyo. Hya…chagi-ah, ada apa?” “Hyuk, kamu dimana? Aku pengen ketemu nih sama kamu.” jawab yeoja dari hp Eunhyuk. Ternyata yang menelpon Eunhyuk adalah seorang yeoja. “Aku lagi diluar nih sama Donghae. Kayaknya kita gak bisa ketemuan deh malam ini.” Jawab Eunhyuk. “Hya…Padahal kan aku kangen banget sama kamu.” “Mianhae.” “Arraseo.” Jawab Yeoja itu sambil menutup telpon. “Tit…tit…tit…” Telpon pun berakhir. “Nugu hyuk?” Tanya Donghae penasaran. “Aniya. Hanya Penggemarku. Hehehe.” Jawab Eunhyuk santai. “Dasar. Playboy.” Donghae memukul bahu Eunhyuk. “Playboy gini pun aku belum punya yeojachingu loh.” Eunhyuk membalas pukulan Donghae. “Padahalkan banyak yeoja yang ngejar-ngejar kamu, kok kamu gak mau sih?” Donghae heran. “Belum pas kena dihati aja Hae.” Jawab Eunhyuk sambil tertawa kecil. “Hmm…kita Jomblo sejati yah. Hahaha.” Donghae tertawa. “Bisa juga kamu ngelawak.” “Mwo???” “Ani. Hehehe.” Eunhyuk juga ikut tertawa. Mereka berdua tertawa. Sungguh dua sahabat yang aneh. Kurang lebih 1 jam mereka berputar-putar Kota Seoul, tanpa disadari cacing diperut telah berdisco ria. Mereka memutuskan ke resto untuk makan.

“Pesan apa Hyuk?” Tanya Donghae sambil membaca daftar menu yang diberikan waiters. “Aku mau ice cream aja deh. Tapi diatasnya jangan lupa dikasih pisang. Yang banyak.” Eunhyuk mnaik-naikkan alisnya. “Sama deh. Ice cream 2. Terus makannya pesan 1 cake coklat bentuk ikan yah!” Perintah Donghae sambil menyerahkan kembali daftar menu tadi. “Ye. Chamganmaneyo.” Waiters itu pun kembali ke dapur. Selagi menunggu pesanan datang, Donghae memutar MP3 dan ikut bernyanyi. “Cause you are so beautiful, nal sumswige haneun geon ne ipsul saranghanda mal…oh…oh…” Ketika Donghae dan Eunhyuk mendengarkan MP3, tiba-tiba 2 yeoja lewat dihadapan mereka. EunHae mendelik ketika melihat senyum yang diumbar 2 yeoja itu.

“Aigo…Ippo.” Ucap Eunhyuk. Donghae tidak berbicara satu kata pun. Dia tetap saja melihat 2 yeoja itu. Yeoja itu duduk tepat disebelah bangku EunHae. Mereka masih saja terpaku melihatnya. Sampai-sampai mereka tidak sadar kalau pesanan mereka sudah datang. “Permisi.” Ucap Sang waiters. “Oh…Ye. Jeosonghabnida.” Donghae membungkukkan badannya. Waiters itu pun meletakkan pesanan-pesanan EunHae. “Selamat makan.” Ucap Eunhyuk. “Selamat makan.” Sambut Donghae. “Wah … Abasta.” Eunhyuk begitu menikmati ice cream pesanannya. Apalagi dengan ditaburi pisang. Akan menambah kenikmatan tersendiri bagi Eunhyuk. Donghae tersenyum melihat tingkah sahabat nya itu.

“Hei, jangan kalian kira karna kalian namja, kami takut yah.” Teriak salah seorang yeoja. Ternyata yeoja itu adalah 2 yeoja yang dari tadi menarik perhatian Eunhyuk dan Donghae. “Ada keributan apa tuh Hae?” “Molla Hyuk.” Perhatian mereka terfokus pada 2 yeoja itu. “Jadi kalian berani ngelawan kami?” Teriak namja yang berpenampilan seperti preman itu. Preman itu mengangkat salah satu tangannya dan bersiap untuk menampar salah satu dari yeoja itu. Yeoja itu memejamkan matanya. Dan…”Plaakk…” Tamparan ditangkis oleh 2 namja yg tiba-tiba muncul di hadapan yeoja dan preman itu. Ternyata 2 namja itu, mereka adalah Eunhyuk dan Donghae. “Kalau merasa seorang namja, jangan beraninya sama yeoja donk. Sini ! lawan kami !” EunHae saling senyum dan menaikkan satu alisnya. Mereka menggerakkan jari telunjuk untuk mengajak preman itu maju. “Ja…ja…!” Two by two. Pertandingan seru dimulai. Donghae dan Eunhyuk mengeluarkan jurus mereka masing-masing. Kedua yeoja itu terpesona melihat keberanian dan kehebatan EunHae. Terlebih wajah mereka yang ganteng. Dengan sekejap mata saja, kedua preman itu END. “Gomawo.” Kata salah seorang yeoja itu. “Ye. Cheonma.” “Oya, naneun YoonA imnida. “Lee Donghae imnida.” Donghae membalas perkenalan YoonA. “Lee Hyuk Jae imnida. Tapi biasa dipanggil Eunhyuk. “Son Eun Seo imnida.” Mereka saling memperkenalkan diri. “Hmm…sepertinya hari semakin malam, kami pamit pulang yah.” YoonA menarik tangan Eun Seo pergi. “Chamganmaneyo.” Eunhyuk menghentikan langkah YoonA dan Eun Seo. “Wae?” Tanya Eun Seo bingung. “Kami antar pulang yah.” “Ah…anio. Kami tidak mau merepotkan kalian.” Jawab Eun Seo. “Gak merepotkan kok. Lagian hari semakin larut. Tidak baik yeoja pulang sendirian malam-malam begini.” Sambung Donghae. “Hmm…Arraseo.” Jawab YoonA. “Yesss!!!” Bisik Eunhyuk pada Donghae. Donghae tersenyum senang karna YoonA dan Eun Seo menerima ajakan mereka. Mereka berempat menuju mobil. “Kalian teman dekat?” Tanya Eunhyuk memulai pembicaraan. “Ye. Kami sahabatan dari kecil.” Jawab YoonA. “Wah, kalau begitu sama donk. Kami juga udah sahabatan dari kecil.” Sambung Donghae. “Kok bisa bersamaan gitu yah.” Eun Seo tersenyum. Mereka berempat tertawa. Pembicaraan itu begitu mengasikkan. Sampai-sampai rumah Eun Seo kelewatan. “Eh…rumahku udah kelewatan Hae. Rumahku yang itu.” Eun Seo menunjuk rumah yang berada diseberang jalan. “Oh,.. Mianhae. Karna keasikkan ngobrol, jadi kelewatan deh.” “Gak papa.” Jawab Eun Seo tersenyum. “Hmm…gomawo Donghae, Eunhyuk. Kalian gak mau singgah ke rumahku dulu?” “Tidak Eun Seo. Lain kali aja yah.” Jawab Eunhyuk. “Arraseo. Klo begitu, semuanya aku duluan yah. Paii…paii.” Ucap Eun Seo sambil melambaikan tangan kemudian melangkah masuk ke rumah. EunHae dan YoonA membalas lambaian tangan Eun Seo. “Paii…”

Mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah YoonA. “Hmm…Besok kalian ada acara gak ?” Tanya Eunhyuk membuka obrolan. “Besok yah? Mmm…kayaknya gak ada. Wae?” Jawab YoonA lalu balas bertanya. “Besok kami mau main ice scating. Kalian mau ikut gak?” Eunhyuk bertanya sambil merapikan letak kerah bajunya yang lusuh. “Mmm…Arraseo.” Jawab YoonA santai tanpa pikir panjang. “Jeongmal?” “Ne.” “Nope kamu berapa? Biar besok kami mudah ngehubungi kalian.” “010-0105-xxx.” “Kalau Eun Seo?” Sambung Donghae. “010-0307-xxx.” Jawab YoonA sambil mengeluarkan HPnya. “Arraseo. Besok kami jemput kalian jam 7 yah.” Eunhyuk tersenyum evil. “Ok.” Eunhyuk lalu mengedipkan sebelah matanya ke arah Donghae yang lagi sibuk menyetir. Donghae pun membalas kedipan mata Eunhyuk yang ditujukan padanya. Lalu mereka saling balas senyuman. Manis sekali senyumnya.

Akhirnya mereka sampai juga di rumah YoonA.

“Nah…ini rumah aku. Kalian gak mau mampir dulu?” Tanya YoonA sambil menunjuk rumahnya. “Ani. Lain kali aja yah. Oya, ntar gimana ngabari Eun Seo rencana kita besok?” Tanya Donghae. “Tenang aja. Ntar biar aku yang bilang ke Eun Seo.” Jawab YoonA sambil menunjuk dirinya. “Ok. Kalau begitu kami pamit pulang yah.” Eunhyuk memberikan senyuman manisnya buat YoonA. Donghae yang melihat aksi Eunhyuk, tidak mau kalah. Dia juga memberikan senyum manis nan hangatnya pada YoonA. Dikira teh manis apa yah. Manis hangat. YoonA yang melihat tingkah aneh dua sahabat ini jadi tersenyum lucu. “Ok. Josimhae.” Balas YoonA. “Paii…” EunHae melambaikan tangan. “Paii…” Balas YoonA sambil melambaikan tangannya ke EunHae. Kini mobil EunHae lama kelamaan sudah tidak terlihat lagi. YoonA segera masuk ke dalam rumahnya.

……………………………………………………………….

Besoknya…

“Hae, kamu udah siap kan? Aku kerumahmu sekarang yah?” Eunhyuk berbicara dengan Donghae lewat HP. “Ye. Udah.” Jawab Donghae. Eunhyuk segera meluncur kerumah Donghae.

Sesampainya di rumah Donghae, Donghae segera masuk kedalam mobil. Mereka menuju rumah YoonA. Ternyata Eun Seo juga sudah berada disana. Jadi mereka tidak perlu lagi repot-repot kerumah Eun Seo. “Silahkan!” Eunhyuk membukakan pintu mobil dan mempersilahkan YoonA masuk kemobil. Sedangkan Eun Seo tidak diperlakukan sama seperti YoonA. Eun Seo bingung. Setelah itu mereka langsung menuju tempat permainan ice scating.

Sesampainya disana, mereka langsung mengenakan sepatu ice scating. Donghae dan Eunhyuk sangat jago bermain ice scating. Beda dengan YoonA dan Eun Seo. Mereka tidak bisa. Tapi dibandingkan dengan Eun Seo, YoonA paling tidak bsa bermain ice scating.

“Eun Seo, kamu bisa main ice scating?” Tanya Eunhyuk sambil mengikat tali sepatunya. “Just little Hyuk.” Jawab Eun Seo sambil menyentil jari telunjuknya dengan jari jempol. Eun Seo kelihatan kesusahan mengikat tali sepatunya. Eunhyuk jadi heran dan berniat membantu Eun Seo. “Wae? Sini biar aku bantu ikatkan.” Eunhyuk langsung jongkok dan mengikat tali sepatu Eun Seo. “Oh…tidak usah. Aku bisa sendiri kok.” Jawab Eun Seo menolak. “Ah…tidak apa-apa.” Eunhyuk tersenyum. Eun Seo begitu senang melihat sikap dan senyum Eunhyuk padanya. “Gomawo Hyuk.” “Ye. Cheonma.” Eunhyuk tersenyum lagi.

Sementara itu, tampak YoonA sedang kesusahan untuk berdiri di area ice scating. Dia kehilangan keseimbangan tubuhnya. Disaat dia hampir berdiri, tiba-tiba… “Bruukkk…” YoonA terjatuh. Eunhyuk dan Donghae yang melihatnya, segera berlari mendekati YoonA. Sedangkan Eun Seo masih tetap berdiri di tempatnya.

“YoonA…” Teriak Eunhyuk. “Neon gwenchana?” Donghae segera membantu YoonA untuk berdiri. “Kenapa kamu gak bilang kalau kamu gak bisa main ice scating?” Donghae merapikan pakaian YoonA yang lecek karna terjatuh. “Iyah. Kalau kamu bilang dari awal, aku psti akan terus menjagamu dan menuntunmu.” Sambung Eunhyuk sambil memeriksa apakah YoonA terluka. “Ah…mian Hyuk, Hae. Aku sudah membuat kalian berdua khawatir. Hehehe…” YoonA tersenyum melihat sikap EunHae yang begitu peduli padanya. “Gomawo Hyuk, Hae.” EunHae mengangguk.

Sementara itu…

“Kenapa mereka berdua begitu perhatian pada YoonA? Apakah mereka menyukai YoonA? Tapi, kenapa mereka tidak memperlakukan aku sama seperti yang mereka lakukan pada YoonA? Huft…Aku iri melihatnya.” Eun Seo menghela napas dan pergi meninggalkan area Ice scating.

Donghae tiba-tiba tersadar bahwa dari tadi dia tidak melihat Eun Seo. “Kemana Eun Seo? Aku dari tadi tidak melihatnya?” Donghae memusatkan perhatiannya disekitar area. “Hyuk, apakah kamu melihat Eun Seo?” Tanya Donghae cemas. “Tadi sih dia disana. Soalnya kami baru aja ngobrol.” Jawab Eunhyuk sambil menunjuk kearah tempat mereka ngobrol tadi. Donghae melihat kearah yang Eunhyuk tunjuk. Tapi Eun Seo tidak ada. “Mana? Gak ada tuh.” “Tadi beneran emang disana. Yoda deh kalau begitu, aku cari Eun Seo dulu.” Eunhyuk memutuskan untuk mencari Eun Seo. “Tunggu. Biar aku aja yang nyari Eun Seo.” Donghae menghentikan langkah Eunhyuk dan mulai mencari Eun Seo. Kini yang tinggal hanya Eunhyuk dan YoonA. “Kemana yah Eun Seo?” tanya YoonA panik. “Tenanglah YoonA. Eun Seo pasti masih di sekitar area ini.” Eunhyuk mencoba menenangkan YoonA. YoonA mengangguk.

Donghae lalu memusatkan perhatiannya pada setiap area ice scating. Tapi hasilnya nihil. Eun Seo tidak ada. Dia mencoba mencari Eun Seo diluar area. Ternyata Eun Seo sedang duduk di bangku taman yang tidak jauh dari area ice scating. Donghae berlari menuju Eun Seo. “Eun Seo…” Panggil Donghae. Eun Seo yang menyadari namanya dipanggil, menoleh ke arah suara itu. “Donghae…” “Aku cari’in dari tadi, eh… ternyata kamu disini.” Donghae langsung duduk disamping Eun Seo. “Mianhae Hae.” “Mmm…ngomong-ngomong kenapa kamu duduk disini?” Tanya Donghae bingung. “Oh…Aku begitu senang dengan pemandangan disini.” Jawab Eun Seo tersenyum. “Wae?” “Karna suasana disini bisa membuat aku tenang jika menghadapi masalah.” “Uhm…Begitu yah.” Donghae menarik napas dan menghirup udara di taman dalam-dalam. “Segarnya…” “Ne…”

“Mmm…Eun Seo…” Panggil Donghae gugup. “Nde?” Eun Seo menoleh kearah Donghae. “A..aku boleh curhat gak?” Donghae tambah gugup. “Kok sampai gugup begitu sih? Tentu boleh donk. Memangnya kamu mau curhat apa Hae?” Eun Seo menepuk bahu Donghae. “Bagaimana cara kita mengetahui kalau kita sedang jatuh cinta?” Tanya Donghae tegas. “Mwo ??? Sarang ???” Eun Seo kaget dengan pertanyaan Donghae. “Ye..Sarang.” “Hmm..cinta itu terasa bila disaat kita bertatapan, jantung akan berdebar-debar, disaat kita mendekat, perasaan akan menjadi hangat, dan disaat kamu ada masalah, ketika melihat wajahnya saja kamu akan kembali tersenyum dan lupa akan masalahmu. Itulah cinta.” Jelas Eun Seo. “Oh…begitu yah.” “Wae? Kok kamu menanyakan hal itu? Apa kamu sedang jatuh cinta?” Eun Seo bertanya dengan nada menyelidiki. “Mwo??? Uhm…itu…” Donghae kembali gugup dengan pertanyaan Eun Seo. “Udah…jujur aja Hae. Kamu lagi jatuh cinta yah?” Nada Eun Seo menggoda.

“Mwo??? Uhm…itu…” Donghae kmbali gugup dgn prtnyaan Eun Seo. “Tuh kan benar. Jatuh cinta sama siapa?” “Hmm…aku malu bilangnya.” Donghae menunduk malu. “Ih… Mulai lagi dianya. Uda…cerita aja Hae sama aku. Aku bisa jaga rahasia kok. Tenang aja. Ok.” Eun Seo mengacungkan jempolnya. “Aku…aku sepertinya menyukai YoonA.” Jawab Donghae gugup. “YoonA???” Eun Seo kaget. “Ye. YoonA.” “Kok bisa?” “Hmm…kenapa yah? Sejak pertama melihatnya ntah kenapa hatiku terasa berdebar gak menentu. Mungkin ini kali yah yang dinamakan cinta pada pandangan pertama?” Wajah Donghae memerah. “Ne. Kamu benar. Ini mungkin yang dinamakan cinta.” Jawab Eun Seo ketus. Eun Seo terlihat aneh mendengar pernyataan Donghae. Dia bingung harus merasa senang atau sedih. Eun Seo senang jika sahabatnya senang. Tapi dia juga sedih karna Eunhyuk dan Donghae menyukai YoonA. Eun Seo merasa tidak ada seorang pun yang memberikan perhatian lebih padanya. Eun Seo juga tidak tau, siapa sebenarnya yang dia sukai. Eunhyuk ataukah Donghae. Mereka berdua adalah namja yang baik. “Eun Seo…Eun Seo…” Panggil Donghae sambil melayang-layangkan tangannya di wajah Eun Seo yang sedang melamun. “Eh…mian Hae.” “Wae Eun Seo? Kamu sakit?” Donghae meletakkan tangannya dikening Eun Seo. Seketika saja pipi Eun Seo memerah. “Ah…ani. Gwenchana Hae.” Eun Seo tersenyum malu. “Arraseo.” Donghae balas tersenyum. “Eun Seo, kamu pernah jatuh cinta?” “Mwo??? Jatuh cinta???” Eun Seo kaget. “Ih…kamu orangnya suka kagetan yah? Ne. Jatuh cinta.” Donghae mendelik. “Uhm…molla.” “Lho???kok molla?” Donghae bingung dengan jawaban Eun Seo. “Maksudnya?” Donghae bingung. “Ah..sudahlah. Jangan dibahas. Mending kita balik aja yuk!” Ajak Eun Seo sambil menarik tangan Donghae pergi. Donghae mengikut saja walau sebenarnya dia masih bingung dengan jawaban Eun Seo.

……………………………………………………………………………..

Sesampainya di area ice scating…

“Itu Eun Seo sama Donghae.” Tunjuk Eunhyuk. “Eun Seo…kamu kemana aja? Aku sampai khawatir loh.” YoonA memeluk Eun Seo. “Mian. Tadi aku hanya ketaman ngelihat pemandangan disana.” “Lain kali klo pergi, kasih tau kami yah.” Sambung Eunhyuk. “Ne..” “Yoda deh kalau begitu kita makan yok!” Ajak Donghae. “Ayo. Lagian aku juga uda lapar nih.” Jawab YoonA. Mereka pun menuju ke mobil dan langsung tancap gas ke resto terdekat.

Sesampainya di resto …

“Mau pesan apa?” Tanya Waiters sambil menyerahkan daftar menu. “Saya pesan salad, minumnya jus apel.” Jawab Donghae. “Aku sama deh Hae. Tapi minumnya jus pisang yah!” “Arraseo. YoonA?” “Sama.”

Eun merasa sedih karna tidak seorang pun bertanya tentang menu pesanannya. “Aku pesan jus pokat aja deh.” Eun Seo menunjuk daftar menu. “Lho??? Kamu gak makan Eun Seo?” Tanya Eunhyuk. “Gak. Aku gak lapar.” Jawab Eun Seo sambil menyerahkan daftar menu pada waiters. “Arraseo. Chamganmaneyo. Pesanan akan segera diantar.” Waiters itu kembali kedapur.

“I’m walkin’ to the day… I’m walkin’ to the day…” Nada sms masuk di hp Eun Seo. Eun Seo membuka hpnya dan membaca isi pesan itu. “Eun Seo, ntar selesai makan, kita ketemuan di toilet yah. Ada yang ingin aku bicarakan padamu. Ok.” Ternyata itu sms dari Eunhyuk. Eun Seo melihat kearah Eunhyuk. Eunhyuk membalasnya dengan snyuman. “Ada apa yah?” Bisik Eun Seo dalam hati.

Gak berapa lama kemudian, pesanan pun datang …

“Silahkan mnikmati.” Ucap Waiters itu. Setelah meletakkan semua pesanan, waiters itu pergi.

Mereka lalu menikmati pesanan mereka masing-masing. “Aku permisi ke toilet sebentar yah.” Eunhyuk pamit dan segera menuju ke toilet. Gak berapa lama kemudian, Eun Seo juga pamit ke toilet. “Aku ke toilet dulu yah.” YoonA dan Donghae mengangguk.

Eun Seo segera menuju toilet dan menemui Eunhyuk yang sudah berdiri didepan pintu toilet yeoja. “Eun Seo…” “Ada apa Hyuk? Kok kamu tiba-tiba ngajak aku ketemuan? Ketemuannya malah di toilet lagi.” Eun Seo bingung.

“Mian Eun Seo. Begini, sebenarnya…” Eunhyuk menghentikan ucapannya. “Wae? Kok kamu jadi gugup gitu Hyuk?” “Sebenarnya besok itu aku mau nembak YoonA. Kamu mau gak bantu’in aku buat ngejalani rencanaku ini?” Jelas Eunhyuk. “Mwo??? Kamu serius???” Eun Seo kaget bukan kepalang. Hari ini 2 orang namja curhat padanya kalau mereka menyukai 1 yeoja yang sama. Yaitu YoonA. “Aku serius Eon Seo. Jebal.” Eunhyuk bermohon agar Eun Seo mau membantunya. “Apa yang bisa aku lakukan Hyuk?” “Kamu cukup ngajak Eun Seo ke danau dekat urmahnya. Nah, ntar disitu aku akan nyatain perasaanku padanya. Eotteo???” Eunhyuk menaik-naikkan sebelah alisnya. “Arraseo Hyuk.” “Jeongmal gomawo.” Eunhyuk menggenggam tangan Eun Seo.

Seketika jantung Eun berdebar kencang. “Ne…” Jawab Eun Seo mengangguk.

Mereka kembali menemui Donghae dan YoonA.

“Kok lama amat ke toiletnya? Trus kalian kok bisa barengan? Hayo…kalian ngapain?” Tanya Donghae curiga. “Ah…apa’an sih Hae. Uda, lanjut lagi makannya!” Eunhyuk mengalihkan pembicaraan. “Aku benar-benar gak tau harus bagaimana. Aku gak tau perasaan apa yang sedang aku rasakan sekarang ini. Kenapa hatiku begitu sedih mendengar pernyataan Donghae dan Eunhyuk. Ada apa denganku?” Ucap Eun Seo dlam hti. Eunhyuk mengalihkan pembicaraan. “Aku benar-benar gak tau harus bagaimana. Aku gak tau perasaan apa yang sedang aku rasakan sekarang ini. Kenapa hatiku begitu sedih mendengar pernyataan Donghae dan Eunhyuk. Ada apa denganku?” Ucap Eun Seo dalam hati. Malamnya…

“You are the one, ojik nomani ne sarang…you are the song… Tiiitt… Yeoboseyo.” Eun Seo mengangkat hpnya. “Yeoboseyo. Eun Seo, ini aku Donghae.” Ternyata yang menelpon Eun Seo adalah Donghae. “Oh…Iya Hae. Wae?” “Langsung aja yah aku ngomongnya. Besok kamu bisa bantu aku latihan buat nyata’in perasaan pada YoonA gak?” “Mwo??? Latihan???” Eun Seo kaget. “Tuh kan, penyakit kagetannya kumat lagi. Iyah Eun Seo. Latihan mengungkapkan perasaan.” Jelas Donghae. “Hmm…arraseo. Jam berapa?” “Jam 10. Ntar aku jemput kamu.” Jawab Donghae. Baguslah jam 10, karna jam 9 nya aku harus ngebantu’in dia buat nyata’in perasaannya pada YoonA. “Arraseo.” “Jeongmal gomawo Eun Seo.” “Ne…” Eun Seo lalu menutup telpon dari Donghae. “Pertama Eunhyuk yg mau nembak, sekarang Donghae. Arrgghh,..aku bingung.” Eun Seo berteriak dengan histeris.

Eun Seo semakin envy dengan YoonA. “Beruntung sekali YoonA. Bisa disukai sama 2 namja keren skaligus. Aku juga mau.” Eun Seo menghela napas.

Besoknya…

“Yeoboseyo.” Eun Seo menjawab telpon dari Eunhyuk. “Eun Seo, gimana? Kamu udah bilang ke YoonA buat datang kemari?” “Belum Hyuk. Ni baru mau aku telpon. Aku tutup dulu yah telpon kamu. Biar aku ngehubungi YoonA dulu.” “Ok.” Eun Seo menutup telpon Eunhyuk lalu menekan nomor YoonA. “Tuutt…Yeoboseyo.” YoonA menjawab telpon Eun Seo. “YoonA, kamu bisa ketaman sekarang?” “Bsa. Wae?” “Ntar aku kasih tau. Sekarang kamu datang dulu aja ketaman. Aku tunggu yah.” “Ok.” Eun Seo menutup telpon dan langsung menuju taman.

………………………………………………………………

Ditaman …

Eunhyuk sudah tiba dan berdiri di danau. Eun Seo yang melihatnya langsung menghampiri Eunhyuk. “Hyuk..” Panggil Eun Seo. “Eh..Eun Seo. Kamu sudah datang. Dimana YoonA?” Eunhyuk mencari sekeliling taman. “Sebentar lagi dia datang.” Jawab Eun Seo.

Gak berapa lama, YoonA tiba juga. Tapi, sebelum YoonA tiba, Eun Seo sudah bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari tempat mereka.

“Lho??? Eunhyuk? Sedang apa kamu? Kok kamu bisa ada di sini?” Tanya YoonA heran. Dia tidak melihat Eun Seo. Malah yang dia lihat adalah Eunhyuk. “Oh…aku…aku sedang melihat pemandangan indah di danau ini.” Jawab Eunhyuk berbohong. “Mmm…” YoonA mengangguk. “Apa kamu melihat Eun Seo?” “Anio. Dari tadi aku d sini dan tidak melihat Eun Seo. Wae?” “Tadi Eun Seo nyuruh aku datang kesini. Katanya ada yang ingin dia bicarakan.” “Oh…Begitu.”

“Cause you are so beautiful…” hp YoonA berdering. “Yeoboseyo.” “Yeoboseyo. Hya… YoonA, mianhae. Aku gak bisa datang ke sana. Soalnya tiba-tiba saja ada urusan mendadak. Mian.” Sahut Eun Seo dari hp. “Oh…begitu yah. Arraseo.” YoonA menutup Hpnya.

“Wae?” “Hmm…Eun Seo gak jadi datang. Dia ada keperluan mendadak.” Jawab Eun Seo lemas. “Oh…kok kamu jadi gak bersemangat gitu? Kalau Eun Seo gak ada, kan masih ada aku.” Eunhyuk mengedipkan sebelah matanya. “Hahaha…apa’an sih kamu Hyuk.” YoonA tertawa. “Hmm…YoonA.” Panggil Eunhyuk. “Nde???” “Ada yang ingin aku katakan sama kamu.” Eunhyuk tertunduk dan tidak berani menatap mata YoonA. “Mwo???” “Hmm…nan…hmm…” Eunhyuk gugup. “Kamu mau bilang apa Hyuk? Kok sampe segitu gugupnya?” YoonA heran. “Sebenarnya…Nan…Nan chuae.” Akhirnya Eunhyuk berhasil mengutarakan perasaannya. “Mwo???” YoonA terkejut mendengar pernyataan Eunhyuk. “Ne. Nan Chuae. Nae Yeojachingu halkkayo?” tanpa buang – buang waktu, Eunhyuk langsung bertanya apakah YoonA mau menjadi pacarnya. “Mwo??? Chua?? Yeojachingu??” YoonA masih tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar.

“Eotteo? Nae yeojachingu halkkayo?” Eunhyuk bertanya lagi.

“Hmm…mianhae Hyuk. Aku tidak bisa menjawabnya sekarang. Ini terlalu mengejutkan buatku.” Jawab YoonA sambil menatap Eunhyuk. “Wae YoonA? Apa kamu tidak menyukaiku?” Eunhyuk kecewa. “Bukan begitu. Aku belum bisa memutuskannya. Dilain sisi aku juga sepertinya menyukaimu, tapi di sisi lain…Hmm…kayak ada kebimbangan dihati aku. Aku seperti galau.” Jawab YoonA. “Aku butuh waktu Hyuk untuk menjawabnya. Aku mohon pengertian kamu.” “Arraseo. Aku mengerti. Hmm…kalau begitu aku pergi duluan yah! Paii.” Eunhyuk berlalu meninggalkan YoonA. “Mianhae Hyuk.”

Sementara itu…

“Eunhyuk…” gumam Eun Seo dari balik pohon. “I’m walkin to the day…I’m walkin…Tiit..Yeoboseyo.” HP Eun Seo berdering. Ternyata yang menelpon Eun Seo adalah Donghae. “Yeoboseyo. Eun Seo. Kamu dimana?” Tanya Donghae. “Aku lagi di danau tempat biasa Hae. Kamu datang aja kesini! Disini jaga ada YoonA.” “Jeongmal? Baiklah, aku akan segera kesana.” Donghae menutup telponnya dan langsung menuju ke danau.

……………………………………………………………….

Sesampainya didanau…

“Donghae…” Panggil Eun Seo sambil melambaikan tangannya. “Eun Seo.” Donghae lalu menghampiri Eun Seo. “Dimana YoonA?” Tanya Donghae bingung karna dari tadi dia tidak melihat YoonA. “Itu. Disana.” Jawab Eun Seo sambil menunjuk kearah YoonA. “Uhm…baiklah, latihannya aku mulai yah!” Donghae mengeluarkan setangkai bunga tulip. “Arraseo.” Donghae lalu berlutut didepan Eun Seo. “Hmm…YoonA, aku suka kamu, mau jadi pacarku?” “Cut…cut…lebih romantis dikit donk!” Kritik Eun Seo. “Ne. Ekhem…YoonA, sejak pertama melihatmu, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda di diriku. Sepertinya aku menyukaimu. Nae yeojachingu halkkayo?” Ekspresi wajah Donghae begitu menakjubkan. Sangat bagus. Sampai-sampai Eun Seo tercengang mendengar pernyataan Donghae. “Andai aja kata-kata ini buat aku. Pernyataan ini bukanlah sebuah latihan melainkan sebuah kenyataan. Hufftt…” Ucap Eun Seo dalam hati sambil menatap Donghae.

“Eun Seo…Son Eun Seo…” Panggil Donghae yang bingung melihat Eun Seo yg tiba-tiba melamun. “Eh…Ne. Mian Hae.” Jawab Eun Seo sambil mengusap kedua matanya. “Jawab donk pernyataanku!” Perintah Donghae sambil memegang tangan Eun Seo. Wajah Eun Seo memerah. “Mmm…Ne. Nado Chuae. Aku mau kok jadi yeojachingu kamu.” Balas Eun Seo sambil menerima bunga tulip pemberian Donghae. “Bagus. Sekarang saatnya mengungkapkan perasaan yang sesungguhnya pada orang yang sesungguhnya. Eun Seo, Gomawo.” Donghae memegang bahu Eun Seo. “Uhm.” Jawab Eun Seo mengangguk. Donghae segera menuju ke arah YoonA.

“YoonA…” Sapa Donghae. “Donghae…” Balas YoonA sambil mendelikkan matanya. “Kamu sedang apa disini?” Donghae lalu berdiri tepat dihadapan YoonA. “Aku tadi habis ngobrol sama Eunhyuk. Awalnya aku ada janji sama Eun Seo ketemuan disini. Tapi, kata Eun Seo dia ada kepentingan mendadak, ya uda deh, karna disini tadi juga ada Eunhyuk, aku jadi ngobrol sama dia.” Jelas YoonA. “Eunhyuk??? Ngobrolin apa?” Tanya Donghae menyelidiki. “Ah…Anio. Hanya obrolan biasa aja.” Jawab YoonA gugup. “Uhm…YoonA!” “Nde???” “Boleh aku jujur satu hal padamu?” “Kure. Mwo???” Tanya YoonA bingung. Donghae lalu memegang tangan YoonA. YoonA kaget. “Semenjak awal aku melihatmu, entah kenapa tiba-tiba ada perasaan yang begitu janggal dihatiku. Setelah aku selidiki, ternyata perasaan itu semakin kuat. Nan…Nan chuae.” Jelas Donghae sambil menggenggam erat tangan YoonA. “Mwo??? Chua???” Tanya YoonA kaget. “Ne. Nan Chuae. Nae Yeojachingu halkkayo?” Donghae lebih memperjelas maksud dari perasaannya. “Yeojachingu?” YoonA semakin terkejut dengan kejadian hari ini. Dalam hari yang bersamaan, 2 namja menyatakan cinta padanya. Dia benar-benar galau sekarang. Kedua namja ini adalah namja yang disukai YoonA. Tapi dia bingung harus memilih siapa. Dia belum tau hatinya itu sebenarnya sudah terisi cinta Eunhyuk atau Donghae. “Hae…Aku butuh waktu buat ngejawab semuanya!” YoonA berlalu pergi meninggalkan Donghae. “YoonA…YoonA…” Donghae berteriak sambil mengejar YoonA. Tapi percuma aja karna YoonA sudah tidak terlihat lagi. Donghae berjalan lesu ke arah Eun Seo. “Hae…” Eun Seo mengelus pundak Donghae. “YoonA bilang dia butuh waktu buat ngejawab perasaanku.” Ucap Donghae sambil menekuk wajahnya. “Uhm…” Eun Seo mengangguk pelan. Oh iya. Tadi YoonA bilang kamu sama dia mau ketemuan, terus disini juga kebetulan ada Eunhyuk. Maksudnya apa Eun Seo?” Donghae bingung. “Oh…anio. Itu hanya kebetulan aja kok.” Jawab Eun Seo gugup. “Hya…Apa kamu sudah buat janji disini dengan Eunhyuk juga?” Donghae kesal.

“Ne.” Eun Seo mengangguk. “Ada hubungan apa kamu dengan Eunhyuk?” Donghae bertanya seperti polisi yang sedang mengintrogasi seorang tersangka.

“Urineun Chingu-ah.” Jawab Eun Seo. “Hya…Kenapa aku jadi tiba-tiba cemburu begini yah mendengar Eun Seo dan Eunhyuk dekat. Ada apa ini? Apa aku juga menyukai Eun Seo?” Bisik Donghae dalam hati. “kenapa Donghae bersikap seperti ini? Apa dia cemburu? Ah…rasanya tidak mungkin. Dia kan menyukai YoonA.” ucap Eun Seo dalam hati. “Arraseo. Aku antar kamu pulang sekarang. Ja.” Donghae mengajak Eun Seo pulang. Eun Seo mengangguk.

Sesampainya dirumah Eun Seo…

“Gomawo buat hari ini yah Eun Seo.” “Ne.” Jawab Eun Seo tersenyum. “Baiklah, aku pulang dulu yah. Paii.” Donghae melambaikan tangannya. “Josimhae.” Balas Eun Seo sambil membalas lambaian tangan Donghae.

Dikamar Eunhyuk…

Eunhyuk sedang asik ngelamunin semua kejadian-kejadian bersama YoonA. Tapi tiba-tiba saja wajah Eun Seo munculnya di ingatannya. “Eun Seo. Kenapa aku jadi mengingatnya? Wae? Mungkin wajar saja kalau aku menyukai Eun Seo. Karna dia begitu baik. Tapi, Siapa yang aku sukai?” Eunhyuk tersenyum sambil menjatuhkan tubuhnya di spring bed.

Dikamar YoonA …

“Omo, hari ini EunHae menyatakan perasaannya padaku. Eotteohke? Eunhyuk, dia adalah namja impianku. Tapi Donghae adalah namja yang begitu baik padaku. Siapa yang aku sukai?” YoonA melempar bantalnya ke pintu kamar.

Dikamar Donghae …

“Kenapa aku tiba-tiba jadi begitu cemburu melihat kedekatan Eunhyuk dan Eun Seo yah? Apa aku juga menyukai Eun Seo? Arrgghhh…Siapa yang aku sukai?” Donghae memukul kepalanya dengan bantal.

Dikamar Eun Seo …

“Donghae…Eunhyuk…Eunhyuk…Donghae…Siapa yang aku sukai?” Eun Seo berteriak histeris.

Besoknya…

Mereka berempat memutuskan untuk bertemu. Ketika bertemu, tidak ada yang berani berbicara duluan. Suasana begitu hening dan sekitar pun menjadi dingin. “Nan…” Mereka berempat berbicara secara bersamaan. “Kamu duluan deh!” Mereka berempat saling tuduh untuk berbicara duluan. “Arraseo…arraseo. Aku yang akan berbicara duluan.” YoonA akhirnya mengalah dan memulai pembicaraan. “Setelah tadi malam aku pikir-pikir, aku…aku…sebenarnya orang yang kusukai itu…Mmm…adalah…” YoonA gugup. “Nugu?” Tanya Eun Seo penasaran. “Mmm…sebenarnya orang yang kusukai dari awal itu Eunhyuk.” Jawab YoonA tegas. “Jeongmal???” Eunhyuk memegang tangan YoonA. “Uhm…” YoonA mengangguk sambil tersenyum. “Hae…mian.” YoonA meminta maaf kepada Donghae karna dia telah menolak perasaannya. “Hya…justru akulah yang seharusnya minta maaf.” Donghae tersenyum. “Wae?” YoonA bingung. “Mungkin saat itu, aku hanya terbawa perasaan sesaat. Sesungguhnya aku tidak menyadari bahwa ada seseorang yang benar-benar aku sukai. Aku menyadari itu semua sejak perhatiannya terbagi ke orang lain. Aku begitu cemburu melihatnya. Kini aku tau siapa yeoja yang benar-benar telah mengisi kekosongan hatiku, Eun Seo. Yeojachingu ku.” Jelas Donghae sambil menggenggam erat tangan Eun Seo. “Donghae…” Ucap Eun Seo sambil tersenyum. “Jeongmal???” Tanya Eun Seo tidak percaya. “Uhm…kamu lah yeoja yang aku sukai. Karna ku yakin, hatiku akan menuntunku menemukan cintaku. Nae yeojachingu halkkayo?” Donghae menatap Eun Seo begitu dalam. “Uhm…kure.” Jawab Eun Seo dengan mata brkaca-kaca. “Awalnya aku juga bimbang. Siapa namja yang sebenarnya aku sukai. Tetapi disaat aku mengingatmu, aku begitu bahagia.” “Eun Seo, gomawo.” Donghae lalu memeluk Eun Seo.

“YoonA… Awalnya juga aku merasa bingung. Aku merasa bahwa aku juga menyukai Eun Seo. Tapi setelah aku pikir, rasa suka aku itu hanya sebatas chingu. Itu karna dia adalah teman ku yang baik. Dan kamu, yeojachingu ku. Gomawo.” “Hyuk, aku bahagia sekali hari ini. Kini aku sudah tidak merasa bingung harus memutuskan siapa dengan siapa. Jalan cintaku yang sesungguhnya adalah tepat ditrotoar hatimu.” Eunhyuk dan YoonA juga saling berpelukan.

Kini mereka sudah menemukan pengisi hati mereka masing – masing.

 

 

Donghae & Son Eun Seo

Eunhyuk & YoonA

 

*END*

 

Gamsahamnida chingudeul yang udah baca FF ku ini …

*Ih, pede’ amat sih FF nya bkal dibaca …

*Biarin :p

 

Ok…

 

Annyeong …:*

 

*Hae_ZyWon*

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s