ALWAYS FOR YEONGWONHI

❤ ALWAYS FOR YEONGWONHI❤

 

Cast : park Dae kyeon (ocs)

Lee Donghae

Kim shin yeong (ocs)

 

Hay! Kali ini ff nya agak sedikit melow tapi nggak tau melow apa nggak.. Tolong yang mau protes jangan dulu karena aku sedang ada masalah, jadi tolong mengerti kalau ff ini ambur adul.

+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+_+

 

Shin yeong duduk di ruang tengah sambil menggedong bayinya yang baru berusia 3 bulan, dia selaku istri kedua Donghae selalu berusaha bersikap baik kepada istri pertama Donghae park Dae kyeon yang sudah di anggap seperti adiknya sendiri mengingat usianya lebih tua. Dia sadar dia dulu hanya orang ketiga yang sangat tergila pada Donghae bahkan rela menjadi selingkuhan Donghae hingga akhirnya kini dia bisa menjadi istri Donghae.

“Dae kyeon tolong gendong shina sebentar, aku mau membuatkan makanannya” ucap shin yeong menyerahkan bayi mungil itu pada Dae kyeon.

“Ne. Sini sayang sama Dae kyeon umma” ucap Dae kyeon yang menerima bayi mungil itu.

“Sayang aku berangkat dulu” ucap Donghae mencium kening Dae kyeon dan kemudian beralih ke kening putri. “Kemana Shin yeong?”

“Membuatkan makanan shina”

“Owh! Ya sudah aku berangkat dulu” donghae menjajarkan tingginya dengan parut Dae kyeon dan membelai perutnya”Anak appa cepatlah lahir appa dan umma menantikanmu”

“Dia masih 4 bulan oppa, masih lama kehadirannya”

“Hehehe…” Donghae hanya terkekeh kamudian melangkahkan kakinya keluar rumah.

“Oppa sudah pergi” tanya shin yeong sambil mengaduk bubur bayinya.

“Ne, dia baru saja keluar” jawab Dae kyeon.

“Dia semangat sekali bekerjanya”

“Dia memang pekerja keras bahkan sebelum kami menikahpun dia jarang punya waktu untukku. Bisa dihitung dia kencan denganku berapa kali”

“Wah! Donghae oppa pantas sekarang overprotective dengan kehamilanmu. Kalau dengan kehamilamku dulu semua diluar dugaan malam itu kejadian juga karena dia menolongku”

“Aku tau. Dia sudah menjelaskan semua padaku jika kejadian itu memang tidak sengaja tapi aku bangga padanya dia mau bertanggung jawab padamu”

“Dulu dia sangat bersalah padamu waktu aku memberitaunya aku hamil. Dia sangat mencintaimu”

 

-Di dorm super junior-

Donghae duduk dipojokan sambil meminum air minumnya setelah latihan bersama hyung dan dongsaengnya untuk comeback super junior.

“Ah aku capek sekali. Gerakannya rumit” keluh kyuhyun yang masih belum bisa hafal dengan gerakannya.

“Istirahatlah dulu. Nanti berlatih lagi” tutur sang leader.

“Ne”

“Hae. Bagaimana kabar keponakanku? Apa dia baik-baik saja?” tanya eunhyuk yang duduk tak jauh darinya.

“Ne. Mereka baik-baik saja shina maupun anak yang sedang dikandung Dae kyeon” jawb Donghae.

“Aku kangen sama shina kapan kau ajak dia ke dorm” tambah sungmin.

“Kalian saja yang datang ke rumah, shin yeong dan Dae kyeon pasti senang kalian datang”

“Wah! Hyuk kapan kau menikah dengan chaekyu masa kalah dengan Hae” seru heechul.

“Tenang saja nanti aku akan menikahinya jika dia sudah menyelesaikan kuliahnya”

 

Malam ini Donghae mendapat giliran siaran di sukira bersama dengan kyuhyun dan juga yesung.

“Aku ingin cepat pulang! Aku sudah merindukan my angel” keluh Donghae.

“Sabar hyung kurang setengah jam lagi. lagi pula kau bisa menelpon Dae kyeon” sergah kyuhyun geleng-geleng.

“Dia pasti sudah tidur lagi pula ini sudah lewat tengah malam”

“Makanya sabarlah Hae. Sebentar lagi kau bisa pulang dan bertemu dengan kedua malaikatmu itu.”

“Kenapa Dae kyeon mau menerimamu dan shin yeong hyung, padahal kalau dia bercerai darimu aku dan eunhyuk mau menjadikannya istri” seru kyuhyun.

PLETAK… PLETAK…

Dua jitakan dari Donghae dan yesung langsung mendarat di dahinya.

“Ya! Hyung appo! Kau kira kepalaku batu apa main jitak”

“Sekali lagi kau bilang begitu ku patahkan tulangmu. Kau dengan hyuk suka sekali menggoda bidadariku tapi jangan harap kalian bisa memilikinya”

“Aish! Kau kemaruk juga sudah punya Dae kyeon malah selingkuh lagi dengan Shin yeong sampai punya anak lagi. ckckckck…”

“Kyuhyun jaga bicaramu kalau ada yang dengar bagaimana? Bukankah kita semua sudah tau alasan Hae menikahi shin yeong? Kenapa kau masih mempertanyakannya lagi?” ucap yesung datar.

“Aku kasihan dengannya hyung. Apalagi waktu mengetahui Hae menghamili shin yeong? Aku sayang menyayanginya seperti saudaraku apalagi usia kami hampir sama”

“Bukankah kau juga sudah lihat aku dipukuli hyukjae waktu itu? Untung ada Teukie kalau tidak habislah nyawaku”

“Awas saja kalau kau buat Dae kyeon menangis”

“Ne dongsaengku tersayang”

 

Pukul 3 pagi Donghae membuka pintu rumahnya yang sudah gelap. Kemudian menuju lantai 2 dimana letak kamarnya berada, Donghae berfikir bahwa kedua istrinya pasti sudah tidur.

Dia membuka kamar yang sebelah kanan perlahan dan melihat shin yeong yang sudah tertidur pulas dengan putrinya, kemudian Donghae menuju kekamar sebelah kiri dan mendapati Dae kyeon sedang tertidur sambil memeluk boneka ikannya.

Donghae mendekatinya dan mencium kening Dae kyeon lembut, Dae kyeon menggeliat dan membuka matanya. “Oppa…”

“Aku membangunkanmu sayang” ucap Donghae membelai pipi Dae kyeon.

“Gwaencha oppa”

“Aku mandi dulu sayang”

“Ne, jangan lama-lama oppa aku ingin tidur memelukmu”

“Ne sayang”

Donghae beranjak dari duduknya menuju kamar mandi dan melepas pakaiannya, kemudian menyalakan shower air hangat untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang menepel, dia tak mau istrinya menunggu terlalu lama.

Donghae keluar kamar dan mendapati istrinya sedang menarik selimut sebatas dadanya. “Kau kedinginan..”

Dae kyeon hanya mengangguk membuat Donghae langsung masuk kedalam selimut dan membawa Dae kyeon kedalam pelukannya. Donghae merasa istrinya sangat memebutuhkan pelukannya saat ini.

“Tidurlah ini sudah jam setengah 4”

“Ne oppa”

Dae kyeon memcoba memejamkan matanya sambil tetap memeluk suaminya dengan erat dan membenamkan kepalanya di dada bidang Donghae.

 

Keesokan harinya.

Hari ini Donghae mendapat libur satu hari sebelum acara comeback nya digelar. Donghae duduk disamping shin yeong yang sedang menyuapi shina makanan bayi sedangkan Dae kyeon menyiapkan sarapan pagi ini.

“Anak appa memang lucu makanya adjushimu pada suka padamu” canda Donghae sambil memperlihatkan senyumnya pada putrinya.

“Dia mirip sekali denganmu oppa. Semoga anak Dae kyeon tidak mirip denganmu lihat wajah ikanmu ada pada shina, kekekeke” ucap shin yeong bergurau.

“Aku mau anak Dae kyeon jadi jagoan karena aku yakin anakku kali ini laki-laki, hahahahaha….”

“Kau yakin sekali oppa” sahut Dae kyeon dari dapur.

“Tentu saja karena aku ini appanya jadi aku bisa merasakannya”

“Terserah saja. Oppa kenapa oppadeul lama tidak kesini aku kangen dengan mereka” ucap Dae kyeon.

“Nanti mereka juga kesini” ucap Donghae yang beranjak mendekati meja makan.

“Jinjja?” ucap Dae kyeon memastikan.

“Ne, mereka kemarin bilang mau kesini menghabiskan masakanmu”

“Untung saja aku tadi masak porsi besar, hehehehe”

Ting tong….

“Biar aku saja yang buka, kau lanjutkan saja menyiapkan makanan ini” ucap Donghae beranjak dari tempat duduknya menuju pintu depan.

“Anyong…” seru semua member super junior.

“Sudah ku duga pasti kalian yang datang” ucap Donghae.

“Dimana shina?” seru sungmin yang langsung masuk mendahului hyungnya. “Shina adjushi datang….” seru sungmin yang langsung menghampiri shina yang sedang disuapi oleh shin yeong.

“Wah sudah lama tidak ketemu sungmin-ssi” sapa shin yeong.

“Ne nuna. Sejak kelahiran shina kami sibuk dengan comeback jadi tidak sempat mengunjungimu”

“Ayo oppadeul kita sarapan bersama” seru Dae kyeon.

“Ne, kami datang” seru mereka serempak.

Kini semua duduk diruang makan rumah Donghae yang memang besar jadi cukup untuk menampung semua member super junior.

Selesai makan semua berkumpul diruang tengah sedangkan shin yeong menidurkan shina di dalam kamarnya.

“Wah! Perutmu sudah mulai besar ya Dae kyeon” ucap eunhyuk menggoda.

“Ne oppa. Mungkin karena memang sudah waktunya membesar oppa” ucap Dae kyeon malu-malu.

“Wah semoga keponakanku perempuan biar bisa ku dandani dengan cantik bersama heechul hyung” ucap sungmin.

“Aku mau laki-laki hyung biar bisa ku ajak main game dan futsal” seru kyuhyun tidak mau kalah.

“Perempuan”

“Laki-laki hyung..”

“Aish! Aku yang bakal jadi appa kenapa kalian yang ribut” sergah Donghae memisah pertengkaran keduanya.

Dae kyeon hanya terkekeh melihat kelakuan oppadeul, merekalah keluarga Dae kyeon yang baru setelah appa dan eomanya meninggal setahun lalu.

“oppadeul kalian sungguh lucu, nanti aku akan memberikan keponakan kembar untuk kalian, hehehehe” ucap Dae kyeon terkekeh.

“Saeng kau mau lihat kami lusa diacara comeback!” tawar heechul.

“Aku ingin sekali lihat tapi bagaimana dengan shina dan shin yeong eoni jika aku pergi.” Tolak Dae kyeon secara halus.

“Kau benar juga. Shina tidak mungkin diajak soalnya dia masih kecil” tutur siwon.

“Bawa saja shina dan ibunya juga untuk melihat kami. Bereskan” ujar Teukie.

“Iya, iya…. kau memang leader terhebat” ucap yesung yang langsung disetujui oleh yang lain.

“Terserah saja asal kalian senang” ucap Donghae pasrah.

“Gomawo oppa”

“Ne sayang”

 

Malam dimana super junior comeback.

Semuanya tampak dandan maskulin dan keren menunjukan kharisma masing-masing. Sungmin dari tadi hanya main dengan shina bersama eunhyuk dan Dae kyeon sementara shin yeong membantu yang lain membenahi dandanan stylish.

“Dae kyeon bagaimana tampilanku” tanya eunhyuk dengan nada genitnya.

“Keren oppa” jawab Dae kyeon.

“Tapi tetap cantikan aku, tidak ada yang bisa menandingi kecantikanku sebagai cinderella” sahut heechul.

“Dari kami semua siapa biasmu Dae kyeon! Kalau shin yeong jangan ditanya dia pasti pilih Donghae sebagai biasnya” cerocos Kyuhyun yang menuju kearah Dae kyeon.

“Biasku adalah……. emh…”

“Siapa?” tanya shindong penasaran.

“Dia adalah… eunhyuk oppa” ucap Dae kyeon malu-malu.

“Kyaaa.. kau menyukai raja yadong daripada suamimu” seru Donghae tidak terima.

“Ya fishy, walau bagaimanapun tetap saja dia ini fensku”

“Ayo kita siap-siap! Sebentar lagi kita perfome” ujar Teukie.

“Ne”

Shin yeong dan Dae kyeon duduk dideretan bangku paling depan untuk menyaksikan suaminya perfome. Pertama dibuka oleh lagu shining star kamudian dilanjutkan oleh lagu sorry-soory dance. Semua ELF tampak bergembira melihat idolanya tampil keren dipanggung, bahkan banyak yang berteriak saranghe.

Selesai perfome mereka semua berkumpul lagi diruang rias, Kyuhyun meminum air mineral yang diserahkan Dae kyeon padanya.

“Ah! Akhirnya selesai juga aku ingin cepat ke dorm dan tidur” celetuk yesung.

“Aku mau ke toilet dulu” pamit Dae kyeon.

“Perlu ku temani” ucap Donghae yang overprotective.

“Tidak usah oppa aku tau toiletnya ada disebelah mana”

“Atau mau ku antar” ucap eunhyuk genit dan langsung mendapat jitakan dari couplenya.

Dae kyeon hanya terkekeh pelan kemudian keluar ruangan menuju toilet melewati lorong-lorong gedung perform super junior.

Cukup lama Dae kyeon pergi membuat Donghae sedikit panik.

“Aku susul saja dia di toilet masa sudah 15 menit Dae kyeon tidak kembali, aku takut ada apa-apa.” ucap Donghae akhirnya.

“Aku ikut oppa” seru shin yeong.

“Kau disini saja biar eunhyuk dan kyu yang menemaniku” ucap Donghae melangkah pergi bersama eunhyuk dan kyuhyun.

Donghae bersama eunhyuk dan kyuhyun menyusuri lorong menuju kamar mandi. Suasana lorong sepi mencekam membuat eunhyuk sedikit ketakutan dan memegang kyuhyun yang berjalan di depannya.

“Apa sih hyung. Kau membuatku kaget saja” bentak kyuhyun yang terkejut karena ulah eunhyuk.

“Aku merinding kyu!”

Donghae hanya bisa geleng-geleng melihat keduanya, didepan kamar mandi ketiganya menunggu dan mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban sama sekali. Eunhyuk sedikit ketakutan ditengah suasana yang sepi senyap dan mencengkam membuatnya semakin merinding sedangkan kyuhyun dan Donghae sibuk mengetuk pintu dan memanggil nama Dae kyeon.

“Apa mungkin Dae kyeon sudah kembali hyung, di ketuk tidak ada jawaban apalagi suasana juga sepi begini” ucap kyuhyun memberikan asumsinya.

“Kalau sudah kembali yang lain pasti menghubungi kita” ucap Donghae memberi tanggapan.

“Apa kita masuk saja” sahut eunhyuk.

“Aish! Kenapa tidak terfikirkan dari tadi” ucap Donghae menjambak rambutnya sendiri.

Kemudian mereka bertiga masuk dan mendapati Dae kyeon tergeletak pingsan bersimbah darah sepertinya terpeleset sewaktu mencuci tangannya.

“Aish! Sayang.. ireon…” ucap Donghae menepuk-nepuk pipi Dae kyeon.

“Oppa…” sahut Dae kyeon lemas dan memucat.

“Hyung! Cepat bawa dia ke rumah sakit bersama eunhyuk, aku akan memberitau yang lain” ucap kyuhyun.

“Ne.”

Donghae mengangkat tubuh Dae kyeon dan membawanya keluar dari dalam toilet diikuti dengan eunhyuk yang berjalan mengikutinya, sedangakn kyuhyun berlari menuju ruang tata rias untuk memberitau yang lain dengan tampang ngos-ngosan karena berlari.

“Mana mereka, kenapa kau berlari seperti itu?” tanya Heechul yang melihat kyuhyun sendirian.

“Itu… Dae kyeon terjatuh di toilet dan mereka membawanya ke rumah sakit” jawab kyuhyun setelah mengatur nafasnya.

“Apa???” teriak semua yang ada diruangan itu.

“Ayo kita segera kesana.” Ucap shin yeong sambil menggendong shina yang sedang terlelap dalam gendongannya.

“Kau lebih baik pulang dulu istirahatlah kasihan anakmu, biar Teukie yang mengantarmu, sedangkan kalian pulanglah ke dorm istirahat biar aku dan kyuhyun yang memastikan Dae kyeon” tutur heechul tegas.

“Ne. Baiklah! Kalau ada apa-apa hubungi kami” ujar sungmin.

“Ne”

Setelah itu semua bergegas melakukan sesuai yang diperintahkan oleh Heechul.

 

-Hospital-

Kyuhyun dan Heechul mendapati Donghae sedang mondar-mandir didepan UGD dengan di dampingi Eunhyuk yang berusaha menenangkan couplenya itu. Mereka mengetahui sirat kecemasan diwajah Donghae.

“Bagaimana keadaannya Hae” tanya Heechul yang menghampirinya.

“Dia sedang ada didalam, aku sangat khawatir dengannya apalagi bayi kami” jawab Donghae dengan wajah frustasinya.

“Tenanglah hyung! Dokter sedang berusaha yang terbaik untuk istri dan anakmu” nasehat kyuhyun bijaksana.

“Hyuk kau pulanglah beritau yang lain mereka pasti juga cemas, biar aku dan kyuhyun yang disini menemani Hae” perintah Heechul.

“Ne, hyung! Aku pamit dulu” ucap Eunhyuk yang melangkahkan kakinya mmenjauhi rumah sakit.

Setelah satu jam menunggu dokter keluar dari ruang UGD dengan wajah penuh penyesalan dan lelah.

“Bagaimana keadaan istri saya?” tanya Donghae.

“Dia masih belum sadar, dia sedikit kaget dan mian kami sudah berusaha keras untuk menyelamatkan bayinya tapi Tuhan mengambilnya” jawab sang Dokter dengan wajah sesal.

Donghae tampak langsung frustasi mendengar penuturan sang Dokter, tubuhnya merosot sepeninggalan sang Dokter tersebut. Dengan sigap Heechul dan Kyuhyun menangkapnya dan membantunya bediri. “Tenanglah hyung. Jangan seperti ini Dae kyeon pasti akan tambah sedih setelah kehilangan bayinya dan melihatmu seperti ini” tutur kyuhyun.

“Kyuhyun benar Hae, kau harus tegar dan tabah mungkin memang belum waktunya bayimu lahir” tambah Heechul.

 

Keesokan harinya Donghae belum beranjak dari sisi Dae kyeon, Shin yeong datang membawakan beberapa beberapa baju yang mungkin dibutuhkan. Sementara Heechul dan Kyuhyun pulang ke dorm untuk istirahat sejenak.

“Oppa. Istirahatlah biar aku yang menjaga Dae kyeon, kau butuh istirahat” tutur Shin yeong yang meletakkan shina yang tertidur disofa.

“Aku tak apa, aku ingin menjadi orang pertama yang dilihatnya saat sadar” bantah Donghae dengan tampang lelahnya.

“Nanti aku akan menghubungimu oppa”

“Aku bilang tidak ya tidak. Mengertilah sedikit! Dia membutuhkanku disini” ucap Donghae sedikit menekan semua kata-katanya.

“Baiklah oppa. Aku mengerti! Aku akan menemanimu disini oppa”

 

-Di Dorm-

Kyuhyun meletakkan tubuhnya disofa sedangkan Heechul mengguyur tubuhnya dikamar mandi. Sungmin dan Teukie mendekati Kyuhyun yang sedang meletakan lelahnya.

“Bagaimana keadaannya kata Eunhyuk tadi malam masih belum ada kabar. Apa keponakanku baik-baik saja” tanya Sungmin yang antusias.

“H’m.. Keadaannya sedang memprihatinkan dia kehilangan bayinya karena tubuhnya kaget akibat keplesetnya itu. Dia juga belum sadar sewaktu kami pulang tadi” jawab Kyuhyun mencoba membenarkan duduknya.

“Kau serius?” celetuk Teukie melotot karena kaget.

“Ne, tanya saja Heechul hyung kalau kau tidak percaya padaku hyung”

“Kau istirahatlah dulu kyu nanti kita kesana setelah selesaikan jadwal hari ini. Kau pasti capek sekali” ucap Heechul keluar dari kamar mandi.

“Ne.” Kyuhyun kemudian beranjak masuk kedalam kamarnya.

“Kasihan Dae kyeon pasti dia sangat shock harus kehilangan bayinya.” Ucap Sungmin merasa iba.

“Kalian cepat siap-siap untuk jadwal masing-masing dan biarkan kyu istirahat kasihan dia tadi malam tidak tidur karena menemani Hae” ucap Heechul sebelum akhirnya masuk kedalam kamarnya.

“Hyung sarapannya sudah siap” teriak Ryeowook dari dapur yang dibantu oleh Eunhyuk.

Semuanya berkumpul diruang makan menikmati makan tanpa Kyuhyun yang pasti karena kyuhyun sudah terlelap dalam mimpinya*mimpiin aku tuh dia, hehehehe digebukin reader pakai sayang, hahahaha.

“Wookie bawakan makanan untuk Donghae dan shin yeong ke rumah sakit! Kau maukan? Kau yang tidak ada jadwal hari ini” ucap sang leader.

“Nanti setelah selesai kami akan menyusulmu kesana” tambah Eunhyuk yang berebut makanan dengan Shindong.

“Ne hyung. Aku akan membawakan mereka makan untuk siang ini sekalian menunggu kyu bangun” ucap Ryeowook sambil menyelesaikan suapan terakhir dimulutnya.

“Baiklah terserah kau saja, kasihan coupleku itu harus mendapatkan musibah seberat ini” ucap Eunhyuk.

“Kenapa tidak kau gantikan saja Dae kyeon. Aku lebih ikhlas jika kau yang terpleset dikamar mandi, aku ingin melihat ekspresi chaekyu jika kau sakit selama ini kalian kan suka sekali berantem tidak jelas” tutur yesung yang langsung disambut tawa member lain. Eunhyuk langsung cemberut.

“Ah! Kalian sungguh senang sekali mengangguku” ucap Eunhyuk dengan wajah sangarnya.

“Ayo kita bergegas! Aku keburu terlambat pemotretan jika kita tidak bergegas” seru siwon.

“Wookie kami pergi dulu.” Ucap Teukie mengajak para dongsaengnya bergegas pergi.

 

-Di Rumah sakit-

Ryeowook datang bersama Kyuhyun pukul 1 siang dengan membawa berbagai makanan untuk hyungnya.

“Kami datang” teriak Ryeowook bersama kyuhyun yang membawa beberapa kotak makanan.

“Kalian datang. Ayo duduk taruh saja makanannya dimeja” balas shin yeong yang memangku shina disofa sedangkan Donghae tak beranjak dari sisi Dae kyeon.

“Ne, nuna” seru Ryeowook yang langsung meletakan makanannya dimeja. “Hyung makanlah aku tadi memasak banyak makanan untukmu dan nuna”

Kini kyuhyun duduk disofa samping shin yeong sambil mengajak shina bermain dipangkuannya, Ryeowook juga ikut bergabung bermain bersama dengan shina.

“Apa Dae kyeon belum sadar juga dari aku pulang tadi pagi?” tanya kyuhyun yang masih asyik bermain dengan shina.

“Ne, mungkin pengaruh obat tidurnya” jawab Donghae menolehkan wajahnya kehadapan dongsaengnya.

“Semoga dia cepat sadar dan cepat membaik” tutur Ryeowook penuh harap.

Dae kyeon mencoba menggerakan tangannya walau matanya belum terbuka tapi dia sudah memanggil nama suaminya dengan lirih.

“Oppaa….” ucap Dae kyeon lirih dengan mata tertutup.

“Ne, sayang oppa disini bangunlah buka matamu” seru Donghae sambil mengusap rambutnya.

Perlahan Dae kyeon membuka matanya melihat cahaya yang menerangi matanya. Dae kyeon terdiam sejenak menatap langit-langit putih yang ada dihadapannya sebelum akhirnya pertahannya pecah.

“Oppa mianhe..” ucap Dae kyeon lirih dalam isaknya.

“Tenanglah!” ucap Donghae yang langsung berdiri dan memeluknya.

Kyuhyun, Ryeowook dan shin yeong membawa shina keluar keluar meninggalkan Donghae dan Dae kyeon yang membutuhkan waktu untuk berduaan saja.

“Tenanglah! Sayang jangan sedih” ucap Donghae menguatkan hati istrinya.

“Tapi aku yang membunuhnya! Aku membunuh bayiku! Aku bukan ibu yang baik untuknya” ucap Dae kyeon dalam pelukan suaminya.

“Mungkin ini belum waktunya kita memiliki anak sayang” ucap Donghae sambil memeluk erat istrinya.

“Tapi kau aku tidak bisa menjaganya dengan baik oppa. Kau pasti kecewa padaku”

“Tenanglah! Kita masih punya shina walaupun bukan dari rahimmu tapi dia tetap anak kita bersama sayang”

Diluar shin yeong dan Ryeowook menatap haru Donghae dan Dae kyeon sedangkan kyuhyun tetap bermain ciluk ba dengan shina.

“Kasihan Dae kyeon pasti berat” ucap shin yeong menatap mereka dark kaca.

“Kau benar nuna! Kalian sama-sama wanita pasti bisa merasakan apa yang dirasakan Dae kyeon” ucap Ryeowook menanggapi.

“Biarkan saja mereka dulu, mungkin Dae kyeon masih shock” sahut kyuhyun.

“Kyu apa otakmu bergeser kenapa akhir-akhir ini kau jadi bijaksana dan kenapa kau jadi suka anak-anak bukanya kau dulu tidak suka” sungut Ryeowook menghardik.

“Aku tidak terbentur apa-apa lagipula shina lucu Cuma wajahnya mirip si ikan mokpo itu”

“Kalian ini selalu saja begini. Aku titip shina sebentar aku mau membeli sesuatu untuk Dae kyeon” pamit shin yeong.

“Ne. Kami akan menjaga anakmu dengan baik nuna” ucap kyuhyun dan Ryeowook serempak.

“Baiklah aku percaya pada kalian berdua. Kalau menangis berikan saja pada appanya?” ucap shin yeong yang kemudian berlalu dari wajah keduanya.

“Shina ayo ikut adjushi, kyu gantian” pinta Ryeowook mengulurkan tangannya

Shina tersenyum dan juga membalas merentangkan tangannya seolah ingin digendong oleh Ryeowook.

“Ne ne ne” ucap kyuhyun memberikan shina pada Ryeowook.

Setelah seminggu pulang dari dari rumah sakit Dae kyeon menjadi pemurung bahwa untuk tertawapun rasanya dipaksakan. Bahkan lucuan Shindong, yesung dan Eunhyuk yang biasanya membuatnya tertawa tidak mampu membuatnya tersenyum.

Donghae pun juga merasa kehilangan bahkan kerap menangis melihat sikap Dae kyeon yang pemurung. Semua member selalu memeluk jika Donghae sudah menangis dalam dorm.

“Tenanglah Hae. Kami tau kau kecewa kehilangan bayi mu tapi itu bukan salahmu ini takdir” tutur Teukie menepuk punggung Donghae.

“Tapi aku tak mampu menjaganya” ungkap Donghae kecewa.

“Kau harusnya bisa lebih tenang. Dae kyeon lebih membutuhkanmu jadi kau jangan seperti ini. Tegarlah dia membutuhkanmu” ucap Eunhyuk geram.

“Tapi aku tak tau bagaimana mengembalikan senyumnya?”

“Aku ada ide.” Celetuk kyuhyun dengan senyum evilnya.

“Kau punya ide apa magnae. Jangan aneh-aneh dan membuat kacau segalanya. Idemu biasanya runyam” sergah sungmin.

“Ku jamin senyumnya kembali”

“Apa idemu?” tanya Ryeowook penasaran.

“Pinjam shina dari shin yeong untuk sementara sampai senyum Dae kyeon kembali seperti dulu” jawab kyuhyun dengan enteng.

“Kau yakin itu berhasil” ucap Eunhyuk ragu.

“Ne hyung, dia kan batal jadi ibu ku fikir dia akan bahagia jika shina berada didekatnya”

“Aku bingung magnae?” ucap Donghae juga ragu.

“Kami akan membantumu hyung. Kami akan meminta shin yeong untuk membiarkan shina berdua dengan Dae kyeon sampai keadaan Dae kyeon membaik”

“Gomawo! Hyung dongsaeng kalian memang keluargaku yang terbaik”

“Ne. Cheonma”

 

 

Disudut kamar Dae kyeon menangis mengingat keguguran yang baru saja dialaminya. Shin yeong yang melihat dari luar juga ikut menangis melihat Dae kyeon bersedih karena sama-sama memiliki naluri keibuan. Dia menghapus air matanya dan membawa shina masuk kedalam kamar Dae kyeon.

“Dae kyeon kau sedang apa?” ucap shin yeong nyelonong masuk pura-pura tak tau apa-apa.

Dae kyeon buru-buru menghapus air matanya dengan kedua telapak tangannya.

“Kau menangis? Ada ada?” tanya shin yeong menghampiri.

“Anio. Aku hanya sedih mengingat anakku” jawab Dae kyeon tak kuasa menahan air matanya.

“Tenanglah! Mungkin belum saatnya. Kau jangan menangis kau bisa menganggap shina sebagai putrimu” ucap shin yeong menenangkan.

Dae kyeon melihat wajah lucu shina yang masih berusia 4 bulan. Shina tersenyum sambil mengemut jari-jari mungilnya.

“Bolehkah aku menggendongnya eoni?”

“Tentu saja boleh. Shinakan juga putrimu”

Shin yeong memberikan shina kepada Dae kyeon. Dae kyeon langsung tersenyum dengan gembira menerima shina dalam gendongannya.

“Oh iya aku beberapa hari mau ke jeju untuk bertemu dengan teman-temanku. Apa kau mau menjaga shina karena aku akan repot jika membawanya bersamaku” pinta shin yeong.

“Ne. Aku mau” jawab Dae kyeon dengan wajah ceria.

Shin yeong menoleh kearah pintu dan mendapati semua member super junior dan suaminya mengacungkan jempol padanya dengan senyum.

“Aku mau siap-siap dulu, kau jaga dia baik-baik ya” ucap shin yeong yang kemudian bergegas keluar dari kamar Dae kyeon.

 

—-

“Oppa aku berangkat dulu. Mungkin 5 hari lagi aku akan pulang” pamit shin yeong yang memasukkan kopernya ke belakang mobil.

“Ne. Hati-hati disana dan nikmati liburanmu” ucap Heechul.

“Ne.”

“Gomawo nuna sudah mau meminjamkan shina pada Dae kyeon” seru kyuhyun diangguki oleh Sungmin dan Ryeowook.

“Aku sudah anggap dia saengku jadi sudah tugasku membantunya. Aku pamit” ucap shin yeong masuk ke mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.

“Semoga ini berhasil”

“Ne”

“Ayo masuk”

-Didalam rumah-

Dae kyeon sibuk bermain dengan shina yang duduk dipangkuannya. Semua member ikut senang melihat senyum manis Dae kyeon kembali lagi seperti semula. Ternyata benar usul kyuhyun bahwa Dae kyeon bisa pulih dari sedihnya jika ada bayi berada didekatnya.

“Shina mirip denganmu juga wajahnya?” ucap Kyuhyun sambil menunjuk hidung Shina.

“Jinja?!” seru Dae kyeon.

“Ne” jawab semuanya.

“Tapi tetap saja Shina bukan anak dari rahimku” ungkap Dae kyeon sedih.

“Sayang tenanglah. Bukankah Shin yeong mempercayakan Shina padamu karena kau juga ibunya, lihat Shina juga tidak rewel padamu. Jadi ibu bukan berarti harus melahirkannya” Hibur Donghae memeluk Dae kyeon dari samping.

“Tapi tetap saja aku bukan ibu kandungnya oppa”

“Kau ibunya juga karena kau adalah istriku. Ingat itu”

“Bagaimana kalau kita semua liburan bersama dengan Shina. Pasti akan seru” usul Sungmin.

“Ide baguss……….” Seru semuanya.

“Kemana tapi” ucap Sungmin.

Pletak.. jitakan dari Kyuhyun mendarat mulus di kepala Sungmin.

“Aish! Sakit magnae kau tega sekali menjitakku”

“Kau pabo! Mengajak liburan tapi tidak tau kemana liburannya”

“Memang kau ada ide?”

“Tentu. Aku punya banyak tujuan tinggal milih. Namsan tower, Taman hiburan, kebun binatang, atau mungkin kalian mau di coffe shop seperti orang pacaran”

Semua tampak berfikir serius ingin pergi kemana, Dae kyeon menceletukkan pendapatnya. “Ke kebun binatang saja. Kan jarang-jarang kita kesana beramai-ramai gini”

“Ok. Kita ke kebun binatang saja besok pagi” Ucap Donghae.

“Aku akan memasakkan bekal yang enak untuk kalian semua”

“Asyik…”

—-

Kebun binatang.

 

 

Semua tampak bersemangat menikmati pemandangan hewan yang berkeliaran dikandangnya.  Kyuhyun memberi makan jerapah sedangkan yang lain hanya  tertawa melihat aksi kocak Eunhyuk yang menirukan gaya gorilla disamping kandang jerapah.

“Kau mirip sekali Hyukie” ucap Teukie tak kuasa menahan tawanya.

“Yah hyung, kau tega sekali padaku” cemberut Eunhyuk yang membuat tawa kembali meledak.

“Kalian ayo foto-foto, biar aku yang mengambil gambarnya” ucap Kyuhyun yang memegang camera digitalnya.

Semua berjejer rapi didepan pohon sebelah kandang gajah. “Kau tidak mau ikut berfoto” Tanya Kyuhyun pada Dae kyeon.

“Anio. Mereka saja” jawab Dae kyeon yang masih menggendong Shina.

 

Puas berkeliling mereka semua memilih duduk dibawah pohon besar. Eunyuk dan Kyuhyun membuka alas untuk duduk mereka menikmati bekal yang dibuatkan Dae kyeon untuknya.

Shina diam duduk dipangku oleh Sungmin yang sangat gemas dengannya, Sungmin mengoyang-goyangkan tangan Shina untuk mengajaknya main.

Tak jarang pula member yang lain mengeluarkan candaan dan gurauan mereka untuk memperhangat suasana.

 

Angin yang berlalu membelai rerumputan..

Inginku duduk disampingmu dan memelukmu..

Menenangkanmu dan membelaimu…

Ku rasa hanya menjagamu itu sudah cukup..

Menyerahkan sisa waktuku hanya untukmu..

Bersamamu…

 

-End-

Akhirnya selesai juga. Padahal ini pinginnya buat ultah si Donghae oppa tapi malah molor jadinya juga seperti ini acak-acakan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s