Saenggil chukae appa

Saengil chukkae papaL

 

 

 

Hari ini tanggal 7 desember adalah hari ulang tahunmu yang ke 47 ayah. Pagi-pagi aku datang ke makam mu membawakan sesuatu yang sangat kau sukai yaitu sapu tangan hasil karyaku bukankah dulu kau minta aku membuatnya untukmu sewaktu aku belajar dengan tante.

Kau tau ayah? Aku menangis membuatnya namun aku menangis bahagia karena membuatnya hanya untukmu. Karena aku tak mampu lagi menjadi yang pertama yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun, tak bisa memberikan ciuman manis di hari indah mu dan tak bisa lagi memberikan kado yang aku buat sendiri.

Ayah, aku sangat menyesali kepergianmu, aku tak percaya kau meninggalkanku padahal kemarin masih terbayang kita bercanda dan berbagi cerita disela lelah aktifitasmu sebagai seorang guru yang sibuk menjalani aktifitasnya disekolah dan juga didinas pendidikan.

Kau seorang ayah yang sangat ku kagumi karena kau mampu membesarkan ku seorang diri dari aku bayi sampai aku remaja. Kau selalu menyayangiku dan memberiku banyak kebahagiaan.

Ayah, aku juga membawakan bunga anggrek kesukaanmu agar kau tau bahwa aku selalu mencintai, menyayangimu dan merindukanmu. Hatiku sudah mati ayah mati ikut bersama denganmu 2 tahun lalu, luka itu belum sembuh dan aku juga tak yakin bisa sembuh ayah.

Hiks… ayah semoga kau bahagia disana karena aku yakin dari sana kau menjagaku, jangan bersedih karena aku akan membuatmu slalu bangga padaku seperti kemarin aku bisa mendapat juara ke 3 umum walau biasanya dikelas aku jadi yang terakhir dan aku juga bisa masuk kuliah tanpa harus tes terlebih dahulu. Ayah carilah teman bila kau kesepian disana. Aku akan mencoba hidup dengan baik dan bahagia karena sekarang aku punya Umma dan Eoni yang sayang ke aku walau mereka jauh dari aku namun mereka slalu menemaniku dan mau memelukku saat aku ketakutan dengan petir yang disertai hujan lebat, mereka mau menggantikanmu dan Ratna eoni yang dulu slalu memelukku ketika ketakutan itu datang. Mereka juga menenangkanku dan memberikan sihirnya supaya aku bisa terlelap dalam mimpi indahku.

 

Terima kasih ayah kau sudah memberikanku banyak kebahagiaan, mengirimkan sahabat yang baik untuk menjadi temanku yang setiap waktu menghiburku, mereka sangat menyayangi aku sepertimu dan Ratna eoni yang selalu memanjakanku bahkan hanya kepada mereka aku bisa menunjukkan sifat asliku yang selama ini tidak pernah ku perlihatkan kepada orang lain. Terima kasih karena sudah mendidikku dengan keras dan hidup sederhana! Sampai kapanpun kaulah orang pertama yang ku sayang setelah sang pencipta.

Saranghe Ayah youre the best in my heart, always to the best…

 

Gudheman sugenun..

(Didalam lubuk hatiku)

 Muttahan geu naneun nae mami aphayo appa..

(Ketidak mampuanku menjagamu itu membuatku sakit ayah)

Saranghaneun saramdeul modu moyeoseo dangsinui gippeun nereul chukhahamnida..

(Semua orang yang kau cinta sedang berkumpul mengucapkan hari bahagiamu)

Maeume deuresosseumyeon jokkesseo..

(Aku berharap kau senang)

Siganenun hwasalcheoreom ppali..

(Waktu berlalu begitu cepat)

Geuyeojaneun useumyeo ulgo isseyo..

(Ketika gadis kecil ini tersenyum dan menangis dalam hati)

Mianhe appa naega umnida tto hana gateun babo…

 (Maaf ayah aku menangis lagi seperti orang bodoh)

Hwa nae jimaseyo..

(Jangan marah)

Yasokke!  Nae haengbokhae kambigio..

(Aku janji akan hidup bahagia walau sakit)

*Mian kalau bahasa koreaku ancur karena aku udah lama nggak mempelajarinya.

 

***

Ayah kau bagaikan pelangi..

Mewarnai ruang dalam hidupku..

Kau terbaik dan kau cahaya hidupku..

Kau bagaikan malaikat yang selalu setia..

Melindungi, menjaga dan mendampingiku..

Baik dalam susah dan senang..

Kau selalu ada bersamaku menemaniku..

Setiap malam aku selalu berdoa untukmu..

Ayah kau adalah nyawa nafas dalam hidupku..

Kau adalah pelita terang dalam jiwaku..

Aku sadar melihat kebahagiaan itu bagai pelangi..

Aku berjanji akan membanggakanmu..

Semoga apa yang kau mau bisa ku wujudkan..

Karena hidupku adalah milikmu..

Hidupmu adalah hidupku..

Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku..

Kesedihanmu adalah kesedihanku..

Nyawamu adalah hidupku..

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s