//FF ONE SHOOT// SWEET HONEY

Sweet honey

 

 

 

Cast : Eunhae

Kim Chaekyu

************************************************************************************************************************

 

 

Chaekyu pov

Aku terduduk dibawah pohon sakura yang telah tumbuh ribuan tahun lamanya. Aku duduk sambil membaca buku sejarah tentang bunga anggrek yang sangat aku sukai warna dan kemenarikannya.

Aku tersenyum membaca kalimat yang berisi bunga anggrek yang melambangkan cinta pada pandangan pertama dan cinta yang akan abadi sesuai dengan kelembutan dari warnanya.

Sinar mentari mulai condong kearah barat dan sebentar lagi senja akan datang. Aku bergegas memasukkan buku-buku ku dan beranjak meninggalkan taman belakang gedung sekolah.

Saat aku akan berjalan menjauhi taman aku dikagetkan oleh sosok namja yang memukau dan membuat hatiku bergetar. Dia adalah Lee Donghae sunbaeku dikampus ini, dia sedang menerawang melihat awan sambil tiduran dirumput.

Aku melihatnya sebentar sebelum akhirnya aku menuju halte yang mengantarku menuju rumahku. Disepanjang jalan aku hanya terus tersenyum membayangkan bisa melihat wajah namja cakep disekolahku.

Aku membuka pintu dan mendapati Eunhyuk sedang duduk dikamarku sambil membaca komik ku yang tertata rapi dimeja. “Yah Eunhyuk kenapa kau sudah disini, apa kau bolos lagi” tukasku kaget melihatnya.

“Hehehehehe… kau taukan aku malas dengan belajar, belajar itu membosankan” ucap Eunhyuk terkekeh.

“Pantas kau selalu mengulang gara-gara sejarah dan sastramu dapat nilai jelek setiap ujian” ejekku.

“Biar saja. Tahun ini pasti aku di luluskan oleh songsaenim bawel itu tapi kalau dia tidak bosan dia pasti tidak meluluskan aku lagi” ucap Eunhyuk tanpa pikir panjang.

 

Pletak..

Karena kesal ku jitak kepalanya dengan tangan kananku ini.

“Appo. Kau ini tega sekali menjitakku” ucap Eunhyuk mengerucutkan bibir sexinya.

“Hahahaha… rasakan itu karena kata-katamu menyebalkan”

“Awas kau” Eunhyuk siap-siap berdiri dari duduknya untuk mengerjarku tapi aku yang tau langsung berlari ke beranda sampai akhirnya aku tertangkap dandigelitiki olehnya.

“Ampun hyukie..” ucapku menyerah setelah tertangkap dan digelitiki.

“Makanya jangan jahil denganku…” ucapnya yang masih menggelitikiku.

“Ne ne. Ampun Hyukie jangan gelitiki aku”

“Panggil aku oppa dulu baru aku hentikan”

“MWO? Anio. Aku tidak mau”

“Jadi kau mau ku gelitiki sampai kaku” ucap Eunhyuk yang makin gencar menggelitiki pinggangku.

“Ampun. Baiklah! Oppa lepaskan aku jebal…” pintaku memelas.

“ Bagus…” akhirnya Eunyuk melepaskan tangannya dari pinggangku.

 

 

Donghae pov

Aku melihatnya lagi.

Melihat gadis yang suka duduk ditaman belakang sambil memegang buku yang kelihatannya sangat menarik untuk dilihat bahkan dia tidak menyadari kalau aku memperhatikannya setiap dia ada disini.

Aku tiduran dirumput sambil menerawamh melihat awan dan membayangkan gadis yang aku lihat setiap aku ada ditaman belakang sekolah.

Aku ingin mendekatinya tapi aku malu bertatap muka dengannya. Entah kenapa aku jadi namja bodoh seperti ini. Mungkinkah? Aku sedang jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Selama ini selalu banyak yeoja yang mengeliliku tapi aku tidak pernah menyukai mereka malah risih bila mereka mulai mengelilingiku dikelas dan dimana saja, tapi yeoja yang ditaman belakang ini berbeda dengan para yeoja yang mengerubungiku setiap hari.

Hari ini aku bertekat memberanikan diri untuk mendekatinya yang selalu menghabiskan waktu dibawah pohon besar itu sendirian.

“Kau sedang membaca buku apa? sepertinya sangat menarik” tegurku yang membuatnya langsung gelagapan menatapku.

“Ah sunbae kau membuatku terkejut” ucapnya gugup.

“Itu buku apa?” tunjukku.

“Oh ini buku tentang sejarah bunga anggrek.”

“Kau menyukai anggrek? Aku juga suka bunga anggrek apalagi yang berwarna ungu terlihat lembut dan mempunyai makna indah. Kau suka warna apa pada anggrek?”

“EH? Aku suka warna putih dan hitam karena putih melambangkan kesucian seorang wanita sedangkan yang berwarna hitam itu bukan lambang duka tapi kemurnian”

“Kau sampai sejauh itu juga taunya? Kalau ungu itu lembut dipandang. Tapi intinya sama saja bahwa anggrek lambang dari love at first sight”

“Ne sunbae. Arrasho?”

“Siapa namamu?”

“Kim Chaekyu sunbae”

“Nama yang cantik sesuai dengan orangnya”

“Sunbae bisa saja” ucapnya tersipu malu.

“Aku Lee Donghae.”

“Ne, aku sudah tau karena semua banyak yang mengagumimu”

“Apa aku setenar itu, hehehe”

“Ne sunbae”

“Jangan panggil aku sunbae tapi Oppa saja”

“Ne oppa”

 

Aku sangat senang hari ini karena bisa mengobrol dengan Kim Chaekyu untuk pertama kalinya walau aku sering melihatnya disini duduk sendirian.

“Kau sudah mau pulang” tanyaku yang melihatnya menutup buku yang tadi dipegangnya.

“Ah ne. Sudah sore soalnya oppa” jawabnya malu-malu.

“Mau aku antar”

“Tidak usah oppa aku naik bis saja”

“Aku tidak menerima penolakan. Kajja?”

Aku menariknya memasuki mobil sportku yang berwarna putih dan mengantarkannya pulang. Aku menepikan mobilku didepan rumah berpagar biru sesuai dengan petunjuk dari Chaekyu.

“Oppa gomawo. Kau tidak mau masuk dulu?”

“Aku mampir kapan-kapan saja, aku mau menemani adikku belanja setelah ini”

Aku melambaikan tanganku sebelum menjalankan mobilku meninggalkan pekarangan rumahnya.

 

 

Eunhyuk pov

Aku melihat Chaekyu pulang diantarkan oleh seorang namja dengan mobil sport berwarna putih. Tunggu.. bukankah itu Lee Donghae kenapa bisa dia bersama Chaekyu. Aku terus melihatnya dari jendela kamarku karena Chaekyu adalah tetanggaku sekaligus teman kecilku hanya pintu samping yang membatasi rumah kami.

Sudah lama juga aku menyukainya tapi dia hanya menganggapku tidak lebih dari seorang oppa untuknya dan aku juga tidak berani mengungkapkannya karena aku namja pengecut yang hanya bisa memendam perasaan ini.

Tok… tok..

“Hyukjae kau belajarkah didalam?” ucap ummaku didepan pintu.

“Ani umma. Waeyo?” balasku membuka pintu kamar.

“Bisakah kau mengantarkan sup jamur untuk ibu Chaekyu. Umma membuatnya lebih tadi?” pinta ummaku.

“Ne. Aku mandi dulu umma”

“Kau ini seperti mau mengapeli Chaekyu saja, wkwkwkwk..” goda umma yang membuatku salah tingkah.

“Umma ini”

Aku mandi selama 10 menit kemudian bergegas turun menghampiri ummaku didapur.

“Umma aku sudah siap mengantarkannya”

“Ini. Hati-hati membawanya jangan sampai tumpah”

“Ne.”

 

Aku membawa sup buatan ini kerumah Chaekyu lewat pintu samping yang dibuat appa dan adjushi sehingga aku dan Chaekyu bisa langsung masuk tanpa perlu lewat pintu depan.

Aku masuk dan melihat Chaekyu sedang duduk melamun diayunan sambil tersenyum terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta. Aku meletakkan sup buatan umma didalam kemudian aku menghampirinya.

“Kau kenapa tersenyum seperti wanita tidak waras” ucapku meletakan punggung tanganku ke dahinya.

Dia menepis tanganku. “Aish! Eunhyuk oppa kau membuatku terkejut saja” tukasnya menggembungkan pipinya yang membuatku ingin mencubitnya.

“Kau melamun apa? bertemu dengan prince charming impianmu”

“Hehehehe. Kau tau apa yang terjadi hari ini?”

“Ani. Memang telah terjadi apa?”

“Aku tadi mengobrol dengan Lee Donghae. Sunbae yang pernah ku ceritakan padamu itu”

“Sunbae mu SMA. Memang ada apa dengannya”

“Ne. Tadi dia mengajakku ngobrol dan dia mengantarku pulang. Ah pokoknya aku senang sekali akhirnya aku bisa mengobrol stelah sekian lama aku mengaguminya”

Deg.

Aku diam hatiku sakit walau aku sudah tau tentang hal ini tapi ku fikir tidak mungkin namja seperti ikan itu akan merespon Chaekyu yang dulu tidak dipedulikan.

“Oppa kau melamun ya. Aku ajak bicara kau diam” ucap Chaekyu mengibaskan tangannya didepan wajahku.

“Eh! Mian tadi kau bicara apa?’

“Yah oppa. Menurutmu apa aku akan bisa mendapatkan hati Donghae oppa karena aku sangat lama mengaguminya”

“Berusahalah Chaekyu! Aku pulang dulu ya sebentar lagi malam” pamitku.

“Tumben. Biasanya kau masih mau main dirumahku”

“Aku mau mengerjakan tugas kampus” ucapku memberi alasan dan beranjak.

“Ya sudah. Hwaiting oppa”

Aku melangkahkan kakiku menuju rumah dan langsung menaiki tangga menuju kamarku.

“Kau tidak makan dulu Hyukie” seru umma dari dapur.

“Aku mau belajar dulu umma nanti aku turun kalau aku lapar” seruku langsung masuk ke kamar.

Aku menghempaskan tubuh mungilku keranjang. Hatiku sakit! Sakit sekali rasanya. Mampukah aku menahan gejolak ini! Tuhan tolong aku selamatkan hatiku dari gejolak ini berikan yang terbaik untuk kami.

 

 

Autor pov

Semakin hari Chaekyu semakin dekat dengan Donghae dan Eunhyuk semakin menjauh dari Eunhyuk. Dan sekarang sudah 6 bulan Donghae dan Chaekyu menjalin kisah asmara dalam yang namanya pacaran setelah gagal dengan pacarnya yang sebelumnya.

Siang ini Donghae dan Chaekyu duduk di cafe mengobrol seperti biasanya dan menghabiskan waktunya.

Saat asyik menikmati  makan tiba-tiba ada seorang gadis yang menarik tangan Chaekyu dengan paksa.

“Ao…” teriak Chaekyu yang ditarik. “Lepas. Kau siapa?”

Donghae juga terkejut dan mengikuti kemana arah Chaekyu ditarik paksa.

“Lepaskan yeojachinguku Shin min ah?” teriak Donghae garang.

“Kau masih mengingatku ternyata setelah mengacuhkanku sekian lama” ucap Min ah dingin.

“Kalau masih dendam tentang itu dendamlah padaku jangan kau bawa-bawa Chaekyu”

“Aku tidak ada urusan denganmu tapi urusanku dengan wanita ini.”

“Memang aku ada salah apa padamu. Aku tidak pernah mengenalmu?” ucap Chaekyu pelan.

“Kau sudah merebut semua orang yang ku cinta. Minho, Donghae dan juga Eunhyuk. Apa kau ini maruk ingin memiliki mereka semuanya, kau ini wanita seperti apa?” bentak Min ah.

“Aku..”

“Jangan libatkan masalah kita dengan dia Min ah. Urusanmu itu denganku” ucap Eunhyuk dari belakang Min ah.

“Oppa…”

“Mianhe jika yeojachinguku menganggu kalian, kami sedang ada masalah sedikit” ucap Eunhyuk menrik Min ah keluar cafe.

 

“Oppa sakit” ucap Min ah yang tangannya masih di cengkram Eunhyuk.

“Sudah ku bilang jangan libatkan mereka. Ini hubungan kita kenapa kau membawa Chaekyu” dingin Eunhyuk.

“Tapi dia orang yang kau suka dulunya oppa. Aku tidak mau kau berpaling dariku”

“Sudah ku bilang aku akan mencobanya denganmu kalau sikapmu seperti ini. Egois dan cemburu bagaimana aku bisa menyukaimu”

“Mianhe oppa. Aku akan memperbaiki sikapku yang itu, sekarang ayo kita ke apartementku”

“Ne”

 

-Diapartement-

Min ah tidur dipangkuan Eunhyuk yang sedang duduk menghadap televisi.

“Oppa. Bagaimana jika aku mati sebelum bisa merebut hatimu” ucap Min ah mendongak pada Eunhyuk.

“Apa yang kau bicarakan. Jangan asal bicara apa kau akan semudah itu menyerah padaku?” ucp Eunhyuk santai.

“Rasanya Chaekyu memiliki daya tarik yang lebih dibanding aku. Buktinya dia mampu merebut hati para namja hingga bertekuk lutut padanya”

“Kau ini ada saja. Cinta itu datang secara tidak sengaja yang mampu menembus ruang dan hati setiap insan yang sedang dilanda cinta….”

‘Apa aku bisa menembus hatimu oppa secara sebentar lagi aku aharus pergi meninggalkanmu’ batin Min ah.

“Kau melamun padahal aku sedang romantis”

“Mianhe oppa aku tidak mendengar ungkapanmu”

“Kau sepertinya sakit muka mu pucat Min ah”

“Aniya oppa aku Cuma lelah saja banyak tugas.”

“Tidurlah. Aku akan menemanimu sampai kau tertidur”

“Ne”

Kemudian Min ah memejamkan matanya dan Eunhyuk mengelus rambut Min ah dengan pelan.

___

 

Sementara itu Donghae Dan Chaekyu jalan-jalan ke kebun bunga anggrek yang sangat mereka sukai. Banyak berbagai warna bunga anggrek yang berjajar rapi disana.

“Wah oppa lihat anggrek yang berwarna biru ini, indah bukan seperti warna lautan dan langit” ucap Chaekyu senang.

“Kau mau merawatnya?” tawar Donghae.

Chaekyu hanya mengangguk pelan.

“Aku akan membelikannya untukmu dan kau harus merawatnya. Jangan sampai bunga itu mati karena ini tanda cintaku untukmu seperti warnanya yang menyerupai lautan dan langit. Seperti itu pula cintaku padamu sedalam lautan dan seluas langit diangkasa yang tidak akan pernah bisa diukur panjangnya dan besarnya”

“Kau ini gombal sekali oppa”

“Aku tidak menggombal, untuk apa?”

Chaekyu mengerucutkan bibirnya dan menggembungkan pipinya membuat Donghae gemas dan mencubit pipinya.

“Kau ini lucu sekali mirip anak kecil saja” ucap Donghae mencium bibir Chaekyu sekilas.

“Kyaaaaaaaaaa……. Oppa”

Donghae hanya tersenyum jahil pada Chaekyu yang wajahnya masih memerah.

 

 

Donghae pov

 

Sebentar lagi aku akan lulus kuliah dan melanjutkan bisnis appa. Aku berniat melamar Chaekyu dalam waktu dekat ini. Aku duduk dikamarku dan melihat fotoku bersama Chaekyu katika kami awal pacaran. Umma masuk ke dalam kamarku sambil tersenyum padaku.

“Apa yang sedang kau lamunkan anakku?” tanya umma yang langsung duduk disampingku.

“Anio umma” jawabku singkat tanpa mengalihkan pandanganku.

“Dia wanita yang kau cintai.”

“Ne umma, dia hoobae ku di SMA dan di kampus”

“Umma senang jika kau bisa secepatnya menikah biar kau ada yang mengurusi”

“Ne, aku akan melamarnya tapi masih menunggu waktu yang tepat. Aku tidak mau terburu-buru”

“Baiklah umma akan mempersiapkan semua jika kau sudah melamarnya”

“Ne umma.”

 

 

Chaekyu pov

Siang ini Donghae mengajakku bertemu di taman belakang di bawah pohon sakura yang biasa kami gunakan untuk menghabiskan siang kami. Kira-kira ada apa ya setelah beberapa hari tidak menghubungi karena sibuk membantu appanya.

Aku memakai gaun biru muda yang biasa aku gunakan untuk datang ke kampus, aku melihatnya sudah sudah duduk dibawah pohon sakura. Kurasa aku tidak terlambat sesuai janji apa dia datang lebih awal.

“Oppa..” panggilku yang membuatnya menoleh. “Kau sudah lama disini”

“Aniya. Aku juga baru datang” ucapnya.

“Apa yang mau oppa bicarakan?” kini aku sudah duduk disamping Donghae oppa.

“Eh… gimana ya ngomongnya?” ku lihat raut wajahnya bingung apa dia mau meminta putus dariku, aniya aku tidak mau itu terjadi.

“Ada apa? kau mau bicara apa?”

Donghae oppa merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebuah cincin dari sana lalu berkata. “And that I love you, emh… would you marry me?” ucap Donghae yang ku yakini gugup karena keringatnya mulus meluncur dari dahinya.

“Ne oppa. Aku mau”

“Jinjja?”

Aku mengangguk.

kemudian Donghae oppa memasangkan cincin itu dan memelukku dengan sangat erat menandakan bahwa dia sangat bahagia.

“Gomawo sayang”

“Ne. Oppa”

“Nanti ummaku yang akan menyiapkan semuanya. Kita hanya tinggal menikah saja minggu depan”

“Ne oppa”

 

Autor pov

Sehari sebelum menikah Chaekyu mengajak Eunhyuk bermain ditamana belakang rumah mereka.

“Tidak terasa kau mendahuluiku menikah Chaekyu. Kau harus bahagia jika Donghae jahat padamu bilang padaku nanti aku akan menghajarnya” ucap Eunhyuk dengan senyum yang terkesan dipaksakan.

“Oppa mianhe aku tidak bisa menerima cintamu dan malah memilih Donghae. Aku memang menyukaimu dari dulu tapi aku mencintainya?”

“Ne, aku tau. Kau menyukaiku seperti oppa tapi kau mencintainya sebagai seorang namja”

“Kau tidak marah padaku oppa, kau harusnya marah padaku bukan malah baik padaku”

“Hanya orang bodoh yang marah pada orang yang di cintainya. Tenanglah! Aku memang kecewa tapi aku bahagia jika kau bahagia. Keadaan kita takkan berubah walau kau menikah dan aku juga akan tetap menyayangimu sesampuku”

“Oppa kau harus mencari wanita yang lebih baik dariku, ku lihat Min ah juga wanita yang baik dan cantik. Jagalah dia baik-baik oppa”

“Ne, walau aku tidak yakin posisimu dihatiku bisa digantikan oleh orang lain.”

“Oppa..”

 

Hari pernikahan.

 

 

Pernikahan Donghae dan Chaekyu berlangsung dengan meriah, banyak kawan Donghae dan Chaekyu yang datang memberikan selamat untuk keduanya. Eunhyuk juga datang bersama Min ah untuk memberikan selamat pada mereka.

“Selamat ya! Semoga kalian langgeng sampai kakek nenek” ucap Eunhyuk dengan senyum yang dipaksakan. Dia mencoba bahagia walau hatinya sangat sakit.

“Gomawo oppa” balas Chaekyu dengan senyum lebar.

“Ne.”

Pernikahan itu dilanjutkan dengan resepsi pernikahan yang selesai pukul 11 malam. Donghae langsung membawa Chaekyu pulang ke rumah baru yang sudah disiapkan ibu Donghae, diperjalanan karena capek Chaekyu tertidur dengan pulas.

Donghae membuka pintu rumah dan kemudian mengangkat Chaekyu menuju kamar utama. Donghae mengganti baju pengantinnya dan kemudian menggantikan istrinya dengan gaun tidur yang ada dilemari yang sudah disiapkan ibunya.

___

 

Chaekyu pov

Sudah 3 bulan aku menjalani hidupku sebagai seorang istri dan juga mahasiswa di tingkat akhir di Myungji university.

Pagi ini seperti biasa aku menyiapkan sarapan untuk Donghae oppa sebelum dia berangkat kerja dan aku berangkat ke kampus.

“Sayang! Apa sarapanku sudah siap” tanya Donghae oppa yang sudah duduk dimeja makan.

“Sebentar lagi Oppa. Sup iga nya belum terlalu matang”

“Bisa buatkan aku makanan yang cepat. Aku ada meeting pagi ini”

“Ne”

Dengan sebal aku membuatkannya ommelet yang cepat saji, tau dia buru-buru aku tidak masak sup iga. Jadi sia-sia aku masaknya. Huff! Aku sebal padanya.

Aku meletakkan ommelete itu diatas meja dan kemudian dengan sebal aku kembali ke dapur memotong daun bawang untuk penyedap sup iga. Aku merasakan tangan Donghae oppa melingkari perutku dan memelukku dari belakang.

“Kau marah sayang?”

“Ani”

“Mianhe. Sebagai permintaan maaf aku akan mengantarmu ke kampus dulu setelah ini” ucapnya sambil mencium tengkukku sekilas.

“Kau ada meeting pagi bukan aku bisa berangkat sendiri” tukasku dingin padanya.

“Aku mau istriku sampai dikampus dengan selamat. Ayo kau siap-siap aku akan mengantarmu dulu”

“Ne. Aku ganti baju dulu dan ambil tas ku di atas” ucapku mematikan kompor dan pergi ke kamar.

 

-Dikampus-

Aku duduk ditaman sambil menikmati makan siang dikantin sambil mengerjakan skripsiku yang akhir-akhir ini sungguh menguras otakku. Untung ada Eunhyuk oppa yang menemaniku mengerjakan skripsiku.

“Arrggghhhhhh…. aku stres dengan ini. Apa aku tidak bisa lulus tanpa harus mengerjakan skripsi ini”

“Kau ini. Memang ada? kalau ada aku juga tidak akan susah membuatnya sampai tengah malam”

“Huwe! Aish kenapa skripsi ini mesti harus ku ulang lagi sih? Nenek tua itu sengaja membuatku stres seperti ini”

“Kenapa kau tidak minta bantuan suamimu?”

“Dia sibuk bahkan bisa dihitung berapa jam dia dirumah. Pergi pagi pulang malam ah aku bosan. Kau sendiri sudah menemukan pengganti Min ah aku tidak menyangka dia pergi secepat ini”

“Aku juga tidak menyangka padahal aku mulai menyukainya tapi mungkin ini takdirku selalu ditinggal oleh wanitaku”

“Kasihan sekali hidupmu oppa”

“Sudahlah! Lanjutkan skripsimu”

Autor pov

Donghae akan pergi ke jepang untuk membereskan beberapa masalah kantornya dicabang jepang. Chaekyu merasa tubuhnya tidak enak mungkin karena stres dan kurang tidur.

“Oppa kau akan berapa lama di jepang?” tanya Chaekyu yang membantu menyiapkan keperluan suaminya di jepang.

“Hanya 2 minggu saja. Setelah itu aku akan langsung pulang” jawab Donghae yang melihat kecemasan sang istri.

“Ne. Kau jangan terlalu capek! Aku akan mengabarimu setelah aku sampai disana”

“Ne”

 

Pagi ini Donghae berangkat menuju bandara sedangkan Chaekyu mengerjakan skripsinya bersama Eunhyuk dirumahnya. Mereka berdua duduk sambil menyaksikan televisi.

“Kau baik-baik saja, wajahmu memucat” tanya Eunhyuk yang menyadari keanehan diwajah Chaekyu.

“Aku baik-baik saja hanya mual dan tidak nafsu makan saja” jawab Chaekyu ringan.

“Kau hamil mungkin, sudah kau cek tanggal terakhir kau menstruasi”

“Aku memang terlambat untuk bulan ini coba nanti aku cek”

 

Eunhyuk dan Chaekyu melihat sekilas berita yang mengabarkan telah terjadi kecelakaan pesawat tujuan jepang, nama korbannya tertera di layar televisi dan nama Donghae tertera juga disalah satu korban.

Chaekyu shock dan menutup mulutnya tak mampu mengeluarkan kata-kata hanya tangis yang keluar, Eunhyuk langsung memeluknya dengan erat.

“Tenanglah! Semua akan baik-baik saja” uap Eunhyuk mengeratkan pelukannya.

“Tapi nama Donghae oppa tertera disana oppa” tangisan Chaekyu makin pecah.

“Tenanglah dulu.”

“Bagaimana aku bisa tenang sementara suamiku meninggal”

Chaekyu terus menangis didalam pelukan Eunhyuk yang terus memeluknya dengan erat hingga Chaekyu pingsan.

 

Chaekyu pov

Aku membuka mataku karena silau dan ku tatap langit-langit putih yang berada didepanku. Aku kembali teringat dengan kecelakaan yang menimpa suamiku yang membuatku sedih, aku merasakan ada sentuhan yang memelukku. Aku menoleh mendapati umma dan Eunhyuk memelukku dengan erat hingga tangisanku pecah lagi.

“Tenanglah sayang. Umma sudah mendapat kabar dari mertuamu” ucap ummaku.

“Tapi…” aku tak mampu melanjutkan perkataanku karena tangisku yang semakin keras.

“Kau harus kuat, kasihan bayi mu kalau kau seperti ini. Ku harus kuat untuk menjaganya?” ucap Eunhyuk oppa menyemangatiku.

“Jadi aku hamil umma”

“Ne sayang”

‘oppa kenapa kau meninggalkanku menutup mata disaat aku hamil anak pertama kita, kenapa kau begitu kejam meninggalkan kami’ batinku sambil menangis.

“Uljima sayang, ada umma disisimu dan juga Eunhyuk yang akan menjagamu setelah kepergian suamimu” tutur umma lagi.

“Umma apa aku bisa melihat jasad suamiku” pintaku yang mencoba untuk duduk tapi dilarang Eunhyuk oppa.

“Tubuhnya sudah hancur dan mengerikan. Dia sudah di masukkan ke dalam peti dan dibawa kerumah mertuamu” jelas Eunhyuk oppa.

“Tapi aku mau melihatnya?”

“Jangan seperti ini. Kau butuh istirahat apa kau tidak kasihan pada bayimu. Donghae akan sedih bila melihatmu seperti ini sekarang”

“Tapi aku ingin melihatnya untuk yang terakhir kali. Ku mohon izinkan aku melihatnya?”

“Chaekyu umma mohon kau tegar. Umma akan menemanimu ke makam Donghae setelah kau pulih sekarang istirahatlah kau butuh istirahat” perintah umma dengan raut wajah sedih membuatku tak tega.

 

 

Autor pov

Lima bulan pasca kepergian Donghae masih menyisakan luka yang mendalam untuk Chaekyu, dia menghabiskan waktunya hanya melamun dan terkadang menangis ditemani Eunhyuk yang setiap hari datang untuk menemani dirumah ibunya, Chaekyu tidak mau pulang kerumah yang dia tinggali bersama Donghae.

Ibu Donghae yang seminggu sekali datang juga merasa iba dengan apa yang dialami menantunya itu. Dia hanya bisa berdoa yang terbaik untuk menantu dan cucunya kelak.

Pagi ini seperti biasa Eunyuk datang kerumah Chaekyu untuk menemani Chaekyu melamun ditaman belakang.

“Chaekyu aku membawakanmu bunga anggrek warna putih, kau suka kan anggrek putih?” ucap Eunhyuk memecah keheningan dan memberikan bunga itu.

“Gomawo oppa” ucap Chaekyu menerima bunga itu.

“Kau masih masih belum bisa menerima kepergian Donghae”

“Aku bahkan belum memberitaunya bahwa aku hamil oppa, dia meninggalkanku begitu saja. Aku sangat shock! Dia berjanji akan selalu menjagaku dan menyayangiku tapi dia lebih dulu pergi dariku” ucap Chaekyu terisak.

Eunhyuk membawa Chaekyu kedalam pelukannya. ‘andai aku bisa menggantikan posisi Donghae aku akan selalu menjagamu dan mencintaimu seumur hidupku’

“Uljima. Masih ada aku yang akan menjagamu dan melindungimu!”

“Bagaimana nanti nasib anakku oppa yang lahir tapi appanya sudah tiada”

“Izinkan aku menjadi appanya. Aku akan menyayanginya semampuku dan aku juga akan melindungi kalian. Izinkan aku menikahimu Chaekyu aku masih sangat mencintaimu?”

“Tapi oppa aku……..”

“Hust… kau tidak perlu membalas cintaku sekarang aku Cuma mau menjaga wanita yang aku cintai. Kau hanya perlu menjadikanku sandaran jiwa lelahmu”

“Tapi bagaimana mungkin kau menikahi wanita yang hamil 6 bulan oppa, apa nanti kata orang”

“Listen to me and listen to your heart ok. Jangan dengarkan kata mereka karena kita yang menjalaninya”

“Gomawo oppa”

 

Dari jauh ibu Chaekyu menitikan air mata melihat nasib putrinya, ibunya hanya berharap semoga pernikahan kedua ini membawa putrinya menuju hidup yang bahagia.

 

Setelah melamar Chaekyu secara langsung, Eunhyuk meminta kedua orangtuanya melamar ke rumah Chaekyu, orangtua Eunhyuk menyiapkan pesta pernikahan untuk putranya walau hanya pesta sederhana karena kondisi Chaekyu yang sedang hamil jadi mereka semua tidak mau chaekyu lelah.

 

 

-Hari pernikahan-

Chaekyu menatap dirinya dicermin yang memantulkan penampilannya yang cantik walau perutnya sudah terlihat membuncit karena hamil 6 bulan.

“Ternyata memang perutku tidak bisa ditutupi lagi? memang sudah waktunya kau besar” ucap Chaekyu mengelus perutnya.

Dari pantulan cermin dapat terlihat Eunhyuk tersenyum melihat Chaekyu mengelus perutnya, perlahan Eunhyuk mendekat dan ikut mengelus perut Chaekyu dengan menjajarkan wajahnya dengan perut Chaekyu.

“Hallo sayang. Aku adalah appa barumu yang akan menikahi umma mu hari ini semoga kau senang dan lahir dengan selamat  bulan lagi” ucap Eunhyuk kamudian mencium perut Chaekyu sekilas.

“Dia menendang oppa sepertinya dia senang berkenalan dengan appa barunya”

“Benarkah?!”

Chaekyu mengangguk.

“Hei!! Ayo keluar upacaranya mau di mulai” teriak umma Eunhyuk dari pintu.

“Ne, umma kami keluar” balas Eunhyuk.

 

Pesta berlangsung dengan meriah walau sederhana dan hanya dihadiri oleh keluarga dan teman-teman dekat keduanya. Dari arah lain Donghae menampakkan wahanya pada Eunhyuk dan tersenyum mengacungkan jempolnya pada Eunhyuk yang kemudian menghilang.

Malam hari Chaekyu berdiri diberanda merasakan semilir angin yang membelai rambut dan wajahnya. Eunhyuk datang menyampirkan selimut dan memeluknya dari belakang.

“Diluar dingin kasihan baby dia bisa kedinginan” ucap Eunhyuk yang masih memeluk Chaekyu.

“Kau sudah mandi oppa”

“Ne. Ayo masuk nanti baby kedinginan”

“Ne oppa. Kajja?”

Chaekyu dan Eunhyuk masuk menuju ranjang mereka untuk beristirahat, Chaekyu masih menyandarkan punggungnya ketembok sementara Eunhyuk berbaring disampingnya.

“Kau tidak ingin tidur yeobo? Ini sudah malam kau pasti juga lelah”

“Aku masih ingin duduk begini punggungku sedikit sakit oppa”

“Mau ku pijit biar enakan? Berbaringlah setengah miring aku akan memijat punggungmu supaya enakan”

Chaekyu langsung merebahkan diri setengah miring seperti yang diminta suaminya, kemudian Eunhyuk mulai memijitnya dengan pelan dan perlahan hingga terdengar dengkuran kecil dari Chaekyu yang tertidur, sepertinya pijatan Eunhyuk membuatnya nyaman. Eunhyuk membetulkan posisi tidur Chaekyu dan menyelimuti tubuh mereka.

 

 

 

Eunhyuk pov

 

Sekarang aku bahagia bisa menikahi bidadari yang selama ini sudah merebut hatiku yaitu Kim Chaekyu. Mungkin ini memang sudah takdir yang diatur Tuhan. Dulu aku berfikir aku akan kehilangannya tanpa bisa memilikinya tapi sekarang aku merasa paling bahagia bisa menjaganya seumur hidupku, walau sekarang dia belum bisa mencintaiku tapi aku yakin suatu saat akan datang dimana dia hanya akan mencintaiku dan melihatku saja.

 

Cantik!! kau menembus hidup dan hati kosongku…

Kau memberikan ruang untukku dipojokan hatinya..

Kau sejukkan hatiku yang mengilainya…

Tuhan dialah bidadari yang selalu ku nantikan untuk datang..

Aku selalu bahagia bisa melihatnya tersenyum manja..

Aku akan menangis jika melihatnya menangis…

Aku ingin menghapus semua luka dihatinya..

Aku ingin menjadi sandaran peneduh jiwanya..

Aku berjanji akan setia menemaninya..

Youre my angel everyday everynight saranghe…

(puisi gaje autor)

 

Chaekyu pov

Aku mulai membuka hatiku untuk mencintai Eunhyuk yang sudah mau menerimaku dan mencintaiku dengan tulus. Aku tidak mau egois selalu menangisi kepergian Donghae karena aku harus bertahan demi anakku.

Pagi ini aku dan Eunhyuk oppa mengunjungi makan Donghae oppa, di depan makamnya aku berjongkok dan menaruh bunga anggrek warna kesukaannya.

“Oppa kami datang menjengukmu. Apa kau sudah bahagia disana?! Lihat anakmu selalu menendang didalam perutku dan sebentar lagi dia akan lahir melihat dunia.  Aku pasti akan sering membawanya kesini jika dia nanti sudah besar” ucapku sambil mengelus perutku yang semakin membesar.

“Ayo yeobo kita pulang. Kasihan perutmu kalau kau terus jongkok” ajak Eunhyuk.

“Ne. Oppa kami pulang dulu?! Setelah bayi kita lahir aku akan sering kesini membawanya”

Aku dan Eunhyuk pulang menuju rumah kami.

 

 

Autor pov

 

 

3 years later.

Seorang gadis kecil yang berumur 3 tahun yang diberi nama Lee shina sedang berlari menuju sebuah gundukan makan sesorang.

“Umma ayo aku mau ketemu appa” teriak gadis kecil yang sudah berlari didepan.

“Jangan lari nanti jatuh” kejar sang umma menarik tangan putrinya.

“Habis umma sama Eunhyuk appa jalannya lelet seperti keong” ucap gadis yang bernama shina.

“Aish! Kau ini anak nakal shina. Nanti tidak umma kasih ampun kalau kau nakal”

“Appa tolong aku” rayu shina pada Eunhyuk.

“Yeobo sudahlah shina ini masih kecil”

“Kau ini sama saja. Kenapa sifat menyebalkannya sama denganmu padahal wajahnya duplikat Donghae”

“Aku kan juga appanya sekarang”

 

Kini Chaekyu dan Eunhyuk membawa Shina ke makam Donghae.

“Nah sayang ini adalah makam appamu, kau ingin bertemu dia bukan?” ucap Eunhyuk yang jongkok disamping shina.

Shina mengangguk sebentar sebelum memberi salam pada makam Donghae.

“Anyong appa! Aku shina anak mu yang dilahirkan umma 3 tahun yang lalu. Kata umma dan Eunhyuk appa wajah ku ini sangat mirip denganmu. Saranghe appa aku akan selalu mencintaimu dan menjadikanmu nomer satu dihatiku” ucap mulut mungil shina.

‘Oppa kau lihatkan anakmu sangat lincah, manja dan pintar sama sepertimu, maafkan aku baru bisa membawanya sekarang kehadapanmu. Aku harap kau disana bahagia dan menjadi malaikat untuk anak kecil kita ini’

 

“Ayo kita pulang” ajak Eunhyuk.

“Appa aku pulang dulu ya nanti aku akan menjengukmu lagi. Umma gendong aku” pinta shina merentangkan tangannya*Inilah sifat asli autor ikut nebeng disini, hahahaha…

“Aish! Manjanya” ucap Chaekyu dengan sangat terpaksa menggendong putri kecilnya.

“Sama Eunhyuk appa saja ya?” ucap Euhyuk mengulurkan tangannya.

“Andwae! Aku mau digendong umma”  ucap shina menyandarkan kepalanya ke pundak Chaekyu dan memeluknya erat.

“Sekarang diamlah! Umma turunkan kalau kau merengek lagi”

“Ne umma” ucap Shina mulai memejamkan matanya ikannya.

 

 

Cinta yang sejati hanya datang sekali seumur hidup..

Bila kita ingin menyayangi sesorang..

 Kita juga harus kehilangannya..

Malaikat bersayap hanya mengungkapkan..

Memberi kelengkapan pada hati suci..

Seseorang akan terlihat sempurna ketika jatuh cinta..

Cinta tidak datang dari mulut dan fisikly..

Melainkan dari kenyamanan hati…

Hahahahahahay….

(puisi gaje)

-End-

6 thoughts on “//FF ONE SHOOT// SWEET HONEY

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s