//FF ONE SHOOT// FLYING HUG

Flying hug!!

 

Autor : shina hwaiting iputa

Cast : shina

Kyuhyun and super junior

Dll.

Aku baru pulang dari pemakaman seorang sahabatku yang bernama Han yun ah bersama kyuhyun namjachinguku. Aku sangat terpukul dengan kepergiannya yang sangat mendadak karena kecelakaan tertabrak mobil.

Aku memasuki rumahku bersama kyuhyun, sebelum aku membuka pintu aku mendengar kedua orangtuaku sedang bertengkar.

“Kau tega sekali denganku dan shina. Kau sudah lama kan menjalin cinta dengan siwon” bentak Donghae appa.

“Apa aku salah jika dekat dengannya. Kau selalu saja sibuk” balas yoonhe umma.

“Aku bekerja juga untukmu, shina dan juga sungmin. Kau harusnya mengurus anak-anak bukannya selingkuh”

“Apa urusanmu. Kita cerai saja aku tidak tahan hidup denganmu” ucap yoonhe umma kemudian keluar rumah.

Aku dan kyuhyun bersembunyi didekat pot besar yang ada disamping rumahku. Tak lama setelah umma pergi appa juga pergi dengan mobil mereka masing-masing.

Aku sudah lama tau kalau umma berselingkuh dengan siwon adjushi sahabat appa, karena sebelumnya aku pernah mempergoki umma sedang bercumbu dengan siwon sewaktu aku dan oppaku pulang dari jalan-jalan. Tapi aku dan oppa memilih bungkam tak mau orangtua kami bertengkar tapi sekarang kenyataannya mereka mau bercerai.

Aku sekarang beruraian air mata mendengar kenyataan bahwa orangtuaku mau bererai, kyuhyun yang ada disampingku langsung memelukku. Dialah sahabat yang selama ini selalu setia menemaniku.

“Uljima shina. Mungkin perceraian adalah jalan yang terbaik” ucap kyuhyun masih memelukku dan menghapus air mataku.

“Tapi aku tidak mau mereka pisah. Umma jahat tega selingkuh dibelakang appa” ucaku terus terisak.

“Kau tau itu darimana coba kalau umma mu itu selingkuh?”

“Aku dan sungmin oppa pernah melihat umma bercumbu dengan siwon ssi, tapi aku memilih diam dan oppa memilih tinggal diapartementnya”

“Mungkin ini sudah takdir. Bersabarlah! Aku akan selalu menemanimu dan menjagamu”

 

Setelah perceraian appa dan umma. Appa mengajakku pindah ke yunani sedangkan sungmin oppa memilih tinggal dan menjalankan perusahaannya. Appa juga menikah lagi dengan seorang wanita cantik bernama Raeyoon, umma tiriku sangat baik dan sangat perhatian padaku berbeda dengan umma ku yang pergi meninggalkanku, oppa dan appa hanya karena pria lain.

Setelah 4 tahun aku memutuskan kembali ke korea menjenguk oppaku sekalian aku mau mengurus kepindahanku dikampus.

Saat ini Donghae appa dan Raeyoon umma sedang mengantar kepergianku dibandara.

“Shina jaga dirimu, Nanti sungmin akan langsung menjemputmu dibandara.” ucap Raeyoon umma padaku.

“Ne umma”

“Ini kunci rumah kita. Kau harus hati-hati jangan sampai ibumu meracuni pikiranmu” pesan Donghae appa.

“Appa kira aku anak kecil. Aku ini sudah 20 tahun, aku pulang karena kangen dengan oppa dan kyuhyun. Aku sudah 4 tahun meninggalkan korea” ucapku pada mereka.

“Bagi appa kau tetap putri kecil appa”

“Ne ne ne appa. Aku kalah kalau berdebat dengan appa”

“Sudah yeobo. Shina sudah harus masuk kepesawat”

“Ne. Chagy hati-hati nanti telpon appa dan umma kalau sudah sampai”

“Ne appa”

 

*****

Incheon.

Aku sampai dibandara menunggu jemputan oppaku. Akhirnya aku bisa menghirup udara segar setelah 4 tahun aku meninggalkan korea. Aku sudah menghubungi kyuhyun agar nanti menemuiku dirumah.

“Shina..” panggil suara familiar ditelingaku.

“Oppa..” ucapku langsung menghampirinya dan memeluknya. “Bogoshippo oppa”

“Aku juga merindukanmu saeng chagy. Ayo pulang”

“Ne.”

Aku mengikuti langkah oppaku yang membawa koperku masuk mobil. Aku duduk dikursi samping kemudi yang diduduki oppaku.

“Kau semakin cantik saja. Kyuhyun pasti terkagum melihatmu” puji sungmin.

“Tentu saja. Akukan bukan anak SMA lagi” sergahku.

“Kau yakin mau pindah kesini lagi. Kau mau dikampus mana?”

“Aku mau dikyunghee university saja, lagipula tidak terlalu jauh kan dari rumah”

“Baiklah nanti oppa akan mengurusnya?”

“Gomawo oppa”

 

Malam harinya.

Aku dan kyuhyun melepaskan rindu yang selama 4 tahun ini selalu tersimpan rapat dihati. kyuhyun tak hantinya berdecak kagum dengan penampilanku.

“Oppa aku benar-benar rindu padamu, disana aku kesepian tanpamu” ucapku yang masih bermanja-manja pada kyuhyun.

“Aku juga sama. Aku seperti mayat hidup tapi aku yakin kau pasti kembali makanya aku bertekat untuk semangat” ucap kyuhyun sambil tersenyum lebar.

“Oppa aku mau kuliah di kyunghee university denganmu. Aku sudah diizinkan appa tinggal lagi dengan sungmin oppa disini”

“Baguslah! Kapan kau akan mengurusi kepindahanmu”

“Oppaku yang mengurusinya”

 

Dikampus.

Ini hari pertamaku memasuki kelas.

“Perkenalkan dirimu”

“Anyong chingudeul chonun lee shina imnida”

 

Saat diperpus.

Aku duduk dibangku pojokan yang menghadap jendela, dari sini aku bisa melihat kyuhyun yang sedang berjalan dengan teman-temannya.

“Anyong!” sapa seorang namja.

Aku mendongakan kepalaku untuk melihatnya tapi lalu aku berpaling kebuku ku lagi.

“Choi minho imnida, kau anak baru tadikan?”

“Apa maumu?”

“Maukah kau satu kelompok denganku. Aku kekurangan satu orang”

“Kenapa tidak dengan yang lain saja”

“Ani. Aku ingin denganmu kita bisa bersahabat kan”

“Ne”

“Kulihat kau tadi memperhatikan kyuhyun. Kau menyukainya?”

“Dia namjachinguku sejak SMA”

“Jinjja. Lalu kenapa kau bisa tinggal diluar negri”

Entah kenapa aku begitu percaya dan menceritakan semua kepada minho dari awal sampai akhirnya aku kembali kesini.

“Aku lahir dan tinggal 16 tahun disini, appaku mengajak pindah setelah umma meninggalkan kami demi pria lain”

“Sekarang disini kau tinggal sendiri”

“Anio. Aku tinggal bersama oppaku”

“kita sama. Umma ku juga meninggal dan appaku sudah menikah lagi 4 tahun lalu”

 

Aku akrab dengan minho dan kyuhyun juga tidak melarangu berteman dengan minho. Kyuhyun juga malah ikutan akrab dengan minho dan kadang mereka saling bertukar pikiran jika ada masalah pelajaran.

Hari ini minho mengajakku kerumahnya untuk dipertemukan dengan orangtua, aku deg-degan bertemu dengan orangtuanya.

“Umma appa aku membawa sahabatku” teriak minho membuka pintu.

Glek.

Aku terpaku melihat seseorang yang sudah menyakitiku. Seseorang itu langsung memeluk tubuhku yang membeku. Minho terkejut melihat ibu tirinya memeluk sahabatnya.

“Shina, umma merindukanmu. Kau kemana saja selama ini” ucap yonhee ummaku.

Aku tak mau membalas pelukannya yang ada hanya air mata yang keluar.

“Umma sangat menyayangimu”

Aku memberanikan diri untuk berbicara dan menepis pelukannya. “Lepaskan aku! Kau bukan ibuku. Kalau kau ibuku kau tidak akan meninggalkanku dan selingkuh dari appa” tandasku.

“Shina.. maafkan umma” ucap ummaku yang mengeluarkan air mata.

“Jangan menangis didepanku. Aku tidak akan tertipu! Kau bukan ummaku lagi”

“Minho mana sahabatmu” tanya siwon yang baru keluar dari sebuah ruangan.

“Siwon shi bagaimana kabarmu setelah membunuh sahabatku han yun ah. Kalian sama saja brengseknya?” Ucapku tersenyum kecut pada mereka.

“Apa yang sebenarnya terjadi?” ucap minho bingung karena tidak mengerti.

“Dia anak kandungku minho” ucap yonhee menjelaskan.

“Shina adjushi bisa menjelaskan semuanya?” ucap siwon mencoba menenangkan suasana.

“Tidak ada yang perlu dijelaskan. Karena aku melihat sendiri anda yang sudah menabraknya”

“Shina maafkan umma dan adjushi. Umma janji akan membahagiakanmu?”

“Kau jangan pernah berfikir jadi ummaku lagi. Ummaku sudah mati, kalian semua brengsek sudah mengambil kebahagian dihidupku” teriakku yang langsung melarikan keluar.

Umma, minho dan siwon ikut mengejarku keluar rumah. Aku terus saja melarikan diriku dari pekarangan rumah siwon.

“Shina awas………..” teriak minho.

Bugghh..

Aku terpental jauh dan merasakan semua berkunang-kunang dan gelap.

 

Aku mengerjapkan mataku.

Kurasakan bau rumah sakit masih menusuk hidungku, kulihat kyuhyun dan sungmin oppa menungguiku disini. Aku mengulurkan tanganku mengelus rambut kyuhyun. Kyuhyun mendongakan kepalanya dan melihatku.

“Kau sudah bangun, aku dan oppamu sangat khawatir sewaktu minho menghubungiku” ucap kyuhyun yang menggenggam tanganku.

“Aku..” aku bingung mau berucap yang ada hanya air mataku yang keluar.

Sungmin oppa yang baru bangun langsung memelukku erat sekali. “Uljima chagy. Oppa akan menjagamu bersama kyuhyunie”

“Oppa aku takut, aku tidak mau bertemu dia lagi. Aku membencinya oppa”

“Ne. Oppa tau? Sekarang istirahatlah oppa akan memanggilkan  dokter. Oh iya Lusa appa dan Raeyoon umma akan pulang” ucap sungmin membaringkan kepala adiknya dan langsung keluar menemui dokter.

“Mian. Aku tidak menjagamu kemarin karena ku fikir kau akan baik-baik saja. Aku tidak tau kalau ternyata keluarga minho yang membuatmu jadi begini” ucap kyuhyun menyesali diri.

“Anio. Ini bukan kesalahanmu oppa”

“Tenanglah! Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan mereka menganggumu lagi”

“Oppa sudah berapa lama aku disini?’

“4 hari kau tidak sadarkan diri. Makanya sungmin hyung menghubungi appamu”

“Gomawo sudah menjagaku”

 

Sore hari kyuhyun mengajak shina menuju atas gedung melihat pemandangan dari sana, shina sangat senang menikmati semilir angin yang menerpanya.

“Oppa kalau aku mati kau akan bagaimana?”

“Kenapa kau bicara begitu? Kau akan selalu disisiku, menikah denganku dan memiliki banyak anak denganku” ucap kyuhyun memeluk shina dari belakang.

“Aku hanya mengandaikannya saja. Aku juga tidak mau mati karena aku masih mau menikah denganmu, hehehe^^” ucap shina terkekeh.

 

Donghae buru-buru menghampiri kamar rawat putri kecilnya yang selama ini disayanginya. “Appa..” ucap shina gembira melihat appanya didepan pintu.

“Kau tidak apa-apa chagy, appa dan Raeyoon umma sangat khawatir mendengar kau kecelakaan dari sungmin” ucap Donghae yang langsung memeluk putrinya.

“Appa jangan kenceng-kenceng. Aku tidak bisa bernafas” ucap shina yang berada dalam pelukan appanya.

“Mianhe chagy. Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa berada didepan rumah siwon saat itu.” Tanya Donghae pelan.

“Yeobo? Shina belum sembuh total jangan ditanya macam-macam. Nanti saja kalau shina sudah dibawa pulang biar dia sendiri yang cerita” sergah raeyoon menengahi pembicaraan anak dan appa.

“Gwancha umma, tapi bisakah umma tinggalkan aku berdua dengan appa. Aku hanya ingin bercerita dengan appa” pinta shina.

“Umma mengerti. Kalau butuh apa-apa umma ada didepan situ” ucap Raeyoon tersenyum sambil berjalan keluar ruangan.

Donghae duduk disamping shina. “Ada apa jagy bicaralah pada appa?” ucap Donghae mengelus rambut shina.

“Appa…” ucap shina menghambur kepelukan appanya dan menangis.

“Wae? Tenanglah appa ada disini”

“Hiks.. Appa aku takut? Aku benci pada mereka. Mereka mengambil kebahagianku. Umma jahat dia brengsek meninggalkan kita, siwon shi juga brengsek mengambil umma dari kita”

“Tenaglah jagy. Masih ada appa, sungmin, Raeyoon umma dan juga kyuhyun. Kami tidak akan pernah meninggalkanmu seperti yonhee umma kandungmu” tutur Donghae yang masih memeluk putrinya.

“Kenapa mereka tega mengambil kebahagianku appa hiks… Apa salahku? Hiks… Aku selalu berusaha mengerti tapi aku tidak bisa mengerti masalah kalian”

“Kau masih kecil jagy. Mungkin umma mu merasa bahwa siwon adjushi lebih baik daripada appa”

“Tapi kenapa umma mau menikah dengan appa dan memiliki oppa dan aku kalau umma tidak cinta appa”

“Huuff.. kau harus tau sayang bahwa sesuatu yang dapat dimengerti kepala belum tentu dapat dimengerti oleh hati, begitupun cinta. Setelah menikah akan ada banyak godaan dan cobaannya seperti ini”

“Ne. Appa kau tidak akan pernah meninggalkanku seperti umma kan?”

“Ne. Appa akan selalu menjagamu juga sungmin dan Raeyoon umma”

 

Karena keadaan shina sudah mulai pulih jadi dokter mengizinkannya dibawa pulang. Didepan rumah Donghae melihat mantan istrinya dan sahabatnya mondar mandir didepan pintu, shina yang melihat umma kandungnya langsung merapat ke Donghae yang berjalan disampingnya.

“Tenanglah! Appa disampingmu” ucap Donghae menenangkan shina yang memegang tangannya erat-erat. Shina hanya mengangguk saja disamping appanya.

“Mau apa kalian datang kerumahku?” tanya Donghae yang sudah berada didepan pintu.

“Aku ingin bertemu putriku..” jawab yonhee.

“shina kau masuk dulu ya biar appa yang bicara dengan mereka. Nanti Raeyoon umma akan segera pulang dan menemanimu” perintah Donghae lembut.

Shina memasuki rumah sedangkan Donghae berdebat dengan yonhee dan siwon diluar. “Mau apa kalian?”

“Donghae ku mohon Izinkan aku meminta maaf pada shina. Selama ini kau selalu menjauhkannya dariku” pinta yonhee memelas.

“Kau berani bicara begitu bukankah kau sendiri yang ingin pergi meninggalkannya, lagi pula kau sudah tau bukan kalau dia tidak mau bertemu denganmu lagi. Aku sudah cukup bersabar membiarkan kalian berulah tapi aku tidak akan menahan marahku jika kau mau melukai putriku”

“Ku mohon hae. Kita ini dulu berteman izinkan kami menjelaskannya pada shina. Dia pasti mau mengerti” sela siwon

“Aku hanya memberi kalian satu kesempatan saja. Kalau dia tidak mau aku harap kalian pergi dari rumahku”

“Ne.

 

Donghae mengajak keduanya memasuki kamar shina. Dikamar shina sedang bersandar sambil membaca buku komiknya.

“Chagy! Umma mu mau bicara sebentar” ucap Donghae.

“Mau bicara apa lagi?”

“Sebentar saja sayang” pinta yonhee.

“Hae ayo kita keluar” ajak siwon.

“Appa keluar dulu. Nanti appa kembali chagy” ucap Donghae mengikuti siwon keluar.

“Mau bicara apa”

“Sayang? Umma kangen denganmu. Umma sangat menyesal melakukan ini, kau jadi begini karena keegoisan umma” ucap yonhee menangis.

“Apa dengan menyesal umma bisa mengembalikan hidupku. Aku mungkin bisa memaafkan umma tapi tidak dengan sikap umma. Aku selama ini selalu berusaha mengerti bahkan aku dan oppa menutupi sikap bejat umma yang diam-diam selingkuh hanya karena tidak mau kalian bertengkar. Tapi nyatanya kalian menyakitiku” ucap shina menangis mengeluarkan semua uneg-unegnya.

Yonhee makin menangis menyesali diri dan tidak bisa menyangkal perkataan putrinya.

“Maafkan umma”

“Pergi dari sini… appa…” teriak shina.

Donghae dan yang lain langsung masuk setelah mendengar shina berteriak histeris. “Chagy kau kenapa?” panik Donghae melihat putrinya yang langsung memeluknya.

“Shina maafkan umma. Umma sangat menyayangimu walau bagaimanapun kau adalah anak umma”

“Pergilah! Kehadiranmu akan membuatnya begini. Mungkin butuh waktu baginya untuk menerimamu lagi” ucap       Raeyoon.

 

Dikampus.

Pagi ini shina terus ditemani kyuhyuh saat dikampus. Kyuhyun tidak membiarkan minho berdekatan dengan shina.

“Jagy! Aku paham kau belum bisa memaafkan umma mu tapi apa kau tidak bisa jangan terpuruk lagi”

“Aku sedang berusaha menerimanya?”

“Jagy”

“H’m..”

“Would you marry me? Aku mungkin bukan prince charming yang perfect tapi aku bisa memastikan bahwa aku akan menjagamu dan menemanimu. Aku sudah membicarakan ini dengan keluargamu jadi maukah kau menerimaku dengan apa adanya aku?”

“I do, gomawo sudah mau menerimaku apa adanya”

Kyuhyun langsung membawa shina masuk kedalam pelukannya.

 

 

End.

 

Akhir yang aneh karena aku buatnya hanya dalam waktu 1 jam saja tapi mohon di makhlumi kalau aneh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s